Syarah Hadits Qudsi Pilihan (Bag.1)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

 1.Apakah Sepupu Seperti Saudara Mahram?

2.Agar Halal Bi Halal Tidak Menjadi Haram

3. Memandang Positif

4. Memiliki Dua Wajah dan  Dua Lisan

5.Hukum Menggabungkan Puasa 6 Hari Di BulanSyawwal dan Puasa Membayar Utang 
6. Meski Ramadhan Telah Berlalu

7.Anti Riba? Tapi Mangkir Bayar Hutang? 
8. Kesalahan-kesalahan yang Terjadi dalam Ihrom

l9. Jangan Khawatirkan Agama Islam==

==

Bahaya Yang Akan Menimpa Umat Islam diAkhir Zaman – Ust.Mizan Qudsyiah /

Kelemahan Umat Islam-Ust.Zainal Abidin Syamsudin

Mewujudkan PersatuanUmat Islam-Ust.Mizan Qudsiyah

Umat Islam Dikepung Segala Penjuru-Ust.Maududi Abdullah

Umat Islam Dikepung Segala Penjuru-Ust.Ali MusriBag1:Bag2

Hadits Qudsi Keutamaan Umat Islam-Ust.Khalid Basalamah
https://mir.cr/650OR8FD
https://drive.google.com/file/d/1hOJ4id2yUPBTyVaQeC3RSh7wN8V2QOaO/view?usp=drivesdk
Cara Memperbaiki Keimanan-Ust.Abdullah Taslim.mp3
https://app.box.com/s/k44gk2p0lwhn5t1wr03wjxqbh8bnpqwr
Hukum Membangun Masjid Diatas Kuburan-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/cbjls4sl2wl4e68atvnh9nly48vzhqjr
Inilah Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga-Ust.Zainul Arifin Bag.1.mp3
https://app.box.com/s/bdvw03j6bs80nb0aug1kc1mw3fg91uif
Inilah Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga-Ust.Zainul Arifin Bag.2.mp3
https://app.box.com/s/8thshte4r3233zlf1dftirkfgegy87q2
Islam Mengatur Tempat Penguburan Jenazah-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/ya61qcsr7v2wri1n9hvxr80dv7by89xh
Keutamaan Dzikir Yang Jarang Diketahui-Ust.Zainul Arifin.mp3
https://app.box.com/s/3chfkfw8467ou9v6u575na96yvrlrf5m
Menolak Kebenaran Karena Nafsu-Ust.Abdullah Zaen.mp3
https://app.box.com/s/f7p0rkfss4s4wvdjhovn818xu40qmau9
Menyingkap Tabir Surat Al-Fatihah-Ust.Mizan Qudsiyah.webm
https://app.box.com/s/uczsalbl5fi6f39rmvhz4so3zqmdefbx
Menyingkap Tabir Surat Al-Fatihah-Ust.Zainul Fikri.webm
https://app.box.com/s/0f774qh1v2fn7pioxa7pvje1l4zoyz2k
Nasehat Pernikahan-Ust.Syafiq Basalamah.mp3
https://app.box.com/s/kgqgnayemyk1pab4fzpzu6n4egsma64p
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/nfjvvi2nmkcfr6jzoe43u248ylkg8sqe
Soal Jawab Panduan Menuntut Ilmu-Ust.Yazid Jawas.webm
https://app.box.com/s/hgzx0rjp9ljhqohepayk0ly06lwpce98
Urgensi Pendidikan Tauhid Di Dalam Keluarga-Ust.SofyanChalid Ruray.webm
https://app.box.com/s/3m250xg3k5d4vbtdcgbkbtb63cgl8itx
UNTAIAN NASEHAT ‘ULAMA TIMUR TENGAH
Bersama :*Syaikh Abdul Hadiy Al-Umairiy _Hafidzahullah_*._( Pengajar Ma’had dan Anggota Dewan Pelayanan Fatwa Masjidil
Haram, Arab Saudi )_
https://drive.google.com/file/d/1–e8rZZFrvUb7kf-0eLPFRyjjSxVECmj/view?usp=drivesdk 

==

Ebook
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 1(601Halaman)
https://app.box.com/s/s9qk24xbsw7r3b14vmno1ut76lvtcicj
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 2(603Halaman)
https://app.box.com/s/g7eh0hdumktuv1e5g2309od7ql1qa3ud
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 3(661Halaman)
https://app.box.com/s/bvhi94ekdgnd7ei4uo0l7b1fchgpxil4
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 4(624Halaman)
https://app.box.com/s/euyfatrmolcxd6nimfaj8gjbppgoef81
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 5(577Halaman)
https://app.box.com/s/2mnwv3ktewox60l4hn19hjd9z8ylxcos
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 6(593Halaman)
https://app.box.com/s/i054dzpyrf62e1y3ubq0918bqhgxe0sj
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 7(562Halaman)
https://app.box.com/s/ebk4r4r9r48hu78owj8q0zdbeoe9fook
Ensiklopedia Terjemahan Hadist-hadist Nabi Bagian 8(561Halaman)
https://app.box.com/s/418g5givwm5rdneo55u2k5li22c0s8tt
Himpunan 90 Hadits Pilihan (211Halaman)

Himpunan 80 Hadits Pilihan(178Halaman)

Kumpulan 70 Hadits Pilihan(151Halaman)

Riyadus Shalihin(Taman Orang-Orang Shalih)-Imam Nawawi Bag.1 (366Halaman)

Riyadus Shalihin(Taman Orang-Orang Shalih)-Imam Nawawi Bag.1 (743Halaman)

Hadits Hadits Pilihan Seputar Agama Dan Akhlak(72Halaman)

Untaian Mutiara Hadits (Beberapa Petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Dalam Meniti Hidup Di Dunia)-Marwan bin Musa (611Hlm)

Mengenal Tauhid Lebih Dekat-Ust.Ari Wahyudi (335Halaman)

https://app.box.com/s/es1kbzaocj3lye1xeki5rze1g49ixt4t

 
➡ SYARAH 10 HADITS QUDSI PILIHAN

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • SYARAH 10 HADITS QUDSI PILIHAN

Hadits qudsi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Nabi dari Allah tetapi bukan dengan rangkaian, susunan, dan kemukjizatan seperti Al-Qur’an. Rangkaian dan susunan lafazh atau kalimat dalam hadits qudsi hampir sama dengan hadits nabawi. Derajat hadits qudsi juga sama seperti hadits nabawi; ada yang shahih, hasan, dha’if, bahkan ada pula yang maudhu’.

Tidak seperti hadits nabawi, hadits qudsi tidak banyak mengungkap hukum-hukum fiqih dan syari’at yang terkait dengan ibadah, namun fokus pada motivasi dan pembinaan jiwa manusia agar melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Sebagian besar hadits qudsi diriwayatkan secara ahad, tidak banyak yang diriwayatkan secara mutawatir.

Berikut ini adalah sepuluh hadits qudsi pilihan yang telah disarikan dari beberapa kitab-kitab hadits, khususnya kitab-kitab hadits yang menghimpun tentang kumpulan hadits-hadits qudsi yang shahih. Dilengkapi dengan biografi Sahabat yang meriwayatkannya dan pelajaran yang terambil dari hadits-hadits qudsi tersebut.

  • ‫‪HADITS PERTAMA‬‬

‪Keutamaan Umat Islam‬‬

‫‪Dari ‘Abdullah bin ‘Umar , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda:

Perbandingan kalian dengan umat-umat terdahulu sebelum kalian sebagaimana Shalat Ashar hingga terbenam matahari. Ahli Taurat diberi Taurat, mereka mengamalkanya sampai tengah hari kemudian mereka kelelahan, lalu mereka masing-masing diberi satu qirath. Lalu ahli Injil diberi Injil, mereka mengamalkannya hingga Shalat Ashar kemudian mereka kelelahan, lalu mereka masing-masing diberi satu qirath. Kemudian kita diberi Al-Qur’an, kita mengamalkannya hingga terbenam matahari, lalu masing-masing kita diberi dua qirath. Maka dua Ahli Kitab (sebelumnya) berkata, “Wahai Rabb kami, Engkau telah memberikan kepada mereka (umat Islam) masing-masing dua qirath dan Engkau memberi kami masing-masing (hanya) satu qirath, sedangkan kami beramal lebih lama. Allah berfirman, “Apakah Aku telah menzhalimi pahala kalian, meskipun sedikit?” Mereka menjawab, “Tidak.” Allah berfirman, “Itulah karunia-Ku yang Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki.”HR. Bukhari Juz 1 : 532.

  • BIOGRAFI SINGKAT ‘ABDULLAH BIN ‘UMAR

✅ ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khaththab Al-Adawi Abu ‘Abdurrahman adalah seorang sahabat dari rumah Quraisy yang terhormat di masa Jahiliyah. Lahir di Makkah Al-Mukarramah pada tahun kesepuluh sebelum hijrah bertepatan dengan 613 M. Hijrah ke Madinah bersama bapaknya dan ikut dalam Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah, tahun 8 H). ‘Abdullah bin ‘Umar adalah seorang sahabat yang pemberani, di usia lima belas tahun ia telah ikut andil dalam perang Khandaq (tahun 5 H).

✅ ‘Abdullah bin ‘Umar merupakan sahabat yang banyak memahami Sunnah-sunnah Rasulullah sehingga beliau dipercaya untuk memberi fatwa pada masa Islam selama enam puluh tahun. Ketika ‘Utsman terbunuh, beliau ditawari oleh beberapa orang untuk menjadi khalifah, tetapi beliau menolaknya. Beliau ikut dalam perang Afrika sebanyak dua kali, yang pertama dibawah pimpinan Ibnu Sarah dan yang kedua dibawah komando Mu’awiyah bin Khadij pada tahun 34 H.

✅ Di antara karamah yang Allah berikan kepadanya adalah pernah pada suatu ketika ada suatu kaum yang tertahan lewat di suatu jalan karena ada macan yang menghalangi, maka ‘Abdullah bin ‘Umar turun dari untanya dan memegang telinga macan tersebut dan menariknya dari jalan.

✅ ‘Abdullah bin ‘Umar adalah sahabat Rasulullah yang terakhir wafat di Makkah pada tahun 73 H. Abu Salamah bin ‘Abdurrahman berkata, “Ibnu ‘Umar wafat dan keutamaannya seperti ‘Umar , bapaknya.‘Umar sendiri banyak memiliki pesaing di masanya, sedangkan anaknya hidup dizaman yang tidak ada saingan baginya.” Para ulama’ hadits menobatkan ‘Abdullah bin ‘Umar sebagai sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadits kedua setelah Abu Hurairah karena beliau telah meriwayatkan hadits sebanyak 2.630 hadits.

  • ➡ PELAJARAN DARI HADITS

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil darihadits di atas, antara lain :

  • ➡ 1. Umat terdahulu yang dimaksudkan adalah ahli kitab (yahudi dan nasrani)

✅ Disebutkan dalam hadits di atas; “Perbandingan kalian dengan umat-umat terdahulu sebelum kalian.” “Umat terdahulu” yang disebutkan sebagai perbandingan dengan umat Islam adalah ahli kitab, yahudi dan nashrani.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;‬

Sungguh kalian akan mengikuti jalan-jalan orangorang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian juga akan memasukinya.”

Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, (apakah orang terdahulu yang engkau maksudkan adalah) orang yahudi dan nashrani?” Rasulullah bersabda, “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?”

(HR. Bukhari Juz 3 : 3269, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 4 :2669.)

Sehingga ketika tidak ada indikasi bahwa ”umat terdahulu” yang dimaksudkan adalah selain yahudi dan nashrani, maka ”umat terdahulu” yang dimaksud adalah yahudi dan nashrani.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

✅ Menurut Ibnu Jarir ada dua tafsiran tentang ”orang-orang sebelum kalian” pada ayat di atas, yaitu; maksudnya adalah ahli kitab dan sebagian yang lainya mengatakan bahwa yang dimaksud adalah semua manusia sebelum umat Islam. Jami’ul Bayan, Ibnu Jarir Ath-Thabari.

Sehingga membawa tafsiran ”orang-orang sebelum kalian,” kepada makna ahli kitab (yahudi dan nashrani) adalah lebih kuat, karena didukung dengan nash-nash dalil dari As-Sunnah.

  • ➡ 2. Perintah untuk mempelajari dan mengamalkan AlQur’an

✅ Disebutkan dalam hadits di atas;‬ “Kemudian kita diberi Al-Qur’an, dan kita mengamalkannya.”

Allah membuat perumpamaan yang buruk terhadap kaum yang tidak mengamalkan isi kitab sucinya.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰٮةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًا ۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”(QS. Al-Jumu’ah 62: Ayat 5)

✅ Berkata Imam Ibnul Qayyim

Meskipun perumpamaan dalam ayat ini diberikan kepada orang-orang yahudi, namun maknanya juga berlaku bagi orang-orang yang dibebani Al-Qur’an, jika ia tidak mengamalkannya, tidak memenuhi haknya, dan tidak memeliharanya sebagaimana mestinya.

I’lamul Muwaqqi’in, 1/197.

Seorang tidak akan dapat mengamalkan isi AlQur’an dengan sempurna, kecuali jika ia menyempatkan waktu untuk mempelajari makna ayat-ayat Al-Qur’an.

  • ➡ 3. Keutamaan umat Islam adalah amalan sedikit, namun pelipatgandaan pahalanya besar

✅ Disebutkan dalam hadits di atas; “Kita mengamalkannya hingga terbenam matahari, lalumasing-masing kita diberi dua qirath.”

Usia umat Islam rata-rata hanya sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;“(Rata-rata) usia umatku antara enam puluh hinggatujuh puluh tahun.”

HR. Tirmidzi Juz 4 : 2331. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahihul Jami’ : 4094.

Meskipun rata-rata usia umat Islam lebih sedikit jika dibandingkan dengan usia umat-umat sebelumnya,namun Allahmelipatgandakan amalan umat Islam, sehingga pahala yang didapatkan oleh umat Islam tidakkalah, bahkan lebih besar daripada yang didapatkan oleh umat-umat sebelumnya. Di antara amalan yang besar pelipatgandaannya adalah beramal ketika terjadinya lailatul qadar.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”(QS. Al-Qadr 97: Ayat 3)

Amal shalih yang dilakukan ketika lailatul qadar lebih baik daripada amal shalih yang dilakukan selama seribu bulan (delapan puluh tiga tahun lebih), yang di dalamnya tidak ada lailatul qadar.Tafsirul Baghawi, 4/658.

  • ➡ 4. Keadilan adalah memberikan untuk semua,meskipun tidak harus semua sama

✅ Disebutkan dalam hadits di atas;“Allah berfirman, “Apakah Aku telah menzhalimi pahala kalian, meskipun sedikit?” Mereka menjawab, “Tidak.”

Dalam potongan hadits di atas Allah memberi pahala bagi umat Islam dan umat-umat sebelumnya yang telah beramal, namun pahala yang Allah berikan kepada masing-masing mereka berbeda-beda. Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa keadilan bukanlah memberikan semua sama, namun adil adalah memberikan untuk semua yang berhak mendapatkan.

Hal-ini dikuatkan dengan hadits yang diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir , ia berkata; “Bapakku memberikan sesuatu kepadaku, lalu (ibuku)-‘Amrah binti Rawahah berkata, “Aku tidak rela (terhadap pemberian tersebut) hingga dipersaksikan di hadapan Rasulullah.” Kemudian ia mendatangi Rasulullah. Lalu bapaknya berkata, “Aku memberikan sesuatu kepada anakku dari ‘Amrah binti Rawahah, lalu ia memerintahkanku untuk aku persaksikan di hadapanmu, wahai Rasulullah. Rasulullah  bersabda, “Apakah engkau memberikan kepada anak-anakmu yang lain juga seperti ini?” Bapakku menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anakmu.” Akhirnya ia pulang dan mengambil kembali pemberiannya (dariku).”..

HR. Bukhari Juz 2 : 2447, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 3 :1623.

Dalam kisah di atas Rasulullah memerintahkan agar bapaknya Nu’man berbuat adil dengan juga memberikan pemberian kepada anak-anaknya yang lainnya.

  • ➡ 5. Allah berhak untuk memberikan karunia-Nya-kepada siapa yang dikehendaki-Nya

Disebutkan di akhir hadits di atas;

✅ “Allah berfirman, “Itulah karunia-Ku yang Aku-berikan kepada siapa yang Aku kehendaki.”

Allah berhak untuk memberikan karunia kepada para hamba-Nya dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai kehendak Allah. Seorang muslim berkewajiban untuk mensyukuri karunia yang diberikan Allah kepadanya, berupa; kesehatan, kekayaan, dan berbagai kenikmatan yang lainnya. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang menyukuri nikmat-Nya Taisirul Karimir Rahman, 800. dan Maha Bijaksana dalam memberikan nikmat kepada mereka. Tafsirul Jalalain, 516.

Dan tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk hasad terhadap karunia yang telah Allah berikan kepada orang lain. Adapun yang dimaksud dengan hasad (dengki) adalah menginginkan hilangnya nikmat yang dikaruniakan oleh Allah dari orang yang dihasadi.-Zubdatut Tafsir, 827.

====

  • HADITS KEDUA

Jaminan Untuk Umat Islam

Dari Tsauban ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;“Sesungguhnya Allah menghimpun bumi kepadaku sehingga aku dapat melihat bagian timur serta bagian baratnya, dan kekuasaan umatku akan mencapai bumi yang dihimpunkan kepadaku. Aku diberikan dua perbendaharaan (berwarna) merah dan putih (yaitu; emas dan perak). Sungguh aku memohon kepada Rabbku untuk umatku (1) agar Dia tidak membinasakan umatku dengan bencana kelaparan yang menyeluruh, dan (2) agar tidak menguasakan mereka kepada musuh yang bukan dari golongan mereka sendiri sehingga akan membinasakan (kekuasaan) mereka. Sungguh Rabb-ku telah berfirman, “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku jika menetapkan suatu ketetapan maka tidak akan dapat ditolak. Aku telah memberikanmu untuk umatmu bahwa (1) Aku tidak akan membinasakan mereka dengan bencana kelaparan yang menyeluruh, dan (2) Aku tidak akan menjadikan mereka dikuasai musuh yang bukan dari golongan mereka sendiri sehingga akan membinasakan (kekuasaan) mereka, meskipun musuh telah mengepung mereka dari seluruh penjuru dunia atau di antara seluruh penjuru dunia- hingga sebagian mereka menghancurkan dan menjadikan tawanan sebagian yang lainnya.”

HR. Muslim Juz 4 : 2889.

  • BIOGRAFI SINGKAT TSAUBAN

Tsauban bin Yajdad kunyahnya adalah Abu Abdullah. Beliau adalah seorang hamba sahaya yang dimerdekakan oleh Rasulullah. Rasulullah membelinya dan memerdekakannya. Lalu Tsauban mengabdikan dirinya kepada Rasulullah sampai beliau wafat. Lalu Tsauban berpindah ke Syam dan tinggal di Ramalah Palestina. Kemudian ia pindah ke Himsh dan membangun rumah di sana. Tsauban wafat di Himsh pada tahun 54 H, bertepatan dengan 674 M. Dan Tsauban telah meriwayatkan 128 hadits dari Rasulullah

  • PELAJARAN DARI HADITS

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari hadits di atas, antara lain :

  • ➡ 1. Agama Islam akan terus tersebar

✅ Disebutkan dalam hadits di atas;

Kekuasaan umatku akan mencapai bumi yang dihimpunkan kepadaku.”

Penyebaran Islam secara besar-besaran dimulai pada masa pemerintahan ‘Utsman. ‘Utsmanmemegang jabatan khalifah sesudah ‘Umar pada tahun 23 H. Pada masa pemerintahannya Armenia, Al-Qauqaz,Khurasan, Karman, Sajastan, Afrika, dan Qubrus ditaklukkan. Dan kita harus yakin bahwa agama Islam akan terus tersebar.

  • ➡ 2. Umat Islam tidak akan dibinasakan dengan-kelaparan secara menyeluruh

✅ Disebutkan dalam hadits di atas: “Sungguh aku memohon kepada Rabb-ku untuk umatku agar Dia tidak membinasakan umatku dengan bencana kelaparan yang menyeluruh.”

Jika terjadi bencana kelaparan yang menimpa umat Islam, maka itu hanya menimpa sebagian kecil saja, tidak akan menimpa keseluruhan umat Islam. Bukanlah kefakiran yang ditakutkan oleh Rasulullah akan menimpa umat ini, akan tetapi yang ditakutkan oleh Rasulullah adalah ketika dibentangkannya dunia, sehingga manusia akan berlomba-lomba untuk-memperebutkannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda; “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang lebih aku takutkan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian jika dunia dibentangkan kepada kalian sebagaimana telah dibentangkan kepada orang-orangorang sebelum kalian. Sehingga kalian akan berlombalomba sebagaimana mereka dahulu berlomba-lomba (untuk mendapatkan)nya,dan (dunia) akan menghancurkan kalian sebagaimana (dunia) telah menghancurkan mereka.” HR. Bukhari Juz 4 : 3791 dan Muslim Juz 4 : 2961.

  • ➡ 3. Umat Islam tidak akan dibinasakan dengan musuh yang bukan dari golongan mereka

✅ Disebutkan dalam hadits di atas;

Agar tidak menguasakan mereka kepada musuh yang bukan dari golongan mereka sendiri sehingga akan membinasakan (kekuasaan) mereka.”

Ancaman musuh untuk umat Islam justru berada di dalam kubu umat Islam itu sendiri. Munculnya kelompok-kelompok menyimpang yang merongrong Islam dari dalam justru yang harus diwaspadai oleh umat Islam.

  • ➡ 4. Ketetapan Allah akan terjadi

✅ Disebutkan dalam hadits di atas; “Sungguh Rabb-ku telah berfirman, “Wahai Muhammad,sesungguhnya aku jika menetapkan suatu ketetapan maka tidak akan dapat ditolak.”

Semua yang terjadi di alam semesta ini adalah atas ketetapan dan kehendak Allah. Kehendak (Masyi’ah) Allah dibagi menjadi dua, antara lain :

✅ a. Masyi’ah syar’iyyah, yaitu kehendak yang Allah ridha, tetapi belum tentu terjadi.

✅ b. Masyi’ah kauniyyah, yaitu kehendak yang Allah belum tentu ridha, tetapi terjadi.

  • ➡ 5. Agama Islam tidak akan pernah dapat dibumi-hanguskan

✅ Disebutkan di akhir hadits di atas;

Meskipun musuh telah mengepung mereka dari seluruh penjuru dunia –atau di antara seluruh penjuru duniahingga sebagian mereka menghancurkan dan menjadikan tawanan sebagian yang lainnya.”

Seburuk apapun makar dari musuh-musuh Islam untuk membumi hanguskan agama Islam, namun Islam akan tetap ada hingga tegaknya Hari Kiamat.

Allah Ta’ala berfirman:

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـئُـوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah (agama Islam) Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 18/37. dengan mulut-mulut mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya (dengan memenangkan agama-Nya) Aisarut Tafasir, 5/340. , meskipun orang-orang kafir membenci(nya).” QS. Ash-Shaf : 8.

  • ➡ 6. Menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada-umatnya

Rasulullah sangat mencintai umatnya, sehingga-di dalam hadits di atas disebutkan bahwa beliau berdoa kepada Allah untuk umatnya. Rasulullah tidak ingin umatnya mendapatkan penderitaan, bahkan beliau sangat mengharapkan umatnya mendapatkan keselamatan. Allah menyebutkan sifat beliau di dalam Al-Qur’an;

Allah Ta’ala berfirman:

لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.“(QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

✅ Bahkan ketika Rasulullah telah melewati shirath pada Hari Kiamat, beliau tetap medoakan keselamatan untuk umatnya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Dibentangkan shirath di atas Neraka Jahannam. Dijadikan aku dan umatku adalah yang pertama kali melewatinya. Tidak ada yang berbicara pada waktu itu, kecuali para Rasul. Dan doa para Rasul waktu itu adalah, “Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”

(HR. Bukhari Juz 6 : 7000, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 1 :182.)

  • ➡ 7. Para Rasul adalah manusia yang mustajab doanya

✅ Dalam hadits di atas Allah mengabulkan doa Rasulullah. Hal ini menunjukkan bahwa doa para Rasul adalah mustajab. Kemustajaban sebuah doa dapat disebabkan karena orangnya (seperti; para Rasul, para Malaikat, dan sebagainya), karena waktu berdoanya (seperti; pada sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, dan yang semisalnya), atau karena tata caranya (seperti; di awali dengan shalawat, dengan mengangkat tangan, dan yang semisalnya).

*****

===√√√=== lanjut Ke Halaman 2 ===•••===