Beberapa Adab Terhadap Al-Qur’an

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Kewajiban Suami kepada Istri dalam Mengajarkan Perkara Agama

2.Kebaikan Islam Seseorang, Ialah Dengan Meninggalkan Apa-Apa Yang Tidak Bermanfaat

3.Ruh Seorang Mukmin Terkatung-Katung (Tertahan) Pada Utangnya Hingga Dilunasi

4.Menyakiti Tetangga dengan Lisan

5.Hukum Anak Hasil Hubungan di Luar Nikah

6. Adakah Nasehat dari Ulama TentangMengkafirkan Pemimpin yang Dipilih Secara Demokrasi?

7.Pindah Tempat Zikir Setelah Shalat Shubuh, Masih Dapat Keutamaan?

8.Menuju Masa Depan yang Cerah

9.Kisah : Perjalanan Menemukan Pondok Salafy

 10.Kumpulan Hadits Shahih Tentang Menuntut Ilmu Agama

==

Musik dan Al-Quran-Ust.Khalid Basalamah

Adab Terhadap Al-Quran-Ust.Khairullah Anwar Luthfi Bag1Bag2

At-Tibyaan fii Aadaabi HamalatilQuran (Adab Terhadap Al-Quran)-Ustadz Aris Munandar,

==

Mengenal Kesyirikan lebih Dekat-Ust.DR.Sofyan Baswedan.M.A.mp3
https://mir.cr/13VPW5V2
https://drive.google.com/file/d/1lGtEA8-Hi8aUwvYQLBHSZBJB92ffKmTn/view?usp=drivesdk
SELAMAT DI ATAS SUNNAH – Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafidzhahullah
Penerjemah: Ustadz Dr. Sofyan Baswedan, M.A
https://mir.cr/IQZDFDHP
https://drive.google.com/file/d/1kiNXA4p66S0IOr_gl8oAZ9DRN-vJZCuF/view?usp=drivesdk
Menanamkan Tauhid di Dalam Keluarga – Ust.Maududi Abdullah.mp3
https://mir.cr/M2W3MPNZ
https://www.solidfiles.com/v/2GKxYdkVKqAZD Folder contents
Agar Al-Qur’an Bermanfaat – Ust.Munajat.mp3
https://app.box.com/s/vwtv3fu70ptvhdmjxrak75lxtfl65tfz
Contoh Perbuatan Kesyirikan – Ust Abdurrahman AlAtsary.mp3
https://app.box.com/s/xw18ahqqt4a5og1tcd8rq1vqggjuou6c
Inilah Tips Sukses Dunia Akhirat – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/wsvqr874wja0bpxlf4lb05jb4yhhwfu2
Kitab shalat Nabi – Ust.Zamzani Juned.mp3
https://app.box.com/s/oiazp1tyr6cqsjyzfei4pz6iabzh88u2
Persiapan Pernikahan Pasca Ramadhan – Ust.Muharrar.webm
https://app.box.com/s/tb8jnii9mexy5p6pxqrdbm0d19jez03o
Spesial Wedding – Ust.Syafiq Basalamah.mp3
https://app.box.com/s/vp1m5ewbern0assbt3q448hgvdh78cqr
Panduan Keluarga Sakinah-Ust.Yazid Jawas.mp3
https://app.box.com/s/qx7itlg7vt9fguk8da5d8bcuympo0awg
Ada apa Setelah Ramadhan-Ust.DR.Firanda Andirja.MA.webm
https://app.box.com/s/yg4cy28r7ij2xq4az5esisixd2e1kcg3
Bahaya Jangan Pahami Sifat Allah Dengan 4 Cara Ini-Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/v69rzombevdep6wz4gbrab5ewy59ljxe
Bayan-Ust.Mizan Qudsiyah.mp3.mp3
https://app.box.com/s/vobjpryrlz9e4jeirlpr3fpqwyuyvd37
Prinsip Prinsip Bathil Ahlul Bid’ah Bag.1-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/1y948mbs513vm1waz7m2s5p3adlqg2th
Renungan Setelah Ramadhan Berlalu-Ust.Thantawi Abu Ahmad.mp3
https://app.box.com/s/7f8ila7q96bkfxagxgj93eynnpdszklv
Selain Salafy Termasuk 72 Golongan Yang Terancam Neraka-Ust.DR.Sofyan Baswedan.MA.mp3
https://app.box.com/s/se4uwiwnv6tgq4hz16cemfa4leptjpmz
Rekaman Kajian Akbar Berjuang Menggapai Hidayah (Mengambil Faedah Kisah Salman Al Farisi Radiallahu Anhu) Oleh Dr. Firanda Andirja, Lc.,M.A
https://radiomuslim.com/download/6843/
Rekaman Kajian Akbar Pentingnya Manhaj Dalam Islam Oleh Syaikh Shalih Bin Muhammad Asy-Syilasy , Ust Ammi Nur Baits
https://radiomuslim.com/download/6832/
Tausiyah Umum Bersama Ulama Timur Tengah – Syaikh Abdul Hadi Al Umairi, MA Hafizhahullah Penerjemah : Ustadz Muhammad Na’im Hafizhahullah
Sesi 1: https://drive.google.com/file/d/1PzpM2GZOtXM6U2F59PXsh5RLour7eTCj/view?usp=drivesdk
Sesi 2 Tanya Jawab https://drive.google.com/file/d/1HFwGNJ-IlGWwkO9a1snK6-zrau37_ZhR/view?usp=drivesdk
UNTUKMU NASEHATKU – Syaikh TAUFIQ MUHAMMAD AL-BADANIY Hafidzahullah
(Pengajar Ma’had Darul Hadits Ma’bar, Yaman)
Penterjemah: Asatidzah nasional
https://drive.google.com/file/d/1W53vt2a4d7JhrvdVouB1yJ6UnFUZCxLC/view?usp=drivesdk
Nasehat Berharga dari ‘Ulama Timur Tengah
: Syaikh Abdul Hadiy Al-Umairiy Hafidzahullah
( Pengajar Ma’had dan Anggota Dewan Pelayanan Fatwa Masjidil Haram, Arab Saudi
https://drive.google.com/file/d/1-2O39CD86GjtagvJ9w8Z3LgJL-OdqUvB/view?usp=drivesdk
Tausiyah Umum Bersama Ulama Timur Tengah (Sesi 1 & 2) Fadhilatusy Syaikh Nu’man Bin Abdil Karim Al-Watr Hafizhahullah
Penerjemah : Ustadz Jauhari Hafizhahullah
Sesi 1:https://drive.google.com/file/d/1-3bco2Co6Yn5YLn
cJmLedb9K3RWPrK_S/view?usp=drivesdk
Sesi 2:https://drive.google.com/file/d/1-AevL0OQWQ2T0Zl
uNoEc_2B5G5EDIwM4/view?usp=drivesdk   

==
Ebook

Keutamaan Membaca dan Mengkaji Al-Quran”At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran”-Imam Nawawi 125Halaman

Al-Quran Adalah Kitab Samawi Terakhir -Imam An-Nawawi

Adab Seorang Pengajar dan Pelajar Al-Qur’an

Adab terhadap Al-Qur’an

Adab Membaca Al-Qur’an

Metode Membaca Al-Qur’an IHSAN (Tajwid & Ghorib)-50Hlm

Tahsin Tilawah Al-Qur’an-66Hlm

Kaidah Besar Dalam Penafsiran Al-Qur’an(32Hlm)

Tunaikan Hak-hak Al-Qur’an-22Hlm 

==

➡ Beberapa Adab Terhadap Al-Qur’an
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • JANGAN PUTUSKAN BACAAN AL QUR’AN KARENA SEBAB URUSAN DUNIA YANG TIDAK PERLU

Jika seseorang sedang membaca al Quran maka tuntaskan dan jangan diputus hanya karena urusan dunia yang tidak perlu.

✅ Syaikh Fu’ad bin Abdul Aziz As Syalhub -hafidzahullah- berkata :

استحبابُ اتصال القراءة وعدم قطعها . وهو من الآداب التي يستحب لتالي القرآن أن يأخذ بها، فإذا شرع في التلاوة فلا يقطعها إلا لأمرٍ عارضٍ، فأدباً مع كلام الله أن لا يقطع لأجل أمورِ الدنيا . وإنك لتعجب من بعض الذين ينتظرون الصلاة في المسجد، كيف أنهم يقطعون تلاوتهم عدة مرات، من أجل أمور دنيوية ليست بذات قيمة . ولكن هو الشيطان لا يريد الخير للمسلم أبداً

Anjuran menuntaskan bacaan al Quran dan tidak memutuskannya, Ini adalah adab yang dianjurkan bagi seorang pembaca al Quran. Jika dia memulai tilawah, janganlah dihentikan karena ada sesuatu, sebagai adab terhadap kalamullah, hendaknya dia jangan menghentikan tilawahnya karena perkara dunia.

Dan anda akan meresa heran dengan sebagian orang yang menunggu shalat tiba didalam masjid, bagaimana mereka menghentikan tilawah mereka beberapa kali karena perkara perkara dunia yang tidak ada harganya. Hal itu tidak lain adalah karena setan yang tidak menginginkan ada kebaikan sedikitpun yang dilakukan oleh seorang muslim.

ويستأنَس لما قدمنا بما رواه التابعي الجليل نافع، قال: كَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: ” إِذَا قَرَأَ القُرْآنَ لَمْ يَتَكَلَّمْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهُ، فَأَخَذْتُ عَلَيْهِ يَوْمًا، فَقَرَأَ سُورَةَ البَقَرَةِ، حَتَّى انْتَهَى إِلَى مَكَانٍ، قَالَ: تَدْرِي فِيمَ أُنْزِلَتْ؟ قُلْتُ: لاَ، قَالَ: أُنْزِلَتْ فِي كَذَا وَكَذَا، ثُمَّ مَضَى . فهذه عادة ابن عمر رضي الله عنهما، ولم يقطع تلاوته إلا لأجل نشرِ علمٍ وهو عبادة أيضاً .

Untuk menegaskan hal itu kami lampirkan hadits yang diriwyatkan dari seorang Tabiin, Ibnu Umar bila membaca al Quran tidak berbicara sedikitpun hingga ia selesai membaca al Quran. Pada suatu hari aku memegang mushaf untuk menyimaknya dan dia membaca al Quran dari hafalannya”. Dia membaca surat al Baqarah hingga tiba pada sebuah ayat, dia bertanya, “Tahukah kamu pada masalah apa ayat ini diturunkan? Aku menjawab, Tidak”. Dia berkata, “Diturunkan pada masalah ini dan ini”. Kemudian dia meneruskan membaca al Quran. (HR Bukhari : 4526). Ini adalah kebiasaan Ibnu Umar, ia tidak menghentikan tilawahnya kecuali karena menyebarkan sebuah ilmu, dan itu adalah ibadah.

Demikianlah diantara adab terhadap al Qur’an, hendaklah menuntaskan dan fokus dalambmembacanya, namun sangat disayangkan ada sebagian kaum muslimin yang mereka membaca al Quran sambil bermain atau berbincang bincang dengan teman temannya membicarakan hal yang tidak penting, Wallahu a’lam.

==

  • MENGGANTUNGKAN ATAU MEMAJANG AYAT AYAT AL QURAN

Tidak di perbolehkan menggantungkan atau memajang ayat ayat al Quran di dinding rumah atau yang semisalnya sebagai bentuk hiasan.

✅ Hukum yang berkait dengan masalah ini dijelaskan oleh Syaikh Fuad bin Abdyl Aziz as Syalhub -hafidzahullah- , beliau berkata :

كراهية تعليق الآيات على الجدر ونحوها . وقد انتشر في كثيرٍ من البيوتات تعليق بعض السور أو الآيات على جدران الغرف والممرات، منهم من علقها تبركاً ومنهم تجملاً . وبعضهم زيَّن بها محله (التجاري) وانتقى (مميليه) آيات تناسب المقام ، ومنهم من علقه في سيارته إما حرزاً أو تبركاً، وبعضهم يقول: تذكراً

Makruh (dibenci) hukumnya menggantungkan ayat ayat di dinding dan semisalnya. Dan sungguh telah menyebar yang kita lihat di beberapa rumah yang menggantungkan sebagian surat atau ayat ayat al Quran, baik di dinding, kamar, atau lorong lorong rumah.

✅ Sebagian mereka melakukan itu karena Tabaruk dan sebagian lain hiasan. Bahkan sebagian orang melakukan itu karena menghiasi tokonya dan memilih beberapa ayat yang dianggap sesuai. Diantara orang menggantungkannya didalam mobilnya sebagai penolong dan tabarruk. Sebagian mereka berkata, “Ini untuk mengingatkan”.

وللجنة الدائمة فتوى مطولة بهذا الشأن مؤداها المنع من تعليق الآيات على الحيطان والمحلات التجارية، ونحو ذلك . وملخصها كالآتي :

✅ Lajnah ad Daaimah mengeluarkan Fatwa tentang masalah ini, fatwa yang cukup panjang, yaitu larangan menggantungkan bebrapa ayat di dinding, toko, dan selainnya. Kesimpulannya sebagai berikut :

1-أن في تعليق الآيات ونحو ذلك إنحراف بالقرآن عما أنزل من أجله من الهداية والموعظة الحسنة والتعهد بتلاوته ونحو ذلك.

➡ [1] Bahwasanya menggantungkan ayat ayat al Quran merupakan penyalahgunaan terhadap al Quran yang diturunkan sebagai petunjuk, nasehat yang bagus, untuk di baca, dan lain lain.

2-أن هذا مخالف لما عليه النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وخلفاؤه الراشدون .

➡ [2] Bahwasanya hal ini menyalahi apa yang telah dicontohkan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam dan para Khulafaur Rasyidin.

3-أن في المنع من ذلك سد لذريعة الشرك، والقضاء على وسائله من الحروز والتمائم وإن كانت من القرآن .

➡ [3] Bahwasanya dalam pelarangan itu terdapat Saddudz Dzariah (penutup jalan yang menjurus) kepada perbuatan syirik, dan menumpas hal hal yang menyebabkan kesyirikan, menjauhkan dari jimat meskipun itu dari al Quran.

4-أن القرآن أنزل ليتلى ، ولم ينزل ليتخذ وسيلة للرواج التجاري .

➡ [4] Bahwasanya al Quran diturnkan untuk di baca, dan bukan sebagai hiasan toko.

5-أن في ذلك تعريض آيات الله للامتهان والأذى عند نقلها من مكان إلى مكان ونحو ذلك.

➡ [5] bahwasanya menggantungkan ayat ayat al Quran akan membuat ayat itu terhina dan tersakiti, ketika kita memindahkannya dari suatu tempat ke tempat lain

ثم قالت اللجنة الدائمة: وبالجملة إغلاق باب الشر والسير على ما كان عليه أئمة الهدى في القرون الأولى التي شهد لها النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بالخيرية أسلم للمسلمين في عقائدهم وسائر أحكام دينهم من ابتداع بدع لا يدرى مدى ما تنتهي إليه من الشر

✅ Kemudian al Lajnah ad Daaimah berkata, “Secara umum, menutup pintu keburukan dan meniti jalan yang telah ditempuh oleh para Imam yang mendapat petunjuk dimasa masa awal yang di rekomendasikan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam dengan kebaikan itu agar kaum muslimin lebih selamat dalam hal aqidah mereka dan seluruh hukum agama mereka dari perbuatan bd’ah yang dia tidak tahu sejauh mana bid’ah itu akan menuju keburukan. (Fatwa Lajnah Ad Daaimah 4/30-33 no Fatwa : 2078). Semoga yang dibahas bermanfaat.

==

  • TIDAK BOLEH MENGATAKAN SAYA LUPA

Diantara adab terhadap al Quran adalah jika seseorang sudah hafal dari ayat ayat al Quran lalu lupa dari hapalannya, maka jangan mengatakn SAYA LUPA , karena ucapan tesebut seolah bermakna SENGAJA melupakan, namun dianjurkan untuk mengatakan SAYA TELAH DILUPAKAN.

✅ Penjelasan hukum yang terkait dalam masalah ini, disampaikan oleh Syaikh Fu’ad bin Abdul Aziz as Syalhub -hafidzahullah- , beliau berkata :

لا تقل نَسِيتُ ؛ ولكن قل: أُنْسِيتُ ، أو أُسْقِطَتِ ، أو نُسِيتُ . ودليل ذلك ما روته أم المؤمنين عائشة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قالت: سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَقْرَأُ فِي سُورَةٍ بِاللَّيْلِ، فَقَالَ: «يَرْحَمُهُ اللَّهُ لَقَدْ أَذْكَرَنِي كَذَا وَكَذَا، آيَةً كُنْتُ أُنْسِيتُهَا مِنْ سُورَةِ كَذَا وَكَذَا»

Jangan berkata aku lupa tetapi katakanlah aku dibuat lupa. Dalil untuk hal itu adalah hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu anha dia mengatakan, bahwa pada suatau malam Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mendengar seseorang membaca sebuah surat, lalu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, Semoga Allah merahmatinya, laki laki ini telah membuatku teringat mengenai ayat ini dan ini yang telah dibuat lupa dari surat ini dan ini” (HR Bukhari : 5038, Muslim : 788)

وفي حديث ابن مسعود قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بِئْسَ مَا لِأَحَدِهِمْ أَنْ يَقُولَ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ، بَلْ نُسِّيَ

✅ Dan didalam hadits Ibnu Mas’ud ia melaporkan bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda , “ Seburuk buruk yang ada pada mereka adalah mengatakan Aku lupa ayat ini dan ini tetapi sebetulnya dia telah dibuat lupa (HR Bukhari : 5039, Muslim : 790)

قال النووي: وَفِيهِ كَرَاهَةُ قَوْلِ نَسِيتُ آيَةَ كَذَا وَهِيَ كَرَاهَةُ تَنْزِيهٍ وَأَنَّهُ لَا يُكْرَهُ قَوْلُ أُنْسِيتُهَا وَإِنَّمَا نُهِيَ عَنْ نَسِيتُهَا لِأَنَّهُ يَتَضَمَّنُ التَّسَاهُلَ فِيهَا وَالتَّغَافُلَ عنها وَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَقَالَ الْقَاضِي عِيَاضٌ أَوْلَى مَا يُتَأَوَّلُ عَلَيْهِ الْحَدِيثُ أَنَّ مَعْنَاهُ ذَمُّ الْحَالِ لَا ذَمُّ الْقَوْلِ أَيْ نَسِيتُ الْحَالَةَ حَالَةَ مَنْ حَفِظَ القُرْآنَ فَغَفَلَ عَنْهُ حَتَّى نَسِيَهُ

✅ Imam Nawawi rahimahullah berkata, “ Dan pada hadits ini kita dapat mengambil pelajaran bahwasanya makruh tanzih (makruh yang derajatnya tidak sampai haram) dan bahwasanya tidak di benci mengatakan aku telah dibuat lupa ayat ini, hanya saja pelarangan dari pengucapan aku melupakannya, karena hal itu termasuk melalaikan surat alquran sedangkan Allah ta’ala berfirman, telah datang kepadamu ayat ayat kami, lalu kamu melupakannya (QS Thaha : 126). Dan Al Qadhi ‘Iyadh berkata, pengertian paling baik bahwa yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah mencela keadaan itu, bukan mencela ucapanya. Yakni mencela kondisi orang yang menghafal alquran dia melalaikan sehingga melupakan alquran” (Syarah Muslim jilid 3/63)

مسألة: ما حكم من حفظ القرآن أو شيئاً منه ثم نسيه ؟ الجواب: قالت اللجنة الدائمة: … فلا يليق بالحافظ له أَنْ يَغْفُلَ عن تلاوته ولا أن يفرط في تعاهده، بل ينبغي أن يتخذ لنفسه منه ورداً يومياً يساعده على ضبطه ويحول دون نسيانه رجاء الأجر والاستفادة من أحكامه عقيدة وعملاً، ولكن من حفظ شيئاً من القرآن ثم نسيه عن شغل أو غفلة ليس بآثم وما ورد من الوعيد في نسيان ما قد حفظ لم يصح عن النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وبالله التوفيق

✅ Permasalahan : Apa hukum orang yang telah menghafal Al Quran atau beberapa ayat Al Quran kemudian melupakannya ?

✅ Jawaban : Tidak pantas bagi orang yang menghafal Al Quran lalai dari membacakannya dan tidak memperhatikan hafalan dengannya. Akan tetapi seharusnya dia menjadikan sebagian ayat atau surat dari Al Quran sebagai wirid harian yang akan membantunya untuk mengingatnya dan tidak melupakannya, karena mengharapkan pahala dan mengambil pelajaran dari hukum hukumnya baik aqidah ataupun amalan. Akan tetapi orang yang hafal sebagian Al Quran lalu dia melupakannya karena kesibukan atau kelalaian dia tidak berdosa. Dan tentang ancaman bagi yang melupakan apa yang telah dia hafalkan bahwa itu tidak benar dating dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, wabillahit Taufiq. (Fatwa Al Lajnah Ad Daaimah 4/64). Demikian semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.

==

  • MENGULANG ULANG BACAAN AL QURAN
  • Mengulang dan terus membaca al Quran serta menghafal dan memuruja’ah bacaan al Quran adalah diantara adab seorang Muslim dalam berinteraksi dengan al Qur’an.

✅ Syaikh Fu’ad bin Abdul Aziz As Syalhub -hafidzahullah- berkata :

الحثُ عَلَى اسْتِذْكَارِ الْقُرْآنِ وَتَعَاهُدِهِ. استذكار القرآن أي: الْمُوَاظَبَةُ عَلَى التلاوة وطلب ذكره. والمعاهدة، أَيْ تَجْدِيدُ الْعَهْدِ بِهِ بِمُلَازَمَةِ تِلَاوَتِهِ

Anjuran untuk mengigat alquran, dan mengulang ulang membacanya. Yang dimaksud dengan mengingat alquran adalah senantiasa membacanya dan mengingatnya, dan yang dimaksud dengan mengulang ngulang adalah memperbarui (menjaga) ikatan dengan alquran dengan cara senantiasa bersamanya dan membacanya (Fathul Bari 8/699)

فالمشتغلُ بحفظِ كتابِ اللهِ العزيزِ، والحافظُ لَه، إن لم يتعاهده بالمدارسة والاستذكار، فإنَّ حفظَهُ سَيَتَعَرَّضُ للنسيان، فالقرآن سريع التَّفَلُّتِ من الصدور، ولذا وجب العنايةُ به وكَثْرَةُ مدارستِه وتلاوتِه، وقد ضرب لنا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مثلاً يبين لنا حال صاحب القرآن الْمُعْتَنِي به والْمُفَرِّطُ فيه .

Maka orang yang menyibukan dirinya dengan menghafal alquran dan orang yang telah hafal alquran jika tidak senantiasa bersamnya dengan cara mempelajarinya, dan mengingatnya, maka hafalannya akan mudah lupa , karena alquran sangat mudah LEPAS atau HILANG dari dada seseorang . oleh karena itu wajiblah bagi seseorang untuk memperhatikannya, dan memperbanyak mempelajarinya dan membacanya. Sungguh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah memberikan kepada kita perumpamaan untuk menjelaskan kondisi Pengemban alquran yang memperhatikan dan yang melalaikannya.

روى ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ القُرْآنِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ الإِبِلِ المُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ»

Telah diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, sesungguhnya perumpamaan pengemban alquran seperti unta yang diikat. Jika dia memeliharanya dia akan selalu bersamnya, jika dia melepaskannya dia akan pergi” (HR Bukhari : 5031, Muslim : 789)

ومن حديث أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «تَعَاهَدُوا القُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنَ الإِبِلِ فِي عُقُلِهَا».

Dan dari hadits Abu Musa bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, mengenallah kalian lebih dalam dengan alquran, demi yang jiwaku berada ditangan Nya dia lebih cepat lepas dari dada seseorang daripada unta yang diikat (HR Bukhari : 5033)

قَالَ الْحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ مبيناً المثل الذي ضربه النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : شَبَّهَ دَرْسَ الْقُرْآنِ وَاسْتِمْرَارَ تِلَاوَتِهِ بِرَبْطِ الْبَعِيرِ الَّذِي يُخْشَى مِنْهُ الشِّرَادُ فَمَا زَالَ التَّعَاهُدُ مَوْجُودًا فَالْحِفْظُ مَوْجُودٌ كَمَا أَنَّ الْبَعِيرَ مَا دَامَ مَشْدُودًا بِالْعِقَالِ فَهُوَ مَحْفُوظٌ وَخَصَّ الْإِبِلَ بِالذِّكْرِ لِأَنَّهَا أَشَدُّ الْحَيَوَانِ الْإِنْسِيِّ نُفُورًا وَفِي تَحْصِيلِهَا بَعْدَ اسْتِمْكَانِ نُفُورِهَا صُعُوبَةٌ

Ibnu hajar berkata, dalam menjelaskan hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengenai perumpamaan diatas, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyerupakan mempelajari dan senantiasa membaca alquran dengan ikatan seekor unta yang khawatir akan lepas. Jika ikatan kita bersama alquran terpelihara maka hafalan kitapun tetap ada, seperti seekor unta selama ia diikat dengan tambang maka ia akan terjaga. Disebut unta secara khusus karena unta itu binatang jinak yang amat mudah lari dan sangat sulit menangkapnya kembali bila ia telah melarikan diri” (Fathul Bari 8/697).

..

Maka tidak dikatakan berlebihan kalau seorang muslim dalam aktifitasnya kemana mana selalu membawa mushaf dan bisa membacanya dikala senggang disela sela kesibukan, sehingga ia mampu menjadikan al Quran sebagai wirid harian, dan hal ini bukan hanya di bulan Ramadhan saja tapi juga di hari hari yang lain, Wallahu a’alam.

== {••••} Lanjut ke Halaman 2 {••••}