Pentingnya Akhlak Seorang Da’i dan Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Jauhi syubhat, niscaya akan terjaga agama kalian …!

2.MEMPERHATIKAN ORANG-ORANG YANG KESUSAHAN BISA MELEMBUTKAN HATI

3.Penyebab kerasnya hati

4.Titik permulaan kemenangan itu dengan kembali kepada Islam

5.Orang terasing yang paling baik

6.Kedudukan Ilmu…

7.PELAJARAN YANG BERKESAN

8.Kiat-kiat Istiqomah di atas Islam

9.Syaithon lebih mudah menyesatkan seseorang yang menyendiri …

10.Dunia tidak menjadi baik bagi ummat ini

==

Berdakwah dengan Akhlak yang Mulia-Ust.Ahmad Zainuddin

Peringatan Terhadap Akhlak Yang Buruk-Ust.Firanda Andirja

Inilah Dakwah Salaf-Ust.Zainal Abidin Syamsudin

Inilah Dakwah Salaf-Ust.Abdullah Taslim

Metode Dakwah Salaf-Ust.Firanda Andirja

==

Mengenal Kesyirikan lebih Dekat-Ust.DR.Sofyan Baswedan.M.A.mp3
https://mir.cr/13VPW5V2
https://drive.google.com/file/d/1lGtEA8-Hi8aUwvYQLBHSZBJB92ffKmTn/view?usp=drivesdk
SELAMAT DI ATAS SUNNAH – Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafidzhahullah
Penerjemah: Ustadz Dr. Sofyan Baswedan, M.A
https://mir.cr/IQZDFDHP
https://drive.google.com/file/d/1kiNXA4p66S0IOr_gl8oAZ9DRN-vJZCuF/view?usp=drivesdk
Menanamkan Tauhid di Dalam Keluarga – Ust.Maududi Abdullah.mp3
https://mir.cr/M2W3MPNZ
https://www.solidfiles.com/v/2GKxYdkVKqAZD Folder contents
Agar Al-Qur’an Bermanfaat – Ust.Munajat.mp3
https://app.box.com/s/vwtv3fu70ptvhdmjxrak75lxtfl65tfz
Contoh Perbuatan Kesyirikan – Ust Abdurrahman AlAtsary.mp3
https://app.box.com/s/xw18ahqqt4a5og1tcd8rq1vqggjuou6c
Inilah Tips Sukses Dunia Akhirat – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/wsvqr874wja0bpxlf4lb05jb4yhhwfu2
Kitab shalat Nabi – Ust.Zamzani Juned.mp3
https://app.box.com/s/oiazp1tyr6cqsjyzfei4pz6iabzh88u2
Persiapan Pernikahan Pasca Ramadhan – Ust.Muharrar.webm
https://app.box.com/s/tb8jnii9mexy5p6pxqrdbm0d19jez03o
Spesial Wedding – Ust.Syafiq Basalamah.mp3
https://app.box.com/s/vp1m5ewbern0assbt3q448hgvdh78cqr
Panduan Keluarga Sakinah-Ust.Yazid Jawas.mp3
https://app.box.com/s/qx7itlg7vt9fguk8da5d8bcuympo0awg
Ada apa Setelah Ramadhan-Ust.DR.Firanda Andirja.MA.webm
https://app.box.com/s/yg4cy28r7ij2xq4az5esisixd2e1kcg3
Bahaya Jangan Pahami Sifat Allah Dengan 4 Cara Ini-Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/v69rzombevdep6wz4gbrab5ewy59ljxe
Bayan-Ust.Mizan Qudsiyah.mp3.mp3
https://app.box.com/s/vobjpryrlz9e4jeirlpr3fpqwyuyvd37
Prinsip Prinsip Bathil Ahlul Bid’ah Bag.1-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/1y948mbs513vm1waz7m2s5p3adlqg2th
Renungan Setelah Ramadhan Berlalu-Ust.Thantawi Abu Ahmad.mp3
https://app.box.com/s/7f8ila7q96bkfxagxgj93eynnpdszklv
Selain Salafy Termasuk 72 Golongan Yang Terancam Neraka-Ust.DR.Sofyan Baswedan.MA.mp3
https://app.box.com/s/se4uwiwnv6tgq4hz16cemfa4leptjpmz
Rekaman Kajian Akbar Berjuang Menggapai Hidayah (Mengambil Faedah Kisah Salman Al Farisi Radiallahu Anhu) Oleh Dr. Firanda Andirja, Lc.,M.A
https://radiomuslim.com/download/6843/
Rekaman Kajian Akbar Pentingnya Manhaj Dalam Islam Oleh Syaikh Shalih Bin Muhammad Asy-Syilasy , Ust Ammi Nur Baits
https://radiomuslim.com/download/6832/
Tausiyah Umum Bersama Ulama Timur Tengah – Syaikh Abdul Hadi Al Umairi, MA Hafizhahullah Penerjemah : Ustadz Muhammad Na’im Hafizhahullah
Sesi 1: https://drive.google.com/file/d/1PzpM2GZOtXM6U2F59PXsh5RLour7eTCj/view?usp=drivesdk
Sesi 2 Tanya Jawab https://drive.google.com/file/d/1HFwGNJ-IlGWwkO9a1snK6-zrau37_ZhR/view?usp=drivesdk
UNTUKMU NASEHATKU – Syaikh TAUFIQ MUHAMMAD AL-BADANIY Hafidzahullah
(Pengajar Ma’had Darul Hadits Ma’bar, Yaman)
Penterjemah: Asatidzah nasional
https://drive.google.com/file/d/1W53vt2a4d7JhrvdVouB1yJ6UnFUZCxLC/view?usp=drivesdk
Nasehat Berharga dari ‘Ulama Timur Tengah
: Syaikh Abdul Hadiy Al-Umairiy Hafidzahullah
( Pengajar Ma’had dan Anggota Dewan Pelayanan Fatwa Masjidil Haram, Arab Saudi
https://drive.google.com/file/d/1-2O39CD86GjtagvJ9w8Z3LgJL-OdqUvB/view?usp=drivesdk
Tausiyah Umum Bersama Ulama Timur Tengah (Sesi 1 & 2) Fadhilatusy Syaikh Nu’man Bin Abdil Karim Al-Watr Hafizhahullah
Penerjemah : Ustadz Jauhari Hafizhahullah
Sesi 1:https://drive.google.com/file/d/1-3bco2Co6Yn5YLn
cJmLedb9K3RWPrK_S/view?usp=drivesdk
Sesi 2:https://drive.google.com/file/d/1-AevL0OQWQ2T0Zl
uNoEc_2B5G5EDIwM4/view?usp=drivesdk   
==

Ebook

Akhlak Yang Mulia

Berdakwah Dengan Akhlak Mulia

Bahtera Dakwah Salaf Di Lautan Indonesia – Dr.Muhammad Arifin Badri-(96Hlm)

Bantahan untuk JIL dan Ulil Abshar Abdalla – Dr.Muhammad Arifin Badri-(109Hlm) 

==

 
➡ Pentingnya Akhlak Seorang Da’i dan Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

➡ FAEDAH TA’LIM ULAMA

**********************

(Catatan Ta’lim yang disampaikan *Syaikh Nu’man Bin Abdil Karim Al-Watr Hafidzahullah* di masjidAl Muwahhidin panciro, 28 Juni 2019 )_

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

  • PENTINGNYA DAKWAH AHLUSUNAH WAL JAMAAH

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda

: ((إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ)). رواه مسلم

_“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan amalan-amalan kalian.”_ (HR. Muslim)

Sungguh Allah Ta’ala tidak melihat kepada harta manusia, Allah Ta’ala pun tidak melihat pada apa yang kalian makan, kalian pakai jabatan, pekerjaan, kedudukan kalian, bentuk rupa dari ketampanan atau kecantikan yang dimilik tapi Allah Ta’ala hanya melihat 2 perkara ini. 2 perkara ini adalah Hati dan Amalan

Makanya kadang ada orang yang berpenampilan tidak menarik bagi pandangan manusia, tapi karena ketaqwaannya maka ketika dia bersumpah maka doanya akan dikabulkan.

Allah Ta’ala berfirman :

ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ

_“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu”_(QS. Al Hujurat: 13)

  • ✅ 1. Hati

Sungguh Allah Ta’ala melihat hati manusia dan inilah letak berada ketakwaan dan letak pandangan, kecintaan Allah Ta’ala pada hamba tsb.

Hati yang baik itu akan melahirkan takut kepada Allah Ta’ala dan akan lahir dengannya Tauhid yang benar.

Bukanlah hati yang baik itu hati yang penuh kesyirikan, keraguan, kedengkian, rasa dendam, dan segala macam penyakit hati lainnya.

  • ✅ 2. Amalan

Sungguh Allah Ta’ala melihat amalan-amalan hamba_Nya, dari sholatnya, puasanya dan amalan lainnya.

*(Benarnya) Amalan itu dilihat dari 2 hal yaitu ;

➡ 1. Apa yang menyebabkan dia melakukan amalan ini (niatnya), apakah karena Allah Ta’ala semata atau karena riya (ingin di puji) atau sum’ah (ingin di dengar)*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

_“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,’Aku tidaklah butuh adanya tandingan-tandingan. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal dalam keadaan menyekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkan dia dan perbuatan syiriknya itu.’”_ (HR. Muslim no. 7666)

‼️Perhatikanlah…

Sebelum kita mendakwahi orang awwam tentang hal (Tauhid dan menjauhi kesyirikan) ini, maka lihatlah (periksalah) terlebih dahulu diri kalian, apakah telah ikhlas kepada Allah Ta’ala atau belum.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita hamba yang ikhlas, karena kita semua akan di tanya tentang semua perbuatan yang telah dilakukan dari ucapan yang terucap, dari kegiatan belajar atau mengajar, apakah perbuatan itu ikhlas karena Allah atau karena riya, atau semisalnya

➡ 2. apakah amalan yang dilakukan telah bersesuaian dengan petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan sesuai dangan apa yang Allah Ta’ala syariatkan.*

Imam Ibnu Taymiyah Rahimahullah berkata,

*Amalan itu dibangun diatas 2 hal ;

1. Seorang itu tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah Ta’ala semata

2. dan seseorang itu hanya beribadah tidaklah kecuali harus sesuai dengan petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wasalllam.

Tidaklah tersembunyi (telah nampak) akan besarnya keinginan dan kebutuhan kita terhadap ilmu dan kebaikan yang bermanfaat ini. Sungguh sangat besar kebutuhan akan dakwah ahlussunnah wal jamaa

Dakwah ini dibangun atas ibadah kepada Allah Ta’ala, dakwah yang di bangun kemaslahatan agama *bukan* dibangun diatas keinginan terhadap dunia, sebab keinginan terhadap dunia itu tidak akan menetap (akan sirna/lenyap), terputus dan terpisah.

Sedangkan Apa yang dibangun karena kecintaan kepada Allah Ta’ala itulah yang tetap, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat

✅ Seorang harus sadar butuh pada dakwah yang benar ini, jika seseorang mencintai *bukan* karena Allah maka kecintaan ini akan menjadi permusuhan ketika sesuatu itu telah hilang, adapun kecintaan karena Allah maka akan kekal bermanfaat , di dunia dan akhirat , sebagaiman firman Allah Ta’ala;

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ.

_“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”_

(QS. az-Zukhruf : 67)

Karenanya seluruh persahabatan ini berubah menjadi permusuhan dan perpisahan jika tidak di bangun di atas ketakwaan, yang menetap/ hanya (persahabatannya) orang yang bertaqwa

✅ Firman Allah Ta’ala

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

_Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul“._ (QS Al Furqon, 27)

✅ Hari itu orang yang tidak beriman menyesal dengan penyesalan yang sangat besar, hal ini dilihat dari keadaannya yang memasukkan semua jarinya kemulutnya dan menggitnya, bukan hanya satu jari saja. Ketika di dunia, orang yang sedang menyesali sesuatu maka akan menggigit satu jarinya saja..

(Dia menggit semua jarinya) Sebab penyesalan hari itu (diakhirat) sangat besar karena penyesalan itu tidak bisa di perbaiki dan hanya tinggal penyesalan saja, sedangkan ketika di dunia orang yang menyesal bisa saja memperbaiki keadaannya sehingga penyesalannya tidak terlalu besar (hanya menggigit 1 jari saja)

✅ Firman Allah Ta’ala;

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

_Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku)._

(QS Al Furqon, 28)

✅ Sahabat disini di sebut dengan kata فُلَانًا “fulan” menunjukkan maknanya umum, yang ketika persahabatan tsb tidak didasari oleh ketakwaan maka akan berujung pada perpisahan dan penyesalan.

✅ Firman Allah Ta’ala;

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

_Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia_ (QS Al Furqon, 29)

✅ Karenanya diantara sahabat itu ada memalingkan dari kebaikan, ada bisa menjerumuskan dalam kesyirikan, dalam perbuatan bid’ah, atau bisa menghiasi perbuatan maksiat dan berbagai pelanggaran lainnya.

✅ Saya (Syaikh Nu’man Hafidzahulloh) akan tekankan satu perkara yang penting, bahwa hal Ini menunjukkan Dakwah Ahlussunnah itu penting. Dakwah ini hal (perkara) yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat secara umum.

Kita tidak katakan mereka yang berdakwah diatas dakwah ini ma’sum (tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan), tapi mereka memiliki ilmu yang mengingatkan mereka ketika keliru, tergelincir.

✅ Firman Allah Ta’ala;

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

_Dan [juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui._ (Q.S.Ali-Imran: 135).

Dan inilah diantara Sifatnya orang yang bertakwa yaitu ketika mereka tergelincir (berbuat dosa dan maksiat) atau mendzolimi diri maka mereka segera bertaubat kepada Allah Ta’ala dan melakukan perbaikan diri

✅ Firman Allah Ta’ala;

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

_Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa_ (Q.S. Ali Imran: 133)

✅ Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

_Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah mereka yang banyak bertaubat._

[HR. Ibnu Mâjah, dihasankan oleh Syaikh al-Albâni dalam al Misykah dan Shahîh Sunan Ibni Mâjah]

Inilah sifat orang yang beriman, yaitu

Bersegera kembali kepada Allah Ta’ala, bertaubat dan mengingat_Nya dan memperbaiki apa yang telah lalu.

Seorang yang melakukan amalan jelek secara sembunyi-sembunyi maka dia lakukan pula Taubat secara sembunyi-sembunyi. Sebaliknya jika melakukan amalan jelek dengan terang-terangan, maka dirinya juga beribadah dan bertaubat secara terang-terangan pula.

✅ Hal ini bukan karena riya tapi dalam rangka memperbaiki taubatnya kepada Allah Ta’ala.

‼️Perhatikan Wasiat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepad Muadz bin Jamal Radhiallahu Anhu.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

_“Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik”. (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih)._

Manusia Butuh Pada Dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah

✅ Dakwah ini mengajak kepada Tauhid, berkumpul pada dakwah ini berbagai kebaikan dan melarang segala kejelekan dan pelanggaran.

Dakwah ini bersesuaian dengan akal yang sehat dan tidak bertentangan dengan akal sehat itu.

Dakwah ini tidak seperti dakwah lainnya yang kadang bertentangan dengan akal sehat.

Syariat (dakwah) ini tidak bertentangan dengan akal karena sesuai fitrah yang selamat, dibangun diatas kebaikan, dan melarang dari perbuatan yang jelek.

✅ Jika perbuatan jelek itu telah terjadi maka akan mengangkat perbuatan jelek itu.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik dan istiqamah kepada kita semua, jika seseorang telah berada dalam dakwah ini maka semoga dia akan semakin berjalan diatas kebaikan diatas dakwah ini.

Dakwah ini adalah dakwah pertengahan bukan dakwah yang lembek atau ekstrim.

Dakwah ini diibaratkan seperti mobil pemadam kebakaran, ketika terjadi kebakaran, maka mobil ini yang memadamkan apinya. Begitupula Ketika ada fitnah, maka dakwah ini memadamkan api fitnah tsb, dan yang menginginkan kebaikan kepada manusia secara umum.

✅ Dakwah ini berlaku umum , laki-laki wanita, kaya, miskin, memiliki jabatan atau tidak. Semua butuh akan Dakwah ini.

✅ Dari Abu Hamzah Anas bin Malik, khadim (pembantu) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

_Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya._

( HR Bukhari)

———————–

_Wallahu ‘alam

Dari Abu Bakrah , Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

… لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ…

_…(Maka) Hendaklah yg hadir menyampaikan kepada yg tak hadir…_ (HR. Bukhari; 102)

–Abdullah–

===

  • INDAHNYA BERPASANGAN

✅ Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (kebesaran Allah).” (QS. Adz Dzariyat: 59)

Di ayat ini Allâh menjelaskan bahwa Allâh menciptakan SEMUA MAKHLUQ-NYA itu PASTI BERPASANG²AN…

➡ APA HIKMAHNYA?

Kata Allâh لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (agar kamu mengingat kebesaran Allah)

APA MAKSUDNYA AGAR KITA MENGINGAT KEBESARAN ALLAH?

✅ Kata Ibnu Katsir rahimahullâhu :

{ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ } أي: لتعلموا أن الخالق واحدٌ لا شريك له

agar kamu mengingat kebesaran Allah”, yaitu maksudnya agar kamu semakin tahu bahwa Allâh sang Pencipta itu TUNGGAL tidak MEMILIKI SERIKAT/PARTNER/PASANGAN…”

Karena, Allâh tidak butuh dg pasangan, tidak butuh dengan Serikat, tidak butuh kepada selain-Nya…

Sedangkan makhluq, butuh kepada Allah, bahkan juga saling membutuhkan satu dengan lainnya sesama makhluq, karena itu Allâh menciptakan mereka berpasang²an…

✅ Dengan pasangan semakin sempurna hikmah penciptaan Allâh …

Dengan pasangan makhluk Nya semakin berbahagia dan penuh warna…

Dengan pasangan, dunia semakin indah dan merekah…

Di sini mengandung jawaban bagi orang tua yang ditanya anaknya : Apakah Allâh laki atau perempuan, atau apakah Allâh itu menikah?

✅ Di sini juga mengandung ajakan, terutama kepada para #jomblower agar segera menjemput pasangannya, agar duniamu tak sepi dan hampa…

@abinyasalma

==

  • JANGAN SALAH KAPRAH

Dalam Penutupan Dauroh pagi ini, Syaikh Ali al-Halabi ditanya oleh Ust Anwar Zain berkenaan dengan riwayat yang sering digunakan sebagian orang, yaitu bertetangga dengan Yahudi Nasrani, lebih baik daripada bertetangga dengan ahli bid’ah.

Maka Syaikh hafizhahullâhu menjawab yang intinya sebagian berikut :

✅ (1) Sebagaimana sering disinggung, bahwa bid’ah itu sendiri bertingkat dan berbeda². Ada bid’ah mukaffiroh (menyebabkan kafir) dan ada yg ghoyr mukaffiroh (tdk menyebabkan kafir). Ada yang kabiroh (besar) dan ada yang shoghiroh. Ada yg i’tiqodiyah dan ada yang ‘amaliyah.

✅ (2) Ahli bid’ah itu sendiri pun juga bermacam² dan bertingkat², tidak dalam satu tingkatan. Ada yang da’i ilâ bid’atihi (memprogandakan bid’ahnya) dan ada pula yang tidak memprogandakan . Ada ra’isuha (pengajar bid’ah) dan ada pula yang muqollid (ikut²an) saja, ada yang fanatik dg bid’ahnya adapula yang tidak. Dst.

Bahkan sebagian besarnya adalah awwam dan juhala’ (orang² bodoh yang tidak tahu).

✅ (3) Kaidah yang sering disampaikan oleh Syaikh al-Albani rahimahullåhu adalah :

ليس كل من وقع في البدعة صار مبتدعا

Tidak semua orang yang jatuh kepada bid’ah otomatis menjadi ahli bid’ah”

✅ (4). Kaidah yang juga serupa dikatakan :

ليس كل بدعة تساوي بل تتنوع وتتفرع

Tidak semua bid’ah itu sama namun berbeda² dan bercabang²

✅ (5) Dalam aqidah al-Wala wal Baro’, maka ahli maksiat dan ahli bid’ah, wajib baro’ (berlepas diri) dari maksiat dan bid’ahnya, namun tetap wala’ (mencintai) keislaman dan keimanan pada orang tsb.

Tdk boleh menerapkan baro’ sempurna thd ahli maksiat atau bid’ah seperti thd orang kafir.

✅ (6) Perbedaan zaman dan kondisi turut mempengaruhi, karena zaman dimana ahlus sunnah mayoritas dengan ahlus sunnah minoritas tentulah berbeda, ahli sunnah kuat dengan ahli sunnah lemah, ulama ahli sunnah dominan dg ulama kholaf yg dominan. Semua ini memberi pengaruh.

Karena itulah, di dalam menyikapi riwayat² para salaf yang bersikap keras thd ahli bid’ah, harus disikapi dengan hikmah dan ilmiah. Tidak boleh gegabah, tdk hikmah dan bersikap _gebyah uyah_.

Wallâhu a’lam

@abinyasalma

= {••••} Lanjut ke Halaman 2 {••••}