Hiburan Bagi Saudaraku Yang Kehilangan Buah Hatinya dan Ketika Anakku Sakit

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Kehilangan Buah Hati 
2.Sabar saat Berpisah dengan Permata Hati

3.Bayi Bisa Memberi Syafaat

4.Janin Yang Membawa Ibunya Ke Surga Bersama Ari-Arinya

5.Ketika Rasulullah Meluruskan Kesalahan Orang yang Melakukan Badal Haji

6.Kasus Viral Anjing Masuk Masjid: Ketika Kaum-Liberal Berlagak Berdalil

7.Adakah Hikmah Membaca Ayat Kursi dan Dua Ayat Terakhir Surat At-Taubah Dalam Sholat?

8.Bolehkan Berqurban Untuk Donasi di Daerah yang Sedang terkena Bencana?

9.Menimbang Antara Manfaat dan Mafsadat dalam Mengingkari Kemungkaran

==

Bersyukur Kala Kehilangan Buah Hati-Ust.M.Abduh Tuasikal

Untukmu Yang Sakit-Ust.Syafiq Basalamah

Adab Orang Sakit-Ust.Ahmad Zainuddin

==

Membangun Keluarga Islami – Ust.Sufyan Baswedan.mp3
https://mir.cr/HIEUMJPG
https://drive.google.com/file/d/13WeHzDUHBi8tbvE_dI0UXz_U5oka3F0D/view?usp=drivesdk
Indahnya Berpegang Terhadap Sunnah Rasulullah – Syaikh Dr.Abdurrahman ar Rushayda.webm
https://mir.cr/0AKKNCGJ
https://drive.google.com/file/d/1TOP1Lqv7N0joCtJ_GQvskyCewKXOSYOA/view?usp=drivesdk
==
Bersikap Netral Terhadap Islam Pembatal Keislaman ke 10 – Ust. Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/mw03lrox08s8tjhxctqvnz6il4a6z7k0
Hukum Ruqyah Tata Caranya dan Kemungkaran2nya – Ust.Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/c5x3b8e4cbbe4irp5wijodow6qv3nswx
Jangan Tinggalkan Shalat – Ust.Abu Yusuf Akhmad Jafar.m4a
https://app.box.com/s/su6xehgovx0fqo89upcx6ayfq2e80s9d
Penjelasan Lengkap Tentang Malaikat – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/dq6e8ldnm9vcingbdd7k80ea53b0o2fh
Penting Bagi Wanita Yang Mau Berhaji – Ust.Dahrul Falihin.mp3
https://app.box.com/s/kczojcljf1b6okepl6nax5kmvsjy6hfk
Prinsip Bathil Ahlu Bid’ah Part2 – Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/svtku4hrp3yw6e6bfe5c0tkw27hzpqwn
Rahasia agar Allah selalu membantu kita di segala keadaan – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/hwggxr92rorz7pmkbrq5kr8xfp9adgxs
Susahnya Taubat Dari Bid’ah – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/w9shh1o1l6fekzynxnyaw7fs2yg6f516
Untukmu Yang Belum Menikah – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/9gtaqbhu2afy79gxgx94o6pf34bchszg
Rekaman Kajian Akbar Semarang – Tafsir Surah Al Qiyamah Oleh Dr. Firanda Andirja, Lc.,M.A
https://radiomuslim.com/download/6889/
Ku Ingin Menjadi Pendamping Nabi Di Syurga
: *Ustadz Abu Fadl _Hafidzahullah_*
https://drive.google.com/file/d/1ryWKkfobk3-MBKNazNfD0vIbse3YFCvP/view?usp=drivesdk
ENSIKLOPEDI ADAB ISLAM (ADAB DAN ETIKA MENELPON – USTADZ SAHL ABU ABDILLAH ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
https://drive.google.com/file/d/1-LfPR1yNDQ-ZU1xnKXsrUrVKWuZcoQ_M/view?usp=drivesdk
TABLIGH AKBAR ULAMA TIMUR TENGAH
Negeri Aman Rakyat Sejahtera – Syaikh Nu’man Bin Abdil Karim Al-Watr Hafizhahullah
Penerjemah : Ustadz Jauhari Hafizhahullah
SESI 1: https://drive.google.com/file/d/1FD2LjjwLZcuGefvNMjO81VfRLJGhh-En/view?usp=drivesdk
SESI 2 : https://drive.google.com/file/d/1J05dvSopZ3m88YoXy2eq-V4R3UwoiNwX/view?usp=drivesdk
Rahasia Dibalik Musibah – Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc -Hafizhahullah-
https://drive.google.com/file/d/1-q-UYdU7F1X2I5UJHSjEBwddNMbQTl_p/view?usp=drivesdk
KUNCI MENGGAPAI KEMENANGAN DAN KEJAYAAN – Ustadz Abu Ubaidah as-Sidawi -Hafizhahullah-
https://drive.google.com/file/d/1034G3V0jBJy5nf2nStA-7uox9fbVphC4/view?usp=drivesdk
==
Ebook Abu Yusuf Akhmad Ja’far
1. E-book 10 Pilar Meraih Ilmu – 22Halaman
https://drive.google.com/file/d/12J3TeqBHumNvaVjxaZth0hQY4-v7KGQL/view?usp=drivesdk
2. E-book 3 Aja Dulu (3LandasanUtama) – 127Halaman
https://drive.google.com/file/d/195l2cLID-zh6dghqGdkpPj-55_6wE-dw/view?usp=drivesdk
3. E-book 4 Kaidah Dasar Memahami Agama – 57Halaman
https://drive.google.com/file/d/15DrO7XG7ocuK9mrum6Fw-bXu04SvwxNW/view?usp=drivesdk
4. E-book Fiqih Praktis Haji dan Umroh – 41Hlm
https://drive.google.com/file/d/12kUAqQiMpi2rMuu-tu8QDYSme9dAEiSU/view?usp=drivesdk
5. E-book Fiqh Praktis Qurban-34Hlm
https://drive.google.com/file/d/1gFIVat3JC581dXj68AGDb0Fh9zePk38l/view?usp=drivesdk
6. E-book Ilmu Nahwu Untuk Pemula-61Hlm
https://drive.google.com/file/d/1cYcW5XTc-SbVfoyLmo9xBZ59UzMFv_B8/view?usp=drivesdk
7. E-book Salahkah Aku Minta Ruqyah-35Hlm
https://drive.google.com/file/d/1B2Kkg449BOBtsYGSDGzTSwZPprdrtE7V/view?usp=drivesdk
8. E-book Yuk Hijrah-57Hlm
https://drive.google.com/file/d/1kcVeOOQ0Jjo8EUeWEJ5uYRT58g4KoX2v/view?usp=drivesdk

== 
==
Ebook

Sakitmu, Ladang Pahala-Dr.Abdul Aziz as-Sadhan

Fiqih Ketika Sakit

Mencegah Penyakit dan Kecelakaan Pada Balita  

 

➡ Hiburan Bagi Saudaraku Yang Kehilangan Buah Hatinya dan Ketika Anakku Sakit

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga

hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah

menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

➡ Ketika Anakku Sakit

(Ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman bintu ‘Imran)

Anak bagaikan permata yang begitu berharga bagi orangtua. Tak ternilai harganya dan senantiasa melekat dalam sanubari ayah ibunya. Hal ini dirasakan oleh setiap orangtua, bahkan oleh seseorang yang paling mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

✅ Demikian pula orang yang paling mulia setelah beliau, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan:

قَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيْقُ يَوْمًا: وَاللهِ، مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ عُمَرَ، فَلَمَّا خَرَجَ رَجَعَ فَقَالَ: كَيْفَ حَلَفْتُ أَيْ بُنَيَّةُ؟ فَقُلْتُ لَهُ، فَقَالَ: أَعَزُّ عَلَيَّ، وَالْوَلَدُ أَلْوَطُ

Suatu hari, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Demi Allah, tak ada seorang pun di atas bumi ini yang lebih kucintai daripada ‘Umar (Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, red.)!’ Ketika Abu Bakr kembali, dia pun bertanya, ‘Bagaimana sumpahku tadi, wahai putriku?’ Aku pun mengatakan kembali apa yang diucapkannya. Kemudian Abu Bakr berkata, ‘Dia memang sangat berarti bagiku, namun anak lebih melekat di dalam hati’.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 61: hasanul isnad)

‼ Memang, begitu dalam rasa cinta dan kasih sayang orangtua kepada anaknya. Tak heran, ketika anak sakit, derita yang berat pun turut dirasa oleh orangtua. “Sakit anak derita ibu,” begitu kata sebuah ungkapan.

Tak sampai hati rasanya melihat permata hati terbaring pucat, kehilangan gairah dan keceriaannya, ditambah lagi demam yang tak kunjung reda, diiringi tangisan menahan rasa sakit. Terbang sudah rasanya hati orangtua. Ada sesuatu yang terasa kosong di dalam dada. Ingin rasanya menggantikan sakit dan derita si anak. Ingin rasanya berbuat sesuatu untuk mengenyahkan segala penderitaannya. Namun ternyata kita tak mampu berbuat apa-apa.

‼ Saat-saat seperti ini, kita benar-benar merasakan kelemahan diri kita. Terasa, bukan kita yang kuasa memberikan kesembuhan. Terasa, kita sendiri membutuhkan topangan.

Tentu tak pantas kita berkeluh kesah atas musibah ini. Bahkan yang satu ini harus kita jauhi, karena dapat menjerumuskan kita dalam azab, menjadi bahan bakar jahannam, wal ‘iyadzu billah! Seperti dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memberikan wejangan kepada para wanita di hari raya.

✅ Dikisahkan oleh Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu:

شَهِدْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ الصَّلاَةَ يَوْمَ الْعِيْدِ، فَبَدَأَ بِالصَّلاَةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ، ثُمَّ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى بِلاَلٍ، فَأَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ، وَحَثَّ عَلَى طَاعَتِهِ، وَوَعَظَ النَّاسَ، وَذَكَّرَهُمْ، ثُمَّ مَضَى حَتَّى أَتَى النِّسَاءَ، فَوَعَظَهُنَّ وَذَكَّرَهُنَّ، فَقَالَ: تَصَدَّقْنَ، فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ. فَقَامَتِ امْرَأَةٌ مِنْ سِطَةِ النِّسَاءِ سَفْعَاءُ الْخَدَّيْنِ، فَقَالَتْ: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟قَالَ: لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ. قَالَ: فَجَعَلْنَ يَتَصَدَّقْنَ مِنْ حُلِيِّهِنَّ، يُلْقِيْنَ فِي ثَوْبِ بِلاَلٍ مِنْ أَقْرِطَتِهِنَّ وَخَوَاتِمِهِنَّ

Aku menghadiri shalat pada hari raya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah tanpa adzan maupun iqamat. Kemudian beliau berdiri sambil bertelekan pada Bilal, memerintahkan manusia agar bertakwa kepada Allah, menghasung mereka untuk menaati-Nya, memberi wejangan serta mengingatkan mereka. Kemudian beliau pun berlalu, hingga mendatangi para wanita, lalu memberi wejangan kepada mereka serta mengingatkan mereka. Beliau bersabda, “Bersedekahlah kalian, karena kebanyakan kalian adalah bahan bakar Jahannam!” Maka berdirilah salah seorang wanita dari kalangan orang yang terbaik mereka yang di pipinya ada kehitaman, lalu bertanya, “Mengapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kalian banyak berkeluh kesah dan kufur kepada suami.” Maka mulailah mereka bersedekah dengan perhiasan mereka, mereka melemparkan anting-anting dan cincin-cincin mereka ke baju Bilal.” (HR. Muslim no. 885)

Oleh karena itu, di saat himpitan melanda seperti ini, kiranya kita harus mengingat kembali apa kata syariat yang sempurna. Di saat itu pula kita akan mendapatkan bimbingan, arahan, dan nasihat yang begitu sempurna, hingga kita tak putus harapan.

✅ Dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala telah mengingatkan hamba-hamba-Nya:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kekurangan jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mengatakan, ‘Kami ini milik Allah dan kepada-Nya pula kami akan kembali’. Mereka itulah yang mendapatkan kebaikan yang sempurna dan rahmah dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155-157)

Kekurangan jiwa yang dimaksud dalam ayat ini adalah kematian orang-orang yang dicintai, baik anak-anak, karib kerabat maupun sahabat. Juga berbagai penyakit yang menimpa diri seorang hamba ataupun menimpa orang yang dicintainya. (Taisirul Karimir Rahman, hal. 76)

Berbagai cobaan yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala ini pasti akan menimpa seorang hamba, karena Dzat Yang Maha Mengetahui telah mengabarkannya, sehingga pasti hal itu akan terjadi sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala kabarkan. Maka ketika musibah itu terjadi, manusia pun terbagi menjadi dua golongan: orang yang sabar dan yang tidak sabar.

Orang yang tidak sabar akan mendapatkan dua musibah; kehilangan orang yang dicintai yang ini merupakan wujud musibah yang menimpanya, dan kehilangan sesuatu yang lebih besar daripada itu, yaitu hilangnya pahala menempuh kesabaran yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dia pun mendapat kerugian dan berkurang pula keimanannya. Hilang pula dari dirinya kesabaran, rasa ridha dan syukur, sehingga yang ada pada dirinya hanyalah kemarahan yang menunjukkan betapa kurang keimanannya.

✅ Sementara orang yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan taufik untuk bersabar saat terjadinya musibah, dia menahan diri agar terhindar dari kemarahan akibat ketidakpuasan, baik yang terungkap dalam ucapan maupun perbuatan. Dia pun mengharap balasan pahala musibah itu dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Dia tahu, pahala yang akan didapatkannya dengan kesabaran jauh lebih agung daripada musibah yang menimpanya. Bahkan sebenarnya musibah itu merupakan suatu nikmat, karena bisa menjadi jalan untuk meraih sesuatu yang terbaik baginya dan lebih bermanfaat daripada musibah itu. Dia pun melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk bersabar dan meraih pahalanya. (Taisirul Karimir Rahman, hal. 76)

✅ Inilah janji Allah subhanahu wa ta’ala, yang termaktub pula dalam ayat yang lain.

Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan dicukupi pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)

‼ Sabar. Demikian memang yang seharusnya dilakukan oleh seseorang yang beriman kala ditimpa musibah. Bagaimana tidak, sementara setiap keadaan, baik kelapangan ataupun kesusahan sebenarnya merupakan kebaikan baginya.

✅ Demikian yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti yang dinukilkan oleh Suhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya setiap perkaranya merupakan kebaikan baginya, dan ini tidak dimiliki siapapun kecuali oleh seorang mukmin: apabila memperoleh kelapangan, dia bersyukur, maka ini kebaikan baginya, dan apabila ditimpa kesusahan, dia bersabar, maka ini pun kebaikan baginya.” (HR. Muslim no. 2999)

‼ Kebaikanlah yang akan didapat seorang mukmin yang bersabar saat diterpa cobaan. Dengan meyakini hal ini, kita akan berbesar hati. Memang, jika Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia akan menimpakan musibah kepadanya untuk mengujinya sehingga mengangkat derajatnya.

✅ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5645)

‼ Tak lagi ciut nyali kita mendengar keutamaan seperti ini. Terlebih lagi kalau kita menyadari, beratnya cobaan yang menimpa akan membuahkan pahala yang besar pula.

✅ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

Sesungguhnya besarnya pahala itu bersama dengan besarnya cobaan. Dan jika Allah mencintai suatu kaum, Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha, maka dia akan mendapat ridha dari Allah, dan barangsiapa yang marah, maka dia akan mendapat kemurkaan dari Allah.” (HR. At-Tirmidzi no. 2396, dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

‼ Tak hanya itu keutamaan bersabar atas cobaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan pula bahwa cobaan yang tengah kita hadapi akan menggugurkan dosa dan kesalahan kita.

✅ Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu kepayahan, penyakit, kegalauan, kesedihan, gangguan ataupun kegundahan, hingga duri yang mengenainya, kecuali Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan musibah itu.” (HR. Al-Bukhari no. 5641, 5642 dan Muslim no. 2573)

✅ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ تَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

Senantiasa cobaan itu menimpa seorang mukmin atau mukminah pada dirinya, anak ataupun hartanya, sampai dia bertemu dengan Allah ta’ala dalam keadaan tidak memiliki kesalahan.” (HR. At-Tirmidzi no. 2399, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: hasan shahih)

Di tengah-tengah kegalauan menghadapi sakit yang diderita sang buah hati, kita berharap, semoga Allah subhanahu wa ta’ala berikan taufik kepada kita untuk bersabar. Allah subhanahu wa ta’ala yang membimbing kita untuk menempuh kesabaran, Allah subhanahu wa ta’ala pula yang memberikan pahala kesabaran itu. Kita pun berharap agar segala kesusahan yang kita alami dapat menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan surga.

✅ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menukilkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

Neraka diliputi oleh berbagai kesenangan dunia, sementara surga diliputi oleh berbagai hal yang tidak menyenangkan di dunia.” (HR. Al-Bukhari no. 6487)
‼ Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan pada saat-saat seperti ini adalah memohon kesembuhan bagi anak kita hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

✅ Hanya Allah subhanahu wa ta’ala semata yang dapat memberikan kesembuhan atas penyakit buah hati kita, sebagaimana kata Khalilur Rahman, Ibrahim yang termaktub dalam Al-Qur’an:

Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkanku.” (Asy-Syu’ara: 80)

‼ Dengan penuh harap kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala bagi anak kita, disertai keyakinan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan mengabulkan doa kita.

✅ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Ada tiga doa yang pasti akan terkabul, tidak diragukan lagi: doa orangtua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Dawud no. 1536, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud: hasan)

Akan lebih ringan terasa beban berat yang kita alami dengan menyimak kembali bimbingan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. Semoga kegundahan ini akan berakhir kelak dengan sesuatu yang lebih berarti.

Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

Sumber: http://asysyariah.com/

= •••××ו•• Lanjut ke Halaman 2 ××ו••×××

Iklan