Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Berilah hutang Dengan Tenggang Waktu Pembayaran Bagi Saudara Kita yang Membutuhkan

2.Bagaimanakah Hukumnya Memberikan Kelonggaran Dengan Mengangsur Pembayaran

3.Bagaimana Hukumnya Khitbah melalui Medsos Dengan Didampingi Mahrom

4.Penjelasan Mengenai Hajr

5.Hardikan Nabi kepada Orang yang Enggan Bersegera Menunaikan Perintah

6.Betapa Indah Halal Itu

==

Hak Hak dan Kewajiban Suami Istri – Ust.Jamaluddin 

Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri-Ust.Armen Halim Naro

Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri -RadioRodja

Hak dan Kewajiban Suami Istri – Ustadz Abu Haidar AssundawyBag1:Bag2:

Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri -Ust.Nizar Sa’ad Jabal

Hak-hak dan Kewajiban Suami-Ust.Firanda Andirja

Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri-Ust.Ahmad Zainuddin

Hak-hak dan KewajibanSuami Istri-Ust.Yazid Jawas

Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri-UstFiranda Andirja

Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri-Ust.Ahmad Sabiq

=

Dia Yang Kucinta -Ust.Ahmad Bazher.mp3
https://mir.cr/UISOR3B3
https://www.solidfiles.com/v/L5VmRaVqXMN34
Antara Dalil dan Logika – Ust.Zainal Abidin Syamsudin mp3
https://mir.cr/EFSHKOO2
https://drive.google.com/file/d/1K7IWev7HAMsKyP7F30G4VahBF2h402sa/view?usp=drivesdk
Hadiah Bagi Orang Shaleh- Ust. Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://mir.cr/0XWOHAW7
https://drive.google.com/file/d/11iQVCipSl9e97ohkrmS3UNO3XtUdw4Ju/view?usp=drivesdk
Peliharalah Dirimu dan Keluargamu Dari Api Neraka – Ust.Zainal Abidin Syamsudin.webm
https://mir.cr/JJI8VK9Z
https://drive.google.com/file/d/1X4WCPfN0Z8xasO9wug5PZJegCwL1O_3f/view?usp=drivesdk
Peneguh Iman – Ust.Ahmad Bazher.Lc.webm
https://mir.cr/YCHRK9U6
https://drive.google.com/file/d/1sB3X5ZcnaZ7Ow8IhAxkqvitjJMiYQ1eD/view?usp=drivesdk
Nasehat Setelah Ramadhan – Ust.Ahmad Bazher.webm
https://mir.cr/AL46YSVG
https://drive.google.com/file/d/1uc0MxJ4YSA-rFRwE1JUVXxQY-tjLBra4/view?usp=drivesdk
Jangan Lupakan Doa Ini Sebelum Tidur – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://mir.cr/M8W0WJ01
https://drive.google.com/file/d/1_WQlotRXWAjJRJ7tsCY852f4wtSsIKaU/view?usp=drivesdk
Selektif Dalam Mengambil Ilmu Agama – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://mir.cr/XFMIDOF2
https://drive.google.com/file/d/1AShwTwb79-XaEo7G_nsE7v7NUgbye457/view?usp=drivesdk
Keutamaan Shalat Ashar – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://mir.cr/X4ODACRU
https://drive.google.com/file/d/1euhiEsRc-_uZss-N-UF1T0HauYF4EO6p/view?usp=drivesdk
Pembahasan Kitab Aqidah Ahlusunnah Wal Jamaah Sesi1 – Ust.Harits Abu Naufal.mp3 https://mir.cr/1BNX3XUP
https://drive.google.com/file/d/1I3i2YEwpy4_gRUQJoDLy9R-StPTJIIsZ/view?usp=drivesdk
Jaga Lisanmu -Ustadz Ahmad Bazher
https://mir.cr/1UQZRT4R
https://drive.google.com/file/d/1dtQYqferSYfxCGd1UKSveTb-AkNPH0OW/view?usp=drivesdk
Membangun Istana di Surga Oleh Dr. Firanda Andirja, Lc.,M.A
https://radiomuslim.com/download/6955/
Mengambil Faedah Dari Kisah Raja Yang Sholih Dzulqornain Oleh Dr. Firanda Andirja, Lc.,M.A
https://radiomuslim.com/download/6871/
Belajar Dari Istri Nabi Agar Senantiasa di Cintai Suami Oleh Dr. Firanda Andirja, Lc.,M.A
https://radiomuslim.com/download/6862/
Kitab Ad Daa’ Wa Ad Dawaa’ – Ustadz Abu Abdillah Khidir M. Sunusi Hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1-qt9Tnl1TXLuG6I3Zz8fxX0TyXhDmoRN/view?usp=drivesdk
BEKAL MENUJU AKHIRAT – USTADZ DZULQARNAIN M SUNUSI
https://drive.google.com/file/d/1-bgEHBw9-eFd6juBQwMZ9c3oJcyFqAkS/view?usp=drivesdk
*TABLIGH AKBAR NASIONAL*
DOAKU UNTUK ULIL AMRI”* – Syaikh Abdul Hadi Al Umairi, MA Hafizhahullah
Penerjemah : Ust Ali basuki Lc Hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1-acViwJ48CbhnNdomYve2ZDmaEIAGhAo/view?usp=drivesdk
TEMA MENGGAPAI KEMULIAAN DENGAN KEMILAU CAHAYA ILMU
https://drive.google.com/file/d/1-XKDcSPhFkFSexVKsNbDiYbwIuLSSWPq/view?usp=drivesdk
BERSABAR DAN SEMANGAT MENUNTUT ILMU
Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc
https://drive.google.com/file/d/1–VhrSe9UofSKzHpeNPzgGdSGyl6f3l1/view?usp=drivesdk
=
Catatan: Mohon Klik Link Mirror Contoh https://mir.cr/YCHRK9U6 Karena Nanti Akan Dihapus Jika Tidak Banyak Yang Klik Link Itu dan Webm Diputar Dengan Mx Player  
==

Ebook

Hak-hak dan Kewajiban Suami

Beginilah Rasulullah bersama keluarganya-Abdul Aziz Abdullah Al-Dhabi’i 79Hlm

Hak Dan Kewajiban Dalam Kehidupan Berumah Tangga

Rumah Tangga Bahagia dan Problematikanya

NASEHAT UNTUK SUAMI-ISTERI

== 
==

.

==

➡ Hak-hak dan Kewajiban Suami Istri

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

 

==

Ustadz Dr. Firanda Andirja, Ma _hafizhahullaah_

🕌

  • ➡ *1. HAK-HAK ISTRI (KEWAJIBAN SUAMI)*

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ أَوِ اكْتَسَبْتَ وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

_“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah”_

(HR. Abu Daud no. 2142. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

*Hak istri secara umum dibagi menjadi 2:*

  • ➡ *1. Yang Berkaitan dengan Harta*

Mahar: Seorang suami wajib memberikan mahar terhadap istrinya, dan apabila dalam pernikahan tidak disebutkan maharnya maka wajib menunaikannya, dan apabila telah memberi mahar maka tidak boleh mengambilnya kembali. Istri yang mendapatkan mahar dari suami maka itu hak istri ingin di apakan mahar tersebut, ntah diberikan pada orangtuanya, saudaranya atau sebagainya.

  • Nafaqah (Makanan, pakaian, tempat tinggal):

✅ Allah Ta’ala juga berfirman:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْراً .

_“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”_

(QS. Ath Thalaq: 7).

Hak suami yang menjadi kewajiban istri asalnya dijelaskan dalam ayat berikut ini,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا

_“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.”_

(QS. An Nisa’: 34)

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ. فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ

_“Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membekas”_

(HR. Muslim no. 1218).

Hindun binti ‘Utbah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, _“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit. Dia tidak memberi untukku dan anak-anakku nafkah yang mencukupi kecuali jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya”_

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خُذِى مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ

_“Ambillah dari hartanya yang bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan kadar sepatutnya”_(HR. Bukhari no. 5364).

✅ *Hak Istri* dia punya hak tinggal sendiri, tidak dicampuri dengan orangtua, saudaranya, dsb. Maka disrankan untuk suami adalah membelikan/menyewakan rumah untuk istrinya sendiri.

  • ➡ *2. Hak Tidak berkaitan dengan Harta*

Harus adil kepada istri-istrinya

✅ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

_“Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring.”_

(HR. Abu Daud no. 2133, Ibnu Majah no. 1969, An Nasai no. 3394. Syaikh Al Albani menyatakan hadits tersebut shahih)

  • Bisa dipergauli dengan yang baik

✅ Allah Ta’ala berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

_“Dan bergaullah dengan mereka dengan baik.”_ (QS. An Nisa’: 19).

✅ Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

_“Sebaik-baik kalian adalah yan berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku”_(HR. Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, Ad Darimi 2: 212, Ibnu Hibban 9: 484. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

  • ➡ *Kisah Romantis Rasulullah terhadap istrinya*

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, _“Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di pintu kamarku ketika orang-orang Habasyah bermain dengan tombak-tombak mereka di masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau menutupiku dengan selendangnya agar aku bisa melihat permainan mereka. Aku letakkan kepalaku di atas pundak beliau. Pipiku menempel pada pipi beliau. Beliau terus berdiri karena aku hingga aku sendiri yang berpaling dari melihat permainan mereka (karena bosan).”_(HR. Muslim no. 2061, 2063)

✅ Dari Anas, dia berkata:

_“Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.”_

(HR Bukhari)

✅ dari ‘Aisyah, ia berkata,

كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ بَيْنِي وَبَيْنَهُ وَاحِدٍ ، فَيُبَادِرُنِي حَتَّى أَقُولَ دَعْ لِي ، دَعْ لِي ، قَالَتْ: وَهُمَا جُنُبَانِ

_“Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana antara aku dan beliau. Kemudian beliau bergegas-gegas denganku mengambil air, sampai aku mengatakan: tinggalkan air untukku, tinggalkan air untukku.” Ia berkata, “Mereka berdua kala itu dalam keadaan junub.”_

(HR. Bukhari no. 261 dan Muslim no. 321).

✅ Aisyah radhiallahu ‘anha kembali bertutur

كُنْتُ أَشْرَبُ وَأَنَا حَائِضٌ ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ فَيَشْرَبُ،

_“Aku minum saat haid, kemudian aku memberikannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meletakkan bibir beliau di bekas tempat bibirku (saat minum dari gelas tersebut), lalu meneguk airnya (meminumnya).”_(HR. Muslim no. 690)

_Maka pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di masjid, lantas dikunjungi oleh Shafiyyah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Shafiyyah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam hari lalu berbincang-bincang dengan beliau. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengantarkan Shafiyyah pulang ke rumah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada Shafiyyah ketika itu, “Jangan engkau terburu-buru, nanti aku akan menemanimu pulang.” Ketika itu rumah Shafiyyah di rumah Usamah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengantarkan Shafiyyah pulang._

  • ➡ *2. HAK SUAMI (KEWAJIBAN ISTRI)*

➡ *Kewajiban taat pada suami*

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ

_“Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri” _(HR.Tirmidzi no. 1159)

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

_”Seorang wanita apabila setelah menikah maka suaminya lebih berhak daripada orang tuanya, taat pada suami lebih wajib daripada orang tuanya”_

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

_“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”_(HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471.)

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya,

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

_“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.”_(HR. Ahmad 4: 341).

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

_“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.”_

(HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

✅ *Note* kecuali suaminya memerintahkan kepada maksiat, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam,

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

_“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah”_ (HR.Bukhari dan Muslim).

➡ *Menyerahkan diri agar suami menggaulinya*

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

_“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”_(HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).

✅ Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

_“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas si istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu Shubuh”_(HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436).

✅ Allah subhanahu wata’ala berfirman,

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّـكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّکُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَ بَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

_”Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”_

(QS. Al-Baqarah: Ayat 223)

✅ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ

_“Sesungguhnya wanita datang dalam rupa setan, dan pergi dalam rupa setan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) istrinya, karena hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya”_

(HR. Muslim no. 1403)

➡ *Tidak boleh menerima tamu yang tidak diizinkan suami*

✅ Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ نَفَقَةٍ عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّهُ يُؤَدَّى إِلَيْهِ شَطْرُه

_“Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. Dan ia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah suami tanpa ijin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya”_(HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

➡ *Suami wajib mengajarkan agama pada istri dan anak*

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا

_”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..”_

(QS. At-Tahrim: Ayat 6)

*Wanita wajib menjaga hartanya*

Wanita harus menjaga harta, anak dan juga dirinya ketika suaminya tidak ada.

–Doni Setio Pambudi—

==|||== Lanjut ke Halaman 2 ==||||==