Manhaj As-Salaf Ash-Shalih dan Butuhnya Umat Terhadapnya

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Beberapa Shalat yang Dianjurkan Dikerjakan Secara Ringkas

2.Tiga Kondisi yang Menuntut Kesabaran

3.Jagalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Niscaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Menjagamu

====

Apa Itu Manhaj Salaf Siapa Salafi Siapa Wahabi-Ust. Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Urgensi Manhaj Dalam Mencapai Kejayaan Umat-UstadzAbdurrahman Thoyyib.webm

Mulia Dengan Manhaj Salaf – Ustadz Muflih Safitra

Mulia Dengan Manhaj Salaf – Ustadz Hasan al Jaizy

Kewajiban Ittiba’ (Mengikuti Jejak) Salafush Shalih-Ustadz Yazid Jawas 16Mb 1jm 29mnit

==

Penyesalan Tiada Tara – Ust. Ahmad Bazher.15mb
https://app.box.com/s/4wjfsrzp9oahrrlhdo8sy9ci62zswb3v
Kenalilah Agamamu Wahai Muslim – Ustadz Ahmad Bazher 32mb
https://app.box.com/s/8afb2eyvr0z4qjelu6bcxbwl35e0buqk
Sudahkah Anda Mempunyai Teman Sejati ? – Ustadz Ahmad Bahzer-21mb
https://app.box.com/s/q9rrdkqvt6tu09h4zhl46zwiha5qsjsw
Banggalah Wahai Muslim – Ust. Ahmad Bazher.35mb
https://app.box.com/s/yk9iwa5o615aiausbzxgravu9k2bnswz
RACUN HATI – Ust. Ahmad Bazher-28mb
https://app.box.com/s/xoqfyhv0l00rtk8ws4h4bd2a2sy6zxrq
Waktumu Kau Habiskan Untuk Apa? Oleh Ustadz Ahmad Bazher-8mb
https://app.box.com/s/5hllojn9bkk47cj602jo4sfb70m73qpl
Apakah Kita Termasuk Manusia yang Merugi ?Oleh,Ustadz Ahmad Bazher
https://app.box.com/s/pi6w8fcal3f8edmnhxs1epzvkqzcivb0
Ust Ahmad Bazher – Berapa Besar Cintamu Pada Al Quran?-23mb
https://app.box.com/s/ef62xr6z4rt8u50zkj0ram5cblndsjsj
Ujub dan Taubatnya – Ustadz Ahmad Bazher.15Mb
https://app.box.com/s/3gnj7vz1zpeuk6hqa375ftued0jggv4y
Pertanyaan Yang Berat-Ustadz Ahmad Bazher-22Mb
https://app.box.com/s/s0t5zg7o2ho95uhdjek13pwghg5caba1
Jangan Belajar kepada Ahli Bid’ah – Ustadz
Mizan Qudsyiah, Lc., M.A. 17Mb
https://app.box.com/s/55rhd184f6j765a9dpwkq2d1ermrlq7w
Mulia Dengan Manhaj Salaf | Ust. Ahmad Bazher 25Mb
https://app.box.com/s/j1yz9exyyc5lofnm46pz52hxwhgrgtdb
==
Mengarungi Indahnya Sunnah – Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/10Yj9BNDiPZ7aoMy
GWf8AarLguoyKT-iq/view?usp=drivesdk
TEGAR DI ATAS KEBENARAN
SYAIKH TAUFIQ MUHAMMAD AL-BA’DANIY (Pengajar Ma’had Daarul Hadits Ma’bar, Yaman)
PENTERJEMAH: USTADZ DZULQARNAIN M. SUNUSI
Sesi1: https://drive.google.com/file/d/10T5gRlXeXq-f4TrROVgRIyBXrWqaLTGE/view?usp=drivesdk
SESI 2: https://drive.google.com/file/d/10Je5WJUd-jLMKpvKkm2L0xEprcQY4PWT/view?usp=drivesdk
BEKAL MENUJU AKHIRAT – AL USTADZ DZULQARNAIN M SUNUSI
https://drive.google.com/file/d/10FlUoNj-ivX_FYWg82R5oMB7jS306okM/view?usp=drivesdk
JAGALAH ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENJAGAMU- SYAIKH TAUFIQ MUHAMMAD AL-BA’DANIY PENERJEMAH USTADZ
DZULQARNAIN M SUNUSI HAFIDZAHULLAH
https://drive.google.com/file/d/10C1whiNLWEaO_3f2zNDNEO5H-EH_glmW/view?usp=drivesdk
WASIAT UNTUK PARA PENUNTUT ILMU
SYAIKH TAUFIQ MUHAMMAD AL-BA’DANIY Hafidzahullah
PENERJEMAH -AL USTADZ AHMAD ABU FADHL HAFIDZAHULLAH
SESI 1: https://drive.google.com/file/d/10CKa4Qc-ALwYZBGcGWmLgTUZqiNPh3av/view?usp=drivesdk
SESI 2 : https://drive.google.com/file/d/10Acup_BkzKjQ0vmpqgcgz-NJajKLGsbl/view?usp=drivesdk
Hukum – Hukum Seputar Ibadah Qurban – Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1azlDxICy00t0jeFrOsk_Y2V3NoBjbUUT/view?usp=drivesdk
Mengeraskan Bacaan Niat -Oleh Ustadz Subkhan Khadafi Lc
https://radiomuslim.com/download/7001/  
==
Ebook

Mengenal Manhaj Salafi, karya Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilali

Belajar Manhaj Salaf Secara Ringkas-Syaikh Abdul Qadir Al Arnauth

Pokok-Pokok Aqidah Salafiyah Secara Ringkas-Albani Center

Memahami Salaf, Salafiyyah, dan Salafiyyun Secara Bahasa, Istilah dan Manhaj 169Hlm

Bahtera Dakwah Salaf Di Lautan Indonesia – Dr.Muhammad Arifin Badri-(96Hlm)  

==

➡ Manhaj As-Salaf Ash-Shalih dan Butuhnya Umat Terhadapnya

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

➡ MANHAJ AS-SALAF ASH-SHALIH DAN BUTUHNYA UMAT TERHADAPNYA

Oleh: Syaikh Dr. Shalih Fauzan Al-Fauzan ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ

 

Yang diinginkan dengan ‘As-Salafush Shalih ’ adalah generasi pertama dari umat ini, mereka para sahabat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dari kalangan Muhajirin dan Anshar .

✅ Allah Jalla wa ‘Alâ telah berfirman

وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 100)

✅ Allah Jalla wa ‘Alâ telah berfirman

لِلْفُقَرَآءِ الْمُهٰجِرِيْنَ الَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا وَّيَنْصُرُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ

“(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.”(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 8)

✅ Pada ayat ini disebutkan Muhajirin, kemudian Allah juga menyebut Al-Anshar

وَالَّذِيْنَ تَبَوَّؤُ الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّاۤ اُوْتُوْا وَيُـؤْثِرُوْنَ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗ ۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَـفْسِهٖ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 9)

✅ Kemudian, Allah berfirman menyebut orang-orang yang datang setelah mereka.

وَالَّذِيْنَ جَآءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.“(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 10)

✅ Kemudian, orang-orang yang datang setelah mereka, yang belajar dari mereka, itulah kalangan tabi’in dan para pengikut tabi’in dan orang-orang yang datang setelah mereka dari generasi yang utama. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah bersabda tentang mereka, “Sebaik-baik dari kalian adalah generasiku, kemudian generasi orang-orang setelah mereka, kemudian generasi orang-orang setelah mereka.” HR. Bukhari (2652), Muslim (2533))

‼ Berkata perawi hadits ini, “Saya tidak tahu, apakah beliau setelah menyebut generasi beliau, menyebut dua atau tiga generasi.” Generasi mereka inilah dikenal dan menjadi lebih baik dari setelahnya, dikenal dengan “Masa Generasi Yang Utama”.

✅ Mereka itulah ‘Salaf’ dari umat ini, yang telah dipuji oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dengan sabda beliau, “Sebaik-baik dari kalian adalah generasiku, kemudian generasi orang-orang setelah mereka, kemudian generasi orang-orang setelah mereka.” Merekalah tauladan untuk umat ini, manhaj/metode keberagaman mereka adalah jalan yang telah mereka jalani dalam aqidah, mu’amalah, akhlak, dan dalam seluruh urusan-urusan mereka. Itulah manhaj yang diambil dari Al-Qur`an dan Sunnah, karena kedekatannya mereka dengan masa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan masa turunnya wahyu, serta mereka mengambil agama ini dari Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam , maka mereka adalah generasi terbaik dan manhaj mereka adalah manhaj yang terbaik. Oleh karena itu kaum muslimin bersemangat untuk mengetahui manhaj mereka untuk mereka jadikan pegangan. Karena tidak mungkin kita dapat berjalan di atas manhaj mereka kecuali dengan mengetahui, mempelajari dan mengamalkannya.

✅ Oleh karena itu Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi berfirman,

ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻘُﻮﻥَ ﺍﻷَﻭَّﻟُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ ﻭَﺍﻷَﻧﺼَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﻫُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ

Dan orang-orang yang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ‘ihsan’.”

‼ Dengan ihsan di sini maksudnya adalah dengan kokoh, dan tidak mungkin kita dapat mengikuti mereka dengan baik kecuali dengan mempelajari madzhab dan manhaj mereka serta hal-hal yang membahagiakan mereka. Adapun jika hanya sekadar menisbatkan diri kepada salaf dan dakwah salafiyyah tanpa mengetahui tentang salaf dan manhaj salaf, maka sejatinya dia tidak tahu apa-apa. Bahkan terkadang hal ini akan membahayakannya, sehingga harus mengetahui manhaj salafus shalih

✅ Oleh karena itulah, umat ini dulunya senantiasa mempelajari manhaj salafush shalih, dan senantiasa mengajarkannya dari generasi ke generasi. Mereka mempelajarinya di masjid, di sekolah-sekolah, pondok-pondok pesantren, di perguruan tinggi, inilah manhaj salafush shalih, inilah jalan atau cara untuk bisa mengetahui mereka. Sungguh kita juga (hendaknya) senantiasa mempelajari manhaj salafush shalih yang murni yang diambil dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam

‼ Nabi shallallâhu ‘alaih wa sallam telah mengabarkan bahwasanya kelak akan banyak terjadi perselisihan di tengah umat ini. Beliau bersabda, “Yahudi telah berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan Nashrani juga berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya di neraka, kecuali satu.”

✅ Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah yang dikecualikan itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Setiap orang yang dirinya berada seperti saya dan para sahabatku pada hari ini.

[Shahih, HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimi (II/241), al-Ajurri dalam asy-Syarii’ah, al-Lalikai dalam as-Sunnah (I/113 no. 150). Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dari Mu’a-wiyah bin Abi Sufyan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan hadits ini shahih masyhur. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 203-204)]

✅ Dalam riwayat lain disebutkan:

ما أنا عليه وأصحابي

 

*Artinya, “Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para Sahabatku berjalan di atasnya.”* [Hasan, HR. At-Tirmidzi (no. 2641) dan al-Hakim (I/129) dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr, dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami’ (no. 5343)]

‼ Hadits iftiraq tersebut juga menunjukkan bahwa *umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, semua binasa kecuali satu golongan, yaitu yang mengikuti apa yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu anhum. Jadi, jalan selamat itu hanya satu, yaitu mengikuti Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih (para Sahabat).*

✅ Inilah manhaj salafush shalih, yaitu perkara yang ada padanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan juga para sahabatnya.

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﻫُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ

Dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ‘ihsan’.”

‼ Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nasihat kepada para sahabatnya pada saat akhir hayat beliau, dengan nasihat yang sangat menyentuh hati yang membekas hingga membuat air mata menangis karenanya.

✅ Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasihat perpisahan, berilah kami wasiat.” Beliau bersabda, “Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah serta mendengar dan menaati.” Mendengar dan menaati siapa? Kepada pemerintah kaum muslimin. Mendengar dan menaati walaupun yang memimpin kalian dari kalangan seorang budak, sesungguhnya kelak barangsiapa di antara kalian yang masih hidup, maka ia akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka wajib bagi kalian untuk berpegang kepada sunnahku dan sunnahnya para Khulafa’ Ar-Rasyidin yang berpentunjuk setelahku. Peganglah dengan erat hal itu, dan gigitlah dengan geraham kalian, dan jauhilah oleh kalian segala perkara yang diada-adakan, karena perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu kesesatan, dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.

[Shahih, HR. Abu Daud (4607), Tirmidzi (2676), dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ (1184, 2549)]

 

✅ Inilah wasiat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam untuk umatnya agar berjalan di atas manhaj salafush shalih. Karena itu adalah jalan keselamatan, sebagaimana firman Allah

وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ ۚ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 153)

‼ Takutlah kalian terhadap neraka, takutlah kalian terhadap kesesatan, dan kalian pun menyelisihi golongan yang menyimpang. Berjalanlah kalian di atas manhaj yang selamat hingga kalian berjumpa dengan Nabi kalian shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau serta para pengikutnya, barangsiapa yang berpegang dengan hal ini, apalagi di akhir zaman ini, akan mendapati kesusahan dari manusia dan para penentang, akan mendapati ancaman-ancaman sehingga butuh kesabaran, akan mendapati perkara-perkara yang menipu lagi memalingkan dari jalan ini, serta ancaman dan gertakan- gertakan dari golongan-golongan yang menyimpang dan kelompok-kelompok yang sesat, sehingga butuh kesabaran.

✅ Karena itulah, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan kelak akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.” Beliau ditanya, “Siapa orang asing itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu orang-orang yang senantiasa melakukan perbaikan di tengah rusaknya manusia.” (HR. Muslim no. 145)

‼ Maka tidaklah ada yang bisa selamat dari kesesatan di dunia ini, dan tidak pula bisa selamat dari neraka kelak di akhirat kecuali orang yang berjalan di atas jalan manhaj salafush shalih. Merekalah yang Allah sebutkan

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰٓئِكَ رَفِيْقًا

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 69)

ذٰلِكَ الْـفَضْلُ مِنَ اللّٰهِ ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ عَلِيْمًا

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 70)

✅ Oleh karena itulah, Allah telah mewajibkan kita untuk senantiasa membaca surat Al-Fatihah di setiap rakaat pada setiap shalat wajib kita atau sunnah, dan di akhir suratnya dengan doa,

ﺍﻫْﺪِﻧَﺎ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢَ

Tunjukilah Kami jalan yang lurus. ” [Al-Fâtihah: 6]

‼ Disebut dengan ‘jalan yang lurus’, karena disana ada jalan-jalan yang menyimpang dan menipu. Maka engkau mintalah kepada Allah agar menjauhkanmu dari jalan-jalan tersebut, dan agar memberi hidayah kepadamu akan ‘Jalan…’, yaitu agar memberimu petunjuk akan jalan yang lurus dan mengokohkanmu di atasnya. Ini di setiap rakaat, karena sangat pentingnya doa ini. Perhatikanlah maknanya, “…jalan yang lurus”, siapakah yang berjalan di atas jalan yang lurus? Yaitu mereka yang telah Allah beri anugerah kenikmatan pada mereka.

ﺻِﺮَﺍﻁَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﻧْﻌَﻤْﺖَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ

Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka .” [Al-Fâtihah: 7]

✅ Dan siapakah mereka yang telah diberikan nikmat tersebut?

ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺼِّﺪِّﻳﻘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺸُّﻬَﺪَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ ﻭَﺣَﺴُﻦَ ﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﺭَﻓِﻴﻘﺎً

Yaitu, para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” [An-Nisâ`: 69]

✅ Dan jika engkau memohon kepada Allah agar memberimu hidayah kepada jalan yang lurus ini, itu artinya juga engkau memohon agar dijauhkan dari jalan-jalan yang menyimpang dan sesat.

ﺻِﺮَﺍﻁَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﻧْﻌَﻤْﺖَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ

Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka. ” [Al-Fâtihah: 7]

ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟْﻤَﻐْﻀُﻮﺏِ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ

Bukanlah jalannya orang-orang yang Engkau murkai. ” [Al-Fâtihah: 7]

✅ Yaitu mereka yang dimurkai oleh Allah, merekalah dari kalangan Yahudi, yang mereka itu mengetahui akan kebenaran namun tidak mengamalkannya, dan setiap orang yang berjalan di atas jalan Yahudi dari umat ini, yang mengetahui kebenaran namun tidak mengamalkannya, itulah jalannya Yahudi, jalan yang dimurkai. Karena mengetahui kebenaran dan tidak mengamalkannya, mengambil ilmu namun tidak mengamalkannya, dan setiap orang yang berilmu tapi tidak mengamalkannya, maka ia termasuk kalangan yang dimurkai.

ﻭَﻻ ﺍﻟﻀَّﺎﻟِّﻴﻦَ

Dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat .” [Al-Fâtihah: 7]

✅ Yaitu, mereka yang beribadah kepada Allah di atas kebodohan dan kesesatan, beribadah dan menghambakan diri kepada Allah serta mendekatkan diri pada-Nya, akan tetapi tidak di atas jalan yang benar, tidak di atas manhaj yang selamat, tanpa ada dalil dari Al-Qur`an dan sunnah, justru di atas ke bid’ah an, “Dan setiap kebid’ah an itu adalah kesesatan.”

‼ Sebagaimana keadaannya kaum Nashrani dan juga setiap orang yang berjalan dengan jalan mereka, beribadah kepada Allah tidak di atas jalan yang benar dan manhaj yang selamat. Itulah kesesatan, tersesat dari jalan yang benar dan amalannya sia-sia

Sehingga, doa ini adalah doa yang luas maknanya, senantiasa kita ulangi di setiap rakaat dari shalat-shalat kita. Perhatikanlah maknanya, kita memanjatkannya dengan menghadirkan hati dan memahami maknanya hingga bisa dikabulkan untuk kita, dan diucapkanlah setelah membaca Al-Fatihah, “Amin”, yang artinya, “Ya Allah, kabulkanlah.” Ini adalah doa yang sangat agung bagi orang yang memperhatikannya.

**********

<~~~~ Lanjut ke Halaman 2 ~~~~>