Keagungan Ibadah Tauhid

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Mendatangi Pelayan Setan

2.Dahsyatnya Syirik

3.Mengenal Syirik Ashghar ( Syirik Kecil)

4.Khawatir Jatuh Pada Syirik

5.Kaidah Dalam Mengenal Syirik Ashghar

6.Belajar Dahulu Fikh Haji, Semoga Dimudahkan Segera

7.10 Kiat Istiqomah (Bag.18)

8.Haram Berbuat Zhalim.Bag.3

9.Jeritan Hati Seorang Anak

10.Macam-Macam Ibadah Syirik (Bag.9) : Syirik DalamIsti’anah

11.Istri Yang Tidak Bersyukur Dibenci Oleh Allah

12.Hukum Shalat Gerhana Bulan Setelah Subuh==

Ibadah Hanya kepada Allah Dengan Cinta,Harap,Dan Takut-Ust.Yazid Jawas.mp3

Untuk Apa Kita Beribadah-Ust.Syafiq Basalamah.mp3

Menanamkan Tauhid di Dalam Keluarga – Ust.Maududi Abdullah.mp3

https://mir.cr/M2W3MPNZ

Urgensi Pendidikan Tauhid Di Dalam Keluarga-Ust.SofyanChalid Ruray.webm

Bukti-Bukti Tauhid Dalam Al-Quran-Ustadz Mizan Qudsiah.MA.mp3

Syarat Kebenaran Tauhid – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc.MA.webm

Ustadz Midzan Qudsyiah – Keutamaan Dakwah Tauhid.webm

Kitab Shahih Bukhari Kabar Gembira bagi Orang Bertauhid -Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A..webm

Hakekat Makna Kalimat Tauhid – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc. MA.webm

Mendalami Tiga Tauhid Dalam Islam – Ustadz Mizan Qudsiah,Lc.MA.webm

Tauhid Syarat Masuk Surga Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.webm

Tauhidkan Rabbmu Damailah Negeriku-Ustadz Zainal Abidin Syamsudin.webm

ISTIQOMAH DALAM MENTAUHIDKAN ALLAH USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm

==

Belumkah Tiba Waktunya-Ustadz Ahmad Bazher.mp3
https://mir.cr/0ZCGSH6Q
https://drive.google.com/file/d/1PWWV-NMQoLrL39A3PY0HrQAf-FAMoiJH/view?usp=drivesdk
Alat Musik Pertama Yang Diciptakan Iblis – Ustadz Abu Jundi.webm
https://app.box.com/s/6epjt3c45236wooxua4az3jihexe1860
Beribadahlah Seperti Susu Murni – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/7el2yeddnr69z09qyuq37jysk5mkpo2m
Dengan Hati Yang Bagaimana Engkau akan Menemui Rabb Mu – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/9j6m9zg831hepzsm79rt8iiv4e8nim06
Manusia Dalam Kerugian – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/6k4vaymcyaoft9faoxkgnyzzv41d3p73
Meraih Surga Tertinggi yaitu Surga Firdaus – Ust. Dr. Firanda Andirja, MA.webm
https://app.box.com/s/7dneu6acgatchsteyj72g17yq8h1u69l
Pemuda Pemuda Idaman Islam – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/8a2wytko38kkhajdxo0uicw4rvwsp6a3
Sebab – Sebab Kebahagiaan – Syaikh Abdullah Bin Abdurrazzaq.webm
https://app.box.com/s/exgl7ozaefnxyy6d9xb2y9hjl1clns7e
Sudahkah Anda Takut KepadaNya – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/owhzn0k2ed0zqqn5c9e5lfohrjzvj02v
Kiat-Kiat Semangat Mencari Ilmu Oleh Ustadz Zaid Susanto, Lc
https://radiomuslim.com/download/7036/
.
Ebook

Syarah Kitab Ilmu Tauhid LengkapShalih bin Fauzan Full Offine Apk

Diinul Haq(Mengenal Islam)-Abdurrahman Al-Umar] 164Halaman

Al-Aqidah Al-Wasithiyah’ karya Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah beserta kitab penjelasannya

Syarah Aqidah Wasithiyah oleh Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani 55Halaman

Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyah-Studi Tentang Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Kitab Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan)

Kitab Tsalatsatul Ushul, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan)

Kumpulan Fatwa Ulama Dalam Masalah Aqidah.74Halaman

Meniti Jalan Menuju Tauhid dan Aqidah Islam yang Benar-Syekh Muhammad bin Jamil Zainu 57Hlm

Buku Saku Aqidah Islam “Sembahlah Rabb Kalian” 75Hlm

Syarah Kitab Tauhid min Shahih Bukhari (93Hlm)B.Indonesia

Syarah Kitab Tauhid min Shahih Bukhari(Syaikh Abdullah Ghunaiman)B.Arab

Syarah Kitab Tauhid min Shahih Bukhari(Syaikh Bin Baz)B.Arab

== 
➡ KEAGUNGAN IBADAH TAUHID

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

==

  • KEAGUNGAN IBADAH TAUHID

‼ Banyak orang meremehkan ibadah yang akan penulis bahas pada artikel. Ibadah tersebut padahal sangatlah agung dan sangat besar peranannya dalam kehidupan seseorang. Jika dia ingin mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat, maka dia harus mengamalkannya. Dia tidak akan masuk ke dalam surga jika tidak mengamalkannya. Ibadah apakah itu? Dengan melihat judul di atas, maka pembaca bisa menjawabnya dengan benar. Ibadah yang sangat agung tersebut adalah tauhid.

‼ Sebelum penulis membahas tentang keagungan ibadah ini, penulis ingin menyampaikan bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sementara. Sungguh indah apabila kita menjadi hamba Allah yang benar-benar mulia. Tidaklah kita diciptakan di dunia ini kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ }

Artinya: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” (QS Adz-Dzariyat : 56)

‼ Jika kita tahu bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah hanyalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka sudah seharusnya kita benar-benar dapat memberikan waktu kita untuk beribadah kepada-Nya.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan seluruh manusia di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya:

{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }

Artinya: “Wahai manusia! Sembahlah Rabb (Tuhan) kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS Al-Baqarah : 21)

‼ Apa arti kata “U’buduu/sembahlah” pada ayat di atas?

✅ Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata:

(كُلُّ مَا وَرَدَ فِيْ الْقُرْآنِ مِنَ الْعِبَادَةِ فَمَعْنَاهَا التَّوْحِيْدُ.)

Artinya: “Setiap (kata) yang ada di dalam Al-Qur’an yang berarti ‘penyembahan’, maka maknanya adalah bertauhid (kepada Allah).”[1]

‼ Dengan demikian, sekarang kita telah sama-sama mengetahui bahwa ibadah teragung tersebut adalah tauhidullah (bertauhid kepada Allah).

➡ Apa arti tauhid?

Menurut bahasa Arab, “tauhid” berarti menjadikan sesuatu menjadi satu saja. Sedangkan menurut Islam, tauhid adalah menyerahkan ibadah dengan ikhlas hanya untuk Allah dan tidak dicampuri dengan kesyirikan.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ }

Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat” (QS Al-Bayyinah : 5)

➡ Pentingkah tauhid?

Para ulama memisalkan tauhid dengan pondasi atau asas suatu bangunan. Apabila pondasinya tidak kokoh, maka percuma saja membangun bangunan yang tinggi, lambat laun bangunan tersebut akan roboh juga. Berbeda dengan bangunan yang berpondasi kuat, setinggi apapun bangunan yang didirikan, maka dia akan tetap kokoh.

✅ Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ”Barangsiapa yang berkeinginan untuk membangun bangunan yang tinggi, maka perkara yang wajib dilakukannya adalah memperkuat dan memperkokoh  pondasi bangunan tersebut disertai dengan pengawasan yang ketat. Karena, tingginya sebuah bangunan itu tergantung pada kekuatan dan kekokohan pondasi bangunan tersebut.

Apabila keseluruhan amal dan derajat adalah bangunan, maka pondasinya adalah iman…Orang yang tahu (berilmu), dia akan berusaha untuk menguatkan dan memperkokoh pondasi bangunannya. Sedangkan orang yang jahil (bodoh), (dia akan terus) meninggikan bangunannya tanpa (memperhatikan) pondasi bangunannya. maka kemungkinan besar yang akan terjadi adalah ambruknya bangunan tersebut.”[2]

✅ Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:

{ أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ.}

Artinya: “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar takwa kepada Allah dan ke-ridha-an-(Nya) itu yang lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam neraka Jahannam. dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim. (QS At-Taubah : 109)

‼ Di dalam Al-Qur’an Allah subhanahu wa ta’ala membuat permisalan tentang orang yang berpegang teguh dengan tauhid dan kalimat ‘Laa ilaaha illallaah’ dengan sebuah pohon yang memiliki akar yang kuat dan batangnya menjulang ke langit dengan kokoh serta selalu memberikan manfaat setiap waktu. Berbeda dengan orang yang tidak bertauhid, Allah subhanahu wa ta’ala memisalkannya dengan tanaman yang jelek.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24)تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ (26)}

Artinya: “ (24) Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit (25) Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb (Tuhan)nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (26) Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, dia tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.  (QS Ibrahim : 24-26)

Itulah perumpamaan orang yang bertauhid dengan orang yang tidak bertauhid kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

‼ Setelah membaca paparan di atas, maka sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh meremehkan ilmu tauhid dan berhenti untuk mengajak manusia untuk bertauhid kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Sekarang ini banyak manusia terlalaikan dengan dunia dan banyaknya syubhat yang diterima, sehingga mereka merasa tidak perlu lagi untuk belajar ilmu tauhid. Subhanallah, siapa yang bisa menjamin bahwa mereka telah aman dari dosa syirik, lawan dari tauhid.

‼ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri sangat takut jika para sahabanya terjatuh pada kesyirikan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa berlindung dari kesyirikan kepada orang terbaik umat ini, Abu Bakr Ash-Shiddiq, sebagaimana tercantum pada hadits berikut:

عن مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ يَقُولُ : انْطَلَقْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- إِلَى النَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم-، فَقَالَ: يَا أَبَا بَكْرٍ ، لَلشِّرْكُ فِيكُمْ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ : وَهَلِ الشِّرْكُ إِلاَّ مَنْ جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ -صلى الله عليه وسلم-: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَلشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ، أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى شَيْءٍ إِذَا قُلْتَهُ ذَهَبَ عَنْكَ قَلِيلُهُ وَكَثِيرُهُ ؟ قَالَ : قُلِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ.

Artinya: Diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar, dia bercerita, “Saya pernah pergi menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Abu Bakr. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Wahai Abu Bakr! Sesungguhnya kesyirikan yang ada pada diri kalian lebih samar daripada semut (yang gelap).’ Abu Bakr radhiallahu ‘anhu pun berkata, ‘Bukankah yang dimaksud dengan syirik adalah jika seseorang menjadikan sembahan selain (Allah)?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya! Kesyirikan lebih samar daripada semut. Apakah engkau mau saya tunjukkan sesuatu yang jika engkau mengatakannya, maka kesyirikan akan terhindar darimu, sedikit maupun banyak?’ Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Katakanlah: Allaahumma innii a’uudzu bika an usyrika bika wa ana a’lam, wa astaghfiruka limaa laa a’lam. (Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada Engkau sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada Engkau atas apa yang tidak aku ketahui.’.”[3]

✅ Doa Berlindung Dari Syirik 2

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا لاَ أَعْلَمُ

Allaahumma innii a’uudzu bika min an usyrika bika syai-an wa anaa a’lam, wa a’uudzu bika min an usyrika bika wa anaa laa a’lam.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu (makhluk) sedangkan aku mengetahuinya, dan aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu (dengan sesuatu makhluk) sedangkan aku tidak mengetahuinya.[HR. Al-Bukhari di dalam kitab Al-Adab Al-Mufrod no. 739, dari jalan Ma’qil bin Yasar radhiyallahu anhu. Dan dinyatakan SHOHIH oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Adab Al-Mufrod no. 55]

✅ Doa Berlindung Dari Syirik 3

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

Allaahumma innaa na’uudzu bika min an nusyrika bika syai-an na’lamuhu, wa nastagh-firuka limaa laa na’lam.


Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu (makhluk) sedangkan kami mengetahuinya, dan kami memohon ampun kepada-Mu (dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu makhluk) karena kami tidak mengetahuinya.[HR. Ahmad IV/403, dari jalan Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu anhu. Dan hadits ini dinyatakan HASAN LIGHOIRIHI oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib I/121-122 no. 36.] 

‼ Subhanallah inilah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar kita terhindar dari kesyirikan.

Para ulama juga menyebutkan –ketika menjelaskan hadits ini- bahwa seseorang bisa saja menjadi seorang musyrik (pelaku kesyirikan) sedangkan dia tidak ketahui atau tidak sadar. Allahua’lam.

Siapakah di antara kita yang lebih afdhal dari para Sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tentu tidak ada. Akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dan mewanti-wanti mereka dengan sabdanya:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ : يَوْمَ تُجَازَى الْعِبَادُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاؤُونَ بِأَعْمَالِكُمْ فِي الدُّنْيَا ، فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً.

Artinya: “Sesungguhnya yang paling saya takutkan pada diri kalian adalah asy-syirk al-ashghar (syirik kecil). Kami (Para sahabat) pun berkata, “Ya Rasulullah! Apakah asy-syirk al-ashghar itu?” Beliau pun menjawab, “Dia adalah riya’. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala berkata di hari pembalasan terhadap amalan-amalan manusia: Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian riya’-i dengan amalan-amalan kalian di dunia! Lihatlah apakah kalian mendapatkan balasannya?”[4]

  • Siapa di antara kita yang lebih afdhal dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam?

✅ Beliau ‘alaihissalam sangat takut bila terjatuh kepada perbuatan syirik, sehingga beliau berdoa dengan doa yang diabadikan Allah di dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ (35)

Artinya : ”Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Rabbi (Tuhanku)! Jadikanlah negeri Ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS Ibrahim : 35)

Oleh karena itu, kita harus lebih takut apabila kita terjatuh kepada kesyirikan daripada mereka. Tetapi hal ini banyak disepelekan oleh kebanyakan orang. Sebagai contoh, bagaimana menurut pendapat pembaca tentang orang yang memakai jimat di tangan, di leher atau di badannya?

‼ Kebanyakan orang pada saat ini,  apabila ia menemukan saudaranya memakai gelang jimat di tangannya guna penyembuhan dari penyakit atau yang lainnya, kebanyakan orang tidak mengingkari hal tersebut. Akan tetapi, jika ia mendapatkan saudaranya berzina dan membunuh, maka ia sangat  menghinakan dan membesarkan hal tersebut.

.

Penulis tidak mengatakan bahwa perbuatan zina dan pembunuhan adalah dosa yang kecil dan memang benar itu adalah perbuatan dosa besar dan kita wajib untuk memperhatikan hal tersebut dengan sungguh-sungguh dan menjauhinya. Akan tetapi, memakai gelang jimat adalah perkara yang lebih besar dan hina. Karena, dalam akidah (keyakinan) ahlussunnah wal jama`ah, pelaku dosa besar yang bertauhid tidak akan kekal dalam neraka. Akan tetapi, dia berada dibawah masyi`ah (kehendak) Allah. Apabila Allah mengehendaki untuk mengampuninya maka Dia akan mengampuninya. Apabila Ia mengehendaki untuk menyiksanya maka Ia akan menyiksanya.

<====== Lanjut ke Halaman 2 ======>