Jalan Selamat Itu Hanya Satu Yaitu Mengikuti Al-Qur-an & As-Sunnah Menurut Pemahaman Salafush Shalih (Para Sahabat)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Jalan Yang Lurus – Ustadz Nizar Saad Jabal_ Lc 13Mb

Jalan Golongan Yang Selamat – Ustadz Nizar Saad Jabal 18Mb

Inilah Jalan Yang Lurus-Ust Abdul Hakim Amir Abdat 3Mb18Mnit

SELAMAT DI ATAS SUNNAH – Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafidzhahullahPenerjemah: Ustadz Dr. Sofyan Baswedan, M.A

Jalan Allah Hanya Satu – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc.webm

Kelompok Yang Selamat-Ust.Ahmad Zainuddin.webm

Semua Orang Berjalan Menuju Ke Kematian-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3

Jalan Kebenaran Itu Hanya Satu -Ustadz Saiful Bahri

Jalan Kebenaran Itu Hanya Satu -Ustadz Yazid Jawas

Jalan Kebenaran di Atas Al-Quran dan As-Sunnah – Ustadz Afifi Abdul Wadud.mp3

Serial Aqidah Islam & SerialKajian Anak Yufid TV

••

Bersahabatlah Dengan Al-Qur’an – Ust. Ahmad Bazher 32Mb
https://app.box.com/s/942uoeafos4w74b6q0uut3p1gf5hq9ql
Kesalahan Seputar Shalat Jum’at | Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 2Mb
https://app.box.com/s/k110xhhx1h30it1oyjpcunks6qfg695u
Akhlakul Karimah – Ustadz Ahmad Bazher.mp3
https://app.box.com/s/lvb34n96ji2u98b8avfgnmzw3etcm54d
Berilmu Sebelum Beramal Kewajiban Hamba Terhadap Perintah Allah – Ustadz Ahmad Bazher.mp3
https://app.box.com/s/ttczxbc6f2tih7xr28xghwfq2lsg5y95
Ilmu Atau Harta – Ustadz Ahmad Bazher.mp3
https://app.box.com/s/ek435lo5vpcdpf7z4h1vgquw7lg2qg49
KEWAJIBAN SEORANG HAMBA TERHADAP PERINTAH ALLAH OLEH USTADZ AHMAD BAZHER.Lc.webm
https://app.box.com/s/mce7o9ey4irqgi51bcsdp585zs8t0y4k
Pemberi Harapan Palsu – Ust. Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/psv9to1ez3rry64cwf94mv6n0lhsj9ji
Hikmah Dari Wafatnya Paman Nabi – Ustadz Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/5aovbcc67t0440nkx70qfkdo05cump5n
.==
Nutrisi Hati Oleh Ustadz Amir As Soronji, Lc. M.Pdi
https://radiomuslim.com/download/7087/
(Aqidah Yang Samar, Ustadz Zainal Abidin, LC hafidzahullah

(Fenomena Terlambat Menghadiri Sholat Berjama`ah, Ustadz Abu Umair Haryono bin Suyadi Hafizhahullah)

(Efek Terjerumus Dalam Fitnah, Ustadz Sahl AbuAbdillah),

Sudah Sesuaikah Ibadahku Dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/11NQJy891YUp_GDedydHNgPSN2otMJWGI/view?usp=drivesdk
Antara Kehidupan dan Kematian Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafidzhahullahu Ta’aala
https://drive.google.com/file/d/1HF5MrdLUB4b2tiZ0OSLC1FKmsv34T09S/view?usp=drivesdk
KEIKHLASAN DALAM BERAMAL – Syaikh Taufiq Muhammad Al Ba’dani ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Penterjemah : Al-Ustadz Dzulqarnain M Sunusi ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
SESI1:https://drive.google.com/file/d/11IrGSazPZuWds6evg3rmLMl1thuim4wp/view?usp=drivesdk
SESI 2:https://drive.google.com/file/d/11IrGSazPZuWds6evg3rmLMl1thuim4wp/view?usp=drivesdk
Perselisihan Tentang Hukum Demonstrasi –
Syaikh Khalid Muhammad Al-Ghufaly
Hafizhahullah Ta’ala
Penerjemah Al Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafidzhahullahu Ta’aala
https://drive.google.com/file/d/1R0rGoTAtOJRL_I7POvpVhH8ZsLUqsUWv/view?usp=drivesdk
MEREKA YANG DILAKNAT OLEH ALLOH ﷻ & RASUL-NYA – Fadhilatusy Syaikh Taufiq Muhammad Al Ba’dani ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Penterjemah : Al-Ustadz Abu Said Yahya ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
SESI 1:https://drive.google.com/file/d/11GLfuxmo2C29OV9UXTuoB7YrVm8y0C8Y/view?usp=drivesdk
SESI 2:https://drive.google.com/file/d/11DI-UhCZKvegzLKv9asxqcPtCWS2RyUY/view?usp=drivesdk
Shalat – Shalat Sunnah : Shalat Taubat & Shalat Qobliyah Jum’at -Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/12RpBUZ51Kd7dIX_EmJJ3oR4lM6sMSxm2/view?usp=drivesdk  

=

Catatan : file webm diputar dengan app mx player di android
==
Ebook

Meniti Jalan Meraih Kecintaan Allah-Prof. Dr. Syaikh ‘Abdur Razzaq

Trilogi Jalan Keselamatan-Abdullah Roy

Jalan Kebenaran Hanya Satu

Meniti Jalan Yang Lurus- Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Meniti Jalan Menuju Tauhid-Syekh Muhammad bin Jamil Zainu 70Hlm

Meniti Jalan Menuju Tauhid dan Aqidah Islam yang Benar-Syekh Muhammad bin Jamil Zainu 57Hlm

Al Firqattun Najjiyah (Golongan Yang Selamat) [Muhammad Jamil Zainu] 

===

  • Jalan Selamat Itu Hanya Satu Yaitu Mengikuti Al-Qur-an & As-Sunnah Menurut Pemahaman Salafush Shalih (Para Sahabat)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

Jalan Selamat Itu Hanya Satu Yaitu Mengikuti Al-Qur-an & As-Sunnah Menurut Pemahaman Salafush Shalih (Para Sahabat)

Ustadz Abu Hafs Umar

Pepatah mengatakan, “Banyak jalan menuju ke Roma.” Berdalih dengan pepatah ini, banyak orang yang menukilnya untuk menggambarkan bahwa jalan ke surga itu bisa ditempuh melalui banyak cara. Menurut mereka, berbagai praktik beragama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam—sekalipun menyelisihi sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam—bisa mengantarkan ke surga. Walaupun berbeda-beda tata cara ibadahnya, selama niat dan maksudnya adalah kebaikan, pada hakikatnya tujuan mereka sama, yaitu surga. Beragam kelompok Islam dengan berbagai perbedaannya itu justru merupakan rahmat.

Lebih naif lagi, kaidah ini mereka kembangkan untuk menyikapi orang-orang kafir, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani juga akan masuk surga. Hal ini mereka nyatakan demi kesetaraan kaum beriman, yang berbeda hanya tata cara beragamanya. Benarkah jalan menuju surga itu banyak dan bisa ditempuh dengan berbagai cara?

  • Penjelasan Allah dalam al-Qur’an

Pembaca Qonitah yang semoga dirahmati Allah, siapakah yang paling tahu tentang jalan menuju surga? Semua orang beriman pasti setuju bahwa Allah-lah yang paling tahu tentang jalan menuju surga-Nya. Sebab, hanya Dia yang memiliki dunia dan akhirat. Mari, kita lihat penjelasan Allah tentang jalan kebenaran yang bisa mengantarkan setiap hamba kepada-Nya.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٥٣

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Hal itu diperintahkan kepada kalian agar kalian bertakwa.” (al-An’am: 153)

Dalam ayat yang mulia ini Allah menyebutkan jalan-Nya dalam bentuk mufrad (tunggal), bukan dalam bentuk jamak. Artinya, jalan-Nya hanya satu, tidak berbilang. Sebaliknya, ketika menyebutkan jalan-jalan kesesatan, Allah menyebutkannya dalam bentuk jamak. Artinya, jalan kesesatan itu banyak jumlahnya.

✅ Seorang ulama ahli tafsir terkemuka, al-Imam Qatadah rahimahullah , ketika menafsirkan firman-Nya هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya jalan kebenaran itu adalah jalan yang satu saja, yang semuanya adalah petunjuk, dan tempat kembalinya adalah surga. Adapun Iblis telah membuat banyak jalan yang terpecah-pecah, semuanya adalah kesesatan, dan tempat kembalinya adalah neraka.”

✅ Al-Imam as-Sa’di rahimahullah berkata, “…maka ikutilah jalan Allah tersebut agar kalian bisa meraih kemenangan dan keberhasilan, serta meraih cita-cita dan kebahagiaan. Jangan mengikuti jalan-jalan (yang lain), yaitu jalan-jalan yang menyelisihi jalan-Nya, yang menyebabkan kalian terpisah (menyimpang) dari jalan-Nya, yaitu tersesat dan menyimpang ke kanan dan ke kiri.” (Tafsir as-Sa’di)

✅ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hal itu karena jalan yang mengantarkan kepada Allah itu hanya satu, yaitu jalan yang dengannya Allah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-Nya. Walaupun manusia membawa berbagai jalan dan minta dibukakan dari setiap pintu, semua jalan tersebut buntu, dan pintu-pintu tersebut tertutup bagi mereka, kecuali jalan yang satu ini, yang bersambung dengan Allah dan mengantarkan kepada-Nya.”

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥

Barang siapa mencari agama selain Islam, sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran: 85)

Jalan-jalan selain Islam adalah jalan kesesatan. Sebab, setelah Allah mengutus Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, terhapuslah segala ajaran terdahulu. Tidak ada kelonggaran lagi bagi siapa pun yang mendengar seruan Islam kecuali harus mengikutinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits Abu Hurairah,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, tidaklah seorang Yahudi atau Nasrani dari kalangan umat ini mendengar tentang diriku, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman kepada ajaran yang kubawa, melainkan termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim)

‼ Ayat dan hadits di atas mengandung bantahan terhadap paham pluralisme agama yang membenarkan segala ajaran agama. Klaim mereka bahwa semua agama itu sama—sekalipun berbeda-beda pengamalannya, tujuan mereka adalah sama, yaitu masuk surga—sudah dibantah oleh Allah dan Rasul-Nya. Jalan yang mengantarkan kepada Allah itu hanya Islam yang diajarkan oleh Rasulullah. Barang siapa tidak beriman kepada Nabi Muhammad , dia kafir dan kekal di neraka.

  • Penjelasan Rasulullah

✅ Siapa orang pertama yang paling tahu tentang jalan kebenaran? Tentu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam jawabannya. Beliau telah menerangkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu, tidak berbilang. Ibnu Mas’ud mengisahkan, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam membuat untuk kami sebuah garis yang lurus dengan tangan beliau, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah yang lurus.’ Kemudian, beliau membuat garis di kanan dan kiri garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan, yang di setiap jalan tersebut pasti ada setan yang menyeru kepadanya.’ Beliau membaca firman Allah,

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦ

Bahwasanya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’.” (HR. Ahmad)

✅ Al-Imam Mujahid rahimahullah, salah satu ulama ahli tafsir, murid Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan, yakni bid’ah dan syubhat.”

Pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, para sahabat dibimbing untuk menempuh jalan kebenaran. Segala sisi jalan kebenaran telah Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam ajarkan. Pada akhir masa generasi sahabat, mulailah timbul hawa nafsu dan syubhat (kerancuan dalam mengamalkan agama Islam). Setelah para sahabat Rasulullah wafat, kebid’ahan dan hawa nafsu pun semakin berkembang. Sungguh benar penjelasan al-Imam Mujahid bahwa kebid’ahan dan syubhat menyebabkan penyimpangan dari jalan Allah. Oleh karena itulah, umat manusia terpecah dalam berbagai aliran.

Lihatlah bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menggambarkan jalan kebenaran dengan sebuah garis lurus! Hal ini menunjukkan bahwa jalan kebenaran hanya satu. Sementara itu, beliau gambarkan jalan-jalan kesesatan dengan banyak garis, yang menunjukkan bahwa jalan kesesatan itu banyak dan terpecah-pecah.

  • Cara Menempuh Jalan Kebenaran

‼ Teranglah bagi kita, bahwa jalan kebenaran memang hanya satu, tidak berbilang. Kita semua tentu ingin meniti jalan kebenaran itu. Lalu, bagaimanakah cara menempuh jalan tersebut? Sementara kita saksikan, setiap kelompok Islam mengaku bahwa merekalah yang benar, merekalah yang lurus, sedangkan yang lain salah. Lantas, apa yang menjadi standar kebenaran?

✅ Ingatlah, ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam memberi kabar kepada kita, bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. Sabda beliau dalam hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhu, “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahli kitab telah terpecah menjadi 72 golongan. Adapun umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan; 72 di neraka, dan satu di surga, yaitu al-Jama’ah.” (HR. Ahmad)

✅ At-Tirmidzi meriwayatkan tambahan dalam hadits ini, “Al-Jama’ah adalah siapa saja yang mengamalkan Islam sebagaimana pengamalanku dan para sahabatku.”

Hanyalah satu kelompok yang selamat, yaitu yang mengamalkan Islam seperti pengamalan Rasulullah dan para sahabat beliau. Adapun yang lainnya masuk neraka untuk dibersihkan dari penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan, meski akhirnya mereka pun dimasukkan ke surga.

✅ Dalam hadits lain Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memuji tiga generasi terbaik umat Islam. Yang pertama adalah generasi beliau, yakni para sahabat beliau. Mereka telah mengambil ajaran Islam yang masih segar, langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Mereka mengamalkan Islam dengan bimbingan langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Generasi setelahnya adalah generasi tabi’in, yaitu generasi yang menimba ilmu dari para murid Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Generasi setelahnya adalah yang menimba ilmu dari tabi’in, yaitu atba’ut tabi’in.

✅ Ketiga generasi ini telah mengamalkan Islam dengan sebaik-baiknya, Islam yang masih murni, belum tercampuri oleh berbagai bid’ah dan syubhat. Ketiga generasi terbaik inilah yang disebut sebagai as-salafush shalih (pendahulu kita yang saleh). Maka dari itu, barang siapa ingin menempuh jalan kebenaran, hendaknya dia mengikuti metode mereka dalam mengamalkan Islam, baik dalam hal ibadah, akidah, adab, maupun muamalah. Singkatnya, al-Qur’an dan as-Sunnah mesti diamalkan berdasarkan pemahaman as-salafush shalih.

‼ Namun, ada hal penting yang perlu kita perhatikan. Sekalipun mereka adalah generasi terbaik, kita tetap tidak boleh taklid kepada individu sahabat, tabi’in, dan atba’ut tabi’in. Sebab, mereka itu manusia biasa, tidak maksum. Terkadang mereka juga berselisih, hanya saja perselisihan mereka sangat sedikit. Seandainya kita mendapati perselisihan pendapat mereka, hendaknya kita tetap memilih pendapat yang cocok dengan al-Qur’an dan as-Sunnah.

✅ Ibnul Qasim berkata, “Saya mendengar al-Imam Malik dan al-Laits berkata, ‘Perselisihan para sahabat Rasulullah itu tidak seperti yang dikatakan manusia bahwa padanya ada kelapangan. Tidak demikian, yang ada adalah benar dan salah.’ Pendapat yang sesuai dengan dalil, itulah kebenaran yang kita ikuti.”

‼ Pembaca Qonitah yang dirahmati oleh Allah…. Kesimpulannya, jalan kebenaran adalah mengamalkan al-Qur’an dan as-Sunnah berdasarkan pemahaman as-salafush shalih. Itulah prinsip untuk menentukan suatu kebenaran.

✅ Di jalan kebenaran itulah terdapat beragam amalan yang bisa mengantarkan ke surga. Misalnya, menegakkan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, berhaji, berjihad, berdakwah, membaca al-Qur’an, berzikir, dan sebagainya. Amalan-amalan tersebut adalah jalan-jalan keselamatan. Jadi, jalan keselamatan memang banyak jumlahnya, tetapi bermuara kepada satu jalan kebenaran, yaitu pelaksanaannya berdasarkan pemahaman as-salafush shalih.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قَدۡ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٞ وَكِتَٰبٞ مُّبِينٞ ١٥ يَهۡدِي بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضۡوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ

Telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan (al-Qur’an). Yang dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan.” (al-Maidah: 15—16)

✅ Demikianlah gambaran hakikat jalan kebenaran. Jalan inilah yang setiap hari kita mohon kepada Allah dalam setiap rakaat shalat kita,

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦

Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (al-Fatihah: 6) 

Jalan yang lurus itu mesti diupayakan dengan menuntut ilmu agama, kemudian mencurahkan segala kemampuan untuk mengamalkannya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk selalu berada di jalan-Nya sampai kita menghadap-Nya. Amin.

Wallahu a’lamu bish shawab.

==

  • ➡ “Kaidah-Kaidah Penting Dalam Ibadah”

Oleh: Al-Ustadz Mubarak Bamuallim

‼ Berikut ini adalah ringkasan dari isi kajian yang disampaikan oleh Ustadzuna Mubarak Ba Mu’allim saat berkunjung ke Ma’had Al Furqon, Rabu 9 Juli 2019. Kami sadur point-point intinya, semoga bermanfaat bagi semuanya.

  • ➡ 1. Kita diciptakan Allah untuk ibadah kepada-Nya,

Allah berfirman:

((وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ))

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56)

‼ Pemberitaan hikmah/tujuan ini adalah nikmat Allah kepada kita, agar kita mengetahui tujuan hidup kita.

‼ Coba kita lihat orang2 yang tidak beriman, orang-orang yang kafir, mereka tidak mengetahui tujuan hidup mereka, hidup mereka ibarat binatang !!

✅ Sungguh sangat berbeda antara orang yang beriman dan yg tidak beriman. Makanya Allah berfirman:

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ

Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang muslim itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? (QS. Al Qolam: 35)

✅ Demikian pula orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berilmu.

((قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ)) ۗ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az Zumar: 9)

Maka dari itu, setiap detik dan setiap nafas seorang mukmin adalah ibadah.

•••|||••• Lanjut ke Halaman 2 •••|||•••