‼ Ada satu golongan yang sebenarnya termasuk golongan pertama yang akan dimasukkan ke dalam surga. Hanya saja, mereka pernah melakukan kesalahan dan dosa. Allah menghendaki agar mereka dimasukkan ke dalam api neraka terlebih dahulu. Setelah itu, Allah membebaskan mereka, lalu masuklah mereka ke dalam surga-Nya.

➡ Pertanyaan kita, termasuk golongan yang manakah kita?

✅ Ada kabar yang menakutkan bagi Anda, wahai Ukhti fillah! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Neraka pernah diperlihatkan kepadaku. Ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Mereka telah melakukan kekufuran.’ Ada yang bertanya, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau bersabda, ‘Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, kemudian dia melihat sesuatu (yang tidak dia sukai) darimu, niscaya dia akan berkata, ‘Belum pernah aku melihat satu kebaikan pun darimu’.” (HR. al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas )

‼ Ukhti fillah, apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini menjadikan kita harus sangat berhati-hati, jangan sampai kita terjerumus ke dalam api neraka, wal ‘iyadzu billah.

✅ Namun, bagi Anda, wahai Ukhti fillah, ada juga kabar yang amat menggembirakan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang wanita menegakkan shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya (yakni Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke surga dari pintu surga mana pun yang engkau kehendaki’.” (HR. Ahmad dan dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 660, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

=

  • Andalah Perhiasan Dunia yang Terindah

Ustadz Fathul Mujib

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salihah.” (HR. Muslim)

‼ Demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kedudukan wanita. Wanita ditempatkan pada posisi dan kedudukan yang mulia.

✅ Hal ini sangat jauh berbeda dengan tuduhan yang ditujukan kepada Islam, bahwa Islam mempersempit, mengekang, dan mengebiri potensi wanita. Para feminis menganggap bahwa tugas utama wanita (mengasuh anak, mengurus rumah tangga, dan melayani suami) hanyalah tugas kanca wingking (Jawa; teman di belakang, wanita hanya mengurusi urusan domestik rumah tangga, -ed.).

Wahai kaum muslimah, perhatikanlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Betapa tingginya kedudukan Anda dan betapa mulianya diri Anda dalam Islam. Relakah Anda menjadikan diri Anda seperti domba yang berjalan sendirian di tengah-tengah kerumunan serigala busuk? “Serigala-serigala” itu berpura-berpura menasihati Anda untuk meraih kejayaan dan kesuksesan semu. Mereka siap menerkam Anda, dan setelah puas menikmati Anda, mereka akan membuang dan meninggalkan Anda terkapar dan merana di pinggiran jalan.

✅ Kembalilah kepada naungan dan bimbingan Islam agar hidup Anda lebih bersinar dan bahagia, baik pada hari ini, esok, maupun kelak di akhirat.

وَمَن يَعۡتَصِم بِٱللَّهِ فَقَدۡ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ١٠١

Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Ali ‘Imran: 101)

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (an-Nahl: 97)

==

  • Jangan Kau Ubah Fitrah Itu

Ustadz Fathul Mujib

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ﻟَﺎ ﺗَﺒۡﺪِﻳﻞَﻟِﺨَﻠۡﻖِ ﭐﻟﻠَّﻪِۚ

Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.” (ar-Rum: 30)

‼ Maksudnya, jangan ada yang berani mengubah ciptaan Allah (yang dimaksud adalah fitrah, pen) sehingga ia menjadikannya tidak berada pada asal penciptaannya (dengan fitrah yang.bersih) yang telah diletakkan oleh Allah. ( Tafsir as-Sa’di dengan sedikit penyesuaian)

✅ Janganlah kalian mengubah ciptaan Allah sehingga kaliannmengganti fitrah manusia. (Tafsir Ibnu Katsir)

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻣَﻮْﻟُﻮﺩٍ ﻳُﻮﻟَﺪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮَﺓِ، ﻓَﺄَﺑَﻮَﺍﻩُ ﻳُﻬَﻮِّﺩَﺍﻧِﻪِ ﺃَﻭْ

ﻳُﻨَﺼِّﺮَﺍﻧِﻪِ ﺃَﻭْ ﻳُﻤَﺠِّﺴَﺎﻧِﻪِ

Tidak ada bayi yang dilahirkan melainkan berada di atas fitrah, lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” ( HR. al-Bukhari dan Muslim)

➡ Maka dari itu, jagalah fitrahmu, wahai muslimah….

Waspadalah terhadap bujuk rayu dan iming-iming yang hendak mengeluarkanmu dari fitrahmu sebagai hamba Allah dan sebagai makhluk bernama wanita. Semua itu bagaikan pintu yang terlihat indah dari luar, tetapi di baliknya, yang ada hanyalah kesengsaraan, kehinaan, dan siksaan, baik di dunia maupun kelak pada hari kiamat.

✅ Kenalilah dirimu sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk mengemban suatu tugas yang tidak mampu dilakukan oleh pria berotot besar sekalipun. Pada tugas tersebutlah-terdapat keamanan, kebahagiaan, kemuliaan, ketenangan, dan pahala besar yang menantimu. Ingatlah bahwa Allah tidak akannmengingkari janji-Nya.

=

  • Merekat Hubungan Kekerabatan

Ustadz Abdul Halim

Ibu dan ayah, kakek dan nenek, saudara-saudara dan paman-paman, serta segenap sanak kerabat kita adalah orang-orang yang memiliki hak untuk kita berbuat baik kepada mereka. Merupakan kewajiban bagi kita menjalin hubungan persaudaraan dengan mereka. Kita kunjungi mereka, kita bantu mereka. Kita bergaul dengan mereka secara baik. Kita juga berusaha membantu memperbaiki keadaan mereka dalam urusan yang berkaitan dengan dunia, lebih-lebih dalam urusan yang berkaitan dengan akhirat.

‼ Menjalin hubungan kekerabatan merupakan bukti keimanan seseorang. Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya dia menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam telah memberikan kabar gembira kepada kita dengan sabda beliau, “Barang siapa senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

‼ Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan keadaan orang-orang yang menyambung hubungan kekerabatan (silaturahmi), bahwasanya mereka adalah ulul albab, yaitu orang-orang yang berakal, dan balasan bagi mereka adalah surga. 
✅ Allah berfirman,

وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلۡحِسَابِ ٢١

Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabb mereka, dan takut kepada hisab yang buruk.” (ar-Ra’d: 21)

✅ Al-Imam al-Qurthubi berkata dalam Tafsirnya, “Yang nampak (pada ayat ini, pent.) adalah tentang silaturahmi, dan ini adalah pendapat Qatadah dan kebanyakan ahli tafsir. Bersamaan dengan itu, maknanya mencakup seluruh bentuk ketaatan.”

‼ Maka dari itu, jangan sampai kita lupa untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara kita, terutama ayah dan ibu kita, walaupun sekadar lewat telepon atau surat kalau memang kita tidak memiliki kemampuan untuk mengunjungi mereka.

=

  • Keberadaan Para Nabi sebagai Hujah Allah di Hadapan Makhluk-Nya

Ustadz Fathul Mujib

✅ Diriwayatkan dari Laits, dari Mujahid,

أَنَّ اللهَ يَحْتَجُّ عَلَى الْأَغْنِيَاءِ بِسُلَيمَانَ، وَعَلَى الْأَرِقَّاءِ بِيُوسُفَ، وَعَلَى أَهْلِ الْبَلَاءِ بِأَيُّوبَ

Allah menegakkan hujah di hadapan orang-orang kaya dengan keberadaan Nabi Sulaiman, di hadapan orang-orang yang diperbudak dengan keberadaan Nabi Yusuf, dan di hadapan orang-orang yang mendapatkan ujian dengan keberadaan Nabi Ayyub.” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir, dinukil dari Tuhfatun Nubala’ min Qashash al-Anbiya’ hlm. 284 [pdf])

✅ Dengan demikian, tidak ada lagi bagi kita alasan untuk tidak menaati Allah. Penderitaan dan sakit apa pun tidak akan bisa menyamai penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Ayub ‘alaihissalam. Pantaskah kita beralasan dengan penderitaan yang kita rasakan, lantas kewajiban dari Allah kita tinggalkan begitu saja?

‼ Kekayaan atau kekuasaan mana pun tidak akan bisa menandingi kekuasaan dan kekayaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Pantaskah kekuasaan dan kekayaan yang hanya bersifat sementara ini membuat kita lalai dari kewajiban yang dibebankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala pada kita?

✅ Ingatlah firman Allah subhanahu wa ta’ala,

إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةٗ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا ٧

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (al-Kahfi: 7)

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ ١٨٥

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran: 185)

•••••••••••••••••••••••

_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_

_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_

Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.

Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya dihari dimana semua amal baik dipaparkan

Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq

_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_