Cara Menguap dan Bersin yang Jitu Menurut Sunnah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Adab Bersin Dan Menguap” – Ustadz Abul Hasan Aliy Cawas

Adab Bersin dan Menguap – Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Adab ketika Bersin (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Adab Bersin pada Saat Shalat (UstadzMuhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Adab Bersin dan Menguap – Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

==

Jangan Remehkan Dosa-Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 17Mb
https://app.box.com/s/0mjrmkhskmstr1j29ldhb6zb82m561tu
Jauhi Perdebatan, Ini Alasannya | Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 19Mb
https://app.box.com/s/yzt3tjo35reoxm3n5vpbk91t8flnhikq
Dalil-Dalil Batalnya Kesyirikan | Kajian Rutin Malam Rabu | Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 22Mb
https://app.box.com/s/6zkb4y88sqhsmaxe8q0lqdi92ig6kekz
PENTINGNYA KEJUJURAN DALAM BERAGAMA | UST. YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS حفظه الله تعالى
https://app.box.com/s/zp2uc23jm25ela1zk2uht61e61n77vd6
Wasiat untuk Menyayangi Wanita – Ustadz Sufyan Bafin Zen 17Mb
https://app.box.com/s/q28wvpb4menn6x8glxylzja29740x34v
Yang Menyejukkan Mata (Qurrata A’yun)- Ustadz Hudzaifah Maricar, Lc., MA 21Mb
https://app.box.com/s/rn8w6ioag547iiu0izg0z8vd8kft8kj8
Bahaya Berteman dengan Kawan yang Buruk – Ustadz M Chusnul Yakin,M.Pd.I.
https://app.box.com/s/cveayrs1ketwtpqrehlcfdbgrpetdt3u
Ibadah itu Mudah jika Mengikuti Sunnah – Ustadz Aunurrofiq Ghufron, Lc.
https://app.box.com/s/hd8xohpbvzoobitkvlbc2f545fi35bkt
40 NASIHAT MEMPERBAIKI RUMAH TANGGA (Sesi 1) – Ustadz Zaid Susanto, Lc
https://mir.cr/04BAJHWN
https://www.solidfiles.com/v/NaMWLDAeRxM7e
==
(Gaul Milenial, Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin),

(Hakikat Kehidupan Dunia, Ustadz Musthofa Al Buthony)

(Aqidah Yang Samar, Ustadz Zainal Abidin, LC.hafidzahullah),

MERAIH JIHAD DI BULAN DZULHIJJAH-USTADZ IBNU YUNUS
Sesi1:https://drive.google.com/file/d/12jiP-PQaJwkNo2bHeGK_i5kCVIQaLBPK/view?usp=drivesdk
Lanjutan Sesi2:
https://drive.google.com/file/d/12k5ffy9pizzao078rjTe0jUzE6umCmPR/view?usp=drivesdk
Mengenal Sifat Fisik Rasulullah ﷺ
Alfiyah Imam Al-‘Iraqi : Seputar Sirah Nabi ﷺ
Bersama :Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi (Hafizhahullah)
SESI 1:https://drive.google.com/file/d/12IZBM6WsmFBp-gIm83jVOEvQzogBA9HN/view?usp=drivesdk
SESI 2:https://drive.google.com/file/d/12HOp1nS7kSKg54vLjOD01JHg8ouNivQ5/view?usp=drivesdk
BUKTIKAN CINTAMU-USTADZ ABU MUHAMMAD FAUZAN AL KUTAWY
https://drive.google.com/file/d/12DzX9XTsOE7x94w8TNtGOXpAQpgqSp8a/view?usp=drivesdk
JEBAKAN IBLIS BAGI AHLI IBADAH
Abdurrahman Dani hafizhahullah Ta’ala
https://drive.google.com/file/d/12DvCxSVqXQrBCYcjROzurBrOgZRnHScb/view?usp=drivesdk
Tanya-Jawab Online : “Anda Bertanya Ustadz Menjawab”-Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi (Hafizhahullah)
https://drive.google.com/file/d/120413eaIfgG-w_f2pde2fj9sHic4oULC/view?usp=drivesdk
–file webm diputar dengan app MX PLAYER–

== 
==

Shahih al-Adab al-Mufrad (hadits yang membahas masalah adab dan berbagai akhlaq Rasulullah)
Penulis :Muhammad bin Isma`il bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Bukhari al-Ju`fi.

Shahih al-Adab al-Mufrad Jilid 1 332Hlm

Shahih al-Adab al-Mufrad Jilid 2 360Hlm

Adab Menguap dan Bersin

Ringkasan Adab Islam

KITAB AL-JAMI’ AL-MUSNAD AL- SHAHIH (Penjelasan Lengkap Hadits Adab) 51Hlm

Riyadus Shalihin(Taman Orang-Orang Shalih)-Imam Nawawi Bag.1 (366Halaman)

Riyadus Shalihin(Taman Orang-Orang Shalih)-Imam Nawawi Bag.2 (743Halaman)

Syarah Riyadhus Shalihin Karya Syaikh Salim Bin Ied Al-Hilali (5 Jilid)

Jilid 1 (162Halaman)

Jilid 2 (136Halaman)

Jilid 3 (140Halaman)

Jilid 4 (120Halaman)

Jilid 5 (137Halaman)

Shahih Riyadhus Shalihin Karya Imam Nawawi Takhrij Muhammad Nashiruddin al-Albani Jilid 1(537Halaman)

Shahih Riyadhus Shalihin Karya Imam Nawawi Takhrij Muhammad Nashiruddin al-Albani Jilid 2 (637Hlm)

== 
==
➡ Cara Menguap dan Bersin yang Jitu Menurut Sunnah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

  • Cara Bersin dan Menguapyang Jitu Menurut Sunnah

Oleh :Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.-hafizhahullah-

Bersin adalah sebuah nikmat dan kebaikan yang Allah berikan kepada seorang hamba. Karena, ia merupakan salah satu sebab yang menghilangkan penyakit, khususnya sakit kepala.

Berapa banyak orang yang tertimpa penyakit kepala menginginkan bersin, namun ia tak mampu melakukannya. Semuanya terpulang kepada Allah yang mengaturnya.

Sekalipun bersin adalah perkara biasa kita alami dan kita saksikan, tapi masih banyak diantara kaum muslimin yang tak mengerti cara bersin yang jitu menurut sunnah.

‼ Banyak diantara kita yang jahil tentang sunnah ini dan menyalahgunakan nikmat bersin ini, seperti sebagian orang diantara kita yang bermain-main saat bersin, bukan malah mengikuti petunjuk Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-!!

✅ Para pembaca yang budiman, adanya petunjuk dan sunnah dalam bersin merupakan bukti kuat tentang kesempurnaan Islam, keteraturan dan keindahannya, subhaanallah.

Kini kami mengajak pembaca menuai bunga keindahan di balik taman-taman sunnah, khususnya yang berkaitan dengan masalah bersin dalam beberapa noktah berikut ini :

  • Bersin adalah Perkara yang Dicintai oleh Allah -Ta’ala-

Bersin adalah hal yang dicintai oleh Allah, karena ia adalah kebaikan yang mendatangkan kemashlahatan dunia dan juga akhirat.

‼ Di dunia seseorang mendapatkan kesehatan, dan di akhirat mendapatkan pahala bila ia menerapkan sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- yang berkaitan dengan bersin.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ. فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ، وَحَمِدَ اللَّهَ : كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ : (يَرْحَمُكَ اللَّهُ)

وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ : فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ. فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ، فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَان

Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap. Bila seorang diantara kalian bersin dan memuji Allah (yakni, membaca “alhamdulillah”), maka wajib bagi setiap orang yang mendengarnya untuk berkata kepadanya, “Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu)”. Adapun menguap (yakni, saat ngantuk), maka sesungguhnya ia berasal dari setan. Bila seorang diantara kalian menguap, maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin, karena bila seorang diantara kalian menguap, maka setan akan tertawa karenanya”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (6223)]

✅ Al-Imam Abu Bakr Ibnul Arabiy Al-Andalusiy -rahimahullah- berkata,

“قَدْ بَيَّنَّا أَنَّ كُلَّ فِعْلٍ مَكْرُوهٍ نَسَبَهُ الشَّرْعُ إِلَى الشَّيْطَانِ لِأَنَّهُ وَاسِطَتُهُ وَأَنَّ كُلَّ فِعْلٍ حَسَنٍ نَسَبَهُ الشَّرْعُ إِلَى الْمَلَكِ لِأَنَّهُ وَاسِطَتُهُ.

قَالَ : وَالتَّثَاؤُبُ مِنَ الِامْتِلَاءِ وَيَنْشَأُ عَنْهُ التَّكَاسُلُ وَذَلِكَ بِوَاسِطَةِ الشَّيْطَانِ وَالْعُطَاسُ مِنْ تَقْلِيلِ الْغِذَاءِ وَيَنْشَأُ عَنْهُ النَّشَاطُ وَذَلِكَ بِوَاسِطَةِ الْمَلَكِ.” اهـ من فتح الباري لابن حجر (10/ 612)

Sungguh kami telah jelaskan bahwa setiap perbuatan buruk yang disandarkan kepada setan oleh syariat, maka karena ia (setan) adalah perantara (sebab)nya; dan setiap perbuatan baik yang disandarkan kepada malaikat, maka karena ia (malaikat) adalah perantara (sebab)nya…Menguap (muncul) karena penuhnya (yakni, kenyangnya) perut, dan akan lahir darinya kemalasan. Sedangkan semua itu dengan sebab setan. Sementara bersin (muncul) dari kurang makan, dan akan lahir darinya semangat, sedang semua itu dengan sebab malaikat”. [Lihat Fathul Bari (10/612)]

Al-Imam Abu Zakariyya An-Nawawiy -rahimahullah- berkata,

“أُضِيفَ التَّثَاؤُبُ إِلَى الشَّيْطَانِ لِأَنَّهُ يَدْعُو إِلَى الشَّهَوَاتِ إِذْ يَكُونُ عَنْ ثِقَلِ الْبَدَنِ وَاسْتِرْخَائِهِ وَامْتِلَائِهِ وَالْمُرَادُ التَّحْذِيرُ مِنَ السَّبَبِ الَّذِي يَتَوَلَّدُ مِنْهُ وَهُوَ التَّوَسُّعُ فِي الْمَأْكَلِ وَإِكْثَارِ الْأَكْلِ.” اهـ من تحفة الأحوذي (8/ 18)

Menguap disandarkan kepada setan, karena setan mengajak kepada syahwat. Sebab, menguap muncul dari beratnya badan, lemahnya, dan penuh (kenyang)nya. Yang dimaksudkan (dalam hadits ini) adalah memberikan peringatan tentang bahaya sebab tersebut yang lahir darinya (semua perkara buruk), yaitu sepuasnya makan dan memperbanyak makan”. [Lihat Tuhfah Al-Awadziy (8/18)]

‼ Intinya, bersin membawa kebaikan, sedang menguap membawa keburukan sehingga setan pun menyenanginya.

✅ Adapun setan menertawai orang yang menguap, maka karena orang yang menguap akan menjauh dari kebaikan dan berubahnya pemandangan wajahnya, bahkan terkadang ada sebagian orang yang menguap mengeluarkan suaranya bagaikan anjing yang melolong atau sapi yang mengoak.

‼ Khusus perkara menguap, ia merupakan perkara yang amat terlarang dalam sholat. Jika seseorang tidak mampu menghindari menguap dalam sholat, maka hendaknya ia berusaha menahannya dengan tangannya.

Al-Imam Abu Bakr Ibnul ‘Arobiy Al-Mu’afiriy –rahimahullah- berkata,

“يَنْبَغِي كَظْمُ التَّثَاؤُبِ فِي كُلِّ حَالَةٍ وَإِنَّمَا خَصَّ الصَّلَاةَ لِأَنَّهَا أَوْلَى الْأَحْوَالِ بِدَفْعِهِ لِمَا فِيهِ مِنَ الْخُرُوجِ عَنِ اعْتِدَالِ الْهَيْئَةِ وَاعْوِجَاجِ الْخِلْقَةِ.” اهـ فتح الباري لابن حجر (10/ 612)

Sepantas (bagi seseorang yang menguap) untuk menahan kuapannya dalam segala keadaan. Hanyalah Nabi –alaihish sholatu was salam- mengkhususkan sholat, karena sholat itu merupakan kondisi yang paling utama (bagi seseorang) untuk menahan kuapannya, karena adanya sesuatu berupa keluarnya seseorang dari kenormalan penampilannya dan melencengnya penampilan.” [Lihat Fathul Bari (jld. 10/ hlm. 612]

  • Menguap….

✅ Banyak dari kaum muslimin menyangka bahwa menguap adalah perkara yang lazim sebagaimana lazimnya seseorang merasakan kantuk, lapar, atau yang lainnya. Padahal, ternyata ada perkara yang luput dari pengetahuan kita mengenai menguap ini.

Menguap disebabkan beratnya beban diri yang akan mengakibatkan lalai, malas, serta jeleknya pemahaman seseorang. Menguap merupakan perkara yang jelek sebab menguap membawa kepada perkara yang dibenci oleh syariat berupa sikap malas, lalai, serta pemahaman yang jelek. Lalu bagaimana pandangan syariat tatkala menguap datang menghampiri seseorang?

Adab Menguap

  • ➡ 1.Menutup mulut dengan tangan.

✅ Karena menguap merupakan sesuatu yang dibenci syariat, syaithan pun menyukainya. Terbukanya mulut karena sesuatu yang dibenci syariat ini adalah jalan masuk yang lapang bagi syaithan untuk menganggu manusia. Syaithan bisa masuk ke tubuh manusia melewatinya. Oleh sebab itulah syariat memerintahkan kita untuk menutup mulut tatkala menguap.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan ileh Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu , dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda yang artinya,

“Apabila salah seorang dari kalian menguap maka hendaknya ia meletakkan tangannya di mulutnya karena syaithan akan memasukinya.” [H.R. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih Al-Adabul Mufrad].

Syaithan tidak hanya menunggu-nunggu kesempatan untuk masuk ke dalam tubuh manusia tatkala menguap.

Bahkan, menguap itu sendiri timbul dari sebab perbuatan syaithan. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menjelaskan,

Sesungguhnya menguap dari syaithan.” [diriwayatkan di dalam Adabul Mufrad, shahih].

  • ➡ 2.Menahan diri dari menguap.

Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kita untuk menahan diri dari menguap sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Menguap berasal dari syaithan. Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia melawan semampunya. Jika dia sampai berucap ‘hah’ (tatkala menguap) maka syaithan akan tertawa karenanya.” [Shahih Al-Adab Al-Mufrad].

✅ Pembaca, bagaimana sekiranya seseorang menguap dan ia tidak melaksanakan apa yang diperintahkan? Tentu syaithan akan bergembira dan tertawa karenanya. Dan, bertambah lagi kesempatannya untuk mengganggu anak Adam. Lalu, apakan seorang muslim rela musuh mereka menertawainya dan bergembira karena telah berhasil memperdayainya? Bukankah seseorang akan memperlakukan musuh sebagaimana seorang musuh?

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka perlakukanlah ia sebagai seorang musuh.” [Q.S. Fathir:6]. Allahu a’lam. (Ustadz Hammam)

Referensi: Syarh Shahih Al-Adab Al-Mufrad

  • Kaifiat Mendoakan Orang yang Bersin

‼ Diantara sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bagi orang yang bersin dan pendengarnya adalah saling mendoakan kebaikan dunia dan akhirat.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Bila seorang diantara kalian bersin, maka hendaklah berkata, “Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)”, dan hendaknya saudara atau temannya berkata kepadanya, “Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu)”.

Bila ia (temannya) berkata, “Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu)”, maka hendaknya ia (yang bersin) berkata lagi, “Yahdiikumullahu wa yushlihu baalakum (Semoga Allah menunjuki kalian dan memperbaiki kondisi kalian)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. 6224)]

‼ Inilah doa yang sepatutnya kita hafal dan baca saat mengalami bersin, bukan mengucapkan kata-kata yang tidak baik atau lucu serta bukan pula berteriak bagaikan orang yang kerasukan!

  • Perkara yang Dilakukan saat Bersin

Segala sesuatu, harus didasari dengan ilmu. Bila tidak, maka seseorang yang tak berilmu, kadang berbuat atau berucap bagaikan orang bodoh, anak kecil, bahkan seperti orang gila.

‼ Lihatlah sebagian orang -misalnya- saat ia bersin, ia melompat-lompat dan berteriak bagaikan orang gila yang kerasukan.

✅ Terkadang ia membiarkan udara dan bau mulutnya beterbangan bersama udara, sehingga bisa saja ia menulari saudaranya yang ada di sekitarnya, bila ia berpenyakit.

‼ Inilah hikmahnya Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- mengajari kita cara mengatasi bersin dalam hadits ini:

✅ Abu Hurairah -radhiyallahu anhu- berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ _صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ_  إِذَا عَطَسَ وَضَعَ يَدَهُ أَوْ ثَوْبَهُ عَلَى فِيهِ وَخَفَضَ أَوْ غَضَّ بِهَا صَوْتَهُ

Dulu Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bila bersin, maka beliau meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya dan merendahkan suara dengannya”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 5029) dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (no. 2745)]

‼ Semua itu adalah tuntunan yang amat mulia, tuntunan yang menjaga kemaslahatan dan citra diri seorang muslim.

••||•• [Lanjut Ke Halaman 2] ••||••