Kejujuran, Pembuka Seluruh Akhlak Mulia

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

••
1.Bersemangat Dalam Mengamalkan Sunnah

2.Macam-Macam Syirik dalam Ibadah (Bag.13): Syirik dalam Menyembelih Binatang

3.Imam Shalat Jamaah Tidak Baca Bismillah, Batal?

4.Menikmati Lelahnya Ibadah

5.Amar Ma’ruf Nahi Munkar Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

6.Seorang Wanita yang Tidak Mau Menikah, Karena Tidak Mau Repot Mengurus OrangLain

7.Bagaimana Hukumnya Sholat Dengan Imam Akhwat yang Posisinya di Depan Makmum?

8. Kesalahan-kesalahan yang Terjadi dalam Thawaf (bag.1) 

==

Jujur-Ust. Nizar Saad Bin Jabal 17Mb

Akhlak kepada Allah Ta’ala –Pentingnya Kejujuran – Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Sifat Jujur – Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Jujur, Pintu Semua Kebaikan – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Buah dari Kejujuran – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Syarah Riyadhus Shalihin Bab 004Kejujuran / Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr /

Buktikan Kejujuran mu Ust.Arifin Badri

Melatih Kejujuran Dalam Setiap Keadaan-Ust.Maududi Abdullah

=

Azab Atau Nikmat(Alam Kubur) – Ustadz Ahmad Bazher 37Mb
https://mir.cr/1PP4JISA
https://drive.google.com/file/d/1jPWhlKm0tW2buhatMI53nT5AUTcQj47A/view?usp=drivesdk
Orang yang Berhak Mendapat Syafaat – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 19Mb
https://app.box.com/s/a1axf1nvbh6ko6ibqidm5ypf4jkuttsb
Sifat Allah Tidak Sama Dengan Mahluknya | Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 17Mb
https://app.box.com/s/o1bxegakt1qppgns353sws77l1rrm6od
Kekuatan Hukum Langit | Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 18Mb
https://app.box.com/s/qh3id5sj3lq5fs7ndbxtd7trghzga6pc
Fiqh Tawakkal | Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 14Mb
https://app.box.com/s/yoeeup36gudlo1j9sy16i6yrqnj22bsd
Detik Terakhir Seorang Hamba – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA 30Mb
https://app.box.com/s/61u8s6wux0b5v4iji5p1kzx7marypte2
Ciri-ciri Ahli Sunnah [PART 1] – Ustadz Harits Abu Naufal 19Mb
https://app.box.com/s/vhjhjy77vixr1mz8tvk1yic447o6s1jz
Nasihat untuk Orang Tua: Jangan Persulit Anak Menikah-Ustadz Sofyan Chalid Ruray
https://app.box.com/s/of33q5bhkziwtenrthzo6iw18ns29gvq
Kesabaran Termasuk Keimanan – Ustadz Sofyan Chalid Ruray 32Mb
https://app.box.com/s/eeumtkbb21sc5jguhavcploh3h004juo
Tipu Daya Dukun dalam Ruqyah dan Jimat – Ustadz Sofyan Chalid Ruray 29Mb
https://mir.cr/1PMO95YA
https://drive.google.com/file/d/1Shgjes_DSDjuJPyOd0wDqOznYqho7oLM/view?usp=drivesdk
Ustadz Sofyan Chalid Ruray Kitabut Tauhid
https://archive.org/details/ilmoe.com-ustadz-sofyan-chalid-ruray
Rasa Takut Amalannya Tidak Diterima Oleh Ustadz Zaid Susanto, Lc
https://radiomuslim.com/download/7215/
10 Pembatal Amal Oleh Ust Hanif Muslim
https://radiomuslim.com/download/7189/
==
Di Balik Kandungan Surah Al-Fatihah-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/13Rsiogx_YHYhpTpJRhB8HsO7Mw2rtOHN/view?usp=drivesdk
BEKAL PENUNTUT ILMU | AS-SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN.ABKAR, ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Penterjemah Al Ustadz SYAMSUL QOMAR HAFIZHAHULLAH
https://drive.google.com/file/d/12V_roxJ9fhdFwJ1BTLOY4qrvJLRMal5f/view?usp=drivesdk
MOTIVASI DAN RAMBU DALAM MENUNTUT ILMU BERSAMA PEMATERI AL USTADZ DZULQARNAIN M SUNUSI ﺣﻔﻈﻪﺍﻟﻠﻪ
SESI 1:https://drive.google.com/file/d/12z6f1YuW4blQw-nUsNRgCF8BwwkFl9xY/view?usp=drivesdk
SESI 2:https://drive.google.com/file/d/12yq2J3_0VEC1-2bK8UDwsWNbEklDg0u4/view?usp=drivesdk
SESI 3:https://drive.google.com/file/d/13LKuwN2fU6dc7OQjZbwBaR2_oae4wUL0/view?usp=drivesdk
SESI 4:https://drive.google.com/file/d/1334W-N27zzKga2XqIriVAGqPY7gzwDol/view?usp=drivesdk
Salafi merasa paling benar sendiri??
Penjelasan Hadist perpecahan umat menjadi 73 golongan-ustadz Dzulqarnain ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
https://drive.google.com/file/d/17oDiiBy9gV5mAPVSsPc2mIYq0XHWKkmj/view?usp=drivesdk
“MENGHIASI DAKWAH DENGAN AKHLAK MULIA”-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
“Bahaya Berbicara Tanpa Ilmu”
https://drive.google.com/file/d/12NW_cuIJfZ86XmUi-_yexDysV3ZMB-7Y/view?usp=drivesdk
Materi: “Kebaikan Didunia Dan Kebaikan Di Akhirat”
https://drive.google.com/file/d/12TVizD2sgzTf9XJfxvQhAH9XvAwlzonp/view?usp=drivesdk
Materi Pembahasan Kitab (Khusus Ikhwan) :
Ad Da’wah Ilallah Wa Akhlaqud Du’a (Karya : Syeikh Abdul Azis.Bin Baz rahimahullah)
Tempat: Masjid Al Bukhori Sutan Raja Kolaka
Sesi 1: https://drive.google.com/file/d/12WiWw-nJP1LDFjROfhWV5ZS0y4NFBPpo/view?usp=drivesdk
Sesi 2: https://drive.google.com/file/d/12XX0bhdmiuGR0XX9TCDvIIrImh1upx62/view?usp=drivesdk
Materi: “Adab-Adab Dalam Bertetangga”
https://drive.google.com/file/d/12f8eVSjC6ILzJFPrhol-_ysrDa6Lj7vu/view?usp=drivesdk
Materi: “Balasan Cinta Karena Allah”
https://drive.google.com/file/d/12e_gtLpSWckzh55V_2G3GdF6Pg_v7zZu/view?usp=drivesdk
Materi: “Nasehat-Nasehat Untuk Wanita Muslimah Dalam Menuntut Ilmu” (Khusus Akhwat)
https://drive.google.com/file/d/12j0imIcsQQsxFStKEqEIL_8j3SZAXF9P/view?usp=drivesdk
Lanjutan Materi Pembahasan Kitab (Khusus Ikhwan) Ad Da’wah Ilallah Wa Akhlaqud Du’a Karya : Syeikh Abdul Azis Bin Baz rahimahullah
Sesi 3: https://drive.google.com/file/d/1rCadJy7KMPwT70HPbYck7KxQ_6dJLIKD/view?usp=drivesdk
Sesi 4:https://drive.google.com/file/d/1lEhaRQGWhhAT5tuuXipXvPe5_xGBbBfZ/view?usp=drivesdk
Materi: “Orang-Orang Yang Terusir Dari Telaga Nabi”
https://drive.google.com/file/d/12pNT43H77AadigbmdRoYM0buxxvSEC6N/view?usp=drivesdk
–FILE WEBM DIPUTAR
DENGAN MX PLAYER–  

==

Ebook

Kejujuran

==

➡ Kejujuran, Pembuka Seluruh Akhlak Mulia

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • Kejujuran, Pembuka Seluruh Akhlak Mulia

✅ Asal arti kata ash-shidq (kejujuran) adalah kabar yang bersesuaian dengan kenyataan.

‼ Ash-shidq terdapat pada kabar atau berita. Apabila Anda mengabarkan tentang sesuatu dan kabar tersebut sesuai dengan kejadian sesungguhnya, dikatakan bahwa kabar tersebut jujur. Misalnya, pada hari Ahad Anda mengatakan, “Hari ini hari Ahad”, maka kabar Anda benar. Namun, jika Anda mengatakan, “Hari ini hari Senin”, kabar Anda dusta. Kesimpulannya, jika kabar sesuai dengan realitas yang sesungguhnya, dikatakan sebagai kabar jujur; dan jika tidak, dikatakan sebagai kabar dusta.

✅ Ash-shidq juga terdapat pada ucapan dan perbuatan, yaitu ketika keadaan batin seseorang bersesuaian dengan keadaan lahirnya. Dia mengamalkan sesuatu yang bersesuaian dengan isi hatinya. Oleh karena itu, orang yang berlaku riya’ bisa dikatakan sebagai orang yang tidak jujur. Sebab, dia menampakkan diri di hadapan orang lain sebagai orang yang beribadah kepada Allah, padahal kenyataannya tidak demikian.

Seorang yang musyrik (melakukan kesyirikan) kepada Allah subhanahu wa ta’ala juga bukan orang yang jujur, karena ia menampakkan diri sebagai orang yang bertauhid, padahal kenyataannya tidak demikian.

Begitu juga halnya orang-orang munafik. Mereka tidak jujur karena menampakkan keimanan, padahal bukan orang-orang yang mukmin.

‼ Seorang mubtadi’ (ahli bid’ah) juga bukan orang yang jujur. Sebab, ia menampakkan diri mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal pada kenyataannya ia bukan orang yang mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kejujuran adalah salah satu sifat orang-orang yang beriman. Sebaliknya, kedustaan adalah salah satu sifat kaum munafik. (Syarh Riyadhus Shalihin “Bab ash-Shidq”, karya asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah )

Kejujuran adalah satu sifat yang telah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana termaktub di dalam al-Qur’anul Karim.

Allah subhanahu wa ta’ala juga memuji orang-orang yang memiliki sifat jujur. Allah berfirman,

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (at-Taubah: 119)

‼ Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang memiliki sifat jujur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah umat beliau agar berhias dengan kejujuran karena kejujuran menjadi pembuka dan sarana menuju seluruh akhlak mulia.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

Sungguh, kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan, dan sungguh, kebaikan itu akan membimbing ke surga.”

Kejujuran adalah tanda keislaman, timbangan keimanan, pokok agama, dan tanda kesempurnaan seseorang yang memiliki sifat tersebut. Dengan kejujuran, seorang hamba memiliki kedudukan yang tinggi, baik dalam urusan agama maupun urusan dunia. Dengan kejujuran pula, dia akan mencapai kedudukan orang-orang yang mulia.

Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan tentang para pelaku kebaikan dan memuji mereka atas kebaikan amalan mereka, yaitu amalan iman, Islam, sedekah, dan kesabaran, dengan menyebut mereka sebagai golongan orang yang jujur.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰٓئِکَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ ۙ وَالسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَابِ ۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Bukanlah menghadapkan wajah kalian ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi, sesungguhnya kebajikan adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janji apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang jujur (keimanannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (al-Baqarah: 177)

‼ Dengan kejujuran pula, seorang hamba akan ‼ selamat dari berbagai kejelekan. Keberuntungan yang besar didapatkan oleh orang-orang yang memiliki sifat jujur.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوْمُ يَـنْفَعُ الصّٰدِقِيْنَ صِدْقُهُمْ ۗ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Allah berfirman, “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kejujuran mereka.” Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar. (al-Maidah: 119)

  • Kejujuran adalah Ketenangan, Kedustaan adalah Kebimbangan

Orang yang jujur adalah orang yang tepercaya dalam mengemban setiap amanah, baik yang berkaitan dengan harta benda, hak-hak, maupun rahasia-rahasia. Orang yang jujur akan mendapatkan ketenteraman hati.

‼ Barang siapa senantiasa menjaga kejujuran ucapannya, baik ketika memerintah dan melarang, ketika membaca al-Qur’an dan berzikir, maupun ketika memberi dan menerima, ia akan tercatat di sisi Allah dan di sisi manusia sebagai orang yang jujur, dicintai, dimuliakan, dan tepercaya. Persaksiannya adalah kebaikan, hukumnya penuh keadilan, berbagai muamalahnya dipenuhi kemanfaatan, dan majelisnya dipenuhi keberkahan.

Orang yang jujur pada setiap amalannya ialah yang terjauhkan dari riya’ dan sum’ah (mencari popularitas). Yang dia inginkan dari amalannya hanyalah wajah Allah subhanahu wa ta’ala semata. Demikian pula seluruh aktivitasnya, ia tidak menginginkan darinya berbagai bentuk makar dan tipu daya.

Dengan kejujuran, seseorang tidak akan mengharapkan balasan selain dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dia akan tegas menyuarakan kebenaran sekalipun pahit dirasakan. Orang yang berlaku jujur tidak akan terpengaruh oleh celaan orang-orang.

Seorang mukmin yang terhiasi akhlak kejujuran tidak akan berdusta. Tidaklah ia berkata selain kebaikan. Ketenteraman hati dan ketenangan sikap terpancar dari hamba yang senantiasa berlaku jujur.

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ، وَالصِّدْقُ طُمَأْنِينَةٌ وَالْكَذِبُ رِيبَةٌ

Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. Kejujuran adalah ketenangan, sedangkan kedustaan adalah kebimbangan.” (HR. at-Tirmidzi, beliau mengatakan, “Hadits shahih”; dari al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma)

  • Pengaruh Kejujuran & Pengaruh Kedustaan

✅ Kejujuran dalam bertutur kata dan berbuat menyebabkan diterimanya sebuah perkataan. Disebutkan dalam hadits riwayat al-Bukhari rahimahullah , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kaum musyrikin, “Bagaimana pendapat kalian kalau aku kabarkan kepada kalian bahwa di balik bukit ini ada pasukan berkuda yang akan menyerbu, apakah kalian membenarkan perkataanku?” Mereka menjawab, “Ya, kami belum pernah mendengarmu berdusta.” (HR. al-Bukhari dalam Shahih-nya “Kitab at-Tafsir”, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu)

‼ Kaisar Heraklius bertanya kepada kaum musyrikin Makkah—di antaranya Abu Sufyan yang ketika itu belum masuk Islam—tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah dahulu kalian menuduhnya berdusta sebelum ia (Muhammad `) menyampaikan apa yang ia sampaikan?”

✅ Abu Sufyan menjawab, “Tidak.”

‼ Kaisar Heraklius mengatakan, “Sungguh, aku mengetahui, tidak mungkin ia meninggalkan perkataan dusta terhadap manusia lantas berani berdusta terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.” (HR. al-Bukhari, “Kitab at-Tafsir”, “Bab surat Ali ‘Imran: 64”)

✅ Sebaliknya, kedustaan menyebabkan ditolaknya sebuah perkataan, sekalipun benar. Minimalnya, perkataan tersebut akan diragukan. Karena pengaruh kedustaan, seseorang digolongkan sebagai orang fasik, sebagaimana halnya firman Allah subhanahu wa ta’ala,

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ  ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا  ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu.” (al-Hujurat: 6)

➡ Pengaruh kedustaan tampak pada wajah-wajah pendusta. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَوْ نَشَآءُ لَاَرَيْنٰكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيْمٰهُمْ ۗ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِيْ لَحْنِ الْقَوْلِ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ اَعْمَالَكُمْ

Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka. Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian.” (Muhammad: 30)

✅ Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menerangkan ayat ini, “Maksudnya, dengan tanda-tanda yang ada pada wajah mereka. Adalah kelaziman apabila isi hati mereka diungkapkan oleh lisan mereka. Lisan adalah gayungnya hati. Pada lisan tersebut akan tampak isi hati, baik kebaikan maupun kejelekan.” (Taisirul Karimir Rahman, asy-Syaikh as-Sa’di rahimahullah )

✅ Kedustaan termasuk sifat-sifat kemunafikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Selain itu, kedustaan akan menghilangkan keberkahan, sedangkan kejujuran akan membuahkan keberkahan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

Penjual dan pembeli memiliki hak untuk menentukan pilihan selama keduanya belum berpisah dari tempat transaksi. Jika keduanya berlaku jujur (pada sifat barang) dan menjelaskan (seandainya ada cacat pada barang), niscaya transaksi jual beli tersebut diberkahi. Akan tetapi, kalau keduanya berdusta dan menyembunyikan cacat (barang dagangan), akan dihilangkan keberkahan transaksi jual beli tersebut.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

‼ Demikian beberapa pengaruh kejujuran dan kedustaan, dan masih banyak pengaruh lainnya. Kesimpulannya, akhlak kejujuran adalah pembuka dan sarana menuju seluruh akhlak kebaikan, sedangkan kedustaan adalah sarana menuju berbagai bentuk kerusakan akhlak.

Wallahu a’lam.

=.

••|||•• [Lanjut ke Halaman 2] ••|||••