Agama bukan Perasaan, Akal dan Hawa Nafsu (Sorotan terhadap Cara Keberagamaan Kaum Muslimin)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
••.

1.SUASANA HARI ARAFAH MENGINGAT HARI KIAMAT

2.SYARIAT DAN HARTA HARAM

3.KIAT-KIAT ISLAM MENGATASI KEMISKINAN

4.ALLAH MAHA MEMBERI REZEKI

5.AMALAN-AMALAN YANG PALING DI CINTAI OLEH ALLAH

6.AJARKAN AKU PERBEDAAN

7.KAIDAH-KAIDAH MENUNTUT ILMU

==

Kenalilah Agamamu Wahai Muslim – Ustadz Ahmad Bazher 32mb

Banggalah Wahai Muslim – Ust. Ahmad Bazher35mb

Meninggalkan Sunnah Menghilangkan Agama-Ust.Mizan Qudsiyah

Jangan Salah Pilih MetodeBeragama Ust Mizan Qudsiyah 10Mb https://mir.cr/ZR66IEIJ

Agama Bukan Dengan Logika – Ustadz Mizan Qudsiyah

Antara Dalil dan Logika – Ust.Zainal Abidin Syamsudin mp3

https://mir.cr/EFSHKOO2

Selektif Dalam Mengambil Ilmu Agama – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3

https://mir.cr/XFMIDOF2

Antara Adat dan Syari`at, Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc),

Adat Yang Menjadi Sumber Hukum-Ust.Harits Abu Naufal.webm

Waspada Adat yg Menyelisihi Syariat-Ust.Harits Abu Naufal.webm

==
Ebook
Kaidah Dasar Memahami Agama –57Halaman

AGAMA YANG BENAR [Menguak Kebenaran Agama Islam Secara Konseptual dan Rasional]

Kiat Berpegang Teguh Dengan Agama Allah-Syaikh Muhammad Shaleh al-Munajjid 66Hlm

Agama Ini Telah Sempurna

Memahami Agama Garda Pelindung Dari FitnahPenulis: Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan

Mu’tazilah, Penyembah Akal

Sinkretisme Agama

==… 
==…
➡ Agama bukan Perasaan, Akal dan Hawa Nafsu (Sorotan terhadap Cara Keberagamaan Kaum Muslimin)
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
==
.

➡ “Agama bukan Perasaan”
 (Sorotan terhadap Cara Keberagamaan Kaum Muslimin)

.
Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
.
Jika kita menelisik kehidupan beragama dari kaum muslimin di Indonesia, atau negeri lainnya, maka kita akan banyak menemukan bukti dan fenomena yang menguatkan bahwa kehidupan beragama kita masih sebatas perasaan.
.
‼ Padahal agama bukanlah perasaan, hawa nafsu dan akal-akalan semata. Agama adalah wahyu dan petunjuk datang dari langit sana.

.
✅ Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
.
{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ…} [المائدة: 48]
.
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu“. (QS. Al-Maa’idah : 48)
.
✅ Al-Hafizh Imaduddin Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,
.
“أَيْ: لَا تَنْصَرِفْ عَنِ الْحَقِّ الَّذِي أَمَرَكَ اللَّهُ بِهِ إِلَى أَهْوَاءِ هؤلاء من الجهلة الأشقياء.” اهـ من تفسير ابن كثير، ط. دار طيبة، ت : سامي سلامة (3/ 128)
.
Maksudnya, janganlah engkau berpaling dari kebenaran yang Allah perintahkan kepadamu, menuju keinginan-keinginan dari orang-orang jahil lagi celaka itu“. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/128), cet. Dar Thoybah, 1420 H]
.
‼ Ini menunjukkan bahwa seorang dalam beragama tidaklah mengikuti keinginan dan perasaan manusia, tapi mengikuti wahyu dari Allah -Azza wa Jalla- dan petunjuk Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang bersumber dari bimbingan Allah.
.
✅ Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
.
أَلَا إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ، أَلَا يُوشِكُ رَجُلٌ شَبْعَانُ عَلَى أَرِيكَتِهِ، يَقُولُ : “عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْقُرْآنِ فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَلَالٍ فَأَحِلُّوهُ وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ.”
.
Ingatlah sungguh aku telah diberi Al-Kitab, dan semisalnya bersamanya. Ingatlah, hampir-hampir akan ada seseorang yang kenyang di atas ranjangnya seraya berkata, “Berpeganglah saja dengan Al-Qur’an ini. Karenanya, apa saja yang kalian temukan di dalamnya berupa sesuatu yang halal, maka halalkan, dan apa saja yang kalian temukan di dalamnya beruapa sesuatu yang haram, maka haramkanlah”. [HR. Abu Dawud (no. 4606). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Al-Misykah (no. 163)]
.
‼ Para pembaca yang budiman, jadi seorang muslim hendaknya dalam beragama, ia mengikuti petunjuk wahyu, baik yang terdapat dalam Al-Qur’an, maupun hadits (sabda) Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, bukan mengikuti perasaan dan hawa nafsu, tanpa bimbingan wahyu.
.

✅ Perasaan dan hawa nafsu adalah tabiat pada manusia. Perasaan terkadang mendorong seseorang ke arah kebaikan dan terkadang pula kepada keburukan.
.
‼ Karenanya, syariat datang menjelaskan segala sesuatu agar perasaan dapat mengikuti kebaikan yang ditunjukkan oleh wahyu.
.
✅ Perasaan, akal dan hawa nafsu bukanlah pemimpin, pengarah dan teladan bagi manusia dalam beragama. Perasaan, akal dan hawa nafsu harus ikut dan tunduk kepada petunjuk wahyu!!
.
‼ Disinilah kerusakan sebagian kaum muslimin saat ia beragama, maka ia selalu menjadikan perasaan dan akalnya sebagai penentu dan pemimpin, bukan wahyu sebagai penentu dan pemutus perkara dalam kehidupannya!!
.
✅ Akhirnya, Al-Qur’an ia kesampingkan, bahkan terkadang ia buang di balik punggungnya.
.

‼ Sebagai contoh, lihatlah mereka yang lebih memuliakan hukum-hukum Belanda, Perancis, Amerika, Jerman dan kawanannya dari kalangan orang-orang yang Allah sesatkan hatinya.
.
✅ Perasaan mereka lebih senang mengikuti hukum, atau undang-undang buatan manusia lemah, bahkan kafir, walaupun jelas-jelas banyak kekurangannya harus direvisi sepanjang abad!!
.
‼ Manakah orang-orang yang mau mengagungkan Al-Qur’an dan mengikutinya.
.
✅ Mengapakah kita meniru kaum jahiliah yang selalu mencari petunjuk dan penentu hidup dari selain wahyu Allah?!

.
✅ Jangan-jangan kita terkena firman Allah,
.
{وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ (49) أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ (50) } [المائدة: 49، 50]
.
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maa’idah : 49-50)
.
✅ Al-Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy Al-Yamaniy -rahimahullah- berkata,
.
“وَفِيهِ النَّهْيُ لَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَنْ يَتَّبِعَ أَهْوِيَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَيَعْدِلَ عَنِ الْحَقِّ الَّذِي أَنْزَلَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَإِنَّ كُلَّ مِلَّةٍ مِنَ الْمِلَلِ تَهْوَى أَنْ يَكُونَ الْأَمْرُ عَلَى مَا هُمْ عَلَيْهِ وَمَا أدركوا_عَلَيْهِ سَلَفَهُمْ وَإِنْ كَانَ بَاطِلًا مَنْسُوخًا أَوْ مُحَرَّفًا عَنِ الْحُكْمِ الَّذِي أَنْزَلَهُ اللَّهُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ، كَمَا وَقَعَ فِي الرَّجْمِ وَنَحْوِهِ مِمَّا حَرَّفُوهُ مِنْ كُتُبِ اللَّهِ.” اهـــ من فتح القدير للشوكاني (2/ 55_56)
.
Di dalam ayat ini terdapat larangan bagi Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dari mengikuti keinginan-keinginan ahli Kitab, lalu berpaling dari kebenaran yang Allah turunkan kepada beliau. Karena, pemeluk setiap agama menginginkan agar segala urusan berdasarkan sesuatu yang mereka pijaki dan sesuatu yang mereka warisi dari nenek moyangnya, walaupun urusan itu batil, mansukh (terhapus hukumnya), ataukah telah diselewengkan dari hukum yang pernah Allah turunkan kepada para nabi sebagaimana yang terjadi pada perkara rajam (bagi pezina yang sudah nikah) dan sejenisnya diantara perkara-perkara yang telah mereka selewengkan dari kitab-kitab Allah”. [Lihat Fathul Qodir Al-Jami’ baina Fannai Ar-Riwayah wa ad-Diroyah min Ilm At-Tafsir (2/70)]
.
✅ Disinilah kita akan heran dengan sebagian kaum muslimin yang amat bangga dan senang mengadopsi hukum-hukum manusia kafir, entah dari kalangan Ahlul Kitab atau selainnya, lalu membuang Al-Qur’an di balik punggung mereka.
.
‼ Padahal semua hukum yang mereka tetapkan hanyalah berdasarkan pengalaman yang didasari oleh perasaan, akal dan hawa nafsu semata.
.

Kalaupun ada diantaranya yang mereka dasari dengan hukum-hukum Taurat atau Injil, tapi ketahuilah semua hukum-hukum itu telah dihapus oleh Al-Qur’an dan diganti dengan yang lebih baik.
.
‼ Namun Taurat dan Injil yang ada di tangan mereka, kini telah disusupi berbagai utak-atik dan penyelewengan (baik berupa pengubahan kata atau kalimat, pengurangan, dan penambahan) yang dilakukan oleh para pendeta dan pembesar mereka.
.

Kalau pun mereka bersikeras bahwa itu juga kebaikan, maka kita katakan bahwa tak ada kebaikan, melainkan Al-Qur’an beserta Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- telah menjelaskannya.
.
‼ Ketahuilah bahwa hukum-hukum buatan manusia amat banyak memiliki kekurangan yang harus dibenahi sana-sini dan dihapus atau diubah.
.

Adapun hukum Allah yang tertera dalam Al-Qur’an dan Sunnah, maka ia sudah paten dan siap menjawab segala tantangan zaman, sebab ia cocok di segala tempat dan zaman.
.
‼ Kalau tak percaya, buktikan saja melalui kajian dan penerapan. Jangan tertipu dengan propaganda para pejuang hukum-hukum jahiliah.
.

✅ Gambaran lain dari sisi keberagamaan kita yang masih dilandasi oleh perasaan, adanya sekelompok kaum muslimin yang suka mengada-adakan ajaran baru alias bid’ah dalam agama.
.
Bid’ah” (penemuan baru) dalam perkara dunia selama bermanfaat dan tak membawa hal negatif, maka ia terpuji.
.

✅ Adapun bid’ah dalam perkara agama (yakni, ajaran yang baru ditemukan) yang tak pernah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, maka semuanya adalah keburukan dan kesesatan, walapun akal dan perasaan kita memandangnya sebagai perkara yang baik.
.
‼ Bid’ah dalam beragama, misalnya: perayaan Maulid, Isra’-Mi’raj, Nuzulul Qur’an, perayaan tahun baru (Masehi atau Hijriyyah), dzikir berjama’ah, haulan kematian, dan masih banyak lagi yang lainnya.

.
✅ Semua ini adalah ajaran baru yang tak ada contohnya dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.
.
Tapi anehnya, para kiai dan ustadz berusaha mengutak-atik dan mencari-cari dalih dalam membenarkannya agar dapat mengikuti selera dan perasaan masyarakat yang senang kepada bid’ah-bid’ah seperti itu.
.

✅ Padahal Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
.
مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِناَ هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
.
Barangsiapa yang mengadakan suatu perkara (baru) dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk darinya, maka perkara itu tertolak”. [HR.Al-Bukhary dalam Shahih-nya (2697) dan Muslim dalam Shahih-nya (1718)]
.
✅ Bahkan beliau bersabda mencap sesat semua bid’ah dalam perkara agama,
.
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
.
Wasapadalah kalian terhadap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat”. [HR. Abu Dawud (4609). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (2735)]
.
✅ Perkara Maulid –misalnya-, ia perkara baru yang diada-adakan orang-orang belakangan, berdasarkan perasaan mereka belaka, bukan didasari oleh dalil.
.
‼ Nanti belakangan, sejak maulid diperingati oleh banyak orang, barulah para pejuang maulid mencari-cari dalil tentang keabsahannya. Walaupun semua dalil itu tak ada sedikitpun padanya sisi yang menguatkan mereka. Entah mereka berhujjah dengan dalil yang shohih (benar), namun di tempatkan bukan tempatnya dan tidak mendukung bid’ah yang mereka serukan! Kadang pula mereka berhujjah dengan hadits-hadits yang dho’if (lemah) dan maudhu’ (
palsu).
.
✅ Jika kita mau merujuk kepada sejarah, maka maulid itu diada-adakan oleh orang-orang menyimpang dan sesat dari kalangan sekte sesat yang bernama Syi’ah.
.
✅ Seorang ulama besar Al-Azhar Asy-Syarif Mesir , Syaikh Ali Mahfuzh Al-Hasaniy –rahimahullah- berkata,
.
“أول من أحدثها بالقاهرة : الخلفاء الفاطميون في القرن الرابع ، فابتدعوا ستة موالد : المولد النبوي ، ومولد الإمام علي رضي الله عنه ، ومولد فاطمة الزهراء رضي الله عنها ، ومولد الحسن والحسين رضي الله عنهما ، ومولد الخليفة الحاضر ، وبقيت الموالد على رسومها ، إلى أن أبطلها ” الأفضل أمير الجيوش ” ، ثم أعيدت في خلافة الآمر بأحكام الله في سنة أربع وعشرين وخمسمائة ، بعدما كاد الناس ينسونها، وأول من أحدث المولد النبوي بمدينة ” إربل ” : الملك المظفر أبو سعيد في القرن السابع ، وقد استمر العمل بالمولد إلى يومنا هذا ، وتوسع الناس فيها ، وابتدعوا كل ما تهواه أنفسهم ، وتوحيه شياطين الإنس والجن” انتهى  من الإبداع في مضار الابتداع ” (ص 251)
.
✅ “Orang yang pertama kami mengada-adakan maulid di Kairo adalah para khalifah Fathimiyyah (Syi’ah) di abad keempat.
.
Mereka menciptakan 6 maulid : Maulid Nabi, Maulid Imam Ali –radhiyallahu anhu-, Maulid Fathimah Az-Zahro’ –radhiyallahu anha-, Maulid Hasan dan Husain –radhiyallahu anhuma-, dan Maulid kholifah yang berkuasa.
Maulid-maulid itu senantiasa di atas ritualnya sampai kemudian dibasmi oleh Al-Afdhol Amirul Juyusy (Penguasa Mesir).
.
✅ Kemudian maulid-maulid tersebut dihidupkan kembali pada masa khilafah Al-Amir bi Ahkamillah (dari sekte sesat Syi’ah) pada tahun 524 H, dimana manusia sebelumnya telah melupakannya.
.
‼ Orang yang pertama kali mengadakan maulid Nabi di Kota Irbil (sebuah daerah di Iraq, -pent.) adalah Raja Al-Muzhoffar Abu Sa’id pada abad ke-7 H.
.
✅ Pelaksanaan maulid terus berlanjut sampai hari kita ini. Manusia pun berluas-luas di dalamnya, dan mengada-adakan segala perkara yang disukai oleh hawa nafsu mereka, dan apa yang dibisikkan oleh setan dari kalangan jin dan manusia
.”  [Lihat Al-Ibda’ fi Madhorril Ibtida’, hal. 251, cet. Dar Al-I’tishom)
.
✅ Mantan Mufti Mesir, Al-Allamah Syaikh Muhammad Bukhoit Al-Muthi’iy –rahimahullah- berkata,
.
مما أحدث وكثر السؤال عنه الموالد، فنقول: إن أول من أحدثها بالقاهرة الخلفاء الفاطميون وأولهم المعز لدين الله
.
Diantara perkara yang diada-adakan (dalam agama) dan sering ada pertanyaan tentangnya adalah maulid.
Karenanya, kami katakan :
Sesungguhnya orang yang pertama kali mengada-adakannya ai Kairo adalah para kholifah Fathimiyyah (baca : Syi’ah), dan orang yang pertama diantara mereka (yang mengada-adakannya) adalah Al-Mi’izz li Dinillah.” [Lihat Ahsan Al-Kalam fimaa Yata’allaq
bi As-Sunnah wa Al-Bid’ah min Al-Ahkam, hal. 59, cet. Mathba’ah Kurdistan Al-Ilmiyyah, Kairo, 1329 H]
.

Perayaan hari lahir (maulid) Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, tidak muncul, kecuali pada zaman Dinasti Al-Ubaidiyyun yang juga dikenal dengan Dinasti Al-Fathimiyyun atau Al-Fathimiyyah pada tahun 362 H.
.
‼ Tidak ada seorang pun yang mendahului mereka dalam merayakan maulid ini. Kemudian, mereka diikuti oleh Raja Damaskus, Al-Muzhaffar sekitar abad ke tujuh. [
Lihat Siyar A’lam An-Nubalaa’ (20/365/no. 253)]
.
Perayaan maulid merupakan perkara baru dalam agama, karenanya para ulama dari zaman ke zaman menampakkan pengingkaran terhadap acara tersebut.
.
‼ Diantara ulama yang mengingkari perayaan maulid (namun ini bukan pembatasan karena terbatasnya halam
an):
.
✅ Al-Imam Tajuddin Abu Hafsh ‘Umar bin ‘Ali Al-Lakhmy Al-Fakihaniy (wafat 734 H) -rahimahullah- berkata,
.
“لا أعلم لهذا المولد أصلا في كتاب ولا سنة، ولا ينقل عمله عن أحد من علماء الأمة، الذين هم القدوة_في الدين، المتمسكون بآثار المتقدمين؛ بل هو بدعة أحدثها البطالون، وشهوة نفس اغتنى بها الأكالون.” اهـــ من المورد في عمل المولد (ص: 8_9)
.
Saya tidak mengetahui bagi perayaan maulid ini ada asalnya (baca: landasannya) dari Al-Kitab, dan tidak pula dari Sunnah; tidak pernah dinukil pengamalannya dari seorang pun di kalangan para ulama ummat ini yang merupakan panutan dalam agama, yang berpegang teguh dengan jejak-jejak para ulama terdahulu. Bahkan ini adalah bid’ah yang dimunculkan oleh orang-orang yang tidak punya pekerjaan (baca : pengangguran) dan bid’ah ini juga merupakan selera nafsu yang amat diperhatikan oleh orang-orang yang suka makan (baca : jago makan)”. [Lihat Al-Maurid fii ‘Amalil Maulid (hal. 8-9) karya Al-Fakihaniy, cet. Darul Ashimah, 1419 H]
.
✅ Para pembaca yang budiman, masih banyak sisi keberagamaan kita yang dilandasi oleh perasaan
.

||••|||•• Lanjut ke Halaman 2 •••||•|••
 

Iklan