Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Hari Raya Idul Adh-ha dan Tiga Hari Tasyriq (Diiringi dengan Penjelasan tentang Hukum Takbir setelah Sholat)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
••.==

Memperbanyak Takbir di Hari-Hari Terbaik-Ust.Badrusalam

Renungan Takbir – Ust.Badrusalam

Hukum Takbir setelah Sholat-Ust.Afifuddin

Keutamaan Dzikir-Ust.Ibnu YunusBag1;Bag2

Perbanyaklah Dzikir Ust.Ibnu Yunus

Keterkaitan Dzikir dengan Kehidupan Sehari-hari Ust.Ibnu Yunus

Keutamaan Dzikir-Ust.Hasan Al Jaizy

==

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah – Ustadz Ahmad Firdaus, Lc.
https://app.box.com/s/1k3frbwajqy2nho7ko88qp6bm8x7xd66
Variasi Takbir Lebaran – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA
https://app.box.com/s/5minet7oalk2kywjr4y3gax52nx8os0o
Ada Apa di 10 Pertama Dzulhijjah? – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA
https://app.box.com/s/qd4nema0anjxaopgwmk3yj7erwis51mr
Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA
https://app.box.com/s/m6qz9svvmvvfa8lof32n4ax609xzwl31
Apa Yang Kita Lakukan di Hari Lebaran? – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA
https://app.box.com/s/8by28kzxmlmcn1894thmsy92fim7s8vh
Yang Dilakukan Oleh Jamaah Haji Dari Tanggal 9 Sampai Tanggal 13 – Ustadz Dahrl Falihin, Lc
https://app.box.com/s/lrgwar7ro3ozuu095yqnre5fo2uvox2z
Tinggalkan Atau Halalkan Aku! – Ustadz Ainurrofiq, Lc
https://app.box.com/s/wm6v9galakyg47wxdgiivsl3ap57svji
Hukum Puasa Arafah di Hari Sabtu-Ust.Sofyan Chalid Ruray
https://app.box.com/s/7pnshqgcivoqokwcfvgidoyrt2a7x1n4
Lebaran Bersama Nabi – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA
https://app.box.com/s/mfk7j0c1h12wjx3hwu3mtdgowhlb07sg
Iedul Adha Bersama Nabi – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA
https://app.box.com/s/txhdmyxiqqvax3s7q6v6ul67p11kziad
Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc. M.A.
https://app.box.com/s/ur0u6cm796vz31suify9pcy3s3zjw1aj
Faedah 10 Hari Pertama Dzulhijjahh – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc. M.A.
https://app.box.com/s/j0vr75qho5tqfqsze55977006990k3cp  

=.
ebook

Amalan Awal Dzulhijjah Hingga Hari Tasyrik

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama bulan Dzulhijjah, Serta Hukum Seputar Iedul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

KEUTAMAAN SEPULUH HARI DZULHIJJAH DAN AMALAN-AMALAN YANG DISYARI’ATKAN

Keutamaan Sepuluh Hari. Dzulhijjah – Dr. Amin bin Abdullah

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah.

Amalan Utama Bulan Dzulhijjah

Ensiklopedi Amalan Bulan DZULHIJJAH –

44 Faidah Seputar 10 Hari Awal Dzulhijjah-Muhammad Shalih al-Munajjid

55 Faedah Hari Arofah-Muhammad Shalih al-Munajjid

Faidah-Faidah 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah-Muhammad Shalih al-Munajjid
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQaFhfTzdfWGs0Ym8/view
Faedah Hari Hari Tasyriq
https://drive.google.com/file/d/1V70bwTe5GBaJS6iRthsTZf994TZxHa3H/view
23 Faidah Hari Tasyriq-Muhammad Shalih al-Munajjid

44 Faidah 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah

23 Faidah Hari Tasyriq

55 Faidah Hari Arofah

==
➡ Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Hari Raya Idul Adh-ha dan Tiga Hari Tasyriq (Diiringi dengan Penjelasan tentang Hukum Takbir setelah Sholat)
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga
hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah
menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
 
.
Memperbanyak Dzikir dan Takbir di Hari Raya Idul Adh-ha dan Tiga Hari Tasyriq
(Diiringi dengan Penjelasan tentang Hukum Takbir setelah Sholat)

oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah-
.
Dzikir dan Takbir amat dianjurkan pada hari-hari utama dari 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah, terlebih lagi pada Hari Raya Idul Adh-ha dan tiga hari setelahnya yang kita kenal dengan “Hari-hari Tasyriq”, sebab kita diperintahkan memperbanyak takbir padanya.
.
Dzikir yang dianjurkan pada 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ada dua macamnya :
.

  • Pertama : Dzikir Muthlaq

.
✅ Dzikir muthlaq adalah dzikir yang tidak terikat dengan dzikir tertentu dan waktu tertentu. Dzikir ini mencakup semua jenis dzikir, seperti bertasbih, ber-tahlil, bertakbir, bertahmid, dan lainnya.
.

Jenis dzikir inilah yang diperintahkan oleh Allah -Tabaroka wa Ta’ala- dan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- di dalam Kitabullah dan Sunnah yang shohihah.
.
✅ Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ  [الحج/28]
.
Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah (berdzikir) pada hari yang telah diketahui atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
.

Hari-hari yang diketahui –dalam ayat ini- adalah 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah sebagaimana yang dijelaskan oleh sahabat Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Al-Hasan Al-Bashriy, Atho’ bin Abi Robah, Ikrimah, Mujahid bin Jabr, Qotadah bin Di’amah As-Sadusiy, Al-Imam Asy-Syafi’iy –rahimahumullah ajma’in-. [Lihat Zadul Masir (5/425) oleh Ibnul Jauziy, cet. Al-Maktab Al-Islamiy, 1405 H]
.
✅ Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam sebuah sabdanya,
.
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ ، وَالتَّكْبِيرِ، وَالتَّحْمِيدِ
.
Tidak ada hari- hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak pula lebih dicintai oleh Allah untuk beramal di dalamnya dibandingkan 10 hari ini (yakni, 10 hari pertama Dzulhijjah). Karenanya, perbanyaklah di dalamnya bertahlil, bertakbir, dan bertahmid.” [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/75), Al-Baihaqiy dalam Syu’abul Iman (3750), Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhob (no. 807), dan lainnya. Hadits ini dinilai shohih oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 5446)]
.
Pada 10 hari pertama inilah kita dianjurkan memperbanyak dzikir kepada Allah dengan berbagai macam jenisnya, baik itu bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, atau yang lainnya.
.

Dzikir muthlaq ini dianjurkan dilakukan kapan saja, baik di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ataukah pada waktu-waktu lainnya.
.

  • Kedua : Dzikir Muqoyyad

.
Dzikir Muqoyyad adalah dzikir yang terikat dengan jenis, bilangan, atau tempat.
.
‼ Dzikir Muqoyyad (terbatas) dalam pembahasan ini adalah dzikir berupa ucapan takbir yang terbatas waktunya dari Hari Arofah (9 Dzulhijjah) sampai hari terakhir dari hari-hari Tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
.

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata,
.
الحمدُ للهِ، أصحُّ الأقوال في التًكْبيرِ، الذي عليه جمهورُ السّلَف والفُقَهاء من الصحابة والأئمة: أن يُكَبِّر من فجر يوم عرفة، إلى آخر أيام التشريق، عَقِبَ كل صلاة، وُيشْرَعُ لكل أحد أن يجهر بالتكبير عند الخروج إلى العيد، وهذا باتفاقِ الأئمةِ الأربعةِ (مجموع الفتاوي” (24/ 220))
.
Segala puji bagi Allah. Pendapat yang paling benar dalam hal takbir (pada Hari Raya Idul Adh-ha, pen.), pendapat yang dipijaki oleh mayoritas salaf dan para fuqoha’ (ahli fiqih) dari kalangan para sahabat dan para imam adalah seseorang bertakbir sejak subuh Hari Arofah sampai hari terakhir dari hari-hari Tasyriq pada setiap kali sholat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan takbirnya saat ke luar menuju sholat id (baik pada Idul Fithri atau pun Idul Adh-ha, pen.). Ini berdasarkan kesepakatan para imam yang empat (Imam Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’iy, dan Ahmad bin Hambal).” [Lihat Majmu’ Al-Fatawa (24/220)]
.
✅ Kalimat bergaris dari ucapan Syaikhul Islam -rahimahullah- jangan dipahami takbir pada hari-hari tersebut hanya terbatas seusai melaksanakan sholat, bahkan mencakup semua waktu, baik seusai sholat, di rumah, di kantor, di atas kendaraan, di atas pesawat, di atas pohon, atau dimana saja, sebagaimana akan datang atsar dalam hal itu, insya Allah.
.

‼ Para pembaca yang budiman, apa yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam -rahimahullah- bahwa dzikir takbir dimulai dari Arofah sampai selesai hari-hari Tasyriq merupakan pernyataan yang benar dan sesuai dengan atsar dari para sahabat.
.

✅ Abu Abdir Rahman As-Sulamiy -rahimahullah- berkata,
.
كان يكبر بعد صلاة الفجر يوم عرفة إلى صلاة العصر من آخر أيام التشريق ويكبر بعد العصر
.
Dahulu beliau (Ali bin Abi Tholib -radhiyallahu anhu-) bertakbir setelah Sholat Fajar pada Hari Arofah sampai Sholat Ashar pada hari terakhir dari hari-hari Tasyriq, dan beliau bertakbir setelah Ashar.” [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (no. 5631). Hadits ini dinyatakan sanadnya jayyid oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’ (3/125)]
.

‼ Takbir pada hari-hari Tasyriq bukan hanya dilakukan oleh orang yang tidak berhaji, bahkan jamaah haji pun dianjurkan bertakbir pada hari-hari itu.
.
✅ Al-Imam Abu Yahya Zakariyya bin Muhammad Al-Anshoriy Al-Mihsriy -rahimahullah- berkata,
.
والصحيح عند الشافعية: أن الحاج يكبر من ظهر يوم النحر، وغيره، ومن صبح عرفة إلى عقب عصر أيام التشريق، وعليه العمل كما قاله النووي، قال في “الروضة”: وهو الأظهر عند المحققين
.
Pendapat yang benar di sisi Madzhab Syafi’iyyah bahwa orang yang berhaji melakukan takbir pada waktu Zhuhur di Hari Qurban dan selainnya, sejak subuh hari Arofah sampai setelah Ashar dari hari-hari Tsayriq. Inilah yang diamalkan, sebagaimana yang dikatakan oleh An-Nawawiy. Beliau berkata dalam kitab Ar-Roudhoh, ‘Itulah pendapat yang terkuat.” [Lihat Minhah Al-Bari (3/44) oleh Zakariyya Al-Anshoriy]
.
‼ Bertakbir pada Hari Raya Idul Adh-ha dan di hari-hari Tasyriq merupakan perkara yang diperintahkan, sebagaimana halnya bertakbir di Hari Idul Fithri sampai imam datang ke lapangan pada hari itu untuk memimpin sholat Idul Fitri.
.
✅ Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
.
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (203) [سورة البقرة (2) : آية 203]
.
Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, Maka tiada dosa baginya. dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), Maka tidak ada dosa pula baginya[129], bagi orang yang bertakwa. dan bertakwalah kepada Allah, dan Ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.” (QS. Al-Baqoroh : 203)
.

✅ Al-Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thobariy -rahimahullah- berkata saat membawakan menafsirkan ayat ini dan membawakan sejumlah atsar yang menguatkan pernyataan beliau,
.
أمر عباده يومئذ بالتكبير أدبارَ الصلوات، وعند الرمي مع كل حصاة من حَصى الجمار يرمي بها جَمرةً من الجمار…وإنما قلنا: إنّ”الأيام المعدودات”، هي أيام منى وأيام رمي الجمار لتظاهر الأخبار عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه كان يقول فيها: إنها أيام ذكر الله عز وجل.
.
Dia (Allah -Azza wa Jalla-) memerintahkan para hamba-Nya pada hari itu untuk bertakbir di belakang sholat-sholat, dan saat melempar bersama setiap lemparan orang yang melempar jumroh (yakni, jamaah haji), yang ia gunakan melempar jumroh dari jumroh-jumroh yang ada…
.
✅ Hanyalah kami katakan bahwa “hari-hari yang berbilang”  bahwa ia adalah hari-hari Mina dan hari-hari melempar jumroh (yakni, hari-hari Tasyriq) karena tersebarnya hadits-hadits dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda tentang hari-hari itu adalah hari-hari berdzikir kepada Allah -Azza wa Jalla-.” [Lihat Jami’ Al-Bayan (4/208 & 211)]
.

Hari Idul Adh-ha dan tiga hari Tasyriq merupakan hari-hari bergembira di dalamnya kaum muslimin menikmatan hewan qurban dan minuman yang halal, serta  memperbanyak mengingat Allah (berdzikir) di dalamnya.
.

✅ Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
.
« أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ ».
.
Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” [HR. Muslim dalam Shohih-nya (no. 1141) dan Ahmad dalam Al-Musnad (5/75) dari Nubaisyah -radhiyallahu anhu-]
.

✅ Dalam rangka mengingatkan manusia agar jangan lalai di hari-hari Tasyriq, sahabat yang mulia Umar -radhiyallahu anhu- mengeraskan suaranya dalam bertakbir saat beliau berhaji di Mina. Saking kerasnya suara beliau, sampai orang-orang yang ada di masjid Mina mendengarkan suara takbir beliau, bahkan orang-orang yang ada di pasar musiman di Mina juga mendengarkan suara beliau. Akhirnya, mereka semua bertakbir sebagaimana Umar -radhiyallahu anhu- bertakbir.
.
✅ Ubaid bin Umair Al-Laitsiy Al-Junda’iy -rahimahullah- berkata,
.
وَكَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُكَبِّرُ فِي قُبَّتِهِ بِمِنًى فَيَسْمَعُهُ أَهْلُ الْمَسْجِدِ فَيُكَبِّرُونَ وَيُكَبِّرُ أَهْلُ الْأَسْوَاقِ حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيرًا
.
Dahulu Umar -radhiyallahu anhu- bertakbir di kemahnya di Mina. Orang-orang di masjid mendengar beliau, lalu mereka pun bertakbir dan bertakbir pula orang-orang di pasar sampai Mina bergetar (bergemuruh) dengan suara takbir.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (1/441) secara mu’allaq, Al-Baihaqiy dalam As-Sunan Al-Kubro (3/321)]
.

✅ Sirojuddin Abu Hafsh Ibnul Mulaqqin Al-Mishriy -rahimahullah- berkata,
.
وهذا منه على وجه التذكير للناس على ذكره لما روي أنه – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: “أيام مني أيام أكل وشرب وذكر الله” وخاف الغفلة على الناس عن ذكر الله تعالى، وقد قَالَ ابن حبيب: ينبغي لأهل منى أن يكبروا أوَّل النهار، وإذا ارتفع، ثم إذا زالت الشمس، ثم بالعشي. وكذا فعل عمر رضي الله عنه
.
Ini adalah (perbuatan) dari beliau (Umar) dalam rangka mengingatkan manusia dalam berdzikir kepada Allah berdasarkan hadits yang diriwayatkan bahwa Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
“Hari-hari Mina adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”

.
✅ Beliau mengkhawatirkan kelalaian pada manusia dari berdzikir kepada Allah -Ta’ala-.

Sungguh Ibnu Habib pernah berkata, ‘Sepantasnya bagi orang-orang yang ada di Mina (yakni, para jamaah haji) untuk bertakbir di awal siang, saat matahari meninggi, lalu saat matahari tergelincir, lalu di sore hari hari. Demikianlah yang dilakukan oleh Umar -radhiyallahu anhu-‘.” [Lihat At-Taudhih li Syarh Al-Jami’ Ash-Shohih (8/117)]

.
✅ Al-Imam Al-Bukhoriy -rahimahullah- meriwayatkan secara mu’allaq dengan shighoh jazm dalam Shohih-nya (1/441) dari Ibnu Umar dan Maimunah (Ummaul Mukminin) -radhiyallahu anhuma- :
.
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يُكَبِّرُ بِمِنًى تِلْكَ الْأَيَّامَ وَخَلْفَ الصَّلَوَاتِ وَعَلَى فِرَاشِهِ وَفِي فُسْطَاطِهِ وَمَجْلِسِهِ وَمَمْشَاهُ تِلْكَ الْأَيَّامَ جَمِيعًا
وَكَانَتْ مَيْمُونَةُ تُكَبِّرُ يَوْمَ النَّحْرِ وَكُنَّ (وَكَانَ) النِّسَاءُ يُكَبِّرْنَ خَلْفَ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ وَعُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ لَيَالِيَ التَّشْرِيقِ مَعَ الرِّجَالِ فِي الْمَسْجِدِ
.
✅ “Dahulu Ibnu Umar bertakbir di Mina pada hari-hari itu (yakni, hari-hari Tasyriq), di belakang sholat-sholat, di atas tempat tidur beliau, di dalam kemahnya, di tempat duduknya dan pada saat berjalannya beliau pada hari-hari itu seluruhnya.
.

Dahulu Maimunah bertakbir pada hari Qurban dan para wanita bertakbir di belakang Aban bin Utsman dan Umar bin Abdil Aziz pada hari-hari Tasyriq bersama kaum laki-laki di masjid.”
.
‼ Takbir yang dilakukan oleh para salaf tersebut dilakukan oleh setiap orang tanpa berjamaah dan dilakukan pada semua keadaan, termasuk seusai sholat.
.

✅ Al-Imam Ahmad bin Muhammad Al-Qosthilaniy -rahimahullah- berkata saat mengomentari atsar-atsar ini,
.
فهذه الآثار قد اشتملت على وجود التّكبير في تلك الأيام عقب الصلوات وغيرها من الأحوال،
.
Sungguh atsar-atsar ini  mengandung adanya takbir pada hari-hari itu di akhir sholat-sholat, dan kondisi-kondisi lainnya.” [Lihat Irsyad As-Sariy (2/218)]
.

✅ Para pembaca yang budiman, jenis-jenis dzikir yang kami jelaskan di atas, pernah disebutkan oleh Al-Imam Ibnu Rajab Al-Hambaliy Al-Baghdadiy -rahimahullah- saat beliau berkata,
.
وذكر الله في هذه الأيام نوعان :
أحدهما : مقيد عقيب الصلوات_والثاني : مطلق في سائر الأوقات . فأما النوع الأول :
فاتفق العلماء على أنه يشرع التكبير عقيب الصلوات في هذه الأيام في الجملة ، وليس فيهِ حديث مرفوع صحيح ، بل إنما فيهِ آثار عن الصحابة ومن بعدهم ، وعمل المسلمين عليهِ .
.
“Dzikir kepada Allah di hari-hari ini (yakni, 10 hari pertama Dzulhijjah dan 3 Hari Tasyriq, pen.) ada dua jenisnya :
.

||••||•• Lanjut ke Halaman 2 ••||••||