Anak, Mereka Adalah Amanah
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
••

Yang Menyejukkan Mata (Qurrata A’yun)- Ustadz Hudzaifah Maricar, Lc., MA 21Mb

Mengapa Anak Nakal – Ustadz Zainal Abidin 5Mb25Mnit

Tips Jitu Membiasakan Anak Sholat-Ust Zainal Abidin Syamsudin

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah_ M.A. – Didiklah Anak dan Istrimu 6Mb

Kekeliruan dlm Mendidik Anak – Ust.Ahmad Zainuddin

Kesalahan Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak – Ustadz Ayip Syafruddin Hafidzahullahu

Ustadz Armen Halim Naro -Bagaimana Mendidik AnakBag1-Bag2

Ustadz Abu Qatadah – Peran Ibu Dalam Mendidik Anak Tafsir Surat At Tahrim Ayat 6

Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat – Pendidikan Anak Dalam Islam

113 Audio mp3 Ustadz Abdullah Zaen -Fiqih Tarbiyatil Abna(Pendidikan Anak)

Audio mp3 Ustadz Ahmad Zainuddin – Pendidikan Anak dalam Islam

Audio mp3 Ustadz Abdullah Zaen – Qurratul ‘ Uyun Al Muwahhidin(Penyejuk Mata Orang Beriman

=…
Ebook

Panduan Mendidik Anak Sesuai Sunnah Nabi-Syaikh Abdussalam as Sulayman223Hlm

Konsep Pendidikan Anak-Ust.Abu Hafizhah 71Hlm

Dasar-dasar Tauhid dan Fikih bagi Anak-Anak-Yahya Bin Ali Al Hajuri 78 hlm

Aqidah Untuk Anak: 

Hafalan Hadits Untuk Anak: 

Siroh Ringkas Untuk Anak:

Bahasa Arab Untuk Anak: 

Cara Mendidik Anak

Pendidikan Anak dalam Pandangan Islam

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama –

==…
➡ Anak, Mereka Adalah Amanah
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga
hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah
menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
==

  • Anak, Mereka Adalah Amanah

.
[oleh Al Ustadz Abu Muhammad Farhan]
.
Nampak dari pandangan kasat mata, hidupnya baik-baik saja. Ekonomi kelas atas, tidak kurang suatu apa. Bukan hanya rumah yang mentereng tingkat, kendaraannyapun mobil terhitung baru masih mengkilat. Orang menilai kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Namun, rumah itu sepi. Ternyata ada sesuatu yang kurang. Belum pernah terdengar tangisan keras seorang bayi. Padahal sudah sekian tahun menikah. Allah belum berkenan mengaruniakan anak kepada keluarga itu.
.
Berbagai usaha tidak kurang telah ditempuh. Konsultasi pada para ahli, berobat dan terapi, sampai bayi tabung telah dilakukan. Hasilnya masih nihil. Memang, sebuah keluarga belum sempurna tanpa kehadiran anak. Rasanya hambar tanpa gelak canda mereka. Rumah seolah semakin sepi tanpa rengek tangis mereka.

.
Fitrah manusia memang cinta terhadap anak. Makanya, perasaan sedih dan gelisah saat buah hati tak kunjung datang. Akan semakin panik setelah sebab-sebab ditempuh, waktu dan biaya dikeluarkan, namun belum juga ada tanda kehamilan. Sungguh, buah hati adalah karunia yang selalu dinanti.

Mahabenar Allah dalam firman-Nya yang artinya,
.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَالْبَـنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰب.ِ
.
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.“(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 14)
.

✅ Bukan hanya kita, bahkan para nabi pun mengharap akan hadirnya anak. Dalam banyak ayat Al Quran kita bisa membaca kisah mereka menanti buah hati. Nabi Ibrahim yang menunggu karunia anak hingga tua, Nabi Zakaria yang tiada putus asa dalam doa, juga bagaimana kesedihan Nabi Ya’qub yang mendalam saat hilang salah satu putranya, yaitu Yusuf
.
Allah pun mengajarkan kepada kita doa orang saleh dalam meminta anak. Lebih dari itu, syariat Islam mengatur semua sebab dalam mewujudkannya. Mulai kriteria dan cara memilih pasangan, prosesi pernikahan, dan seterusnya, sampai doa khusus mendatangi istri. Ini semua menjadi bukti kuat bahwa manusia secara fitrah dan tabiat menginginkan anak. Karena Islam adalah agama fitrah.
.

  • Doa Memohon Anak Shaleh 1 (Doa Nabi Ibrahim)

.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
.

Robbi hab lii minash-shoolihiin.
.

Ya Rabb-ku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (Ash-Shaffat [37]: 100)
.
.

  • Doa Memohon Anak Shaleh 2 (Doa Nabi Dzakariya)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
.

Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii’ud-du’aa’
.
.
Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa. (Ali Imran [3]: 38).

.

  • Doa Memohon Keturunan (Doa Nabi Dzakariya)

.
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
.

Robbi laa tadzarnii fardan, wa anta khoirul waaritsiin.

.
Ya Rabb-ku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah Waris yang Paling Baik. (al-Anbiya’ [21]: 89).
.

  • Doa Memohon Banyak Harta Dan Anak (Doa Nabi Muhammad)

.
اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي
.

Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii.
.

Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri.- HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480.

.

  • Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur, Agar Bisa Beramal Shaleh Dan Minta Anak Shaleh

.
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
.

Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.

.
Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (Al-Ahqaf [46]: 15).

.

  • Doa Memohon Banyak Harta, Anak, Panjang Umur, Dibaguskan Amal Dan Diampuni Dosa (Doa Nabi Muhammad)

.
اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي، وَأَطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَحْسِنْ عَمَلِي، وَاغْفِرْ لِي
.

Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii, wa athil hayaatii ‘alaa thoo’atik, wa ahsin ‘amalii, wagh-fir lii.

.
Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan kepada-Mu, dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.-HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480
.
.

  • Doa Memohon Istri Dan Anak Sebagai Penyenang Hati

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
.

Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.
.

Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan [25]: 74).

.
✅ Pembaca, betapa bahagia seorang yang mendapatkan anugerah berupa anak. Ya, manusia hanyalah sebatas usaha, Allah l lah yang memberikannya. Allah memberikan anak laki-laki atau perempuan, atau laki-laki dan perempuan sekaligus sesuai dengan hikmah dan keutamaan-Nya.
.
✅ Allah berfirman yang artinya,
.

لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۗ يَهَبُ لِمَنْ يَّشَآءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَنْ يَّشَآءُ الذُّكُوْرَ

Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 49)
.

اَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَّاِنَاثًا  ۚ وَيَجْعَلُ مَنْ يَّشَآءُ عَقِيْمًا ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ قَدِيْرٌ
atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”(QS. Asy-Syura 42: Ayat 50)
.
Allah semata yang mengatur alam semesta ini. Dia yang menahan, dan Dia yang memberi. Nikah hanyalah sebatas sebab saja. Selanjutnya terserah kepada Allah, siapa yang akan diberi, dan siapa yang tidak diberi. Baik laki-laki atau perempuan semuanya adalah anugerah yang harus disyukuri. Dua anak bagus. Tiga anak lebih bagus. Empat anak istimewa. Semakin banyak anak berarti karunia Allah semakin besar. Bahkan, Rasulullah ` menganjurkan untuk banyak anak. Maksudnya, terus berusaha dan berdoa meminta anak yang banyak dan saleh salehah. Namun, bagi yang Allah takdirkan untuk diberi satu anak pun harus tetap mensyukurinya dengan sebenarnya. Karena anak adalah karunia.
.
✅ Ya, bersyukur dengan sebenarnya, itulah kewajiban kita. Walaupun itu tidak mudah, namun harus tetap diusahakan. Sama dengan pelaksanaan tugas dan beban tanggung jawab yang lainnya, terus berusaha sambil berdoa.
Bagaimanakah bentuk syukur yang sebenarnya itu? Yaitu dengan memenuhi tiga rukun syukur sekaligus tentunya.
.
✅ Asy Syaikh Abdurrahman bin Nasir As Sa’di menjelaskan dalam kitab Al Qaulul Sadid, bahwa syukur harus dengan kalbu, yaitu yakin bahwa karunia itu dari Allah, menggunakan lisan dengan memuji dan menyanjung-Nya, serta dengan anggota badan berupa memanfaatkannya dalam ketaatan kepada-Nya. Itulah rukun syukur.
.

Ringkasnya, menyadari bahwa anak adalah amanah, kemudian mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Menjaga mereka, memenuhi nafkah lahiriyah dan bathiniyah berupa pengajaran ilmu agama. Inilah yang terpenting. P
enjagaan terhadap anak tentu bukan hanya kesehatan, keselamatan dalam kehidupan dunia saja. Bahkan lebih dari itu adalah mengupayakan keselamatan di akhirat. Ini akan terwujud tidak ada kata lain kecuali pengajaran keagamaan.
.
✅ Demikian Allah menyebutkanya dalam Al Quran sebagai satu-satunya tugas kepala keluarga. Allah berfirman yang artinya,
.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
.
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)
.

✅ Penjagaan terhadap anak tentu bukan hanya kesehatan, keselamatan dalam kehidupan dunia saja. Bahkan lebih dari itu adalah mengupayakan keselamatan di akhirat. Ini akan terwujud tidak ada kata lain kecuali pengajaran keagamaan.
.
Inilah tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga. Yaitu menjaga mereka dari api neraka. Maksudnya diterangkan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsir beliau bahwa, “Perintahkanlah mereka untuk mengerjakan perbuatan yang makruf, laranglah dari setiap kemungkaran. Jangan kalian biarkan anak-anak begitu saja, sehingga dilahap api neraka.” Sahabat Ali bin Abi Thalib menjelaskan, “Ajarkan kepada mereka adab islami dan ilmu agama Islam ini.” Sementara Abdullah bin Abbas menafsirkan, “Laksanakan ketaatan kepada Allah, jauhilah kemaksiatan kepada-Nya, perintahkan keluarga kalian untuk berzikir. Pasti Allah akan menyelamatkan kalian dari api neraka.” [Tafsir Ibnu Katsir].
.

✅ Dalam makna yang sama, Allah berfirman yang artinya, “
.

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۗ لَا نَسْــئَلُكَ رِزْقًا ۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
.
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.“(QS. Ta-Ha 20: Ayat 132)

.
Artinya, kita hanya diperintahkan untuk menjaga ketaatan dan kesalahen keluarga. Bukan mengupayakan harta yang berlebih untuk mereka. Bahkan, Allah lah yang akan memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa dalam penghambaan dan pengabdian diri kepada-Nya.
.
Oleh sebab itu, Allah berfirman setelah menyebutkan hikmah penciptaan jin dan manusia, yang artinya,
.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
.
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)
.
مَاۤ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَاۤ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
.
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 57)
.
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ
.
Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 58)

.

Harta melimpah, adalah perkara mubah tidak dilarang. Selama didapat dengan cara yang halal dan disalurkan pada yang halal pula. Juga tidak menghalangi dan membuat lalai dari akhirat.
Memberi nafkah kepada keluarga pun adalah kewajiban yang bernilai ibadah. Namun, yang ingin ditekankan adalah bahwa keselamatan mereka dari api neraka adalah yang paling utama. Sehingga itulah yang paling harus diperhatikan. Sekali lagi, caranya dengan pengajaran agama yang benar kepada anak dan keluarga.
.

•••|||••• (Lanjut ke Halaman 2) •••|||•••