Kewajiban Muslim ‘Menjauhi Sikap Ghuluw terhadap Orang-orang Sholih’
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
••
1.Daripada Mubazir, Bolehkah Mengambil Sisa Makanan di Kafe atau Restauran?

2.Hakikat Tauhid adalah Kalimat Laa ilaaha illallah (Bag. 2)

3.Hukum Oleh-Oleh Haji & Umrah

4.Hakikat Tauhid adalah Kalimat Laa ilaaha illallah (Bag. 1)

5.Nasehatilah Pemimpinmu Secara Diam-Diam

6.Doa Menyembelih Udhiyah(Hewan Kurban) yang Sesuai Sunnah

7.Menangisi Mayat Menambah Siksa Mayit?

==…

Bahaya.Sikap Berlebihan [Ustadz Hasan al-Jaizy]

Melampaui Batas dalam Menyikapi Para Ulma dan Orang Sholeh – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 21Mb

Hukum Berdoa Meminta Kepada Orang Shalih Yang Telah Meninggal-Ust.Harist Abu Naufal.mp3

Ghuluw Terhadap Orang Shalih

Menyembah Kuburan Orang Shalih-Ust Firanda Andirja 11Mb 1Jam

Bahaya Ghuluw dan Mengkultuskan Individu-Ust.Abu Haidar.As Sundawy

79Audio Fathul Majid | Syarh Kitabut Tauhid |Ustadz Abu Hamzah Yusuf |

213 Audio Qoulul Mufid ‘ala KitabutTauhid-Ustadz Abu Haidar As- Sundawy

Penyebab Utama Kekafiran Adalah GhuluwTerhadap Orang Shaleh-Ustadz Abu Haidar As- Sundawy Bag1:Bag2:Bag3:Bag4

Diantara Sebab Kekufuran Bani Adam Dan Meninggalkan Agama Adalah Ghuluw Terhadap Orang Shalih – Ustadz Usamah Faishol Mahri

Sebab-Sebab.Kekufuran bani adam adalah Ghuluw Terhadap Orang-orang Sholeh-Ust.Abul Hasan

Bahayanya Sifat Ghuluw dalam.Beragama-Ust.Fauzi Athar

==

10 Amalan Sunnah Bulan Dzulhijjah-Ust Sofyan Chalid Ruray 16Mb
https://app.box.com/s/e9pi1taerm68b75ce8d27n76ug4dbbxa
Cara Menyambut 10 Hari Pertama Dzulhijjah – Ustadz Sufyan Bafin Zen 22Mb
https://app.box.com/s/hzaf0t8w4k3u83wxdg6zx4d3p2po72yo
Kesyirikan Yang Dianggap Biasa-Ust.Ade Agustian 30Mb
https://drive.google.com/file/d/1CP3lGYWqioqIqS2omr8cXr81Xo_h-8X9/view?usp=drivesdk
Adab Adab Wanita Keluar Rumah – Ustadz Riffi Hamdani 22Mb
https://app.box.com/s/o8wkp25vma9x6ylbr5fr1vss4xw1y6is
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah – Ust.Ade Agustian.Lc 23Mb
https://app.box.com/s/wcq101o7kdnqd3furrg89ob4te8tyr31
Sunnah dan Bid’ah dalam Bertakbir Dzulhijjah dan Syawwal Ust Sofyan Chalid Ruray
https://app.box.com/s/t5cepdhfyj5esuxr6xb0u1a6mi7joy88
Rokok Membunuhmu-Ust.Dr.Musyaffa’ Ad Dariny MA
https://app.box.com/s/9dfomn5b6e8m30312hrg2l3bh98m780m
Tanya Jawab Seputar Wanita Muslimah Pertemuan 1 – Ustadz Musta’in Syahri, Lc.
https://app.box.com/s/s4vayf9x9432v5wdpttj17uctd1ybewg
28 Audio Kumpulan Ceramah Ust. Abdullah Zein. MA
https://archive.org/details/ust_zain
34Audio MP3 Ceramah Ustadz Firanda
Andirja,MA
https://archive.org/details/MP3CeramahUstadzFirandaAndirjaMA
52 File Mp3-Ust. Muhammad Arifin Badri
https://archive.org/details/DakwahRisalahArifinBadri
.=
Ustadz Nizar Sa’ad Jabal, Lc.,M.Pd. – Fiqih Problematika Rumah Tangga

Ustadz Ilham Thabrani – Salah Paham dalam Rumah Tangga

Takdir-Ust.Ahmad Bazher

Khauf & Khasyatullah Ust Ahmad Bazher

Untukmu Yang Baru Hijrah [Ustadz Hasan al-Jaizy]
hasanaljaizy.com/repo/mp3/Untukmu%20Yang%20Baru%20Hijrah%20[Ustadz%20Hasan%20al-Jaizy].mp3
Kumpulan mp3 Ustadz Hasan al-Jaizy
http://hasanaljaizy.com/mp3.php
52 Audio Ceramah Singkat di Yufid.TV
https://archive.org/details/126CeramahSingkatCaraMeraihKesuksesanDanKebahagiaanUstadzAbdurrahmanThayyibLc
24 Audio Nasehat dan Renungan Islam di Yufid.TV
https://archive.org/details/23RenunganSingkatHiasiDakwahmuDenganAkhlakMuliaUstadzMuhammadWujudArbain.
(FILE WEBM DIPUTAR DENGAN MX PLAYER)
.=== 

Ebook

Hukum Ghuluw Terhadap Orang Shalih

=
➡ Kewajiban Muslim ‘Menjauhi Sikap Ghuluw terhadap Orang-orang Sholih’
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
➡ Kewajiban Muslim ‘Menjauhi Sikap Ghuluw terhadap Orang-orang Sholih’
.
Oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
_hafizhohulloh_
.
Sikap “ghuluw” (berlebihan) terhadap orang-orang sholih, banyak kita temukan pemandangannya di negeri kita, dari sabang sampai Merauke, bahkan juga di berbagai belahan dunia.
.
‼ Ghuluw (ekstrim) kepada mereka adalah melampaui batas dalam mengagungkan orang-orang sholih sampai terjerumus dalam kesyirikan.
.
✅ Orang-orang sholih yang dikultuskan terkadang dari kalangan nabi, orang yang dianggap wali, kiyai, guru, pemimpin, dan lainnya.
 [Lihat At-Tamhid (hal. 331), oleh Sholih Alusy Syaikh]
.

‼ Bahkan parahnya lagi, ada yang mengkultuskan hewan dan berlebihan padanya (semisal, Kiai Slamet di Solo). 
.
✅ Sikap ghuluw terhadap orang-orang yang dianggap sholih bisa berupa ucapan, perbuatan atau keyakinan hati
.
.
‼ “Ghuluw” dalam ucapan, seperti ghuluw-nya orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allah, atau orang-orang Nasrani yang mengatakan bahwa Nabi Isa bin Maryam adalah anak Allah.
.
‼ “Ghuluw” dalam perbuatan, seperti melakukan thowaf pada kuburan, ber-i’tikaf (berdiam diri alias tirakatan) di kuburan, atau beribadah padanya karena meyakini ibadah disana lebih khusyu’ dan syahdu.
.
‼ Diantara ghuluw dalam perbuatan, berdoa menghadap kubur Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- atau kubur siapa saja, menyembelih hewan untuk makhluk halus atau orang sholih, rukuk dan sujud kepada selain Allah!!

.
Adapun ghuluw dalam keyakinan, seperti keyakinan kaum shufi (tarekat) bahwa para wali-wali ikut dalam mengatur alam semesta, atau mampu memenuhi hajat, dan permohonan orang-orang yang bermohon kepadanya.
.
‼ Semua ini adalah bentuk ghuluw dan kultus individu yang akan menyeret umat manusia menuju kubang kesyirikan yang telah diharamkan oleh Allah -Azza wa Jalla- di dalam seluruh kitab-kitab-Nya, dan para nabi atau rasul dalam syari’at mereka.
.

‼ Pembaca yang budiman, tahukah anda tentang sebab manusia jatuh dalam lembah kesyirikan, sehingga mereka mengangkat sekutu dan tandingan bagi Allah.
.
✅ Sekutu-sekutu itu mereka jadikan tempat berdoa, tawakkal, berlindung dari bahaya, takut, dan mengharapkan sesuatu atau hajatnya kepada mereka!

.
‼ Ketahuilah, semua itu bermula dari sikap “ghuluw” (berlebihan)nya manusia kepada orang-orang sholih.
.
✅ Inilah yang pernah disinyalir oleh Allah -Azza wa Jalla- dalam firmann-Nya,
.
{وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا} [نوح: 23]
.
Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr“. (QS. Nuh : 23)
.
Wadd, Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr adalah nama-nama orang sholih yang dikultuskan oleh kaum Nabi Nuh -Shallallahu alaihi wa sallam-, sehingga berubah menjadi berhala-berhala dan arca yang disembah oleh mereka dan umat-umat setelahnya.
.
‼ Abdullah bin Abbas -radhiyallahu anhu- berkata,
.
صَارَتْ الْأَوْثَانُ الَّتِي كَانَتْ فِي قَوْمِ نُوحٍ فِي الْعَرَبِ بَعْدُ،
أَمَّا وَدٌّ كَانَتْ لِكَلْبٍ بِدُوْمَةِ الْجَنْدَلِ وَأَمَّا سُوَاعٌ كَانَتْ لِهُذَيْلٍ وَأَمَّا يَغُوثُ فَكَانَتْ لِمُرَادٍ ثُمَّ لِبَنِي غُطَيْفٍ بِالْجَوْفِ عِنْدَ سَبَإٍ وَأَمَّا يَعُوقُ فَكَانَتْ لِهَمْدَانَ وَأَمَّا نَسْرٌ فَكَانَتْ لِحِمْيَرَ لِآلِ ذِي الْكَلَاعِ أَسْمَاءُ رِجَالٍ صَالِحِينَ مِنْ قَوْمِ نُوحٍ.
فَلَمَّا هَلَكُوا أَوْحَى الشَّيْطَانُ إِلَى قَوْمِهِمْ أَنْ انْصِبُوا إِلَى مَجَالِسِهِمْ الَّتِي كَانُوا يَجْلِسُونَ أَنْصَابًا وَسَمُّوهَا بِأَسْمَائِهِمْ فَفَعَلُوا فَلَمْ تُعْبَدْ حَتَّى إِذَا هَلَكَ أُولَئِكَ وَتَنَسَّخَ الْعِلْمُ عُبِدَتْ
.
Berhala-berhala yang dahulu ada pada kaumnya Nuh, setelah itu ada pada orang-orang Arab. Adapun Wadd, maka ia adalah berhala suku Kalb, di daerah Dumatul Jandal. Adapun Suwaa’, maka ia adalah berhala milik suku Hudzail. Adapun Yaghuts, maka ia adalah berhala milik suku Murod, lalu Suku Bani Ghuthoif, di daerah Al-Jauf, di sisi negeri Saba’. Adapun Ya’uuq, maka ia adalah berhala bagi suku Hamdan. Adapun Nasr, maka ia adalah berhala milik suku Himyar, yaitu keluarga Dzul Kala’. (Semua nama berhala-berhala itu) adalah nama orang-orang sholih dari kaumnya Nuh.
.

Tatkala mereka meninggal, maka setan mewahyukan kepada kaum mereka, “Bangunlah pada majelis-majelis mereka arca-arca, dan namailah dengan nama-nama mereka”. Akhirnya, mereka melakukan hal itu, tapi berhala-berhala itu belum disembah sampai kaum (yang membangun berhala-berhala itu) telah binasa, ilmu telah hilang, maka berhala-berhala itu akhirnya disembah”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab At-Tafsir (no. 4920)]
.
‼ Para ahli tafsir menjelaskan awal penyimpangan kaum Nuh sampai mereka menyembah berhala bahwa mereka membuat tugu kenangan dalam rupa orang-orang sholih itu di majelis-majelis mereka, agar mereka memiliki semangat untuk beramal sholih saat melihat gambar atau tugu mereka.
.
✅ Kemudian setan membisikkan kepada mereka agar mencari berkah dengan cara mengusap tugu atau arca tersebut.
.
‼ Ritual ini berlangsung lama sampai terus berkembang dengan diikuti dengan ritual-ritual lainnya, berupa penyembelihan hewan di sisinya, bersujud di hadapannya, berdoa kepadanya, dan berbagai macam penyembahan lainnya.

.
Ketika paham PAGANISME (penyembahan berhala) masuk ke negeri Arab melalui usaha buruk dari Amer bin Luhaiy, maka ini adalah musibah besar atas mereka. Akhirnya, tersebarlah penyembahan berhala di Makkah dan Jazirah Arab saat itu. [Lihat Fath Al-Bari (14/53) karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolaniy]
.
Orang-orang sholih itu adalah makhluk yang lemah, yang tak layak disembah.
.
✅ Ketika ia disembah dan diibadahi, maka para penyembahnya telah mengangkat derajat orang-orang sholih itu sebagai seorang makhluk atau hamba menjadi tuhan yang disembah.

.
‼ Inilah yang dimaksud dengan ghuluw (berlebihan dan melampaui batas)!
.
✅ Di zaman dahulu, paham paganisme amat tersebar di penjuru dunia, sampai pengikut agama-agama samawi (seperti, orang-orang Yahudi dan Nasrani) pun terjangkiti penyakit pengkultusan dan penyembahan kepada selain Allah.
.
‼ Karenanya, mereka menyembah nabi-nabi dan orang sholih mereka di kalangan mereka pada masa itu sampai hari ini, sebagaimana yang anda saksikan sendiri.
.
✅ Inilah sebabnya mereka mendapat teguran dari Allah -Azza wa Jalla- dalam firman-Nya,
.
{يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا} [النساء: 171]
.
Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kalian mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”. Berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara”. (QS. An-Nisaa’ : 171)
.
✅ Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,
.
“يَنْهَى تَعَالَى أَهْلَ الْكِتَابِ عَنِ الْغُلُوِّ وَالْإِطْرَاءِ، وَهَذَا كَثِيرٌ فِي النَّصَارَى، فَإِنَّهُمْ تَجَاوَزُوا حَدَّ التَّصْدِيقِ بِعِيسَى، حَتَّى رَفَعُوهُ فَوْقَ الْمَنْزِلَةِ الَّتِي أَعْطَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا، فَنَقَلُوهُ مِنْ حَيِّزِ النُّبُوَّةِ إِلَى أَنِ اتَّخَذُوهُ إِلَهًا مِنْ دُونِ اللَّهِ يَعْبُدُونَهُ كَمَا يَعْبُدُونَهُ، بَلْ قَدْ غَلَوْا فِي أَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِمَّنْ زَعَمَ أَنَّهُ عَلَى دِينِهِ، فادَّعوْا فِيهِمُ الْعِصْمَةَ وَاتَّبَعُوهُمْ فِي كُلِّ مَا قَالُوهُ، سَوَاءٌ كَانَ حَقًا أَوْ بَاطِلًا أَوْ ضَلَالًا أَوْ رَشَادًا، أَوْ صَحِيحًا أَوْ كَذِبًا”. اهـ تفسير القرآن العظيم (2/ 477) للحافظ ابن كثير، ت : سامي بن محمد سلامة، ط. دار طيبة، سنة 1420 هـ
.
Allah -Ta’ala- melarang ahli Kitab dari bersikap “ghuluw”, dan berlebihan dalam memuji. Perkara seperti ini banyak pada orang-orang Nasrani, karena mereka telah melampaui batas dalam membenarkan Nabi Isa, sampai mereka mengangkat beliau lebih dari derajat yang Allah berikan kepadanya. Akhirnya, mereka memindahkan beliau dari posisi kenabian menjadi sembahan selain Allah, yang mereka sembah sebagaimana halnya mereka menyembah Allah. Bahkan mereka juga sungguh telah “ghuluw” kepada murid-murid dan pengikut beliau dari kalangan orang-orang yang mereka sangka di atas agama Isa. Akhirnya, mereka mengakui adanya sifat ma’shum (tak pernah salah) pada diri orang-orang tersebut. Kemudian kaum Nasrani pun mengikuti orang-orang itu (para pendeta) dalam semua yang ia katakan, baik itu benar atau batil, baik itu kesesatan atau petunjuk, baik itu berupa kejujuran atau kedustaan”. [Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim (2/477), karya Ibnu Katsir, cet. Dar Thoibah, 1420 H]
.
Fenomena “ghuluw” yang terdapat pada kaum Nasrani, juga terjadi pada umat Islam.
.
Lihatlah pada sebagian kaum muslimin yang mengkultuskan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dengan meyakini adanya sifat-sifat ketuhanan pada diri beliau, seperti mengetahui perkara gaib, mampu menyelamatkan orang yang tertimpa bala dan kesusahan, atau meyakini bisa memenuhi hajat umatnya.
.

‼ Lantaran itu, tak usah heran jika ada yang ber-istighotsah, meminta pertolongan, mengharap berkah, dan berdoa kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.
.
Subhanallah, sungguh ini adalah perbuatan kesyirikan yang diakibatkan oleh sikap “ghuluw” (ekstrim) dalam berkeyakinan.
.
Ghuluw inipun timbul karena berawal dari ghuluw-nya kaum muslimin dalam memuji Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.

.
✅ Itulah hikmahnya Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah bersabda,
.
لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
.
Janganlah kalian memujiku secara berlebihan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nasrani pada Isa bin Maryam. Aku ini hanyalah seorang hamba. Lantaran itu, katakalah, “(Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-) hamba Allah dan rasul-Nya”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3445), dan Muslim dalam Shohih-nya (1691)]
.

✅ Sikap ghuluw bukan hanya dilakukan oleh sebagian kaum muslimin pada diri Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, bahkan juga mereka berbuat “ghuluw” pada para ulama’, kiyai, dan orang-orang sholih atau orang-orang yang dianggap wali.

.
Disinilah muncul kebiasaan buruk melakukan “tour” atau safar ke kubur para manusia yang dianggap wali, semisal Wali Songo, Syaikh Yusuf (Makassar-SULSEL), Imam Lapeo (Polman, SULBAR), dan lainnya.
.

•••~~~••• Lanjut ke Halaman 2 •••~~~•••