Adab-adab Buang Hajat
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Adab Buang Hajat Kajian Kitab Fiqih MuyassarOleh Ustadz Cecep Suherlan


Kajian Bulughul Maram bab Adab Buang HajatUst.Dr.Sofyan BaswedanBag1:Bag2:Bag3:Bag4:Bag5:Bag6


Matan Abi Syuja – Taqrib – Oleh Dr. KH. Mohamad Najib Amin Istinja


Adab Istinja


Kitab Safiinatun Najaah oleh Ustadz Arifin Badri,MA Bab Istinja


Adab-Adab Istinja [Ustadz Hasan al-Jaizy]


Istinja [Ustadz Hasan al-Jaizy]


THAHARAH Istinja dan Istijmar [Ust. Hasan al-Jaizy]


Larangan Saat Tunaikan Hajat [Ustadz Hasan al-Jaizy]


Bicara dan Dzikir di WC [Ustadz Hasan al-Jaizy]


Beberapa Larangan Perihal Tunaikan Hajat [Ust Hasan al-Jaizy]


Menunaikan Hajat dan Kiblat [Ust. Hasan al-Jaizy]

BAB ADAB BUANG HAJAT-Ust.Abu Karimah Askary


Do’a masuk tempat buang Hajat-Ust.Abu Karimah Askary


Larangan menyentuh kemaluan dengantangan Kanan Ust.Abu Karimah Askary


Larangan buang hajat menghadapkiblat Ust.Abu Karimah Askary


Beberapa larangan ketika buanghajat Ust.Abu Karimah Askary


Penjelasan doa ghufronnaka danistijmar Ust.Abu Karimah Askary


=


Adab Buang Hajat


Kitab Thaharah-138Hlm


(membahas tentang fiqih thaharah, dimulai dari Bab; Air, Hal-hal yangNajis, Wudhu, Mengusap Khuf, Mandi,Tayammum, hingga.Haidh dan Nifas)


Adab Istinja


Bab 20 Istinja dengan batu


Shahih al-Adab al-Mufrad (hadits yang membahas masalah adab dan berbagai akhlaq Rasulullah)-Penulis :Muhammad bin Isma`il bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Bukhari al-Ju`fi.


Shahih al-Adab al-Mufrad Jilid 1 332Hlm


Shahih al-Adab al-Mufrad Jilid 2 360Hlm


=… 

=…
➡ Adab-adab Buang Hajat
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • Adab-adab Buang Hajat

.
Al-Ustadz Utsman
.
✅ Ajaran Islam tentangadab buang hajat menunjukkan pengaturan Islam terhadap seluruh sendi kehidupan manusia. Segala sesuatu diusahakan sesuai dengan ridha Allah, Dzat pencipta alam. Orang-orang musyrik pernah bertanya kepada sahabat mulia yang bernama Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu,“Apakah nabi kalian mengajarkan segala sesuatu, termasukmasalah buang hajat?” Beliau menjawab, “Tentu.Beliau melarang kami cebok dengan tangan kanan, buang hajat menghadap ke kiblat, cebok menggunakan tulang dan rauts[1], serta membersihkan kotoran dengan batu kurang dari tiga biji.” (HR.Muslim)
.
‼ Secara umum, adab-adab buang hajat terdiri dari ucapan dan perbuatan, baik ketika akan memasuki tempat buang hajat, selama di dalamnya, maupun setelah keluar darinya.
.
✅ Adapun secara terperinci, adab-adab buang hajat adalah:
.

  • ➡ 1. Buang hajat di tempat tertutup sehingga aurat terjaga dari pandangan manusia.

.
Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam telah mengajarkan adab ini sebagaimana disebutkan oleh Anas bin Malik dan al-Mughirah bin Syu’bah . (HR.al-Bukhari dan Muslim)
.

‼ Sungguh, merupakan nikmat besar dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa dengan izin-Nya,terkikislah sedikit demi sedikit budaya sebagian masyarakat yang buang hajat di pinggir sungai tanpa merasa malu auratnya terlihatoleh orang lain.
.
✅ Di sisi lain, jika terpaksa buang air di alam terbuka, kita diperingatkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam agar menjauhi tempat-tempat yang biasa dimanfaatkan oleh manusia, seperti jalan, dan pohon yang dipakai berteduh atau yang buahnya dimanfaatkan. Kalau hal ini tidak diperhatikan, bisa jadi orang lain akan marah, memaki, bahkan mendoakan laknat dan kejelekan bagi orang yang buang hajat di situ. (HR.Muslim)
.

  • ➡ 2. Tidak membawa masuk ke kamar mandi/WC sesuatu yang mengandung dzikrullah, seperti benda bertulisan nama Allah atau ayat al-Qur’an,apalagi mushaf al-Qur’anul Karim.[2]

.
‼ Hal ini tidak lain sebagai bentuk pengagungan terhadap syiar-syiar Allah.
.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
.
ذَٰلِكَۖوَمَنيُعَظِّمۡشَعَٰٓئِرَٱللَّهِفَإِنَّهَامِنتَقۡوَىٱلۡقُلُوبِ٣٢
.
Barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, sesungguhnyahal itu termasuk ketakwaan kalbu.” (al-Hajj: 32)[
3]
.
‼ Akan tetapi, jika seseorang khawatir barangnya hilang atau tertinggal di kamar mandi—lebih-lebih di kamar mandi umum—dia boleh membawa masuk barang yang bertulisandzikrullah itu ke kamar mandi. Namun, diusahakan agar benda itu tetap terjaga, baik tersimpan di dalam saku, tas, maupun yang sejenisnya.
.

  • ➡ 3. Mengucapkan zikir ketika hendak masuk kamar mandi/WC, yaitu:

.
اللَّهُمَّإِنِّيأَعُوذُبِكَمِنَالْخُبْثِوَالْخَبَائِثِ
.
“(Bismillaah) Allaahumma innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaa-its.”
.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan jantan dan setan betina.”[4](HR.al-Bukharidan Muslim)
.

✅ Hadits ini mengisyaratkan bahwa kamar mandi/WC adalah tempat bersarangnya jin jahat.Oleh karena itu, kita dituntun untuk berlindung kepada Allah dari kejelekan mereka.
.

  • ➡ 4. Disunnahkan pula untuk mengucapkan bismillah karena bacaan ini menghalangi aurat manusia dari pandangan jin.[5]

.
✅ Kedua zikir di atas diucapkan sebelum seseorang masuk kamar mandi/WC, tidak diucapkan di dalamnya.Jika seseorang lupa mengucapkannyadan baru ingat setelah berada di dalam kamar mandi/WC, dia boleh memilih: keluar dahulu lalu mengucapkannya dan masuk lagi, atautidak keluar dan meneruskan buang hajatnya tanpa membaca zikir ini. Wallahu a’lam.[6]
.
‼ Adapun jika seseorang buang hajat di luar ruangan, kedua zikir ini diucapkan di akhir langkah, yaitu ketika dia hendak duduk/jongkok untuk buang hajat.[7]
.
➡ 5. Mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi/WC.[8]
.

  • ➡ 6. Mengecek persediaan air yang akan dipakai untuk keperluan buang hajat.


.
Hal inisebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam.Ketika hendak buang hajat,beliau memerintah al-Mughirah bin Syu’bah membawakan sewadah air untuk cebok. (HR.al-Bukharidan Muslim)
.

‼ Pada zaman kita ini, mayoritas orang diberi kemudahan oleh Allah untuk mendapatkan air melalui saluran air (kran). Sebelum buang hajat, kita bisa mengecek apakah saluran air berfungsi dengan baikapabilapersediaan air di kamar mandi/WC tidak mencukupi.
.

  • ➡ 7. Boleh buang air kecil sambil berdiri atau sambil jongkok karena tidak ada larangan dari Nabi .[9]

.
✅ Akan tetapi, yang sering beliau lakukan adalah buang air kecil sambil jongkok.Bahkan, Aisyah mengatakan,“Barangsiapa menceritakan kepada kalian bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam buang air kecil sambil berdiri,jangan kalian percayai dia.”[10]
.
‼ Ucapan Aisyah tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan beliau  adalah buang air kecil sambil jongkok.Bahkan,Aisyah tidak pernah menyaksikan beliau buang air kecil kecuali dalam keadaan jongkok sehingga dia berkata seperti itu. Akan tetapi, Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan bahwa dia pernah melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam buang air kecil dalam keadaan berdiri (HR.al-Bukharidan Muslim).
.
✅ Kesimpulannya, boleh buang air kecil sambil berdiri atau sambil jongkok.Yang terpenting adalah kita usahakan agar air kencing tidak menciprat ke badan atau ke pakaian tanpa kita sadari.
.

  • ➡ 8. Makruh[11]hukumnya buang hajat sambil menghadapke arah kiblat atau membelakanginya.

.
Hukum ini berlaku baik ketika seseorang buang hajat di alam terbuka maupun di dalam bangunan.
.

  • ➡ 9. Wajib cebok (membersihkan najis yang tersisa di tempat keluarnya kotoran) setelah buang hajat, baik dengan air maupun dengan benda lain, seperti tisu, batu, kertas, dsb.

.
Untuk cebok dengan air, tidak ada syarat tertentu.Yang penting, najis dihilangkan dari tubuh.
.
Cebok dengan selain air diistilahkan dengan istijmar [12]

.
Ada beberapa ketentuan istijmar yang harus diperhatikan, yaitu:
.
✅ a. Bahan yang dipakai untuk istijmar adalah bahan yang suci, bisa dipakai untuk menghilangkan kotoran yang menempel di tubuh[13];bukan tulang,kotoran najis yang telah membatu, makanan, atau sesuatu yang terhormat[14]. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa tulang adalah makanan bagi saudara kita dari bangsa jin.
.
b.Pengusapan minimal tiga kali (dengan 3 batu, 3 lembar tisu, dst.) dan jumlah usapan ganjil[15]. Artinya, jika pada usapan keempat sudah bersih, ditambah satu usapan lagi agar jumlah usapan menjadi ganjil.
.
✅ c. Istijmar dianggap cukupdalam membersihkan najis apabila tisu tetap kering setelah diusapkan ke tempat keluarnya kotoran, tidak terbasahi oleh kotoran.[16]
.
✅ d.Perlu dipahami bahwa istijmar—sebagai bentuk cebok tanpa air—boleh dilakukan walaupun air tersedia dan melimpah jumlahnya. .
✅ Jadi, kedudukan istijmar tidak seperti kedudukan tayamum sebagai pengganti wudhu.


Baik pria maupun wanita dilarang memegang kemaluan ketika buang air kecil. Dilarang pula cebok dengan tangan kanan.
(al-Bukharidan Muslim
)
.
✅ Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengingatkan agar kita menjauhi sepuluh hal terkait dengan masalah menuntaskan air kencing.Sebab, pada hakikatnya kesepuluh hal tersebut tidak ada dalilnya dan termasuk was-was setan. Silakan merujuk pada kitab agung karya beliau,yaitu Ighatsatul Lahafan.
.

  • Makruh berbicara ketika buang hajat.

.
Ketika buang hajat, Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam menunda menjawab salam yang diucapkan oleh seseorang kepada beliau.Beliau baru menjawabnya setelah selesai buang hajat.(HR.Muslim)
.
✅ An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa termasuk yang dihukumi makruh disini adalah bertasbih,bertahlil,dan menjawab azan yang didengar. Jika seseorang bersin di dalam kamar mandi, dia mengucapkan alhamdulillah dalam kalbunya tanpa menggerakkan lisannya.
.
✅ Diperkecualikan dari ini semua adalah jika keadaan darurat menuntut seseorang yang sedang buang hajat untuk berbicara.Pada kondisi ini diperbolehkan berbicara, bahkan bisa jadi wajib
.[
17]
.
➡ 10. Wajib cebok dari segala sesuatu yang keluar dari “dua jalan”,kecuali kentut, baik yang bersuara maupun tidak, yang berbau maupun tidak. Artinya, walaupun bau, kentut yang keluar tidak mengharuskan cebok.[18] Selain kentut, diperkecualikan pula keluarnya sperma/air mani karena sperma itu suci.
.
➡ 11. Jika yang keluar dari “dua jalan”bukan kotoran, melainkan sesuatu yang aneh dan tidak biasa,seperti batu, apakah wajib cebok? Jika yang keluar tersebut mengotori atau berbekas, perlu cebok; jika tidak mengotori, tidak perlu cebok.[19]
.
➡ 12. Keluar dari kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan.
.
✅ 13. Mengucapkan zikir yang telah dituntunkan, yaitu:

.
غُفْرَانَكَ
.
Ghufroonak
“Ya Allah, aku memohon ampunan-Mu.”[20]

.
Adapun zikir الْحَمْدُلِلهِالَّذِيأَذْهَبَعَنِّيالْأَذَىوَعَافَانِي,hadits tentangnya tidak shahih sehingga tidak perlu diamalkan.[21]
.
Wallahua’lam bish–shawab.
.

•~•~•~•~ Lanjut ke Halaman2 ~•~•~•~•
 

Iklan