Obat Hati
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.•.==

1.Menggabungkan Niat Puasa Qodho dan Puasa Sunnah


2.Bolehkah Kesepakatan Uang DP Menjadi Hangus Karena Transaksi batal?


3.Nasehat Bagi yang Dirundung Ujian


4.ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL


5.BERAMAL TIADA HENTI SAMPAI MATI


6.Hukum Meratapi Mayit


7.Keutamaan Sayyidul Istighfar


8.Mengenal Jawami’ al-Kalim – Keistimewaan Nabi ﷺ


9.Bahaya Memberikan Persaksian Palsu (Bag. 1)


10.Keagungan Dan Kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala


==…

Obat Hati Ust.Hasan al-Jaizy


Dua Penyakit Hati Ust.Hasan al-Jaizy


Nutrisi Untuk Hati


Keras Hati,Sebab dan Obatnya Ust.Hasan al-Jaizy


Macam Macam Hati Ust.Hasan al-Jaizy


Nutrisi Menghidupkan Hati Ust.Hasan al-Jaizy


Apa Kabar Hatimu-Ust.Hasan al-Jaizy 


Penyakit Hati dan Obatnya Ustadz Ali Basuki

Obat Hati-Ust.Ammi Nur Baits


PENYUCIAN JIWA DARI PENYAKIT PENYAKIT HATI (kitab Addaau waddawaa Ibnul Qoyim Al Jauziyah rahimahulloh ) – Ustadz Muhammad Rijal, lc


Penyakit Hati dan Obatnya-Ust.Abdullah Taslim


HATI YANG KERAS Ust. Syariful Mahya Lubis.webm
https://app.box.com/s/9dgvmhsdtfgfcqy8d5ajbwp2nduw04hc
Management Hati – Ahmad Bazher 10Mb
https://app.box.com/s/rsfalwck1cnlz634blw1s83jwc6r1o63
Dengan Hati Yang Bagaimana Engkau akan Menemui Rabb Mu Pada Hari Kiamat – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://m.box.com/view/490950740952?sharedRedirect=1
Racun dan Penyebab Utama Kerasnya Hati-Ust Ahmad Bazher
https://app.box.com/s/xoqfyhv0l00rtk8ws4h4bd2a2sy6zxrq
Bersihkah Hatiku Selepas Ramadhan-Ust SyafiqBasalamah.mp3
https://app.box.com/s/i4v6x79s0inwao6606vk1yqe8lv8o4r2


Kembalikan Hati Anda pada Fitrahnya-Ust.Abdulah Taslim


Sebab Kebeningan Hati-Ust.Abdulah Taslim


Kiat Penenang Hati-Ust.Ahmad.Zainuddin


Saat Hati Hancur-Ust.Ahmad.Zainuddin


Terapi Hati-Ust.Badrusalam


Sembuhkan Penyakit Hati dan Hidupkan Amalan Hati-Ust.Muhammad Nuzul Dzikri


Mengikir Hati yg Berkarat-Ust.Syafiq BasalamahBag1:Bag2.

=
Bukti Hidayah di Tangan Allah – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 15Mb
https://app.box.com/s/bhvu85nv2de4vkq53v03kyss58rfbtg6
4 Landasan Yang Harus di Pegang Oleh Seorang Muslim dan Muslimah – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 25Mb
https://app.box.com/s/qax0pcokmfx5dopa9ueyk7ltd8ul75hv
Membeli Kesesatan Dengan Petunjuk – Ustadz Farhan Abu Furaihan 19Mb
https://app.box.com/s/nx1pdw43toopd6onnw5fziqsloneao3v
Jangan Asal Bersumpah – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah, MA 25Mb
https://app.box.com/s/y48wiipzpxcr72jekckbqcfqdkhjgg87
MENIKAH… SIAPA TAKUT?! – Ustadz Syahrul Fatwa, Lc 42mb
https://mir.cr/0CGYSF85
https://drive.google.com/file/d/1Bcnd24csgfqxCqNzjuLZH_R7zg5YkVab/view?usp=drivesdk
Istihza’biddin – Mengolok-olok Agama || Ust. Ahmad firmansyah, MA 24Mb
https://app.box.com/s/sdiyx03j3ku5lar14g2e74vja1tppwqh
((Webm Diputar Dengan Mx Player))
=…=
MENGADA-ADA DALAM AGAMA – Ustadz Gemma Ilhamy, M.Pd.I
https://bit.ly/33ROqNo (18 mb)
3 Audio Ustadz Sofyan Chalid Ruray, Lc
WASIAT PERPISAHAN RASULULLAH
https://bit.ly/2YUCn38 (28 mb)
PELAJARAN KISAH NABI IBRAHIM & ISMAIL
https://bit.ly/2HbQ8zO (22 mb)
KHUTBAH IDUL ADHA 1440H
https://bit.ly/2THshNr (8 mb)
KEMILAU QIDAH SALAF (Aqidah Imam Qutaibah bin Said ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ )-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
SESI 1
https://drive.google.com/file/d/16WA7S2Cg6BsZ4wNQurzfi7tbW2Pf79yn/view?usp=drivesdk
SESI 2
https://drive.google.com/file/d/16e02hAsoWtdX5w5SykBc79YquSRzOIzx/view?usp=drivesdk
SESI 3
https://drive.google.com/file/d/16VDnSuncV1gdjyMteUbqntwMgMN415Be/view?usp=drivesdk
Masihkah Aku Di Rindukan Surga-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1xFp0AthSUmfKqduisUriqlZwU1u9AcSj/view?usp=drivesdk
*”Nasehatku untuk Kaum Muslimah” – Ustadz Abu Darda Sufyan Al-Kandary
https://drive.google.com/file/d/1tvksKphjOVdGshKvzqu0Qd_tHvC066LV/view?usp=drivesdk
KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN ( Penjelasan perjalanan Hamba Selama di Akhirat ) – Ustadz Abdullah Al Barawy Hafizhahullah Ta’ala
https://drive.google.com/file/d/150a68zy1GK_DoW8cxoG9BgoKQQD_9cnm/view?usp=drivesdk
Hujan Dan manfaatnya – Ustadz Abdurrahman Dani Hafizhahullah Ta’ala
https://drive.google.com/file/d/1l3CZs8YQsb7qsGz1rN9zSC5DB-vO5-vs/view?usp=drivesdk
*SAFARI DAKWAH KABUPATEN PINRANG, ENREKANG DAN SIDRAP*-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah Hafizhahullah
TANGGUNG JAWAB ADA DI PUNDAK KALIAN
link Download : http://bit.ly/2YYw6Dx
BEKAL TERBAIK
Link Download : http://bit.ly/31L477q
SUNNAH ITU INDAH
Link Download : http://bit.ly/31LUJAi
“AKHIRAT YANG DIRINDUKAN”
Bagian 01 : http://bit.ly/31Q6uFR
Bagian 02 : http://bit.ly/31OxJAR
KAJIAN KHUSUS MUSLIMAH “SETANGKAI BUNGA UNTUK MUSLIMAH”
Link Download : http://bit.ly/31JALX0
BELAJAR AQIDAH ISLAM DARI SUMBERNYA (KITAB USHUL TSALATSAH PERT 1)
Link Download : http://bit.ly/2YXjY63
PEMBAHASAN KITABUL JAMI (PART 1)
Link Download : http://bit.ly/2KQyKS9
MEMETIK HIKMAH DARI KISAH NABI ADAM
Link Download : http://bit.ly/31Npx3E
ADAB-ADAB BERTAMU
Link Download : http://bit.ly/2z9w7Wc
Kajian Fiqih Kitab AL WAJIZ Kitabus sholat
“Bagaimana meluruskan shaf shalat?”Ustadz
Abdurrahman Dani
https://drive.google.com/file/d/1OgmS0rruoLi7gN_oUQLHWbL1X1h7RW1g/view?usp=drivesdk  

==

Ebook


Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ (Macam-macam Penyakit Hati yang.Membahayakan dan Resep Pengobatannya) -Karya : Ibnu Qayyim Al Jauziyah-566Halaman



ZAADUL MA’AD – Bekal Perjalanan Ke Akhirat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah 432Halaman


Obat Penawar Hati


Hinanya Hati Yang Keras


Mengobati Hati Yang Keras


Melepas Kesempitan Hati-Ibnu Qayyim Al Jauziyah


MANAJEMEN Hati (QALBU) Melumpuhkan Senjata Syetan-Ibnu Qayyim Al-Jauziyah


Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan-Ibnu Qayyim Al-JauziyahBab1:Bag2




➡ Obat Hati
.
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du
.
Berikut pembahasan tentang obat hati, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, aamin
.

  • Urgensi Memperhatikan Hati

.
✅ Allah Subhaanahu wa Ta’ala memuji mereka yang sibuk memperhatikan dirinya dan membersihkan hatinya dari noda-noda yang mengotorinya, Dia berfirman,
.
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,” (QS. Asy Syams: 9)
.

✅ Dan keadaan hati adalah sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
.
أَلَا وَإِنَّ فِي اَلْجَسَدِ مُضْغَةً, إِذَا صَلَحَتْ, صَلَحَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ اَلْجَسَدُ كُلُّهُ, أَلَا وَهِيَ اَلْقَلْبُ
.
Ingatlah! Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging, apabila baik, maka akan baik pula seluruh jasad dan apabila rusak maka akan rusak pula seluruh jasad. Ingatlah! Itu adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim)
.
Hati bagi anggota badan yang lain ibarat raja bagi rakyatnya. Jika rajanya baik, maka rakyat pun akan baik, dan jika rajanya buruk, maka rakyat pun ikut buruk. Oleh karena itu, meluruskan hati dan memperbaikinya adalah hal yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian yang dalam dari seseorang yang menginginkan kesalihan.
.
Pembagian hati
.
Hati terbagi menjadi tiga;
.

  • Pertama, hati yang sehat atau selamat.

.
✅ Hati inilah yang akan selamat pada hari Kiamat.
.
✅ Allah Ta’ala berfirman,
.
يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ – إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
.
“(yaitu) di hari harta dan anak-anak tidak berguna,–Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Qs. Asy Syu’ara: 88-89)
.

‼ Hati yang sehat adalah hati yang selamat dari semua hawa nafsu yang menyelisihi perintah Allah Ta’ala, serta dari syubhat yang menentang wahyu. Oleh karena itu, pemiliknya selamat dari beribadah kepada selain Allah Ta’ala dan selamat dari berhakim kepada selain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
.
✅ Intinya, hati yang sehat atau bersih adalah hati yang bersih dari perkara syirik, bahkan hatinya dipenuhi pengabdian kepada Allah Ta’ala, baik dalam hal cinta, keinginan, tawakkal,kembali, ketundukan, takut, dan berharap. Di samping amalnya juga ikhlas karena Allah. Jika ia cinta, maka ia akan cinta karena Allah, benci pun karena-Nya, memberi karena Allah dan menahan pemberian pun karena Allah, dan perhatiannya tertuju kepada Allah (Lihat Ighatsatul Lahfan karya Ibnul Qayyim).
.

  • Kedua, hati yang mati.

.
✅ Hati ini kebalikan hati yang pertama. Hati ini tidak mengenal Rabbnya, dan tidak mau beribadah kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan mengerjakan yang dicintai dan diridhai-Nya. Hati ini berjalan mengikuti hawa nafsu dan syahwatnya meskipun di dalamnya terdapat hal yang mendatangkan kemurkaan Allah Azza wa Jalla. Ia mengarahkan ibadah hati kepada selain Allah Ta’ala; ia arahkan cinta, benci, takut, harap, ridha, murka, pengagungan dan penghinaan diri kepada selain Allah Ta’ala. Jika ia benci, maka ia benci karena hawa nafsunya, jika ia mencintai, maka ia mencintai karena hawa nafsunya, jika memberi, maka ia memberi karena hawa nafsunya, demikian pula ketika menahan hartanya, maka ia menahannya karena hawa nafsunya. Hawa nafsu menjadi imamnya, syahwat yang menuntunnya, kejahilan yang menyetirnya, dan kelalaian sebagai kendaraannya. Kita berlindung kepada Allah dari hati seperti ini.
.

  • Ketiga, hati yang sakit.

.
Hati ini masih hidup namun disertai sakit yang menimpanya. Dalam hati ini terdapat kecintaan kepada Allah Ta’ala, beriman kepada-Nya, ikhlas karena-Nya, dan bertawakkal kepada-Nya, namun di dalamnya juga terdapat kecintaan kepada hawa nafsu dan tamak untuk memuaskan nafsunya, demikian pula terdapat kedengkian, kesombongan, ujub, keinginan ditinggikan, serta kemunafikan dan riya, dan terdapat kebakhilan dan ketamakan yang merupakan penyebab binasa dan rusak hatinya. Kita juga berlindung kepada Allah Ta’ala dari hati seperti ini.
.

  • Tanda sakit dan sehatnya hati

.
✅ Sebagian ulama menyebutkan beberapa tanda sakitnya hati, yaitu ketika hati pelakunya tidak merasa sakit karena berbuat maksiat, tidak sakit karena tidak mengetahui yang hak (kebenaran), berpaling dari gizi yang bermanfaat bagi hati dan obat yang bermanfaat. Gizi yang bermanfaat bagi hati adalah iman, sedangkan obat yang paling bermanfaat bagi hati adalah Al Qur’an. Tanda sakitnya hati juga adalah ketika hati itu lebih mengutamakan dunia daripada akhirat.
.

‼ Adapun tanda sehatnya hati adalah ketika hati itu berpindah dari dunia ke akhirat, menetap di sana seakan-akan termasuk penghuninya. Ia datang ke dunia ini seperti orang asing yang hanya mengambil dari dunia ini sekedar untuk melanjutkan perjalanan menuju kampungnya yang hakiki (akhirat).
.
✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
.
Jadilah kamu di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara.“ (HR. Bukhari)
.
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
.
Apa urusanku terhadap dunia. Aku di dunia ini tidak lain seperti orang yang menaiki kendaraan; yang berteduh di bawah sebuah pohon, beristirahat, kemudian pergi meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al Albani)
.
‼ Tanda sehatnya hati juga adalah ketika ibadah yang biasa dia lakukan tertinggal, maka hatinya merasa sakit seakanakan dirinya kehilangan hartanya.
.
✅ Tanda sehatnya hati juga adalah ketika perhatiannya satu, yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala.

.
‼ Tanda sehatnya hati juga adalah apabila dia masuk ke dalam shalat, maka hilanglah kepenatan dan kegelisahan yang diakibatkan oleh dunia dan ia mendapatkan ketenangan dan kenikmatan di dalam shalatnya; pandangan matanya sejuk, dan hatinya senang.
.
✅ Tanda sehatnya hati juga adalah ketika ia tidak bosan mengingat Rabbnya, tidak bosan dari mengabdi kepada-Nya, dan tidak merasa nikmat dengan selain itu kecuali dengan hal yang membantu atau mengingatkan dirinya kepadanya.
.

‼ Tanda sehatnya hati juga adalah ketika perhatiannya terhadap keabsahan amal lebih besar daripada amal itu sendiri. Oleh karena itu, ia berusaha ikhlas, bersikap tulus, mutaba’ah (mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), bersikap ihsan, melihat nikmat Allah kepadanya, dan melihat kekurangan dirinya dalam memenuhi hak Allah Ta’ala.
.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, ” Perhatikanlah  diri Anda;  jika setiap kali membaca Al Qur’an, iman Anda bertambah, maka sesungguhnya ini adalah pertanda taufik dari Allah. Tetapi jika setelah membaca Al Qur’an ternyata Anda tidak merasakan pengaruhnya, maka Anda harus mengobati diri Anda. Saya tidak mengatakan pergilah ke rumah sakit untuk mendapatkan obat kapsul, sirup atau sejenisnya, tetapi maksud saya ialah, Anda harus segera membenahi hati Anda. Karena, jika hati ini tidak bermanfaat lagi baginya Al Qur`an, tidak dapat menerima nasehatnya, maka itu adalah hati yang keras dan sakit. –Kita mohon kesembuhan kepada Allah. Saudaraku, Anda adalah dokter diri Anda sendiri, oleh karenanya jangan pergi kepada orang lain! Bacalah Al Qur`an! Jika Anda dapatkan diri terpengaruh dengan bacaan itu baik pada keimanan,  keyakinan,  dan ketaatan Anda, maka selamat! Anda adalah seorang mukmin; Jika tidak maka Anda harus segera mengobati diri Anda sebelum datang kematian yang tidak ada lagi hidup sesudahnya,  yaitu matinya hati. Sedangkan matinya jasad, setelah itu hidup kembali, dibangkitkan untuk menerima balasan dan pehitungan. (Syarh Riyadhus Shalihin 1/545)
.

  • Obat Penyakit hati

.
✅ Obat semua penyakit hati telah diterangkan dalam Al Qur’anul Karim. Allah Ta’ala berfirman,
.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
.
Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus: 57)
.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
.
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Qs. Al Israa: 82)
.
✅ Penyakit hati terbagi dua:
.
➡ 1. Penyakit yang tidak dirasakan pelakunya, seperti penyakit kebodohan, syubhat, keraguan.
.
➡ 2. Penyakit yang dirasakan pelakunya ketika itu, seperti kesedihan, kegundahan, kecemasan, dan kemarahan.
Penyakit ini terkadang hilang dengan pengobatan alami, yaitu dengan menyingkirkan sebab-sebabnya dan sebagainya (Lihat Ighatsatul Lahfan 1/44).
.

  • Obat penyakit hati ada empat:

.
Pertama, mendatangi Al Qur’anul Karim, karena ia merupakan penawar bagi penyakit hati seperti keraguan, kemunafikan, kekufuran, kemusyrikan, syubhat, dan syahwat. Dengan Al Qur’an, maka hati yang mati dan yang sakit menjadi hidup dan sehat.
.
✅ Allah Ta’ala berfirman,
.
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُون
.
Dan apakah orang yang sudah mati (hatinya), kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. Al An’aam: 122)
.

Kedua, hati membutuhkan tiga hal; (1) yang menjaga kekuatannya, itulah iman dan amal saleh serta berbagai ketaatan, (2) menjaga hati dari hal yang membahayakannya, yaitu dengan menjauhi berbagai kemaksiatan dan penyimpangan, (3) menghilangkan zat membahayakan, yaitu dengan tobat dan istighfar.
.
Ketiga, mengobati penyakit ‘dikuasai hawa nafsu’. Cara mengobatinya ada dua: (1) memuhasabah (introspeksi) diri, dan (2) menyelisihi hawa nafsu.
.
✅ Muhasabah ini ada dua:
.
➡ (a) sebelum beramal. Yaitu dengan memperhatikan, apakah amal yang akan dilakukannya karena Allah atau karena selain-Nya? Apakah amal yang dilakukannya ada contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam atau tidak? Jika amal itu mubah, apakah ia meniatkan ibadah di dalamnya sehingga menghasilkan pahala atau tidak meniatkan ibadah?
.

➡ (b) setelah beramal. Yaitu memuhasabah dirinya terhadap ketaatan yang diremehkannya yang di sana terdapat hak Allah Ta’ala, dimana dirinya tidak mengerjakannya dengan cara yang diperintahkan. Di antara hak-hak Allah Ta’ala adalah ikhlas, tulus, mengikuti Nabi shallallahu alaihi wa sallam, menghadirkan perasaan ihsan, mengingat nikmat Allah kepadanya, dan melihat kekurangan yang dilakukannya dalam melakukan itu semua.
.

✅ Demikian pula dengan memuhasabah dirinya terhadap amal yang dikerjakannya yang lebih baik ditinggalkan, serta memuhasabah dirinya terhadap perkara yang mubah atau biasa; mengapa ia melakukannya, dan apakah dilakukan karena Allah dan mencari negeri akhirat sehingga ia memperoleh keberuntungan, atau maksudnya mencari dunia sehingga dirinya mendapatan kerugian.
.
‼ Intinya hendaknya ia memuhasabah terhadap hal yang wajib, dan jika kurang maka ia sempurnakan, lalu ia memperhatikan larangan, jika ia mengerjakan hal itu, maka ia susul dengan tobat dan istighfar, kemudian ia memuhasabah terhadap amal yang dikerjakannya, lalu terhadap kelalaiannya.”
.
✅ Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Sepatutnya seorang yang berilmu ketika berbicara memiliki niat dan maksud yang baik. Jika ucapannya membuat dirinya takjub maka dia diam, dan jika diam membuat dirinya takjub, maka dia bicara.  Janganlah dia berhenti dari memuhasabah (introspeksi) dirinya karena diri memiliki kecintaan untuk ditampilkan dan disanjung.” (As Siyar 4/494)
.

~••~•~ Lanjut ke Halaman 2 •~~~••~