Permisalan Istri Bagi Suami(Tafsir Surat al Baqarah Ayat 223)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Hubungan Suami Istri-Ust Khalid Basalamah


Menggauli Istri Masuk ke Dubur atau Menggauli Istri ke Kemaluan pada Saat Haid-Ust Khalid Basalamah


Adab Berjimak – Kitab Umdatul Ahkam (Ustadz Abu Qatadah)


Adab-Adab Berhubungan Pasutri di Atas Ranjang (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)


Adab Berhubungan Intim ( Ustadz Jazuli, Lc.)


Ust. Abdurrahman –Adab Berhubungan Suami – Istri( Jima’ )


Ust. Abdurrahman – Hukum Seputar Jima

REKAMAN AUDIO-Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, MA
BERSAMA NABI DI SURGA TERTINGGI
https://bit.ly/2KUKynm (15 mb)
APA ITU PENYAKIT ‘AIN?
https://bit.ly/2U4P8Cz (32 mb)
REKAMAN AUDIO-Ustadz Ammi Nur Baits
HARTA RIBA KONTEMPORER
https://bit.ly/2ZhwrSe (16 mb)
WAKAF MILLENIAL
https://bit.ly/2Zsrt4b (27 mb)
BIRRUL WALIDAIN (BERBAKTI PADA ORANG TUA)-Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, M.H.I
https://bit.ly/30Kk0L2 (18 mb)
KITAB FIRQOTUN NAJIYAH-Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, M.H.I
https://bit.ly/2HsB1lo (21 mb)
*”MENJADI PEMBERONTAK TANPA SADAR”*
_(Identifikasi Kaum Khawarij Masa Dahulu dan Kini)__Al Ustadz *Dzulqarnain Muhammad Sunusi* ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ _
https://drive.google.com/file/d/1IYWUNBP7YN63J9RC8xhXa0R_sz2O-YxL/view?usp=drivesdk
REKAMAN PENGAJIAN RUTIN _*BERSAMA Al USTADZ KHAIDIR MUHAMMAD SUNUSI HAFIZHAHULLAHU*_
*Kajian Kitab Riyadus Shalihin. Bab. Keyakinan & Tawakkal.Majelis ke 10*
Link Download:
https://drive.google.com/file/d/1BOoOVkcp1bLPIdgKyrIe0RP3xmsRsRQB/view?usp=drivesdk
_________________
*Yaa…Allah Terimalah Ibadahku*
https://drive.google.com/file/d/1B1dXH0QsvIehB14VpWZmKsKKmGm-8QEK/view?usp=drivesdk
_________________
*Untukmu…Wahai yang Mencintai Nabi*
https://drive.google.com/file/d/1DuCrdP9jY-ZaN_9C8UR-aet6IGtj3NH9/view?usp=drivesdk
________________
*Kajian Kitab Tafsir Juz Amma, Syaikh Utsaimin Rahimahullah(Majelis #10)*
https://drive.google.com/file/d/1E2bvytkuiSi7iZivZnweJgdJdV_qcv7L/view?usp=drivesdk


LARANGAN MENCELA SEORANG MUSLIM-USTADZ SAHAL ABU ABDILLAH HAFIZHAHULLAH
https://drive.google.com/file/d/182tZTadJT3X-QdVgq1IJR8i7NjnUaOdR/view?usp=drivesdk
Pentingnya Menjaga Amanah-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/18KRhqSSbBGjhpa4e255vUyi-I8zZcrBF/view?usp=drivesdk
Pengobatan Nabi Melalui Minyak Wangi-Ust.Abdurrahman Dani
https://drive.google.com/file/d/1jFpmM3rY5pCYuQXVjg0hmokbEE37Klho/view?usp=drivesdk
_*SIFAT SHALAT NABI*_ Bersama *Al-Ustadz Abu Yusuf Ubayd Al Bimawy* ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ
https://drive.google.com/file/d/1_SKmHe6Kt2vIgmO5wZ0v5Ej6OrXoHqUU/view?usp=drivesdk 


==


Hukum Sodomi Terhadap Istri


Hukum Melepas Pakaian Antara Suami Istri


Manfaat Jima


Tuntunan Nabi ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ Dalam Jima’


http://www.box.net/shared/xoe2unmbsd 

==
➡ Permisalan Istri Bagi Suami(Tafsir Surat al Baqarah Ayat 223)
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.=…
➡ Permisalan Istri Bagi Suami
(Tafsir Surat al Baqarah Ayat 223)
.
✅ Al-Ustadz Hamzah Rifa’i La Firlaz
.
نِسَآؤُكُمۡ حَرۡثٞ لَّكُمۡ فَأۡتُواْ حَرۡثَكُمۡ أَنَّىٰ شِئۡتُمۡۖ وَقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُم مُّلَٰقُوهُۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٢٢٣
.
✅ “Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki. Dan kerjakanlah (amal saleh) untuk diri kalian, bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kalian kelak berjumpa dengan-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.”
.
‼ Ada perumpamaan yang sangat indah dari Allah saat kita membaca ayat ke-223 dari surat al-Baqarah di atas. Kesan yang sangat mendalam tercermin dari iman saat membaca kalam ilahi yang mengandung perumpamaan-perumpamaan yang sangat indah. Terlebih ketika ayat ini dibaca dengan lantunan yang merdu disertai jiwa yang mencamkan maknanya. Bahkan, semakin berkesan apabila perumpamaan itu sedang menyinggung wanita dan seluk-beluk kehidupannya.
.

  • Makna Harfiah Ayat

.
نِسَآؤُكُمۡ حَرۡثٞ لَّكُمۡ
.
✅ “Istri-istri kalian adalah tanah tempat kalian bercocok tanam.Maknanya adalah istri-istri kalian adalah tempat kalian bercocok tanam, sebagaimana ladang atau sawah yang digunakan sebagai tempat bercocok tanam oleh pemiliknya. Seorang petani memulai pembenihan, penanaman, pemupukan, hingga tiba saatnya ia memanen hasil tanamnya.
.
‼ Demikianlah permisalan seorang istri bagi suaminya. Istri menjadi ladang atau sawah tempat seorang suami menanam benih, hingga ia pun memanen darinya setelah melalui proses yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Lahirlah dari istrinya seorang manusia yang sempurna sebagai nikmat Allah kepadanya.
.
فَأۡتُواْ حَرۡثَكُمۡ
.
✅ “… maka datangilah tempat bercocok tanam kalian itu.” Makna tempat bercocok tanam adalah farji (kemaluan) wanita.
.
أَنَّىٰ شِئۡتُمۡۖ
.
✅ “… bagaimana saja kalian kehendaki.” Maknanya, dari arah mana saja kalian ingin mendatanginya. Kalian bisa mendatanginya dari depan, belakang, samping, atau dari arah mana pun; dengan cara berdiri, duduk, berbaring, atau dengan cara bagaimana pun; selama masih di farji istri kalian.
.
وَقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُمۡۚ
.
✅ “Dan kerjakanlah amal saleh untuk diri kalian.Maksudnya, amal kebaikan berupa ketaatan dan segala sesuatu yang bermanfaat untuk kita pada hari kiamat kelak di sisi Allah. Allah menyebutkan kalimat ini setelah menyebutkan “mengumpuli istri”, agar pria tidak mendahulukan kepentingannya bersama istrinya daripada kepentingan-kepentingan lain yang bermanfaat baginya kelak pada hari kiamat.
.
‼ Termasuk perkara yang hendaknya kita amalkan sebagai bentuk kebaikan adalah mengumpuli istri karena tujuan-tujuan yang terpuji. Di antaranya, menjaga kemaluannya dan kemaluan istrinya dari dosa dan perbuatan haram, berharap mendapatkan anak saleh, atau tujuan-tujuan lain yang bisa digolongkan sebagai perbuatan baik dengan cara mengumpuli istri.
.
وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ
.
✅ “Dan bertakwalah kepada Allah”, yaitu dengan mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
.
وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُم مُّلَٰقُوهُۗ
.
✅ “Dan ketahuilah bahwa kalian pasti akan berjumpa dengan Allah”, yaitu pada hari kiamat. Akan dihitung amal perbuatan kalian dan kalian dibalas karenanya.
.
وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
.
✅ “Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman”, yaitu kabar gembira dalam kehidupan dunia dan kehidupan kelak pada hari akhirat, bagi orang-orang beriman. Mereka diberi kabar gembira berupa kebahagiaan sebagai balasan atas amal perbuatan mereka.
.

  • Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

.
Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang berkata, “Dahulu orang-orang Yahudi mengatakan, ‘Laki-laki yang mengumpuli istrinya dari arah belakang si istri pada kemaluannya, apabila si istri kelak melahirkan bayi, bayi tersebut juling matanya’. Lalu turunlah ayat ke-223 dari surat al-Baqarah, ‘Istri-istri kalian adalah tanah tempat kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu dari arah mana saja yang kalian kehendaki’.”
.
‼ Hadits di atas juga diriwayatkan oleh al-Imam Muslim dalam Shahihnya.
.
Keyakinan buruk orang-orang Yahudi ini telah menjadi penyakit dan menjangkiti sebagian muslimin. Mereka memberikan batasan bahwa suami yang ingin mengumpuli istrinya hanya diperbolehkan dari arah depan saja. Lebih buruknya lagi, mereka nyatakan bahwa keyakinan ini datang dari Taurat yang diturunkan oleh Allah kepada Musa ‘alaihissalam
.
Turunlah setelah itu ayat yang memperjelas bolehnya suami mengumpuli istrinya dari arah dan sisi mana pun, dengan syarat ia mengumpuli istrinya di bagian farji. Adapun jika ia kumpuli istrinya di bagian duburnya, telah ada larangan yang jelas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta laknat dari Allah subhanahu wa ta’ala.
.

  • Faedah-faedah yang Bisa Dipetik dari Ayat

.
➡ 1.Betapa sempurnanya Islam.
.
Tiada sedikit pun celah yang bisa digali untuk mencari kekurangan di dalamnya. Islam tidaklah sekadar mengatur ibadah seorang hamba kepada Allah. Akan tetapi, Islam juga hadir menuntunkan dan membimbingkan semua segi kehidupan manusia, dari urusan yang dianggap rumit hingga kejadian-kejadian kecil yang disepelekan. Tidak terkecuali, urusan ranjang pun telah diatur dengan demikian sempurnanya.
.
➡ 2 Kehidupan berumah tangga tentu tidaklah terlepas dari hubungan “rahasia pribadi” antara suami dan istrinya.
.
Dengannya Allah menghendaki adanya kebaikan yang datang dari kedua belah pihak tanpa seorang pun yang terzalimi.
.

‼ Di antara faedah yang bisa kita petik dari ayat ini adalah :
.

  • ➡ 1.Allah menegaskan persamaan antara wanita dan tanah tempat bercocok tanam.

.
Tanah merupakan tempat petani menanam benih tumbuhan, sedangkan wanita adalah tempat bercocok tanam bagi suami.
.

  • ➡ 2 Suami memiliki kebebasan atas tanah pertaniannya.

.
Jika ia ingin menabur benih, itu adalah haknya, dan ini dipermisalkan oleh Allah bagi para istri. Namun, hendaknya suami berinteraksi dengan istrinya dengan cara yang baik, sebagaimana perintah Allah, “Dan pergaulilah istri-istri kalian dengan cara yang baik”.
.

  • ➡ 3.Dianjurkan bagi kita semua memperbanyak anak keturunan.

.
Di dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengumpamakan istri sebagai tanah tempat bercocok tanam. Orang yang bercocok tanam tentu akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil tanam yang banyak lagi baik. Yang memperkuat makna ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Menikahlah kalian dengan wanita yang subur lagi penyayang.” ( Abu Dawud, dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Shahih Abu Dawud no. 1789)
.

  • ➡ 4.Terlihat jelas bahwa pendapat yang menganjurkan untuk membatasi jumlah anak adalah pendapat yang keliru.

.
Pendapat untuk membatasi jumlah anak adalah tipu daya dari orang-orang kafir yang memusuhi muslimin.

.
‼ Dengan cara itu mereka ingin memperkecil jumlah umat Islam. Mereka khawatir bahwa jika jumlah muslimin menjadi besar, berbagai bidang, seperti pertanian, perkebunan, ekonomi, dan sebagainya, akan dikuasai oleh umat Islam. .

Berbeda halnya jika jumlah umat Islam sedikit, tentu umat Islam akan sangat membutuhkan mereka dalam semua bidang kehidupan.
.

  • ➡ 5.Dengan besarnya jumlah umat Islam, menjadi tinggilah kedudukan mereka di tengah manusia.

.
Muslimin akan disegani apabila mereka kembali kepada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di sisi lain, besarnya jumlah umat Islam menjadi kebanggaan yang sangat tinggi kelak pada hari akhirat. Pada hari itulah saat yang tepat bagi setiap muslim untuk berbangga atas apa yang telah diusahakannya.

  • ➡ 6.Suami bebas mendatangi istri dengan posisi dan gaya apa pun yang ia kehendaki, dari arah dan sisi mana pun yang ia sukai.

.
Ia boleh mendatangi istri dengan berbaring, duduk, atau berdiri; dari arah depan, samping, atau belakang; selama di tempat ia bisa menaburkan benihnya, di jalan lahirnya bayi, yaitu farji si istri.
.
‼ Dalam ayat ini Allah mengumpamakan istri dengan tanah tempat bercocok tanam, lalu menegaskan, “Datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki.” Allah memberikan kebebasan bagi suami untuk mendatangi istri dari sisi mana pun yang dia kehendaki.

.

  • ➡ 7.Di antara niat yang terpuji bagi suami ketika mengumpuli istrinya adalah niat untuk mendapatkan anak.

.
✅ Oleh karena itu, niat untuk mendapatkan anak ketika berhubungan suami istri adalah niat yang disyariatkan dan menghasilkan pahala. Sebab, dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengisyaratkan perumpamaan tanah tempat bercocok tanam bagi istri.
.
‼ Yang memperjelas hal ini adalah doa ketika hendak berhubungan suami istri,
.
بِسْمِ اللهِ اللهم جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
.

Bismillaah. Allaahumma jannibnasy-syaithoona wa jannibisy-syaithoona maa rozaqtanaa.

.
“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau anugerahkan kepada kami.”
(HR. Al-Bukhari 6/141 dan Muslim 2/1028 dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu ‘anhu.)

.

“••“`•• Lanjut ke Halaman 2 “••“`••