Penghancur Segala Kenikmatan
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Sebelum Tiba Hari Penyesalan – Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.mp3


Penyesalan Tiada Tara – Ust. Ahmad Bazher15mb


Mengingat Kematian Ustadz Syafiq RizaBasalamah


Mengingat Mati – Abdullah Zaen


Mengingat Mati – Ust.Abu Haidar As Sundawy


Pemutus Segala Kelezatan-Ust. Abu Zubeir Al Hawary


Mengingat Pemutus Segala Kelezatan – Ustadz Abdul Latif


MengingatKematian (Ustadz Abdul Latif)


Bila Ajal / Maut Tiba Ust Rijal Yuliar Lc


MengingatKematian (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)


Nasihat tentang Kematian dan Kiat– Kiat Mengisi Waktu (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)


Sang Penasihat itu Bernama Kematian (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)



34 audio Ceramah Ustadz Abu Haidar As Sundawy


Renungan Menghadapi Kematian-Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc),


Semua Orang Berjalan Menuju Ke Kematian-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3


==…
Ebook


Kuburku Surgaku (Kematian-Hikmah,Persiapan dan Amalan-amalannya) – M. Taufiq Ali Yahya


Ada Apa Setelah Kematian – Asy SyaikhMuhammad bin Shalih Al Utsaimin


Mengingat Kematian


Kedahsyatan Setelah Kematian-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI 50Hlm


Misteri Setelah Kematian-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI 33Hlm



••…
➡ Penghancur Segala Kenikmatan
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • PENGHANCUR SEGALA KENIKMATAN

.

Penghancur kenikmatan, Mengangankan dan mencintai segala kebaikan dunia adalah sifat yang melekat pada diri manusia.
Harapan melambung tinggi, keinginan ada kalanya meluap tanpa kendali. Kecintaan kepada hal-hal yang indah dan nikmat adalah ciri kebanyakan manusia di muka bumi.
.
✅ Alloh ta’ala berfirman:
.
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imron: 14)
.
‼ Sungguh waktu terus berjalan tanpa ada seorangpun yang mampu menahannya walau hanya sesaat. Nafas yang sekarang ini keluar dari rongga hidung akan diganti dengan nafas yang lain sesuai dengan jatah yang telah ditentukan, menandakan usia sedikit demi sedikit semakin bertambah, dan jatah hidup semakin berkurang. Sehingga pada saatnya yang sudah ditentukan, nafas itu akan terhenti dan usia akan ditutup dengan kematian. Selanjutnya akan berpindah tempat ke alam yang sangat jauh berbeda dari alam dunia ini. Itulah alam kubur yang merupakan persinggahan pertama menuju alam akhirat.
.
✅ Benarlah apa yang dikatakan Rosululloh, kematian adalah pemberhenti segala ketamakan dan kerakusan, meluluhlantakkan kepongahan dan kesombongan, pemutus segala kelezatan dan kenikmatan, penghancur semua impian.
.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِمَجْلِسٍ وَهُمْ يَضْحَكُوْنَ فَقَالَ أَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ أَحْسَبُهُ قَالَ فَإِنَّهُ مَا ذَكَرَهُ أَحَدٌ فِي ضِيْقٍ مِنَ العِيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ وَلاَ فِي سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهُ عَلَيْهِ
.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik rodhiyalllohu ‘alaihi wa sallam bahwa Rosululloh melewati sebuah majlis dan mereka sedang tertawa, kemudian Rosululloh  bersabda: “Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus segala kelezatan”. Aku (Anas bin Malik) menyangka bahwa beliau bersabda: “Tidaklah seseorang mengingatnya dalam kondisi kesempitan hidup melainkan telah melapangkannya, dan dalam kelapangan hidup melainkan  telah menyempitkan atasnya.”[1]
.

✅ Dalam riwayat lain beliau bersabda,
.
أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
.
Perbanyaklah kalian mengingat penghancur kelezatan (mati)”[2]
.
Al-Qurthubi rohimahulloh berkata: “Sabda Nabi, “Perbanyaklah  kalian mengingat penghancur segala kenikmatan”, adalah ucapan yang simpel akan tetapi mencakup seluruh peringatan dan paling sempurna dalam hal nasihat. Karena sesungguhnya orang yang benar-benar mengingat mati akan hilang seluruh kenikmatan yang ada padanya, akan menghalanginya untuk berangan-angan tentang yang akan datang, dan akan menjadikan dirinya zuhud terhadap kehidupannya.[3]
.

  • Kematian pasti tiba tanpa ragu

.
✅ Sebagai manusia yang berakal, kita sadar betul bahwa bunga yang begitu indah berseri di musim semi, lama kelamaan akan layu. Demikian halnya baju baru yang kita kenakan, lambat laun akan usang. Semua orang dewasa pasti pernah merasakan masa kanak-kanak, dengan bergulirnya waktu dan tanpa disadari, saat ini sudah semakin berumur, yang selanjutnya akan menemui ajal yang pasti menanti. Bagaikan matahari yang terbit di pagi hari dengan begitu perkasa dengan sinarnya yang menyilaukan, secara lamban namun pasti, iapun  menjumpai masa senja dan ahirnya terbenam di ufuk barat pada saatnya yang pasti.
.
‼ Kematian adalah sebuah keniscayaan bagi manusia yang hidup di dunia ini. Hal tersebut banyak dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi .
.
✅ Diantaranya adalah firman Alloh ta’ala:
.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imron: 185)
.
‼ Jika ada manusia di dunia yang patut lolos dari kematian, maka dia adalah Rosululloh Muhammad. Karena beliau adalah sebaik-baik manusia, paling bertaqwa dan paling takut kepada Alloh. Namun sebagai manusia biasa yang hidup di dunia, maka beliaupun harus mati, dan pindah dari alam dunia ke alam yang lain.
.
✅ Alloh ta’ala berfirman:
.
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
.
Sesungguhna engkau mati dan mereka juga mati”. (QS. Az Zumar: 30)
.
Mati merupakan sunnatulloh yang berlaku sejak dahulu hingga kini dan sampai nanti selama dunia ini masih ada. Seluruh jin dan manusia yang telah Alloh bebankan kepada mereka untuk beribadah kepada-Nya pasti merasakan mati dan tidak ada yang kekal.
.
✅ Alloh ta’ala menjelaskan dalam firman-Nya:
.
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ
.
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?”. (QS. Al-Anbiyâ’: 34)
.
✅ Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam lantunan doanya:
.
أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الَّذِي لاَ يَمُوتُ وَالجِنُّ وَالإِنْسُ يَمُوتُونَ
.

Aku berlindung dengan keagungan-Mu, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau yang tidak mati, sedangkan jin dan manusia semuanya mati.”[4]
.

  • Doa Memohon Dihidupkan Jika Itu Baik, Dan Dimatikan Jika Itu Baik

.
اَللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي
.

Allaahumma ahyinii maa kaanatil hayaatu khoiron lii, wa tawaffanii idzaa kaanatil wafaatu khoiron lii.
.

Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik untukku.[HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680.]

.
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan: (doa di atas).”
.
‼ Dalam hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang berangan-angan agar mati. Dalam riwayat dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah berdoa meminta mati sebelum datang waktunya.” (HR. Muslim no. 2682).
.
✅ Dalam hadits di atas terkandung larangan bagi setiap muslim untuk berangan-angan mati (dalam pikiran) atau berdoa (dengan diucapkan) meminta kematian karena musibah yang dia alami, baik berupa kemiskinan, kehilangan sesuatu yang berharga, penyakit tertentu yang parah, luka secara fisik, atau musibah-musibah lainnya.
.

  • Alasan Pelarangan:

.
Perbuatan tersebut menunjukkan keluh kesah terhadap musibah yang menimpa, tidak ridha dengan takdir Allah Ta’ala dan menentang takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan.
.
✅ Yang menjadi kewajiban bagi seorang muslim adalah bersabar dalam menghadapi musibah.
Kewajiban sabar ini berdasarkan ijma’ ulama. Yang lebih utama dari sabar adalah bersikap ridha terhadap musibah atau takdir dari Allah Ta’ala tersebut. Ridha terhadap musibah hukumnya sunnah, tidak sampai derajat wajib, menurut pendapat yang paling kuat.
.
✅ Berdoa meminta kematian tidaklah mendatangkan maslahat, namun di dalamnya justru terdapat mafsadah (keburukan), yaitu meminta hilangnya nikmat kehidupan dan berbagai turunannya yang bermanfaat.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan.” (HR. Muslim no. 2682).
.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya. Dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya), semoga bisa menjadikannya bertaubat.” (HR. Bukhari no. 5673).
.

  • Doa Menjelang Kematian 2

.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى
.

Allaahummagh-fir lii warhamnii wa alhiqnii bir-rofiiqil a’laa.

.
Ya Allah, ampuni aku, rahmati aku, dan kumpulkan aku bersama rekan-rekan yang berada di atas (malaikat).[HR. Al-Bukhari 7/10, Muslim 4/1893.]

.

  • Doa Menjelang Kematian 3

.
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ
.

Laa ilaaha illallaah, inna lil mauti lasakaroot.
.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.[HR. Al-Bukhari 8/144 dengan Fathul Bari dalam hadits terdapat keterangan siwak.]

.

  • Doa Ketika Sakit Menjelang Kematian/Tanpa Harapan Hidup 3

.
لَا إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَا إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، لَا إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
.

Laa ilaaha illallaah wallaahu akbar, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, laa ilaaha illallaah lahul mulku wa lahul hamdu, laa ilaaha illallaah wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah
.
.
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, hanya milik-Nya kerajaan dan segala puji, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tiada daya maupun kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.[HR. Turmudzi 3430, Ibnu Majah 3794, dan dishahihkan Al-Albani.]
.

  • Doa Berlindung Dari Kecelakaan Dan Kematian Yang Mengerikan

.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَالْهَدْمِ، وَالْغَرَقِ، وَالْحَرِيقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا


Allaahumma innii a’uudzu bika minat-taroddii, wal hadmi, wal ghoroqi, wal hariiqi, wa a’uudzu bika an yatakhobbathonisy-syaithoonu ‘indal mauti, wa a’uudzu bika an amuuta fii sabiilika mudbiron, wa a’uudzu bika an amuuta ladiighon.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (terjatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari dirasuki setan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat. [HR. An-Nasa’i no. 5531. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.]
.

✅ Jika anda dihadapkan kepada satu pertanyaan, “Apakah anda siap mati sekarang?”, maka jawaban apakah yang akan anda berikan?. Mungkin dengan sepontan anda akan mengatakan: “Tidak, saya belum siap, karena saya masih banyak dosa”. Sebagian bahkan kebanyakan manusia belum siap untuk menghadapi mati dan berpisah dengan dunia ini. Dengan berbagai alasan mereka ingin tetap hidup lebih lama lagi. Akan tetapi itu semua akan sia-sia jika tidak waspada. Karena mati akan datang secara tiba-tiba. Alloh ta’ala telah mengingatkan kita dalam firman-Nya,
.
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
.
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78)
.
✅ Dalam ayat yang lain Alloh ta’ala berfirman:
.
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Alloh), yang mengetahui yang ghoib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jumu`ah: 5)
.
✅ Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Setiap manusia pasti akan mati dan tidak mungkin tidak. Tidak ada sesuatupun yang dapat menyelamatkan diri dari kematian, baik dia berusaha keras untuk menghalaunya ataupun tidak. Karena mati baginya adalah waktu yang pasti tiba dan masa yang sudah terbagi.
.

Kholid bin Walid rhodhiallohu ‘anhu ketika ia berada di atas dipannya dan ajal menghampirinya ia berkata: “Aku telah turut serta dalam perang ini dan perang itu, dan tidak ada satu anggota tubuhku yang tidak terluka, baik tertusuk atau terkena anak panah, dan sekarang aku harus mati di atas dipanku, maka tidak terlelap mata orang-orang yang penakut”.[5]
.

  • Penyesalan yang sia-sia.

.
✅ Wahai saudaraku yang hidupnya dipenuhi kemaksiatan. Jangan engkau lihat remehnya maksiat yang engkau lakukan. Akan tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat. Engkau bermaksiat kepada Alloh yang telah menciptakanmu. Engkau bermaksiat kepada Dzat yang telah memberikan segala sesuatu yang engkau butuhkan walaupun engkau tidak memintanya. Alloh telah memberikan kesempatan kepadamu untuk tetap hidup dan agar engkau segera bertaubat dan kembali ke jalan-Nya. Sungguh kemaksiatan adalah penyimpangan yang nyata dari jalan Alloh. Dan tidak pantas bagi kita untuk menyimpang dari jalan-Nya walau sedikit saja.
.
Wahai saudaraku yang sedang bergelimang dosa dan nista. Jangan pernah engkau berfikir besok atau lusa masih ada kesempatan untuk bertaubat. Karena mati akan datang secara tiba-tiba tidak mengenal waktu dan tempat. Sungguh karunia yang paling baik jika kita boleh tawar menawar usia ketika ajal menjemput walau sesaat. Namun itu tidak mungkin. Untuk sesaatpun tidak mungkin. Oleh karenanya, janganlah kita terpedaya oleh bujuk rayu setan dan lantunan irama nafsu yang menyesatkan.
.

“••“•• Lanjut ke Halaman 2 ~~••~~••