Sebab-sebab Perpecahan Umat
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.•

Islam Mengajak Pada Persatuan Bukan Perpecahan-Ust Yazid Jawas.mp3
https://app.box.com/s/wf3lksn6mre55pjkr4rwos6pp1bh13zl
Jaga Persatuan, Jangan Berpecah Belah – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 15Mb
https://app.box.com/s/hax0dvsmqqfz7ehddq9f7s2rtafj6htv
Solusi dan Sebab Perpecahan Ummat-Ust Dahrul Palihin 8Mb 40mnit
https://app.box.com/s/f2et9vz7y5po2asv6va07uyos6yu75j5
Syarah Hadits Perpecahan Ummat – Ust. Dr. Firanda Andirja 9Mb

https://app.box.com/s/o889cs1chpeoc1b38blqfdnl8uagp46y
=…


Sebab Perpecahan Umat-Ust.Abdul Malik


Perpecahan Umat-Ustadz Ridwan bin Abdul Aziz


Sebab-sebab Perpecahan Umat-Ust Abu Qotadah


Sebab-sebab Perpecahan Umat-Ust Abdullah Taslim


Sebab-sebab Perpecahan Umat-Ust Firanda Andirja


Perpecahan Umat-Ust.Abu Ihsan AlAtsaryBag1:Bag2Bag3Bag4

10 Macam Kesyirikan dan Kekafiran yang Banyak Terjadi – Ust Sofyan Chalid Ruray
7Mb
https://app.box.com/s/smrmunzgtguyr8ekxnlncpr911hmqd35
Jenis Ibadah : Tawakkal – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 18mb
https://app.box.com/s/hzwiphiwoivej9tnxsx4zvoszkwlurrs
Jenis Ibadah : Roja’ [Rasa Harap] – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 15Mb
https://app.box.com/s/z38hln6jzaf20nogpbld0vgnycosn3ia
Ahlussunnah mengimani sifat-sifat Allah – Ustadz Harits Abu Naufal 23Mb
https://app.box.com/s/trx4v9qi7c6gfn2a8dxs6afwxbtkai35
Kedudukan Sahabat Nabi Dalam Islam [ID-EN Sub] – Ust Dr. Firanda Andirja, M.A.7Mb
https://app.box.com/s/lmi45ovdn24uojumv29ek0zvdc5bcjl9
Keutamaan Hidup Miskin – Ustadz Abdullah Husni, Lc 20Mb
https://app.box.com/s/n9yhywjgkh7rh0khze4s3rvydtjse8am
Maka Nikmat Tuhanmu Yang Manakah Yang – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA حفظه الله تعالى 20Mb
https://app.box.com/s/h3sdypqzn1uisiscuuwth4c6hns14p1b
Tanda Orang Baik – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA حفظه الله تعال 28Mb
https://drive.google.com/file/d/1BUZWbF24Y6mFhdK5yMgXAZb6Ju9FnGVh/view?usp=drivesdk
…==
–File Webm Diputar Dengan Mx Player–
.
1185 Audio mp3 Radio Muslim
https://archive.org/details/RadioMuslim
70 Audio mp3 Kitab Shahih Bukhari – Ust.Askari
https://archive.org/details/ilmoe.com-shahih-bukhari
79 Audio Tadzkiratus Saami wal Mutakallim fii Adabil Alim wal Mutaalim Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
https://archive.org/details/UstadzMuhammadNuzulDzikri-TadzkiratusSaamiWalMutakallimFiiAdabilAlim
23 Mp3 Ceramah Ustadz Anas Burhanudin, MA
https://archive.org/details/MP3CeramahUstadzAnasBurhanudinMA
81 Audio Mp3 Kajian IslamUstadz Abdul Hakim Amir Abdat
https://archive.org/details/DakwahRisalahAbdulHakimBinAmirAbdat
31 Audio mp3 Kajian Islam Ustadz Dzulqarnain
https://archive.org/details/ilmoe.com-kajian-tematik-al-ustadz-dzulqarnain
117 Audio mp3 Ustadz Hasan Al-Jaizy – Tafsir
Al-Aisar
https://archive.org/details/UstadzHasanAl-jaizy-TafsirAl-aisar
PELIPUR LARA DISAAT KESEDIHAN MENIMPA
Al Ustadz Fauzan abu Muhammad Al-Kutawy ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
https://drive.google.com/file/d/195a-od9JwN_53aFCieTHgduQhRDU9GJK/view?usp=drivesdk
*SEHAT DENGAN SUNNAH*. Ust. Khaidir Abu Abdillah_( MAKNA SYAFAKALLAH )_
https://drive.google.com/file/d/1oSWfEhG2OqtIqXWZKHjPxHW87RhXYl3u/view?usp=drivesdk
. Ust Dzulqarnain M Sunusi Hafidzahulloh
_( FIQH KONTEMPORER SEPUTAR DUNIA KEDOKTERAN )_
https://drive.google.com/file/d/1aup43ZvIyHaHTtkayRGvsSJO0uOLMj11/view?usp=drivesdk
…== 


==


Sebab-sebab Perpecahan Umat


SAQIFAH PENYELAMAT PERSATUAN UMAT-Saleh A. Nahdi(Bantahan Buku Saqifah Awal Perselisihan Umat Yang Mencemarkan Nama Baik Para Khalifah dan Sahabat Rasullullah Yang Dihormati )


Faktor Kemunduran dan Beginikah Kondisi Umat Islam Sekarang


Musibah Umat Yang Memilukan


Sebab Sebab Kemunduran dan Kelemahan Kaum Muslimin


Kelemahan Kaum Muslimin Di Mata Musuh-Al Imam Ibnu Baz


Berlemahlembutlah Wahai Penuntut Ilmu-Syaikh Muhammad Al Imam


Bersatulah Wahai Ahlus Sunnah dan Jangan Berpecah Belah-Syaikh Rabi bin Hadi al Madkholi


Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Saudaramu-Syaikh‘Abdul Muhsin Al’Abbad 


==…
➡ Sebab-sebab Perpecahan Umat
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • Sebab-sebab Perpecahan Umat

.
Al-Ustadz Abu Hafs Umar
.
Sesungguhnya musuh-musuh Islam, baik dari kalangan setan maupun orang-orang kafir, sangat bersemangat dalam memecah belah persatuan umat Islam. Sebab, dengan perpecahan, umat ini akan melemah dan mudah dikuasai oleh musuh-musuhnya. Seorang mukmin yang memiliki kecemburuan terhadap agamanya tentu mendambakan persatuan umat dan tidak menginginkan perpecahan. Perpecahan dalam menjalankan agama memang sangat dicela dalam ajaran Islam.
.

  • Perhatian Islam terhadap Persatuan Umat

.
✅ Di dalam banyak ayat, Allah memerintah segenap hamba-Nya untuk bersatu, dan melarang segala bentuk perpecahan.
.
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ
.
Dan berpegangteguhlah kalian pada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai-berai.” (Ali ‘Imran: 103)
.
✅ Bukan kepada umat ini saja, perintah untuk bersatu dalam mengamalkan agama ternyata sudah diwasiatkan oleh Allah kepada umat-umat terdahulu juga, yaitu umat Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi ‘Isa ‘alaihimussalam. Hal ini menandakan betapa besarnya arti persatuan umat di sisi Allah. Allah berfirman,
.
۞شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحٗا وَٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ وَمَا وَصَّيۡنَا بِهِۦٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓۖ أَنۡ أَقِيمُواْ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُواْ فِيهِۚ
.
Dia (Allah) telah mensyariatkan kepada kalian agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nabi Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan ‘Isa, yaitu tegakkanlah oleh kalian agama ini dan janganlah kalian bercerai-berai di dalamnya.” (asy–Syura: 13)
.
Al-Imam al-Baghawi berkata, “Allah mengutus seluruh nabi agar mereka melaksanakan agama ini, berkasih sayang, bersatu, dan meninggalkan perpecahan dan perselisihan.”
.

‼ Demikianlah besarnya perhatian Islam terhadap persatuan umat. Namun, sayang, kita dapati realitas bahwa dalam melaksanakan agama Islam, sesama muslim berpecah belah menjadi banyak golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka. Kelompok yang ini membanggakan pendidikannya, kelompok yang itu membanggakan perekonomiannya, kelompok yang lain membanggakan banyaknya pesantrennya, dan seterusnya.
.
Bukankah semua mukmin itu mengetahui bahwa Rabb mereka adalah Rabb yang satu, yakni Allah, rasul mereka satu, yakni Muhammad, dan kitab mereka satu, yakni al-Qur’an? Namun, mengapa mereka berpecah menjadi banyak golongan? Sungguh, ini kenyataan yang memprihatinkan.
.
‼ Pembaca Qonitah yang semoga dirahmati Allah, memang perpecahan umat merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah. Dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dalam hadits (yang artinya), “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 kelompok; 1 kelompok di surga, sedangkan 72 kelompok di neraka.” Ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, siapa mereka (yang satu kelompok)?” Beliau menjawab, “al-Jama’ah.” (HR. Ibnu Majah, dinyatakan shahih oleh al-Albani rahimahullah)
.

  • ➡ Di Antara Sebab Perpecahan

.
✅ Kiranya, apakah yang menyebabkan terjadinya perpecahan pada umat ini?
.
Perlu kita mengetahui sebab-sebab yang melatarbelakangi fenomena perpecahan umat ini dalam rangka menjauhinya dan mengingatkan orang lain agar tidak terjatuh padanya. Seorang penyair Arab mengatakan,
.

Aku mengetahui kejelekan bukan untuk berbuat jelek,
.
tetapi untuk menjaga diri agar tidak terjatuh padanya.
.
Barang siapa tidak mengenali kejelekan,
.
dia akan terjatuh padanya
.
.
Berikut di antara sebab perpecahan umat yang mesti dijauhi setiap muslim.
.

  • ➡ 1. Sikap fanatik (ta’ashshub) terhadap mazhab, organisasi, atau golongan tertentu.

.
Ketika sebagian mukminin memiliki sikap fanatik buta, dia tidak lagi bersikap objektif dalam menilai hakikat kebenaran. Di matanya, kebenaran hanyalah yang sesuai dengan mazhab, kelompok, atau golongannya, sedangkan yang menyelisihi golongan atau mazhabnya adalah salah. Al-Kitab dan as-Sunnah tidak lagi menjadi ukuran dalam menilai kebenaran.
.
‼ Dia pun siap membela pendapat mazhab, kelompok, atau golongannya tersebut, sekalipun menyelisihi al-Qur’an dan as-Sunnah. Sampai-sampai, di antara mereka ada yang tidak mau bermakmum kepada orang yang tidak semazhab dengannya.
.
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan mengisahkan, “Dahulu di Masjidil Haram ada empat mihrab. Setiap pengikut mazhab mengerjakan shalat berjamaah bersama orang (imam) yang semazhab dengan mereka di sebuah sisi Ka’bah. Kemudian, Allah membangkitkan orang yang mengumpulkan mereka di belakang seorang imam shalat, dan hilanglah pemandangan yang jelek ini. Segala pujian hanya milik Allah.” (Syarh al-Ushul as-Sittah hlm. 27)
.
✅ Semestinya, seorang muslim hanya berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah, dalam rangka mengamalkan sabda Nabi,
.
إِنِّي تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا تَمَسَكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي
.
Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian (sesuatu) yang selama kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Malik)
.

‼ Demi mencegah perpecahan, seorang muslim harus mengutamakan al-Qur’an dan as-Sunnah di atas segala perkataan. Dia harus siap meninggalkan segala perkataan dan pendapat yang bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, walaupun pendapat mazhab atau organisasinya.
.
✅ Allah berfirman,
.
إِنَّمَا كَانَ قَوۡلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذَا دُعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَهُمۡ أَن يَقُولُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۚ
.
Hanya saja ucapan orang-orang mukmin apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka hanya berkata, ‘Kami mendengar dan kami taat’.” (an-Nur: 51)
.

✅ Allah juga berfirman,
.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ١
.
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al–Hujurat: 1)
.

  • ➡ 2. Kebid’ahan dalam beragama.

.
Sebagai agama yang telah sempurna, tentu Islam tidak membutuhkan perkara yang diada-adakan oleh manusia (bid’ah). Siapa saja yang mengada-adakan suatu bid’ah dalam syariat ini, pada hakikatnya dia telah membuka pintu perpecahan dalam agama. Sebab, dengan bid’ah, umat akan beramal dengan beragam model syariat buatan manusia sehingga terjadilah perpecahan umat.
.
Hal ini sebagaimana yang tersirat dalam hadits dari Ibnu Mas’ud , ia berkata, “Rasulullah membuat sebuah garis untuk kami lalu bersabda, ‘Ini jalan Allah yang lurus.’ Kemudian, beliau membuat garis-garis (pendek) ke arah kanan dan kiri garis itu, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan, yang pada setiap jalan tersebut ada setan yang menyeru kepadanya.’ Beliau membaca firman Allah,
.
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ
.
Sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang menyimpang), karena kalian akan terpecah dari jalan-Nya.” (al-An’am: 153) (HR. Ahmad)
.

Mujahid, salah seorang ulama ahli tafsir terkemuka, berkata, “Jalan-jalan yang menyimpang itu adalah bid’ah dan syubhat (kerancuan dalam beragama).
.
‼ Seolah-olah Allah menyatakan, janganlah kalian mengikuti bid’ah dan syubhat karena akan memecah belah kalian dari jalan-Nya.
.
✅ Demikianlah realitasnya, tatkala di antara umat ini ada yang melakukan kebid’ahan, terjadilah perpecahan demi perpecahan di antara mereka.
Mereka tidak akan bersatu selain dengan meninggalkan kebid’ahan dan kembali mengamalkan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
.

  • ➡ 3. Taklid buta (ikut-ikutan tanpa ilmu) terhadap tokoh atau pemimpin tertentu.

.
Sebagian muslimin mengukur kebenaran dengan standar tokoh-tokoh mereka. Terkadang, apa saja yang diajarkan oleh tokoh tersebut mereka ambil sebagai suatu kebenaran mutlak, sekalipun menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Mereka tidak lagi menimbang pendapat tokoh tersebut dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Inilah realitas taklid yang terdapat pada sebagian muslimin. Akibatnya, umat pun semakin terpuruk dalam perpecahan.
.
‼ Sejatinya, di dalam al-Qur’an, Allah telah melarang setiap mukmin dari taklid.
.
✅ Allah berfirman,
.
وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٦
.
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (al–Isra’: 36)
.
Para imam empat mazhab, yaitu Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i, dan Ahmad rahmatullah ‘alaihim, juga telah melarang para pengikut mereka untuk bertaklid kepada mereka. Mereka juga mengingatkan pengikut mereka, apabila ada pendapat mereka yang menyelisihi sunnah Rasul, hendaklah dia mengikuti sunnah Rasul dan meninggalkan pendapat mazhabnya.
.
Al-Imam asy-Syafi’i berkata, “Apabila kalian mendapati pada kitabku ini hal-hal yang menyelisihi sunnah Rasulullah, ambillah sunnah Rasulullah dan tinggalkanlah ucapanku.” Para imam mazhab yang lain juga mengucapkan kalimat serupa.
.

‼ Kekaguman seseorang terhadap pimpinannya tidak boleh membawanya untuk mengutamakan pimpinan tersebut daripada al-haq. Ibnul Qayyim berkata, “Syaikhul Islam itu sangat kami cintai, tetapi al-haq lebih kami cintai daripada beliau. Ucapan setiap orang selain al–Ma’shum (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam) itu bisa diambil dan bisa ditinggalkan.” Inilah sikap adil yang harus dimiliki setiap mukmin: mengutamakan al–haq di atas segala-galanya.
.

••“••“ Lanjut ke Halaman 2 ••“••“
 

Iklan