Hikmah dan Keutamaan Puasa Tasu’ a dan
‘Asyuro
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.•

1.Orang Awam Menyimpulkan Hukum Fiqih Tanpa Guru & Kitab Fiqih, Bolehkah?


2.Siapa Saja Mahram Kita (Bagian 1)?


3.Kenapa Ada Kaidah Fiqih “Hukum Asal Ibadah Adalah Dilarang (Haram)” ?


4.Menyikapi Orang Tua yang Condong Pada Satu Anak


5.Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 62


6.Hukum Membunuh Semut yang Menggangu 
7.Tidur Ketika Sholat, Batal Atau Tidak?


8.Bolehkah Tinggal di Negeri Kafir Karena Bekerja?


9.Hukum Kuliah di Kampus Umum


=…


SUNNAH & BID’AH DI BULAN MUHARRAM – Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah 31Mb


https://mir.cr/1AQUA50M


Ada Apa dengan Muharom – Ustadz Hermawan, Lc., M.Pd.


Keutamaan Bulan Muharram – Ustadz Riffi Hamdani


https://mir.cr/9NSNVJ6G
=…


Keutamaan Puasa Asyura – Ustad M Abduh Tuasikal


Hikmah dan Keutamaan Puasa Tasu’ a dan’Asyuro – Ustadz Sofyan Chalid Ruray


Adab Adab Berpuasa-Ust.Ahmad Mz


Ustaz Yazid Abdul Qadir Jawas – Sifat PuasaNabi


Puasa ‘Asyura,Ust. Zainal Abidin


Anjuran untuk Puasa Asyura tgl 10 dan sebelumnya 9 Muharram, syaikh Abdur Rozzaq Al Badr.


Ust Yoyok, Keutamaan Puasa Asyuro 



.==

  • Hikmah dan Keutamaan Puasa Tasu’ a dan ‘Asyuro

.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
=…

  • Puasa ‘Asyura, Tanggal 9 atau 10?

.
‼ Afwan, saya mau tanya. Puasa ‘Asyura itu tanggal 9 atau 10 Muharram? Mohon disertai dalilnya. Jazakallahu khair.
.
Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Rijal:
.
➡ *Puasa Tasu’a*
Senin, 9 Muharram 1441 H/ 9 September 2019 M (sehari sebelum puasa Asyura)
.
➡ *Puasa Asyura*
Selasa, 10 Muharram 1441 H/ 10 September 2019 M
.
➡ *Puasa Ayyamul Bidh*
1. Jumat, 13 Muharram 1441 H/ 13 September 2019 M
2. Sabtu, 14 Muharram 1441 H/ 14 September 2019 M
3. Ahad, 15 Muharram 1441 H/ 15 September 2019 M
.
Puasa ‘Asyura adalah puasa pada tanggal 10 Muharram. Pada mulanya, puasa ini disyariatkan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam hijrah ke Madinah. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
.
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ، فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ؟ فَقَالُوا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ، فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا، فَنَحْنُ نَصُومُهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
.
‼ “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura (tanggal 10 Muharram). Beliau pun bertanya kepada mereka, ‘Hari apakah ini sehingga kalian berpuasa?’
.
Mereka menjawab, ‘Ini hari yang agung. Pada hari inilah Allah memenangkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun beserta kaumnya. Oleh karena itulah, Musa berpuasa setiap hari tersebut sebagai bentuk syukur, lalu kami pun melakukannya.’
.

‼ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Kami lebih berhak dan lebih pantas (mengikuti) Musa daripada kalian.’ Beliau pun berpuasa dan memerintahkan puasa pada hari itu.” (HR. al-Bukhari no. 3145, 3649, 4368 dan Muslim no. 11
30)
.
✅ Pada awal pensyariatannya, puasa ‘Asyura ini wajib. Setelah datang kewajiban puasa Ramadhan pada tahun 2 H, puasa ‘Asyura tetap disyariatkan, hanya saja berubah hukumnya menjadi mustahab (sunnah).
.
‼ Ibadah yang mudah ini memiliki keutamaan besar sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu ‘anhu.
.
✅ Beliau berkata,
.
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura, maka beliau menjawab, ‘Puasa tersebut akan menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu’.” (HR. Muslim no. 1162)
.
✅ Termasuk yang disunnahkan dalam puasa ‘Asyura adalah berpuasa satu hari sebelumnya, yakni tanggal 9 Muharram, untuk menyelisihi orang Yahudi. Dalil disunnahkannya berpuasa tanggal 9 mengiringi puasa ‘Asyura adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dalam riwayat al-Imam Muslim,
.
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
.
Kalau aku masih hidup tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa pula pada tanggal 9 Muharram (yakni bersama 10 Muharram).”
.
Allahu a’lam.
=

  • Pada bulan muharam terdapat hari ‘Asyura.

.
Hari ‘Asyura adalah hari ke sepuluh dibulan muharam, dimana ia memiliki keutamaan dan kekhususan dibandingkan hari hari yang lain, diantaranya :
.

  • Berpuasa pada hari ‘Asyura menggugurkan dosa setahun yang telah berlalu.

.
✅ Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda
.
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
.
Dan puasa ‘Asyura itu aku berharap kepada Allah menghapus dosa setahun sebelumnya” (HR Muslim : 1162, Abu Dawud : 2425, Tirmidzi : 749, Ibnu Majah : 1738)
.

Dosa yang diampuni dalam hadits diatas adalah dosa dosa kecil saja, sementara dosa dosa besar memerlukan taubat nasuha secara khusus. Sebagaimana di isyaratkan oleh hadits dari Abu hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ;
.
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
.

Shalat shalat yang lima waktu, dari satu shalat jum’at ke shalat jum’at berikutnya, dari bulan Ramadhan ke bulan ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus dosa diantaranya apabila meninggalkan dosa besar
(HR Muslim : 233)

.
✅ Al Imam An nawawi rahimahullah berkata :
.
وَفِي مَعْنَى هَذِهِ الْأَحَادِيثِ تَأْوِيلَانِ أَحَدُهُمَا يُكَفِّرُ الصَّغَائِرَ بِشَرْطِ أَنْ لَا يَكُونَ هُنَاكَ كَبَائِرُ فَإِنْ كَانَتْ كَبَائِرَ لم يكفر شيئا لا الكبائر لَا الْكَبَائِرَ وَلَا الصَّغَائِرَ وَالثَّانِي وَهُوَ الْأَصَحُّ الْمُخْتَارُ أَنَّهُ يُكَفِّرُ كُلَّ الذُّنُوبِ الصَّغَائِرِ وَتَقْدِيرُهُ يَغْفِرُ ذُنُوبَهُ كُلَّهَا إلَّا الْكَبَائِرَ
.

Dan pada hadits diatas ada dua penafsiran. Penafsiran pertama, (amalan tersebut) menghapus dosa kecil dengan syarat tidak melakukan dosa besar, kalau punya dosa besar, maka tidak menghapus apapun, baik dosa kecil ataupun dosa besar. Penafsiran kedua, dan ini pendapat yang shahih dan terpilih yaitu (amalan tersebut) menghapus semua dosa yang kecil, sehingga asumsinya semua dosa diampuni kecuali dosa besar
” (Al Majmu’ Syarah Al Muhadzab 6/382)

.
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
.
وَتَكْفِيرُ الطَّهَارَةِ وَالصَّلَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَعَرَفَةَ وَعَاشُورَاءَ لِلصَّغَائِرِ فَقَطْ وَكَذَا الْحَجُّ
.

Dan penghapusan dosa karena sebab bersuci (wudhu dan Mandi), sebab shalat, sebab puasa ramadhan, sebab puasa arafah, dan sebab puasa ‘Asyura adalah terhadap dosa kecil saja, demikian juga dengan ibadah haji”
(Al Fatawa Al Kubra, Ibnu Taimiyyah 8/48)

.

  • Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sangat memperhatikan puasa pada hari ‘Asyura.

.
✅ ‘Ubaidullah bin Abi Yazid rahimahullah berkata, bahwasanya Aku mendengar Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma ditanya tentang puasa ‘Asyura, maka beliau menjawab :
.
مَا عَلِمْتُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ يَوْمًا يَطْلُبُ فَضْلَهُ عَلَى الْأَيَّامِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ وَلَا شَهْرًا إِلَّا هَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي رَمَضَانَ
.

Aku tidak mengetahui bahwasanya Rasulullah shalallahu puasa pada suatau hari, beliau mencari keutamaan daripada hari hari tersebut kecuali hari ‘Asyura ini, dan kalau diantara bulan bulan adalah pada bulan ini yaitu ramadhan
” (HR Muslim : 1132)
.

✅ Dalam lafadz lain disebutkan :
.
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا اليَوْمَ، يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
.

Aku tidak pernah melihat Nabi shalallahu alaihi wasallam begitu memperhatikan puasa pada suatu hari yang diutamakan dibandingkan hari lainnya selain hari ‘Asyura ini, dan bulan dibandingkan ini yakni bulan ramadhan
(HR Bukhari : 2006)

  • Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya pada hari ‘Asyura.

.
✅ Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma ia berkata :
.
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا، يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ؟ فَقَالُوا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ، أَنْجَى اللهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ، وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ، فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا، فَنَحْنُ ن
َصُومُهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
.

Bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam datang ke Madinah (hijrah), lalu beliau mendapati orang orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura, Beliau bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian berpuasa pada hari ini ?” , Mereka menjawab, ” ini adalah hari yang agung, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, maka Musapun berpuasa sebagai bentuk syukur, maka kamipun berpuasa“. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Kami yang lebih berhak kepada Musa daripada kalian”. Maka Beliaupun berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa” (HR Bukhari : 2004, Muslim : 1130
.

“••“•• Lanjut ke Halaman 2 “•“••`