Jangan Mencela Para Sahabat
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Kedudukan Sahabat Nabi Dalam Islam [ID-EN Sub] – Ust Dr. Firanda Andirja, M.A.7Mb
https://app.box.com/s/lmi45ovdn24uojumv29ek0zvdc5bcjl9
Keutamaan Para Sahabat-Ust.Farhan abu Furaihan
https://app.box.com/s/jrc16f6akohlr040um8jxhy0vjf8oypy
Sahabat Dalam Memahami Islam-Ust Firanda Andirja 5Mb
https://app.box.com/s/s6xnmjkmzagyou36wuc0a5wzq702emyz


Aqidah Ttg Sahabat Nabi-Ust.Hasan al Jaizy


Para Shahabat Nabi-Ust.Abu Salman


Mencintai Shahabat Nabi-Ust.Abu Salman


Ust.Firanda Andirja – Sahabat Dihujat, Sahabat Dibela


Jangan Mencela Para Sahabat-RadioRodja


Larangan Mencela Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)Bag1:Bag2:
Bag3


=…
Ebook
Hubungan Erat dan Kasih Sayang Antara Ahlul Bait Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dengan Seluruh Sahabat Nabi Radhiyallahu ‘Anhum) – ShalejAd Darwisy 114Hlm
https://www.muslim-library.com/dl/books/in3993.pdf
Meneladani Sifat Mulia Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2013/05/19-meneladani-sifat-mulia-sahabat-rasulullah.pdf
Sunni dan Syiah Rafidhah
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2012/12/45-sunni-rafidhah.pdf
Hak Para Sahabat
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2012/12/3-hak-para-sahabat.pdf
Profil Keluarga 30 Sahabat Nabi Yang Dijamin Masuk Surga Oleh:Syaikh DR. Jasim Muhammad Badr (451Halaman)
https://archive.org/download/indun/indu37.pdf
Biografi 60 Sahabat Nabi – KhalidMuhammad Khalid (610Halaman
https://archive.org/download/indun/indu06.pdf
==… 

==…
➡ Jangan Mencela Para Sahabat
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • ➡ “Jangan Mencela Para Sahabat !!”

.
 oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
-hafizhahullah-
.
Para sahabat Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- merupakan generasi terbaik yang dipilih oleh Allah -Subhanahu wa Ta’ala- untuk menemani Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dalam memperjuangkan, dan menyebarkan Islam. Jasa mereka kepada Islam dan kaum muslimin amat besar.
.
‼ Namun sangat disayangkan, pada hari ini muncul generasi yang jelek berusaha merendahkan para sahabat, menghina mereka, bahkan menganggap mereka munafiq dan kafir, na’udzu billah.
.
Usaha merendahkan dan mencela sahabat, muncul dengan berbagai macamn
ya.
.
✅ Ada yang menghina sahabat dengan alasan “Studi Kritis Sejarah Islam”, atau“Pembelaan Terhadap Ahlul Bait”, dan berbagai macam slogan yang berakhir pada satu muara, yaitu mencela sahabat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- .
.
Parahnya lagi, jika usaha busuk ini diusung oleh para mahasiswa muslim.
.
✅ Ini tentunya menyalahi adab dan aqidah ahlus sunnah yang memerintahkan kita memuliakan sahabat, memujinya, mendoakan kebaikan baginya, dan menahan lisan dan hati dari benci kepada mereka.
.
‼ Mencela sahabat, apalagi sampai menganggapnya munafik, dan telah berbuat makar, atau mengkafirkannya adalah merupakan perkara yang berbahaya bagi aqidah seorang mus
lim.
.
✅ Seorang muslim harus membersihkan lisan dan hatinya dari kata-kata yang tidak layak, sifat benci dan dendam kepada para sahabat -radhiyallahu anhum ajma’in-, apakah ia dari kalangan orang-orang terdahulu masuk Islam ataukah belakangan.
.
Yang jelas ia adalah sahabat Nabi-shollallahu alaihi wasallam-, maka kita harus beradab dan sopan kepada mereka dalam berkata dan bersikap.
.
✅ Cinta para sahabat Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik itu ahlul bait maupun bukan merupakan tanda keimanan seseorang, dan membenci mereka adalah tanda nifaq.

.
‼ Al-Imam Al-Bukhary -rahimahullah- berkata, “Bab Tanda Keimanan Adalah Cinta Kepada Orang-Orang Anshar”.
.

✅ Setelah itu Al-Bukhary membawakan sebuah hadits dari Anas -radhiyallahu ‘anhu- dari Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, beliau bersabda,
.
آيَةُ الْمُنَافِقِ بُغْضُ  اْلأَنْصَارِ وَآيَةُ الْمُؤْمِنِ حُبُّ اْلأَنْصَارِ
.
Tanda kemunafiqan itu adalah membenci orang-orang Anshar dan tanda keimanan itu adalah mencintai orang-orang Anshar”. [Lihat Shahih Al-Bukhoriy (1/14/17)]
.
✅ Al-Imam Abu Bakr As-Suyuthiy -rahimahullah- berkata ketika menafsirkan hadits di atas,
.
“الآية هي العلامة ومعنى هذه الأحاديث أن من عرف مرتبة الأنصار وما كان منهم في نصرة دين الإسلام والسعي في إظهاره وإيواء المسلمين وقيامهم في مهمات دين الإسلام حق القيام محبهم النبي صلى الله عليه وسلم وحبه إياهم وبذلهم أموالهم وأنفسهم بين يديه وقتالهم ومعاداتهم سائر الناس إيثارا للإسلام وعرف من علي ابن أبي طالب رضي الله عنه قربه من رسول الله صلى الله عليه وسلم وحب النبي صلى الله عليه وسلم له وما كان منه في نصرة الإسلام وسوابقه فيه ثم أحب الأنصار وعليا لهذا – كان ذلك من دلائل صحة إيمانه وصدقه في إسلامه لسروره بظهور الإسلام والقيام بما يرضي الله سبحانه وتعالى ورسوله صلى الله عليه وسلم ومن أبغضهم كان بضد ذلك واستدل به على نفاقه وفساد سريرته.” اهـ من الديباج على صحيح مسلم بن الحجاج (1/ 92)
.
Tanda-tanda orang beriman adalah mencintai orang-orang Anshar. Karena, siapa saja yang mengerti martabat mereka dan apa yang mereka persembahkan berupa pertolongan terhadap agama Islam, jerih-payah mereka memenangkannya, menampung para sahabat (muhajirin,pen), cinta mereka kepada Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, pengorbanan jiwa dan harta mereka di depan Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, permusuhan mereka terhadap semua orang (kafir) karena mengutamakan Islam dan mencintainya. Semua itu merupakan tanda kebenaran imannya, dan jujurnya dia dalam berislam. Barangsiapa yang membenci mereka di balik semua pengorbanan itu, maka itu merupakan tanda rusak dan busuknya niat orang ini”. [Lihat Ad-Dibaj ala Shohih Muslim Ibnil Hajjaj (1/92)]
.
✅ Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda saat melarang keras mencela para sahabat dengan menerangkan martabat mereka,
.
لاَ تَسُبُّوْا أَصْحَابِيْ فَلَوْا أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيْفَهُ
.
Janganlah kalian mencela para sahabatku. Andaikan seorang di antara kalian berinfaq emas sebesar gunung Uhud, niscaya infaq itu tak mampu mencapai satu mud infaq mereka, dan tidak pula setengahnya”. [HR.Al-Bukhary dalam Shahih-nya (no. 3470), Muslim dalam Shahih-nya (no. 2541)].
.

✅ Dari dua hadits ini dan hadits lainnya yang semakna, Ahlis Sunnah menetapkan suatu aqidah: “Wajibnya mencintai para sahabat Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan tidak mencela mereka, bahkan memuliakan mereka serta membersihkan hati dan lisan dari membicarakan permasalahan di antara para sahabat, mencela, merendahkan dan menghina para sahabat”
.
‼ Sebab merekalah yang memperjuangkan Islam dan menyebarkannya dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka sampai kita juga bisa merasakan nikmat Islam.
.
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata, “Di antara prinsip Ahlus Sunnah, selamatnya hati dan lisan mereka dari sahabat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam- dan berlepas diri dari jalan hidupnya orang-orang Rofidhoh yang membenci dan mencela para sahabat. Mereka (Ahlussunnah) menahan diri dari perselisihan yang terjadi di antara mereka, dan berkata:
[‘Sesungguhnya atsar-atsar yang teriwayatkan mengenai kejelekan para sahabat, di antaranya ada berita dusta, ada juga yang sudah ditambahi dan dikurangi, serta diubah dari semestinya’].

.
Para sahabat lebih dahulu berislam, dan memiliki keutamaan-keutamaan yang mengharuskan diampuninya dosa yang ada pada dari mereka, apabila ada. Sehingga mereka diampuni dari segala kekeliruan yang tidak diampuni bagi orang setelah mereka. Lalu jika ada dosa pada salah seorang di antara mereka, maka mereka (tentunya) akan bertaubat darinya, atau ia melakukan kebaikan yang bisa menghapuskan dosanya atau diampuni dosanya karena keutamaan dahulunya masuk Islam, atau karena syafa’at Nabi Muhammad -shollallahu ‘alaihi wasallam- kepada mereka, yangmana mereka adalah orang yang lebih berhak mendapatkan syafa’atnya, ataukah ia ditimpakan suatu bala’ di dunia yang bisa menghapuskan dosanya. Jika ini hubungannya dengan dosa yang nyata, maka bagaimana lagi dengan perkara yang mereka di dalamnya berijtihad? Jika mereka benar, maka mereka mendapatkan dua pahala. Jika keliru, maka mereka mendapat satu pahala, sedangkan kesalahannya terampuni”.[Lihat Syarah Al-Aqidah Al-Wasithiyyah (hal. 139-152) karya Syaikh Shaleh Al-Fauzan, dengan sedikit perubahan tanpa merusak dan mengubah makna].
.
✅ Orang Rafidhah yang disebut oleh Syaikhul Islam, mereka adalah berasal dari orang-orang majusi yang mengaku masuk Islam dengan tujuan merusak Islam dari dalam.
.
Mereka berkedok dengan pembelaan bagi Ahlul Bait dalam rangka mencela, bahkan mereka mengafirkan para sabahat Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- agar Islam hancur.
.
✅ Sekarang Rofidhoh (baca:Syi’ah) bermarkas di Iran
. Karenanya, kami ingatkan kaum muslimin agar berhati-hati terhadap mereka dan jauhkan anak-anak kita dari mereka, jangan sampai di sekolahkan di negeri mereka (khususnya, di Qum, Iran), hanya karena diiming-imingi dengan dunia dan gelar, sementara ia rela mengorbankan aqidah. Na’udzu billah minal khudzlan.
.
‼ Hal ini perlu kami jelaskan, karena orang-orang Rafidhah (terkenal dengan sebutan Syi’ah), belakangan ini banyak merasuki dunia kampus, dan sebagian oragnisasi dakwah.
.

✅ Selain itu, mereka memakai senjata  “nikah mut’ah” (nikah kontrak/nikah tanpa wali). Banyak mahasiswa yang terpengaruh dengan mereka karenanya. Apalagi nikah mut’ah dibumbui dengan janji-janji pahala dan keutamaan yang mereka ada-ada.
.
‼ Ketahuilah, mereka adalah kaum yang memiliki niat busuk dalam mencela sahabat Nabi kita –
Shollallahu ‘alaihi wasallam-.
.
✅ Al-Imam Muhammad bin Al-Husain Al-Ajury -rahimahullah- berkata,
.
“يَنْبَغِي لِمَنْ تَدَبَّرَ مَا رَسَمْنَاهُ مِنْ فَضَائِلِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفَضَائِلِ أَهْلِ بَيْتِهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِينَ أَنْ يُحِبَّهُمْ وَيَتَرَحَّمَ عَلَيْهِمْ وَيَسْتَغْفِرَ لَهُمْ , وَيَتَوَسَّلَ إِلَى اللَّهِ الْكَرِيمِ بِهِمْ وَيَشْكُرَ اللَّهَ الْعَظِيمَ إِذْ وَفَّقَهُ لِهَذَا , وَلَا يَذْكُرَ مَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ وَلَا يَنْقُرَ عَنْهُ وَلَا يَبْحَثَ.” الشريعة للآجري (5/ 2485)
.
Seyogyanya bagi orang yang mau mentadabburi apa yang telah kami torehkan berupa keutamaan-keutaan para sahabat Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- dan keluarga beliau -radhiyallahu anhum ajma’in- agar mencintai mereka, mendoakan rahmat bagi mereka, memohonkan ampunan bagi mereka, mencari jalan kepada Allah untuk mereka, juga bersyukur kepada Allah karena ia diberi taufiq (petunjuk) kepada hal ini, serta tidak menyebutkan perselisihan yang terjadi di antara mereka, dan mengorek-ngoreknya, dan tidak pula mencari-carinya”.[Lihat Asy-Syari’ah (hal. 2485), karya Al-Imam Al-Ajurriy.]
.

✅ Oleh karena itu, tak wajar jika seorang muslim menyebarkan hadits yang berisi kisah celaan kepada Tsa’labah bin Hathib, yang di dalamnya terdapat pelecehan bagi beliau. Karena, itu termasuk perkara yang dilarang Ahlus Sunnah, kecuali jika kita sebutkan hadits itu demi menjelaskan kelemahan dan kepalsuannya, maka tidak mengapa. Bahkan bisa mendapatkan pahala karena membela kehormatan sahabat Nabi -Shollallahu alaihi wa sallam-.
.

••÷••×ו• Lanjut ke Halaman 2 ••×ו×ו×
 

Iklan