Petaka Dusta dan Kesengsaraan Pelakunya
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

1.Metode yang Benar dalam Mempelajari Ilmu Agama (Bag.1)


2.Jangan Kamu Mati Melainkan Dalam Keadaan Islam


3.
Beda antara Qirath Dosa dengan Qirath Pahala4.Antara Anak- anak Dan Masjid


5.Belum Shalat Maghrib , Bolehkah Ikut Jamaah Isya ’?


6.Bagaimana Menolak Ajakan Syirik dari keluarga?


7.Bolehkah Jual Barang yang Belum Lunas/Masih Kredit?


8.Apakah Iqro Termasuk Mushaf Al-Quran?


9.Apakah berobat bisa menghilangkantawakkal?


=…


Ust Burhan Jujur


Al Ustadz Abdullah Al Bughury Bahaya Dusta


Anjuran Jujur Dan Larangan Dusta-Ust.Sholeh Badjri.mp3


DUSTA, BAHAYA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA-Ustadz Abdush Shomad Bawazir Bag1: Bag2


Dosa Besar Dusta-Ust.Farid Fadhilah


Kejujuran-Ust Firanda Andirja


Jadilah Orang Yang Jujur-Ust.Abdul Jabbar


Apakah Kita Jujur Atau Tidak? – Syaikh Abul Hasan ‘Ali,Lc., MA 29Mb
https://app.box.com/s/u7kll0qfz6nybh05cjcigyvmh2c38u68
Nikmat Allah Yang Di Dustakan. Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 15Mb
https://app.box.com/s/27fshl2qyhwtmu1qw9snpo0prhjbno3k
PENTINGNYA KEJUJURAN DALAM BERAGAMA | UST. YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
https://app.box.com/s/zp2uc23jm25ela1zk2uht61e61n77vd6
Jujur-Ust.Nizar Saad Jabal
https://app.box.com/s/evny05lb2mo9wtbur75s615sk6zhr922
Ancaman Berdusta Atas Nama Nabi-Ust Abdul Hakim Amir Abdat
https://app.box.com/s/o7t6qshrq0dz18fx5ikof12zojjz7ax9
=…
Ebook
Anjuran Berkata Jujur dan Larangan Berbohong
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single2/id_Anjuran_Berkata_Jujur_dan_Larangan_Berbohong.pdf
Kejujuran
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/id_the_truth.pdf
Hukum Banyak Bersumpah Benar Dan Bohong
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_fatawa/single/id_Hukum_banyak_bersumpah_benar_dan_dusta.pdf
Dosa dosa Besar-Imam Adz Dzahabi
https://archive.org/download/BukuIslamiVol.5/AlKabairdosa-dosaBesar-ImamAdz-dzahabi.pdf
==… 

➡ Petaka Dusta dan Kesengsaraan Pelakunya
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

Oleh :
Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
–hafizhahullah-
.
Kejujuran pangkal dari segala kebaikan. Karena kejujuran akan mengantarkan seseorang kepada kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat.
.

‼ Dengan sikap jujur yang tulus dalam mengabdi kepada Allah –Azza Wa Jalla- dan setia menaati aturan Rasul-Nya, maka seorang muslim akan hidup dengan hati yang tenang, pemberani, rela berkorban dengan jiwa raga, serta tidak takut dengan cercaan dan hinaan yang menerpanya.
.
Adapun seorang yang pendusta, suatu ketika pasti menuai badai petaka dan sengsara serta memetik buah pahit sebagai balasan dari  kedustaan yang ia perbuat.
.
‼ Di dunia ia akan dibenci dan dijauhi oleh teman atau lawan dan di akhirat kelak  akan mendapat adzab yang pedih.
.
Buah yang paling menyakitkan bagi para pendusta adalah tatkala seluruh ucapan serta perbuatannya akan ditolak dan manusia tidak percaya lagi kepadanya, karena ia dianggap sebagi sumber kedustaan, meskipun ia telah berusaha untuk jujur dalam setiap keadaan.
.
‼ Oleh karenanya, kita dituntut untuk bersikap jujur, terutama kepada Allah dan  Rasul-Nya serta kepada seluruh manusia, bahkan kepada diri sendiri. 
.
✅ Allah –Subhana Wa Ta’ala- berfirman,
.
{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ } [التوبة: 119]
.
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”. (QS. At-Taubah: 119)
.
✅ Para ahli tafsir memiliki lima pendapat tentang orang-orang yang benar (jujur) :
.
Pendapat pertama, mereka adalah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabatnya. Ini dinyatakan oleh Ibnu Umar -radhiyallahu anhu-.
.
Kedua, mereka adalah Abu Bakr dan Umar. Ini pendapat Sa’id bin Jubair dan Adh-Dhohhak bin Muzahim.
.
Ketiga, mereka adalah tiga orang yang tertinggal perang Tabuk (Ka’ab bin Malik Al-Anshoriy As-Salamiy, Muroroh bin Ar-Robi’ Al-Anshoriy Al-Ausiy dan Hilal bin Umayyah Al-Anshoriy Al-Waqifiy.). Mereka semua jujur kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- tentang ketertinggalan mereka (dari Perang Tabuk). Ini adalah pendapat As-Suddiy.
.
Keempat, mereka adalah para sahabat muhajirin. Pendapat ini ditegaskan oleh Ibnu Juraij.
.
Kelima, bahwa firman Allah ini umum mencakup semua orang yang benar (jujur) dalam ucapan, perbuatan dan keimanannya. Ini yang dinyatakan oleh Qotadah bin Di’amah As-Sadusiy. Intinya, orang-orang yang jujur dalam ayat ini adalah para sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.
[Lihat Zaadul Masiir (2/308) oleh Abul Faroj Abdur Rahman Ibnul Jauziy Ad-Dimasqiy]

.
✅ Di dalam ayat ini, Allah -Azza wa Jalla- telah memuji orang-orang yang jujur keimanan, ucapan dan perbuatannya, dan sebaliknya mencela orang-orang yang dusta keimanan, ucapan dan perbuatannya.
.
✅ Orang yang jujur dan jauh dari kedustaan akan mendapatkan pertolongan dari Allah -Azza wa Jalla- dari segala macam kesusahan dan makar para musuh.
.
‼ Lantaran itu, para sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- mendapatkan pertolongan dari Allah -Azza wa Jalla-.
.
Mereka senantiasa mendapatkan kemenangan dan pertolongan dalam perang-perang yang mereka hadapi. Mereka senantiasa mendapatkan kelapangan dalam kehidupannya..
‼ Jadi, para sahabat adalah manusia yang jujur dan amanah sehingga mereka mendapatkan keutamaan menemani Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam perjuangannya.
.
Sudah menjadi ketentuan di sisi Allah bahwa orang-orang-orang yang menemani beliau adalah orang-orang jujur.
.
‼ Sementara para pendusta tak mungkin akan menemani beliau. I
tulah sebabnya para ulama menyatakan kesepakatan mereka dalam memuji para sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa mereka adalah manusia jujur dalam keimanan, ucapan dan perbuatannya.
.
Al-Imam Abul Abbas Ibnu Taimiyyah Al-Harroniy -rahimahullah- berkata, “Para sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- –alhamdulillah—termasuk orang-orang yang paling benar (jujur) ucapannya. Tak dikenal ada seorang diantara mereka yang sengaja berdusta atas nama Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-”. [Lihat Minhaj As-Sunnah An-Nabawiyyah fi Naqd Kalam Asy-Syi’ah wa al-Qodariyyah (1/307)]
.
Pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah- juga dikuatkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolaniy -rahimahullah-, saat beliau berkata, “Ahlus Sunnah telah sepakat bahwa seluruh sahabat adalah orang-orang ‘uduul (terpercaya dan diridhoi). Tak ada yang menyelisihi dalam perkara itu, kecuali orang-orang yang menyeleneh dari kalangan ahli bid’ah” .[Lihat Al-Ishobah fi Tamyiiz Ash-Shohabah (1/10)]
.
‼ Para pembaca yang budiman, setelah kita mengetahui bahwa para sahabat adalah manusia terpercaya dalam ucapan, perbuatan dan keimanannya, maka dengan itu tentunya kita wajib mengikuti jejak dan jalan hidup mereka agar kita bersama orang-orang yang benar dan terpercaya dalam ucapan, perbuatan dan keimanannya.
.
✅ Hidup bersama dan akrab dengan orang yang jujur merupakan kenikmatan yang besar.
Sebab, sifat jujur memberikan rasa tentram dan ketenangan yang tidak dapat diraih oleh semua orang, kecuali orang yang mendapat taufik dan kemuliaan.
.
✅ Diantara tanda-tanda orang jujur, ia memiliki ketenangan hati. Sedangkan orang yang pendusta, senantiasa dalam kegalauan dan  keguncangan jiwa sebagaimana sabda Nabi –Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam-,
.
فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
.
Sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan kedustaan adalah kebimbangan” [HR. At-Tirmidzi (2518) di-shohih-kan oleh Syaikh Albany dalam Al-Irwa’ (17 & 2074)]
.

Al-Imam Abdur Ra’uf  Al-Munawiy -rahimahullah- berkata, “Walhasil, kejujuran bila merasuki hati orang yang sempurna (yakni, orang beriman), maka cahaya kejujurannya akan bercampur dengan cahaya imannya. Karenanya, padamlah pelita kedustaan. Sebab, kedustaan adalah kegelapan, sedang kegelapan tak akan bercampur dengan cahaya”. [Lihat Faidhul Qodir Syarh Al-Jami’ Ash-Shoghier (3/706)]
.

‼ Pembaca yang budiman, di hari ini kejujuran adalah  sesuatu yang sangat langka dan mahal. Sangat susah untuk mencari orang-orang yang jujur dan bisa dipercaya.
.
✅ Di sebagian negeri, mereka rela berdusta demi mendapatkan dana dan bantuan, asal tujuan tercapai. Berapa banyak uang negara yang diambil atas nama rakyat ternyata masuk di kantong pribadi.
.
‼ Dana-dana pembangunan sekolah, jembatan, jalanan dan lain-lain untuk kemaslahatan kaum  muslimin, semuanya tidak selamat dari penyunatan (pemotongan) orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
.
Para pedagang tidak segan-segan lagi menipu para pembeli dan berbuat curang dalam timbangan-timbangan mereka. Sehingga menjadikan keberkahan perdagangan mereka menjadi hilang.
.

••×ו•×× Lanjut ke Halaman 2 ••×ו•÷÷••
 

Iklan