Hakikat Taqwa
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Saling Tolong Menolong Dalam Kebaikan & Ketaqwaan – Dr.Syafiq Riza Basalamah, MA.webm
https://app.box.com/s/t4wik7qktxgr3aq9c3mtvvmf0qexzntt
Tafsir Ibnu Katsir QS.Al Baqarah Ciri dan Sifat Orang Beriman dan Bertakwa-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/ho283hw5q1poojph5t30o6wq4kvc4ecd
Ust. Syariful Mahya, Lc MA Sabar dan Taqwa.webm.
https://app.box.com/s/cdvttvry6z8vljvd29gbiv5vo0qsm6v9
Ustadz Zainal Abidin – Beberapa Sifat Orang Bertaqwa 5Mb30Mnit
https://app.box.com/s/z6urrazrbqqm3mfinzj2fw6y00tctuze
Ramadhan Proses Menuju Taqwa – Ustadz Delisman Ibrahim,.Lc.webm
https://app.box.com/s/s1q5x4toej6gwad9jp3jrum57oisctt8
Taqwa Dalam Puasa-Ust Zaid Susanto.webm
https://app.box.com/s/zl6p8zf6k1mfpk7o2d7wmq7gmgss1b3n
=…


Bab Taqwa – Ust Nabil Assegaf


Kajian Kitab Riyadush Sholihin Bab Taqwa Ustadz Muhammad Taufiq Badri, Lc


Ustadz Abdullah Khaidir, Lc Kitab Riyadus Shalihin Bab Taqwa


Taqwa kepada Allah dan Akhlaq Mulia-Ustadz Sofyan Chalid Ruray LcBag1:Bag2


Sebaik-Baik Bekal Adalah Taqwa-Ust.Dzulqarnain


Hakikat Taqwa-Ust.Abu Fairuz


=… 

➡ Taqwa dan Sabar
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • ➡ *BAB TAQWA*

.
✅ Allah Ta’ala berfirman
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
.

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa quuluu qoulan sadiidaa
.
yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum zunuubakum, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu fa qod faaza fauzan ‘azhiimaa

.
_“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Qur’an Surah Al-Ahzaab: 70-71)_
.
An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi
.
✅ Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerintahkan kaum mukmin agar bertakwa kepada-Nya dalam setiap keadaan mereka, ketika sembunyi atau terang-terangan.
.
‼ Demikian pula mengajak mereka berkata benar, yakni perkataan yang sesuai kebenaran atau mendekatinya ketika sulit dipastikan. Termasuk ke dalam perkataan yang benar adalah membaca Al Qur’an, berdzikr, beramar ma’ruf dan bernahi mungkar, mempelajari ilmu dan mengajarkannya, berusaha sesuai dengan kebenaran dalam berbagai masalah ilmiah, menempuh jalan yang mengarah kepadanya serta sarana yang dapat membantu kepadanya.
.
‼ Termasuk perkataan yang benar pula adalah ucapan yang lembut dan halus ketika berbicara dengan orang lain dan ucapan yang mengandung nasihat serta isyarat kepada yang lebih bermaslahat.
.
✅ Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan manfaat dari bertakwa kepada-Nya dan mengucapkan perkataan yang benar.
.

Yang demikian menjadi sebab baiknya amal yang dilakukan dan jalan agar diterima, k
arena menggunakan takwa menjadikan semua amal diterima, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.” (Terj. Al Maa’idah: 27).
.
✅ Di samping itu, dengan takwa, Allah akan memberi taufik kepada seseorang untuk beramal saleh, menjaga amal tersebut dari yang merusaknya, menjaga pahalanya dan melipatgandakannya, sebagaimana jika seseorang meremehkan ketakwaan dan perkataan yang benar menjadikan sebab rusaknya amal, tidak diterimanya dan tidak ada pengaruhnya.
.
‼ Dosa merupakan penyebab binasanya seseorang, maka dengan takwa Allah akan ampuni dosa-dosa itu, perkara menjadi lurus dan semua yang dikhawatirkn Terjadi hilang.
.
➡ Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili
.
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ : Jadikan antara kalian dan antara adzab Allah penghalang dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, katakanlah
oleh kalian perkataan yang benar dan adil dalam setiap urusan kalian dan muamalah kalian.
.
‼ Allah menjelaskan sesungguhnya kalian jika yakin kepada Allah wahai manusia, dan kalian mengatakan perkataan yang baik; Semua itu menyebabkan Allah memperbaiki amalan-amalan kalian, dengan diberikan rezeki kepada
kalian berupa keikhlasan yang diikuti dengna amalan- amalan; Allah akan menerima amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian dan maksiat-maksiat yang telah kalian kerjakan.
=…

➡ *Perhatikan ….*
.
✅ Ayat ini terdapat pula dalam khutbatul Hajah yang biasa di ucapkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam.
.
Sebagian lafadz dari khutbatul hajah menjadi sebab sebagaian Sahabat meninggalkan kesyirikan, menerima Islam, karena mengetahui hebatnya kandungan dalam khutbatul hajah.
Tersebutlah seorang tukang ruqyah zaman Jahiliyah, Dhimad al-Azdi Radhiyallahu Anhu Dia berasal dari suku Azd Syanu’ah di Yaman.
Dhimad biasa meruqyah orang gila atau kesurupan, dan banyak diantara pasiennya yang sembuh.
.
Ketika tiba di Mekah untuk sebuah keperluan, Dhimad mendengar orang-orang Mekah banyak mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad itu majnun (gila).”
.

✅ Dhimad bergumam,
.
لو إني أتيت هذا الرجل لعل الله يشفيه على يدى
.
Bagaimana kalau aku datangi orang ini? Semoga Allah menyembuhkannya melalui tanganku.”
.
✅ Setelah ketemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia menawarkan,
.
يَا مُحَمَّدُ إِنِّي أَرْقِي مِنْ هَذِهِ الرِّيحِ، وَإِنَّ اللهَ يَشْفِي عَلَى يَدِي مَنْ شَاءَ، فَهَلْ لَكَ؟
.
Hai Muhammad, saya biasa mengobati sakit jiwa. Dan Allah menyembuhkan siapa saja yang Dia kehendaki melalui tanganku. Apa kamu bersedia?”
.

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menanggapi dengan mengucapkan iya atau tidak. Tapi beliau menanggapinya dengan memuji Allah. Beliau bersabda,
.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ
.
_”Segala Puji Bagi Allah, kami memuji Nya, meminta kepada Nya. Barang siapa yang Allah beri petunjuk maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah yang tidak ada sekutu bagi Nya dan kami bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Amma Ba’d”_
.
✅ Kata-kata tersebut merupakan ungkapan yang sangat indah hingga membuat hati Dhimad bergetar ketika mendengar kalimat ini pertama kalinya. Dhimad keheranan.
.
Tolong ulangi semua ucapanmu tadi!” pinta Dhimad
.
‼ Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya 3 kali.
Komentar Dhimad,
.
لَقَدْ سَمِعْتُ قَوْلَ الْكَهَنَةِ، وَقَوْلَ السَّحَرَةِ، وَقَوْلَ الشُّعَرَاءِ، فَمَا سَمِعْتُ مِثْلَ كَلِمَاتِكَ هَؤُلَاءِ، وَلَقَدْ بَلَغْنَ نَاعُوسَ الْبَحْرِ، هات يدك أبايعك على الإسلام، فَبَايَعَهُ
.
Sungguh saya telah mendengar ucapan dukun, ucapan tukang sihir, dan penyair, dan saya belum pernah mendengar seperti ucapanmu tadi. Sungguh untaian kalimatmu mencapai kedalaman lautan. Berikan tanganmu, kubaiat kamu bahwa aku masuk islam.” Kemudian Dhimad membaiat beliau.
.
✅ Dalam Lanjutan hadist dinyatakan,
.
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَعَلَى قَوْمِكَ»، قَالَ: وَعَلَى قَوْمِي، قَالَ: فَبَعَثَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَرِيَّةً، فَمَرُّوا بِقَوْمِهِ، فَقَالَ صَاحِبُ السَّرِيَّةِ لِلْجَيْشِ: هَلْ أَصَبْتُمْ مِنْ هَؤُلَاءِ شَيْئًا؟ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: أَصَبْتُ مِنْهُمْ مِطْهَرَةً، فَقَالَ: رُدُّوهَا، فَإِنَّ هَؤُلَاءِ قَوْمُ ضِمَادٍ
.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menawarkan, ”Untuk kaummu juga.”
Dhimad mnjawab, ”Juga untuk kaumku.”
.
‼ Setelah islam jaya di Madinah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus satu kompi pasukan. Ketika itu, mereka melewati kampungnya Dhimad.
Sang pemimpin pasukan bertanya kepada pasukannya, ’Apakah kalian mengambil sesuatu dari mereka?’ Salah satu pasukan menjawab, ’Saya mengambil satu bejana dari mereka.’ Sang pasukan meminta, ’Kembalikan benda itu, karena mereka adalah kaumnya Dhimad.’
(Hadist Riwayat Muslim no. 868).
.

Hebatnya kalimat ini, muncul/diucapkan dari manusia yang sangat luar biasa (Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam) dan pasti tidak gila, muncul ilmu yang luar biasa dari kalimat ini sampai membersihkan hatinya sahabat Dhimad al-Azdi Radhiyallahu Anhu, hati yang di penuhi dengan ilmu dukun, ilmu sihir dan ilmu penyair.
.
‼ Ini karena kemampuan Beliau Radhiyallahu ‘Anhu memahami kandungan khutbatul hajah.
Khutbatul Hajah ini telah biasa kita baca, kita dengar tapi hanya terlewatkan maknanya, *yang seharusnya kita dalami maknanya* sampai melahirkan pengagungan pada ayat Al Qur’an dan cinta kepada Allah Ta’ala yang menurunkannya.
.
✅ Dalam khutbatul hajah Allah Ta’ala memerintahkan orang yang beriman untuk bertaqwa , firman_Nya
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّه وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا
.
_“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, …. (Al Qur’an Surah Al-Ahzaab: 70-71)_
.
✅ Dalam ayat ini, orang yang telah beriman diperintah lagi untuk bertaqwa padahal orang beriman itu sudah pasti bertaqwa, hal ini karena maksud dari perintah tsb adalah
.

➡ 1. Mengingatkan kita bahwa iman itu berjenjang-jenjang, makanya perlu untuk terus menyempurnakan keimanan agar bisa mendapat jenjang keimanan yang tertinggi
.
➡ 2. Dalam melaksanakan konsekuensi keimanan itu, seseorang tidak akan luput dari kesalahan, makannya keimananya itu harus terus diperbaiki, disempurnakan
.
➡ 3. Mengingatkan untuk terus berlomba dalam kebaikan , sebab orang yang paham akan hakikat iman, maka dia paham bahwa orang yang beriman senantiasa berlomba untuk memperbaiki nilai-nilai keimanannya karena tidak ada jaminan keimanan itu tetap (tidak murtad).
.
➡ 4. Taqwa adalah nilai iman, lanjutan iman, perbaikan iman, penjagaan iman dan upaya menyelamatkan iman.

Ini sifatnya terus-menerus di upayakan.
*Kemudian perhatikan…*
.

••×ו•××× Lanjut ke Halaman 2 ••×ו•×ו•
 

Iklan