Kaidah Besar Dalam Penafsiran Al-Qur’an
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Pentingnya Memahami Dan MengamalkanAlqur’an-Ust.Abu Haidar As Sundawy


Kajian Al Qowaidul Hisan karya asy Syaikh AsSa’diy rahimahulloh . Oleh al Ustadz Abu Ubaidah


Cinta Al Quran Kitab Fadhailil Quran Dari Shahih Albukhari -Ustadz Dzulqarnain


Dasar-dasar Ilmu Tafsir-Ustadz Aris Munandar, M.P.I


=…
Ust Abdullah Zaen · Ilmu Tafsir


Kaidah Dalam Tafsir


Tafsir Dengan Ayat Al Quran


Tafsir Dengan Hadits Nabawi


Tafsir Dengan Perkataan Sahabat


Tafsir Dengan Perkataan Tabiin


Tafsir Dengan Ilmu Kalam 1


Tafsir Dengan Ilmu Kalam 2


Ustadz Dr. Ade Purnama, MA Tafsir Al Qur An


Tafsir Al Qur An-Ust.Hasan Al Jaizy

Hukum Khusus Berkaitan Sholat Wanita -Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 27.4Mb
https://app.box.com/s/ul69hhpc5g1dzmsllgke6fwmqj6lad69
Hukum Khusus Berkaitan Pengurusan Jenazah Wanita – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc 25.1Mb
https://app.box.com/s/q2gqkfr7q6m562rv2ij8sblmui8lxvcd
Masa Iddah Wanita – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc 20Mb
https://app.box.com/s/3ol2t8iitbuwyl41p0tp9s3bj1ucyj8y
Darah Istihadhah dan Nifas – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 27.3Mb
https://app.box.com/s/uxbovh2f2qn4oz1pcxaqgucna7d4es3m
Nasihat Salaf Untuk Para Istri – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 23.Mb
https://app.box.com/s/8ww0ydyr5mfu3p0e1htu6vpj7qbx371x
Panduan Puasa dan Cara Membayar Fidyah Bagi Wanita – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 27.5Mb
https://app.box.com/s/3qikdum2xl9qoui3v5r1r01bow2mk6f6
Medsos Pisau Bermata Dua – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA 21Mb
https://app.box.com/s/8j0yewa1cqdzk9gennjuakkj8rr7lm6x
Untuk Yang Baru Hijrah, Pelajarilah Ilmu Ini! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 13Mb
https://app.box.com/s/cix9pdvqxu66zjs4kb727w8hzdt2jikb
Kajian Spesial Muslimah – Tafsir Surat An-Nur: 2-Ust.Sofyan Chalid Ruray 27.5Mb
https://app.box.com/s/j8be0lqsf616yia9udabo8gndkkjuu0y
(FILE WEBM DIPUTAR DGN APP MX PLAYER)
=……
“JALAN KESELAMATAN” -.Ustadz Abu Darda Sufyan Al-Kandary hafidzhahullah
https://drive.google.com/file/d/1sxgz5R9UnhBLYe9QJGYT_PnwXWzN3DAK/view?usp=drivesdk
*RUMAH KU SYURGA KU*-Ustadz Luqman Jamal, Lc Hafidzahullah
https://drive.google.com/file/d/1K0OG7XkJ_KzUV6yM8kubL0ugGvVQTiMU/view?usp=drivesdk
MUSLIM KOK NGGAK SHOLAT. !!? “*_Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy
https://drive.google.com/file/d/1s-ajPj3Jf_ArugL6_4bk16LN7rIS_Rlh/view?usp=drivesdk
FAIDAH PEMILIK 2 KEBUN(KISAH DALAM SURAH AL KAHFI)-USTADZ ABU MUHAMMAD FAUZAN AL KUTWY
SESI 1:https://drive.google.com/file/d/14tesrf_IgLH08il8ZSLQBQziPPHRsRJv/view?usp=drivesdk
SESI 2:https://drive.google.com/file/d/1D0sI5JVANQjfy-l1tW_gV-oeDgG4tePu/view?usp=drivesdk
Suamiku, Bawalah Kami Ke Surga-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/10DJfhpp3TfeYBwsNgYD-DAvunKRYXMJZ/view?usp=drivesdk
*Ustadz Musaddad Al-Kutawy hafizhahullah*
_*Nasehat Untuk Kaum Muslimin*_
Link Sesi. 1 : http://bit.ly/2lTTcIL
Link Sesi. 2 : http://bit.ly/2kfeksC
. _*Solusi Untuk Setiap Masalah*_
Link Sesi. 1 : http://bit.ly/2lTj47y
Link Sesi. 2 : http://bit.ly/2lTAWiE
Meninggalkan Sesuatu Karena Allah-Ust Abu Asma Andre

SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUKAN PENGORBANAN-Ustadz Salman Mahmud
https://drive.google.com/file/d/1WXRPXlZ0mlfkodUb9tcg1ByOoTUqIiWU/view?usp=drivesdk
Islam, Antara Syari’at dan Tradisi-Ustadz Ahmad Sabiq,Lc -Hafizhahullah-
Link download :http://bit.ly/2MJSx9c
KEBERKAHAN HIDUP-Ustadz Ahmad Sabiq,Lc -Hafizhahullah-
Link download :http://bit.ly/2Fg9iU1
=… 
…==
AL QOWAIDUL HISAN FI TAFSIRIL QURAN karya Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sadiy rahimahulloh Bahasa Arab


Keagungan Al Qur’an Al Karim – Syaikh Mahmud bin Ahmad (397Halaman)


Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Membaca Al-Qur’an-Muhammad Amri.Spd.I (157Hlm)


Menyikapi Perbedaan Pendapat Dalam Penafsiran Al-Qur’an


Kaidah Besar Dalam Penafsiran Al-Qur’an


Sekelumit Tentang Ilmu Tafsir


Penafsiran Al-Qur’an


Tafsir Juz ‘Amma-449Hlm


Derajat Hadits Tafsir Ibnu Katsir-Muhammad Nashirudin Al Albani 920Hlm


Terjemah Fadhail Al Qur’an(KEAJAIBAN DAN KEISTIMEWAAN AL-QURAN) – Ibnu Katsir


“ Buku Tafsir Ibnu Qayyim Tafsir Ayat-Ayat Pilihan”- Ibnu Qayyim Al Jauziyyah (773Halaman)


=… 



➡ Kaidah Besar Dalam Penafsiran Al-Qur’an
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • KAIDAH BESAR DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN

✅ Allah memerintahkan kepada kita untuk-memahami dan mentadabburi Al-Qur’an.
.
✅ Allah.berfirman;
.
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْۤا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
.
Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.”
(QS. Sad 38: Ayat 29)
.

‼ Di antara keilmuan pokok untuk memahami AlQur’an adalah tafsir Al-Qur’an. Dalam-menafsirkan AlQur’an ada kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan agar tafsiran tersebut tidak menyimpang.
.
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di-rahimahullah seorang ulama’ yang dilahirkan pada tanggal 12 Al-Muharram 1307 H di-‘Unaizah provinsi Al-Qashim Saudi Arabia merupakan salah satu ulama’ yang telah-membuat karya tulis tentang kaidah-kaidah dalam menafsirkan Al-Qur’an.
.
‼ Syaikh As-Sa’di rahimahullah telah belajar-kepada beberapa orang masyayikh, di antaranya adalah; Syaikh Muhammad bin Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Al-Mani’ dan Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi. Beliau juga banyak mentelaah kitab-kitab mu’tabar terutama kitabkitab karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah. Tidak sedikit murid-murid yang menuntut ilmu dari Syaikh As-Sa’di rahimahullah , di antaranya adalah; Syaikh Muhammad bin Shalih-Al‘Utsaimin dan Syaikh ‘Abdullah bin-‘Abdurrahman bin Shalih Al-Bassam-rahimahullah.
.
✅ Karya tulis yang dihasilkan oleh Syaikh As-Sa’di rahimahullah lebih dari 30 judul dalam berbagai disiplin ilmu, di antara adalah; Taisirul Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan, Bahjah Qulubil Abrar, Ad-Dala’ilul Qur’aniyah dan Al-Qawa’idul Hisan Al-Muta’allaqah bi Tafsiril Qur’an. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir AsSa’di rahimahullah wafat pada malam Kamis tanggal 23 Jumadal Akhir 1376 H, bertepatan dengan 1955 M di tempat kelahirannya dalam usia 69 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Asy-Syahwaniyah, sebuah pemakaman di kota ‘Unaizah.
.
✅ Di dalam kitab Al-Qawa’idul Hisan-AlMuta’allaqah bi Tafsiril Qur’an pada cetakan ketiga di kota Dammam yang ditebitkan oleh-Dar Ibnul Jauzi pada tahun 1436 H terdapat 71 kaidah dalam menafsirkan AlQur’an. Buku ini merupakan ringkasan dari kitab tersebut. Di dalam buku ini hanya membahas 6 kaidah-pokok yang merupakan kaidah besar dalam penafsiran Al-Qur’an. Penjelasan dari 6 kaidah tersebut disajikan dengan ringkas agar memudahkan pada pembaca untuk-memahaminya. Berikut ini adalah 6 kaidah besar beserta penjelasannya yang merupakan ringkasan dari kitab AlQawa’idul Hisan Al-Muta’allaqah bi Tafsiril Qur’an.
.

  • KAIDAH PERTAMA

.
Pelajaran (diambil) dengan umumnya lafazh-lafazh bukan dengan khususnya sebab-sebab.(Kaidah ke-2 dari kitab Al-Qawa’idul Hisan.)
.
Jika satu ayat menggunakan redaksi yang-bersifat umum, maka diterapkan sesuai dengan keumuman redaksi tersebut, meskipun ayat itu turun berkenaan dengan peristiwa tertentu. Misalnya
.
✅ Allah berfirman:
.
وَاِنْ طَآئِفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا ۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰٮهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْٓءَ اِلٰۤى اَمْرِ اللّٰهِ ۚ فَاِنْ فَآءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
.
Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 9)
.
✅ Ayat ini turun berkenaan dengan kisah-pertikaian antara kaum Anshar dengan pengikut ‘Abdullah bin Ubay. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata;
Dikatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seandainya engkau (wahai Rasulullah) mendatangi ‘Abdullah bin Ubay?” Maka Nabi berangkat menemuinya dengan mengendarai keledai. Kaum muslimin juga berangkat-(menemani beliau dengan berjalan kaki) melalui tanah yang.bersemak. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah sampai (di tempat),‘Abdullah bin Ubay mengatakan, “Menjauhlah engkau dariku. Demi Allah, sungguh aku telah terganggu (dengan) bau tidak sedap (dari)-keledaimu.” Lalu seorang laki-laki Anshar-berkata, “Demi Allah, sungguh keledai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih harum baunya daripada engkau.”
Maka seorang laki-laki pengikut ‘Abdullah (bin Ubay akhirnya) marah. Kemudian setiap orang dari kedua belah pihak marah, hingga terjadi pemukulan dengan pelepah kurma, dengan-tangan dan dengan sandal. Telah sampai kepada kami berita bahwa telah turun (ayat) berkenaan (dengan) mereka, ”Jika ada dua golongan dari orang-orang yang beriman-berperang, maka damaikanlah keduanya. QS. Al-Hujurat : 9.(HR. Bukhari Juz 2 : 2545 dan Muslim Juz 3 : 1799, lafazh ini miliknya.)
.

‼ Meskipun ayat tersebut turun berkenaan-dengan pertikaian antara kaum Anshar dengan pengikut ‘Abdullah bin Ubay, namun redaksi-ayat tersebut berlaku umum. Jika di kalangan orang-orang yang beriman ada yang-bertikai, maka diperintahkan untuk mendamaikannya. Bahkan seorang yang berdusta untuk-mendamaikan dua orang yang sedang bertikai-tidak dianggap dusta yang berdosa.
.
Diriwayatkan dari Humaid-bin ‘Abdurrahman, dari ibunya (Ummu Kultsum binti ‘Uqbah) , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-bersabda; “Bukan (dianggap sebagai) dusta seorang yang membujuk di antara dua orang (yang bertikai) untuk mendamaikan (keduanya).”(HR. Abu Dawud : 4920. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahihul Jami’:5203.)
.
‼ Misal yang lain
.
✅ Allah berfirman:
.
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَ (1)الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَ (2)وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَ
.
Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.”
(QS. Al-Muthaffifiin: Ayat 1 dan 3)

.
✅ Sebab turunnya Surat Al-Muthaffifin adalah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kecurangan dalam masalah takaran yang dilakukan oleh penduduk Madinah saat itu.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata;
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, penduduk Madinah waktu itu merupakan orang yang paling buruk dalam masalah takaran. Maka Allah menurunkan (ayat), ”Wailul lil muthaffifin.” QS. Al-Muthaffifin. Setelah itu mereka memperbaiki takaran (mereka).”(HR. Ibnu Majah : 2223 dan Baihaqi Juz 6 : 10948, lafazh ini miliknya. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihut Targhib wat Tarhib Juz 2 : 1760.)
.

‼ Meskipun ayat tersebut turun berkenaan-dengan kecurangan dalam masalah takaran yang dilakukan oleh penduduk Madinah, namun redaksi ayat tersebut berlaku umum. Kecurangan dalam masalah takaran yang
dilakukan oleh siapa pun masuk dalam ancaman ayat ini.
.

  • KAIDAH KEDUA

.
Apabila (lafazh) Nakirah terdapat pada konteks kalimat penafian, larangan, syarat atau pertanyaan,.(maka) menunjukkan pada keumuman.(Kaidah ke-4 dari kitab Al-Qawa’idul Hisan.
.
‼ Contoh dari kaidah ini dalam Al-Qur’an sangat banyak. Misalnya firman Allah
.
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَالْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَـارِ الْجُـنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَـنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرَا .
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,“(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)
.
✅ Allah berfirman:
.
الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً ۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّـكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
.
“(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 22)
.
‼ Ayat-ayat ini melarang kita mempersekutukan Allah dengan apapun, baik dalam hati, perkataan maupun perbuatan, baik syirik yang besar, yang kecil, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Al-Qawa’idul Hisan, 20.
.
✅ Misal yang lain, firman Allah
.
لَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ اِنِّيْۤ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
.
Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat).” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 59)
.


Ayat ini menafikan semua sesembahan selain Allah.

.
✅ Misal yang lain, firman Allah
.
اَ فَلَمْ يَنْظُرُوْۤا اِلَى السَّمَآءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنٰهَا وَزَ يَّـنّٰهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوْجٍ
.
Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya, dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?” (QS. Qaf 50: Ayat 6)
.

‼ Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada sedikit pun bagian dari langit yang retak, apalagi lubang.
.
✅ Misal yang lain, firman Allah
.
وَمَا بِكُمْ مِّنْ نّـِعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْئَرُوْنَ
.
Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.“(QS. An-Nahl 16: Ayat 53)
.
‼ Ayat ini menunjukkan bahwa semua kenikmatan yang kita didapatkan, baik berupa kesehatan, keselamatan, kesenangan dan yang lainnya, semuanya merupakan karunia dari Allah.
.
✅ Misal yang lain, firman Allah
.
فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍ
.
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.”
(QS. At-Tariq 86: Ayat 10)

.
✅ Allah berfirman:
.
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْــئًا ۗ وَالْاَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِّـلّٰهِ
.
“(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.“(QS. Al-Infitar 82: Ayat 19)
.
‼ Ayat ini mencakup semua nafs (orang), baik itu-kekasih, kerabat dekat atau orang lain. Pada Hari Kiamat mereka semua tidak mampu menolong dan memberikan manfaat kepada orang lain sedikit pun. Al-Qawa’idul Hisan, 20.
.
✅ Misal yang lain, firman Allah
.
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً
.
di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna.”(QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 11)
.
‼ Ayat ini menafikan semua perkataan yang tidak-berguna di Surga. Sehingga perkataan para penghuni Surga adalah perkataan yang baik dan bermanfaat yang mengandung dzikir kepada Allah disertai adab yang baik dalam bergaul, yang menjadikan hati senang dan
menjadikan dada lapang.(
Taisirul Karimir Rahman, 922.)
.

  • KAIDAH KETIGA

.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang zhahirnya tampakbertentangan, (maka) ayat-ayat tersebutwajib dipahami pada konteks yang sesuaidengan kedudukan(nya). Kaidah ke-12 dari kitab Al-Qawa’idul Hisan.
.
‼ Semua ayat-ayat di dalam Al-Qur’an tidak adayang bertentangan antara satu dengan yang lainnya.
.
✅ Sebagaimana firman Allah
.
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا
.
Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an? sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 82)
.
Jika ada ayat yang terkesan bertentangan dengan ayat yang lainnya, maka ayat tersebut harus dipahami sesuai dengan kedudukannya.
.
✅Allah berfirman:
.
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْئَـلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖۤ اِنْسٌ وَّلَا جَآ نٌّ
.
Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.” (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 39)
.
✅ Allah berfirman:
.
وَقِيْلَ لَهُمْ اَيْنَمَا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ
.
dan dikatakan kepada mereka, Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,”
(QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 92)

.
✅ Allah berfirman:
.
وَيَوْمَ يُنَادِيْهِمْ فَيَـقُوْلُ مَاذَاۤ اَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِيْنَ
.
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, Apakah jawabanmu terhadap para rasul?” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 65)
.
‼ Pada ayat yang pertama menyebutkan bahwa dosa manusia dan jin tidak ditanyakan. Namun pada dua ayat berikutnya mereka ditanya-tentang dosa kesyirikan yang pernah mereka lakukan dan ditanya pula tentang.tanggapan mereka terhadap seruan dakwah para Rasul.

Pertanyaan yang dinafikan adalah pertanyaan untuk mengetahui dosa-dosa yang telah-dilakukan oleh manusia dan jin. Allah tidak memerlukan hal itu, karena pengetahuan Allah sangat sempurna meliputi seluruh urusan mereka, baik yang lahir maupun yang batin, baik yang terang maupun yang samar. Al-Qawa’idul Hisan, 36. Pada Hari Kiamat telah dijadikan tanda-tanda yang dengan tanda-tanda tersebut mereka dapat dikenali; apakah sebagai pelaku kebaikan ataukah sebagai pelaku keburukan. Taisirul Karimir Rahman, 831.
.
Sedangkan pertanyaan yang ditetapkan adalah berkenaan dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Hal juga.menunjukkan bahwa Allah menghukum sesuai dengan keadilan dan kebijaksanaan-Nya.Al-Qawa’idul Hisan, 36.
.
✅ Misal yang lain, firman Allah
.
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشّٰفِعِيْنَ
.
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.” (QS. Al-Muddassir 74: Ayat 48)
.
✅ Sedangkan disebutkan dalam ayat yang
ِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ
.

Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya
. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)
.

Ayat yang pertama menafikan adanya syafa’at,sedangkan ayat yang kedua menetapkan adanya syafa’at.
.
‼ Syafa’at yang dinafikan adalah syafa’at yang tidak mendapat izin dari Allah dan diberikan kepada orang yang tidak diridhai oleh Allah. Sedangkan syafa’at.yang ditetapkan adalah syafa’at yang diizinkan oleh Allah dan diberikan kepada orang-orang yang diridhai-Nya, setelah mendapatkan izin dari Allah
.-Al-Qawa’idul Hisan, 37.
.

  • KAIDAH KEEMPAT

.
Sebagian kata-kata yang terdapat di dalam Al-Qur’anul Karim jika disebutkan secara.menyendiri, (maka) menunjukkan makna umum yang sesuai dengannya. Namun jika disebutkan beserta selainnya, (maka) menunjukkan sebagian makna dan kata lain yang disebutkan bersama.kata tersebut menunjukkan (makna) yang lainnya.-Kaidah ke-17 dari kitab Al-Qawa’idul Hisan.
.
Misalnya kata “iman” dan “amal shalih.” Jika kata “iman” disebutkan sendirian, maka “iman” mencakup semua keyakinan dan syari’at dalam agama, baik secara lahir maupun batin. Namun jika kata “iman” digabungkan dengan kata “amal shalih,” seperti dalam firman Allah
.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan Amal Shalih, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 277)

.
✅ Maka ”iman” bermakna pembenaran dan keyakinan dalam hati. Sedangkan ”amal shalih” bermakna syari’at yang bersifat ucapan maupun perbuatan. Al-Qawa’idul Hisan, 45.
.
‼ Demikian juga dengan kata “al-birr” dan “taqwa.” Jika kata “birr” disebutkan sendirian, maka “al-birr” berarti melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, sebagaimana arti kata “taqwa.” Namun jika kata “al-birr” digabungkan dengan kata “taqwa,” seperti dalam firman Allah
.
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَآئِرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَـرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَۤائِدَ وَلَاۤ آٰ مِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَـرَامَ يَبْـتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗ وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْا ۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
.
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban), dan Qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 2)

.
✅ Maka ”al-birr” bermakna sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Sedangkan ”taqwa” bermakna meninggalkan seluruh hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Al-Qawa’idul Hisan, 46.
.
‼ Demikan pula kata ”itsm” dan ”’udwan” pada ayat di atas. Jika kata “itsm” disebutkan sendirian, maka “itsm” mencakup semua dosa, baik yang terjadi antara.hamba dengan Allah maupun dosa yang terjadi antar sesama hamba. Namun jika kedua kata tersebut digabungkan, maka ”itsm” bermakna kemaksiatan yang terjadi antara hamba dengan Allah sedangkan ”’udwan” bermakna kemaksiatan antar sesama hamba yang menyangkut masalah darah, harta dan kehormatan mereka. Al-Qawa’idul Hisan, 46.
.
✅ Misal yang lain, adalah kata “ibadah” dengan “tawakkal.” Jika kata “ibadah” disebutkan sendirian, maka “ibadah” mencakup semua yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik lahir maupun batin termasuk di dalamnya adalah tawakkal. Namun jika kata “ibadah”-digabungkan dengan kata “tawakkal,” seperti dalam firman Allah
.
وَلِلّٰهِ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاِلَيْهِ يُرْجَعُ الْاَمْرُ كُلُّهٗ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
.
Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan Bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Hud 11: Ayat 123)

.
✅ Maka ”ibadah” bermakna semua bentuk perintah, baik lahir maupun batin. Sedangkan ”tawakkal” bermakna ketergantungan hati kepada Allah dalam meraih manfaat dan menghindarkan diri dari mudharat, dengan keyakinan yang sempurna bahwa Allah yang akan membantu untuk mewujudkannya. Al-Qawa’idul Hisan, 46.
.
‼ Demikian pula kata “fakir” dan “miskin.” Jika salah satu dari keduanya disebutkan sendirian, maka mengandung arti kedua-duanya. Namun jika kedua kata tersebut digabungkan, seperti dalam firman Allah
.
اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّـفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
.
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 60)
.

✅ Maka ”fakir” adalah orang yang sangat membutuhkan yang tidak mendapatkan sesuatu apapun untuk mencukupi kebutuhannya. Sedangkan ”miskin” adalah orang yang kebutuhannya di bawah tingkatan fakir.-Al-Qawa’idul Hisan, 46.
.

••“••“ Lanjut ke Halaman 2 “••“••

    Iklan