Ukhti, Hindarkan Diri Anda dari Murka Allah Karena Menolak Ajakan Suami
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

1.Bagaimanakah Kedudukan Aqidah Dalam Islam?


2.Nasehat Untuk Istri yang Mencintai Laki-Laki Lain, Selain Suaminya


3.Dahulu Beli Barang Dengan Cara Riba, Boleh Dipakai?


4.Bolehkah Wanita Berwudhu Hanya Mengusap Kerudung Ketika Mendesak?


5.Tahap-Tahap dalam Mempelajari Ilmu Tauhid (Bag. 1)


6.Syarat & Kaidah Dalam Berdakwah, Mengajak Manusia Kepada Agama Islam Yang Benar


7.Pernah Sehat dan Banyak Beramal Shalih Setelah Itu Gila,Bagaimana Nasibnya Di Akhirat?


==…


Materi Ceramah Seputar Pernikahan –Ustadz Abu Haidar As-Sundawy


Hukum Menolak Ajakan Suami Ke RanjangTanpa Udzur-Ust.Khalid Basalamah


16 SIFAT ISTRI (POSITIF & NEGATIF)YANG HARUS Diketahui Suami-Ust.Khalid Basalamah


Wanita di Kemaluanmu Banyak Pahalanya-Ust.Khalid Basalamah


Hal Pesan Kepada Istri Agar Suami Tidak Berselingkuh-Ust.Khalid Basalamah


Cintailah Pasanganmu Sepenuh Hati-Ust.Khalid Basalamah


Jika Istri Menolak Ajakan Suami-Ust.Ahmad Zainuddin


Hak-Hak Istri Terhadap Suaminya – Ustadz Muhammad Thamrin, Lc 33Mb
https://app.box.com/s/4e8213siokrcc1nlcn11iadm3a9t27o6
Suamimu Adalah Surgamu Atau Nerakamu – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 19.2Mb
https://app.box.com/s/kyq1zqroj4rc3u1h0t7kjzzplblrcurr
Hak Hak dan Kewajiban Suami Istri – Ust.Jamaluddin
https://drive.google.com/file/d/1H-jx_iTelJNKDn2YQg492oxAvz2U_oAn/view?usp=drivesdk
15 Kesalahan Istri Ustadz Abdullah AlJakartyBag1Bag2Bag3


Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah


Hak dan Kewajiban Suami Istri-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy


Samara dalam Rumah Tangga-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy


=… 

  • Ukhti, Hindarkan Diri Anda dari Murka Allah

.
Al-Ustadz Abu Bakar Abdurrahman
.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْءَ لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
.
Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda, “Apabila seorang pria mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu sang istri tidak mau mendatanginya, malaikat melaknat sang istri sampai datang waktu subuh.” (HR. al-Bukhari no. 5193)
.

  • Makna Hadits

.
✅ Yang dimaksud dengan الفِرَاش (tempat tidur) adalah jima’. Apabila suami mengajak istrinya bersenggama, tetapi istri menolak tanpa alasan syar’i dan sang suami tidak ridha terhadap penolakan tersebut, malaikat melaknat sang istri sampai subuh.
.

  • Kedudukan Suami di Sisi Istri

.
‼ Ketahuilah, Saudariku, Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan pria sebagai pemimpin kaum wanita.
.
✅ Allah berfirman,
.
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡۚ
.
Kaum pria adalah pemimpin kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (pria) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka .” (an-Nisa’: 34)
.
✅ Al-Imam as-Sa’di rahimahullah berkata, “Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita karena kaum pria mempunyai wewenang untuk mengharuskan kaum wanita menunaikan hak-hak Allah, menjaga kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah atas mereka, dan mencegah mereka dari perbuatan-perbuatan yang haram. Kaum pria juga menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas nafkah, sandang, dan papan (tempat tinggal) untuk istrinya.” (lihat Tafsir as-Sa’di)
.

‼ Jadi, pantaslah jika Allah mewajibkan seorang istri untuk taat kepada suami dalam urusan yang tidak melanggar hukum syar’i. Tidak mungkin tercapai kebahagiaan apabila pemimpin tidak ditaati, baik dalam ruang lingkup yang kecil maupun yang besar. Apabila suami tidak ditaati, tidak dihormati, dan tidak berwibawa di hadapan istri, yang akan terjadi adalah kehancuran dan kenistaan.
.
✅ Karena tingginya kedudukan suami di hadapan istrinya, sampai-sampai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
.
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
.
Seandainya aku boleh memerintah seseorang untuk sujud kepada orang lain, sungguh, akan kuperintah seorang wanita untuk sujud kepada suaminya.” (HR. at-Tirmidzi no. 1159, dinyatakan hasan oleh al-Albani rahimahullah)
.

‼ Berdasarkan penjelasan di atas, seorang wanita wajib mengetahui kedudukan suami dan memosisikannya sesuai dengan ketetapan syariat.
.
Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Istri ketika Suami Ada Bersamanya
.
✅ Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan istri ketika suami ada bersamanya, di antaranya
:
.
➡ 1.Puasa sunnah, kecuali atas izin suami.
.
✅ Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda,
.
لَا تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ
.
Janganlah seorang wanita berpuasa dalam keadaan suaminya ada bersamanya, kecuali dengan izin suami.” (HR. al-Bukhari no. 5192)
.
✅ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa menunaikan hak suami lebih ditekankan atas istri daripada melakukan amalan kebaikan yang hukumnya sunnah. Sebab, hak suami wajib dipenuhi, dan pelaksanaan kewajiban diutamakan daripada pelaksanaan amalan sunnah.” (Fathul Bari pada syarah hadits no. 5195)
.
Bagaimana apabila wanita tersebut tetap berpuasa sunnah tanpa izin suami?
.

✅ Terjadi perbedaan pendapat di antara ulama; ada yang berpendapat haram, dan ada yang berpendapat makruh. Yang benar adalah hukumnya haram sebagaimana yang dipilih (dirajihkan/dikuatkan) oleh al-Imam an-Nawawi..
✅ Al-Imam an-Nawawi menjelaskan, “Sebab diharamkannya puasa sunnah bagi wanita (ketika suaminya ada) adalah bahwa suami mempunyai hak atas istri untuk bersenang-senang (berjima’) dengannya setiap saat. Hak suami ini wajib segera dipenuhi oleh istri, tidak boleh ditunda hanya karena amalan sunnah, bahkan karena amalan wajib yang tidak harus segera dilakukan.” (Fathul Bari pada syarah hadits no. 1595)
.
‼ Ukhti, lihatlah betapa tingginya kedudukan suami Anda di sisi Anda!
.
✅ Dipahami dari hadits ini bolehnya istri berpuasa sunnah tanpa izin suami ketika suaminya bepergian (safar). Namun, apabila di tengah-tengah puasanya sang suami datang, istri wajib meminta izin untuk meneruskan puasanya. Apabila suami tidak mengizinkan, istri wajib menaatinya. Suami pun berhak memaksa istri untuk membatalkan puasa sunnahnya apabila dia menginginkannya. (Dinukil dari ucapan al-Imam an-Nawawi dari Fathul Bari)
.
Bolehkah seorang istri melakukan puasa sunnah tanpa izin suami, padahal suami ada bersamanya, tetapi sedang sakit parah dan tidak mampu melakukan jima’?
.

✅ Al-Imam an-Nawawi membolehkan hal itu. Sebab, suami yang sedang sakit parah sehingga tidak mampu melakukan jima’ ini semakna dengan suami yang sedang bepergian, yaitu sama-sama tidak ada hal yang mengharuskan dibatalkannya puasa tersebut, yaitu jima’. (Lihat Fathul Bari pada syarah hadits no. 5195)
.
‼ Ketahuilah, Ukhti, Rasulullah telah memberikan solusi terbaik bagi seorang pria apabila dia secara tidak sengaja melihat wanita yang menakjubkannya. Solusi tersebut adalah bersegera “mendatangi” istrinya. Hal itu bertujuan agar suami tidak terjatuh dalam zina atau dalam kemaksiatan yang akan mengantarkannya kepada zina.
.
✅ Simaklah hadits shahih berikut.
.
إِذَا أَحَدُكُمْ أَعْجَبَتْهُ الْمَرْأَةُ فَوَقَعَتْ فِي نَفْسِهِ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ، فَلْيَعْمِدْ إِلَى امْرَأَتِهِ فَلْيُوَاقِعْهَا، فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ
.
Apabila salah seorang di antara kalian dibuat kagum oleh seorang wanita sehingga hatinya terkesan, hendaklah dia mendatangi istrinya dan menjima’inya, karena hal itu akan menepis apa yang ada di dalam hatinya.” (HR. Muslim no. 1403)
.
✅ Al-Imam an-Nawawi berkata menjelaskan hadits ini, “Ketika seorang pria melihat seorang wanita lalu tergerak syahwatnya, disunnahkan baginya mendatangi istrinya atau budaknya—jika dia memiliki budak wanita, lalu hendaklah dia menjima’inya agar tertepis syahwatnya, tenang hatinya, dan kuat hatinya menghadapi apa yang sedang dia hadapi.”
.
Oleh karena itu, penuhilah keinginan suami kapan pun dia mengajak Anda untuk itu. Sebab, di situ ada pahala yang sangat besar bagi diri Anda, dan pada hakikatnya Anda sedang memenuhi perintah Rabb Anda.

.
➡ 2 Mempersilakan tamu masuk ke rumah suami, kecuali dengan izin suami. Hal ini berdasarkan hadits,
.
وَ لَا تَأْذَنَ فِي بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ
.
Janganlah seorang istri mengizinkan orang lain masuk ke rumah suami kecuali dengan izin suami.” (HR. al-Bukhari no. 5195)
.
✅ Sebuah fenomena pahit kita dapati dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah kaum muslimin, yakni tidak sedikit istri yang mengizinkan dan mempersilakan siapa pun yang hendak masuk ke rumah suami. Sejatinya, syariat secara tegas melarang hal itu. Jika kita amati, di antara sebab ketidakharmonisan dan kehancuran rumah tangga seseorang adalah ketidaktahuan istri akan hak-hak suami.
.
‼ Oleh karena itu, istri wajib mempelajari ilmu agama yang terkait dengan urusan rumah tangganya dan kewajiban-kewajibannya terhadap suami.
.
➡ 3.Tidak Mengapa Apabila Suami Merelakan Haknya
.
Apabila suami memaafkan istrinya dan merelakan hak dirinya, istri tidak akan mendapatkan laknat dari malaikat tatkala dia menolak ajakan suami untuk bersenggama. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dan berdasarkan riwayat lain dalam Shahih al-Bukhari, yaitu فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا (kemudian sang suami bermalam dalam keadaan marah terhadap istrinya [yang menolak ajakan suami]).
.
➡ 4.Ajakan Bersenggama pada Siang Hari
.

Apabila suami mengajak istri bersenggama pada siang hari lalu istri menolaknya tanpa alasan yang syar’i sehingga suami marah, apakah sang istri juga terkena laknat? Ataukah laknat itu terjadi jika penolakan ini hanya pada malam hari?
.
‼ Telah dijelaskan oleh Ibnu Hajar bahwa laknat akan menimpa istri yang menolak ajakan suaminya, kapan pun waktunya. Adapun disebutkannya “malam hari/sampai subuh” dalam riwayat ini ialah karena biasanya manusia melakukan jima’ pada malam hari. Hal ini tidak berarti bahwa istri boleh menolak ajakan suami pada siang hari. Sebab, telah datang hadits yang menegaskan hal itu, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam,
.
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ فَتَأْبَى عَلَيْهِ، إِلَّا كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا
.
Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami mengajak istrinya (berjima’) lalu sang istri menolak, kecuali seluruh yang ada di langit marah kepada istri sampai sang suami ridha.” (HR. Muslim no. 1436)
.
✅ Ukhti, lihatlah! Yang marah kepada istri bukan malaikat saja, melainkan semua yang ada di langit. Tidaklah Anda takut?
.
‼ Ibnu Hajar membawakan riwayat-riwayat lain yang menunjukkan bahwa haramnya menolak ajakan suami ini bersifat umum, kapan pun waktunya. (Lihat Fathul Bari pada syarah hadits no. 5194)
.

||××||×× Lanjut ke Halaman 2 ||××||××