Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Bulan Shafar 1441H dan Etika Pergaulan

    .

    Alhamdulillah
    Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
    .==

    Ustadz Nadlif Mustaqim – Antara Kalender Masehi(Kristen) dengan Hijriyah(Islam) 13Mb
    https://app.box.com/s/e1q2wd7az417gtmzrnxi9jf9nq8g9we1
    Ustadz Nadlif Mustaqim – Gunakan Kalender Hijriah 13Mb
    https://app.box.com/s/2n103g5xnyiy4rtp80thpsyam1fwlbbj
    Takut Kepada Allah – Al-Ustadz Mizan Qudsiyah https://app.box.com/s/wwgh115p05qaizlppn07nc3c23z6i2rx
    Kedudukan Orang Yang Takut Kepada Allah – Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
    https://drive.google.com/file/d/1h3jhr9Qf5cSZJJezcKzxSJjRRewcvjVR/view?usp=drivesdk
    Sudahkah Anda Takut KepadaNya – Ustadz Ahmad Bazher.webm
    https://app.box.com/s/owhzn0k2ed0zqqn5c9e5lfohrjzvj02v
    Jenis Ibadah Khauf Rasa Takut – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 9Mb
    https://app.box.com/s/4hjznt1d4k30o8ulyrnmal5jnuy6q9v2
    Takut Al Khauf- Al-Ustadz Mizan Qudsiyah
    https://app.box.com/s/m92mctygnp0ogpteu1feurety9c21gu8
    Tiada Takut Dan Cemas – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA 41Mb
    https://drive.google.com/file/d/1Gm3VLfIkljIEz00uq5ZZ49nVkxjeNaLO/view?usp=drivesdk
    Jenis Ibadah: Raghbah, Khasy’yah dan Isti’anah – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 24.8Mb
    https://app.box.com/s/nq3llzm0qnb51ta22ngn5aljs0q7lorf
    Islam Agama Yang Sempurna – Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., M.Pd 27.9Mb
    https://app.box.com/s/4zc97yqr8ho83mm84su47s8jl1lexy7i
    Menutupi Aib-Aib Kaum Muslimin-Ust. Nizar Saad Bin Jabal 17Mb
    https://app.box.com/s/ckpgvaxfzoxmeonxifln6s78doztcztq
    Menutup Aib Seorang Muslim-Ust Yazid Jawas
    Bag.1:https://archive.org/download/Ust.YazidBinAbdulQodirJawas/015MenutupiAibSeorangMuslim1.mp3
    Bag2:https://archive.org/download/Ust.YazidBinAbdulQodirJawas/016MenutupiAibSeorangMuslim2.mp3
    Menggapai Surga Dengan Akhlak Mulia Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas

    Merasa Diawasi Oleh Allah-Ust Dzulqarnain

    Beberapa Adab dalam Pergaulan-Ust.Yazid Jawas

    11 Audio Adab Adab Pergaulan – Ustadz
    Abu Zakariya Khodir Al Malanj
    https://archive.org/details/AdabAdabPergaulanUstadzAbuZakariyaKhodirAlMalanji
    Akhlak Mulia Dalam Pergaulan – Ustadz Abu Zakariya Khodir Al Malanji

    Akhlakul Karimah (Akhlak Mulia) – Ust.Ahmad Bazher
    https://app.box.com/s/lvb34n96ji2u98b8avfgnmzw3etcm54d
    Akhlak Para Ulama Salaf-Ust.Abu Harits Naufal
    https://app.box.com/s/ozvtwjjwdzhw8kxjvmewbjxmc7buklwg
    Aqidah Cerminkan Akhlak-Hasan Al Jaizy
    https://app.box.com/s/hs7y5wfrxebovalnrmnfptcou4mw0rmg
    Akhlak Itu Iman – Ustadz Nizar Saad Jabal.
    11Mb
    https://app.box.com/s/iwlgcdsp2evtue54hm9duain31s3lo0g
    Korelasi Aqidah Dengan Akhlak-Ust.Dr Ali Musri Semjam Putra.MA

    Membangun Akhlak Mulia-Ust.Syafiq Basalamah

    Menepati Janji-Ust.Hasan Al Jaizy

    .===
    15 Faidah Bulan Shafar
    https://alwasathiyahcom.files.wordpress.com/2017/10/ebook-15-faidah-shafar.pdf  

    Puasa Sunnah Ayyamul Bidh (3Hari) Bulan Muharram 1441H
    .
    Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du.

    Berikut pembahasan tentang Puasa,semoga Allahmenjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

    • Besok إِنْ شَاءَ اللَّهُ puasa ayyamul bidh...

    .
    _*Kita disunnahkan berpuasa dalam sebulan minimal tiga kali.* Dan yang lebih utama adalah melakukan puasa pada ayyamul bidh, yaitu *pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah (Qomariyah).* Puasa tersebut *disebut ayyamul bidh (hari putih) karena pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan sinar rembulannya yang putih.*
    .

    *_Niatnya? Cukup di dalam hati ingin puasa ayyamul bidh*_
    *Keutamaannya banyak, di antaranya*

    .
    _*1. Bekal akhirat,*_
    _2. Seperti puasa sebulan (jika dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun),*_
    _*3. Lalu baik untuk kesehata
    n.*_
    .
    ✅ _Dalilnya sbb:
    Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda_
    .
    صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
    .
    _*”Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”* (HR. Bukhari no. 1979)_
    .

    ✅ _Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata_

    .
    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُوَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
    .
    _*“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).”* Dan beliau bersabda, *“Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.”*
    (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)_

    .
    ➡Insya Allah…
    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Shafar 1441 H
    .
    Sabtu, 13 Shafar 1441 | 12 Oktober 2019
    ✅ Ahad, 14 Shafar 1441 | 13 Oktober 2019
    ✅ Senin, 15 Shafar 1441 | 14 Oktober 2019 .

    .
    _*Puasa Senin Kamis atau bahkan puasa Dawud bagi yang mengamalkannya, tetap memiliki fadhail di bulan Shafar
    .
    ➡ *Catatan* :
    .

    _Puasa tiga hari setiap bulan paling utama dikerjakan pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan Hijriyah. Dan jika tidak memungkinkan, tidak apa-apa dikerjakan di awal bulan atau di akhir bulan, boleh berurutan atau berse
    lang._
    .
    ✅ _Dari Mu’adzah Al ‘Adawiyyah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam_

    .
    أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ. فَقُلْتُ لَهَا مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِى مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ
    .
    _*“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya?”* ‘Aisyah menjawab, *“Iya”.* Ia pun bertanya pada ‘Aisyah, *“Pada hari apa beliau berpuasa?”* ‘Aisyah menjawab, *“Beliau tidak memperhatikan pada hari apa beliau berpuasa dalam sebulan.”* (HR. Muslim no. 1160).*_
    .=

    • ETIKA PERGAULAN SEORANG MUSLIM MAUPUN MUSLIMAH

    .
    ✅ Segala puji hanyalah milik Allah Azza wajalla yang telah menciptakan manusia dan menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk serta pedoman hidup bagi manusia, mengutus Nabi sebagai utusan dan panutan bagi hamba-hamba-Nya, mengajarkan etika pergaulan untuk memperkuat persaudaraan sesama muslim, agar terwujud akhlak yang mulia dan masyarakat yang islami, shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
    .
    Pergaulan, pertemanan, persahabatan didalam islam sangatlah penting, oleh karena itu tatkala mencari teman carilah teman yang bisa menjadikan kita orang yang bertaqwa kepada Allah Azza wajalla, yang bisa menuntun kita kejalan hidayah dan surga-Nya, sebagaimana Rosulullah menggambarkan berteman dengan orang sholih bagaikan berteman dengan penjual minyak wangi, orang yang berteman dengan penjual minyak wangi minimal dia mendapatkan aromanya, begitu juga orang yang berteman dengan orang yang shalih dia akan terpengaruh dengan akhlak yang mulia yang ada pada orang shalih atau dia akan mendapatkan ilmu dan nasihat darinya sehingga dia bisa menjadi orang yang berilmu dan baik akhlaknya, dan sebaliknya berteman dengan orang tolih bagaikan berteman dengan tukang pandai besi, orang yang berteman dengan pandai besi minimal dia mendapatkan aroma tidak sedap, maka begitu pula orang yang berteman dengan orang yang tolih, orang yang buruk ahlaknya akan terpengaruh dengan akhlak yang buruk yang ada padanya.
    .
    ✅ Rosulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:
    .
    مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ ، أَوْ ثَوْبَكَ ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً.  رواه البخاري:2101 ـ
    .
    Seseorang yang berteman dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli minyak wangi darinya atau minimal engkau mendapat aromanya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)
    .
    ✅ Para pembaca yang semuga dirahmati Allah, didalam pertemanan, pergaulan haruslah cermat dan teliti jangan sampai salah didalam berteman, bergaul apa lagi pada zaman yang penuh dengan berbagai macam media sosial seperti sekarang ini, betapa banyak korban dan kasus pembunuhan, pemerkosaan, perampokan disebabkan salah didalam memilih pergaulan dan pertemanan, terutama pergaulan dalam masalah agama, karena kebenaran agama seseorang ini akan menuntun dia pada aqidah yang benar, maka jika aqidahnya benar (sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rosul-Nya) maka akan benar pula amalannya, sebaliknya jika aqidahnya salah maka perbuatan, amalannya akan salah.
    .
    ✅ Contoh orang yang salah dalam aqidah:
    .
    Seseorang yang rajin melakukan sholat namun dia masih datang dan bertanya kepada dukun atau tukang ramal didalam perkara nghaib maupun yang bukan nghaib, maka shalat yang dia lakukan selama 40 malam tidak akan diterima oleh Allah, karena sejatinya orang yang daatang kepada tukang ramal dia percaya bahwa ada yang mengetahui perkara nghaib selain Allah, ini masuk kedalam permasalahan aqidah sehingga diketegorikan sebagai bentuk kesyirikan kepada Allah Azza wajalla.
    .
    ✅ Rosulullah bersabda:
    .
    « مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ». ( صحيح مسلم : 5957)
    .
    barang siapa yang datang kepada tukang ramal/dukun kemudian bertanya tentang sesuatu maka tidak akan diteriama sholatnya selama 40 malam” (HR. muslim:5957)
    .
    ‼ Para pembaca yang semoga dirahmati Allah, di antara etika didalam pergaulan, pertemanan dan persahabatan adalah:
    .

    • Berakhlak

    .
    ✅ Dengan adanya akhlak mulia inilah seseorang yang bergaul, berteman, bersahabat akan mendapatkan kenyaman, akan timbul rasa bersaudara rasa saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah, tidak mencela teman-temannya atau menyakiti perasaan temannya.
    .
    ‼ Sebagaimana Rosulullah menasehati sahabat beliau untuk bergaul dengan akhlak yang baik, akhlak yang mulia.
    .
    ✅ Rosulullah bersabda:
    .
    اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا ، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. رواه وأحمد: 169 , والترمذي :1987  )
    .
    bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan akan menghapus keburukan tersebut, bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang mulia” (HR:Ahmad: 169, dan tirmidzi: 1987)
    .
    Menutupi Aib-Aib teman-temannya.
    .
    ✅ Diantara adab, etika didalam pergaulan, pertemanan, persahabatan adalah saling menjaga Aib-aib satu sama lainnya, maka seorang muslim tidaklah pantas sibuk mencari kesalahan-kesalahan saudaranya, teman-temannya, akan tetapi sibuklah didalam mengintropeksi diri akan aib-aib dirinya sendiri. Jika melihat saudaranya, teman-temannya terjerumus pada dosa, maksiat hendaklah menolongnya, menasehatinya sehingga dia kembali bertaqwa kepada Allah, setelah itu tutupi aib saudaranya, teman-temannya.
    .
    ‼ Maka seorang muslim yang mengetahui etika, adab pergaulan ,persahabatan akan memaafkan kesalahan teman-temannya, adapun teman yang munafik maka ia akan mencari kesalahan-kesalahan dan berharap dapat menyaksikan teman-temannya terjerumus pada dosa dan kemaksiatan agar menjadi bahan celaan terhadap saudaranya atau temannya dihadapan kalayak umum.
    .
    ✅ Rosulullah bersabda tentang persaudaran seorang muslim:
    .
    الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يُسْلِمُهُ ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. ( رواه البخاري :2442 )
    .
    seorang muslim dengan muslim lainya adalah bersaudara, tidak boleh mendhaliminya, tidak boleh menyerahkan kepada orang yang akan menyakitinya, barang sipa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya, barang siapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan lapangkan kesulitan-kesulitannya dihari kiamat, dan barang siapa yang menutupi aib-aib, kesalahan-kesalahan seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aib-aib, kesalahan-kesalahannya kelak di hari kiamat” ( HR. Bukhari: 2442)
    .

    • Menepati Janji.

    .
    ✅ Seorang muslim yang jujur ialah orang yang paling menepati janji terhadap Robnya, keluarganya, saudara-saudaranya bahkan kepada seluruh manusia.
    .
    Menepati janji kepada Allah dengan memenuhi dan menjalankan semua perintah-Nya, kewajiban-kewajiban serta menjahui apa yang dilarang-Nya, selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan ketaatan-ketaatan yang mampu dilakukannya.
    .
    ✅ Menepati janji kepada keluarganya dengan menjaga kehormatannya, menjaga hak dan kewajibannya, mengawasinya tatkala masih hidup dan mendoakannya setelah wafat.
    .
    ‼ Menepati janji kepada saudaranya bahkan kepada seluruh manusia dengan menasehatinya tatkala melihat saudaranya terjatuh kepada dosa dan maksiat.
    .

    sufyan at tsauri pernah berkata:
    .
    ✅ janganlah engkau berjanji kepada temanmu dengan satu janji kemudian engkau mengingkarinya, sebab dengan hal itu engkau telah mengganti sebuah kecintaan menjadi kebencian.
    .
    Sumber artikel:
    .
    adabu ash-shuhbati bayna al-akhwati al-muslimati, abu maryam majdi fathi sayyid.
    Adabu al-usyrah wadikru ash-shuhbah wal ukhuwah, abul barokat badrudin Muhammad al-ghazi
    Disusun oleh: Ustadz Jupriyanto (Pengajar Ponpes Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)
    .
    =…

    • Agar Tidak Sendirian

    .
    Bismillah.
    .
    ✅ Salah satu nikmat yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah ketika Allah berikan taufik kepadanya untuk mengingat Allah. Ingat kepada Allah, takut kepada-Nya, dan menggantungkan hati kepada-Nya adalah lentera dan cahaya bagi kehidupan insan.
    .
    ‼ Kita semua -sebagai manusia- tentu tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Suatu hal yang semestinya membuat kita takut apabila berjumpa dengan Allah dalam keadaan durhaka kepada-Nya. Karena itu seorang muslim sering berdoa kepada Allah agar terhindar dari su’ul khotimah; akhir hidup yang buruk. Kita sangat mengharap bisa meninggal dalam keadaan istiqomah di atas agama.
    .
    ✅ Islam sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama mencakup tiga tingkatan; islam, iman, dan ihsan. Tingkatan islam mencakup perkara-perkara lahiriah semacam syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji. Adapun tingkatan iman mencakup perkara lahiriah dan diperkokoh dengan pondasi keimanan yang kuat berupa iman kepada Allah, malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, dan iman kepada takdir. Dan tingkatan yang tertinggi adalah ihsan; dengan merasa diawasi oleh Allah dan melakukan ibadah seolah-olah melihat-Nya.
    .
    ‼ Ketika seorang menyadari bahwa Allah senantiasa melihat apa yang dia lakukan. Allah mendengar apa yang dia ucapkan. Dan Allah mengetahui apa yang dia kerjakan, bahkan apa pun yang terbersit di dalam hatinya. Allah bersama dirinya dimana pun dia berada. Karena itulah para ulama dipuji oleh Allah disebabkan rasa takutnya kepada Allah -yang mahamengetahui apa yang mereka lakukan- (yang artinya), “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang berilmu.” (Fathir : 28)
    .

    ✅ Dari sinilah kita mengetahui betapa dalam ilmu sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu. Beliau berkata, “Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi ilmu itu adalah dengan rasa takut kepada Allah.” Sehingga bukanlah ilmu yang dituntut sekedar banyaknya wawasan atau luasnya pengetahuan. Akan tetapi ilmu yang bisa bersemayam di dalam hati dan membuahkan amalan. Bukan ilmu yang hanya menempel di lisan tapi tidak meresap ke hati.
    .

    ‼ Apabila hal ini telah jelas bagi kita, maka kita akan mengetahui bahwa sebab kemuliaan para sahabat bukanlah karena luasnya pengetahuan dan kuatnya hafalan mereka. Kalaulah kuatnya hafalan dan bagusnya bacaan menjadi standar keilmuan maka kaum Khawarij lebih baik dari para sahabat! Oleh sebab itu dalam sebuah riwayat Ibnu Mas’ud menjelaskan sifat-sifat para sahabat, “Mereka adalah orang yang paling bersih hatinya dan paling dalam ilmunya…”

    .
    ✅ Di dalam riwayat ini, Ibnu Mas’ud menjelaskan baiknya ilmu para sahabat dengan 2 sifat; ilmu yang dalam dan hati yang bersih/baik. Kedalaman ilmu diukur sejauh mana ia bisa menumbuhkan amalan dan rasa takut kepada Allah. Karena itulah Allah menyifati kaum beriman sebagai orang yang takut kepada Allah. Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah yang apabila disebutkan nama Allah takutlah hati mereka….” (al-Anfal : 2)
    .
    ‼ Oleh sebab itu Hasan al-Bashri rahimahullah menjelaskan bahwa ilmu ada 2 macam; ilmu lisan dan ilmu yang di dalam hati. Adapun ilmu lisan adalah hujjah Allah untuk menghukum seorang ketika dia tidak mengamalkan ilmunya itu. Ilmu yang meresap ke dalam hati; itulah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang menancap ke dalam hati tentu membuahkan keimanan dan ketundukan.
    .

    ✅ Lihatlah bagaimana Allah mencela orang munafik sebagai orang yang bodoh karena mereka menjelek-jelekkan nabi dan para sahabat. Lihatlah bagaimana Allah memurkai kaum Yahudi yang tidak mau mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal mereka bisa mengenali tanda kenabian beliau sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka sendiri. Begitu pula Allah mencela ahlul kitab yang diberikan Taurat tetapi tidak mau mengamalkannya seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.  
    .

    ‼ Menghadirkan perasaan selalu diawasi Allah bukanlah perkara yang sepele. Lihatlah bagaimana kesabaran Nabi Yusuf ‘alaihis salam ketika menghadapi godaan majikannya yang cantik untuk melakukan keharaman. Lihat bagaimana kesabaran dan keyakinan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berhijrah bersama Abu Bakar menuju Madinah dan bersembunyi di dalam gua, lalu beliau berkata, “Jangan sedih, sesungguhnya Allah bersama kita…”
    .
    ✅ Lihatlah bagaimana keyakinan Nabi Musa ‘alaihis salam ketika berlari dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya kemudian ketika mereka sudah berada di tepi laut -musuh di belakang mereka dan lautan di depan mereka- sebagian pengikut Musa berkata, “Kita pasti akan tertangkap.” Maka Nabi Musa dengan penuh keyakinan mengatakan, “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya bersamaku Rabbku, Dia pasti akan memberikan petunjuk kepadaku…” (asy-Syu’ara’ : 62)

    .
    ‼ Merasa diawasi oleh Allah tidak akan bisa muncul kecuali di dalam hati yang bersih dari keragu-raguan. Oleh sebab itu Allah menyifati hati kaum munafik sebagai hati yang menyimpan penyakit. Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa penyakit itu adalah keragu-raguan, dan sebagian lagi menafsirkan maknanya adalah riya’. Allah pun menjelaskan salah satu sifat kaum munafik adalah riya’ kepada manusia dan tidak ingat kepada Allah kecuali sedikit. Riya’ nya menunjukkan bahwa hati mereka kosong dari keikhlasan. Dan tidak ingat kepada Allah kecuali sedikit menunjukkan keringnya hati mereka dari dzikir kepada Allah. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan, bagaimana keadaan seekor ikan apabila memisahkan diri dari air?” 
    .
    ✅ Riya’ inilah yang menghapuskan segala kebaikan yang dilakukan oleh orang munafik. Sebagaimana syirik menjadi sebab lenyapnya amalan kebaikan orang kafir. Allah berfirman (yang artinya), “Dan Kami hadapi segala amalan yang pernah mereka kerjakan lalu Kami jadikan ia bagaikan debu-debu yang beterbangan.” (al-Furqan : 23)
    .
    ‼ Oleh sebab itu salah satu diantara tiga orang yang menjadi bahan bakar api neraka adalah orang yang belajar ilmu dan mengajarkannya tetapi tidak ikhlas karena Allah. Dia riya’, dia belajar agama supaya dikatakan sebagai alim atau ahli agama. Dia membaca qur’an supaya dikatakan sebagai qari’. Amalnya yang luar biasa besar tidak berguna baginya karena tidak dilandasi dengan keikhlasan. Dimana letak kesalahannya? Tidak lain karena ilmunya tidak membuahkan keikhlasan niat di dalam hati. Ilmunya hanya menjadi wawasan dan perluasan cakrawala.
    .
    ✅ Dari situlah tidak mengherankan jika Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Setiap orang yang merasa takut/khosy-yah kepada Allah itulah orang yang ‘alim/ulama.” Maksud perkataan beliau ini -wallahu a’lam- adalah tidaklah disebut sebagai ulama sejati kecuali orang yang ilmunya membuahkan rasa takut kepada Allah. Alias ilmu yang tidak membuahkan kesombongan dan sifat ujub. Ilmu yang melahirkan sifat tawadhu’ dan ketundukan kepada kebenaran.
    .
    ‼ Lihatlah kesempurnaan ilmu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana beliau mengajarkan kepada kita untuk selalu mengakui akan dosa-dosa kita dan banyaknya nikmat Allah yang tercurah kepada hamba. Dalam sayyidul istighfar kita membaca doa yang berbunyi abuu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu’u bi dzanbii… artinya, “Aku mengaku kepada-Mu akan segala nikmat-Mu yang tercurah kepadaku, dan aku mengakui atas segala dosaku…”
    .
    ✅ Begitu pula kedalaman ilmu Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu ketika mengatakan kepada para sahabatnya -setelah beliau menjabat sebagai khalifah-, “Aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian. Akan tetapi aku adalah orang yang paling berat bebannya diantara kalian. Apabila aku melakukan suatu kesalahan/keburukan maka luruskanlah aku….”
    .
    ‼ Ilmu semacam inilah yang membuat Muhammad bin Wasi’ rahimahullah berkata, “Seandainya dosa-dosa itu bisa menimbulkan bau busuk niscaya tidak ada seorang pun yang mau duduk bersamaku.” Itulah yang dimaksud oleh Ibnu Mas’ud, “Seorang mukmin melihat dosa-dosanya seperti sedang duduk di bawah gunung; dia takut gunung itu jatuh menimpanya.”
    .
    ✅ Semoga Allah berikan kepada kita ilmu yang bermanfaat.

    •••••••••••••••••••••••
    _*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
    .
    _*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
    .
    _*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
    .
    _*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
    .
    _*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.
    Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq_*
    .
    _*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_