Nasehat Untuk Pemuda Ahlus Sunnah
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Pemuda Milenials Mau Kemana?-Dr Syafiq Riza Basalamah MA 50Mb


Pemuda Pemuda Idaman Islam – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/8a2wytko38kkhajdxo0uicw4rvwsp6a3
Pemuda Dan Ramadhan – Ustadz DR. Abdullah Roy, MA.webm
https://app.box.com/s/8yendmqlsmbnu3n8umo53aijnce5qxlx
Wasiat Salaf Untuk Pemuda (02)-Ustadz
Sofyan.C.Ruray.webm
https://app.box.com/s/it22qaivn25adu90zu1fzeb67h8jx97f
Pemuda Zaman Now-Ust Mizan Qudsiyah
https://app.box.com/s/0ibmcesncb6lt9r15jyp2icavafzthrw
UNTUKMU PEMUDA ZAMAN NOW-Ust Dahrul Falihin 8Mb46Mnit
https://app.box.com/s/4slvppb6a6rrwmshc1uagz7uomlmigdr
Milenial Ahli Surga – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. 35Mb
https://app.box.com/s/xh96f7wlp3jviqbtj9t04j7k0z1i8qdp


Ust. Dwi : Untuk Apa Masa Mudamu?


Menjadi Pemuda Kaya Pahala-Ust.Adika Mianoki


Wahai Pemuda Kenalilah Agamamu-Ust.Abu Zubeir Al Hawary


=…
Untukmu Wahai Pemuda

Klik untuk mengakses 82-untukmu-wahai-para-pemuda-pdf1.pdf


15 Wasiat Salaf Bagi Para Pemuda-Syaikh Abdurrazzaq Al Badr
https://alwasathiyahcom.files.wordpress.com/2017/09/ebook-15-wasiat-salaf-bagi-pemuda_opt.pdf


Peringatan Untuk Pemuda Dari Bahaya Isbal


Pemuda dan Canda 



➡ Nasehat Untuk Pemuda Ahlus Sunnah
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • NASIHAT UNTUK PEMUDA AHLUSSUNNAH

.
✅ Segala puji hanya miik Allah, Rabb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa di limpahkan kepada nabi kita, nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du. Berikut ini adalah untaian nasihat yang ditunjukan kepada pemuda Ahlussunnah wal-jama’ah, yang harus ditulis untuk menasihati kaum muslimin. Dan mendamaikan antara sesama Ahlussunnah sebagaimana dianjurkan dalam banyak dalil syariat.
.
‼ Berikut ini adalah untaian-untaian nasihat untuk pemuda Ahlussunnah :
.
➡ 1. Termasuk salah satu prinsip dalam agama Islam, bahwa setiap muslim berkepentingan dengan memperbaiki dirinya. dan berusaha mewujudkan keselamatan dirinya, serta menjauhi sebab-sebab kebinasaannya, sebelum dia menyibukkan dirinya terhadap orang lain.
.
✅ Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
.
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
.
Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan saling menasihati di dalam kebenaran dan saling menasihati di dalam kesabaran” [Al-Ashr: 1-3]
.
✅ Allah Subhanahu Wata’ala mengabarkan orang-orang yang selamat dari kerugian (tidak merugi) yaitu orang-orang yang pada dirinya tertanam padanya sifat-sifat tersebut. Allah Subhanahu Wata’ala menyebutkan, bahwa mereka terlebih dahulu telah merealisasikan keimanan dan amal shalih pada diri mereka, sebelum mendakwahi orang lain. Dakwah dengan nasihat-menasihati supaya menetapi kebenaran, dan menasihati supaya menetapi kesabaran. Inilah dasar penetapan masalah ini.
.
‼ Oleh karena itu, setiap pemuda hendaklah memperhatikan agar pembenahan dirinya sendiri, sebelum berusaha membenahi orang lain. Tatkala dirinya telah mencapai istiqomah dalam hal itu, dan telah menyatukan antara penerapan ajaran agama pada dirinya dengan perjuangan mendakwahi orang lain, maka ia benar-benar diatas petunjuk salaf, dan Allah Subhanahu Wata’ala akan melimpahkan manfaat dari (dakwah-Nya) mereka menjadi da’I yang menyeru kepada sunnah dengan ucapan dan prilakunya. Dan sungguh, demi Allah Subhanahu Wata’ala, inilah kedudukan yang tinggi. Bila seseorang berhasil mencapainya maka ia termasuk hamba Allah Subhanahu Wata’ala yang paling baik kedudukannya pada hari kiamat.
.
✅ Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
.
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
.
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata:’sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’” [Fusilat: 33]
.
➡ 2. Hendaklah diketahui, bahwasanya yang benar-benar dikatakan Ahlussunnah, ialah mereka yang menjalankan dengan sempurna (ajaran agama islam), baik secara ideologi (i’tiqad) maupun perilaku (suluk).
.
Suatu kekeliruan, bila yang dianggap sebagai Ahlussunnah atau seorang salafy, ialah seseorang yang merealisasikan aqidah Ahlussunnah semata, tanpa memperhatikan sisi perilaku, adab-adab islam, ataupun menunaikan hak-hak sesama muslim.
.

Syaikhul Islam ibnu taimiyah di akhir kitab aqidah wasitiyah setelah menyampaikan pokok-pokok ajaran Ahlussunnah dalam masalah I’tiqad, beliau berkata: ”Kemudian mereka (Ahlussunnah wal jama’ah), selain merealisasikan prinsip-prinsip ini (yaitu) saling memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari yang mungkar sesuai tuntunan syariat (maka) mereka memandang pelaksanaan ibadah haji, jihad, sholat jumat, sholat ied dilakukan bersama para pemimpin (penguasa), baik pemimpin yang baik (adil) maupun yang jahat (zhalim). Mereka senantiasa menegakkan shalat berjamaah dan menjalankan tanggung jawab memberikan nasihat kepada ummat.
.

✅ Mereka juga meyakini makna sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:
.
المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضها بعضا
.
Permisalan (peran) mukmin terhadap seorang mukmin lainnya bagaikan bangunan yang kokoh yang sebagian menguatkan (menopang) sebagian yang lain” (HR Muslim)
.
Mereka memerintahkan untuk sabar tatkala tertimpa cobaan (kesusahan), dan bersyukur tatkala mendapatkan kelapangan, serta ridha dengan perjalan takdir yang pahit. Mereka menyeru kepada akhlak mulia, amal-amal terpuji.
.
✅ Dan meyaini makna sabda nabi  Shallallahu Alaihi Wasallam .
.
أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا
.
Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya, ialah orang yang paling baik ahlaknya.” (Muttafaq Alaihi)
.
Mereka senantiasa menganjurkan utk menyambung(hubungan dengan) orag yang memtuskan huungan denganmu, dan memberi orag yang enggan memberimu, memaafkan orag yang menzalimimu. Mereka juga saling memerintahkan untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, juga untuk bersilaturrahmi dan berbuat baik kepada etangga. Mereka juga melarang dari perangai berbangga diri, sombong, mlampaui batas, melanggar hak orang lain, baik dengan alasan yang dibenarkan maupun tidak, mereka senantiasa memerintahkan agar komitmen dan menjaga akhlak terpuji, dan menjaga dari akhlak tercela. Semua perkataan dan perbuatan mereka yang disebutkan diatas, atau lainnya, mereka senantiasa mengikuti alkitab (al-quran) dan assunnah. Dan jalan hidup mereka ialah agama islam, yang dengannya Allah mengutus nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
.

➡ 3. diantara tujuan agung untuk diraih dan dianjurkan agama islam, ialah mengajak manusia untuk menganut agama ini.
.
✅ Sebagaimana yang disampaikan kepada sahabat Ali ketika nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengutusnya ke khaibar, yaitu pada saat perang khaibar.
.
والله لأن يهدي الله بهداك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم
.
Seandainya Allah memberi petunjuk denganmu seorang saja, itu lebih baik bagimu daripada (memiliki) unta merah.“ (HR. Bukhari dan Muslim).
.

✅ Oleh sebab itu orang-orang yang telah dikaruniai hidayah (petunjuk) untuk mengamalkan sunnah, hendaklah bersungguh-sungguh mendakwahi orang lain yang masih tersesat dari sunnah, atau kurang memperhatikannya. Dalam mendakwahi mereka agar benar-benar merealisasikan sunnah, hendaklah menempuh dengan segala daya dan upaya yang dapat mereka lakukan dalam menuntun manusia dan mendekatkan hati mereka untuk menerima kebenaran.
.
✅ Hal itu, diwujudkan dengan mendakwahi mereka dengan cara lemah lembut, sebagaima firman Allah Subhanahu Wata’ala tatkala berkata kepada nabi musa ‘alaihis salam dan nabi Harun ‘alaihis salam.
.
اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى ( ) فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
.
Pergilah kalian berdua kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas, maka bicaralah kamu kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.“ [Taha: 43-44].
.
➡ 4. Para pelajar (penuntut ilmu) terutama para da’i, hendaklah dapat membedakan antara al-mudarah dan al-mudahanah.
.
Al-mudarah adalah sesuatu yang dianjurkan. Ia berhubungan dengan sikap lemah lembut dalam pergaulan, sebagaimana disebutkan dalam kitab lisanul ‘arab “bersikap al-mudarah terhadap orang lain, yaitu bersikap ramah tamah kepada mereka, bermuamalah dengan cara yang baik, dan bersabar menghadapi gangguan mereka, sehingga mereka tidak menjauh darimu.”
.
‼ Sedangka al-mudahanah (menjilat)
adalah sikap yang tercela. Ia berhubungan dengan masalah agama.
.

✅ Allah berfirman:
.
وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ
.

Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula) kepadamu. [al-Qalam: 9]
.

✅ Dengan demikian, orang yang bersikap mudarah akan berlemah lembut dalam pergaulan, tanpa meninggalkan sedikitpun dari prinsip agamanya. Sedangkan orang yang bersikap mudahin, ia akan berusaha menarik simpati orang lain dengan cara meninggalkan sebagian prinsip agamanya.
.
‼ Hendaklah para pelajar memperhatikan perbedaan antara dua perangai ini, karena sebagian orang beranggapan bahwa bersikap ramah tamah kepada orang lain dan berlemah lembut sebagai tanda kelemahan dan luluh dalam (mengemban perintah) agama.
.
✅ Pada saat lainnya ada yang beranggapan bahwa sikap membiarkan orang lain dalam kebatilan dan berdiam diri tatkala melihat kesalahan merupakan bagian dari sikap (ar-rifqu). Sudah barang tentu kedua kelompok (anggapan) ini salah dan tersesat dari kebenaran. Hal ini, hendaklah benar-benar diperhatikan dengan baik karena salah paham dalam permasalahan ini sangat berbahaya dan tidak selamat darinya kecuali orang-orang yang diberi taufik (bimbingan) dan petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala.
.

……~~… Lanjut ke Halaman 2 …~~……