Menyikapi Kejahatan Penguasa
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Sikap Ahlussunnah Kepada Pemimpin Yang Sudah Sah – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA26Mb
https://app.box.com/s/g2pnbg5t4fy871m1r5l9e46dq3by821y
KAIDAH KEPEMIMPINAN-Ustadz Muhammad Chusnul Yaqin, M.Pd.I
https://bit.ly/2YbHJXy (23 mb)
PRINSIP AHLI SUNNAH TERHADAP PENGUASA-Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi
https://bit.ly/2Yp1hmv (32 mb)
KEWAJIBAN PENGUASA-Ustadz Abu Ghozie As Sundawy
https://bit.ly/2GyjtE1 (24 mb)
Ketaatan Kepada Pemimpin Jangan Kebablasan! – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 18Mb
https://app.box.com/s/hsjihcub03suoa945uj1j9qbh4uowc3d
Tetap Bersama Pemimpin Kaum Muslimin – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A.16Mb
https://app.box.com/s/9hfafju3i2v3yr9ln9yxpgaair1uzfi8
Bolehkah Mencela Pemimpin yang Zhalim-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/irw7eer5i7kca97br0ouxbpa2qev0z2x
Pemimpinmu Zalim Bercerminlah…!-Ust.Sofyan Chalid Ruray
https://app.box.com/s/lol3cgwcfx09dbt76ia7uektlln9xsgt
Pemberontak dan Pendukung Kezaliman Penguasa Akan Terusir Dari Telaga Nabi-Ust.Sofyan Chalid Ruray.webm
https://app.box.com/s/ynkwan4wes7a9ji3o4ajyt1n95el3yvo
Sabar Hadapi Kezaliman Penguasa, Jangan Terprovokasi dan Demo-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray.webm
https://app.box.com/s/w18syv4v5r6eqp1pttrmaf9dt3v8s4u2
Kewajiban Rakyat Terhadap Pemimpin-Ust Anas Burhanuddin.Lc MA 6Mb 33mnit
https://mir.cr/1ZM8HIMF
https://drive.google.com/file/d/1McU3mghyVw6iDU3fvUdVUzj7MNbDZ0KJ/view?usp=drivesdk
Kewajiban Taat Kepada Pemimpin Muslim-Ust Ahmad Zainuddin 3Mb18mnit
https://app.box.com/s/xblbmijrw9uf1ozfte8k0s93656x8wno
Kenapa Negara Bisa Kacau-Ust Mizan Qudsiyah 3Mb15mnit
https://app.box.com/s/dem3i1aagh3cc3z70bumpv97lqpynwu4
Bersabar dan Tidak Menarik Ketaatan Kepada Pemimpin-Ust Zainal Abidin Syamsudin 2Mb13mnit
https://app.box.com/s/pay48dlnz0sutj0sy5h9g5un5k7scb5q
Taati Pemimpin Muslim Meskipun Dzalim – Ustadz Anas Burhanuddin 1Mb
https://app.box.com/s/jy48glqncsalr9h7b7xmheh0hk54y5ki
BIMBINGAN ISLAM DIKALA PENGUASA ZALIM TAAT ATAU MEMBERONTAK Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy Bag1:Bag2


Ustadz Sofyan Al Masail Al Jahiliyah Memberontak Kepada Penguasa


==…


40 hadits yang menjelaskan kewajiban taatkepada pemimpin


Klik untuk mengakses Arbaaun%20Taat.pdf


Fatwa Ulama Seputar Penguasa Di Era Kontemporer-Abul Fatih Ristiyan 147Hlm
https://drive.google.com/file/d/0B8BAdLeyTJJoTHU3bm1ZT0paZ1E/view
Menyikapi Kejahatan Penguasa
https://www.box.com/s/996c8e007363590f8a56
Legenda 4 Umara Besar-Kisah Seni Memimpin Dari 4 Penguasa Dinasti Islam( Muawiyah, al-Manshur, Shalahuddin, dan Abdul Hamid II)
https://app.box.com/s/wimt8qhc12kp26xo4z3id8i5omaz2uf0
106 Hadits larangan keluar dariketaatan dalam hal yang ma’ruf dan menghasung pemberontakan kepada pemerintahan Muslim yang dzolim 36hlm
https://app.box.com/s/0syd78gkramdkgjc2c9spno64oeoepg9
Meninggalkan Syubhat dan Kembali Kepada Ilmu yang Jelas dan Tegas 535Hlm
•Mengenai Pemerintahan Yang Dipimpin Muslim Saat Ini
https://app.box.com/s/0dw1un9ufoaf7a4xyth1ndexiphf8x61
•Yang Mana Pemerintahan dan Sistemnya Dipenuhi ketidakadilan, Kekufuran dan Kedzaliman
https://kautsaramru.files.wordpress.com/2016/12/meninggalkan-syubhat-dan-kembali-kepada-ilmu-yang-jelas-dan-tegas-mengenai-pemerintahan1.pdf 

➡ Menyikapi Kejahatan Penguasa
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
 

  • Menyikapi Kejahatan Penguasa

.
Al-Ustadz Abu Hafs Umar
.
Dewasa ini marak berbagai aksi demo masyarakat, buruh, dan mahasiswa dalam menyikapi “ketidakberesan” tindakan pemerintah. Berbagai isu diangkat: kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kasus korupsi oknum pejabat, kasus eksekusi tanah, tuntutan kenaikan upah minimum regional (UMR), dan sebagainya. Ada yang berdemo meneriakkan yel-yel berbau hasutan. Tidak jarang aksi demo berujung dengan bentrokan hingga jatuh korban.
.
‼ Ada demonstran yang cenderung merugikan kepentingan publik, seperti menutup jalan-jalan protokol sehingga lalu lintas macet total dan banyak warga dirugikan.
Bahkan, ada yang nekat menzalimi diri, seperti melakukan aksi mogok makan. Masih banyak aksi protes lainnya yang diekspos oleh media massa. Ingar-bingar aksi protes menjadi sajian hangat di media massa.
.
✅ Pembaca Qonitah yang dirahmati Allah, aksi-aksi tersebut membuat hati miris. Ironisnya, aksi tersebut dianggap oleh sebagian kelompok Islam sebagai jihad dan amar ma’ruf nahi mungkar melawan kezaliman penguasa. Bagaimana sebenarnya bimbingan Islam dalam menyikapi semua itu?
.
Pembaca Qonitah yang dirahmati Allah….
.
Sesungguhnya Nabi telah mengajarkan Islam kepada umat ini sebagai ajaran yang penuh kedamaian dan ketenteraman.
.

✅ Allah berfirman,
.
وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ١٠٧
.
Tidaklah Kami mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi segenap alam.” (al-Anbiya’: 107)
.

Berbagai aksi demo tersebut cenderung menimbulkan kekacauan dan kerusakan. Tidak jarang dalam demo tersebut terjadi perusakan fasilitas umum ataupun barang-barang milik warga yang tidak bersalah. Sementara itu, Allah tidak mencintai segala bentuk kerusakan di muka bumi.
.
وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَسَادَ ٢٠٥
.
Dan Allah tidak mencintai kerusakan.” (al-Baqarah: 205)
.
✅ Mari kita pelajari bimbingan Islam menghadapi kejahatan penguasa, niscaya kita dapatkan solusi terbaik dalam menyikapi berbagai fenomena yang kita saksikan di masyarakat kita..
.

  • Keadaan Penguasa Adalah Cerminan Keadaan Rakyat

.
✅ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,
Akan tetapi, wajib kita ketahui bahwa bagaimanapun keadaan masyarakat, seperti itulah penguasa yang dikuasakan kepada mereka. Jika jelek hubungan masyarakat dengan Allah, jelek pula penguasa yang dikuasakan oleh Allah. ‘Dan demikianlah Kami kuasakan sebagian orang yang zalim atas sebagian yang lain disebabkan apa yang telah mereka usahakan.’ Apabila rakyat saleh, Allah akan memudahkan untuk mereka penguasa yang saleh pula, dan sebaliknya.” (Syarh Riyadhish Shalihin 1/56)
.

✅ Allah menjelaskan dalam al-Qur’an bahwa kezaliman penguasa itu akibat kezaliman rakyat. Allah berfirman,
.
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعۡضَ ٱلظَّٰلِمِينَ بَعۡضَۢا بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ١٢٩
.
Dan demikianlah Kami kuasakan sebagian orang yang zalim terhadap sebagian yang lain sebagai akibat apa yang telah mereka usahakan.” (al-An’am: 129)
.
‼ Dalam ayat di atas, jelas sekali disebutkan alasan Allah menguasakan penguasa zalim kepada suatu negeri, yaitu kezaliman rakyat. Kalau kita mau jujur, kezaliman penguasa kita memang disebabkan kezaliman masyarakat.
.
✅ Mari kita lihat realitas kebanyakan masyarakat kita. Tidak sedikit di antara mereka yang bertindak korupsi walaupun dalam skala kecil, korupsi ala grassroot. Banyak contohnya. Ada sejumlah warga yang mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), padahal mereka tidak berhak menerimanya.
.
‼ Oleh karenanya, timbullah kekisruhan di beberapa tempat kala pembagian BLSM. Ada juga sekelompok masyarakat yang mengajukan proposal, meminta bantuan kepada pemerintah, tetapi data yang dipakai ternyata fiktif. Mereka melakukannya demi mengantongi dana bantuan secara ilegal. Bahkan, siswa-siswa sekolah pun ada yang mengorup uang SPP-nya. Banyak pula pedagang yang mengurangi timbangan dan takarannya. Bukankah itu semua gambaran korupsi “akar rumput”? Oleh karena itu, wajarlah tatkala Allah menguasakan (oknum) pemerintah yang korup kepada masyarakat.
.
Ada juga warga kita yang zalim dengan berbuat dosa dan maksiat lainnya. Ada yang berbuat kesyirikan, ada pula yang meninggalkan shalat, tidak berpuasa Ramadhan, dan meninggalkan kewajiban lainnya. Ada yang masih berjudi, berzina, makan riba, dan melakukan tindak kezaliman lainnya. Karena berbagai tindak kemaksiatan dan kezaliman yang dilakukan individu masyarakat inilah Allah menjadikan penguasa zalim yang memimpin mereka. Tidak mungkin Allah menguasakan kepada mereka penguasa yang adil dan amanah semisal Abu Bakr, ‘Umar bin al-Khaththab, ‘Utsman bin ‘Affan, atau ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.
.
‼ Oleh karena itu, hendaknya kita semua bertobat dari dosa-dosa dan kezaliman kita. Jangan menyalahkan dan menyudutkan penguasa secara mutlak, apalagi berbuat anarkis setiap kali menghadapi kezaliman penguasa. Bandingkan keadaan kita dengan keadaan para sahabat, sebaik-baik umat yang mengamalkan Islam. Mereka sangat jauh dari berbagai tindak kezaliman dan kemaksiatan. Jadi, wajar saja kalau penguasa yang memimpin mereka adalah sebaik-baik pemimpin, yakni Rasulullah `.
.

  • Kejahatan Penguasa Adalah Azab Allah

.
✅ Dalam sejarah Islam tercatat bahwa pada abad pertama Hijriah, ada seorang gubernur Baghdad yang kejam dan jahat, yaitu al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. Kekejaman dan kejahatannya sangat luar biasa, sampai-sampai para ulama berbeda pendapat apakah al-Hajjaj telah kafir atau tidak.
.
Banyak orang tak berdosa yang dia bunuh dengan kejam. Bahkan, sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin az-Zubair, juga menjadi korban pembantaiannya. Seorang ulama besar dari kalangan tabi’in, Sa’id bin Jubair, juga dia bunuh. Sebagai gambaran kekejaman al-Hajjaj, Hisyam bin Hassan pernah mengatakan, “Mereka menghitung orang yang telah dibunuh oleh al-Hajjaj dengan cara dikurung dan tidak diberi makan sampai mati, jumlahnya sekitar 120 ribu orang.” (HR. at-Tirmidzi)
.

✅ Para ulama menilai bahwa kejahatan al-Hajjaj merupakan akibat kezaliman rakyatnya, sehingga Allah pun mengazab mereka dengannya. Hal ini sebagaimana ucapan al-Imam al-Hasan al-Bashri, “Kejahatan al-Hajjaj adalah azab dari Allah. Azab Allah itu tidak dihadapi dengan tangan-tangan kalian (memberontak kepada pemerintah). Akan tetapi, kalian mesti menundukkan dan merendahkan diri kepada Allah.
.
✅ Allah berfirman,
.
وَلَقَدۡ أَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡعَذَابِ فَمَا ٱسۡتَكَانُواْ لِرَبِّهِمۡ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ ٧٦
.
Dan sesungguhnya Kami telah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Rabb mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.’ (al-Mu’minun: 76)”
.

‼ Dalam nasihat al-Hasan al-Bashri ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik:
.
✅ 1.Kejahatan penguasa adalah azab Allah sebagai akibat kezaliman rakyat.
✅ 2.Kezaliman penguasa jangan dihadapi dengan demonstrasi atau pemberontakan, tetapi dicegah dengan banyak bertobat dan kembali ke jalan-Nya.

Pembaca Qonitah yang dirahmati Allah….
.
‼ Perkataan al-Imam al-Hasan al-Bashri di atas adalah nasihat emas yang mesti diterapkan masyarakat kita. Mari, kita banyak-banyak bertobat dan memperbaiki hubungan dengan Allah, demi mencegah berbagai kejelekan penguasa.

  • Bimbingan Rasulullah dalam Menghadapi Kezaliman Penguasa

.
Demikian jahatnya al-Hajjaj, tetapi bagaimanakah sikap para sahabat yang masih hidup ketika itu?
.
✅ Zubair bin ‘Adi pernah mengatakan, “Kami mengeluh kepada Anas bin Malik tentang apa yang kami dapati dari al-Hajjaj, maka beliau berkata,
.
اِصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوا رَبَّكُمْ، ‎‎سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ
.
Bersabarlah kalian. Sesungguhnya tidaklah datang suatu zaman kepada kalian, kecuali zaman yang sesudahnya lebih jelek daripada zaman tersebut, hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian. Aku mendengar hal itu dari Nabi kalian’.” (HR. al-Bukhari)
.
Lihatlah jawaban sahabat yang mulia, Anas bin Malik, tatkala dikeluhkan kepada beliau berbagai kejahatan al-Hajjaj. Anas tidak lantas terpancing emosinya, kemudian menyuruh manusia untuk berdemo menentang kezaliman al-Hajjaj. Tidak pula Anas menyuruh mereka mengangkat senjata, memberontak kepada pemerintahan al-Hajjaj. Akan tetapi, yang beliau sampaikan adalah bimbingan yang menyejukkan hati, yang bersumber dari Nabi `.
.
Beliau mengatakan, “Bersabarlah kalian. Sesungguhnya tidaklah datang suatu zaman kepada kalian, kecuali zaman yang sesudahnya lebih jelek daripada zaman tersebut, hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian. Aku mendengar hal itu dari Nabi kalian.”
.

Bagaimanapun keadaan al-Hajjaj, dia adalah penguasa yang mesti ditunaikan hak-haknya. Oleh karena itu, para sahabat yang masih hidup dan kebanyakan ulama pada zaman itu tidak memberontak kepada al-Hajjaj. Akan tetapi, mereka tetap memerintahkan agar bersabar menghadapi kejahatan al-Hajjaj. Pemberontakan hanya akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Bahkan, dua sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin ‘Umar dan Anas bin Malik, masih melakukan shalat berjamaah di belakang al-Hajjaj, karena demikianlah bimbingan Islam dalam bersikap terhadap para penguasa.
.
‼ Demikian pula tatkala ada penguasa yang tidak menunaikan hak rakyat, bahkan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Nabi ` sudah mengabarkan akan datangnya penguasa model demikian, yang mementingkan diri pribadi dan tidak menunaikan hak rakyat. Akan tetapi, beliau membimbing kita untuk bersabar juga.
.
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: تُؤَدُّونَ الْحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ وَ تَسْأَلُونَ اللهَ الَّذِي لَكُمْ
.
Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah ` bersabda, “Sesungguhnya sepeninggalku akan terjadi atsarah (perbuatan penguasa yang mengutamakan kepentingan pribadi dan tidak menunaikan hak rakyatnya) dan perkara-perkara yang kalian ingkari.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang Anda perintahkan kepada kami?” Jawab beliau, “Hendaknya kalian menunaikan hak penguasa atas kalian, dan kalian meminta hak kalian kepada Allah.” (Muttafaq ‘alaih)
.
Asy-Syaikh Ibnu Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Atsarah adalah mendahulukan kepentingan diri pribadi daripada orang yang berhak. Maksudnya, akan berkuasa atas kaum muslimin penguasa yang mendahulukan kepentingan pribadinya dalam harta kaum muslimin, membelanjakannya semau mereka, dan menghalangi kaum muslimin dari hak mereka (ini adalah makna korupsi, –pent.).
.

Akan tetapi, ketika para sahabat bertanya, ‘Apa yang Anda perintahkan kepada kami?’, beliau menjawab, ‘Hendaknya kalian menunaikan hak penguasa atas kalian.’ Maksudnya, janganlah perbuatan mereka mendahulukan kepentingan pribadi itu menghalangi kalian untuk mendengar, taat, tidak memberontak, dan tidak membuat kekacauan. Sebaliknya, bersabarlah, dengar, dan taatlah kalian. Jangan merebut kekuasaan yang diberikan oleh Allah kepada mereka. Mintalah kepada Allah hak kalian, yakni mintalah kepada Allah agar Dia memberikan hidayah kepada mereka untuk memberikan hak kalian.” (Syarh Riyadhush Shalihin 1/55)
.

  • Yang Bersabar atas Kezaliman Penguasa akan Minum Air Telaga Nabi

.
✅ Selanjutnya, Nabi menyebutkan keutamaan orang yang bersabar menghadapi kejahatan penguasa, bahwa mereka akan minum air telaga Nabi pada hari kiamat nanti. Dalam hadits Usaid bin Hudhair, Nabi ` bersabda,
.
إِنَّكُمْ سَتَلْقَونَ بَعْدِي أَثَرَةً، فَاصْبِرُوا حَتَّى‎تَلْقَونِي عَلَى الْحَوْضِ
.
Sesungguhnya kalian akan mendapati penguasa-penguasa yang mementingkan diri pribadi dan tidak menunaikan hak rakyat, maka bersabarlah sampai kalian bertemu denganku di al-Haudh (telaga).” (Muttafaq ‘alaih)
.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “Maksudnya, sesungguhnya jika kalian bersabar, balasan Allah atas kesabaran kalian adalah Allah akan memberi minum kalian dari telaga Nabi `.” (Syarh Riyadhush Shalihin 1/55)

^^||^^|| Lanjut ke Halaman 2 ^^||^^||