Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.3)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••
SYARAH HADITS MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SORGA | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS 13Mb
https://app.box.com/s/ejvmqjo5hqpg0xql4u9qwdt464f5y4qy

SYARAH HADITS MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SORGA | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS 13Mb
https://app.box.com/s/ejvmqjo5hqpg0xql4u9qwdt464f5y4qy
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’i USTADZ YAZID BIN Abdul Qadir Jawas
https://app.box.com/s/vcu5ek824mafd9f2apojihewzm2brvzq
KISAH DERITA PENUNTUT ILMU-USTADZ ABDUL QODIR ABU FA’IZAH LC
https://drive.google.com/file/d/14oEBXyWqb1GaYpGu8g_ZDWsKgcbqqBPh/view?usp=drivesdk
BERSABAR DAN SEMANGAT MENUNTUT ILMU
Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc
https://drive.google.com/file/d/1–VhrSe9UofSKzHpeNPzgGdSGyl6f3l1/view?usp=drivesdk
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU – Ustadz Ahmad Sabiq,Lc -Hafizhahullah-
https://drive.google.com/file/d/10CjrWWXzKRDkTASRYj5KoBIX_IzhQV41/view?usp=drivesdk
BEKAL PENUNTUT ILMU | AS-SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN.ABKAR
https://drive.google.com/file/d/12V_roxJ9fhdFwJ1BTLOY4qrvJLRMal5f/view?usp=drivesdk
Untuk Yang Baru Hijrah, Pelajarilah Ilmu Ini! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 13Mb
https://app.box.com/s/cix9pdvqxu66zjs4kb727w8hzdt2jikb
Merasa Berilmu – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah 27Mb
https://app.box.com/s/30zim7zzrygmmcigryi54vea0p6qc7d8
Adab Penuntut Ilmu – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA 20Mb
https://app.box.com/s/bczr2bp2ex0hzr2yqpilx5w2ugtj1g9a
BERILMU TENTANG LAA ILAAHA ILLALLAH-Ust Ahmad Bazher
https://bit.ly/2Yr1OZP (15 mb)
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/nfjvvi2nmkcfr6jzoe43u248ylkg8sqeqe
Soal Jawab Panduan Menuntut Ilmu-Ust.Yazid Jawas.webm
https://app.box.com/s/hgzx0rjp9ljhqohepayk0ly06lwpce98
Keutamaan Mengajarkan Kebaikan Kepada Manusia-Ustadz Nizar Saad Bin Jabal.19Mb
https://app.box.com/s/bfjevs60k2zz33h6isfw426qzsnvnwqv
=…
Ebook
Penjelasan Shahih Bukhori Kitab Ilmu 275Halaman
https://app.box.com/s/188cm7siyo5w238mx308u0nlhb9kggld
Nasehat Bagi Penimba Ilmu (26Hlm)
https://app.box.com/s/brnnulkqjclbz9zxvzjnbc96mci3b1tj
Sekelumit Catatan dan Nasihat Bagi Pencari
Ilmu [51Hlm]
https://drive.google.com/open?id=1me1-9tCYf5MTKw5u6sTEvC7snBdfPK1D
Langkahkan Kakimu Tuk Menimba Ilmu [26Hlm]

Klik untuk mengakses langkah.pdf


Kewajiban Menuntut Ilmu Agama-Muhammad bin al-Husain alAjurri
https://drive.google.com/file/d/1rEg00gXPKEQhbCiZ696JNvLPUZ1kskBf/view
Menuntut Ilmu Agama(Syar’i)
https://www.box.com/s/a9ef1724d376f0b28b22
Adab Menuntut Ilmu 24Halaman

Klik untuk mengakses 35-adab-penuntut-ilmu.pdf


Lentera Penuntut Ilmu 73Halaman
https://app.box.com/s/gw1ba62ifiy10ld4uwa17slefjn5a1pf
10 Pilar Meraih Ilmu
https://drive.google.com/file/d/12J3TeqBHumNvaVjxaZth0hQY4-v7KGQL/view?usp=drivesdk
Sejuta Keutamaan Ilmu Agama
https://www.dropbox.com/s/y4equlfqy8vyi9e/buletin-dakwah-jumat-edisi-17.rar?dl=1
Prinsip Prinsip Mengkaji Ilmu Agama
https://www.box.com/s/66d0df41b03435d50c62
(Perjalanan Menuntut Ilmu)

Klik untuk mengakses Faidah%20Rihlah%20Al%20Khathib%20Al%20Baghdadi.pdf


40 hadits tentang keutamaan ilmu dan
keutamaan menuntut ilmu

Klik untuk mengakses Arbaun%20Fi%20Thalib%20Al%20Ilm.pdf


=… 

➡ Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.3)
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (Bagian Ketiga)
Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas -hafizhahullaah-(Masjid Nurul Iman)
.

  • ➡ [1]- MUQADDIMAH

.
Menuntut ilmu adalah perkara yang agung, karena ilmu ini adalah agama dan ilmu adalah cahaya. Sehingga syaithan berusaha agar manusia tidak menuntut ilmu.
.
‼ Menuntut ilmu merupakan kewajiban. Meunutut ilmu adalah jalan menuju Surga. Majlis-majlis ilmu adalah taman-taman Surga. Malaikat ridha kepada orang yang menuntut ilmu. Dengan mempelajari Al-Qur-an di masjid; maka akan turun ketenangan, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh malaikat, dan Allah sebut-sebut di sisi Malaikat.

.

  • ➡ [2]- PENGERTIAN ILMU SYAR’I

.
✅ Secara bahasa “al-‘ilmu” adalah lawan dari “al-jahl” (kebodohan), yaitu: mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dengan pengetahuan yang pasti.
.
‼ Secara istilah dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa ilmu adalah “ma’rifah” (pengetahuan) sebagai lawan dari “al-jahl” (kebodohan).
.

✅ Menurut ulama lainnya, ilmu adalah sesuatu yang sudah jelas, sehingga tidak perlu untuk diberikan definisi (pengertian) lagi.
.
‼ Adapun ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- kepada Rasul-Nya berupa keterangan yang nyata dan petunjuk. Maka, ilmu yang di dalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah: ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah.
.

  • ➡ [3]- HADITS TENTANG KEUTAMAAN FAHAM TERHADAP AGAMA

.
✅ Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ يُعْطِيْ، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الْأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللهِ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ
.
Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah; maka Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya. Sesungguhnya aku hanyalah yang membagikan dan Allah lah yang memberi. Dan ummat ini akan senantiasa tegak di atas perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya keputusan Allah (hari Kiamat).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.
✅ Dalam hadits ini ada beberapa faedah:
.
أَحَدُهَا: فَضْلُ التَّفَقُّهِ فِي الدِّيْنِ
.
PERTAMA: Keutamaan “At-Tafaqquh Fid Diin” (mendalami agama).
.
“At-Tafaqquh Fid Diin” kedudukannya sama dengan jihad fi sabilillah, sebagaimana firman Allah:
.
{وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ}
.
Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka: tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122)
.

✅ Ayat ini menunjukkan bahwa: hendaknya ada yang tidak berangkat perang untuk mendalami agama, agar mereka (orang-orang yang mendalami agama) memberi peringatan (mengajari) kaumnya (yang berangkat perang) ketika mereka kembali. Maka ini menunjukkan bahwa jihad hukumnya adalah fardhu kifayah.
.
Menuntut ilmu wajib atas setiap individu, akan tetapi untuk mendalami agama sampai menguasai Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Alaa Fahmis Salaf: maka tidak wajib atas semua orang, tapi harus ada (fardhu kifayah).
.
✅ Sehingga tugas orang yang menuntut ilmu (untuk diri sendiri): minimal dia menghilangkankan kebodohan dari diri sendiri dan dia bisa menegakkan ibadahnya, sehingga dia tahu mana yang Tauhid mana yang syirik, mana yang ta’at mana yang maksiat.

.
Adapun para penuntut ilmu yang menguasai Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Alaa Fahmis Salaf: di samping mereka belajar untuk diri sendiri agar bisa beribadah; maka mereka juga harus berdakwah. Allah -Ta’aalaa- berfirman:
.
{وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ}
.
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imraan: 104)
.
✅ Dan sabda Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-:
.
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
.
Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah; maka Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya.”
.

✅ Menunjukkan bahwa orang yang tidak faham agama; maka dia tidak dikehendaki kebaikan oleh Alah.
.
وَثَانِيْهَا: أَنَّ الْمُعْطِيَ فِي الْحَقِيْقَةِ هُوَ اللهُ
.
KEDUA: Yang memberi secara hakiki adalah Allah.
.
‼ Tugas Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- hanyalah membagikan, seperti: membagikan zakat, yang Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- sabdakan:
.
تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
.
Diambil dari orang-orang kaya di antara mereka, dan diserahkan kepada orang-orang miskin di antara mereka.”
.
وَثَالِثُهَا: أَنَّ بَعْضَ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَبْقَى عَلَى الْحَقِّ أَبَدًا
.
KETIGA: Sebagian umat ini akan tetap berada di atas kebenaran selama-lamanya.
.
Ketiga faedah di atas diambil dari kitab “Fat-hul Baari”.
.
✅ Faedah yang lainnya:
.
الرَّابِعُ: الْعِلْمُ لَا يَكُوْنُ إِلَّا بِالْاِكْتِسَابِ
.
KEEMPAT: Ilmu hanya bisa didapatkan dengan berusaha.
.

Maka tidak ada ilmu itu didapatkan dengan keturunan, tapi harus belajar. Tidak juga ilmu didapatkan dengan mimpi; seperti: mengaku mimpi bertemu Nabi kemudian diajari ilmu: maka ini bohong.
.
✅ Harus ada usaha untuk mendapatkan ilmu. Dan selain belajar; juga harus berdo’a meminta kepada Allah ilmu yang bermanafaat -sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- untuk diucapkan setiap pagi (pada dzikir pagi setelah Shalat Shubuh)-:

.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima.”
.
‼ Selain memohon ilmu yang bermanfaat, seorang juga harus ikhlas. Karena sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- dalam “I’laamul Muwaqqi’iin” bahwa pilar agama ada dua:
.
صِحَّةُ الْفَهْمِ وَحُسْنُ الْقَصْدِ
.
Pemahaman yang benar dan niat yang baik.”
.
✅ Dan ilmu yang benar adalah yang datang dari para Salaf; sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Auza’i -rahimahullaah- (wafat th. 157 H):
.
الْعِلْمُ مَا جَاءَ عَنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، وَمَا لَمْ يَجِئْ عَنْ وَاحِدٍ مِنْهُمْ فَلَيْسَ بِعِلْمٍ
.
Ilmu adalah apa yang berasal dari para Shahabat Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-. Adapun yang datang bukan dari seorang pun dari mereka; maka itu bukan ilmu.”
Jadi, ilmu yang dimaksud adalah: ilmu syari’i, yaitu: ilmu yang datang dari Allah, Rasul-Nya, dan dari para Shahabat.
.

  • ➡ [4]- HUKUM MENUNTUT ILMU SYAR’I

.
✅ Hukum menuntut ilmu syar’i ada dua:
.
Pertama: Fardhu ‘Ain; yakni: wajib atas setiap individu untuk menuntut ilmu yang wajib diketahui dan dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah. Contohnya: ilmu tentang iman, thaharah (bersuci), shalat, puasa, zakat -apabila telah memiliki harta yang mencapai nishab dan haul-, haji ke Baitullah bagi yang mampu, dan segala apa yang telah diketahui dengan pasti dalam agama dari berbagai perintah dan larangan.
.
Kedua: Fardhu Kifayah; yakni: Apabila sebagian dari kaum muslimin telah mengetahui dan mempelajarinya; maka gugurlah kewajiban atas sebagian yang lainnya. Namun, apabila tidak ada seorang pun dari mereka yang mengetahui dan mempelajarinya -padahal mereka sangat membutuhkan ilmu tersebut-; maka berdosalah mereka semuanya. Contohnya adalah: menghafalkan Al-Qur-an, ilmu qira’at, ilmu waris, ilmu hadits, mengetahui halal dan haram, dan yang sejenisnya. Jenis ilmu ini tidak wajib dipelajari oleh setiap individu muslim dan muslimah, tetapi cukup dilakukan sebagian .
mereka.
.

  • ➡ [5]- KEUTAMAAN ILMU DAN ORANG-ORANG YANG BERILMU

..
✅ * Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berfirman:
.
{…قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ…}
.
“…Katakanlah: “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”…” (QS. Az-Zumar: 9)
Jawabannya adalah: tidak sama.
.
✅ * Allah berfirman:
.
{شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ}
.
Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Ali ‘Imran: 18)
.
✅ Yang berhak diibadahi hanyalah satu; yaitu: Allah. Dan untuk beribadah itulah: tujuan Allah ciptakan makhluk. Allah berfirman:
.
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ}
.
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)
.
✅ Allah juga berfirman:
.
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ}
.
Wahai manusia! Beribadahlah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21)
.
Orang-orang musyrik mengakui bahwa yang menciptakan mereka adalah Allah, yang memberi rizki kepada mereka adalah Allah, dan yang mengatur alam semesta adalah Allah. Jadi, mereka mengakui atas Rububiyyah Allah. Oleh karena itulah Allah ingatkan akan pengakuan mereka atas hal tersebut agar mereka hanya beribadah kepada Allah saja; karena hanya Dia lah yang berhak untuk diibadahi.
.
✅ Allah berfirman:
.
{ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ}
.
Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (sesembahan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.” (QS. Al-Hajj: 62)
.
✅ Allah juga berfirman:
.
{ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ}
.
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (sesembahan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.” (QS. Luqman: 30)
.
✅ – Firman Allah:
.
{وَالْمَلَائِكَةُ}
.
Yakni: Para malaikat juga menjadi saksi.
.
✅ Mereka adalah makhluk Allah yang besar. Penghulu para malaikat; yaitu: Jibril -‘alaihis salaam-, Nabi -shallallaaahu ‘alaihi wa sallam- melihat sayapnya menutupi ufuk. Tapi dengan kebesaran mereka: ketika Allah berfirman; maka mereka takut. S
ebagaimana Allah firmankan:
.
{…حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوْبِهِمْ قَالُوْا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ}
.
“… Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu?” Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar,” dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.” (QS. Saba’: 23)
.
✅ – Firman Allah:
.
{وَأُولُو الْعِلْمِ}
.

Ahli ilmu juga menjadi saksi. Maka ini menujukkan keutamaan orang-orang yang berilmu.

.
✅ * Allah -Ta’aalaa- berfirman:
.
{…وَقُلْ رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا}
.
“…dan katakanlah: “Wahai Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ” (QS. Thaahaa: 114)
.

✅ Kalau ada yang lebih utama dari ilmu; niscaya Allah akan perintahkan Rasul-Nya untuk meminta tambahan atas hal tersebut. Ternyata Allah hanya perintahkan Rasul-Nya untuk meminta tambahan ilmu.
.
✅ * Allah -‘Azza Wa Jalla- berfirman:
.
{…إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ…}
.
“…Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama...” (QS. Fathir: 28)
.

✅ Allah sebutkan bahwa yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Yaitu: ulama yang ilmunya berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Ala Fahmis Salaf. Sebab ada juga ulama tapi ulama suu’ (ulama yang jelek) [maka mereka tidak termasuk].
.
‼ * Firman Allah -‘Azza Wa Jalla- tentang kisah Adam dan pelajaran yang didapatkannya dari Allah tentang nama-nama segala sesuatu, dan Allah perintahkan para malaikat untuk menyebutkannya; maka para malaikat pun berkata:
.
{…سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ}
.
“…“Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 32)
.

✅ * Nabi Musa berkata kepada Nabi Khidir -‘alaihimas salaam-:
.
{…هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا}
.
“…“Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”.” (QS. Al-Kahfi: 66)
.
✅ Nabi Musa dan Nabi Khidir -‘alaihimas salaam- masing-masing memiliki keutamaan, tapi Nabi Musa lebih utama dari Nabi Khidir; karena Nabi Musa termasuk rasul-rasul yang ulul ‘azmi. Tapi beliau menuntut ilmu dan belajar kepada Nabi Khidir; padahal Nabi Musa adalah Kalimur Rahman (rasul yang diajak bicara oleh Allah).
.
‼ Dan yang harus diperhatikan bahwa Nabi Khidir sekarang sudah meninggal, sehingga tidak ada alasan bagi seseorang untuk mengatakan: “Saya belajar kepada Khidir, sehingga tidak perlu mengambil syari’at Muhammad.” Maka orang yang mengatakan ini bisa kafir. Dan kalau pun benar Khidir masih hidup; maka dia harus mengikuti syari’at Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, sebagaimana beliau bersabda tentang Nabi Musa:
.
لَوْ كَانَ مُوْسَى حَيًّا؛ مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِيْ
.
Kalaulah Musa masih hidup; maka tidak ada pilihan baginya melainkan dia harus mengikutiku.”
.

••__••__ Lanjut ke Halaman 2 ••__••__