Ibadah: Pengertian, Macam, Keluasan Cakupannya dan Tingkatan Di Dalam Islam
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••
Ukuran Berlebihan dalam Ibadah – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.17.Mb
https://app.box.com/s/kzdrgpmth0sz1zcu6a85y8ngg43qr3ak
Islam Agama Yang Sempurna – Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., M.Pd27.9Mb
https://app.box.com/s/4zc97yqr8ho83mm84su47s8jl1lexy7i
Kenalilah Agamamu Wahai Muslim – Ustadz Ahmad Bazher 32mb
https://app.box.com/s/8afb2eyvr0z4qjelu6bcxbwl35e0buqk
Mengenali Cabang Cabang Keimanan -Ustadz Jamaludin.mp3
https://app.box.com/s/jc7dr8w7pphh02m546d45tisbnmqskr1
Pokok dan Pondasi Utama Agama – Ust. Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/mcjypb623wsv41grg39h43a43tu8f0u0
Mengikhlaskan Agama – Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.webm
https://app.box.com/s/6s110y7udz3cwz66o0zbshvrqqix5k2t
Ketahuilah 7 Perkara Ini Sebelum Mengerjakan Sesuatu – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA.webm
https://app.box.com/s/a5lpmozd4b1bb4aidbkk8lrdakv4mwz5x
Pentingnya Berilmu Sebelum Beramal-Ust.Harist Abu Naufal.webm
https://drive.google.com/file/d/1-itj_fVguT3Ggc_V3HtikWccXKCXQUKE/view?usp=drivesdk
Akal Kita Harus Tunduk Kepada Dalil – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 22Mb
https://app.box.com/s/aktgbqqzk9qnbm8lt3l2wtw0udyyvwff
Syarat Diterima Amalan – Ustadz Abdul Aziz Alwainy, Lc 20mb
https://app.box.com/s/ouhcrktumjkg225rnqpozyrlr0kw3xxc
Kiat Ikhlas Beribadah – Ustadz Ahmad Bazher 28Mb
https://app.box.com/s/3bmqklhxyztqxl5kbrel6bwks7j61la0
Untuk Apa Beribadah-Ust.Syafiq Basalamah.mp3
https://app.box.com/s/qjxsec5xky8noep6rxw7bcxh248f7c9l
Beribadahlah Seperti Susu Murni – Ustadz Ahmad Bazher.webm
https://app.box.com/s/7el2yeddnr69z09qyuq37jysk5mkpo2m
Agar Ibadahmu Tidak Sia Sia-Ust Mizan Qudsiyah11Mb
https://drive.google.com/file/d/1nUVOjorBFyuhCe_vZ5qQM4FzkbJkGAAh/view?usp=drivesdk
Ibadah itu Mudah jika Mengikuti Sunnah – Ustadz Aunurrofiq Ghufron, Lc.
https://app.box.com/s/hd8xohpbvzoobitkvlbc2f545fi35bkt
YANG WAJIB ADA SAAT BERIBADAH-Ust Ahmad Firdaus 8Mb
https://app.box.com/s/43twxqhca8uyahepar5sgfs4ult8y7lc
Syarat Agar Ibadahmu Diterima – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc.webm
https://app.box.com/s/m0aus6a1d99kk52e830fc59vupdo3c5b
Macam Macam Ibadah – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 14Mb
https://app.box.com/s/kw17cbhm9pljdc9zgtfbzhm7nbm7plu3
Jenis Ibadah: Isti’adzah, Istighaatsah – Ustadz Thantawi Abu Muhammad(20Mb)
https://app.box.com/s/9cipjsive3r5wr369h4ahnmomq6kg9k2
Jenis Ibadah: Doa – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 9Mb
https://app.box.com/s/gry6dvwx0273llyph8j6k057u7p5dqp2
Jenis Ibadah Khauf Rasa Takut – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 9Mb
https://app.box.com/s/4hjznt1d4k30o8ulyrnmal5jnuy6q9v2
Jenis Ibadah: Raghbah, Khasy’yah dan Isti’anah – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 24.8Mb
https://app.box.com/s/nq3llzm0qnb51ta22ngn5aljs0q7lorf
Jenis Ibadah : Tawakkal – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 18mb
https://app.box.com/s/hzwiphiwoivej9tnxsx4zvoszkwlurrs
Jenis Ibadah : Roja’ [Rasa Harap]. – Ustadz Thantawi Abu Muhammad 15Mb
https://app.box.com/s/z38hln6jzaf20nogpbld0vgnycosn3ia
HAKIKAT IBADAH-Ustadz Salim Ghanim, Lc
https://bit.ly/2KmRZUm (16 mb)
=.

Mengikhlaskan Ibadah Kepada Allah Ustadz Afandi, Lc

JANGAN GENTAR DI JALAN ALLAH ‘AZZAWA JALLA Ust.Sofyan.C.Ruray

Jangan Peduli Ucapan Manusia, Carilah-Ridho Allah ‘azza wa jalla Ust.Sofyan.C.Ruray

Beribadah Hanya Kepada Allah-Ust.Sofyan.C.RurayBag1Bag2

Syarat Diterimanya Ibadah-Ustadz Sofyan Ruray Intisari Ibadah Ustadz Sofyan Ruray

Cerdas Dalam Beribadah-Ust.Riski Dasa

Fiqih Ibadah-Ust Dzulqarnain

Beribadah Hanya Kepada Allah-Ust.Firanda Andirja

(File Webm Diputar dengan Mx Player)
=…
Ebook
Tingkatan Di Dalam Islam (Islam,Iman dan Ihsan)-370Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2014/06/88-tingkatan-di-dalam-islam-pdf.pdf
Rukun Iman 116Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2014/06/84-penjelasan-rukun-iman-pdf.pdf
Rukun Islam 90Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2012/12/39-rukun-islam.pdf
Kitab Manhajus Salikin, karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di (matan & terjemahan, Bagian Ibadah)
https://drive.google.com/file/d/0B3FT6ui1GzNVU2hQWjJNZkJIZFk/view?usp=drivesdk
Ibadah, Antara Ditampakkan dan Dirahasiakan
https://drive.google.com/file/d/1M-ZYLNofZBvEXOcXJnaWuE9n4uCgYgCT/view
Rambu Rambu Ibadah
https://archive.org/download/AQIDAH-IBADAH-SYARIAT-/17-rambu-rambu-ibadah-kita.pdf
Syarat-Syarat Ibadah yang Benar
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single/id_controls_the_right_to_worship.pdf
Fiqh Islam Bab Ibadah
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/chain/Summary_of_the_Islamic_Fiqh_Tuwajre/id_03_summary_of_the_islamic_fiqh_tuwajre.pdf
MinhajulAbidin (Jalan Para Ahli Ibadah) – Imam Al Ghazali (475Hlm)
https://archive.org/download/indun/indu25.pdf
Syarah Kitab Tauhid-Dr.Shaleh bin Fauzan
https://app.box.com/s/xleont607usbwqdy3tu5fb9c3656p8x7
Mengenal Tauhid Lebih Dekat-Ust.Ari Wahyudi (335Halaman)
https://app.box.com/s/es1kbzaocj3lye1xeki5rze1g49ixt4t
Tahukah Engkau Apa Itu Tauhid?-Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr 93Halaman
https://app.box.com/s/f4kfu9tcf9d7y64ltm4dumslu7019a4z
Menjaga Tauhid-Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz 133Halaman
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id-menjaga-tauhid.pdf
==…
➡ Ibadah: Pengertian, Macam Dan Keluasan Cakupannya
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
➡ 12. Ibadah: Pengertian, Macam Dan Keluasan Cakupannya

  • ➡ A. Definisi Ibadah

✅ Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. Di dalam syara’, ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:
.
✅ • Ibadah ialah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya.
.
✅ • Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
.
✅ • Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. Ini adalah definisi ibadah yang paling lengkap.
.
‼ Ibadah itu terbagi menjadi ibadah hati, lisan dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang) dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan hati, lisan dan badan.
.
✅ Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (Adz-Dazariyat: 56-58)
.
‼ Allah Subhannahu wa Ta’ala memberitahukan, hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala. Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkannya; karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka mereka menyembahNya sesuai dengan aturan syari’atNya.
.
Maka siapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang menyembahNya tetapi dengan selain apa yang disyari’at-kanNya maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan siapa yang hanya menyembahNya dan dengan syari’atNya, maka dia adalah muk-min muwahhid (yang mengesakan Allah).
.

  • ➡ B. Macam-Macam Ibadah Dan Keluasan Cakupannya

.
✅ Ibadah itu banyak macamnya. Ia mencakup semua macam ketaatan yang nampak pada lisan, anggota badan dan yang lahir dari hati. Seperti dzikir, tasbih, tahlil dan membaca Al-Qur’an; shalat, zakat, puasa, haji, jihad, amar ma’ruf nahi mungkar, berbuat baik kepada kerabat, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil. Begitu pula cinta kepada Allah dan RasulNya, khasyyatullah (takut kepada Allah), inabah (kembali) kepadaNya, ikhlas kepadaNya, sabar terhadap hu-kumNya, ridha dengan qadha’-Nya, tawakkal, mengharap nikmatNya dan takut dari siksaNya.
.
‼ Jadi, ibadah mencakup seluruh tingkah laku seorang mukmin jika diniatkan qurbah (mendekatkan diri kepada Allah) atau apa-apa yang membantu qurbah. Bahkan adat kebiasaan (yang mubah) pun bernilai ibadah jika diniatkan sebagai bekal untuk taat kepadaNya. Seperti tidur, makan, minum, jual-beli, bekerja mencari nafkah, nikah dan sebagainya. Berbagai kebiasaan tersebut jika disertai niat baik (benar) maka menjadi bernilai ibadah yang berhak mendapatkan pahala. Karenanya, tidaklah ibadah itu terbatas hanya pada syi’ar-syi’ar yang biasa dikenal
=…

  • ➡ 13. Paham-Paham Yang Salah Tentang Pembatasan Ibadah

.
✅ Ibadah adalah perkara tauqifiyah. Artinya tidak ada suatu bentuk ibadah pun yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak), sebagaimana sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam: “Barangsiapa melaksanakan suatu amalan tidak atas perintah kami, maka ia ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
.

‼ Maksudnya, amalnya ditolak dan tidak diterima, bahkan ia berdosa karenanya, sebab amal tersebut adalah maksiat, bukan ta’at. Kemudian manhaj yang benar dalam pelaksanaan ibadah yang disyari’atkan adalah sikap pertengahan. Antara meremehkan dan malas dengan sikap ekstrim serta melampaui batas.
.
✅ Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman kepada NabiNya Shallallaahu alaihi wa Salam: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas.” (Hud: 112)
.
‼ Ayat Al-Qur’an ini adalah garis petunjuk bagi langkah manhaj yang benar dalam pelaksanaan ibadah. Yaitu dengan beristiqamah dalam melaksanakan ibadah pada jalan tengah, tidak kurang atau lebih, sesuai dengan petunjuk syari’at (sebagaimana yang diperintahkan padamu). Kemudian Dia menegaskan lagi dengan firmanNya: “Dan jangalah kamu melampaui batas.”
.
✅ Tughyan adalah melampaui batas dengan bersikap terlalu keras dan memaksakan kehendak serta mengada-ada. Ia lebih dikenal dengan ghuluw. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengetahui bahwa tiga orang dari sahabat nya melakukan ghuluw dalam ibadah, di mana seorang dari mereka berkata, “Saya puasa terus dan tidak berbuka”, dan yang kedua berkata, “Saya shalat terus dan tidak tidur”, lalu yang ketiga berkata, “Saya tidak menikahi wanita”. Maka beliau Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
.
‼ “Adapun saya, maka saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur, dan saya menikahi perempuan. Maka barangsiapa tidak menyukai jejakku maka dia bukan dari (bagian atau golongan)ku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
.
✅ Ada dua golongan yang saling bertentangan dalam soal ibadah:
.
Golongan pertama: Yang mengurangi makna ibadah serta meremehkan pelaksanaannya. Mereka meniadakan berbagai macam ibadah dan hanya melaksanakan ibadah-ibadah yang terbatas pada syi’ar-syi’ar tertentu dan sedikit, yang hanya diadakan di masjid-masjid saja.
.
‼ Tidak ada ibadah di rumah, di kantor, di toko, di bidang sosial, politik, juga tidak dalam peradilan kasus sengketa dan dalam perkara-perkara kehidupan lainnya. Memang masjid mempunyai keistimewaan dan harus dipergunakan dalam shalat fardhu lima waktu. Akan tetapi ibadah mencakup seluruh aspek kehidupan muslim, baik di masjid maupun di luar masjid.
.
Golongan kedua: Yang bersikap berlebih-lebihan dalam praktek ibadah sampai pada batas ekstrim; yang sunnah mereka angkat sampai menjadi wajib, sebagaimana yang mubah mereka angkat menjadi haram. Mereka menghukumi sesat dan salah orang yang menyalahi manhaj mereka, serta menyalahkan pemahaman-pemahaman lainnya. Padahal sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dan seburuk-buruk perkara adalah yang bid’ah.
.

  • ➡ 14. Syarat Diterimanya Ibadah

.
‼ Agar bisa diterima, ibadah disyaratkan harus benar. Dan ibadah itu tidak benar kecuali dengan ada syarat:
.
✅ 1. Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar dan kecil.
✅ 2. Sesuai dengan tuntunan Rasul Shallallaahu alaihi wa Sala
m .
.
‼ Syarat pertama adalah konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illa-llah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya untuk Allah dan jauh dari syirik kepadaNya.
.
‼ Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia menuntut wajibnya ta’at kepada Rasul, mengikuti syari’atnya dan meninggalkan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan.
.
✅ Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 112)
.
‼ Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. Wahuwa muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam.
Syaikhul Islam mengatakan: “Inti agama ada dua pokok yaitu kita tidak menyembah kecuali kepada Allah, dan kita tidak menyembah kecuali dengan apa yang Dia syariatkan, tidak dengan bid’ah.” Sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Al-Kahfi: 110)
.
✅ Yang demikian adalah manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah. Pada yang pertama, kita tidak menyembah kecuali kepadaNya. Pada yang kedua, bahwasanya Muhammad adalah utusanNya yang menyampaikan ajaranNya. Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta menta’ati perintahnya. Beliau telah menjelaskan bagaimana cara kita beribadah kepada Allah, dan beliau melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. Beliau mengatakan bahwa bid’ah itu sesat.
.
*(Al-Ubudiyah, hal. 103; ada dalam Majmu’ah Tauhid, hal. 645.)
.

  • ➡ 15. Pilar-Pilar Ubudiyah Yang Benar

.
✅ Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar sentral, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut) dan raja’ (harapan). Rasa cinta harus dibarengi dengan sikap rasa rendah diri, sedangkan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini.
.
✅ Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman tentang sifat hamba-hambaNya yang mukmin:
Dia mencintai mereka dan mereka mencintaiNya.” (Al-Ma’idah: 54)
.

Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
.
✅ Dia Subhannahu wa Ta’ala berfirman menyifati para rasul dan nabiNya: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (Al-Anbiya’: 90)
.
‼ Sebagian salaf berkata: “Siapa yang menyembah Allah dengan rasa hubb (cinta) saja maka ia zindiq. Zindiq adalah istilah untuk setiap munafik, orang yang sesat dan mulhid (pen).[1]
.

Siapa yang menyembahNya dengan raja’ (harapan) saja maka ia adalah murji’. Murji’ adalah orang Murji’ah, yaitu golongan yang mengatakan bahwa amal bukan bagian dari iman. Iman hanya dengan hati (pen.).[2]
.
Dan siapa yang menyembahNya hanya dengan khauf (takut) saja, maka ia adalah haruriy. Haruriy adalah orang dari golongan Khawarij, yang pertama kali muncul di Harurro’, dekat Kufah, yang berkeyakinan bahwa orang mukmin yang berdosa adalah kafir (pen).[3]
.
✅ Siapa yang menyembahNya dengan hubb, khauf dan raja’ maka ia adalah mukmin muwahhid.”
Hal ini disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Risalah Ubudiyah.
.
‼ Beliau juga berkata: “Dien Allah adalah menyembahNya, ta’at dan tunduk kepadaNya. Asal makna ibadah adalah adz-dzull (hina). Akan tetapi ibadah yang diperintahkan mengandung makna dzull dan hubb. Yakni mengandung makna dzull yang paling dalam dengan hubb yang paling tinggi kepadanya. Siapa yang tunduk kepada seseorang dengan perasaan benci kepadanya, maka ia bukanlah menghamba (menyembah) kepadanya.
.
✅ Dan jika ia menyukai sesuatu tetapi tidak tunduk kepadanya, maka ia pun tidak menghamba (menyembah) kepadanya. Sebagaimana seorang ayah mencintai anak atau rekannya. Karena itu tidak cukup salah satu dari keduanya dalam beribadah kepada Allah, tetapi hendaknya Allah lebih dicintainya dari segala sesuatu dan Allah lebih diagungkan dari segala sesuatu. Tidak ada yang berhak mendapat mahabbah (cinta) dan khudhu’ (ketundukan) yang sempurna selain Alla
h. Majmu’ah Tauhid Najdiyah, 542.[4]
.

‼ Inilah pilar-pilar kehambaan yang merupakan poros segala amal ibadah. Ibnu Qayyim berkata dalam Nuniyah-nya: “Ibadah kepada Ar-Rahman adalah cinta yang dalam kepadaNya, beserta kepatuhan penyembahNya. Dua hal ini adalah ibarat dua kutub. Di atas keduanyalah orbit ibadah beredar. Ia tidak beredar sampai kedua kutub itu berdiri tegak. Sumbunya adalah perintah, perintah rasulNya. Bukan hawa nafsu dan syetan.”
.
✅ Ibnu Qayyim menyerupakan beredarnya ibadah di atas rasa cinta dan tunduk bagi yang dicintai, yaitu Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan beredarnya orbit di atas dua kutubnya. Beliau juga menyebutkan bahwa beredarnya orbit ibadah adalah berdasarkan perintah rasul dan syari’atnya, bukan berdasarkan hawa nafsu dan setan. Karena hal yang demikian bukanlah ibadah. Apa yang disyari’atkan baginda Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam itulah yang memutar orbit ibadah. Ia tidak diputar oleh bid’ah, nafsu dan khurafat
.

“__“__ Lanjut ke Halaman 2 “__“__