Mewaspadai Perbuatan Tasyabbuh
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••
Ust Yoyok, HARAMNYA TASYABBUH BILKUFFAR

Mengenal Hukum Tasyabbuh-Ust.Muhammad Arifin Badri

Bahaya Tasyabbuh Dengan Orang Kafir-Ust.Abu Ubaidah As SidawyBag1: Bag2

Hukum Tasyabbuh Dengan Orang Kafir-Ust.Aunur Rafiq Ghufran

Stop TasyabbuhMenyerupai Kebiasaan Orang Kafir-Ust.Abdurrahman Thayyib

Ahlussunnah wal Jamaah Memperingatkan Bahayanya Menyerupai Orang Kafir-Ust.Abu Ya’la Kurnaedi

Harga Mati, Muslim Tidak Menyerupai Orang Kafir (Ustadz Ahmad Zainuddin)

Untuk Siapa Loyalitas Seorang Mukmin?-Ust Badrusalam

Tasyabuh dengan Orang Kafir Menjadi Penghalang Istiqamah – Ust Amran Amri

=…
Ebook

Tasyabbuh (Barangsiapa Menyerupai Suatu Kaum Maka Dia Termasuk Golongan Mereka) Dr Nashir Bin Abdul Qarim

Mewaspadai Perbuatan Tasyabbuh
Menyerupai Kebiasaan Orang Kafir
https://www.box.com/s/30b88770ca9335834095
Patokan Menyerupai Kebiasaan Orang Kafir
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_fatawa/id_islam_qa/id_islam_qa_21694.pdf
Tasyabbuh
https://www.islamdownload.net/files/123910/pdf-campuran/TASYABUH.PDF

➡ Mewaspadai Perbuatan Tasyabbuh
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
.==
Mewaspadai Perbuatan Tasyabbuh

  • .
  • ➡ Definisi Tasyabbuh


.
✅ At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa).
.

Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya
. Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir).
Mantasyabbaha biqoumin Fahuwa Minhum, Dr.Nashir Bin Abdul Karim Al-Aql)
.
✅ Termasuk dalam tasyabbuh yaitu meniru terhadap orang-orang yang tidak shalih, walaupun mereka itu dari kalangan kaum muslimin, seperti orang-orang fasik, orang-orang awam dan jahil, atau orang-orang Arab (badui) yang tidak sempurna diennya (keislamannya).
.
‼ Oleh karena itu, secara global kita katakan bahwa segala sesuatu yang tidak termasuk ciri khusus orang-orang kafir, baik aqidahnya, adat-istiadatnya, peribadatannya, dan hal itu tidak bertentangan dengan nash-nash serta prinsip-prinsip syari’at, atau tidak dikhawatirkan akan membawa kepada kerusakan, maka tidak termasuk tasyabbuh. Inilah pengertian secara global. (Idem)
.
✅ Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman:
.
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
.
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”
[QS. Al-Hadiid : 16].

.
✅ Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata ketika mengomentari ayat:
.
وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ
.
“Firman-Nya : ‘Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya’ ;
.
✅ (Hal ini) merupakan larangan yang bersifat mutlak dalam hal penyerupaan terhadap mereka (orang kafir). Larangan ini juga khusus menyerupai mereka dalam hal kerasnya hati, sedangkan kerasnya hati termasuk di antara buah kemaksiatan”
[Iqtidlaa’ Shir
aathil-Mustaqiim, 1/290].
.

✅ Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan mengatakan :
.
ولهذا نهى الله المؤمنين أن يتشبهوا بهم في شيء من الأمور الأصلية والفرعية
.
Oleh karena itu, Allah melarang orang-orang yang beriman untuk menyerupai mereka (orang kafir) dalam hal apapun, baik dalam perkara pokok (ushuliyyah) maupun cabang (furu’iyyah)”
[Tafsir Ibnu Katsir, 8/20, tahqiq : Saamiy bin Muhammad Salaamah; Daarith-Thayyibah, Cet. 2/1420].

.
✅ Para ulama juga berdalil dengan firman Allah ta’ala berikut :
.
وَلَقَدْ آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ
.
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israel Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya)”
.
وَآتَيْنَاهُم بَيِّنَاتٍ مِّنَ الْأَمْرِ ۖ فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
.

Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya.
.

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُو
.

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetah
ui”
[QS. Al-Jaatsiyyah : 16-1
8].
.
✅ Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
Dan Allah melarang beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengerti (tidak berilmu). Dan bisa dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang tidak mengerti setiap orang yang menyelisihi syari’at-Nya.”
.
✅ Beliau rahimahullah juga pernah berkata :
Bahwasannya kesamaan lahiriyah akan menimbulkan kesesuaian dan keserupaan antara dua orang yang saling menyerupai, yang nantinya akan mengantarkan kepada kesamaan dari sisi akhlaq dan perbuatan. Yang demikian adalah perkara yang bisa dirasakan. Seseorang yang mengenakan pakaian yang dikenakan orang ‘alim, maka ia akan mendapati dirinya memiliki kecondongan kepada mereka. Selanjutnya tabiat akan mengarah ke sana kecuali apabila ada faktor pencegah”
[Iqtidlaa’ Shiraathil-Mustaqiim, 1/93, tahqiq : Dr. Naashir bin ‘Abdil-Kariim Al-‘Aql; Daarul-‘Aalamil-Kutub, Cet. 7/1419]
.
✅ Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
.
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
.
Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2695)
.

✅ Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
.
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”.
(HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676)

.
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiah -rahimahullah- berkata (setelah membawakan hadits diatas,
Hukum minimal yang terkandung dalam hadits ini adalah haramnya tasyabbuh kepada mereka (orang-orang kafir), walaupun zhahir hadits menunjukkan kafirnya orang yang tasyabbuh kepada mereka”
(Lihat Al-Iqtidha` hal. 83)
.
✅ Dan pada hal. 84, beliau berkata,
Dengan hadits inilah, kebanyakan ulama berdalil akan dibencinya semua perkara yang merupakan ciri khas orang-orang non muslim”.
(Lihat Al-Iqtidha` hal. 84)
.
✅ Bahkan dalam hadits Anas bin Malik, beliau berkata,
Sesungguhnya orang-orang Yahudi, jika istri mereka haid, mereka tidak mau makan bersamanya dan mereka tidak berhubungan dengannya di dalam rumah. Maka para sahabat menanyakan masalah ini kepada Nabi sehingga turunlah ayat,
.
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ
.
[“Mereka bertanya kepadamu tentang darah haidh, maka katakanlah dia adalah kotoran (najis), maka jauhilah perempuan saat haid”]
(QS. Al-Baqarah: 222)

.
sampai akhir ayat.
✅ Maka Rasulullah bersabda,
.
اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ
.
Lakukan semuanya dengan istrimu kecuali nikah (jima’)”.
.

✅ Berita turunnya ayat ini sampai ke telinga orang-orang Yahudi, lalu mereka berkata,
Laki-laki ini (Muhammad) tidak mau meninggalkan satu pun dari urusan kita kecuali dia menyelisihi kita dalam perkara tersebut“.
(HR. Muslim
: 1/169)

.
✅ Syaikhul Islam berkata dalam Al-Iqtidha` hal. 62,
Hadits ini menunjukkan banyaknya perkara yang Allah syari’atkan kepada Nabi-Nya dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi. Bahkan hadits ini menunjukkan bahwa beliau r telah menyelisihi mereka pada seluruh perkara mereka, sampai-sampai mereka berkata, “Laki-laki ini (Muhammad) tidak mau meninggalkan satu pun dari urusan kita kecuali dia menyelisihi kita dalam perkara tersebut”….”
(Al-Iqtidha` hal. 62)

.

  • Hukum Tasyabbuh

.
Hukum Tasyabbuh dengan Orang-Orang Kafir
.
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
Telah kami sebutkan sekian dalil dari Al-Qur`an, As-Sunnah, Ijma’, atsar (amalan/perkataan shahabat dan tabi’in), dan pengalaman, yang semuanya menunjukkan bahwa menyerupai mereka dilarang secara global. Sedangkan menyelisihi tata cara mereka merupakan sesuatu yang disyari’atkan baik yang sifatnya wajib ataupun anjuran sesuai dengan tempatnya masing-masing.”
(Iqtidhaa Ash-Shiraathil Mustaqiim 1/473)
.

✅ Berkata Ustadz Abu Mu’awiyah Hammad:

Sulit bagi kita untuk meneliti hukum-hukum tasyabbuh secara terperinci, karena setiap bentuk tasyabbuh memiliki hukum tersendiri yang disesuaikan dengan tingkat penyelisihannya terhadap syari’at. Akan tetapi secara global, kita bisa menetapkan suatu hukum umum yang bisa dipakai untuk menghukumi seluruh bentuk tasyabbuh.

.
➡ Berikut uraiannya:
.
➡ a. Di antara hukum tasyabbuh ada yang merupakan kesyirikan dan kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari agama.
.
✅ Misalnya: Perbuatan menta’thil (menolak) seluruh nama dan sifat Allah, mengingkari ilmu Allah terhadap taqdir, meyakini Allah Ta’ala menitis ke dalam makhluknya atau (mengatakan) Dia berada dimana-mana, mengkultuskan sebagian makhluk serta mengangkat mereka sampai ke jenjang ibadah, (– menjadikan kuburan para nabi (atau wali atau orang yang DIANGGAP shalih) sebagai sesembahan1 –). Semua keyakinan ini diimpor oleh orang-orang zindiq ke dalam Islam dari Yahudi, Nashrani, dan Majusi.
.
➡ b. Di antaranya ada yang merupakan maksiat dan kefasikan yang dihukumi sebagai dosa besar.
.
Misalnya menyerupai mereka dalam masalah ibadah dan adat.
.

✅ Dalam masalah ibadah, contohnya: merayakan Isra Mi’raj yang menyerupai Nashrani dalam kenaikan Isa Al-Masih, merayakan maulid Nabi yang menyerupai mereka dalam natal, tahun baru hijriah yang menyerupai perayaan tahun baru masehi, dan selainnya. Hal itu karena id (hari raya) adalah termasuk ibadah yang kaum muslimin beribadah kepada Allah dengannya, sehingga wajib hanya terbatas pada dalil yang ada (tauqifiyah).
.
‼ Adapun dalam masalah adat, contohnya seperti: makan dan minum dengan tangan kiri, memakai perhiasan emas dan memakai pakaian dari sutera bagi laki-laki, makan dan minum dari bejana yang terbuat dari emas, mencukur jenggot2, dan selainnya.
.
➡ c. Di antaranya ada yang makruh.
.

Yaitu semua perkara yang dalil-dalil, zhahirnya saling bertentangan antara yang membolehkan dan yang melarang. Tetapi, untuk mencegah jatuhnya kaum muslimin ke dalam tasyabbuh yang diharamkan maka bentuk ketiga ini pun telah dilarang oleh syari’at.
.

  • ➡ [Seputar Tasyabbuh (Penyerupaan) Terhadap Non Muslim; dinukil dari: alatsariyyah


.

Apa dan siapa saja yang tidak boleh kita serupai?
.
Hewan, orang kafir, meliputi ahlul kitab (Yahudi dan Nashara) dan orang-orang kafir lainnya, beserta lawan jenis.

Apa saja bentuk-bentuk tasyabbuh?
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiah telah menyebutkan tiga perkara yang semuanya telah dilarang dalam syari’at karena teranggap sebagai tasyabbuh atau wasilah menuju tasyabbuh.
.

‼ Beliau berkata:
“(Pelaku) tasyabbuh mencakup:
✅ 1. Barangsiapa yang mengerjakan sesuatu karena mereka (orang non-muslim) mengerjakannya, dan ini jarang ditemukan.
.
✅ 2. Barangsiapa yang mengikuti orang lain (non-muslim) dalam sebuah perbuatan untuk sebuah maksud tersendiri, walaupun asal perbuatan tersebut terambil dari mereka.
.
✅ 3. Adapun orang yang mengerjakan suatu perbuatan dan kebetulan orang lain (non-muslim) juga mengerjakannya, dia (muslim) tidak meniru (perbuatan tersebut) dari mereka dan demikian pula sebaliknya. Maka perbuatan ini masih butuh ditinjau jika mau dihukumi sebagai tasyabbuh. Hanya saja, (syari’at) telah melarang perbuatan ini agar tidak mengantarkan menuju perbuatan tasyabbuh dan (dengan meninggalkan perbuatan) ini berarti menyelisihi merek
a.
(Iqtidha` Ash-Shirathal Mustaqim hal. 83)
.
✅ Berkata (Ustadz Abu Mu’awiyah Hammad) katakan:
.
Maksud poin pertama di atas adalah:
Perbuatan tersebut kaum muslimin lakukan semata-mata karena mencontoh orang-orang kafir, baik dari sisi perbuatan maupun alasan dalam melakukannya. Ini di zaman beliau jarang ditemukan, adapun di zaman sekarang maka tasyabbuh jenis ini sudah banyak dan tersebar. Sebut saja di antaranya: hari Valentine, April Mop, pertunangan, dan lain sebagainya
.
✅ Sementara poin kedua maksudnya:
Perbuatan tersebut memang diimpor oleh kaum muslimin dari orang-orang kafir, tapi niat dan alasan mereka (kaum muslimin) melakukannya berbeda dari niat mereka (orang-orang kafir). Contohnya seperti perayaan Maulid, Isra` Mi’raj, dan selainnya.
.
✅ Adapun untuk poin ketiga, maka Syaikhul Islam memberi contoh dengan masalah mengecat uban. Munculnya uban seseorang -baik dia muslim maupun kafir- bukanlah keinginan dan perbuatan mereka, tapi semata-mata penciptaan dari Allah Ta’ala. Hanya saja, berhubung orang-orang Yahudi membiarkan uban-uban mereka maka Allah melalui lisan Rasul-Nya mensyari’atkan agar kaum muslimin mengecat uban-uban mereka agar tidak serupa dengan orang Yahudi sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah riwayat At-Tirmidzi (1752) dan An-Nasa`i (5069-5074). Akan tetapi syari’at telah melarang untuk mengecatnya dengan warna hitam sebagaimana dalam hadits Ibnu ‘Abbas riwayat An-Nasa`i (50
75)
.

  • ➡ [Seputar Tasyabbuh (Penyerupaan) Terhadap Non Muslim; dinukil dari: alatsariyyah]

.
Bahaya Tasyabbuh dengan Orang-Orang Kafir
.
✅ Di antara bahaya dan dampak negatif tasyabbuh adalah:
.
➡ 1. Bahwa partisipasi dalam penampilan dan akhlak akan mewarisi kesesuaian dan kecenderungan kepada mereka, yang kemudian mendorong untuk saling menyerupai dalam hal akhlak dan perbuatan.
.
➡ 2. Bahwa menyerupai dalam penampilan dan akhlak, menjadikan kesamaan penampilan dengan mereka, sehingga tidak tampak lagi perbedaan secara zhahir antara ummat Islam dengan Yahudi dan Nashara (orang-orang kafir).
.
➡ 3. Itu terjadi pada hal-hal yang asalnya mubah. Dan bila terjadi pada hal-hal yang menyebabkan kekafiran, maka sungguh telah jatuh ke dalam cabang kekafiran.
.
➡ 4. Tasyabbuh dengan orang-orang kafir dalam perkara-perkara dunia akan mewariskan kecintaan dan kedekatan terhadap mereka. Lalu bagaimana dalam perkara-perkara agama? Sungguh kecintaan dan kedekatan itu akan semakin besar dan kuat, padahal kecintaan dan kedekatan terhadap mereka dapat meniadakan keimanan seseorang.
.
✅ 5. Lebih dari itu Rasulullah telah menyatakan,
.
‫مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ‬
.
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahiihul Jaami’ no.6025)
(Diringkas dari Iqtidhaa`ush Shiraathil Mustaqiim 1/93, 94 dan 550)
.

  • Perkara-Perkara yang Termasuk Tasyabbuh dan Diharuskan untuk Menyelisihinya

.
Perkara-perkara yang termasuk tasyabbuh dan diharuskan untuk menyelisihinya mencakup semua perkara yang merupakan ciri khas bagi mereka (di setiap masa) baik dalam hal aqidah, ibadah, hari-hari besar, penampilan/model, ataupun tingkah laku. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ketika mengomentari hadits Anas bin Malik,
.
اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ
.
Lakukanlah apa saja (terhadap istri kalian) kecuali nikah (jima’).
(HR. Muslim no.302)

.
✅ “Maka hadits ini menunjukkan bahwa apa yang Allah syari’atkan kepada Nabi-Nya sangat banyak mengandung unsur penyelisihan terhadap orang-orang Yahudi. Bahkan beliau menyelisihi mereka dalam semua perkara yang ada pada mereka, sampai-sampai mereka berkomentar, ‘Orang ini (Rasulullah) tidaklah mendapati sesuatu pada kami kecuali berusaha untuk menyelisihinya.”
(Iqtidhaa`ush Shiraathil Mustaqiim 1/214-215, 365)

.
✅ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin berkata,
Tasyabbuh dengan orang-orang kafir terjadi dalam hal penampilan, pakaian, tempat makan, dan sebagainya karena ia adalah kalimat yang bersifat umum. Dalam artian, bila ada seseorang yang melakukan ciri khas orang-orang kafir, di mana orang yang melihatnya mengira bahwa ia termasuk golongan mereka (maka saat itulah disebut dengan tasyabbuh, pent).”
(Majmuu’ Duruus wa Fataawaa Al-Haramil Makkiy 3/367)

“__“__ Lanjut ke Halaman 2 “__“__

.