Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.4)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••
Ghuluw Terhadap Orang Shalih Oleh Ust Hanif Muslim
https://radiomuslim.com/download/8224/
Ust.Dr. Musyaffa Ad Dariny, M.A-BERDAKWAH SEBAGAIMANA NABI BERDAKWAH
https://bit.ly/2Ne1Ls2
Ketahuilah 7 Perkara Ini Sebelum Mengerjakan Sesuatu – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA.webm
https://app.box.com/s/a5lpmozd4b1bb4aidbkk8lrdakv4mwz5x
Pentingnya Berilmu Sebelum Beramal – Ustadz Harist Abu Naufal.webm
https://drive.google.com/file/d/1-itj_fVguT3Ggc_V3HtikWccXKCXQUKE/view?usp=drivesdk
10 KARAKTERISTIK AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH – Ustadz Abdurrahman Thoyyib ,Lc.mp3
https://drive.google.com/file/d/1-YfqGfNHy3V2bXWN41UOiaOzO12xsavr/view?usp=drivesdk
SYARAH HADITS MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SORGA | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS 13Mb
https://app.box.com/s/ejvmqjo5hqpg0xql4u9qwdt464f5y4qy
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’i USTADZ YAZID BIN Abdul Qadir Jawas
https://app.box.com/s/vcu5ek824mafd9f2apojihewzm2brvzq
KISAH DERITA PENUNTUT ILMU-USTADZ ABDUL QODIR ABU FA’IZAH LC
https://drive.google.com/file/d/14oEBXyWqb1GaYpGu8g_ZDWsKgcbqqBPh/view?usp=drivesdk
BERSABAR DAN SEMANGAT MENUNTUT ILMU
Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc
https://drive.google.com/file/d/1–VhrSe9UofSKzHpeNPzgGdSGyl6f3l1/view?usp=drivesdk
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU – Ustadz Ahmad Sabiq,Lc -Hafizhahullah-
https://drive.google.com/file/d/10CjrWWXzKRDkTASRYj5KoBIX_IzhQV41/view?usp=drivesdk
BEKAL PENUNTUT ILMU | AS-SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN.ABKAR
https://drive.google.com/file/d/12V_roxJ9fhdFwJ1BTLOY4qrvJLRMal5f/view?usp=drivesdk
Untuk Yang Baru Hijrah, Pelajarilah Ilmu Ini! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 13Mb
https://app.box.com/s/cix9pdvqxu66zjs4kb727w8hzdt2jikb
Merasa Berilmu – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah 27Mb
https://app.box.com/s/30zim7zzrygmmcigryi54vea0p6qc7d8
Adab Penuntut Ilmu – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA 20Mb
https://app.box.com/s/bczr2bp2ex0hzr2yqpilx5w2ugtj1g9a
BERILMU TENTANG LAA ILAAHA ILLALLAH-Ust Ahmad Bazher
https://bit.ly/2Yr1OZP (15 mb)
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/nfjvvi2nmkcfr6jzoe43u248ylkg8sqeqe
Soal Jawab Panduan Menuntut Ilmu-Ust.Yazid Jawas.webm
https://app.box.com/s/hgzx0rjp9ljhqohepayk0ly06lwpce98
Keutamaan Mengajarkan Kebaikan Kepada Manusia-Ustadz Nizar Saad Bin Jabal.19Mb
https://app.box.com/s/bfjevs60k2zz33h6isfw426qzsnvnwqv
=…
Ebook
Penjelasan Shahih Bukhori Kitab Ilmu 275Halaman
https://app.box.com/s/188cm7siyo5w238mx308u0nlhb9kggld
Nasehat Bagi Penimba Ilmu (26Hlm)
https://app.box.com/s/brnnulkqjclbz9zxvzjnbc96mci3b1tj
Sekelumit Catatan dan Nasihat Bagi Pencari
Ilmu [51Hlm]
https://drive.google.com/open?id=1me1-9tCYf5MTKw5u6sTEvC7snBdfPK1D
Langkahkan Kakimu Tuk Menimba Ilmu [26Hlm]
https://archive.org/download/kultum_201604/langkah.pdf
Kewajiban Menuntut Ilmu Agama-Muhammad bin al-Husain alAjurri
https://drive.google.com/file/d/1rEg00gXPKEQhbCiZ696JNvLPUZ1kskBf/view
Menuntut Ilmu Agama(Syar’i)
https://www.box.com/s/a9ef1724d376f0b28b22
Adab Menuntut Ilmu 24Halaman
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2012/12/35-adab-penuntut-ilmu.pdf
Lentera Penuntut Ilmu 73Halaman
https://app.box.com/s/gw1ba62ifiy10ld4uwa17slefjn5a1pf
10 Pilar Meraih Ilmu
https://drive.google.com/file/d/12J3TeqBHumNvaVjxaZth0hQY4-v7KGQL/view?usp=drivesdk
Sejuta Keutamaan Ilmu Agama
https://www.dropbox.com/s/y4equlfqy8vyi9e/buletin-dakwah-jumat-edisi-17.rar?dl=1
Prinsip Prinsip Mengkaji Ilmu Agama
https://www.box.com/s/66d0df41b03435d50c62
(Perjalanan Menuntut Ilmu)
https://archive.org/download/FaidahRihlahAlKhathibAlBaghdadi/Faidah%20Rihlah%20Al%20Khathib%20Al%20Baghdadi.pdf
40 hadits tentang keutamaan ilmu dan
keutamaan menuntut ilmu
https://archive.org/download/ArbaunFiThalibAlIlm/Arbaun%20Fi%20Thalib%20Al%20Ilm.pdf
=…

➡ Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.4)
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.4)
.
Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas -hafizhahullaah- (Masjid Nurul Iman)
.

  • KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA

.
✅ Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullaah- menyebutkan lebih dari seratus keutamaan ilmu syar’i dalam kitabnya: “Miftaah Daaris Sa’aadah” jilid yang pertama (dari tiga jilid). Dan khusus masalah keutamaan ilmu ini: diambil oleh Syaikh ‘Ali bin Hasan Al-Halabi -hafizhahullaah- dan dibuat kitab tersendiri dengan diberi judul: “Al-‘Ilmu; Fadhluhu Wa Syarafuhu”. Dan di sini hanya akan disebutkan sebagian kecilnya:
.

  • ➡ [1]- KESAKSIAN ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG BERILMU

.
✅ Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berfirman:
.
{شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ}
.
Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Ali ‘Imraan: 18)
.
✅ Allah menjadi saksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Dia. Kemudian Allah sebutkan para malaikat menjadi saksi. Dan juga Allah sebutkan bahwa orang-orang berilmu menjadi saksi. Maka ini menunjukkan kesucian dan pujian bagi ahli ilmu yang berjalan di atas Manhaj Salaf, yang berpegang teguh kepada Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaf.
.

‼ Para ulama adalah orang-orang yang ‘Adil (terpercaya), karena Allah hanya menjadikan orang yang ‘Adil sebagai saksi. Hal ini dikuatkan oleh hadits:
.
يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ، يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ، وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ، وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ
.
Ilmu ini akan dibawa oleh para ulama yang ‘Adil (terpercaya) dari tiap-tiap generasi. Mereka akan memberantas penyimpangan/perubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang ghuluw (yang melampaui batas), menolak kebohongan pelaku kebathilan (para pendusta), dan takwil orang-orang bodoh.”
.

✅ [Hasan Lighairihi: HR. Al-‘Uqaili dalam “Adh-Dhu’aafaa-ul Kabiir” (I/26), Ibnu Abi Hatim dalam “Al-Jarh Wat Ta’diil” (II/17), dan lainnya. Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Id Al-Hilali -hafizhahullaah- memiliki kitab tersendiri tentang hadits ini dan beliau beri judul “Irsyaadul Fuhuul ilaa Tahriirin Nuquul fit Tash-hiih Hadiitsil ‘Uduul”]
.
Orang-orang yang ‘Adil adalah: orang-orang yang jujur, ikhlas, dan menjaga amanah ilmu.
Ilmu ini adalah amanah, sehingga harus amanah ketika:
.
✅ – “Tahammul” (ketika belajar).
✅ – “Al-Adaa” (menyampaikan). Yakni: menyampaikannya kepada keluarga kita dan orang-orang yang dekat dengan k
ita.
.
‼ Dan ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu syar’i, ilmu yang akan dibawa oleh para ulama yang ‘Adil, yang tugas mereka ada tiga:
.
✅ 1. Memberantas penyimpangan/perubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang ghuluw (yang melampaui batas).
.

‼ Maka para da’i harus membantah orang-orang yang ghuluw. Karena ghuluw ini merupakan penyebab kesyirikan di muka bumi; sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab -rahimahullaah- dalam Kitab Tauhid:
.
بَابُ: مَا جَاءَ أَنَّ سَبَبَ كُفْرِ بَنِيْ آدَمَ وَتَرْكَهُمْ دِيْنَهُمْ: هُوَ الْغُلُوُّ فِي الصَّالِـحِيْنَ
.
‼ “Bab: Dalil-dalil mengenai penyebab utama kekafiran anak-anak keturunan Adam (manusia) dan kenapa mereka meninggalkan agama mereka adalah: Ghuluw (melampaui batas) terhadap orang-orang shalih.”
.

✅ Allah sebutkan dalam Al-Qur-an tentang sesembahan kaum Nabi Nuh:
.
{وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًا}
.
Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu, dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa‘, Yaguuts, Ya‘uuq dan Nasr.”.” (QS. Nuh: 23)
.

Awalnya dibuat lukisan dari orang-orang shalih dari kalangan mereka (Wadd, Suwaa‘, Yaguuts, Ya‘uuq dan Nasr), dan itu bukan untuk disembah. Akan tetapi kemudian mereka dijadikan sesembahan.
.
‼ Dan yang kita saksikan sekarang: banyak sekali kubur-kubur yang disembah (awalnya disebabkan: sikap ghuluw terhadap orang-orang shalih).
.
✅ Dan antum juga harus hati-hati: jangan sampai antum ghuluw terhadap ustadz-ustadz dan guru-guru antum.
.
‼ Maka sekali lagi: di antara tugas para da’i adalah membantah orang-orang yang ghuluw.

.
Dan tugas mereka yang pertama kali adalah mendakwahkan Tauhid dan memperingatkan dari kesyirikan. Seperti Nabi Nuh -‘alaihis salaam- yang mendakwahkan Tauhid dan memperingatkan dari kesyirikan selama 950 tahun, siang dan malam. Allah -Ta’alaa- berfirman:
.
{إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ * قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّيْ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُبِيْنٌ * أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاتَّقُوْهُ وَأَطِيْعُوْنِ * يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ أَجَلَ اللهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ * قَالَ رَبِّ إِنِّيْ دَعَوْتُ قَوْمِيْ لَيْلًا وَنَهَارًا * فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِيْ إِلَّا فِرَارًا}
.
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya adzab yang pedih.” Dia (Nuh) berkata: “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) beribadahlah kepada Allah, bertakwalah kepada-Nya dan ta’atlah kepadaku, niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang: tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui.” Dia (Nuh) berkata: “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya aku telah mendakwahi kaumku siang dan malam, tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).” (QS, Nuh: 1-6)
.
✅ Allah juga berfirman:
.
{وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيْهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا…}
.
Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun…” (QS. Al-‘Ankabut: 14)
.

✅ Dan hanya sedikit yang mengikuti dakwah Nabi Nuh -‘alaihis salaam-, sebagaimana yang Allah firmankan:
.
{…وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيْلٌ}
.
“…Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit.” (QS. Hud: 40)
.
✅ 2. Menolak kebohongan pelaku kebathilan (para pendusta)
.
‼ Tugas ahli ilmu yang kedua adalah: menolak kebohongan dari pelaku kebathilan. Ajaran firqah-firqah sesat isinya adalah kebohongan-kebohongan. Yang hal ini kemudian diikuti oleh orang-orang hizb (kelompok-kelompok kontemporer).
.
✅ 3. Menolak takwil orang-orang bodoh
.
‼ Orang-orang bodoh yang mentakwilkan Al-Qur-an dan As-Sunnah, nama-nama dan sifat-sifat Allah, maka Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- namakan mereka sebagai orang-orang bodoh, dan memang realitanya adalah demikian.
.
✅ Ketika Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullaah- membantah tokoh-tokoh Jahmiyyah beliau berkata: “Kalau saya sepakat dengan apa yang kalian katakan; maka saya kafir. Karena saya tahu bahwa ini adalah kekafiran yang nyata. Sedangkan kalian tidaklah menjadi kafir dikarenakan kalian adalah orang-orang yang bodoh terhadap hakikat agama.” [“Bayaan Talbiisil Jahmiyyah” (I/10)]
.
‼ Maka yang harus diperhatikan oleh para da’i: bahwa dalam dakwah harus ada penyucian terhadap Allah, menetapkan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, dan menolak aib dan kekurangan dari nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
.

  • ➡ [2]- ORANG YANG BERILMU AKAN ALLAH ANGKAT DERAJATNYA

.
✅ Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berfirman:
.
{يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ}.
.
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu: “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
.
‼ Dan ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu syar’i.
.
✅ Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ
.
Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini (Al-Qur-an) beberapa kaum dan Allah pun merendahkan beberapa kaum dengannya.” [HR. Muslim]
.
‼ Maka Allah mengangkat orang-orang yang: membaca Al-Qur-an, memahami, mengamalkan, dan mendakwahkannya.
.
✅ Dan Allah merendahkan orang-orang yang: tidak membaca Al-Qur-an, tidak mentadabburi, dan tidak mengamalkannya. Maka inilah orang-orang yang berpaling dari Al-Qur-an. Allah -Ta’aalaa- berfirman:
.
{وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى}
.
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku; maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)
.
✅ Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- berkata:
Yakni: Barangsiapa berpaling dari kitab-Ku dan tidak membacanya, tidak mentadabburinya, tidak mengamalkannya dan tidak memahaminya: maka kehidupannya akan sempit, tersiksa dan serasa diadzab.” [“Al-Waabilush Shayyib” (hlm. 106-107 -cet. Daar ‘Aalamil Fawaa-id)]
.
✅ Dan barangsiapa yang berpaling dari Al-Qur-an; maka Allah akan jadikan setan sebagai temannya. Allah berfirman:
.
{وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِيْنٌ}
.
Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur-an); maka Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (QS. Az-Zukhruf: 36)
.
Orang yang tidak mentadabburi Al-Qur-an; maka Allah rendahkan dia, dan ini termasuk Hajrul Qur-an (mengabaikan Al-Qur-an).
.
✅ Dan yang juga harus diperhatikan adalah: bahwa Al-Qur-an bisa menjadi hujjah yang membela atau justru melawan. Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
.
“Al-Qur-an adalah hujjah yang bisa membelamu atau justru melawanmu.” [HR. Muslim]
.

‼ Al-Qur-an bisa membela: kalau dibaca, ditadabburi, dan diamalkan. Adapun kalau tidak; maka bisa menjadi bumerang (yang berbalik untuk melawan).
.
✅ Seperti kisah kaum Nabi Nuh yang awal kesyirikan mereka karena sikap ghuluw (berlebihan) terhadap orang-orang shalih: maka Allah sebutkan dalam Al-Qur-an dan dijelaskan oleh para ahli tafsir; akan tetapi banyak da’i, ustadz dan kyai yang tidak mentadabburinya.
.
‼ Maka, sekali lagi bahwa: secara umum Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang menuntut ilmu. Allah berfirman tentang Nabi Yusuf -‘alaihis salaam-:
.
{…نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِيْ عِلْمٍ عَلِيْمٌ}
.
“… Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berilmu ada yang lebih berilmu.” (QS. Yusuf: 76)
.

✅ Imam Sufyan bin ‘Uyainah (wafat th. 198 H) -rahimahullaah- berkata:
.
Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah: para nabi dan ulama.” [“Al-‘Imu; Fadhluhu wa Syarafuhu” (hlm. 223)]
.

  • ➡ [3]- ORANG-ORANG YANG BERILMU ADALAH ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH

.
✅ Allah -‘Azza Wa Jalla- berfirman:
.
{…إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ…}
.
“…Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama…” (QS. Fathir: 28)
.

✅ Ibnu Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu- berkata:
Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai kebodohan.” [“Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadhlihi” (II/812. No. 1514)]
.
✅ Imam Ahmad -rahimahullaah- berkata:
Pokok ilmu adalah: rasa takut kepada Allah.” [“Fadhlu ‘Ilmis Salaf ‘alal Khalaf” (hlm. 52)]
Ibnu Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu- juga berkata:
Ilmu itu bukan dengan banyaknya riwayat, akan tetapi ilmu adalah rasa takut (kepada Allah).” [“Az-Zuhd” (no. 867), karya Imam Ahmad -rahimahullaa
h-]
.
‼ Ketika kita menuntut ilmu: maka harus bertambah rasa takut kita kepada Allah, takut kepada siksa Allah dan adzab-Nya. Terlebih lagi da’i; maka harus takut kepada Allah, jangan sampai menyampaikan hadits yang bukan dari Rasul -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, karena beliau bersabda dalam hadits yang mutawatir:
.
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا؛ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
.
Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja; maka siapkanlah tempatnya di Neraka.”
.

✅ Menjadi seorang da’i adalah tugas yang berat, dia harus memiliki rasa takut kepada Allah.
Dan di antara cara untuk mendapatkan rasa takut ini adalah dengan berdo’a seperti yang diajarkan Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-:
.
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِيْ دِيْنِنَا، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
.
Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang menghalangi antara kami dengan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan kami ke Surga-Mu kelak, dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Dan jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah ada dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini adalah cita-cita terbesar dan puncak dari ilmu kami, serta jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak mengasihi kami berkuasa atas kami.” [Lihat: “Do’a & Wirid” (hlm. 392-393 -cet. ke-32)]
.
Kita minta kepada Allah agar diberikan rasa takut kepada-Nya, sebab banyak penuntut ilmu, da’i dan ulama yang tidak takut kepada Allah.
.

  • ➡ [4]- ILMU ADALAH NIKMAT YANG PALING AGUNG

.
✅ Allah telah menurunkan Al-Qur-an dan As-Sunnah kepada Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- dan Allah ajarkan kepada beliau apa yang belum beliau ketahui. Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berfirman
.
{…وَأَنْزَلَ اللهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا}
.
“…Dan Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.” (QS. An-Nisaa’: 113)
.

‼ Ilmu ini nikmat yang besar, sehingga harus antum syukuri.
.

•__••__ Lanjut ke Halaman 2 ••__••__