HUKUM PERINGATAN MAULID NABI shalallahu ‘alaihi wasallam
.
Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••


CINTA SEJATI KEPADA SANG NABI-Ustadz Abu Ubaidah as Sidawi-Hafizhahullah-.
http://bit.ly/B009a-AU


Bantahan Untuk Yang Merayakan Maulid Nabi Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc


Studi Kritis Maulid Nabi-Ustadz Zainal Abidin


Bid’ah Maulid Nabi-Ust.Abu Sholeh
https://archive.org/details/BidahMaulidNabi
Salah paham terhadap Maulid Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam-Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi
https://drive.google.com/file/d/1ObkAyBqMnEbJgRQIOnS4vUcc3JA420pu/view?usp=drivesdk
Fakta Tentang Maulid Nabi Sangat Mengejutkan-Ust Palihin 10Mb 1Jam
https://app.box.com/s/92csjrmwy58uirt49xwsfz4zcizc4nz3
Peringatan Maulid Nabi-Ust Zainal Abidin Syamsudin 21Mb 2Jam
https://app.box.com/s/ihd8auvk32ljrjo0vvh0tw5nxk4zs7lo
Maulid Menyerupai Natal-Ust Zainal Abidin Syamsudin 2Mb 10Mnit
https://app.box.com/s/fmopxsgwduj327b8apwlakkhyokyb80a
Membongkar kesesatan Maulid Bag1-Ust Dahrul Falihin.8Mb45Mnit
https://app.box.com/s/rj4kqzy7r8dex350ehrepx87fxqtymtn
Membongkar kesesatan Maulid Bag2-Ust Dahrul Falihin 3Mb16Mnit
https://app.box.com/s/9ykst0m82wn8e5wtro3t8q7yf7tdq2l0
Perayaan-Perayaan Yang Dilarang Dalam Islam – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 15mb
https://app.box.com/s/8wpjtuhj1dtwyfjdyp1jjo7etiuip1or
Hukum Perayaan Maulid Nabi-Ustadz Abdul Mu’thi Al Maedani
https://drive.google.com/file/d/1vsg_YhfsBbFHsekzyOtq21hpSLaiCcQD/view?usp=drivesd

=…
➡ HUKUM PERINGATAN MAULID NABI shalallahu ‘alaihi wasallam
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • PERINGATAN MAULID NABI shalallahu alaihi wasallam

Ustadz Muhammad Ayyub, Lc
.
➡ Soal
※ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Hukum maulidun nabi ustadz?[085278045xxx]
.
➡ Jawab
.
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
※ Para sejarawan berbeda pendapat tentang siapa yang pertama kali mencetuskan perayaan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
✅ Sebagian sejarawan (diantaranya sejarawan sunni al-Maqrizi) menyebutkan bahwa maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pertama kali dicetuskan oleh dinasti Fathimiyyah yang pernah menguasai Mesir dalam kurun waktu yang cukup panjang (kurang lebih 200 tahun, dari tahun 362 H hingga 567 H).
.
※ Dinasti Fathimiyyah menganut sekte Al-Ismâ’ily yang dinisbatkan kepada pemimpin mereka yang bernama ‘Ubaidilah bin Maimûn Al-Qaddâh. Para sejarawan (diantaranya ulama hadits Abu Syamah dalam kitabnya Raudhatain) menyebutkan dia adalah seorang laki-laki majusi yang pura-pura masuk Islam untuk menggoncang dan menghancurkan kaum muslimin dari dalam dengan jalan menghidupkan berbagai macam amalan bid’ah, khurafat, serta keyakinan-keyakinan yang bertolak belakang dengan Islam.
.
✅ Tentang kesesatan dinasti ini, Ibnu Katsîr dalam kitab al-Bidâyah wa an-Nihâyah [11/346] berkata, “Mereka adalah orang-orang kafir, pelaku kefasikan, kaum durhaka lagi Mulhid, Zindiq (Munafiq murni), Mu’aththil (mengingkari sifat-sifat Allah), menolak Islam dan meyakini aliran Majusi.”
.
※ Al-Maqrizi dalam al-Khuthath *[1/490]* menjelaskan bahwa diawal tahun kekuasaan Dinasti Fathimiyyah di Mesir [362 H.] dengan raja pertama mereka yang bernama Al-Mu’iz Lidinillah, sang raja membuat enam perayaan maulid [hari lahir] sekaligus, yaitu: Maulid Nabi, Maulid ‘Ali bin Abi Thalib, Maulid Fathimah, Maulid Hasan, Maulid Husein, dan Maulid raja yang tengah berkuasa.
.
✅ Sedang sejarawan lain berpendapat bahwa pencetusnya adalah sultan Muzhaffaruddin Abu Said Kukburi ibn Zainuddin Ali Ibn Tubaktakin, sultan Irbil, Irak, pada tahun 630 H. Tentang bagaimana suasana upacara maulid perdana pada masa itu, Ibnu Khallikan yang menyaksikan sendiri acara tersebut berkata: “Seremoni itu dimulai pada malam Maulid (8 Rabi’ul Awwal), dengan membawa sejumlah onta, sapi, dan kambing dengan diiringi tabuhan kendang dan lagu-lagu kasidahan, sedang rakyat berada di belakangnya membawa panji-panji, seruling dan pekikan meriah, hingga ternak disembelih dan dagingnya dihidangkan dalam acara itu… para Sufi pun membawakan berbagai nyanyian unik, menari berputar-putar hingga seolah terbius tak sadarkan diri”. Ibnu Katsir dalam Tarikhnya menyebutkan bahwa perayaan maulid yang diadakan oleh Raja Muzhaffar ini dihadiri oleh kaum shufi, melalui acara sama’ (pembacaan qashidah dan nyanyian-nyanyian keagamaan kaum shufi) dari waktu zhuhur hingga fajar, dia sendiri ikut turun menari/ bergoyang (semacam joget-ala shufi). Dihidangkan 5000 kambing guling, 10 ribu ayam dan 100.000 zubdiyyah (semacam keju), dan 30.000 piring kue. Biaya yang dikeluarkan untuk acara ini tiap tahunnya sebesar 300.000 Dinar.
.
※ Manapun dari dua pendapat diatas yang benar; apakah dicetuskan oleh dinasti Fathimiyyah yang syi’ah atau sulthan Muzhaffaruddin yang sunni, namun yang jelas bahwa peringatan maulid ini datang belakangan setelah berlalunya tiga generasi paling utama (Sahabat, Tâbi’in dan Tâbi’it Tâbi’in). Padahal mereka adalah generasi terbaik yang lebih mengerti sunnah, lebih mencintai Rasulullah shalallâhu ‘alaihi wa sallam, dan lebih mengikuti syari’at daripada generasi setelahnya.
.
✅ Ketahuilah, bahwa sesuatu yang baru dalam urusan agama (bid’ah) baik itu yang berkaitan dengan ibadah mahdhah atau hanya sekedar dijadikan sebagai syi’ar-syi’ar keagamaan adalah terlarang. Rasulullah shalallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
.
Barangsiapa mengada-adakan (sesuatu hal yang baru) dalam urusan (agama) kami, yang bukan merupakan ajarannya, maka akan ditolak.” (Muttafaqun ‘Alaih)
.
※ Rasulullah shalallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan jauhilah perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah tempatnya di neraka .” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
.
✅ Peringatan maulid bukanlah urusan keduniaan semata sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian orang. Tetapi, maulid besar kaitannya dengan urusan ibadah. Lihatlah bagaimana praktek maulid yang umumnya terjadi di tengah masyarakat kita, membaca riwayat hidup Nabi shalallâhu ‘alaihi wa sallam yang tertulis dalam bahasa Arab, dibaca dengan lagu-lagu bahkan tidak jarang diiringi dengan rebana, hingga ketika riwayat Nabi shalallâhu ‘alaihi wa sallam dilahirkan para hadirin pun berdiri secara serempak membaca syair-syair pujian. Para hadirin berdiri lantaran mereka meyakini bahwa ruh Nabi shalallâhu ‘alaihi wa sallam datang pada acara tersebut, sesudah itu diakhiri dengan makan-makan, umumnya dengan buah-buahan.
.
※ Tata cara serta keyakinan di atas, adalah tata cara yang teramat jauh dari kebenaran.
.
Rasulullah shalallâhu ‘alaihi wa sallam tidak akan mungkin hadir dalam acara tersebut, Rasulullah shalallâhu ‘alaihi wa sallam tidak akan bangkit dari kuburnya sebelum hari Qiyamat, sedang ruhnya ditempatkan pada tempat yang paling tinggi, tempat kemuliaan, di sisi tuhannya. Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan dari kubur pada hari Qiyamat nanti, aku adalah orang yang pertama kali memberi syafaat dan orang yang pertama kali diterima syafaatnya.” (Shahih. Lihat Tahzir Minal Bid’ah, oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz)
.
Dan juga sewaktu hidupnya, Rasulullah shalallâhu ‘slaihi wa sallam tidak suka disambut oleh shahabat-shahabatnya dengan berdiri. Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah kalian berdiri (memberi penghormatan) kepadaku, sebagaimana orang-orang ‘Ajam berdiri menghormati antara satu dengan yang lainnya.” Lalu mengapa orang-orang itu berani melakukannya ketika Rasulullah shalallâhu ‘alaihi wa sallam telah wafat? Bukankah ini adalah bentuk pelanggaran terhadap sunnah?
.

  • Maulid Bebas Bid’ah?

.
※ Jika acara maulid diselenggarakan bebas dari hal-hal yang bid’ah, artinya tidak ada acara musik, tari-tarian, tidak berdiri menyambut ruh Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi hanya sekedar berkumpul mendengar wejangan tentang perihal kehidupan Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam apakah diizinkan oleh agama?
.
✅ Ibnul Hâj Al-Mâliky (salah seorang ulama yang banyak dipuji oleh ulama termasuk di antaranya Al-Hafidz Ibnu Hajar) dalam kitabnya Al-Madkhal berkata: “… Apabila pada acara maulid tersebut tidak mengandung unsur-unsur bid’ah dan hal-hal yang diharamkan dan hanya terbatas pada penyajian makanan sebagai hidangan untuk para tetamu/ undangan namun kaitannya (niatnya) dalam rangka maulid, maka hal tersebut juga adalah bid’ah, bid’ah lantaran niatnya. Karena hal itu adalah bentuk penambahan di dalam agama dan bukan amalan dari para shalafus-shalih….” (Lihat Maqâsidul Islam, oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz hal. 220)
.

  • Maulid Sontekan dari Agama Lain?

.
※ Di samping peringatan maulid tidak memiliki pijakan dalil, peringatan maulid juga masuk dalam lingkup tasyabbuh (penyerupaan) dengan agama lain. Bukankah orang-orang Nashrani mengagungkan tanggal 25 bulan 12 sebagai peringatan hari kelahiran Isa ‘Alaihissalam, bukankah orang-orang Hindu juga memiliki satu hari yang diagungkan dalam setahun untuk memperingati hari kelahiran pendiri agamanya?
.
✅ Dalam hal ini, Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR. Ahmad].
.

  • Tidak Maulid-an Tidak Cinta Nabi?

.
※ Justru sebaliknya, orang yang tidak ikut maulidan adalah orang yang mencintai Nabi-nya. Bukankah bentuk mencintai Rasul adalah dengan mengikuti perbuatan dan perkataannya? .
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “…Sesungguhnya kesempurnaan cinta dan pengagungan terhadap Rasul adalah ber-ittiba’ (mengikuti jejaknya), taat padanya, menjalankan perintahnya…” (Iqtidha’ Shirâthal Mustaqim 2/122)
Demikian.

=……

  • KHULAFAUR RASYIDIN (ABU BAKAR, UMAR, UTSMAN, ALI) radhiyallahu ‘anhum MENGANJURKAN MAULID NABI

.
Ustadz Muhammad Ayyub, Lc
.
➡ Soal
Mohon pencerahannya stad. Ada postingan dari group sebelah:
.
※ Keutamaan Maulid Nabi shallahu alaihi wasallam
Berikut ungkapan para Khulafaur Rasyidin dan ulama-ulama setelahnya tentang anjuran bermaulid;
.
1.Abu Bakar Ash-Shiddiq
Beliau berkata, “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham bagi menggalakkan bacaan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam maka ia akan menjadi temanku di dalam syurga.”
2.Umar bin Khattab
Beliau berkata, “Siapa yang membesarkan (memuliakan) majlis maulid Nabi shallahu alaihi wasallam maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.”
3.Utsman bin ‘Affan
Beliau berkata, “Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk majlis membaca maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam maka seolah-olah ia menyaksikan peperangan Badar dan Hunain”
4.Ali bin Abi Thalib
Beliau berkata, “Siapa yang membesarkan majlis maulid Nabi shalallahu alaihi wasallam dan karenanya diadakan majlis membaca maulid, maka dia tidak akan keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan masuk ke dalam syurga tanpa hisab”.
6.Hasan al-Bashri
Beliau berkata, “Aku suka seandainya aku mempunyai emas setinggi gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk membaca maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam”. al-Haitami as-Syafii)
6.Junaid al-Baghdadi
Beliau berkata, ‘Siapa yang menghadiri majlis maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam dan membesarkan kedudukannya, maka sesungguhnya ia telah mencapai kekuatan iman.”
7.Ma’ruf Al Karkhi
Beliau berkata, “Siapa yang menyediakan makanan untuk majlis membaca maulid Nabi saw. mengumpulkan saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang bau yang wangi dan memakai wangi-wangian karena membesarkan kelahiran Nabi shallallahu alaihi wasallam, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama kumpulan yang pertama di kalangan nabi-nabi dan dia berada di syurga yang teratas (Illiyyin)”.
8.Fakhruddin ar-Razi
Beliau berkata, “Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan zahir keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka makanan tersebut akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah mengampunkan orang yang memakannya”.
9.Imam Asy-Syafi’i
Beliau berkata, “Siapa yang menghimpunkan saudaranya (sesama Islam) untuk mengadakan majlis maulid Nabi shalallahu alaihi wasallam menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan, dan dia menjadi sebab dibaca maulid Nabi saw. itu, maka dia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat bersama ahli siddiqin (orang-orang yang benar), syuhada’ dan solihin serta berada di dalam syurga-syurga Na’im.”
10.As-Sarri As-Siqthi
Beliau berkata, “Siapa yang pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi shallahu alaihi wasallam maka sesungguhnya ia telah pergi ke satu taman dari taman-taman syurga, karena tidaklah ia menuju ketempat-tempat tersebut melainkan lantaran kerana cintanya kepada Nabi shallahu alaihi wasallam Sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah bersabda : “Sesiapa yang mecintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam syurga.”
[085236994xxx]

.
➡ .JAWAB

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
※ Sebelum menjawab pertanyaan anda diatas, maka ada perlu mengetahui info berikut ini;
1.Abu Bakar radhiyallahu anhu, wafat bulan Jumadil akhir tahun13 H.
2.Umar bin Al Khaththab radhiyallahu anhu, wafat bulan Dzulhijjah tahun 23 H.
3.Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, wafat bulan Dzulhijjah tahun 35 H.
4.Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, wafat bulan Ramadhan tahun 40 H.
5.Hasan Al Bashri rahimahullah, wafat bulan Rajab tahun 110 H.
6.mam Junaedi Al Baghdadi, wafat bulan Rajab tahun 297/298.
7.Imam Ma’ruf Al Karkhi, wafat tahun 200 H.
8.Fakhruddin Ar Razi, wafat 606 H.
9.Imam Asy Syafi rahimahullah, wafat tahun 203 H.
10.Imam Sirri as Siqthi rahimahullah, wafat tahun 253 H.

.
✅ Setelah anda mengetahui info diatas, info berikut ini tidak lebih penting dari info sebelumnya, yaitu; kapan pertama kali maulid diadakan?
.

※ Ketahuilah, bahwa para sejarawan muslim berbeda pendapat tentang kapan perayaan maulid hadir ditengah-tengah kaum muslimin. Sebagian berpendapat bahwa maulid pertama kali muncul pada awal tahun kekuasaan Dinasti Fathimiyyah di Mesir [362 H.] dengan raja pertama mereka yang bernama Al-Mu’iz Lidinillah, sang raja membuat enam perayaan maulid [hari lahir] sekaligus, yaitu: Maulid Nabi, Maulid ‘Ali bin Abi Thalib, Maulid Fathimah, Maulid Hasan, Maulid Husein, dan Maulid raja yang tengah berkuasa.
.
✅ Sedang sebagian lainnya berpendapat bahwa pencetus maulid adalah sultan Muzhaffaruddin Abu Said Kukburi ibn Zainuddin Ali Ibn Tubaktakin, sultan Irbil, Irak, pada tahun 630 H.
.
※ Intinya, ada dua pendapat; pendapat yang mengatakan tahun 362 H. dan pendapat yang mengatakan tahun 630
H.
.
✅ Dan berlaku jujur itu lebih baik bagimu
Taruhlah bahwa perayaan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam pertama kali terjadi pada tahun 362 H. bukan 630 H. Berarti tahun-tahun sebelum itu, orang-orang pada belum mengerti dan belum pernah merayakan maulid Nabi.
.
※ Siapa-siapa saja dari 10 orang alim diatas yang wafat tahun 362 H?
.
✅ Mereka adalah; Abu Bakar, Umar bin Al Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Hasan Al Bashri, Makruf Al Karkhi, Imam Asy Syafi’i, Sirri as Siqthi, dan Junaid Al Baghdadi.
Jika beliau-beliau wafat tahun sebelum tahun 362 H. Sedang peringatan maulid baru dicetuskan tahun 362 H. Maka disana ada dua kemungkinan; para sejarawan keliru menetapkan tahun awal mula maulid atau oknum penggemar maulid telah berdusta atas nama orang-orang alim diatas.
.
※ Dan yang benar, oknum penggemar maulid telah berdusta atas nama imam Asy-Syafi’i dan Hasan Al Basri sebagaimana berdustanya mereka mencatut nama Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhum bahwa mereka menganjurkan maulid Nabi.
.
Semua atsar yang datang dari khulaur rasyidin diatas (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhum) maka tidak ada satupun yang bisa dipertanggung jawabkan, semuanya tidak memiliki sanad yang jelas. Begitu juga yang datang dari Imam Asy Syafii dan Hasan Al Basri.
.

Jika semua orang bisa berkata dari shahabat Nabi tanpa sanad yang jelas, maka akan berkatalah si fulan dan si fulan dari shahabat Nabi yang mencocoki nafsu dan seleranya.
Sungguh, mereka penggemar Maulid telah kehabisan cara untuk meyakinkan orang-orang bahwa perayaan maulid itu bukan bid’ah hingga mereka berani berdusta atas nama-nama shahabat yang mulia.
Demikian.
.

  • SYUBHAT MAULID NABI

.
Ustadz Muhammad Ayyub, Lc
.
➡ SOAL
Mohon tanggapan untuk artikel berikut:
Alasan bahwa malam kelahiran Rasulullah SAW tidak diketahui secara qath’i (pasti), tidak bisa dijadikan argumentasi untuk menolak kebolehan perayaan Maulid Nabi SAW, karena beberapa alasan.
.
✅ Pertama, para ulama yang membolehkan dan bahkan menganjurkan merayakan Maulid Nabi SAW, tidak berargumentasi bahwa malam kelahiran Rasulullah SAW telah diketahui secara pasti.
.
Kedua, dalam menetapkan suatu hukum dalam ilmu fiqih, tidak selalu didasarkan pada dalil yang qath’i (pasti). Bahkan sebagian besar ijtihad para ulama, termasuk ijtihad Syaikh ‘Utsaimin sendiri, cukup didasarkan pada dalil yang zhanni (dugaan kuat saja dan tidak pasti). Adanya perselisihan dalam penetapan malam kelahiran Nabi SAW antara malam 9 atau 12, itu tidak menjadi persoalan dalam menentukan hukum Maulid Nabi SAW. [085606132xxx]
.
➡ JAWAB
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Persoalan kapan pastinya Nabi shallallahu alaihi wa sallam dilahirkan bukanlah argumen utama (pokok) namun hanya sebagai argumen pendukung.
.
※ Argumen utama adalah bahwa setiap amalan ibadah yang tidak memiliki dasar yang shahih maka amalan tersebut adalah bid’ah.


Adapun mengangkat persoalan tentang hari kepastian lahirnya Nabi shallallahu alaihi wasalam, maka ini tidak lain sebagai peringatan kepada ummat bahwa disamping maulid tidak memiliki dasar dalam syariat, juga bagaimana mereka merasa aman menjalankan ritual tersebut sedang harinya saja masih diperselisi
hkan.
.
✅ Adapun terkait dengan dalil qath’i dan zhanni dalam persoalan hukum berikut dengan hasil ijtihad ulama, maka tidak ada yang memungkiri hal ini.
.
Namun, mengangkat persoalan ini untuk mengkritisi persoalan tanggal kelahiran Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah pembicaraan yang tidak terarah, mengapa? sebab ini bukan dalil pokok, ini hanyalah dalil pendukung.
.
※ Bukankah anda tahu bahwa ulama berselisih tentang ketetapan hari puasa Asyura; sebagian ulama menetapkan pada hari yang kesepuluh sedang sebagian yang lain menetapkan pada hari yang kesembilan. Namun perbedaan ini tidak menyebabkan terhapusnya kesunnahan puasa Asyura lantaran puasa Asyura memiliki dasar pokok, yaitu hadis yang menganjurkan puasa Asyura.
.

✅ Adapun menolak adanya peringatan maulid dengan mempersoalkan tanggal kelahiran Nabi shallallahu alaihi wasallam itu lantaran karena dalil pokoknya tidak membolehkan hal itu.
.
※ Dalil pokoknya, adalah;
Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam
.
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
.
Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam perkara kami ini padahal bukan bagian darinya maka amalan yang diada-adakan itu tertolak.”
.
※ Demikian pula sabdanya Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
.
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ علَيْهَا أمرنا فَهُوَ رَدٌّ
.
Siapa yang mengamalkan satu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalan tersebut tertolak.”
.
※ Hari ini, aku mendengar sebuah faidah menakjubkan, yangndisampaikan oleh salah satu (ulama) negeri Syinqith (Chinguetti,Mauritania, mayoritas mereka adalah ahli tafsir dan bermadzhab Maliki, pent.)
.
✅ Dia berkata :

Sesungguhya puasanya Nabî Shallallâhu alayhi wa Salam di hari Senin, dan pemberitahuan beliau bahwa hari Senin itu adalah hari beliau dilahirkan, sejatinya merupakan PERINGATAN (TAHDZIR) NABI terhadap umat beliau terhadap perayaan MAULID NABI…

.
※ Dia lalu menjelaskan sisi argumentasinya sembari mengatakan :

SESUNGGUHYA HARI RAYA (HARI PERINGATAN) itu tidaklah dilakukan dengan berpuasa sedangkan Nabî sendiri berpuasa dan menjadikannya rutinitas padahal beliau sebutkan (hari Senin) itu sebagai hari lahir beliau.

.
INI SEMUA dalam rangka agar umat beliau tidak menjadikan hari kelahiran beliau Shallallâhu alayhi wa Salam sebagai PERAYAAN/PERINGATAN.
.

  • FAKTA

.
12 Rabi’ul Awwal adalah hari wafatnya Baginda Rasulullâh Shallallâhu alayhi wa Salam menurut pendapat mayoritas ulama.
Anda, mau merayakan bid’ah atau tidak, maka itu lembaran hidup anda, silakan isi dengan apa saja yang anda kehendaki…
.
✅ Kewajiban kami hanyalah menyampaikan saja…
Adapun kami, Maka kami berupaya mengambil tuntunan agama kami hanya dari Rasulullâh dan kami tak sudi membuat² bid’ah
.

Anda tidak boleh terus menerus ada dalam kebingungan. Ikutilah sesuatu yang jelas bagi anda bukan hal yang samar. Dan agama kita ini dibangun atas dasar yang jelas. Pembenci perayaan maulid bukan berarti tidak mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam. Justru karena cintanya, maka dirinya tidak ridha jika ajaran beliau yang bersih dan murni ini dinodai dengan apapun.
.
✅ Bagi para penggemar maulid yang menuduh saudaranya yang tidak bermaulid sebagai orang yang tidak cinta Nabi shallahu ‘alaihi wasallam, maka bersabar pulalah dengan orang yang menuduh anda mengadakan bid’ah dalam agama.

.
Demikian
=…

  • ➡ IBNU TAIMIYAH MENGANJURKAN DAN MEMBOLEHKAN MAULID

Ustadz Muhammad Ayyub, Lc
.
➡ Soal
Assalamualaikum,
Bismilah..mohon penjelasan tentang kiriman teman ana yg mengatakan bahwa maulid itu tidak bidah
.____
ﺍﻗﻮﺍﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﺣﺘﻔﺎﻝ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﺍﻟﻨﺒﻮﻱ ﺍﻟﺸﺮﻳﻒ:
١. ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻲ ” ﻓﺘﻌﻈﻴﻢ ﺍﻟﻤﻮﻟﺪ ﻭﺍﺗﺨﺎﺫﻩ ﻣﻮﺳﻤﺎ ﻗﺪ ﻳﻔﻌﻠﻪ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﻜﻮﻥ ﻟﻪ ﻓﻴﻪ ﺍﺟﺮ ﻋﻈﻴﻢ ﻟﺤﺴﻦ ﻗﺼﺪﻩ ﻭﺗﻌﻈﻴﻤﻪ ﻟﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ *(ﺍﻟﺴﻴﺮﺓ ﺍﻟﺤﻠﺒﻴﺔ ﻟﻌﻠﻲ ﺑﻦ ﺑﺮﻫﺎﻥ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺤﻠﺒﻲ ١/٨٣- ٨٤،ﻭﺫﻛﺮﻩ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻗﺘﻀﺎﺀ ﺍﻟﺼﺮﺍﻁﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ)*.
.
“Beberapa perkataan ulama tentang peringatan maulid Nabi yang mulia:
1. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Mengagungkan maulid dan menjadikanya acara musiman sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang maka didalamya akan mendapatkan pahala yang besar karena mempunyai tujuan yang baik dalam rangka membesarkan dan memuliakan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam” (Sirah Al Halabiyah juz 1 hal 83-84, juga disebut dalam kitab Ibn Taimiyah “Iqtidha’ as shiratal mustaqim)
[085230023xxx]
.
➡ Jawab
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Tanggapan kami atas penukilan tulisan Ibnu Taimiyah rahimahullah diatas adalah;
.
※ Bahwa diantara para penggemar dan pendukung maulid, ada yang tidak puas jika tidak menggunakan senjata lawannya untuk membenarkan perbuatan mereka maka dicatutlah tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah untuk keperluan itu (untuk diketahui bahwa selain Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah termasuk diantara diantara deretan ulama yang tidak disukai oleh kebanyakan para penggemar maulid). Namun mereka tidak memikirkan resikonya dibelakang hari bahwa mereka justru akan menjadi bahan tertawaan untuk generasi mendatang. Mari kita simak pendapat Ibnu Taimiyah tentang Maulid:
.
✅ Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
.
وكذلك ما يحدثه بعض الناس إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى عليه السلام وإما محبة للنبي صلى الله عليه و سلم وتعظيما له والله قد يثيبهم على هذه المحبة والاجتهاد لا على البدع من اتخاذ مولد النبي صلى الله عليه و سلم عيدا …
.
Demikian pula apa yang dimunculkan oleh sebagian manusia, apakah dalam rangka menandingi orang-orang Nashara dalam perayaan maulid ‘Isa alaihis salam atau karena didasari kecintaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam serta pengagungan kepadanya. Allah kadang memberikan pahala kepada mereka atas kecintaan dan ijithad ini, bukan atas bid’ah-bid’ah berupa menjadikan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai ‘ied (peringatan) padahal orang-orang belum sepakat kapan (sebenarnya) hari kelahiran beliau..”
.
✅ Komentar kami:
.
✅ Bahwa orang yang tidak miliki ilmu lalu merayakan maulid atas motivasi rasa cintanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam maka terkadang ia mendapatkan pahala atas motivasinya tersebut bukan karena peringatan maulid yang mereka adakan!!
.

“••“•• Lanjut ke Halaman 2 “••“••