Halalkah Nafkahku?
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah-DIMANA RIZKIMU?
https://bit.ly/33CmsF2
SEMUA PERLU ‘MOTOR’
https://bit.ly/2O2F5LY
Panduan Kerja Menurut Islam – Ust. Syahrul Fatwa.lc
https://app.box.com/s/zarh8a6gd18cakxoeh7i0lr3u66ntv1h
Bekerja Bisa Menjadi Syirik – Ustadz Mizan
Qudsyiah, Lc., M.A..webm.
https://app.box.com/s/rr6aojealdfh25zwk9r0pm6c34ylqeup
Yang Haram Saja Susah Apalagi yang Halal – Ustadz Zainal Abidin
https://app.box.com/s/4vabibeub2onxedjb9z4oivlg9y4bp1p
Harta Halal Sebab Kebahagian Harta Hram Sebab Kesengsaraan-Ust.Erwandi Tarmizi
https://app.box.com/s/kgaangngdtk84dnmxiia3dy6ujy39jqt
Halal Haram Bisnis Kontemporer Ustadz Muhammad Abduh
Tuasikal, M.Sc.
SESI 01: https://bit.ly/2kiWsNv
SESI 02: https://bit.ly/2kOvzkT
SESI 03: https://bit.ly/2lPpncC
Ustadz Ammi Nur Baits-HARTA RIBA KONTEMPORER
https://bit.ly/2ZhwrSe (16 mb)
Ilmu Atau Harta – Ustadz Ahmad Bazher.mp3
https://app.box.com/s/ek435lo5vpcdpf7z4h1vgquw7lg2qg49
Kenapa Rezekiku Terpuruk-Ust Zainal Abidin Syamsudin
https://drive.google.com/file/d/11tpiYPqThnmXZjQwsADCrdj_bxo0HKQY/view?usp=drivesdk
Apa Jadinya Jika Meraih Rezeki Haram – Ustadz Ahmad Bazher.mp3
https://app.box.com/s/giik2pcd71niajk9blmz6vgikmjygi78
Amalan Pembuka Pintu Rezeki- Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A. 18Mb
https://app.box.com/s/9s6fsrqvbhn2bpfo1wx8jvvnn8b0w0o7


Nasehat Tentang Rezeki-Ust.Ahmad ZainuddinBag1: Bag2


Memahami Rezeki Allah-Ust.Ahmad Zainuddin


=…
Ebook
Agar Harta Kita Penuh Berkah-Ust Arifin Badri(28Hlm)
https://app.box.com/s/3rbxeg9ubjssszmnp5l73cykoierviey
Halal Haram Makanan-Ust.Abu Ubaidah Yusuf Sidawy(41Hlm)
https://app.box.com/s/d8yfrvinwfc666b1hdx7njos2j6cok6s
Haram dan Haram Makanan
https://www.box.com/s/db3aa399aa0754fcbae6

=…
➡ Halalkah Nafkahku?
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • Halalkah Nafkahku?

Al-Ustadz Ammi Nur Baits ,ST., Bls _hafizhahullaah_
.
‼ Semoga Allaah subhanahu wata’ala memberikan keberkahan dimanapun kita berada
.

  • ➡ *Keutamaan Menuntut Ilmu di Waktu Pagi/Dhuha*

.
✅ Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ
.
Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.”
(HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, 8: 94. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 86 menyatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
.

➡ Keutamaan ini khusus di waktu pagi karena dua sebab;
.
✅ 1. Karena akal dan kesehatan tubuh manusia pada umumnya lebih fresh dan kuat ketika waktu dhuha.
.
✅ 2. Karena waktu ini (dhuha), waktu yang manusia lebih banyak disibukkan untuk perkara dunia, seperti bekerja dan yang lainnya, sehingga waktu ini lebih banyak dilalaikan oleh manusia untuk beribadah.
Sehingga Allaah bersumpah dengan waktu dhuha.
.
※ Sebagai contoh,
dimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan sebuah amalan dimana orang-orang jarang untuk melakukannya.
.
Sebagaimana hadits,
Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
.
Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.”
(HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini ha
san).
.
✅ Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Haram) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkalah manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu.
.
※ Sebagaimana seseorang yang berdzikir di tempat orang-orang yang begitu lalai dari mengingat Allah, seperti ketika di pasar maka dzikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa namun banyak dilupakan oleh manusia.
.
✅ Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ
.
Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (dzikir):
“Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir”

*maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat*
(HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538 dan Ibnu Majah 2235. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/1
52.)
.
Amalan ringan dengan pahala yang besar ini disebabkan karena amalan ini dilakukan ketika banyak orang yang lupa kepada Allah, sehingga apabila orang ini rajin beribadah kepada Allaah menunjukan bahwa ia adalah orang yang rajin beribadah kepada Allaah di tempat manapun.
Sebagaimana para shahabat yang masuk ke dalam pasar untuk mengingatkan orang lain agar tidak luput dari berdzikir.
.
✅ Ibnu Umar melakukan jalan-jalan dipasar tidak untuk belanja, tetapi hanya ingin banyak menyampaikan salam di pasar.
.
وَعَنِ الطُّفَيْلِ بْنِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: أَنَّهُ كَانَ يَأْتِي عَبْدَ اللِه بْنِ عُمَرَ، فَيَغْدُوْ مَعَهُ إِلَى السُّوقِ، قَالَ: فإذَا غَدَوْنَا إِلَى السُّوقِ، لَمْ يَمُرَّ عَبدُ الله عَلَى سَقَّاطٍ وَلاَ صَاحِبِ بَيْعَةٍ، وَلاَ مِسْكِينٍ، وَلاَ أحَدٍ إِلاَّ سَلَّمَ عَلَيْهِ، قَالَ الطُّفَيْلُ: فَجِئْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ يَوْمًا، فَاسْتَتْبَعَنِي إِلَى السُّوقِ، فَقُلْتُ لَهُ: مَا تَصْنَعُ بِالسُّوقِ، وَأَنْتَ لاَ تَقِفُ عَلَى البَيْعِ، وَلاَ تَسْأَلُ عَنِ السِّلَعِ، وَلاَ تَسُومُ بِهَا، وَلاَ تَجْلِسُ في مَجَالِسِ السُّوقِ؟ وَأقُولُ: اجْلِسْ بِنَا هَاهُنَا نَتَحَدَّثُ، فَقَالَ: يَا أَبَا بَطْنٍ – وَكَانَ الطفَيْلُ ذَا بَطْنٍ – إنَّمَا نَغْدُو مِنْ أجْلِ السَّلاَمِ، فَنُسَلِّمُ عَلَى مَنْ لَقِيْنَاهُ. رَوَاهُ مَالِكٌ فِي المُوَطَّأِ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.
.

Dari Ath-Thufail bin Ubayy bin Ka’ab, bahwa suatu ketika ia mendatangi ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, lalu pergi bersamanya ke pasar. Ia bercerita, “Ketika kami pergi ke pasar, tiap kali Abdullah berpapasan dengan pedagang kecil, pedagang besar, orang miskin, kecuali ia mengucapkan salam padanya.” Ath-Thufail berkata, “Aku pun mendatangi Ibnu ‘Umar pada suatu hari lalu ia meminta kepadamu untuk menemaninya ke pasar.” Aku berkata padanya, “Apa yang engkau lakukan di pasar, padahal engkau tidak berjual beli, engkau tidak bertanya-tanya tentang barang, tidak menawar barang pula, tidak pula duduk-duduk di pasar?”
Aku berkata, “Ayo duduk di sini, mari kita berbincang-bincang.” Ia menjawab, “Wahai Abu Bathon—karena Thufail memiliki perut yang tambun–, kita pergi ke pasar hanyalah untuk mengucapkan salam, kita mengucapkan salam kepada siapa saja yang kita jumpai.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’ dengan sanad yang shahih). [HR. Malik, 2:961-962, dengan sanad shahih sebagaimana disetujui oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali]

.
✅ Abu Hurairah pernah datang ke pasar hanya untuk bertakbir (takbir mutlak) pada tanggal 1 dzhulhijjah. Takbir mutlak itu kalimat yang dilakukan tidak terikat waktu dan tempat, lalu ia mengajak orang lain untuk bertakbir kepada Allah di tempat yang umumnya orang lupa kepada Allah.
.
※ Seseorang cinta terhadap majelis ilmu sebagaimana para malaikat mencintai majelis ilmu.
.
Kecintaan seseorang terhadap ilmu itu berbeda-beda, tergantung seberapa jauh ia perhatian terhadap ilmu agama.
Sehingga jika seseorang mencintai Ilmu maka ia akan mencari majelis-majelis ilmu.
Semoga kita semua termasuk ke dalam orang yang demikian.

.
عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ للهِ تَعَالَى مَلائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أهْلَ الذِّكْرِ ، فِإِذَا وَجَدُوا قَوْمَاً يَذْكُرُونَ اللهَ – عَزَّ وَجَلَّ – ، تَنَادَوْا : هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ ، فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِم إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا ، فَيَسْألُهُمْ رَبُّهُمْ – وَهُوَ أعْلَم – : مَا يَقُوْلُ عِبَادِي ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : يُسَبِّحُونَكَ ، ويُكبِّرُونَكَ ، وَيَحْمَدُونَكَ ، ويُمَجِّدُونَكَ ، فَيَقُوْلُ : هَلْ رَأَوْنِي ؟ فَيَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ مَا رَأَوْكَ . فَيَقُوْلُ : كَيْفَ لَوْ رَأوْنِي ؟! قَالَ : يقُولُونَ : لَوْ رَأوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً ، وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيداً ، وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحاً . فَيقُولُ : فَمَاذَا يَسْأَلُونَ ؟ قَالَ : يَقُولُونَ : يَسْألُونَكَ الجَنَّةَ . قَالَ : يَقُوْلُ : وَهَلْ رَأَوْها ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا . قَالَ : يَقُوْلُ : فَكيفَ لَوْ رَأوْهَا ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لَوْ أنَّهُمْ رَأوْهَا كَانُوا أشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصاً ، وَأَشَدَّ لَهَا طَلَباً ، وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً . قَالَ : فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : يَتَعَوَّذُونَ مِنَ النَّارِ ؛ قَالَ : فَيَقُوْلُ : وَهَلْ رَأوْهَا ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ مَا رَأوْهَا . فَيَقُولُ : كَيْفَ لَوْ رَأوْهَا ؟! قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لَوْ رَأوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَاراً ، وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً . قَالَ : فَيَقُوْلُ : فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُم ، قَالَ : يَقُوْلُ مَلَكٌ مِنَ المَلاَئِكَةِ : فِيْهِمْ فُلاَنٌ لَيْسَ مِنْهُمْ ، إنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ ، قَالَ : هُمُ الجُلَسَاءُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ )) . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka menemukan satu kaum yang sedang mengingat Allah, mereka berseru, ‘Marilah kalian menuju kebutuhan kalian.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu para malaikat itu mengelilingi mereka dengan sayap-sayapnya sampai langit dunia.”
.
※ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Kemudian Rabb mereka bertanya kepada mereka,–dan Dia lebih tahu dari mereka–, ‘Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?’ Mereka berkata, ‘Mereka bertasbih memahasucikan-Mu, bertakbir mengagungkan-Mu, bertahmid memuji-Mu, dan memuliakan-Mu.’ Lalu Allah berkata, ‘Apakah mereka melihat-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.’ Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihat-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihat-Mu, pasti mereka sangat bersungguh-sungguh beribadah kepada-Mu, sangat bersungguh-sungguh memuliakan-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.’”
.
✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Allah berkata, ‘Lalu apa yang mereka minta kepada-Ku?’ Mereka menjawab, ‘Mereka meminta surga kepada-Mu.’ Allah berkata, ‘Apakah mereka melihat surga?’ Mereka menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabb, mereka tidak melihatnya.’ Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihatnya?’
Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihatnya, mereka pasti sangat bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya, sangat bersungguh-sungguh untuk memintanya, dan sangat menginginkannya.’”
.
※ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah berkata, ‘Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?’ Mereka menjawab, ‘Dari api neraka.’ Allah berkata, ‘Apakah mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, demi Allah, mereka tidak melihatnya.’ Allah berkata, ‘Bagaimana seandainya mereka melihatnya?’ Mereka menjawab, ‘Seandainya mereka melihatnya, pasti mereka sangat bersungguh-sungguh lari darinya dan sangat takut kepadanya.’”
.
✅ Beliau melanjutkan, “Allah berkata, ‘Maka Aku persaksikan kepada kalian sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka.’ Salah satu malaikat pun berkata, ‘Namun, di antara mereka ada si fulan dan ia bukan bagian dari mereka. Ia datang hanya karena ada keperluan.’ Allah menjawab, ‘Mereka semua adalah teman duduk, dan tidak ada sengsara orang yang duduk bermajelis bersama dengan mereka.’”

(HR. Bukhari, no. 6408 dan Muslim, no. 2689)

.
➡ *Halalkah Nafkahku?*
.
※ Hal ini penting dibahas karena tanggung jawab yang diberikan pada suami ketika akad nikah telah sah maka dia wajib tanggung jawab terhadap seseorang yang berada di bawah keluarganya.
.
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
.
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
(QS. An Nisaa’ ayat : 34)
.

Sehingga seorang suami harus memberikan hal yang halal terhadap keluarganya.
.
✅ Diriwayatkan pada masa Umar bin Khattab ada seorang ayah yang membawa anaknya untuk dihadapkan kepada Amirul Mukminin. Di depan Umar, orang tua itu mengadukan kelakuan putranya yang tak mau menghormati dan durhaka padanya (nakal). “Mohon nasehati dia, wahai Amirul mukminin!” kata orang tua itu.
.
※ Umar lalu menasehati anak lelaki itu agar berbakti kepada orang tuanya dan tidak durhaka kepadanya.” Lalu anak itu berbalik tanya: “Wahai Amirul Mukminin Apa di samping terdapat perintah anak berbakti kepada orang tua, terdapat juga hak anak yg ditunaikan dari orang tuanya?”.
.
‼ Umar bin Khattab menjawab: “Ya, benar ada! Hak anak dari orang tua, dia harus memilihkan ibu yang baik, memberikan nama yang baik, mengajarkan Al-qur’an dan memberikan nafkah yang baik
.
✅ Mendengar penjelasan Amirul Mukminin, anak laki-laki itu membalas: “Wahai Amirul Mukminin, ayah saja tidak memenuhi empat hal ini, dia tidak memcarikan ibu yang baik kepadaku, karena ibuku adalah seorang mantan majusi yang tidak memiliki landasan ilmu agama yang baik, dia tidak memberikan nama yang baik kepadaku dia juga tidak mengajarkan al-qur’an kepadaku, dia tidak memberi nafkah yang baik kepada
ku.
.
Seketika itu Umar bin Khattab mengatakan kepada orang tua itu sambil berkata: “Apakah kamu mau mengadukan kedurhakaan anakmu sedangkan kamu sendiri telah durhaka kepada anakmu sebelum dia lahir?”
.
✅ Oleh sebab itu anak durhaka bisa jadi karena orang tuaNya tidak hati-hati dalam mencari nafkah, daging tumbuh dari sumber nafkah kita, jika sumbernya buruk maka pengaruhnya bisa terkena pada keluarga kita.
.
‼ Sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kepada kita sebuah hadits yang sangat penting.
.
✅ Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».
.
Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’(QS. Al-Mu’minun : 51). Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?”
(HR. Muslim no. 1015)
.

※ Para Ulama mengatakan orang ini telah melakukan sebab melakukan mustajab do’a.
.
➡ *1. Dia seorang musafir*
.

Ketika Umar bin Khattab radhiyallahu anhu meminta izin kepada Rasulullah untuk menunaikan ibadah umrah, tidak lupa Rasulullah menitipkan pesan berupa doa kepada Umar, “Wahai Umar jangan lupa untuk sertakan kami dalam doa-doa kebaikan”
(HR Tirmizi).

.
➡ *2. Dalam kondisi serba kekurangan*
.
✅ “Rambutnya kusut acak-acakan dan berdebu”, seolah-olah dia tidak memperhatikan kondisi dirinya sendiri dan sangat membutuhkan serta ketergantungan kepada Allah.
.
※ Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada sore hari ketika hari Arafah, membanggakan orang-orang yang wukuf di Arafah di depan malaikat.
Allah Ta’ala berkata,
.
أتوني شعثا غبرا ضاحين من كل فج عميق
.
Mereka mendatangiku dalam keadaan kusut, berdebu, berjalan dari semua tempat yang jauh.

.
‼ Kondisi lusuh menandakan bahwa dia adalah fakir di hadapan Allah.
.
✅ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
.
Hai manusia, kalian semua faqir dihadapan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.”
(QS. Fatir ayat :15)
.

※ Allah pun membanggakan mereka yang sedang wukuf di Arafah karena mereka dalam kondisi yang serba keterbatasan.
.
✅ Dengan Suasana keterbatasan sehingga menunjukkan butuhnya kepada Allah dan semakin bersungguh-sungguh maka semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan, dan dalam berdo’a pun dengan menghadirkan kesungguhan hati (tidak kosong di dalam hatinya).
.
‼ Dalil bahwa do’a dengan hati yang lalai sebab sulit terkabulkannya do’a,
.
✅ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
.
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
.
Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah *bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”*
(HR. Tirmidzi no. 3479, dari Abu Hurairah
)
.

➡ *3. Mengangkat kedua tangannya*
.
✅ Terdapat sebuah hadits,
.
إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي من عبده إِذَا رَفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا
.
Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Allah Ta’ala malu kepada hamba-Nya yang mengangkat dua tangannya kepada-Nya, namun kembali dalam keadaan kosong (yaitu, tidak dikabulkan).”
(HR. Tirmidzi no. 3556, Abu Dawud no. 1488, Ibnu Majah no. 3865)

.
※ Allaah maha malu apabila seorang hambanya meminta dengan mengangkat tangannya namun tidak ia beri, dan jika hamba meminta namun Allaah beri maka tidak akan mengurangi kekayaan sedikitpun, karena ia maha kaya.
.
➡ *4. Memuji dengan Asma dan Sifatnya*
“Ya Rabku ya Rabbku

.
✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟
.
Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”
.
※ Sebab-sebab pengkabulan doa ini tidaklah berfaedah sedikit pun ketika makanannya haram, pakaiannya haram dan dia pun tumbuh dari barang haram.
.
✅ *Apa yang dilakukan keluarga apabila Suami mendapatkan harta yang haram
?*
.
Haram ada 2 jenis,
.
※ Haram secara zat dan haram secara mendapatkannya.
.
➡ 1. Haram secara Zat
.

Seperti daging babi khamar, bangkai, benda ini pergi kemanapun statusnya akan tetap haram.
.

※ Contoh :
.
1 kg daging babi diblender 1 kg daging sapi, lalu dia ambil 1 kg dan 1 kg di tinggalkan.
Maka ini haram, karena tercampur secara sempurna berdasarkan zatny
a.
.
➡ 2. Cara mendapatkan nya.
.

Zatnya suci (halal) namun cara mendapatkannya haram, ini bisa halal ketika ada kondisi tertentu.
.
※ Contoh :
Ada orang yang memiliki uang 1 juta pecahan uang haram 100ribu (10 lembar), lalu di campur dengan uang halal 1 juta pecahan 100 ribu (10 lembar).
.
‼ Lalu dia ambil 100 ribu, apakah halal?
.
※ Maka halal, karena kita tidak melihat asalnya, kita melihat nominalnya, apabila kita ambil nominal di bawah 1 juta maka halal, dan bila mengambil di atas 1 juta maka haram, karena nominal uang halal yang ia simpan yaitu 1 juta.

.

••__••__ Lanjut ke Halaman 2 ••__••__