Mengapa Ahli Neraka Kebanyakan Wanita? Bukankah Dosa Wanita Ditanggung Suami?
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Kebanyakan Penghuni Neraka Adalah ParaWanita-Ust.Abu Haidar As Sundawy

*Memahami Hadits Wanita MayoritasPenghuni Neraka* Ust. Sholahudin, Lc., MA.Hum.,

Wanita Durhaka (Ustadz Ahmad Zainuddin,Lc.)

Taati Suamimu, Surga Bagimu-Ust.Badrusalam

Mentaati Suami dan Keharaman Mendurhakainya Ustadz Ahmad Zainuddin,Lc.

Kemuliaan Wanita Dalam Islam-Ustadz Ahmad Zainuddin,Lc.

Menjadi Muslimah Shalihah (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)


Jangan Remehkan Dosa-Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 17Mb
https://app.box.com/s/0mjrmkhskmstr1j29ldhb6zb82m561tu
*”Wanita-Wanita Akhir Zaman”-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah*
https://drive.google.com/file/d/1eRyQPCqpKz_frSBWLeBwJ6R4Qhy0JxFr/view?usp=drivesdk
*”Perisai Kemuliaan Wanita Shalihah”*
*Ustadz Ilham Ar-Rahawy hafizhahullah*
https://drive.google.com/file/d/1vUw8qEP2uLsuymJ_hLTGaJHfRJk3B79L/view?usp=drivesdk
.==
Ebook
Hukum Hukum Wanita Muslimah-54Hlm

Klik untuk mengakses indonesian-38.pdf


Kepada Ukhti AlMuslimah-40Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-59.pdf
Nasehat Untuk Wanita Pekerja-49Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-28.pdf
Wanita Muslimah Berdandan dan Bersolek Menurut BimbinganIslam-33Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-27.pdf
Nasehat Untuk Muslimat-Syaikh Abdul Azin Bin Abdullah Al Muqbil 63Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-72.pdf
Fikih Muslimah 363Halaman
https://app.box.com/s/43zyp242n5vn4hb9p8puzopos16k0vmu
Sentuhan Nilai Fikih Untuk Wanita Beriman-Shalih Bin Fauzan Al Fauzan

Klik untuk mengakses ShalihBinFauzanAlFauzan-Sentuhan-nilai-fiqih-untuk-wanita-beriman.pdf


Menjadi Bidadari Cantik Ala Islam- Ummu Ahmad Rifqi 66Halaman
https://app.box.com/s/8n22xjuw5e9rxug00tquq7ww1a18vx7e
=…

  • Mengapa Ahli Neraka Kebanyakan Wanita? Bukankah Dosa Wanita Ditanggung Suami?

.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
.
Mengapa Ahli Neraka Kebanyakan Wanita? Bukankah Dosa Wanita Ditanggung Suami?
.
‼ Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati dan tidak sombong berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang mengapa ahli atau penghuni neraka kebanyakan wanita dan bukankah dosa wanita ditanggung suami?
selamat membaca.
.
✅ Pertanyaan :
.
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
.
‼ Ustadz, Saya izin bertanya.

Dikatakan dalam hadits bahwa sebagian besar dari penghuni neraka adalah perempuan atau wanita.
‼ Bukankah Jika perempuan sebelum menikah dosanya ditanggung oleh ayah dan saudara laki laki nya dan setelah menikah dosanya ditanggung suam
inya?
.
‼ Lalu kenapa kebanyakan dari kaum perempuan adalah penghuni neraka?
.
شكرا
.
(Ditanyakan oleh Fulanah, SAHABAT BiAS T 04, G-24)
.
✅ Jawaban :
.
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
.
بِسْـمِ اللّهِ
.
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.
Ayyuhal akhwat baarakallah fikunna.
.

  • Wajib Menjaga Diri & Keluarga dari Api Neraka

.
✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
(QS. at-Tahrîm/66: 6).

.
‼ Berdasarkan ayat ini maka menjadi tanggung jawab seorang ayah atau suami sebagai kepala rumah tangga untuk mendidik dan mengajari anggota keluarga (masuk di dalamnya perempuan) dalam masalah agama yang seorang muslim atau muslimah tidak boleh ‘tidak tahu’ tentangnya, karena merupakan kewajibannya sebagai seorang hamba yang diciptakan di dunia ini terhadap Rabb nya.
.

  • Apakah Benar Dosa Wanita Ditanggung Ayah dan Suaminya?

.
✅ Kami belum mendapatkan dalil khusus tanggungjawab (kewajiban) saudara laki-laki kepada saudarinya dalam masalah seperti ini melainkan sebuah keutamaan yang mulia (tidak sampai pada posisi sebuah kewajiban).
wallahu Ta’ala A’lam.
.
‼ Dan juga bagi setiap insan  (pria maupun wanita), jika telah mencapai usia baligh (usia taklif/terkena beban syariat) maka masing-masing bertanggungjawab terhadap perbuatannnya sendiri, tanggung jawab seorang kepala rumah tangga adalah persoalan lain, ini berkenaan dengan amalan personal (individu).
.
✅ Kaidah secara umum yang disebutkan Allah dalam al-Quran,
.
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺰِﺭُ ﻭَﺍﺯِﺭَﺓٌ ﻭِﺯْﺭَ ﺃُﺧْﺮَﻯ
.

Seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.

‼ Pernyataan ini Allah sebutkan 4 kali dalam al-Quran, di surat al-An’am: 164, al-Isra: 15, Fathir: 18, dan az-Zumar: 7. Karena setiap jiwa menanggung amalnya sendiri-sendiri.
.
✅ Allah berfirman,
.
ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺴَﺒَﺖْ ﺭَﻫِﻴﻨَﺔٌ
.
Setiap jiwa tergadaikan dengan amalnya.” (QS. al-.Muddatsir: 38).
.

‼ Termasuk maksiat yang dilakukan seseorang, dia sendiri yang akan menanggungnya. Bukan orang lain.

.
✅ Allah Ta’ala berfirman;
.
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ 
.
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”
(QS. An Najm: 39)

.
‼ Ayat di atas menjelaskan bahwa seseorang tidak dihukum karena dosa orang lain, dan dosa seseorang tidak dipikul oleh orang lain. Seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali apa yang diusahakannya untuk dirinya sesuai kesanggupannya.
.

  • Mendapat Cipratan Dosa

.
Hanya saja, bisa saja orang mendapatkan cipratan dosa, karena maksiat yang dilakukan orang lain. Dan itu terjadi karena beberapa sebab. Diantaranya,
.
Membiarkan kemunkaran terjadi di tengah Kluarganya, padahal dia mampu mengingatkannya
.
‼ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kita untuk mengingkari kemungkaran yang ada di hadapan kita. Baik dengan tangan, lisan, atau minimal hatinya membenci.
.
✅ Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﻯ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣُﻨْﻜَﺮًﺍ ﻓَﻠْﻴُﻐَﻴِّﺮْﻩُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ،ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﺒِﻠِﺴَﺎﻧِﻪِ ، ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﺒِﻘَﻠْﺒِﻪِ ، ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺿْﻌَﻒُ ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥِ
.
Siapa yang melihat kemungkaran hendaklah meluruskannya dengan tangannya, maka jika tidak sanggup (hendaklah meluruskan) dengan lisannya, jika tidak sanggup (hendaklah dia meluruskan) dengan hatinya dan ini adalah iman yang paling lemah.” (HR. Muslim 49).
.
‼ Bagian dari pengingkaran terhadap kemungkaran itu adalah menjauhinya dan tidak bergabung dengan pelaku kemungkaran. Allah ingatkan para hamba-Nya untuk tidak kumpul dengan orang munafiq,
.
ﻭَﻗَﺪْ ﻧَﺰَّﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﺃَﻥْ ﺇِﺫَﺍﺳَﻤِﻌْﺘُﻢْ ﺁَﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﻜْﻔَﺮُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻳُﺴْﺘَﻬْﺰَﺃُﺑِﻬَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻘْﻌُﺪُﻭﺍ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺨُﻮﺿُﻮﺍ
ﻓِﻲ ﺣَﺪِﻳﺚٍ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺇِﺫًﺍ ﻣِﺜْﻠُﻬُﻢْ
.
Sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sungguh (jika kalian tidak menyingkir), berarti kalian serupa dengan mereka.” (QS. an-Nisa: 140)
.
‼ Allah sebut, orang yang ikut nimbrung bersama orang kafir atau orang munafiq dalam melakukan kekufuran dengan “jika kalian tidak menyingkir, berarti kalian serupa dengan
mereka.”
.
✅ Al-Qurthubi mengatakan: Ayat ini menunjukkan wajibnya menjauhi pelaku maksiat ketika mereka menampakkan kemungkaran. Karena orang yang tidak menjauhi kemungkaran mereka, berarti ridha dengan perbuatan mereka. Dan ridha dengan perbuatan kekufuran adalah kekufuran. Allah menegaskan, “Berarti kalian seperti mereka.” Sehingga semua yang duduk bersama di majlis maksiat, dan tidak menghingkarinya, maka dosa mereka sama. (Tafsir al-Qurthubi, 5/418).
.
Ketika suami sebagai kepala rumah tangga, membiarkan istrinya atau putrinya bermaksiat, menampakkan aurat, maka kepala keluarga turut mendapatkan dosanya. Karena berarti
dia menyetujui kemaksiatan yang dilakukan keluarganya..N
abi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan memberikan.ancaman keras bagi suami semacam ini, dan beliau sebut Dengan gelar dayuts (lelaki tanpa cmburu).
.
✅ Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma ,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻳَﻮْﻡَﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ: ﺍﻟْﻌَﺎﻕُّ ﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻪِ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُﺍﻟْﻤُﺘَﺮَﺟِّﻠَﺔُ، ﻭَﺍﻟﺪَّﻳُّﻮﺙُ
.

Ada tiga orang yang tidak akan Allah lihat pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya lelaki, dan dayuts.
(HR. Ahmad 6180, Nasai 2562, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
.

✅ Mengenai pengertian dayuts, dalam kamus al-Misbah dinyatakan,
.
ﺃﻥ ﺍﻟﺪﻳﻮﺙ ﻫﻮ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻏﻴﺮﺓ ﻟﻪ
ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻠﻪ
.

Dayuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya
. (al-Mishbah al-Munir, madah: da – ya –tsa).
.
‼ Berbeda ketika suami telah mengingatkan istrinya atau.putrinya untuk meninggalkan yang terlarang, sudah diberi peringatan, bahkan ancaman dan hukuman, namun mereka tetap melanggar, dan suami tidak bisa mengambil tindakan apapun, maka suami tidak menanggung dosa mereka.
.
‼ Sebagaimana ini yang terjadi pada Nabi Nuh dan Nabi Luth. Istri kedua orang soleh ini mengkhianati suaminya. Mereka turut dihukum oleh Allah, setelah Allah menyelamatkan kedua nabi-Nya – alaihis shalatu was salam –
.

  • Mengapa Kebanyakan Ahli / Penghuni Neraka Adalah Wanita ?

.
Adapun kenapa kebanyakan dari kaum perempuan adalah penghuni neraka?
Karena kebanyakan dosa yang mereka (para wanita) lakukan adalah kurang bersyukur terhadap pemberian dan kebaikan-kebaikan suami
. Inilah dosa besar itu  yang menyebabkan pelakunya menghuni neraka.
.
✅ Dari Sahabat yang mulia Imran bin Husain radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء
.
Aku diperlihatkan di surga, Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir.
Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.”

(HR. Bukhari, no. 3241 dan Muslim, no. 2737)

.
✅ Adapun sebabnya, maka Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wasallam ditanya juga tentang hal itu, lalu beliau menjelaskan dalam riwayat lain, dari sahabat yang mulia  ‘Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, dia berkata, :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟
قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ
قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟
قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
.
‼ “Aku diperlihatkan neraka. Aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.
Mereka bertanya, ‘Kenapa bisa seperti itu wahai Rasulullah?’
Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.’
Lalu ada yang berkata, ‘Apakah karena mereka kufur kepada Allah?’
‼ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap pasangannya (suaminya), maksudnya adalah mengingkari kebaikannya.
Jika engkau berbuat baik kepada istrimu sepanjang tahun, kemudian ia melihat sedikit engkau tidak berbuat baik padanya sekali saja, pasti ia akan mengatakan, ‘Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun padamu.”

(HR. Bukhari, no. 1052).
.

‼ Semoga Allah Ta’ala memberikan Taufiq ‘ketaqwaan’ kepada semuanya.
Wallahu Ta’ala A’lam.
.
Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.
Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq_*
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_