Hijrah yang Hakiki dan Yakin Akan Datangnya Kematian
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••


Kematian yang Menyadarkan-Ust.Ahmad Zainuddin


Rintangan Setelah Kematian-Ust.Ahmad Zainuddin


Rintangan Setelah Kematian-Ust.Syafiq Basalamah


Kehidupan Setelah Kematian-Ust Abdullah Zaen


Kehidupan Setelah Kematian-Ust Abdurrahman Thayyib


Dahsyatnya Kehidupan Setelah Kematian-Ust.Mizan Qudsiyah


Kita meninggal menunggu hari kematian-Ust.Syafiq Basalamah


Hanya Kematian Tempat Istirahat-Ust.Syafiq Basalamah


Kematian Tidak Bisa Dihindari-Ust.Khalid Basalamah


Mari Kita Siapkan Kematian-Ust.Khalid Basalamah


=…
*”Kemana Engkau BERHIJRAH”**Ust. Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy* _hafizhahullah_
https://drive.google.com/file/d/1o-gX7bk9oTfR32_OXrz0Evg63Nack5Cl/view?usp=drivesdk
_Perbaiki Niat Hijrahmu_Ust.Jauhary
https://drive.google.com/file/
d/1lgtYvck3ycoWgKlHDhI_nS_I4EAspu5y/view
Ujian Setelah Hijrah – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah
https://app.box.com/s/ncoeg72kq8a4d1xh35t904ks0iaztnyd
Mengajak Teman Untuk Hijrah – Ustadz Abuz Zubair
https://app.box.com/s/qh3aymy7up8p8kvy7zpbcyci5yhxw546
Rame – Rame Pada Hijrah – Ust. Nizar Saad
Jabal 13Mb
https://app.box.com/s/7r9cb96hnrxc153sqfhyfbv26r2rhffc
Hakikat Hijrah-Ustadz Sofyan Chalid Ruray
https://app.box.com/s/6zyi8ewran6qzu82r4shequt36jcrfdr
Hijrah Itu Kepada Sunnah-Ustadz Sofyan Chalid Ruray
https://app.box.com/s/b9dfpox86j65u61l8l2nxk3bj55fm5ch
Setengah Hijrah Setengah Sunnah – Ustadz Muflih Safitra,M.Sc.webm
https://app.box.com/s/6tz41sfaosy14hons5w4fjdassgp6mtc
Inilah Hijrah Yang Sebenarnya-Ustadz Nizar Sa’ad Jabal, LcM.Pd.webm.
https://app.box.com/s/4nvg8tzbnspvu5pssomrp7abrf80hnvd
Untuk Yang Baru Hijrah, Pelajarilah Ilmu Ini! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 13Mb
https://app.box.com/s/cix9pdvqxu66zjs4kb727w8hzdt2jikb
Cara Hijrah dan Istiqomah: Menjadi Muslim yang Lebih Baik – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.15Mb
https://app.box.com/s/x1zhszrcbyehwfqzo8f47yr8v0nxyaot
HIJRAH SETENGAH HATI-Ust Harist Abu Naufal
https://bit.ly/2ylnzes (23 mb)
Hijrah yang Hakiki-Ust.Farhan abu Furaihan.webm
https://app.box.com/s/j87b9hobf6t6vms2maignn53yckwaazy
Hijrah Bukan Sekedar Trend-Ust Mufy Hanif Tholib.webm
https://app.box.com/s/mmfhb6djmpv9ckodmxcduftcp431cf6i
Agar Jalan Hijrahmu Tidak Kembali Ke Belakang-Ust.Abu Asma Andre
=…
Ebook
Hijrah
https://archive.org/download/hijrahistiqamah/Hijrah%20Istiqamah.pdf
Ayo Kita Hijrah
https://drive.google.com/file/d/1kcVeOOQ0Jjo8EUeWEJ5uYRT58g4KoX2v/view?usp=drivesdk
Langkah Untuk Hijrah
https://drive.google.com/file/d/1eHSE36h4aDrkQfyaEVevVSW6EFvjUbMd/view
Kedahsyatan Setelah Kematian
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2019/03/165.-kedahsyatan-setelah-kematian-isi.pdf
Ada Apa Setelah Kematian – Asy SyaikhMuhammad bin Shalih Al Utsaimin
https://archive.org/download/BukuIslamiVol.5/003.AdaApaSetelahKematian-Asy-syaikhMuhammadBinShalihAlUtsaimin.pdf
Misteri Setelah Kematian-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI 33Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2015/01/98-misteri-setelah-kematian.pdf
Sebelum Datangnya Penyesalan Yaitu Kematian-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI 25Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2016/08/141-sebelum-datangnya-penyesalan-pdf.pdf

.==
➡ Hijrah yang Hakiki dan Yakin Akan Kematian
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • Yakin akan datangnya kematian

.
✅ Kematian adalah keyakinan yang pasti akan kedatangannya.
.
※ Allah telah menyebutkan makna kematian dengan yakin. Allah berfirman,
.
وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ یَأۡتِیَكَ ٱلۡیَقِینُ
.
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”[Al-Hijr: 99]
.
‼ Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,

Menurut Imam Bukhory dari Salim bin Abdillah, yang dimaksud dengan hal yang diyakini ialah maut atau aj
al.
.
※ Sebagai dalilnya ialah firman Ailah dalam ayat lain ketika menceritakan perihal ahli neraka. Disebutkan bahwa mereka mengatakan:
.
{لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ}
.

Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.
(Al-Muddatstsir: 43-47)

.
✅ Di dalam hadis sahih melalui hadis Az-Zuhri, dari Kharijah ibnu Zaid ibnu Sabit, dari Ummul Ala (seorang wanita dari kalangan Ansar) disebutkan:
.
‼ bahwa ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم masuk ke tempat Usman ibnu Maz’un yang telah wafat, lalu Ummul Ala berkata, “Semoga rahmat Allah terlimpahkan kepadamu, hai Abus Sa’ib (nama julukan Usman ibnu Maz’un). Kesaksianku terhadapmu menyatakan bahwa sesungguhnya Allah telah memuliakanmu.”
.
※ Maka Rasulullah bersabda, “Apakah yang membuatmu mengetahui bahwa Allah telah memuliakannya?”
Ummul Ala berkata, “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, wahai Rasulullah. Maka siapa lagikah yang mau memberikan kesaksian (untuknya)?”
.
※ Rasulullah bersabda:
.
أَمَّا هُوَ فَقَدْ جَاءَهُ الْيَقِينُ، وَإِنِّي لَأَرْجُو لَهُ الْخَيْرَ
.

Adapun dia, sesungguhnya dia telah kedatangan hal yang meyakinkan (yakni kematian), dan sesungguhnya saya benar-benar memohon kebaikan (untuknya).

.
✅ Dari makna ayat ini disimpulkan bahwa ibadah seperti salat dan lain-lainnya diwajibkan kepada manusia selagi akalnya sehat dan normal, maka ia mengerjakan salatnya sesuai dengan kondisinya, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
.
“صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْب”
.

Salatlah sambil berdiri; dan jika kamu tidak mampu (berdiri), maka (salatlah) dengan duduk. Dan jika kamu tidak mampu (duduk), maka (salatlah) dengan berbaring pada lambung
.”(HR Bukhory)
.

※ Keterangan ini dapat dijadikan dalil yang menyalahkan pendapat sebagian orang-orang ateis atau sufy yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan al-yaqin dalam ayat ini ialah makrifat. Untuk itu, mereka mengatakan bahwa bilamana seseorang dari mereka telah sampai kepada tingkatan makrifat, maka gugurlah taklif atau kewajiban mengerjakan ibadah.
.
✅ Hal ini jelas merupakan kekufuran, kesesatan, dan kebodohan; karena sesung­guhnya para nabi dan para sahabatnya adalah orang yang paling makrifat kepada Allah dan paling mengetahui tentang hak-hak Allah serta sifat-sifat-Nya dan pengagungan yang berhak diperoleh-Nya. Akan tetapi, sekalipun demikian mereka adalah orang yang paling banyak mengerjakan ibadah dan paling mengekalkan perbuatan-perbuatan kebaikan sampai ajal menjemput mere
ka.
.
‼ Sesungguhnya makna yang dimaksud dengan istilah al-yaqin dalam ayat ini ialah kematian, seperti yang telah dijelaskan di atas. Akhirnya kami panjatkan puja dan puji kepada Allah atas hidayah yang telah diberikan-Nya, dan hanya kepada-Nyalah memohon pertolongan dan bertawakal. Dialah yang berhak mewafatkan kita dalam keadaan yang paling baik dan paling sempurna, dan sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.
(Tafsir Ibnu Katsir)
.
※ Namun sayang, sekalipun keyakinan akan datangnya kematian hampir tidak ada yang meragukannya, tetapi ternyata justru manusia paling sedikit menyiapkan diri untuk menyambut kedatangannya.
.
✅ Sebagaimana ungkapan Amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz رحمه الله berikut ini.
.
قال عمر بن عبد العزيز رحمه الله:
ما رأيت يقينًا أشبه بالشك من يقين الناس بالموت ثم لا يستعدون له.
(تفسير القرطبي 10/59)
.

Berkata Umar bin Abdil Aziz رحمه الله,
Aku belum pernah menyaksikan sebuah keyakinan yang diserupakan dengan keraguan, dibandingkan keyakinan manusia dengan datangnya kematian namun dia tidak mempersiapkan untuk itu.
(Tafsir Al-Qurtuby, 10/59)
Wallahu a’lam

=…

  • Hijrah jalan menuju luasnya bumi dan lapangnya rezeki

.
※ Allah berfirman,
.
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا.
.
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(An-Nisa: 100)
.

※ Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, diterangkan,
.
100. وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللهِ
.
※ (Barangsiapa berhijrah di jalan Allah)
Dikatakan berhijrah di jalan Allah apabila dengan tujuan yang benar dan niat yang lurus, tanpa ada tendensi sedikitpun untuk mendapatkan hal-hal keduniaan. Dalam sebuah hadist disebutkan: “Barangsiapa berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu untuk Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa berhijrah demi dunia yang ingin ia dapatkan atau wanita untuk ia nikahi maka hijrahnya itu sesuai dengan apa yang ia niatkan.
.

يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا
.
※ (niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas)
Tempat untuk ia tinggal meski kaum yang ia tinggalkan itu tidak rela dan meresa diremehkan.
.
وَسَعَةً ۚ
.
※ (dan rezeki yang banyak)
Yakni keluasan rezeki dan tempat tinggal.
.

ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ
.
※ (kemudian kematian menimpanya)
Yakni meninggal sebelum sampai pada tempat yang ia tuju untuk berhijrah.
.
فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ
.
※ (maka sungguh telah tetap pahalanya)
Yakni pahala hijrah secara sempurna meskipun ia belum sampai di negeri hijrah.
.
عَلَى اللهِ ۗ
.
※ ( di sisi Allah)
Yakni pahala itu telah ditetapkan untuknya disisi-Nya dan tidak akan terlupakan.
.


Dari Ibnu Abbas ia berkata: Dhamrah bin Jundub pergi dari rumahnya untuk berhijrah dan ia berkata kepada kaumnya: bawalah aku dan keluarkanlah aku dari negeri syirik ini menuju Rasulullah, namun ia meninggal diperjalanan sebelum ia sampai kepada Rasulullah; maka turunlah ayat ini.
.
※ Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله،
✅ Firman Allah :
.
وَمَنْ يُهاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُراغَماً كَثِيراً وَسَعَةً
.

Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak
. (An-Nisa: 100)

.
✅ Ayat ini menganjurkan untuk berhijrah dan memberikan semangat untuk memisahkan diri dari orang-orang musyrik, bahwa ke mana pun orang mukmin pergi, niscaya ia dapat menemui tempat berlindung dan penghidupan yang menaunginya.
.
الْمُرَاغَمُ
.

adalah bentuk masdar. Orang-orang Arab mengatakan,
.
” رَاغَمَ فُلَانُ قَوْمَهُ مُرَاغَمًا وَمُرَاغَمَةً ,”
.
‼ artinya si Fulan benar-benar dapat memberikan perlindungan yang kuat kepada kaumnya.

.
✅ Semakna dengan pengertian ini perkataan An-Nabigah ibnu Ja’dah dalam salah satu bait syairnya:
.
كَطَوْدٍ يُلَاذُ بِأَرْكَانِهِ … عَزِيزُ الْمُرَاغَمِ وَالْمَهْرَبِ
.

seperti pasak yang dipancangkan pada tiang-tiangnya, dia adalah orang yang perkasa benteng dan perlindungannya.
.
※ Ibnu Abbas mengatakan bahwa al-muragam ialah berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Hal yang sama dikatakan pula oleh riwayat yang bersumber dari Ad-Dahhak, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Sauri.
.

※ Mujahid mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: tempat hijrah yang banyak. (An-Nisa: 100)
Yaitu tempat untuk menyingkir dari hal-hal yang tidak disukai.
.
※ Sufyan ibnu Uyaynah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: tempat hijrah yang luas. (An-Nisa: 100)
Yakni benteng-benteng perlindungan.
.
✅ Makna lahiriah muragam, hanya Allah yang lebih mengetahui, ialah tempat yang kokoh untuk menyelamatkan diri dan membuat musuh-musuh tidak dapat berkutik.
***
※ Firman Allah :
.
{وَسَعَةً}
.

dan rezeki yang banyak
. (An-Nisa: 100)
Yaitu rezeki yang berlimpah.
.
‼ Banyak ulama —antara lain ialah Qatadah— mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. (An-Nisa: 100) yang menyelamatkannya dari kesesatan menuju jalan hidayah, dan menyelamatkannya dari kemiskinan kepada kecukupan.
(Tafsir Ibnu Katsir)

.
※ Hijrah itu merupakan bagian pokok dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan berlaku sampai hari kiamat.
.
※ Rasululloh صلى الله عليه وسلم bersabda;
.
لاَ تَنْقَطِعُ الْهِجْرَةُ حَتىَّ تَنْقَطِعُ التَّوْبَةُ، وَلاَ تَنْقَطِعُ التَّوْبَةُ حَتىَّ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
.
Hijrah tidak akan terhenti hingga terputusnya pintu taubat dan pintu taubat tidak pernah tertutup hingga matahari terbit dari arah barat.” (HR. Abu Dawud, 2479 dishahihkan Al-Albani)
.
Hijrah adalah perpindahan dari negeri kesyirikan menuju negeri Islam. Hijrah ini hendaknya dilakukan untuk mencari ridho Allah dan mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hijrah juga bisa dilakukan manusia untuk tujuan duniawi. Bisa juga karena ingin menikahi seseorang. Hijrah yang seperti ini tidak akan mendatangkan pahala. Hijrah yang mendatangkan pahala dan merupakan amal yang shalih adalah hijrah dari negeri kekafiran menuju negeri Islam. Agar seseorang bisa mengikhlaskan agamanya hanya untuk Allah dan untuk mewujudkan pengikutan dia kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mulia.
.
✅ Syariat hijrah merupakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah atas umat ini.
Yaitu berpindah dari negeri kesyirikan kepada negeri Islam. Syariat ini akan terus berlaku sampai hari kiamat. Kesimpulan ini tidak bertentangan dengan hadits Nabi yang mengatakan,
.
لا هجرة بعد الفتح
.
tidak ada hijrah lagi setelah fathu Makkah”. Tidak ada pertentangan sama sekali dari kedua perkataan ini. Hal ini dikarenakan bahwa hijrah dari negeri kesyirikan secara umum menuju ke negeri Islam masih tetap ada hingga hari kiamat. Dan keberadaan seseorang di negeri kekafiran dan kesyirikan akan merusak agamanya, keturunannya dan keluarganya.
(Syarh Al-Utsul Ats-Tsalatsah)
.
‼ Dan didalam syariat hijrah terdapat kebaikan dan keselamatan selama-lamanya.
Wallahu a’lam
Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.
Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq_*
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_