Hukum Meniru Kaum Kuffar, Macam-Macam Dan Dampaknya
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Ustadz Zainal Abidin Lc-10 Ajaran Ahli Kitab Yang Ditiru Umat Islam 9Mb
https://app.box.com/s/13ey7w7sycxqczeb4c6cuusga1a3t880
Ustadz Abdurrahman Al Atsary – – Renungan Kondisi Negeri Yang Tertindas
https://app.box.com/s/j3d67xs4drtauilqew7f0x4857jr282g
Suami Bekerja di Negeri Kafir – Ust. Dr. Firanda Andirja, MA
https://app.box.com/s/1glvu5058g82vtqfj2jay501u8elx2nn
Dianjurkan Untuk Membuat Orang Kafir Marah & Jengkel -Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah.mp3
https://app.box.com/s/ej4wqfd2xcfwnxq1mijnf2hrvelt0z73
Bahaya Kaum Munafikun-Ust Abdurrahman Thayyib.webm
https://app.box.com/s/5wciyf1t0qxa1l9b13wc9r06885hfxis
Haruskah Kita Membenci Orang Kafir _ – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA.m4a
https://app.box.com/s/50lg5r4iurqzdhoeip2j5gjgj08omiul
Bentuk Konsekuensi Berlepas Diri Dari Orang Kafir-Ust.Abu Hanifah Yasin
https://app.box.com/s/ned4oit5dmbg6fxs9kt9iibs9nba370n
Jenazah Muslim Tidak Boleh di Kubur di Negeri Orang Kafir – Ustadz Harits Abu Naufal
https://app.box.com/s/h20uuxbtxsjuxpvx1fzpibfjczrq3pv
Hukum Tidak Mengkafirkan Orang Kafir-Ust.Abu Hanifah
https://app.box.com/s/duflwro30gvnkjaxdp18hlmrtgzrgb2k
Sifat Orang Kafir-Ust.Farhan Abu Furaihan
https://app.box.com/s/uqsei8848o9ju6syxegkjmj99hy6eslr
10 Macam Kesyirikan dan Kekafiran yang Banyak Terjadi – Ust Sofyan Chalid Ruray7Mb
https://app.box.com/s/smrmunzgtguyr8ekxnlncpr911hmqd35
Sebab Kafirnya Manusia – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 16.9Mb
https://app.box.com/s/93mg5g8fsr5fa666r4l8i0qddxt108
pa
=…
Ebook

Kedangkalan Pemahaman Orang Kafir(169hlm)

Sebab Sebab Kemunduran dan Kelemahan Kaum Muslimin

Kelemahan Kaum Muslimin Di Mata Musuh-Al Imam Ibnu Baz

Kerugian Dunia Karena Kemunduran Umat Islam [ Abul Hasan Ali Al Hasany An Nadwy]

=…
➡ Hukum Meniru Kaum Kuffar, Macam-Macam Dan Dampaknya
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

➡ 25. Hukum Meminta Bantuan Kepada Orang-Orang Kafir
.
➡ A. Dalam bidang bisnis atau pekerjaan
.

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disem-bunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.” (Ali Imran: 118)
.
Imam Baghawi dalam tafsirnya menjelaskan, “Janganlah engkau menjadikan orang-orang non muslim sebagai wali, orang kepercayaan atau orang-orang pilihan, karena mereka tidak segan-segan melakukan apa-apa yang membahayakanmu.”
.
✅ Syaikh Ibnu Taimiyah mengatakan, “Para peneliti telah mengetahui bahwa orang-orang ahli dzimmah dari Yahudi dan Nashrani mengirim berita kepada saudara-saudara seagamanya tentang rahasia-rahasia orang Islam. Di antara bait-bait yang terkenal adalah: “Setiap permusuhan dapat diharapkan kasih sayangnya, kecuali permusuhan orang yang memusuhi karena agama.”
.
‼ Karena itulah mereka dilarang memegang jabatan yang membawahi orang-orang Islam dalam bidang pekerjaan, bahkan mempekerjakan orang Islam yang kemampuannya masih di bawah orang kafir itu lebih baik dan lebih bermanfaat bagi umat Islam dalam agama dan dunia mereka. Sedikit tapi dari yang halal diberkati Allah, sedangkan banyak tapi dari yang haram dimurkai Alla
h.”
.
‼ Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan:
.
➡ 1. Tidak boleh mengangkat orang kafir untuk kedudukan yang membawahi orang-orang Islam, atau yang memungkinkan dia mengetahui rahasia-rahasia umat Islam; misalnya para menteri atau para penasihat, atau juga diangkat menjadi pegawai pemerintahan di daerah negara Islam.
.
Karena Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “… janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.” (Ali Imran: 118)
.
➡ 2. Diperbolehkan mengupah orang-orang kafir untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sampingan yang tidak menimbulkan suatu bahaya dalam politik negara Islam, umpamanya menjadi guide (penunjuk jalan), pemborong konstruksi bangunan, proyek perbaikan jalan, dan sejenisnya dengan syarat tidak ada orang Islam yang mampu untuk itu.
.
Karena baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam dan Abu Bakar Radhiallaahu anhu pernah mengupah seorang laki-laki musyrik dari Bani Ad-Diil sebagai penunjuk jalan ketika berhijrah ke Madinah. (HR. Al-Bukhari)
.

➡ B. Dalam urusan perang
.

✅ Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama. Dan yang benar adalah diperbolehkan, apabila diperlukan dalam keadaan darurat, juga bila orang yang dimintai pertolongan dari mereka itu dapat dipercaya dalam masalah jihad.
.
‼ Ibnul Qayyim berkata tentang manfaat perjanjian Hudaibiyah: “Di antaranya, bahwa meminta bantuan kepada orang musyrik yang dapat dipercaya dalam hal jihad adalah diperbolehkan ketika benar-benar diperlukan, dan pada orang (musyrik) itu juga terdapat maslahah yaitu dia dekat dan mudah untuk bercampur dengan musuh dan dapat mengambil kabar dan rahasia mereka.
.

✅ Juga diperbolehkan ketika dalam keadaan darurat, Imam Zuhry meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah meminta pertolongan kepada orang-orang Yahudi dalam perang Khaibar (tahun 7 H), dan Sofwan bin Umaiyah ikut serta dalam .perang Hunain padahal ia pada saat itu musyrik.
.

Termasuk darurat misalnya jumlah orang-orang kafir lebih banyak dan sangat ditakutkan, dengan syarat dia berpandangan baik terhadap kaum muslimin. Adapun jika tidak diperlukan maka tidak diperbolehkan meminta bantuan kepada mereka, karena orang kafir itu sangatlah dimungkinkan berkhianat dan bisa jadi menjadi senjata makan tuan, oleh karena buruknya hati mereka.
.

✅ Tapi yang tampak dari ucapan Syaikh Ibnu Taimiyah adalah boleh meminta pertolongan kepada mereka secara mutlak.
.
➡ 26. Mengutamakan Tinggal Dan Bekerja Di Negara Kafir
.
Bekerjanya seorang muslim untuk mengabdi atau melayani orang kafir adalah haram, karena hal itu berarti penguasaan orang kafir atas orang muslim serta penghinaannya. Iqamah atau bertempat tinggal terus-menerus di antara orang-orang kafir juga diharamkan.
.
Karena itu Allah mewajibkan hijrah dari negara kafir menuju negara muslim dan mengancam yang tidak mau berhijrah tanpa uzdur syar’i. Juga mengharamkan seorang muslim bepergian ke negara kafir kecuali karena alasan syar’i dan mampu menunjukkan ke-Islamannya, kemudian jika selesai tujuannya maka ia harus segera kembali ke negara Islam.
.

Adapun pekerjaan seorang muslim kepada orang kafir yang tidak bersifat melayani seperti menjahit atau membangun tembok dan lain sebagainya dari setiap pekerjaan yang ada dalam tanggungannya, maka hal ini diperbolehkan, karena tidak ada unsur penghinaan.
.
‼ Hal ini berdasarkan riwayat Ali Radhiallaahu anhu, ia berkata:
Saya bekerja untuk seorang perempuan Yahudi dengan upah setiap timba air ditukar dengan sebutir kurma. Kemudian saya ceritakan hal itu kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan aku bawakan beberapa butir kurma lalu beliau pun memakan sebagian kurma terse-but bersama saya.” (HR. Al-Bukhari)
.

✅ “Dan Khabbab bekerja untuk Al-’Ash bin Wa’il di Makkah sedang Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam mengetahuinya dan beliau pun menyetujuinya.” (HR. Al-Bukhari)
.
‼ Hal ini menunjukkan dibolehkannya pekerjaan serupa ini, karena ia merupakan akad tukar-menukar seperti halnya jual beli, tidak mengandung penghinaan terhadap muslim, tidak menjadikannya sebagai abdi dan tidak bertentangan dengan sifat bara’-nya dari mereka dan dari agama mereka.
.
Adapun yang mengutamakan bekerja pada orang-orang kafir dan bertempat tinggal (menetap) bersama mereka daripada bekerja dan ber-iqamah di tengah-tengah kaum muslimin, ia memandang kebolehan wala’ kepada mereka dan ridha terhadap agama mereka maka tidak syak lagi bahwa hal itu adalah murtad, keluar dari Islam.
.
Apabila ia melakukan hal yang demikian itu karena tamak terhadap dunia atau kekayaan yang melimpah di negara mereka dengan perasaan benci kepada agama mereka dan tetap menjaga agamanya, maka hal itu diharamkan dan dikhawatirkan membawa dampak buruk terhadap dirinya, yang akhirnya menjadikannya ridha dengan agama mereka.
.

➡ 27. Hukum Meniru Kaum Kuffar, Macam-Macam Dan Dampaknya
.
➡ A. Hukumny
a
.
Meniru kaum kuffar dalam hal-hal yang menjadi kekhasan mereka atau adat mereka adalah haram dan diancam dengan ancaman yang keras, karena itu merupakan bentuk wala’ kepada mereka. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) dengan suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan di-shahih-kan oleh Ibnu Hibban)

Kemudian keharamannya berbeda-beda menurut mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkannya serta dampak-dampak yang disebabkan olehnya.

.
➡ B. Macam-macamnya
.

Meniru dalam hal-hal yang menjadi ciri khas mereka terbagi menjadi beberapa bagian; ada yang kufur, ada yang mengarah kepada kekufuran atau kefasikan dan ada yang makksiat biasa.
.
Bagian Pertama: Meniru mereka dalam ajaran atau bagian dari agama mereka yang batil, seperti mendirikan bangunan di atas kuburan, atau mengkultuskan sebagian makhluk dengan menjadikannya sebagai tuhan-tuhan kecil di samping Allah dengan beri’tikaf di atas kuburan mereka, atau mentaati mereka dalam penghalalan dan pengharaman, serta menghu-kumi selain apa yang diwahyukan oleh Allah, ini adalah kufur kepada Allah atau merupakan wasilah yang menghantarkan kepada kekufuran.
.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melaknat orang Yahudi dan Nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan sebagai tempat-tempat ibadah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
.
Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Mereka menjadikan orang-orang alim, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) mereka mempertuhankan Al-Masih putra Maryam …” (At-Taubah: 31)
.

Maka perbuatan mereka menjadikan para pendeta sebagai tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta’ala adalah kufur. Sedangkan mendirikan bangunan di atas kuburan adalah penghantar kepada kekufuran.
.
Bagian Kedua: Meniru mereka dalam bid’ah-bid’ah yang mereka adakan dalam agama mereka dalam hari-hari raya yang batil, ini hukumnya adalah haram.
.
✅ Bagian Ketiga: Meniru mereka dalam adat istiadat dan akhlak mereka yang buruk serta budaya mereka yang kotor, juga penampilan mereka yang tercela, seperti mencukur jenggot, mengumbar aurat dan lain sebagainya.
.

Ini adalah permasalahan yang sangat luas dan semua itu adalah haram hukumnya, termasuk dalam sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, “Siapa yang bertasyabbuh dengan suatu kaum maka ia termasuk golongannya.”
.

Karena menyerupai mereka secara lahir menunjukkan wala’ mereka secara batin. Adapun hal-hal yang bukan menjadi ciri khas mereka, bahkan merupakan hal-hal milik bersama semua manusia, seperti mempelajari industri yang sangat bermanfaat, membangun kekuatan, memanfaat-kan apa yang dibolehkan Allah, semisal perhiasan yang telah dikeluarkan untuk para hambaNya, memakan hasil-hasil bumi yang baik; maka semua ini tidak disebut taqlid (meniru), bahkan termasuk ajaran agama kita.
.
Dan pada dasarnya ia adalah milik kita, sedangkan mereka dalam hal ini hanya mengikuti kita. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?’ Kata-kanlah: ‘Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat’.” (Al-A’raf: 32)
.
‼ “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi …” (Al-Anfal: 60)
.
‼ “Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mem-pergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasulNya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Al-Hadid: 25)
.

➡ C. Beberapa dampak negatif taqlid
.
➡ 1. Taqlid kepada kuffar mengandung wala’ kepada mereka, karena menyerupai mereka dalam lahirnya menunjukkan rasa kecintaan kepada mereka dalam batinnya. Seandainya membenci mereka, tentu tidak mau menirunya.
.
➡ 2. Taqlid kepada kuffar menunjukkan kekagumannya kepada mereka dan apa yang ada pada mereka serta ketidaksenangannya kepada ajaran Islam dan penghinaannya kepada orang-orang Islam.
.
➡ 3. Taqlid kepada kuffar mengandung makna pengekoran kepada mereka dan peleburan syakhshiyah (kepribadian) umat Islam serta penghancuran eksistensi mereka.
.
➡ 4. Taqlid kepada kuffar melemahkan kaum muslimin dan menjadikan mereka bergantung kepada musuh-musuh mereka serta menjadikan mereka malas berproduksi, dan pada akhirnya senang meminta balas kasihan kepada orang-orang kafir, sebagaimana yang terjadi pada saat ini.
.
➡ 5. Taqlid kepada kuffar berarti ikut membantu mereka dalam menghidupkan dan mengembangkan bid’ah serta kemusyrikan mereka.
.
➡ 6. Taqlid kepada kuffar merusak agama kaum muslimin dengan terciptanya berbagai bid’ah dengan khurafat yang diambil dari agama kaum kuffar.

.

••°°••°° Lanjut ke Halaman 2 ••°°••°°