Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.5)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
KISAH NABI YUSUF
https://bit.ly/2KQAQlU
BENCANA HUTANG
https://bit.ly/2KTAbQC
PENDIDIKAN TERBAIK DARI GENERASI TERBAIK
Ustadz Fuad Baswedan, M.Pd.I
https://bit.ly/2KR63VO
Bahagiakan Suamimu Oleh Ustadz Muhammad Romelan
https://radiomuslim.com/download/8432/
ALAM KUBUR Oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A 
https://radiomuslim.com/download/8427/
GHULUW KEPADA ORANG SHALIH Bag#2
Oleh Ust Hanif Muslim
https://radiomuslim.com/download/8419/
Bekal Menghadapi Pertanyaan Kubur Bagian 2 Oleh Ustadz Ibnu Ali Sutopo M.SI
https://radiomuslim.com/download/8359/
(Jarakmu dengan syurga atau neraka, hanya terbatas kematian, ustadz Syuhada Abu Syuja` Al-Iskandar)Bag1: Bag2


Munculnya Imam Mahdi di Akhir Zaman, Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, M.Sc),


Jihad Ulama di Jalan Ilmu-Ust Abu Saad



=…
SYARAH HADITS MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SORGA | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS 13Mb
https://app.box.com/s/ejvmqjo5hqpg0xql4u9qwdt464f5y4qy
MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA BAGIAN 3 | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS (24Mb)
https://app.box.com/s/ndenms4oo8eoc5m9vwev6hp7l2rbv5hj
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu – Ustadz Dr. Fauzi Basulthona, Lc.,(29Mb)
https://app.box.com/s/mdfghk5enuckul3y6g6akxbxyd44rnc7
MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA BAGIAN 2 | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS (17Mb)
https://app.box.com/s/ot85f6swi7eoo5gq8xo7zbf4dmv3yr09
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’i USTADZ YAZID BIN Abdul Qadir Jawas
https://app.box.com/s/vcu5ek824mafd9f2apojihewzm2brvzq
KISAH DERITA PENUNTUT ILMU-USTADZ ABDUL QODIR ABU FA’IZAH LC
https://drive.google.com/file/d/14oEBXyWqb1GaYpGu8g_ZDWsKgcbqqBPh/view?usp=drivesdk
BERSABAR DAN SEMANGAT MENUNTUT ILMU
Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc
https://drive.google.com/file/d/1–VhrSe9UofSKzHpeNPzgGdSGyl6f3l1/view?usp=drivesdk
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU – Ustadz Ahmad Sabiq,Lc -Hafizhahullah-
https://drive.google.com/file/d/10CjrWWXzKRDkTASRYj5KoBIX_IzhQV41/view?usp=drivesdk
BEKAL PENUNTUT ILMU | AS-SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN.ABKAR
https://drive.google.com/file/d/12V_roxJ9fhdFwJ1BTLOY4qrvJLRMal5f/view?usp=drivesdk
Untuk Yang Baru Hijrah, Pelajarilah Ilmu Ini! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 13Mb
https://app.box.com/s/cix9pdvqxu66zjs4kb727w8hzdt2jikb
Merasa Berilmu – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah 27Mb
https://app.box.com/s/30zim7zzrygmmcigryi54vea0p6qc7d8
Adab Penuntut Ilmu – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA 20Mb
https://app.box.com/s/bczr2bp2ex0hzr2yqpilx5w2ugtj1g9a
BERILMU TENTANG LAA ILAAHA ILLALLAH-Ust Ahmad Bazher
https://bit.ly/2Yr1OZP (15 mb)
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/nfjvvi2nmkcfr6jzoe43u248ylkg8sqeqe
Soal Jawab Panduan Menuntut Ilmu-Ust.Yazid Jawas.webm
https://app.box.com/s/hgzx0rjp9ljhqohepayk0ly06lwpce98
Keutamaan Mengajarkan Kebaikan Kepada Manusia-Ustadz Nizar Saad Bin Jabal.19Mb
https://app.box.com/s/bfjevs60k2zz33h6isfw426qzsnvnwqv
=…
RAHMATAN LIL ALAMIN 3 | USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT حفظه الله تعالى
https://app.box.com/s/qvy9p54bu5zxsf72z2f4upeuidzp34xw
Jihad Melawan Syaitan – Ustadz Aris Munandar, M.P.I. 24mb
https://app.box.com/s/gjzx918hskkvlf1hsaimlkuppqr7u2v8
Wanita Penghuni Surga dan Neraka – Ustadz Abdurrahman Thoyyib, 42Mb
https://app.box.com/s/stie53vpp18mm1hrgpohsklcqqqm5zph
Ciri-Ciri Suami Idaman -Ustadz Mizan Qudsiah, Lc,MA 23Mb
https://app.box.com/s/d8ka7ceyq18oiv7vxsfe7bdkx1ms1fz6
Sifat yang Harus dimiliki Wanita Muslimah – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 22Mb
https://app.box.com/s/e8gcdls0m19lri5bip22ufm6n13lo0z8
Tantangan Keluarga Akhir Zaman – Ustadz Nizar Saad Jabal,Lc,M.Pd. 37Mb
Sumpah Serapah dalam Islam – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc., M.A. 12Mb
https://app.box.com/s/n3tztk8ryb6osevp0db4puvrmoemd8jc
Menjaga Tauhid Ummat Islam-Ust.Lalu Ahmad Yani, Lc. 20Mb
https://app.box.com/s/gjtue7a3kvgdl9dib3firqxgml7xxkw9
Sejarah Islam di Indonesia – Ustadz Dr. Ali Musri, M.A 19Mb
https://app.box.com/s/iyadh2l0hh12cz0tjp4nbwklnz7o4k5w
APA CIRI / TANDA ILMU YANG BERMANFAAT???.USTADZ YAZID JAWAS 9mb
https://app.box.com/s/yh7rw9g4wpol44o2is3uv8lbdtf5ah5h
Hakikat Kemenangan – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc. 22Mb
https://app.box.com/s/aoplk4ctcccp22e95il0dbqx63vcj8p8
JALAN UNTUK MENCAPAI KEMULIAAN ISLAM – Ustadz Abdurrahman Thoyib ,Lc 38Mb
https://app.box.com/s/22z3cuc6737784jw8mav9jdlttlh1t07

=…

Ebook
Penjelasan Shahih Bukhori Kitab Ilmu 275Halaman
https://app.box.com/s/188cm7siyo5w238mx308u0nlhb9kggld
Nasehat Bagi Penimba Ilmu (26Hlm)
https://app.box.com/s/brnnulkqjclbz9zxvzjnbc96mci3b1tj
Sekelumit Catatan dan Nasihat Bagi Pencari
Ilmu [51Hlm]
https://drive.google.com/open?id=1me1-9tCYf5MTKw5u6sTEvC7snBdfPK1D
Langkahkan Kakimu Tuk Menimba Ilmu [26Hlm]

Klik untuk mengakses langkah.pdf


Kewajiban Menuntut Ilmu Agama-Muhammad bin al-Husain alAjurri
https://drive.google.com/file/d/1rEg00gXPKEQhbCiZ696JNvLPUZ1kskBf/view
Menuntut Ilmu Agama(Syar’i)
https://www.box.com/s/a9ef1724d376f0b28b22
Adab Menuntut Ilmu 24Halaman

Klik untuk mengakses 35-adab-penuntut-ilmu.pdf


Lentera Penuntut Ilmu 73Halaman
https://app.box.com/s/gw1ba62ifiy10ld4uwa17slefjn5a1pf
10 Pilar Meraih Ilmu
https://drive.google.com/file/d/12J3TeqBHumNvaVjxaZth0hQY4-v7KGQL/view?usp=drivesdk
Sejuta Keutamaan Ilmu Agama
https://www.dropbox.com/s/y4equlfqy8vyi9e/buletin-dakwah-jumat-edisi-17.rar?dl=1
Prinsip Prinsip Mengkaji Ilmu Agama
https://www.box.com/s/66d0df41b03435d50c62
(Perjalanan Menuntut Ilmu)

Klik untuk mengakses Faidah%20Rihlah%20Al%20Khathib%20Al%20Baghdadi.pdf


40 hadits tentang keutamaan ilmu dan
keutamaan menuntut ilmu

Klik untuk mengakses Arbaun%20Fi%20Thalib%20Al%20Ilm.pdf


=…

➡ Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.5)
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
Nasehat Dalam Menuntut Ilmu (Bag.5)
Oleh:Ahmad Hendrix Eskanto
.
NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (Bagian Kelima) Oleh: Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas -hafizhahullaah-(Masjid Nurul Iman)
.
KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA (Lanjutan)
.
‼ [8]- ILMU ADALAH KEBAIKAN DI DUNIA
.

✅ Allah -Tabaaraka Wa Ta’aalaa- berfirman:
.
{…فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ * وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ}
.
“…Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Rabb kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.”.” (QS. Al-Baqarah: 200-201)
.

✅ Dan Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- biasa berdo’a:
.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
.
Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.
✅ Dan dalam ayat maupun hadits tidak ada tambahan:
.
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ
.
Dan masukkanlah kami ke dalam Surga bersama orang-orang yang berbakti.”
Kalau tambahan ini baik; tentulah Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- akan menambahnya.
.

‼ Dalam ayat di atas Allah mengabarkan bahwa orang-orang musyrik hanya meminta urusan dunia kepada Allah. Berbeda dengan orang-orang mukmin yang meminta dunia dan akhirat.
Al-Hasan -rahimahullaah- berkata: ”Yang dimaksud “kebaikan di dunia” adalah: ilmu dan ibadah, dan “kebaikan di akhirat” maksudnya adalah Surga.” [“Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadhlihi” (I/230, no. 253)]
.
‼ Sesungguhnya “kebaikan di dunia” yang paling agung adalah: ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih, dan ini adalah sebaik-baik tafsir ayat di atas. [Lihat: “Al-‘Ilmu; Fadhluhu wa Syarafuhu” (hlm. 141)]
.
✅ “Hasanah” (kebaikan) di akhirat adalah Surga, dan terkadang disebutkan “Husnaa”, sebagaimana dalam firman Allah:
.
{لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ…}
.
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah)…” (QS. Yunus: 26)
.

✅ Ibnu Wahb (wafat th. 197 H) -rahimahullaah- berkata, ”Aku mendengar Sufyan Ats-Tsauri -rahimahullaah- berkata, “Kebaikan di dunia adalah: rizki yang baik dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah: Surga.” [“Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadhlihi” (I/230, no. 254]
.
‼ Tidak mungkin kita bisa mendapatkan kebaikan tanpa ilmu yang merupakan akar kebaikan dan keta’atan. Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- berkata:
Sesungguhnya mencintai ilmu dan mencarinya adalah: akar segala keta’atan, sedangkan mencintai dunia dan harta serta mencarinya adalah akar berbagai kesalahan.” [“Miftaah Daaris Sa’aadah” (I/414 -cet. baru) dan “Al-‘Ilmu; Fadhluhu wa Syarafuhu” (hlm. 161)]
Jadi, yang kita minta adalah: ilmu yang bermanfaat, amal shalih, dan rizki yang baik.
.
‼ [9]- MENUNTUT ILMU ADALAH JIHAD DI JALAN ALLAH DAN ORANG YANG MENUNTUT ILMU LAKSANA MUJAHID DI JALAN ALLAH
.

✅ (1)- Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا (وَفِيْ رِوَايَةٍ: مَنْ جَاءَ مَسْجِدَنَا هَذَا) لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا، أَوْ لِيُعَلِّمَهُ، كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَمَنْ دَخَلَهُ لِغَيْرِ ذَلِكَ، كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَا لَيْسَ لَهُ
.
Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) -dalam suatu riwayat: barangsiapa mendatangi masjid kami ini- dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah. Dan barangsiapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya.” [Hasan: HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah, dan Al-Hakim]
.

Barangsiapa masuk Masjid Nabawi:
– untuk mempelajari kebaikan -dan yang paling utama adalah: belajar ‘aqidah-,
– atau untuk mengajarkannya -dan sampai sekarang masih ada belajar & mengajar di Masjid Nabawi-;
maka seperti orang yang berjihad di jalan Allah.

.
✅ Dikatakan oleh Imam Muhammad bin ‘Abdullah At-Tibrizi -rahimahullaah- (wafat th. 741 H):
.
مِنْ حَيْثُ إِنَّ كُلًّا مِنْهُمَا يُرِيْدُ إِعْلَاءَ كَلِمَةِ اللهِ الْعُلْيَا
.
Karena masing-masing dari keduanya (penuntut ilmu & mujahid) sama-sama menginginkan untuk meninggikan kalimat Allah (agar menjadi) yang paling tinggi.
.
أَوْ لِأَنَّ الْعِلْمَ وَالْجِهَادَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا قَدْ يَكُوْنُ فَرْضَ عَيْنٍ وَقَدْ يَكُوْنُ فَرْضَ كِفَايَةٍ
.
Atau karena menuntut ilmu dan jihad masing-masing dari keduanya ada yang fardhu ‘ain dan ada yang fardhu kifayah.
.
أَوْ لِأَنَّ كُلًّا مِنْهُمَا عِبَادَةٌ نَفْعُهَا مُتَعَدٍّ إِلَى عُمُوْمِ الْمُسْلِمِيْنَ
.

Atau karena masing-masing dari keduanya (menuntut ilmu dan jihad) merupakan ibadah yang manfaatnya menyebar kepada umumnya kaum muslimin.
” [“Mirqaatul Mafaatiih Syarh Misykaatil Mashaabiih” (II/417)]
.
✅ (2)- Adapun orang yang memasuki Masjid Nabawi dengan tujuan selain itu; maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya. Yaitu: orang yang merugi dan tercegah dari hal-hal yang bisa dimanfaatkan oleh manusia di dunia; berupa: ilmu, amal, dan pujian yang baik.
.
‼ Sedangkan orang yang datang untuk Shalat; maka justru tujuan pertama kali masjid dibangun adalah untuk Shalat. Dan Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang besar
, sebagaiamana disabdakan oleh Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-:
.
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِيْ هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِي غَيْرِهِ مِنَ الْمَسَاجِدِ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
.
Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu Shalat di masjid-masjid lainnya; kecuali Masjidil Haram.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.

✅ Dan beliau juga bersabda:
.
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِيْ هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ
.
Shalat di masjidku lebih utama dari seribu Shalat di (masjid) lainnya; kecuali Masjidil Haram. Dan Shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu Shalat di (masjid) lainnya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
Lihat: “SYARAH ‘AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH” (hlm. 436 -cet. XV)

.
‼ Sedangkan yang Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- sebutkan dalam hadits di atas adalah: tambahan setelah Shalat; yaitu: menuntut ilmu.
.
✅ (3)- Dan tidak boleh mengadakan perjalanan dengan niat ibadah kecuali ke tiga masjid.
.

✅ Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: اَلْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِيْ هٰذَا، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى
.
Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar untuk niat ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.

‼ K alau masjid saja -selain tiga masjid- tidak boleh untuk dilakukan perjalanan untuk niat ibadah: apalagi kuburan.
.
✅ (4)- Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- juga menyebutkan keutamaan “At-Tafaqquh Fid Diin” (mendalami agama) yang kedudukannya sama dengan jihad fi sabilillah. Allah berfirman:
.
{وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ}
.
Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka: tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122)
.
✅ (5)- Kita bersyukur kepada Allah karena diberikan hidayah untuk menuntut ilmu. Ini nikmat besar yang tidak bisa dibayar dan dibandingkan dengan apa pun. Karena dari jutaan orang: Allah memilih kita untuk belajar. Apabila Allah tidak memilih kita; maka entah bagaimana hidup kita; apakah masuk hizbi, ataupun lainnya. Nikmat ilmu merupakan pokonya nikmat.
.
✅ Allah berfirman kepada Rasul-Nya:
.
{…وَأَنْزَلَ اللهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا}
.
“…Dan Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.” (QS. An-Nisaa’: 113)
.
‼ Maka kita bersyukur kepada Allah, sehingga jangan sampai kita malas atau absen dalam menuntut ilmu.
.
‼ (6)- Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- menyebutkan tingkatan jihad ada empat: (1)jihad melawan hawa nafsu, (2)jihad melawan syaithan, (3)jihad melawan orang-orang kafir, dan (4)jihad melawan orang-orang munafik. Kemudian beliau menyebutkan bahwa jihad yang pertama -yaitu: jihad melawan hawa nafsu-: ada empat tingkatan.
.
Beliau -rahimahullaah- berkata::
”Jihad melawan hawa nafsu memiliki empat tingkatan:
.
Pertama: berjihad untuk mempelajari petunjuk (ilmu yang bermanfaat) dan agama yang benar (amal shalih). Seseorang tidak akan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali dengannya. Dan kalau jiwa tidak memperoleh ilmu tersebut; maka akan sengsara di dunia dan di akhirat.
.
Kedua: berjihad untuk mengamalkan ilmu setelah mengetahuinya. Karena kalau sekedar berilmu tanpa amal; maka tidak akan bermanfaat baginya -bahkan bisa berbahaya-.
.
Ketiga: berjihad untuk mendakwahkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya. Kalau tidak mau berdakwah; maka akan termasuk orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Allah turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk. Ilmunya tidak bermafaat dan tidak bisa menyelematkannya dari adzab Allah.
.
Keempat: berjihad untuk sabar dalam berdakwah kepada Allah -Tabaaraka Wa Ta’aalaa- dan sabar terhadap gangguan manusia. Dia menanggung kesulitan-kesulitan dakwah itu semata-mata karena Allah -Jalla Jalaaluhu-.
.
Apabila keempat tingkatan ini telah terpenuhi pada dirinya; maka ia termasuk orang-orang yang Rabbani. Karena para Salaf telah sepakat bahwa: orang ‘alim tidak berhak untuk dinamakan Rabbani sampai dia mengenal kebenaran, mengamalkannya, dan mengajarkannya. Maka barangsiapa yang berilmu, beramal, dan mengajarkan; itulah yang disebut mulia di sisi para malaikat.” [“Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad” (III/10)]
.
‼ Maka Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- sebutkan bahwa jihad yang pertama adalah: menuntut ilmu; bukan perang, bukan latihan panah, dan bukan beladiri. Tidak ada kewajiban atas kita dalam hal-hal tersebut.
.
‼ Jadi, yang pertama kali adalah menuntut ilmu. Dalam itulah kita bersungguh-sungguh. Dan itulah jihad.

.
✅ Jihad pertama kali adalah dengan hujjah (dalil) dan dakwah. Dan itu lebih didahulukan atas jihad dengan senjata. Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berfirman kepada Rasul-Nya -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- agar berjihad dengan Al-Qur-an melawan orang-orang kafir:
.
{فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا}
.
Maka janganlah engkau ta’ati orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengannya (Al-Qur-an) dengan (semangat) jihad yang besar.” (QS. Al-Furqan: 52)
.

‼ Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- diperintahkan berjihad melawan orang-orang kafir dan munafik dengan cara menyampaikan hujjah (dalil dan keterangan).
.
✅ Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- berkata:
.
وَالْجِهَادُ بِالْحُجَّةِ وَالْبَيَانِ مُقَدَّمٌ عَلَى الْجِهَادِ بِالسَّيْفِ وَالسِّنَانِ
.
Jihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan: lebih didahulukan daripada jihad dengan pedang dan tombak.” [“Al-Kaafiyah Asy-Syaafiyah” (hlm. 35)]
.
✅ (7)- Nabi Musa dan Nabi Harun -‘alaihimas salaam- ketika mendakwahi Fir’aun; maka Allah perintahkan keduanya untuk mendatanginya -bukan dengan mengumpulkan massa kemudian berdemo-:
.
{اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى * فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى}
.
Pergilah kamu berdua kepada Firaun; karena dia benar-benar telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan “qaulan layyinan” (perkataan yang lemah lembut), mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS. Thaha: 43-44)
.
✅ Ada satu tafsiran yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir (V/294) dari ‘Ikrimah -tentang firman Allah: “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan qaulan layyinan”-, beliau (‘Ikrimah) berkata: “Laa Ilaaha Illallaahu.”
Asal dari dakwah adalah lemah lembut, tapi dakwahnya harus Tauhid. Lemah lembut bukan berarti dakwahnya tentang cinta, judulnya dengan judul-judul film, dan semisalnya.
.

✅ (8)- Pada zaman Shahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in: menuntut ilmu benar-benar dihidupkan, mereka disibukkan dengan menuntut ilmu. Adapun zaman sekarang: orang-orang awam banyak disibukkan dengan dakwah, dengan jadi panitia; sehingga banyak muncul nama-nama baru panitia pengajian, dan umumnya nama-nama itu tidak bertahan lama; karena tidak didasari ilmu dan keikhlasan. Biasanya mereka hanya menunut ilmu kalau kajian mereka ramai, adapun kalau tidak ramai; maka mereka berhenti menuntut ilmu. Padahal menuntut ilmu harus dilakukan sampai mati. Jika tidak memperoleh ilmu; maka akan sengsara di dunia dan di akhirat -sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim-.
.

~~××~~×× Lanjut ke Halaman 2 ~~××~~××