Kalimat Thayyibah لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ (Bag.3)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

Mengenal Ringkas Makna Syahadat LA ILAHA ILLALLAH-Ust.Abu Hanifah Ibnu Yasin
https://app.box.com/s/y5kwj4wpq6imcgiswn1dm7kp4vsny3yg
makna syahadat Muhammad Rasulullah)-Ust.Abu Hanifah Ibnu Yasin.
https://drive.google.com/file/d/1EhitN-RBg2MC096jJLK-Ccx5QYC8KgFo/
Menjaga Tauhid Ummat Islam-Ust.Lalu Ahmad Yani, Lc. 20Mb
https://app.box.com/s/gjtue7a3kvgdl9dib3firqxgml7xxkw9
Sudah Benarkah Islam Anda? – Ustadz Salim Saleh Al-Muhdhor,Lc., MA (19Mb)
https://app.box.com/s/kie2qcezwik5o6f9drqpjypjlsxkfgrx
Keterasingan Sunnah di Zaman Ini – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc.(22Mb)
https://app.box.com/s/0x155mdiiskbzkd1aydr5czh0x1mk7v4
KEAGUNGAN KALIMAT LAA ILAAHA ILLALLAH
Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, M.H.I
https://bit.ly/33BTNj9
Al Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi-Membumikan Makna Lailaaha Illallah
Sesi 1 ll https://bit.ly/2kZYt1G
Sesi 2 ll https://bit.ly/2mEzH7v
Sesi 3 ll https://bit.ly/2l98Vnp
BERILMU TENTANG LAA ILAAHA ILLALLAH – Ust.Ahmad Bazher
https://bit.ly/2Yr1OZP (15 mb)
Hakikat LAA ILAAHA ILLALLAH – Ust.Sofyan Chalid Ruray

Memyelami Faidah Hadits Bitoqoh(Kartu Syahadat) Bag.1-Ust.Jefri Halim.MA.webm
https://app.box.com/s/my1fsjdexn3rij3uwy9euy3iuz6bnlfe
Memyelami Faidah Hadits Bitoqoh Bag.2-Ust.Jefri Halim.MA.webm
https://app.box.com/s/veefpfv506sguot96369vj6020obvccq
Syarh Tafsir Kalimat Tauhid bersama Ust. Abul Hasan Ahmad Mz. hafizhahullah
Syarat Kalimat LA ILAHA ILLALLAH – Ustadz Thantawi Abu Muhammad.webm
https://app.box.com/s/t0j5al49hkfh3nagpd26kodn84nda14l
Hakekat Makna Kalimat Tauhid – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc.MA.webm
https://app.box.com/s/pfvl14bynfv40zg5nsfxhzorjzmt32zd


Konsekuensi Kalimat Tauhid – Ustadz LuthfiAbdul Jabbar.mp3


Untukmu Para Pecinta Kalimat Tauhid,Ustadz Abdurrahman Thoyyib, .


Kalimat Tauhid Ust. Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi


Makna Kalimat Syahadat-Ust.Yazid Jawas


Memahami Kalimat Syahadat Menurut AlQur’an dan Assunnah-Ust.Yazid Jawas
=…
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy – Tajrid At-Tauhid Al-Mufid
https://archive.org/details/UAUY-TajridTauhid
Ustadz Rizki Nasution – Aqidah-Tauhid
https://archive.org/details/URN-AqidahTauhid
Ustadz Umar Baladraf, M.Pd.I
MENGAPA HARUS BERTAUHID?
https://bit.ly/2PfnMcP
KALIMAT TAUHID ADALAH PEMERSATU UMAT
https://bit.ly/31yGNJF
Kajian Ust. Afifi Tauhid Prioritas Pertama dan Paling Utama

Syarh Tafsir Kalimat Tauhid bersama Ust. Abul Hasan Ahmad Mz.hafizhahullah

Ustadz Afifi Abdul Wadud – Syarah Kitab Tauhid https://archive.org/details/UAW-KitabTauhid
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat – Syarah Kitab Tauhid min Shahih Bukhari
https://archive.org/details/UstHakim-KitabTauhidBukhari
Ustadz Andy Octavian Latief – Qoulul Mufid ‘ala Kitabut Tauhid
https://archive.org/details/UAL-QoululMufid
Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin – Al-Jadid Fii Syarah Kitab Tauhid
https://archive.org/details/Ust.AHJY-AlJadid
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy – Qawaid Fii Tauhid
112 Audio mp3 Ustadz Sofyan Chalid Ruray –
Syarah Kitab Tauhid
https://archive.org/details/UstSofyanRuraySyarahKitabTauhid
14 Audio mp3 Ustadz Hamzah Abbas -Syarah Kitab Tauhid (Ustadz.Yazid Abdul Qadir Jawas)
https://archive.org/details/UstHamzahAbbasKitabTauhid
21 Audio mp3 Ustadz Mahfudz Umri – QoululMufid ‘ala Kitabut Tauhid
https://archive.org/details/
UstMahfudzQoululMufidalaKitabutTauhid
=…
==…
Ebook
Memahami Kalimat Syahadat-Ust.Yazid Jawas(68Hlm)
https://drive.google.com/file/d/10XePQX2y6L6-uChiP1CAY-8oveDnfBGB/view
Bekal Terbaik Demi Menyongsong Kehidupan Akhirat-Hakam Bin Adil Zamo An Nuwairy 89Hlm

Klik untuk mengakses id_terjemahan_fikri.pdf


Kehidupan Seorang Mukmin
https://app.box.com/s/z4oltn7cersb8hzw5m9f9t7i7dvv9iqh
Prinsip-Prinsip Penting dalam Kehidupan
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQcURNdnZ3VFBOS2M/view
Makna Kalimatut Tauhid ( ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠﻪُ )

Klik untuk mengakses risalah-tauhid-jilid-1.pdf


Menyelami Samudra Kalimat Tauhid
https://drive.google.com/file/d/118vHqI6cK6HB_JL22zjYUm90oq1XQX0Z/view
Keutamaan Kalimat TAUHID dan Syarat-syaratnya
http://pustaka.hisbah.net/wp-content/uploads/2019/02/Keutamaan-Kalimat-
Syahadatain (makna, rukun dan, syarat Dua Kalimat Syahadat)-17Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress. com/2012/12/37-syahadatain.pdf
Al- Qauluts Tsabit (Memahami Tauhid Dengan Benar)-43Hlm
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress. com/2012/12/17-al-qauluts-tsabit.pdf
Kalimat Tauhid

Klik untuk mengakses 17-ucapan-yang-teguh-dalam-ilmu-tauhid-pdf.pdf


Mulai Mengenal Tauhid [41Hlm]
https://drive.google.com/open?id=1uxeqQ0jt1nw7X3iLOcsc6Yq7MR2cHgNC
Mengenal Tauhid- Ust.Ari Wahyudi (171Hlm)

Klik untuk mengakses materi-belajar.pdf


Belajar Mengenal Tauhid (117Hlm)

Klik untuk mengakses mengenal-tauhid.pdf


Goresan Faidah Tauhid (87Hlm)

Klik untuk mengakses Goresan%20Faidah%20Tauhid.pdf


Catatan Faidah Ilmu Tauhid(48Hlm)

Klik untuk mengakses catatan.pdf


Mengenal Pilar-Pilar Tauhid’(61Hlm)

Klik untuk mengakses pilar-tauhid.pdf


Mengenal Tauhid Lebih Dekat – Abu Mushlih Ari Wahyudi (192Halaman)

Klik untuk mengakses Mengenal%20Tauhid%20Lebih%20Dekat.pdf


‘Sudah Bersihkah Aqidahku?!’ Untaian Faidah dan Tulisan Seputar Aqidah – Abu Mushlih Ari Wahyudi (210Halaman)

Klik untuk mengakses Sudah%20Bersihkah%20Aqidahku.pdf


Kaidah Pemurnian Tauhid – Abu Mushlih Ari Wahyudi

Klik untuk mengakses Kaidah%20Pemurnian%20Tauhid.pdf


=…

➡ Kalimat Thayyibah لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ (Bag.3)
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
Kalimat Thayyibah لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ (Bag.3)

(Tidak Ada Sembahan yang Haq kecuali Allah) – Bagian 3
.

  • Konsekuensi Yang Tidak Bisa Ditawar

.
✅ Setelah memahami sebagian dari pengertian dan hakikat makna kalimat yang agung ini, kita perlu mengenal hal-hal yang dituntut dari orang-orang yang mengucapkannya, bukan sekadar melafadzkan atau membacanya ribuan kali setiap hari tanpa mengerti hakikatnya, atau tanpa ada kenyataannya dalam keseharian kita.
.
‼ Tahukah Anda bahwa ketika menyebarkan dan mendakwahkan kalimat ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam harus menghadapi tekanan dan permusuhan masyarakat beliau, mulai dari bangsawan sampai rakyat biasa? Bahkan, orang-orang yang tinggal di dusun dan datang ke kota ikut memusuhi, mengejek, dan menentang beliau?
.
✅ Simaklah kembali perjalanan hidup junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Jangan sekadar tahu dan latah mengadakan natal (baca: muludan) Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam, tetapi tidak peduli akan penderitaan dan kesulitan yang beliau hadapi dalam menyebarkan kalimat tauhid ini.
.
‼ Renungkan pula, andaikata yang dituntut sekadar melafadzkan, tanpa memahami hakikatnya, atau mengucapkannya tanpa meyakini kebenaran dan menjalankan konsekuensinya, tentu tidak akan ada jihad dan tidak ada tahdzir terhadap kaum munafik yang juga mengucapkan kalimat ini. Bahkan, tidak akan ada dalam buku-buku para ulama bahasan tentang hukum orang-orang yang murtad (keluar dari Islam).
.
✅ Alhasil, apa yang akan dipaparkan ini bisa jadi merupakan sesuatu yang sangat berat. Memang demikianlah kenyataannya, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan perkataan yang sangat berat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagaimana firman-Nya,
.
إِنَّا سَنُلۡقِي عَلَيۡكَ قَوۡلٗا ثَقِيلًا ٥
.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (al–Muzzammil: 5)
.
Perkataan berat ini tidak ada yang merasakannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Karena agungnya urusan ini, Jibril datang menemui ketika beliau sedang beribadah di Hira`.
.
Begitu beratnya perkataan ini, bercucuran keringat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam ketika beliau menerimanya, padahal saat itu musim dingin yang berat.
.
Begitu beratnya perkataan ini, paha sebagian sahabat yang ditumpu oleh paha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam serasa patah.
.
Pernahkah mereka, yang melantunkan Barzanji atau sejenisnya, membayangkan hal ini? Adakah mereka memahami—sedikit saja—bahwa kalimat ini bukan sekadar ucapan dan hiasan bibir, yang dibaca ribuan kali setiap hari, lalu tercapailah apa yang dijanjikan?
.
Ataukah kalimat ini—ketika diucapkan dengan jujur, diiringi dengan pemahaman yang dalam tentang hakikatnya—menuntut sekian konsekuensi yang tidak bisa ditawar?
.

‼ Ya, yang kedua inilah yang lebih dekat. Inilah yang terjadi pada generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat, bahkan di kalangan mereka yang belakangan masuk Islam, yaitu sesudah Fathu Makkah atau Hudaibiyah
.
.
Artinya, setelah mereka yang belakangan masuk Islam ini memahami hakikat dan konsekuensinya, sebagian mereka mengatakan, “Di dunia kita didahului oleh mereka (yang mula-mula beriman), tetapi di akhirat kita akan mendesak mereka (berjejal dengan mereka) memasuki surga.”
.
Salah satu kisah yang sering kita ulang dan kita kenang dari orang-orang yang terlambat masuk Islam, tetapi akhirnya gugur sebagai kembang syuhada, adalah peristiwa heroik di bumi Yarmuk. Mereka tokoh Quraisy yang sebelum masuk Islam menjadi gembong-gembong kesesatan, terdepan dalam menindas kaum muslimin, dan pelopor dalam menghalangi dakwah Islam.
.

Tanyakan… tanyakanlah bumi kepada Yarmuk, apa yang terjadi pada ‘Ikrimah bin Abi Jahl, yang dahulu bersama ayahnya yang dijuluki Fir’aun umat ini, sangat keras memusuhi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, menentang Islam, dan menindas kaum muslimin.
.
Tanyakan… tanyakanlah kepada bumi Yarmuk, bagaimana gugurnya al-Harits bin Hisyam, yang dahulu adalah orang pertama yang dicari oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam untuk dihukum mati meskipun bergelantung pada tirai Ka’bah.
.
Tanyakan bagaimana istri ‘Ikrimah, yang baru sesaat masuk Islam, ketika dia menjemput suaminya, ‘Ikrimah, lalu ‘Ikrimah menginginkan dirinya, dia berkata, “Saya sudah masuk Islam, sedangkan kamu masih musyrik”.
.
‼ Dia segera memahami arti kesucian Islam.

.
Subhanallahi, adakah ini tergambar dalam benak mereka yang selalu melafadzkan kalimat tauhid ini?
.
Lantas, apa saja konsekuensi yang tidak bisa ditawar oleh mereka yang mengucapkan kalimat ini, mengangkat kesaksian (bersyahadat) dengan mengucapkan kalimat ini?
.
Banyak sekaligus berat, kecuali bagi mereka yang diberi taufik oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
.
‼ Di antara konsekuensi kalimat ini ialah sebagai berikut.

.
Orang yang mengucapkannya berarti meyakini bahwa tidak ada yang mencipta, memberi rezeki, dan mengatur alam semesta, selain Allah. Oleh karena itu, dia tidak akan menyerahkan ibadah, dalam bentuk apa pun, kepada segala sesuatu yang tidak bisa mencipta, memberi rezeki, ataupun mengatur.
.
Dia tidak akan berdoa, meminta atau mengharapkan pertolongan, rezeki, kesehatan, kebahagiaan, dan kesenangan apa pun kepada sesuatu selain Allah subhanahu wa ta’ala. Dia tidak akan datang ke kuburan demi mengharapkan karunia dari penghuni kubur itu, sebaik apa pun orang yang dikubur di situ.

.
Dia tidak akan menyandarkan keberhasilannya meraih sesuatu yang diharapkan atau selamat dari sesuatu yang tidak diinginkannya, kepada sesuatu selain Allah subhanahu wa ta’ala.
.
‼ Dia tidak akan merendahkan dirinya kepada sesuatu selain Allah subhanahu wa ta’ala.
.
✅ Dia menjadikan cinta, rasa takut, dan harapnya hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kalaupun dia mencintai sesuatu, semua itu karena Allah subhanahu wa ta’ala.
.
‼ Ketika menjalani sebab, dia tetap berkeyakinan bahwa Allah-lah yang memudahkan semua itu.
Allah subhanahu wa ta’ala-lah yang menjadikannya sebagai sebab, dan Dia pula yang menetapkan akibatnya serta menakdirkan adanya hubungan antara sebab dan akibat tersebut.
.
Orang yang mengucapkannya tidak akan menyerahkan ketundukan dan ketaatannya kecuali kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dia tidak akan mendahulukan siapa pun daripada Allah subhanahu wa ta’ala.

.
‼ Apabila berbenturan antara kehendak Allah subhanahu wa ta’ala dan keinginan dirinya, dia akan mendahulukan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala daripada dorongan nafsunya.
.
✅ Semua berita dari Allah subhanahu wa ta’ala pasti dibenarkan dan diterimanya, meskipun dia belum memahaminya.
Semua perintah Allah subhanahu wa ta’ala pasti dikerjakannya semampunya, dan semua larangan-Nya pasti ditinggalkannya.
.
Dia tidak akan beribadah kecuali dengan syariat yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
✅ Ringkasnya, mereka yang benar-benar mengamalkan apa yang dituntut oleh kalimat tauhid ini sangat kecil kemungkinannya jatuh ke dalam syirik, besar ataupun kecil; sangat jauh untuk terjatuh ke dalam kebid’ahan, hizbiyah, dan kemaksiatan.
.
‼ Mereka yang betul-betul melaksanakannya, tentu—dengan izin Allah—akan merasakan manisnya
iman.
.
Mungkinkah kita meraihnya?
.
✅ Mengapa tidak mungkin?

.
Berapa abad rentang waktu antara masa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, al-Mizzi, Ibnu Katsir, dan adz-Dzahabi, dan masa Ibnu Sirin dan al-Hasan al-Bashri, atau masa Sa’id bin al-Musayyab, az-Zuhri, dan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz?
.
✅ Berapa pula rentang waktu antara zaman ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, Ibnu ‘Utsaimin, al-Albani, at-Tuwaijiri, al-Jami, dan Muqbil bin Hadi, dan zaman Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah?

.
‼ Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati mereka semuanya.
.
Coba renungkan, coba bayangkan. Jauhnya rentang waktu tersebut tidak membuat mereka jauh tertinggal dari generasi pendahulu.
.
‼ Sekarang kita tanyakan kepada diri sendiri, berapa jarak antara kita dan asy-Syaikh Bin Baz, Ibnu ‘Utsaimin, Muqbil bin Hadi, dan al-Albani rahimahumullahu?
.
✅ Bagaimana langkah kita dengan mereka? Seakan-akan kita di dalam kubangan tanah, sedangkan mereka di bintang kejora.
.

Mereka adalah orang-orang yang memahami kalimat ini, terbukti dengan uraian yang mereka sampaikan kepada kita. Tidak hanya itu, mereka juga menunjukkan kepada kita bagaimana mengamalkannya.
.
✅ Adakah kita akan mengucapkan, “Saya tidak mampu”?

.
Itulah sebagian kecil dari konskuensi atau hal-hal yang dituntut oleh kalimat yang agung ini, yang bukan sekadar kata, bukan sekadar lafadz.
.
✅ Bagaimana kalau terjadi cacat, dia terjerumus dalam pelanggaran atau dalam hal-hal yang menyalahi konsekuensi tersebut?

.
Kalau itu terjadi setelah dia berusaha menjalani dan menjaganya, itulah kenyataan bahwa dia manusia. Oleh karena itu, hendaklah dia kembali pada saat itu juga kepada Penciptanya, mengakui kekurangan, kesalahan, dan kelemahannya, serta bertobat dan memohon ampun.

.
✅ Tentang ini, insya Allah, akan dijelaskan pada edisi berikut, yaitu Sayyidul Istighfar.
.
Wallahul Muwaffiq.

  kalimat syahadat, kalimat thayyibah. •••••••••••••••••••••••
_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_
.
_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_
.
_*Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.*_
.
_*Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya serta seluruh kaum muslimin dihari dimana semua amal baik dipaparkan*_
.
_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.
Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq_*
.
_*dan Akhir Do’a Kami: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit dan bumi; Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang nyata; Engkaulah yang menghukum perselisihan di antara hamba-hamba-Mu; berikanlah petunjuk kebenaran kepada kami terhadap apa yang kami perselisihkan dengan idzin-Mu; sesungguhnya Engkau memberi hidayah kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.’*_
.
_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_