KEISTIMEWAAN NABI YANG MULIA
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.••

RASULULLAH TERJAGA SEJAK KECIL | USTADZ BADRUL TAMAM 29Mb
https://app.box.com/s/cdd0j1m2wkyl8bv4r2jp9hcomvulatx8 
Benarkah Adab Anda Kepada Nabi? – Ustadz Salim Shaleh Al-Muhdor, Lc.,45Mb
https://app.box.com/s/q033h3551b0hymijjlv3305vcbv8j8ae


Mukjizat Nabi Muhammad-Ust.Ali MusriBag1 :Bag2


Mengenal Akhlak Rasulullah-Ust.Ali Musri


Cara yg Benar Dalam Memuliakan Nabi shalallahu alaihi wasallam-Ust.Abu Haidar


Adab Terhadap Rasulullah-Ust.Anwar LuthfiBag1: Bag2Bag3


Cinta yg Benar Kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam – Abu Yala Kurnaedi


=…


Keistimewaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2013/04/18-keistimewaan-rasulullah.pdf
Kaidah Memahami Hadits (Sunnah) Rasulullah Shallalahu ‘alahi wa Sallam
https://albayyinatulilmiyyah.files.wordpress.com/2013/03/16-kaidah-memahami-sunnah-pdf.doc
Kepribadian Rasulullah
https://ibnumajjah.files.wordpress.com/2019/03/kepribadian-nabi-shallallahu-alahi-wasallam.pdf
Kisah Para Nabi ( Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi Sejak Nabi Adam ‘Alaihissalam Hingga Nabi Isa ‘Alaihissalam ) – Imam Ibnu Katsir (967Halaman)
https://archive.org/download/indun/indu15.pdf
Ar-Rahiq Al-Makhtum (Sejarah Hidup Nabi Muhammad) – Syekh Shafiurrahman Al Mubarakfuri 767Halaman
https://archive.org/download/indun/indu34.pdf
Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam-Syaikh Shafiyur Rahman Mubarakfury 234Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-04.pdf
Tanda Cinta Kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam- DR.Fadhl Ilahi 51Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-17.pdf
Shahih Sirah Nabi Karya Dr. Akram Dhiya’ Al-Umur
https://app.box.com/s/ps0nforncf8w687s2ve22x1q107bppm4
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam (lengkap)
https://archive.org/download/BukuIslamiVol.5/SirahNabawiyahIbnuHisyamlengkap.pdf
=…

➡ KEISTIMEWAAN NABI YANG MULIA
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • KEISTIMEWAAN NABI YANG MULIA

Oleh : Abu Ghozie As Sundawie
.
✅ Diantara keistimewaan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, bahwa Allah Ta’ala memanggil beliau shalallahu alaihi wasallam tidak dengan namanya tapi memanggil dengan gelarnya yaitu Wahai Rasul atau wahai Nabi sebagai bentuk penghormatan dan menunjukan kemuliaan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, adapun Nabi-nabi yang lain dipanggil dengan namanya.
.
PANGGILAN ALLAH KEPADA NABI-NYA
.
✅ Didalam Al Quran disebutkan Ya Ayyuhan Nabi (wahai Nabi) sebanyak13 kali (lihat : QS al Anfal : 64,65, dan 67, QS at Taubah : 73, QS al Ahzab :1,13,45,50,dan 59, QS al Mumtahanah:12, QS at thalaq :1, QS at tahrim:1 dan 9)
.
‼ Sementara memanggil dengan Ya Ayyuhar Rasul (wahai Rasul) sebanyak 2 kali (lihat : QS al Maidah:41 dan 67.).

.
✅ Allah Ta’ala berfirman:
.
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لاَ يَحْزُنكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ
.
Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya” (QS Al Maidah : 41).
.
✅ Allah Ta’ala berfirman :
.
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
.
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (QS Al Maidah : 67).
.

✅ Allah Ta’ala berfirman :
.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
.
Wahai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mu’min yang mengikutimu. (QS Al Anfal : 64).
.
✅ Allah Ta’ala berfirman :
.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً
.
Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Al Ahzab : 59).
.
‼ Demikianlah Allah Ta’ala telah memanggil nabi-Nya didalam Al Qur’an dengan menyebut gelarnya. Adapun Nabi-nabi yang lain maka dipanggil dengan namanya.
.
✅ Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Adam alaihis salam :
.
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَـذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الْظَّالِمِينَ
.
“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”. (QS Al Baqarah : 35).
.
✅ Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Nuh alaihis salam :
.
قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلاَمٍ مِّنَّا وَبَركَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
.
“Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mu’min) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.” (QS Hud : 48).
.

✅ Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa alaihis salam :
.
قَالَ يَا مُوسَى إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالاَتِي وَبِكَلاَمِي….
.
“Allah berfirman: “Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (dimasamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku……” (QS Al A’raf : 144).
.

✅ Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim alaihis salam :.
.
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا….
.
“Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu….” (QS As Shafat : 104-105).
.
✅ Allah berfirman kepada Nabi Isa alaihis salam :
.
إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً ….
.
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa….”. (QS Al Maidah : 110).
.

✅ Berkata Imam Ibnul Jauzi rahimahullah :
.
وَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَهُ لِلتَّعْرِيْفِ قَرَنَهُ بِذِكْرِ الرِّسَالَةِ
.
Dan manakala Allah Ta’ala menyebutkan namanya (Muhammad shalallahu alaihi wasallam ) supaya diketahui, menggandengkannya dengan gelar kerasulannya (Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ).” (kitab Al Wafa fi ahwalil Musthafa, hal. 363).
.
✅ Allah Ta’ala berfirman:
.
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ
.
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang RASUL, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul “. (QS Ali Imran : 144).

✅ Allah Ta’ala berfirman :
.
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ
.
Muhammad itu adalah UTUSAN ALLAH dan orang-orang yang bersama dengan dia (para sahabat) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka……”. (QS Al Fath : 29).
.
✅ Allah Ta’ala berfirman :
.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ
.
Dan orang-orang mu’min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka”. (QS Muhammad : 2).
.
‼ Bahkan manakala Allah Ta’ala menyebut Nabi Ibrahim alaihis salam dengan namanya, Akan tetapi Rasulullah shallahu alaihi wasallam disebutkan gelarnya dalam rangkaian satu ayat berikut:
.
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَـذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَاللّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
.
Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman”. (QS Ali Imran : 68).
.

UMAT ISLAM DILARANG MEMANGGIL NABI DENGAN MEMANGGIL NAMANYA.
.
✅ Bahkan tidak smpai di situ, para umatnya pun dilarang oleh Allah Ta’ala memanggil Nabi-Nya dengan memanggil namanya tapi diperintah untuk memanggil dengan panggilan wahai Rasulullah atau wahai nabiyallah.
.
✅ Allah Ta’ala berfirman:
.
لَا تَجْعَلُوا دُعَاء الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاء بَعْضِكُم بَعْضاً …..
.
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain)…… (QS an Nur : 63)
.
✅ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
.
كَانُوْا يَقُوْلُوْنَ : يَا مُحَمَّدُ يَا أَبَا القَاسِمِ فَنَهَاهُمُ اللَّهُ عَنْ ذَلِكَ إِعْظَاماً لِنَبِيِّهِ صلى الله عليه وشلم وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَقُوْلُوْا : يَا نَبِيَّ اللَّهِ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ
.
Dahulu mereka memanggil rasulullah shalallahu alaihi wasallam dengan panggilan wahai Muhammad wahai Abul Qosim, lalu Allah Ta’ala melarang mereka atas yang demikian sebagai bentuk penghormatan untuk Nabi-Nya, dan memerintahkannya untuk memanggil dengan panggilan wahai nabiyullah, wahai Rasulullah.” (Lihat Tafsir ibnu katsir 3/318, tafsir Ibnu jarir Thabari 18/134).
.

UMAT UMAT TERDAHULU MEMANGGIL NABI MEREKA DENGAN MENYEBUT NAMANYA
.
✅ Adapun Umat sebelum Islam mereka memanggil Nabi mereka dengan namanya:
.
وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُواْ يَا مُوسَى ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ لَئِن كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِي إِسْرَائِيلَ
.
Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu”. (QS al A’raf : 134).
.

✅ Allah Ta’ala berfirman :
.
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْاْ عَلَى قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَى أَصْنَامٍ لَّهُمْ قَالُواْ يَا مُوسَى اجْعَل لَّنَا إِلَـهاً كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
.
Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: “Hai Musa. Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”. Musa menjawab: “Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)” .(QS al A’raf : 138).
.

✅ Allah Ta’ala berfirman :
.
إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ قَالَ اتَّقُواْ اللّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
.
“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. ‘Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman” .(QS Al Maidah : 112).
.

✅ Al ‘Izu bin Abdusalam -rahimahullah- berkata: “Tidak tersamarkan bagi siapapun bahwasannya seorang Tuan apabila memanggil kepada salah seorang budaknya dengan menyebutkan sifat-sifat terpujinya (misalnya wahai budakku yang baik) sedangkan yang lainnnya dipanggil dengan namanya tanpa menyebutkan sifat-sifat kebaikannya maka ini semua menunjukan bahwa budak yang dipanggil dengan menyebutkan sifat-sifat kebaikannya lebih dekat, lebih dicintainya, lebih mulia disisi Tuannya. Dan ini secara kebiasaanpun diketahinya yang menunjukan penghormatan atau pengagungan apabila memanggil dengan menyebutkan gelar dan sifat-sifat terpuji”. (Bidayatus Suul, hal. 38). Demikian semoga bermanfaat, Wallahu a’lam..

➡ SEBELUM MASA KENABIAN PENJAGAAN ALLAH TERHADAP RASULULLAH


Oleh: Wira Mandiri Bachrun
.
✅ Sebelum diutus menjadi rasul, Allah subhanahu wata’ala telah memberikan penjagaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari keburukan-keburukan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat jahiliyah. Kehidupan beliau pra-kenabian adalah hidup yang penuh kemuliaan dan keutamaan.
.
‼ Meskipun masa muda beliau dihabiskan di tengah-tengah masyarakat jahiliyah akan tetapi Allah telah memuliakan beliau dengan selalu terjaga dari keburukan tersebut. Di tengah-tengah masyarakatnya, beliau adalah orang yang paling baik akhlaqnya, orang yang menjaga kehormatannya, paling cerdas, paling lemah-lembut, dan paling jauh dari karakter-karakter yang buruk. Bahkan beliau dikenal dengan kejujuran dan amanahnya sehingga dijuluki sebagai al amin, orang yang amanah.
Keburukan dan kerendahan di masa jahiliyah sama sekali tidak mempengaruhi diri beliau. [1]
.
✅ Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menghimpun berbagai kebaikan yang menjadi standar masyarakat di masa itu. Beliau adalah tipe ideal dari sisi kejernihan berpikir dan ketajaman pandangan. Beliau memiliki kecerdasan yang lebih, ide-ide orisinil yang demikian jitu.[2] Hal ini bisa kita lihat dari ide beliau ketika memindahkan Hajar Aswad. Ide yang bisa menghindarkan para kabilah di kota Makkah dari pertumpahan darah. [3]
.
‼ Dengan akalnya yang demikian cerdas dan fithrahnya yang suci beliau menganalisa lembaran kehidupan manusia, memperhatikan urusan dan kondisi-kondisi mereka. Oleh karena inilah beliau tidak ikut-ikutan kepada segala bentuk khurafat dan berusaha menjauhi diri beliau dari hal itu. Beliau berinteraksi dengan manusia dengan bashirah (penuh pertimbangan) baik terhadap urusan beliau pribadi maupun urusan masyarakat. Apabila hal tersebut baik, maka beliau akan ikut berpartisipasi di dalamnya. Contohnya, dahulu kaum musyrikin berpuasa pada hari Asyuro, maka beliau pun ikut berpuasa sebagaimana yang diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari. Apabila hal tersebut tidak baik, maka beliau akan kembali mengasingkan diri. [4]
.
Beliau tidak pernah minum khamr, tidak pernah makan daging yang dipersembahkan kepada berhala, tidak pernah menghadiri perayaan untuk berhala ataupun pesta-pestanya bahkan dari sejak pertumbuhannya sudah menghindari dari sesembahan yang batil. Lebih dari itu, beliau malah sangat membencinya dan bahkan terkadang tidak dapat menahan emosi bila mendengar sumpah dengan nama Al Laata dan Al ‘Uzza, dua berhala bangsa Arab.[5]
.
‼ Tidak diragukan lagi bahwa berkat ketentuan Allah-lah beliau dapat terjaga dari hal tersebut. Ketika dorongan jiwa telah memuncak untuk mereguk kenikmatan duniawi dan rela mengikuti sebagian tradisi yang tak terpuji, ketika itulah pertolongan Allah menghalanginya dari hal-hal tersebut.
.
✅ Di dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ibnul Atsir bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
.
ما هممت بشيء مما كان أهل الجاهلية يعملون غير مرتين، كل ذلك يحول الله بيني وبينه، ثم ما هممت به حتى أكرمني برسالته
.
Tidak pernah aku berkeinginan untuk melakukan apa yang pernah dilakukan oleh Ahli Jahiliyyah kecuali hanya dua kali saja. Namun itu semua dihalangi oleh Allah. Kemudian aku pun tidak pernah lagi memiliki angan-angan untuk kembali melakukannya hingga Allah muliakan aku dengan risalah-Nya.”
.
✅ Kemudian beliau menceritakan dua keadaan yang pernah terlintas di benak beliau untuk melakukannya,
.
قلت ليلة للغلام الذي يرعى معي الغنم بأعلى مكة: لو أبصرت لي غنمي حتى أدخل مكة وأسمر بها كما يسمر الشباب! فقال: أفعل، فخرجت حتى إذا كنت عند أول دار بمكة سمعت عزفا، فقلت: ما هذا؟ فقالوا: عرس فلان بفلانة، فجلست أسمع. فضرب الله على أذني فنمت، فما أيقظني إلا حر الشمس. فعدت إلى صاحبي فسألني، فأخبرته
.
Suatu malam aku pernah berkata kepada seorang anak yang menggembala kambing bersamaku di dataran tinggi Makkah, ‘Andai saja engkau mau mengawasi kambingku sementara aku akan memasuki kota Makkah dan bergadang ria seperti yang dilakukan oleh para pemuda…’
Maka anak itu menjawab, “Baiklah.. (aku akan awasi kambingmu).”
.
✅ Kemudian aku pun kembali ke Makkah, sampai ke rumah pertama yang aku temui aku mendengar suara tabuhan rebana.
Aku pun lalu bertanya, “Ada acara apa ini?”
Mereka menjawab, “Pesta pernikahan si fulan dengan si fulanah!”
.
‼ Kemudian aku duduk-duduk untuk ikut mendengarkan tetabuhan musik itu. Namun Allah telah menutupi telingaku dengan membuatku tertidur. Aku tertidur sampai terasa teriknya panas matahari. Maka aku kembali menemui teman si penggembala. Dia bertanya kepadaku tentang apa yang aku alami dan akupun menceritakan apa yang terjadi pada diriku semalam.”
.

✅ Adapun kisah kedua…
.
ثم قلت ليلة أخرى مثل ذلك، ودخلت بمكة فأصابني مثل أول ليلة … ثم ما هممت بسوء
.
Kemudian setelah itu, aku pun ingin melakukan hal yang sama pada malam. Aku pun memasuki kota Makkah dan kembali terulang apa yang pernah aku alami di malam sebelumnya. Akhirnya aku tidak pernah lagi punya keinginan yang buruk.”[6]
.

••__••__ Lanjut ke Halaman 2 ••__••__