Polemik Tentang Orang Tua Nabi صلى الله عليه وسلم di Neraka, Tinggalkan Kemalasan dan Kelalaian
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.=…

DUA CARA BERSYUKUR , SATU DIANTARANYA DI LUAR DUGAAN

Dua Cara Bersyukur, Satu Diantaranya Di Luar Dugaan


Perbedaan antara Nifaq dan Riya’

Perbedaan antara Nifaq dan Riya’


Hukum Suami Menolak Ajakan Berhubungan Istri

Hukum Suami Menolak Ajakan Berhubungan Istri


Ketika Shalat Jamaah Anak Menangis, HaruskahMembatalkan Shalat?

Ketika Shalat Jamaah Anak Menangis, Haruskah Membatalkan Shalat?


Sudah Doakan Saudaramu di Saat Ia Tidak di
Hadapanmu?

Sudah Doakan Saudaramu di Saat Ia Tidak di Hadapanmu?


Ibadurrahman Tidak Mengucapkan Selamat Natal

Ibadurrahman Tidak Mengucapkan Selamat Natal


=
Untukmu Yang Malas Belajar Agama Islam-Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA.webm
https://app.box.com/s/igz4ls6z29qaujbyxd83ib4509bzt39x
Tafsir Ibnu Katsir QS.Al Baqarah Ayat 6 Keadaan Sifat Orang Kafir-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/uqsei8848o9ju6syxegkjmj99hy6eslr


Kelalaian Ust.Akhmad Rofi


OBAT MALAS BERAMAL Ust.Ahmad Zainuddin

BURUKNYA SIFAT MALAS Ust.Ahmad Firdaus
https://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Ahmad%20Firdaus/Buruknya%20Sifat%20Malas/Buruknya%20Sifat%20Malas.mp3


MENGOBATI HATI YG LALAI UST Abdullah Taslim


=…
Obat Bagi Hati Yang Lalai

Klik untuk mengakses id_Hadiah_Bagi_Hati_yang_Lalai.pdf


Kita yang Selalu Lalai

Klik untuk mengakses Khutbah-Jumat-Kita-yang-Selalu-Lalai.pdf


Malas Apakah Maksiat?

Klik untuk mengakses id_islam_qa_114489.pdf


Fenomena Lemahnya Iman

Klik untuk mengakses id_Fenomenanya_Lemahnya_Iman.pdf


“Belajar Loyal” (Tiga Prinsip Akidah dari BahasanTsalatsah Al-Ushul) – Ust.M.Abduh Tuasikal 72Hlm
https://www.dropbox.com/s/di3yoneatbygdqf/Buku%20Gratis%20-%20Belajar%20Loyal.pdf?dl=1

=…
Polemik Tentang Orang Tua Nabi صلى الله عليه وسلم di Neraka, Tinggalkan Kemalasan dan Kelalaian
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • Bukan buta mata dan tuli telinga, tetapi hatinyalah yang buta dan tuli ...

.
✅ Kelalaian adalah musibah terbesar yang menimpa manusia. Menurut para ulama, kelalaian adalah salah satu bentuk kekufuran.
Allah telah mengingatkan manusia dari penyakit lalai yang berbahaya ini dalam firmannya,
.
وَلَقَدۡ ذَرَأۡنَا لِجَهَنَّمَ كَثِیرࣰا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ لَهُمۡ قُلُوبࣱ لَّا یَفۡقَهُونَ بِهَا وَلَهُمۡ أَعۡیُنࣱ لَّا یُبۡصِرُونَ بِهَا وَلَهُمۡ ءَاذَانࣱ لَّا یَسۡمَعُونَ بِهَاۤۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ كَٱلۡأَنۡعَـٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡغَـٰفِلُونَ
.
Dan Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka punya hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka punya mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka punya telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al-A`raf: 179)
.

✅ Allah menciptakan manusia dengan potensi yang sempurna yaitu dikarunia akal. Dengan potensi akal inilah dimaksudkan agar manusia bisa berfikir dan memahami apa maksud tujuan diciptakannya di muka bumi ini. Karena itu, akal mesti dipergunakan dan dijaga dengan sebaik-baiknya untuk menjalankan visi da misinya di muka bumi yakni mengabdi dan menjadi khalifatullah.
.
‼ Ayat ini menyatakan bahwa manusia dan jin diberi oleh Allah potensi berupa hati (akal). Namun karena akal atau hatinya tidak digunakan untuk mengerti, berfikir, dan merenung apa yang tersurat dan yang tersirat, sehingga melanggar ketentuan yang digariskan oleh Allah, akibatnya mereka menjadi penghuni neraka.
.
✅ Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar,

Sesungguhnya Kami telah jadikan kebanyakan dari jin dan manusia untuk isi neraka Jahannam, Kami Maha Mengetahui tempat akhir mereka lebih dahulu. Sebab perbuatan mereka adalah perbuatan ahli neraka. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan dan keesaan Allah. Mereka mempunyai telinga tetapi tidak.dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah untuk mengambil pelajaran dan nasihat darinya. Mereka beserta segala sifat itu seperti binatang ternak yang menyia-nyiakan energi, bahkan mereka lebih sesat lagi daripada binatang ternak. Sebab binatang ternak lebih tahu mana yang manfaat mana yang tidak, sehingga mereka melakukan atau tidak. Adapun orang-orang kafir tidak bisa membedakan antara manfaat dan madharat sebagaimana yang telah diperintahkan Allah. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar)
.
✅ Berkaya Imam Ibnu Katsir رحمه الله,

Kami ciptakan dan Kami jadikan mereka untuk isi neraka Jahannam, kebanyakan dari jin dan manusia.
.
‼ Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan­nya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
.

✅ Dengan kata lain, mereka tidak memanfaatkan sesuatu pun dari indera-indera ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai sarana untuk mendapat hidayah, seperti pengertian yang terkandung di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
.
وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلا أَبْصَارُهُمْ وَلا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ
.

dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit jua pun bagi mereka, karena selalu mengingkari ayat-ayat Allah
(al Ahqaf: 26)
.

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
.

Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).
(Al-Baqarah: 18)
.

‼ Demikianlah sifat orang-orang munafik.
Sedangkan mengenai sifat orang-orang kafir,
.
✅ Allah telah berfirman:
.
صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
.

Mereka tuli, bisu, dan buta; maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
(Al-Baqarah: 171)

.
✅ Pada kenyataannya mereka tidak tuli, tidak bisu, dan tidak buta, melainkan hanya terhadap hidayah, seperti yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:
.
وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لأسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ.
.

Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedangkan mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)
. (Al-Anfal: 23)
.

فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
.

Karena sesungguhnya bukanlah mata itu buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada
. (Al-Hajj: 46)

.
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ * وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
.
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan); maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar, dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (Az-Zukhruf: 36-37)
(Tafsir Ibnu Katsir)

.

  • Penyebab utama kelalaian itu ada dua, yaitu harta dan keluarga.

.
✅ Sebagaimana yang Allah firmankan,
.
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلۡهِكُمۡ أَمۡوَ ٰ⁠لُكُمۡ وَلَاۤ أَوۡلَـٰدُكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ وَمَن یَفۡعَلۡ ذَ ٰ⁠لِكَ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡخَـٰسِرُونَ
.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa melakukan demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.“(Al-Munafikun: 9)
.

✅ Ibnu Qayyim rahimahullah berkata :
.
الغفلة نوم القلب، ولذلك تجد كثيرا من الأيقاظ في الحس نياما في الواقع، فتحسبهم أيقاظا وهم رقود.
.
Kelalaian adalah tidurnya hati, oleh karena itulah Anda menjumpai banyak orang-orang yang terjaga indranya, namun kenyataannya (hati) mereka tertidur, jadi Anda menyangka mereka terjaga, padahal sebenarnya mereka tertidur.”
Madarijus Salikin, 3 : 384)
Wallahu a’lam
Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc
=…

  • Tinggalkan kemalasan …!

.
✅ Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah memerintahkan orang Mukmin agar bersungguh-sungguh dalam melakukan apa-apa yang bermanfaat baginya dan agar menjadikan Allah sebagai pelindung.
.
‼ Hal ini sejalan dengan firman-Nya,
.
فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ
.
Maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya.” (Huud: 123)
.
✅ Sesungguhnya berupaya sekuat tenaga untuk mendapatkan hal-hal yang bermanfaat bagi hamba merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dan bentuk peribadahan kepada-Nya. Karena yang dapat memberikan manfaat kepadanya adalah ketaatan kepada Allah. Tiada sesuatupun yang lebih bermanfaat baginya daripada hal tersebut. Jadi, segala sesuatu yang dapat dijadikan sarana untuk menjalankan ketaatan, hal itu merupakan bentuk ketaatan pula. Kendati hal itu adalah suatu perkara yang mubah.
.
✅ Rasulullah berkata kepada Sa’ad,
.
وَ لَسْتَ تُنْفِقُ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إِلاَّ أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى الْلُقْمَة تَجْعَلُهَا فِي فِيِّ امْرَأَتِكَ
.
Tidaklah engkau menafkahkan satu nafkah yang dengannya engkau mengharap wajah Allah kecuali engkau akan diberi pahala dengannya sampaipun satu suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR Bukhari, 56)
.

✅ Rasululloh صلى الله عليه وسلم telah mengkabarkan bahwa Allah mencela al-ajzu (bermalas-malasan), yang merupakan lawan dari al-kais (rajin semangat).
.
‼ Karena sifat al-ajzu artinya tidak menjalankan apa-apa yang diperintahkan sebagaimana mestinya, karena hal itu akan menafikan kesanggupan untuk melakukan suatu amalan.
Sesungguhnya kesanggupan akan melahiran amalan dan yang menjadi pengiring amalan tersebut.
.
Isti’anah kepada Allah, bertawakkal, dan berdoa kepada-Nya merupakan perkara-perkara yang bisa menjadikan seseorang menjadi kuat serta meringankan masalah-masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu sebagian salafush shalih mengatakan, “Barangsiapa ingin menjadi manusia yang paling tegar (kuat) hendaknya ia bertawakkal kepada Allah.”
.
‼ Oleh karena itu diriwayatkan pula bahwa para malaikat yang menjunjung ‘Arsy, mereka mampu untuk menjunjungnya karena mereka mengucapkan
.
“ﻻ حول وﻻ قوة إﻻ بالله”.
.
✅ Allah berfirman,
.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
.
Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (ath-Thalaaq: 3)
.

✅ Dan Allah berfirman,
.
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
.
“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Ali Imran: 173)
.
[Disalin dari kitab at-Tuhfah al-‘Iraqiyyah fii al-A’maal al-Qalbiyyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Edisi Indonesia Amalan-Amalan Hati dan Jenisnya]
Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc
=…

******* Lanjut ke Halaman 2 *******