“Peringatan Tahun Baru Masehi”, Sebuah Kemungkaran Besar di Tengah Umat Islam
dan Awas, Ada Syiar Kekafiran di Balik Terompet Tahun Baru
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.
=…
(Jangan Gadaikan Aqidahmu, Ustadz Abu Thohir Jones Vendra, Lc, MA)


(Kemungkaran Di Akhir Tahun, Ustadz Umar Fauzi Baladraf, M.Pd.I)


Aqidah Seorang Muslim Di Akhir Tahun, Ustadz Abu Hijaz Abdul Azis Bin AbiBakr S.pd.i)


Kemungkaran di Akhir Tahun Ust.Sofyan Chalid Ruray
Pembatal Keislaman yang Tidak Disadari (01) 9Mb
https://app.box.com/s/y8mwcmwqr6nw5kxc3qfv3wwa9wcwgd4z
Salah Kaprah Makna Toleransi (02) 7Mb
https://app.box.com/s/5vmgqgqnvds38gqnrxun9lscxqmvmwbj
Bersikap Latah Merayakan Tahun Baru -(03) 6Mb
https://app.box.com/s/c1l7qkiy76e6xhvmr2uygck13atvtlhs
Ustadz Mufy Hanif Thalib, Lc-MAKSIAT-MAKSIAT DI AKHIR TAHUN
http://bit.ly/2PtAHGd


Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Ust.Aris Munandar


Renungan Di Akhir Tahun-Ust.Ali Musri


NASIHAT TAHUN BARU USTADZ KHAIDIR MUHAMMAD SUNUSI HAFIZHAHULLAH
https://drive.google.com/file/d/16E1DOjppObBRcYvx5PxUOrz0D77itwti/view?usp=drivesdk
Tahun Baru Perayaan Tiga Agama-Ust Afifi Abdul Wadud 2Mb
https://app.box.com/s/5ppwvwo0xdteuu9g35trm7jlp2qtymbp
Fakta dan Hukum Merayakan Tahun Baru-Ust Firdaus 2Mb
https://app.box.com/s/a1oasr7ouxmz611zw3u9l3kg841tonqg
Menyambut Tahun Baru-Ust Dadai Hidayat
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_sounds/single/id_Menyambut_Tahun_Baru.mp3


Panduan Islam Tentang Tahun Baru” Oleh Ustadz Khidir M.Sanusi


Natal dan Tahun Baru-Ustadz Achmad Rofi’i


Hukum Perayaan Tahun baru-Ust Badrusalam


Terompet Tahun Baru – Ustadz ArisMunandar


Manakah Tahun Baru Kaum Muslimin Ustadz Aris.Munandar


Kemaksiatan di Malam.Tahun Baru Oleh_Ustadz Kurnaedi,Lc


Tahun Baru, Akhlaknya_ – Ustadz Khairullah, Lc


••
Ebook
Tasyabbuh, Menyerupai Kebiasaan Orang Kafir
https://www.box.com/s/30b88770ca9335834095


Tasyabbuh (Barangsiapa Menyerupai Suatu Kaum Maka Dia Termasuk Golongan Mereka)-Dr Nashir Bin Abdul Qarim


Seorang Mukmin Tidak Ikut Merayakan Hari Raya Orang Kafir
https://imnasution.files.wordpress.com/2016/12/muslim-tidak-ikut-hari-raya-kafir.pdf


Haram Merayakan Natal dan Tahun Baru

Natalan Bukan Milik Yesus, Tapi Hari UlangTahun Kelahiran Dewa Kafir


Perayaan Natal dan Tahun BaruSimbol Kaum Kuffar


Toleransi Semu Natal dan Tahun Baru


Perayaan Tahun Baru itu Syiar KaumKuffar.pdf


Tahun Baru Masehi 52Hlm.

=…
➡ “Peringatan Tahun Baru Masehi”, Sebuah Kemungkaran Besar di Tengah Umat Islam
dan Awas, Ada Syiar Kekafiran di Balik Terompet Tahun Baru
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==.
➡ “Peringatan Tahun Baru Masehi”, 
Sebuah Kemungkaran Besar di Tengah Umat Islam

.
Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. _hafizhohulloh_
.
‼ Malam ini kita menyaksikan sebuah kemungkaran yang bernama “Peringatan Tahun Baru”.
.
✅ Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda :
.
من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان
.
Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah (mengingkari) dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah ia mengubah (mengingkari) dengan lisannya. Jika tidak mampu, hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya, sedang itulah keimanan yang paling lemah.” [HR. Muslim dalam Shohih-nya no. 49)]
.

✅ Malam ini kita saksikan ada perayaan yang terus berulang, dinamakan dengan “Perayaan Tahun Baru”.
.
‼ Padahal hakikatnya perayaan tersebut adalah “Perayaan Tahun Masehi
”.
.
✅ Perayaan ini asalnya adalah syiar dari orang-orang kafir. Seorang muslim tidak boleh ikut merayakan syiar seperti ini.
.

‼ Di jelaskan oleh para ulama bahwa perayaan ini asalnya dari para penyembah berhala yang ingin menyucikan Dewa mereka yang bernama “Dewa Janus”, dewa orang-orang Romawi.
.
✅ Ketika Kerajaan Romawi telah berubah menjadi “Kerajaan Kristen”, maka perayaan pada kerajaan tersebut diubah menjadi perayaan orang-orang Nashoro (Kristen).
.
‼ Sejak saat itu, orang-orang yang merayakan “Perayaan Tahun Baru Masehi adalah orang-orang Kristen.
.
✅ Sejarah seperti ini harus kita pahami agar kita mengetahui apa yang kita lakukan, sebab pada zaman ini sebagian manusia banyak yang ikut-ikutan dalam memperingati kaum Nashoro dalam melakukan “Perayaan Tahun Baru Masehi”.
.

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, Nabi _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_ menjelaskan,
.
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
.
Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang dhob (sejenis biawak) pun, kalian pasti kalian akan mengikuti mereka.
” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka!” (HR. Muslim no. 4822)

.
✅ Ini sudah diingatkan oleh Nabi sejak 14 abad yang lalu, sebelum terjadinya perayaan-perayaan seperti ini di tengah kaum muslimin.
.
‼ Hal ini telah di peringatkan oleh Nabi  _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_.
.
Nabi  _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_ telah menjelaskan kepada umatnya bahwa umat Islam hanya memiliki 2 hari raya!
.

Di masa Nabi  _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_, sebelum datangnya islam, di kalangan orang-orang Madinah, ada perayaan yang dikenal dengan “Perayaan Nairuz” dan “Perayaan Mahrojan”.
.
✅ Kemudian ketika Nabi  _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_ datang, maka Nabi  _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_ pun menghapus 2 perayaan tersebut.
.
Disebutkan dalam sebuah riwayat :
.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ
.
✅ Rasulullah _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_ bersabda:
.
” قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَإِنَّ اللهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْرًا مِنْهُمَا، يَوْمَ الْفِطْرِ، وَيَوْمَ النَّحْرِ ”
.
Aku datang kepada kalian, sedang dahulu kalian memiliki dua hari yang kalian dahulu bermain-main (berpesta pora) di dalamnya. Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian dengan dua hari yang lebih baik daripada keduanya (Nairuz dan Mahrojan) : yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adh-ha.” [HR. Abu Dawud (no. 1134) dan Ahmad (12827). Al-Albaniy menyatakannya shohih dalam Ash-Shohihah (no. 2021)]
.

✅ Di dalam hadits ini, Nabi _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_ menghapuskan semua jenis hari raya, seperti Mahrojan dan Nairuz (yang selalu diperingati sebagai awal tahun di masa jahiliah di kalangan Bangsa Persia dan Arab), serta semua hari-hari peringatan dihapus oleh beliau sejak saat itu!
.

‼ Kemudian, Nabi _Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam_ juga memperingatkan bahwa seorang muslim tidak boleh mengikuti syiar dan kekhususan orang-orang kafir, ritual-ritual mereka.
.
✅ Kata Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam dalam suatu riwayat :
.
وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
.
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” [HR. Ahmad (no. 5409) dan Abu Dawud dalam Sunan-nya (4031). Di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy]
.

Ini tegas dari Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam!
.
✅ J adi, seorang muslim itu punya syiar agama, punya simbol agama, serta punya jalan dalam beragama!
.
‼ Jangan kita ikut dan membebek kepada orang-orang kafir.
Sejak kecil, kita telah diajarkan sebuah suroh dari Al-Qur’an oleh orang-orang tua kita, yaitu :
.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
.
لَـكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
.
Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
(QS. Al-Kafirun : 6)

.
‼ Ini perlu saya ingatkan agar kaum muslimin itu jangan bersifat latah, mengikut, mengekor dalam beragama atau melakukan perayaan-perayaan yang tidak disyariatkan dalam agama kita.
.
✅ Karena, simbol-simbol seperti ini (yakni, “Perayaan Tahun baru Masehi”, misalnya) haram hukumn
ya.
.
Siapa yang telah mengetahui hal ini, namun dia tetap merayakannya, maka dia sudah melakukan dosa besar! Bahkan lambat laun dia bisa terjatuh ke dalam kekafiran, akibat meniru-niru syiar-syiar dan symbol agama Kristen, semisal : “Perayaan Tahun Baru Masehi” ini, atau “Perayaan Valentine Day’s”, “Perayaan Haloween”, “Perayaan April Mop”, dan lain sebagainya diantara perayaan-perayaan kaum Kristen yang diadopsi oleh sebagian umat Islam yang memiliki dasar agama yang dangkal.
Semoga Allah _azza wa jalla_ memberi taufiq bagi seluruh kaum muslimin agar kembali berpegang dengan Islam secara total dan menjauhi syiar-syiar agama lain! Wallohul Musta’an.
.
✅ Jadi kembali saya ingatkan bahwa malam hari ini bukan hari raya kita, malam ini kita berjalan, kita beraktivitas seperti pada malam-malam biasanya.
.
‼ Terakhir, perlu kami jelaskan bahwa ketika kami tegaskan bahwa “Perayaan Tahun Baru Masehi” adalah sebuah kemungkaran, jangan dipahami bahwa “Perayaan Tahun Baru Hijriah” adalah perkara yang disyariatkan dan dianjurkan.
.
✅ Kami tegaskan bahwa “Perayaan Tahun Baru Hijriah” juga adalah kemungkaran dan bid’ah yang tidak memiliki dasar dalam Islam! Ia adalah perkara yang diada-adakan dalam agama dan juga mengandung unsur “tasyabbuh” (meniru) “Perayaan Tahun Baru Masehi”, dan meniru mereka dalam hal itu adalah terlarang!
=…
Awas, Ada Syiar Kekafiran di Balik Terompet Tahun Baru
.

oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
.
✅ Di sepanjang jalan, sebelum datangnya malam tahun baru, kita menyaksikan banyak pedagang kaki lima memajang dan menjajakan berbagai macam terompet.
.
‼ Terompet-terompet itu digunakan untuk memeriahkan malam tahun baru. Sementara itu banyak orang yang silih berganti singgah untuk menawar dan membelinya.
.

✅ Di bulan Desember, para pedagang terompet melariskan ratusan, bahkan mungkin ribuan terompet, sehingga disana-sini kita mendengarkan hingar-bingar suara terompet yang ditiup oleh orang-orang, mulai dari orang besar sampai anak kecil yang masih lugu.
.
‼ Kita hidup di kota, tapi terasa di hutan karena seringnya kita mendengarkan suara terompet yang menyerupai suara gajah yang mengamuk!!

.
✅ Tiup-meniup terompet sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia raya dalam menyambut tahun baru.
.
‼ Tragisnya, mereka tak memahami arti dan fungsi terompet dalam sejarah perkembangannya. Mereka tak tahu asal-muasal penggunaan terompet.
.
✅ Setiap malam tahun baru, seluruh dunia meniup terompet. Apakah ini adalah suatu kebudayaan? Dari mana asalnya?

.
‼ Temukan jawabannya dalam kajian dan pembahasan ilmiah berikut ini, agar anda di atas ilmu dan hujjah tentang hal ini 
.
✅ Ternyata, setelah dilakukan banyak penelitian sejarah, budaya ini diikuti dari budaya Yahudi “Rosh Hashanah” (bahasa Ibrani: ראש השנה) yang merupakan tahun baru dalam penanggalan Yahudi.
.
‼ Sebenarnya, Yudaisme (ajaran Yahudi) memiliki empat hari “tahun baru” yang menandai berbagai “tahun” resmi, seperti halnya 1 Januari menandai tahun baru dalam penanggalan Gregorian.
.
✅ Rosh Hashanah adalah tahun baru Yahudi untuk manusia, binatang, dan kontrak hukum, menurut kepercayaan batil mereka!!

.
‼ Jadi, Menilik sejarahnya, bangsa yang pertama kali meniup terompet digunakan di malam tahun baru adalah bangsa Yahudi.
.
✅ Seluruh penjuru dunia telah menyambut pergantian tahun. Seperti negara-negara lain di dunia, masyarakat di Indonesia pun juga demikian.
.
‼ Jika di beberapa negara Asia, seperti Jepang, Korea, dan China, masyarakatnya menghabiskan malam Tahun Baru dengan mengunjungi tempat ibadah untuk berdoa, maka di Indonesia, meniup terompet sudah menjadi tradisi masyarakat saat menyambut pergantian tahun.
.

✅ Sayangnya, hingga saat ini tak banyak orang yang tahu mengapa terompet dipilih untuk menyambut datangnya tanggal 1 Januari!!
.
‼ Mereka juga tidak tahu hukumnya menurut syariat Islam. Mereka hanya ikut-ikutan dalam meniup terompet!!!
.
‼ Semula, kebiasaan meniup terompet ini merupakan kebiasaan masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru bangsa mereka yang jatuh pada bulan ke tujuh pada sistem penanggalan mereka (bulan Tisyri).
.
✅ Walaupun setelah itu mereka merayakannya di bulan Januari sejak berkuasanya bangsa Romawi kuno atas mereka pada tahun 63 SM.
.
‼ Sejak itulah mereka mengikuti kalender Julian yang kemudian hari berubah menjadi kalender Masehi alias kalender Gregorian.
.

‼ Pada malam tahun barunya, masyarakat Yahudi melakukan ritual introspeksi diri dengan tradisi meniup shofar (serunai), sebuah alat musik sejenis terompet.
.
✅ Bunyi shofar mirip sekali dengan bunyi terompet kertas yang dibunyikan orang Indonesia di malam Tahun Baru.

.
‼ Sebenarnya shofar (serunai) sendiri digolongkan sebagai terompet.
.
Terompet diperkirakan sudah ada sejak tahun 1.500 sebelum Masehi.
.
‼ Awalnya, alat musik jenis ini diperuntukkan untuk keperluan ritual agama dan juga digunakan dalam militer terutama saat akan berperang.
.
✅ Kemudian terompet dijadik
an sebagai alat musik pada masa pertengahan Renaisance hingga kini.
.
‼ Para pembaca yang budiman, inilah sejarah terompet dan asal penggunaannya. Dia merupakan syiar dan simbol keagamaan mereka saat merayakan tahun baru.
.

✅ Dari sini anda mengetahui bahwa meniup terompet adalah syiar dan ritual kekafiran kaum Yahudi.
.
‼ Selain itu, terompet juga dipakai oleh bangsa Yahudi dalam mengumpulkan manusia saat mereka ingin beribadah dalam sinagoge (tempat ibadah) mereka.
.
✅ Perkara ini telah dijelaskan oleh
hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Umar -radhiyallahu anhu- saat beliau berkata,
.
كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ لَيْسَ يُنَادَى لَهَا فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِي بِالصَّلاَةِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ
.
Dahulu kaum muslimin saat datang ke Madinah, mereka berkumpul seraya memperkirakan waktu sholat yang (saat itu) belum di-adzani. Di suatu hari, mereka pun berbincang-bincang tentang hal itu. Sebagian orang diantara mereka berkomentar, “Buat saja lonceng seperti lonceng orang-orang Nashoro”. Sebagian lagi berkata, “Bahkan buat saja terompet seperti terompet kaum Yahudi”. Umar pun berkata, “Mengapa kalian tak mengutus seseorang untuk memanggil (manusia) untuk sholat”. Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “Wahai Bilal, bangkitlah lalu panggillah (manusia) untuk sholat”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (604), dan Muslim dalam Shohih-nya (377)]
.

✅ Al-Hafizh Ibnu Hajar  Al-Asqolaniy -rahimahullah- berkata,
.
“وَالْبُوقُ وَالْقَرْنُ مَعْرُوفَانِ وَالْمُرَادُ أَنَّهُ يُنْفَخُ فِيهِ فَيَجْتَمِعُونَ عِنْدَ سَمَاعِ صَوْتِهِ وَهُوَ مِنْ شِعَارِ الْيَهُودِ وَيُسَمَّى أَيْضًا الشَّبُّورُ.” اهـ من فتح الباري لابن حجر (2/399)
.
Terompet dan sangkakala sudah dikenal. Maksudnya (hadits ini), bahwa terompet itu ditiup lalu berkumpullah mereka (orang-orang Yahudi) saat mendengar suara terompet. Ini adalah syi’ar kaum Yahudi. Ia disebut juga dengan shofar (serunai)”. [Lihat Fathul Bari (2/399), cet. Dar Al-Fikr]
.

******* Lanjut ke Halaman 2 *******