Mengikuti & Tasyabbuh Dengan Orang Kafir Adalah Sebab Kehancuran,dan Perayaan Tahun Baru!
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

BAHAYA BERTASYABBUH ATAS AMALAN NON MUSLIM”
.
SESI 1 “Nasihat kepada Kaum Muslimin tentang Perayaan Malam Tahun Baru” Oleh Ustadz Abd. Qohhar Daeng Labbang Hafizhahullah Ta’ala
https://drive.google.com/file/d/10KepxlRCBo5k1Y-61-cORijNaOAmlkrV/view?usp=drivesdk
SESI 2 “Indahnya Toleransi, Jauhi Menyerupai”
Oleh Ustadz Abu Abdirrahman Thoriq
https://drive.google.com/file/d/1xjkCYbzkVJIG02B9HY0E_vO49l1dqBHb/view?usp=drivesdk
Sambungan Sesi 2
https://drive.google.com/file/d/1-JYxWrCRwuaBO50DhdgZllMZrj5pk1g4/view?usp=drivesdk 

BAHAYA TASYABBUH-Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Bin Amrin Al – Barowy
https://drive.google.com/file/d/1YgkOP63TnBX0Bw9tE_JIAg0FC5JIkLPe/view?usp=drivesdk
(
Tasyabbuh Bil Kuffar, Ustadz Muhammad Abduh Sa’id),  

Generasi Latah: Muslim yang Kehilangan Jati Diri di Musim Natal & Tahun Baru Ust.Sofyan C.Ruray
https://app.box.com/s/ux8gfuiyzsylwu7h0o2240yhu6uaffs6
PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI DALAM TIMBANGAN SYARIAT UST. Abu Hanifah J. Yasin
https://app.box.com/s/y8yfp1qgj72mign89lkfxpe46bdgpgy9
KERUSAKAN PERAYAAN TAHUN BARU Masehi DAN ANJURAN MUASABAH UST. Wira Bachrun
https://app.box.com/s/v54dmrgs6gh9wp5d8d6pqk85nyuzq2jb 

Tabarruk Syirik & Bahaya Tasyabbuh bil Kuffar Ust. Sofyan. C. Ruray


Ust Yoyok, HARAMNYA TASYABBUH BILKUFFAR


Mengenal Hukum Tasyabbuh-Ust.Muhammad Arifin Badri


Bahaya Tasyabbuh Dengan Orang Kafir-Ust.Abu Ubaidah As SidawyBag1: Bag#2


Hukum Tasyabbuh Dengan Orang Kafir-Ust.Aunur Rafiq Ghufran


Stop TasyabbuhMenyerupai Kebiasaan Orang Kafir-Ust.Abdurrahman Thayyib


Ahlussunnah wal Jamaah Memperingatkan Bahayanya Menyerupai Orang Kafir-Ust.Abu Ya’la Kurnaedi


Harga Mati, Muslim Tidak Menyerupai Orang Kafir (Ustadz Ahmad Zainuddin)


Untuk Siapa Loyalitas Seorang Mukmin?-Ust Badrusalam


Tasyabuh dengan Orang Kafir Menjadi Penghalang Istiqamah– Ust Amran Amri

=…
Ebook
Tasyabbuh (Barangsiapa Menyerupai Suatu Kaum Maka Dia Termasuk Golongan Mereka) Dr Nashir Bin Abdul Qarim

Klik untuk mengakses TASYABUH.pdf


Mewaspadai Perbuatan Tasyabbuh
Menyerupai Kebiasaan Orang Kafir
https://www.box.com/s/30b88770ca9335834095
Patokan Menyerupai Kebiasaan Orang Kafir

Klik untuk mengakses id_islam_qa_21694.pdf


Tasyabbuh

Klik untuk mengakses TASYABUH.PDF


MUTIARA DARI KITAB TA’LIM AL MUTA’ALLIM

Klik untuk mengakses Talim%20Mutaalim.pdf


“Belajar Loyal” (Tiga Prinsip Akidah dari BahasanTsalatsah Al-Ushul) – Ust.M.Abduh Tuasikal 72Hlm
https://www.dropbox.com/s/di3yoneatbygdqf/Buku%20Gratis%20-%20Belajar%20Loyal.pdf?dl=1
UJIAN KITAB USHUL TSALAATSAH
http://bit.ly/38anzyy
=……



➡ Mengikuti & Tasyabbuh Dengan Orang Kafir Adalah Sebab Kehancuran,dan Perayaan Tahun Baru!
.
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
****.

  • Mengikuti & Tasyabbuh Dengan Orang Kafir Adalah Sebab Kehancuran dan Perayaan Tahun Baru!

.
✅ saudara-saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla
.
Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita bersama-sama mengungkapkan rasa syukur kepada Alloh ‘Azza wa Jalla atas limpahan rahmat dan curahan anugrah yang diberikan kepada kita semua.
.
✅ Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita bersama Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam.
.
‼ Ikhwatal iman ahabbakumulloh,
saudara-saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla..
.
Diantara bahasan penting dalam Aqidah adalah Al-Wala’ dan Al-Baro’, keduanya termasuk landasan fundamental dalam Agama Islam ini.
.

Al-Wala’ berarti loyalitas, yakni menanamkan rasa cinta pada sesama muslim serta berpegang teguh dengan syariatNya. Al-Baro’ berarti berlepas diri, yakni tidak loyal dengan mereka selain muslim.
.
✅ Sayangnya sikap ini sekarang sudah semakin luntur, tidak sedikit dari saudara kita diluar sana yang menganggap syariat serta budaya kita tidak keren, tidak lengkap, dan tidak sempurna, hingga akhirnya berkiblat dengan tradisi orang kafir, mengadopsi budaya serta kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
.
‼ Bahkan, banyak pula diantara kaum muslimin yang sudah memindahkan loyalitasnya kepada orang-orang kafir, mengikuti mereka bukan hanya sebatas trend dan fashion semata, tapi juga cara beragama. Semua itu bukan hanya karena lemahnya Iman kita, tapi juga besarnya propaganda dan misi mereka untuk membuat kita jauh dari Agama.
.
✅ Sungguh benarlah apa yang Alloh firmankan dalam KitabNya
.
وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ
.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk (yang benar). Dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
(QS Al-Baqoroh 120)
.

Sunnatulloh ini juga disampaikan oleh Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, Beliau mengatakan,
.
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ  فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ فَقَالَ  وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ
.
Kiamat tidak akan terjadi sampai umatku mengikuti generasi-generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta”
Lalu ada yang bertanya kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam, “(Apakah seperti mengikuti) Persia dan Romawi?”
Beliau menjawab, “Siapa lg dari kalangan manusia selain mereka (yang akan diikuti)?“
[HR Bukhori 7319]

.
Dalam riwayat lain para sahabat mengomentari dgn lafal
.
يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
.
“Wahai Rosululloh, (apakah seperti mengikuti) Yahudi dan Nashrani?”
Beliau menjawab, “Siapa lagi?”
[HR Muslim 2669]

.
✅ Syeikh As-Sa’di rohimahulloh menjelaskan dalam tafsirnya tentang Surat Al-Baqoroh ayat 120 diatas,
Alloh mengabarkan kepada RosulNya bahwa Yahudi dan Nasrani tidak senang sampai  kita mengikuti agama mereka. Karena mereka akan senantiasa mengajak kepada apa yang menjadi keyakinan mereka dan mempropagandakan bahwa itu adalah petunjuk. Karenanya katakan pada mereka,
.

إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ
.
 “Sesungguhnya petunjuk Alloh (yang engkau diutus dengannya) itulah petunjuk (yang benar)”
.

Adapun apa yang kalian yakini itu adalah hawa nafsu,’ dalilnya firman Alloh Ta’ala,
.
وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ 
.
Dan jika engkau mengikuti keinginan (hawa nafsu) mereka setelah pengetahuan (ilmu) datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
(QS Al-Baqoroh 120)
.

✅ Dalam ayat ini terdapat larangan besar untuk mengikuti hawa nafsu Yahudi dan Nasrani. Larangan menyerupai mereka dari apa yang khusus pada agama mereka. Pembicaraan ini walaupun ditujukan kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam tapi umatnya juga termasuk di dalamnya.
.

Sebab yang menjadi ibroh (pelajaran) adalah keumuman maknanya dan bukan kekhususan siapa yang diajak berdialog, sebagaimana pula yang menjadi ibroh adalah keumuman suatu lafadz dan bukan dikhususkan pada sebab turunnya”
(Taisir Al-Karimir Rohman, hal 64—65)

.
✅ Saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla..

Ketika kita bicara tentang Al-Wala’ dan Al-Baro’, terutama tentang loyalitas yang bukan pada tempatnya maka syariat kita mengkaitkan dengan bahasan Tasyabbuh atau Menyerupai.
Hal ini sesuatu yang terlarang dalam agama kita, karena kaum muslimin dilarang untuk menyerupai orang kafir dalam perkara yang menjadi ciri khas mereka.
.

Dalam Hadits yang masyhur dari sahabat Ibnu ‘Umar rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
.
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”
[HR Abu Daud 3512]
.
✅ Dalam riwayat lain juga disebutkan,
.
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
.
“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami”
[HR Tirmidzi 2619]
.
Tolok ukur tasy
abbuh kepada orang kafir yaitu ketika seorang muslim melakukan hal yang merupakan ciri khas mereka.
.
Sehingga apabila ada hal yang dilakukan seorang muslim dan tersebar luas dikalangan kaum muslimin namun bukan menjadi ciri khas orang kafir hal tersebut bukanlah tasyabbuh, ini biasanya terjadi dalam hajat-hajat duniawi semisal celana panjang, dasi panjang, jas, pizza, pasta, dan semisalnya,  yang mana semua itu adalah hal lumrah dizaman sekarang, ada dalam kehidupan atau kebutuhan sehari-hari serta tidak terikat dengan rangkaian kepercayaan atau keyakinan.
.
Selain  itu, tolok ukur tasyabbuh lainnya ada pada apa yang digambarkan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wassalam dengan dalil-dalil yg shohih, seperti kebiasaan umum orang kafir yang memanjangkan kumis maka Islam memerintahkan untuk memendekkannya;
.
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
.
“Selisilah orang-orang musyrik, biarkanlah jenggot (tumbuh atau memanjang) dan pendekkanlah kumis”
[HR Bukhari 5442]

.
Semoga kita semua diberikan Taufiq oleh Alloh agar dihindarkan dari perbuatan tasyabbuh, dan dicukupkan dengan mengikuti Sunnah Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam.
.
‼ saudara-saudaraku sekalian, yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla..
.
Dalam beberapa hari kedepan juga ada momen yang kita semua harus berhati hati agar tidak terjatuh pada tasyabbuh lainnya, yakni perayaan tahun baru!
.
‼ Kenapa hal ini termasuk tasyabbuh? Karena selain menjadi ciri khas orang kafir, perayaan ini juga mengandung unsur keyakinan sejak nenek moyang mereka.

.
Disebutkan dalam hadits dari sahabat Anas bin malik rodhiallohu ‘anhu,
.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلِأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ
.
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam datang ke Madinah yang saat itu penduduknya mempunyai dua hari yang mereka gunakan untuk bersenang-senang.
Maka Nabi bersabda, “Aku datang kepada kalian sedang kalian mempunyai dua hari untuk senang-senang, padahal Alloh telah menggantinya dengan dua hari yang lebih baik darinya, Hari Raya (ied) Fitri dan Hari Raya (ied) Adha”
(HR Ahmad 12362)
.

✅ Hal ini karena orang-orang di Madinah kala itu (saat Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam baru datang Hijrah dari Makkah) mengikuti perayaan tahun baru orang-orang majusi yang disebut Nairuz, disebutkan dalam Hadits ‘Abdulloh bin ‘Amr rodhiallohu ‘anhu,
.
ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻓِﻲ ﺑِﻼﺩِ ﺍﻷَﻋَﺎﺟِﻢِ  ﻭَﺻَﻨَﻊَ ﻧَﻴْﺮُﻭﺯَﻫُﻢْ ﻭَﻣِﻬْﺮَﺟَﺎﻧَﻬُﻢْ ﻭَﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻬِﻢْ  ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻤُﻮﺕَ  ﻭَﻫُﻮَ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺣُﺸِﺮَ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
.
“Barangsiapa yang membangun negeri-negeri ‘ajam (negeri orang kafir), dan ikut hari raya Nairuz dan Mihrajan (perayaan tahun baru majusi), meniru-niru mereka sampai mati, maka ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat”
[Sunan Al-Kubro 9/234]

.
✅ Ibnul Qoyim rohimahulloh mengatakan,
.
وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق  مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم  فيقول: عيد مبارك عليك  أو تهنأ بهذا العيد ونحوه، فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات
.
Memberi ucapan selamat terhadap salah satu syiar orang kafir hukumnya haram dengan kesepakatan para ‘Ulama. Seperti memberi ucapan selamat kepada mereka dengan hari raya mereka atau puasa mereka dengan mengucapkan, Hari Raya yang diberkahi untukmu, atau memberi ucapan selamat tentang Hari Raya tersebut dan semacamnya.
Yang demikian ini karena orang yang memberi ucapan selamat seperti menerima (ridho) dengan perbuatan kekafiran, dan itu termasuk perbuatan yang haram”

(Ahkamu Ahlu Adz-Dzimmah, 1/441)
.
✅ Saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh, sesuai penjelasan diatas jika mengucapkan selamat dengan lafal “Selamat Tahun Baru bla bla bla” saja terlarang apalagi ikut merayakannya. Maka sudah saatnya kita meng-edukasi keluarga dan kerabat untuk berhenti merayakannya.
.
Sungguh, diantara efek buruk meniru kebiasaan orang kafir adalah hati yang dapat tertambat kepada mereka, hingga hilang bahkan lenyap sikap Al-Wala’ kita kepada sesama muslim, dan akhirnya justru berpindah kiblat pada apa-apa yang menjadi tradisi dan juga kepercayaan mereka, Na’udzubillah min dzalik.
.
✅ Terakhir, ada doa bagus yang layak untuk kita biasakan, doa yang diajarkan oleh sahabat mulia Abdulloh bin Mas’ud dalam hadits yang shohih,
.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لاَ يَرْتَدُّ  وَنَعِيْمًا لاَ يَنْفَدُ  وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الخُلْدِ
.
Yaa Alloh sejatinya aku memohon kepadaMu Iman yang tidak akan murtad, Nikmat yang tidak akan hilang, dan dapat menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga yang paling tinggi dan kekal”
[HR Ahmad 4112]
.
✅ dari Zirrin bin Hubays, dia berkata:
.
ﺃَﻥَّ ﺍﺑْﻦَ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺎﺋِﻤًﺎ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺑَﻠَﻎَ ﺭَﺃْﺱَ ﺍﻟْﻤِﺎﺋَﺔِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ، ﺃَﺧَﺬَ ﻳَﺪْﻋُﻮ ، ﻓَﻘَﺎﻝَﺍﻟَﺮَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ” ﺳَﻞْ ﺗُﻌْﻄَﻪْ ” ، ﺛَﻼﺛًﺎ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ :
.

bahwasanya ibnu Mas’uud pernah shalat; dia membaca surah an-Nisaa` dan telah membaca seratusan ayat. Kemudian dia berdoa. Maka.Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “mintalah, pasti akan diberi” sebanyak tiga kali. Maka beliau berdoa:
.
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻻ ﻳَﺮْﺗَﺪُّ ، ﻭَﻧَﻌِﻴﻤًﺎ ﻻ ﻳَﻨْﻔَﺪُ ، ﻭَﻣُﺮَﺍﻓَﻘَﺔَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻓِﻲ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﺟُﻨَّﺔِ ﺍﻟْﺨُﻠْﺪِ
.

Allaahumma inni as`aluka imaanan laa yartad, wa na’iiman laa yanfad, wa muraafaqatan muhammadin shallallaahu ‘alayhi wa sallam fi a’la jannatil khuld.

.
“Ya Allah saya meminta kepada-Mu keimanan yang tidak akan berubah dengan kemurtadan, kenikmatan yang tiada putus, dan (aku memohon kepada-Mu) agar menjadi pendamping Muhammad Shallallahu’alaihi
Wasallam di derajat tertinggi dari surga yang kekal.” (Diriwayatkan Ahmad, ibnu Hibbaan [dan ini redaksinya], dan selainnya)
.

✅ Semoga kita semua adalah hamba-hamba yang dimudahkan untuk senantiasa istiqomah diatas Sunnah, dikuatkan walaupun banyak orang yang menggunjing dan meremehkan.
=…

“`___“___ Lanjut ke Halaman 2 ___“_