Selamatkan Anak Dari Tetangga Buruk,Tetanggamu, Punya Hak Atasmu
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.


Anak dan Adab Terhadap Bertetangga – Ustadz Abdullah Zaen


Adab Bertetangga – Ustadz Sahl Abu Abdillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1L0J-2pHh062XYAlePoRmd7FqQT3AceVa/view?usp=drivesdk
Adab Bertetangga – Ustadz Bambang Abu Ubaidillah
https://drive.google.com/file/d/12f8eVSjC6ILzJFPrhol-_ysrDa6Lj7vu/view?usp=drivesdk
Adab Bertetangga – Ustadz Mizan Qudsiyah
https://app.box.com/s/5ya9hpk460nvwcjlxdc90ymois37gkqr


Memulian Tetangga – Ustadz Abu Salman


Rumput Tetangga Lebih Hijau-Ust.Syafiq Basalamah


Adab Bertetangga – Ustadz Badrusalam


Hak Bertetangga – Ustad z Badrusalam


MULIA DGN HAK TETANGGA Ust Ahmad Zainuddin


TETANGGAMU PARAMETER IMANMU Ust.M.Nurul Dzikri


TETANGGAMU SURGAMU ATAU NERAKAMU Ust.Abdullah Zaen


=…
EBOOK
Hak Hak Tetangga

Klik untuk mengakses hak-hak-tetangga-dan-keutamaannya.pdf


Adab Bertetangga

Klik untuk mengakses id_Adab_Bertetanga.pdf


Hukum dan Adab Islam
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_Hukum_dan_Adab_Islam.pdf


Menjadi “Tetangga Idaman” Menurut Al-Qur’an dan Hadits Shahih-‘Ali Hasan ‘Ali ‘AbdulhamidAl Halabi Al Atsari(38Hlm)


Riyadhul Sholihin (Jilid Pertama) – Imam Abu Zakaria bin Syaraf An Nawawi (510Hlm)

Klik untuk mengakses indu38.pdf


Riyadhul Sholihin (Jilid Kedua) – Imam Abu Zakaria bin Syaraf An Nawawi (507Hlm)

Klik untuk mengakses indu39.pdf


=…

✅ Selamatkan Anak Dari Tetangga Buruk,Tetanggamu, Punya Hak Atasmu
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • Tetanggamu, Punya Hak Atasmu

.
Saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla. hak tetangga
✅ Kehidupan bertetangga adalah salah satu pilar penting untuk mewujudkan bangsa yang makmur dan sejahtera, jargon ini bukan hanya dalam konteks kewarganegaraan tapi juga dalam tinjauan syari’at islam. Bahwa tetangga bukan sekedar lingkup sosial yang berdampingan dengan tempat tinggal kita, tapi juga step berikutnya setelah keluarga yang dijadikan patokan tentang baik atau buruknya seseorang.
.

Kita semua telah tahu ketika Nabi sholallohu ‘alaihi wassallam menjadikan akhlak pada keluarga sebagai tolok ukur, Beliau bersabda
.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
.
“Sebaik-baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya”
[HR Tirmidzi 3895]

.
Kehidupan Bertetangga Menjadi Ukuran Kebaikan Seorang Muslim
.
Dan satu tingkatan setelahnya yaitu tetangga juga dijadikan tolok ukur dalam syari’at.
Disebutkan dalam Hadits Abdulloh ibn Mas’ud ketika ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, “Bagaimana saya bisa mengetahui, apakah saya orang baik ataukah orang jahat?
.
✅ Beliau pun menjawab,
.
إِذَا قَالَ جِيرَانُكَ قَدْ أَحْسَنْتَ فَقَدْ أَحْسَنْتَ، وَإِذَا قَالُوا إِنَّكَ قَدْ أَسَأْتَ فَقَدْ أَسَأْتَ
.
“Jika tetanggamu berkomentar, kamu orang baik maka berarti engkau orang baik. Dan jika mereka berkomentar engkau orang tidak baik, berarti kamu tidak baik”
[HR Ahmad 3808, Ibnu Majah 4223]
.

Yang dimaksud komentar tetangga disini tentu saja adalah komentar dari tetangga yang baik, yang sholeh, dan paham syariat, bukan yang gemar maksiat.
.
‼ Penting dan mulianya kehidupan bertetangga bagi seorang muslim j
uga tergambar dari sabda Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam yang menyangka bahwa tetangga memiliki hak waris
.
مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
.
Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris”
[HR Bukhori 6014 dan Muslim 2625
]
.
✅ Syeikh Utsaimin rohimahulloh menjelaskan:
Bukan berarti dalam hadits ini Jibril mensyariatkan bagian harta waris untuk tetangga, sebab Jibril tidak memiliki hak dalam hal itu. Namun maknanya adalah Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam sampai mengira bahwa akan turun wahyu yang mensyariatkan jatah waris untuk tetangga.
Ini semua menunjukkan betapa ditekankannya nasihat Jibril tersebut kepada Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam”

(Syarh Riyadhus Sholihin, 3/177)
.
Nabi Memerintahkan Bersikap Baik pada Tetangga
.
Saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla, berangkat dari hadits diatas, juga telaah dari banyaknya hadits tentang keutamaan bertetangga dan hak tetangga, setidaknya ada 3 hadits dengan riwayat yang berbeda namun redaksinya hampir sama dan semuanya menyerukan tentang akhlak mulia pada tetangga.
.
Pertama :
.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ 
.
Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaknya dia muliakan tetangganya”
[HR Bukhori 5589 dan Muslim 70]
.

Kedua :
.
مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللَّهِ والْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إلى جارِهِ
.
Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya”
[HR Muslim 69]

.
Ketiga :
.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِي جَارَهُ
.
Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, janganlah dia mengganggu tetangganya”
[HR Bukhori 5185 dan Muslim 47]

.
✅ Jika dibahasakan dengan ringkas, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam mengkaitkan keimanan pada Alloh dan Hari Akhir untuk bersikap 3 hal pada tetangga: memuliakannya, berbuat baik kepadanya, dan tidak menyakitinya.
.

  • Muliakanlah Tetangga

.
Pertama, memuliakan tetangga bisa dengan tidak menyulitkannya, atau tidak mempermasalahkannya pada hal-hal yang bersifat mubah, seperti ketika menyandarkan kayu di dinding rumah kita, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda
.
لاَ يَمْنَعْ أَحَدُكُمْ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَةً فِى جِدَارِهِ
.
Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menyandarkan kayu di dinding (tembok)nya”
[HR Bukhori 1609, Muslim 2463, Tirmidzi 1353, Abu Dawud 3634, dan Ibnu Majah 2335]

.

  • Berbuat Baik pada Tetangga

.
Kedua, berbuat baik kepada tetangga bisa dengan memberi apa yang kita miliki walaupun terkesan remeh, pemberian yang mungkin muncul rasa minder ketika kita hendak memberikannya, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda
.
يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ، لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا، وَلَوْ فِرْسنَ شَاةٍ

Wahai para wanita muslimah, janganlah satu tetangga meremehkan pemberian tetangga yang lainnya, meskipun hanya kaki kambing/tulang belulang kambing
[HR Bukhori 2566 dan Musl
im 1030]
.
✅ Lafal فرسن maknanya tulang yang tidak berdaging, atau sedikit dagingnya (mayoritas hanya tulang saja). Dalam hadits lain bahkan kita diperintahkan untuk memperbanyak kuah masakan jika hendak berbagi pada tetangga,
.
إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوْفٍ
.
Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya. Lalu lihatlah keluarga tetanggamu, berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik”
[HR Muslim 4766]

.

  • Jangan Menyakiti Tetangga

.
Ketiga, tidak menyakiti tetangga bisa dengan menjaga lisan agar tidak menggibahi tetangganya, tidak nyinyiri tetangganya, Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam pernah ditanya oleh salah seorang sahabatnya
.
يا رسول الله! إن فلانة تصلي الليل وتصوم النهار، وفي لسانها شيء تؤذي جيرانها. قال: لا خير فيها، هي في النار
.
Wahai Rosululloh, si Fulanah sering shalat malam dan puasa. Namun lisannya pernah menyakiti tetangganya.
Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam menjawab : “Tidak ada kebaikan padanya, ia di neraka” “
[HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrok 7385, Shohih Adabil Mufrod 88]

✅ Saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla, semoga tulisan ringkas tentang adab bertetangga ini bisa bermanfaat dan mudah diingat oleh kita semua.
.
Ditulis oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
=…

  • Selamatkan Anak Dari Tetangga Buruk

.
Yang dinamakan tetangga mencakup muslim dan non-muslim, ahli ibadah dan orang fasik, teman maupun musuh, orang asing atau pribumi, orang yang bisa memberi manfaat juga orang yang memberi madharat.
.
Tetangga mempunyai beberapa tingkatan. Sebagiannya lebih tinggi daripada yang lain. Yang paling tinggi adalah yang terkumpul padanya seluruh sifat yang pertama (seorang muslim, ahli ibadah, teman dan seterusnya). Kemudian yang terbanyak dan seterusnya, sampai yang hanya mempunyai satu sifat di atas.
.

Dan kebalikannya (yang paling rendah), adalah yang terkumpul padanya sifat-sifat yang kedua (kafir, fasik, musuh). Maka masing-masing diberi haknya menurut keadaannya masing-masing. Terkadang bertentangan antara dua sifat atau lebih, maka diunggulkan salah satunya, atau disamakan. (Fathul Bari: 10/442)
.

  • Jangan sampai anak kita mengganggu anak tetangga

.
Kita dilarang mengganggu tetangga, demikian juga anak kita, hendaknya tidak mengganggu anak tetangga. Karena tetanggalah orang yang dekat dengan kita, penjaga rumah, sekaligus keluarga kita pada saat kita bepergian, dan yang suka membantu kita. Demikianlah lazimnya tetangga yang mengerti hak-hak pertetanggaan. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda,
.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِى جَارَهُ
.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari pembalasan, hendaknya tidak mengganggu tetangganya.” (HR. Bukhari: 5185)

.

_________  Lanjut ke Halaman 2 _________