Sufi dan Tasawuf, Hakikat, Dasar, Sejarah & Tokohnya
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Apa itu Sufi dan Tasawuf – Ustadz Harist Abu
Naufal.webm
Bag1:https://app.box.com/s/s2965ko34pm9o9ullnby4jq1aruufxbg
Bag2:https://app.box.com/s/nedxougpzup271vxa2jskftdr4kyto58
Bag3:https://app.box.com/s/6pst40kcv0fpq0l57at8xqblh85nywg2
Bag4:https://app.box.com/s/ud9vejbanx6dytwdxcldy627ueogjcdz


Hakikat Agama Tasawuf Ust.Yazid JawasBag1: Bag2 


ADA APA DGN SUFI TASAWUF Ust.AfifuddinBag1 : Bag2


=…
Ebook
SUFI TASAWUF DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN SUNNAH-
Muhammad Jamil Zainu 75Hlm

Klik untuk mengakses indonesian-097.pdf


Imam Asy-Syafi’i Vs Sufi Tasawuf
https://www.box.com/s/0235da59877fe6f59e86
Aliran Sufi Diingkari Imam Syafi’i Rahimahullah

Klik untuk mengakses Aliran%20Sufi%20Diingkari%20Imam%20Syafi.pdf


Hakikat Sufi – Syaikh Shalih al-Fauzan
http://www.islamdownload.net/files/123910/pdf-islamhouse/hakikat%20Tasawuf%20By%20Syaikh%20Shalah%20Fauzan.pdf
Sufi Dalam Pandangan Islam
http://www.islamdownload.net/files/123910/pdf-islamhouse/Sufi%20dlm%20Pandangan%20Islam.pdf
Sufi Di Zaman Ini
http://www.islamdownload.net/files/123910/pdf-abusalma/sufi%20zaman%20ini.pdf
Hakekat Sufi Tasawuf
http://www.islamdownload.net/files/123910/pdf-abusalma/Hakikat%20Tasawuf.pdf
Sudah Saatnya Menyadari Hakekat Ajaran Sufi
Penulis: Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA
https://drive.google.com/uc?export=download&id=0B3sM_BaQJ6srUHQ4cVcwOElvVkU
Hakikat Sufi-Abdullah bin Taslim
http://www.box.net/shared/5zjb1kd25x
Kesesatan Sufi

Klik untuk mengakses id_sufi.pdf


Dialog Bersama Kaum Sufi

Klik untuk mengakses id_dialogue_with_the_sufi.pdf


Kesesatan Tarekat Tasawuf

Klik untuk mengakses id_way_of_sufism_hartono.pdf


Hakikat Kesesatan Tasawuf

Klik untuk mengakses id_fact_of_sufism.pdf


Kupas Tuntas Seputar Ruh
https://drive.google.com/file/d/0BzDT5zrhbMyDZk16VjU3VVMtU0k/view
=…
➡ Tasawuf dan Sufi Hakikat, Dasar, Sejarah & Tokohnya

.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

  • Tasawuf, Hakikat, Dasar, Sejarah & Tokohnya

.
Kata Tasawuf atau Tashawwuf (shufiyyah) diambil dari akar kata Yunani yaitu shopia  artinya adalah hikmah. Adapula yang mengatakan bahwa kata itu dinisbatkan kepada pakaian shuuf  (wol) –dan inilah makna yang paling dekat dengan kebenaran- dan pendapat inilah yang dianggap kuat oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sebab beliau melihat langsung orang-orang shufi memakai pakian dari dari shuuf (wol) dengan anggapan bahwa pakaian itu melambangkan kezuhudan.[1] Yang jelas, kata shufi (shufiyyah)  bukan berasal dari kata shofa (bersih) sebagaimana yang mereka (ahli tashawwuf) dakwahkan.[2] Sebab kalau berasal dari shofa (الصفاء) tidak mungkin menjadi shufi  (صوفي) tetapi (صفائي).[3]
.
Penamaan Tasawuf
.

‼ Penamaan Tasawuf/Tashawwuf dan shufi tidak dikenal pada awal Islam. Penamaan ini terkenal (ada) setelah itu atau masuk ke dalam Islam dari ajaran agama dan keyakinan selain Islam.
.
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa awal munculnya shufiyyah adalah dari Bashrah di Irak. Di Bashrah terjadi sikap berlebih lebihan dalam kezuhudan dan Ibadah yang tidak pernah terjadi di seluruh negeri.[4] Ajarannya dinamakan Tashawwuf , sedang orang yang menganut dan memeluknya dinamakan shufi.[5]
.
‼ Dr. Shabir Tha’imah memberi komentar[6], “ Jelas bahwa Tashawwuf  dipengaruhi oleh kehidupan para pendeta Nasrani, mereka suka memakai pakaian dari bulu domba dan berdiam di biara-biara, dan ini banyak sekali. Islam memutuskan kebiasaan ini ketika ia membebaskan negeri dengan tauhid. Islam memberikan pengaruh yang baik terhadap kehidupan dan memperbaiki tatacara ibadah yang salah dari orang-orang sebelum Islam.”[7]
.
Hakikat Tashawwuf dan Perbedaannya dengan ajaran Al-Quran dan Sunnah
.
✅ Syaikh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir ( wafat th.1407) berkata di dalam bukunya at-Tashawwuf al-Mansya’ wal mashadir , “Apabila kita memperhatikan dengan teliti tentang ajaran shufi yang pertama dan terakhir (belakangan) serta pendapat-pendapat yang dinukil dan diakui oleh mereka di dalam kitab-kitab shufi, baik yang lama maupun yang baru, maka kita akan melihat dengan jelas Perbedaan yang jauh antar shufi dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah, Begitu juga kita tidak pernah melihat adanya bibit shufi  di dalam perjalanan hidup Nabi dan para sahabat beliau, yang mereka adalah (sebaik-baik) pilihan Allah Ta’ala dari para hamba-Nya (setelah para Nabi dan para Rasul). Sebaliknya kita bisa melihat ajaran Tashawwuf diambil dari para pendeta Kristen, Brahmana, Hindu, Yahudi, serta Kezuhudan Budha, konsep asy-syu’ubi di Iran yang merupakan Majusi di periode awal kaum Shufi, Ghanusiyah, Yunani, dan pemikiran Neo-Platoisme, yang dilakukan oleh orang-orang Shufi belakangan.”[8]
.

  • Berbagai sekte (aliran) Tasawuf

.
 ✅ Orang-orang shufi telah berpecah belah sedemikian hebat. Semakin lama dunia pershufian (tashawwuf), semakin banyak melakukan penyimpangan dan dan amalan-amalan ibadah yang mengada-ada dalam agama yang jauh lebih dahsyat dari pendahulunya. Dan hal ini telah diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ dalam haditsnya,
.
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ السَّمْعِ وَ الطَّاعَةِ، وَ إِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْددِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَ سُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وِ إِيَّاكُمْ وَ مُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
.
‼ “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, selalu mendengar dan taat, meski yang memerintahkan kalian adalah seorang budak . Barangsiapa hidup sepeninggalku, pasti akan melihat adanya banyak perselisihan. Hendaknya kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para alkhulafa arrasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah ajaran mereka dengan ajaran kalian. Hendaknya kalian menjauhi ibadah yang dibuat-buat, sesungguhnya ibadah yang dibuat-buat itu adalah bid’ah dan segala bid’ah itu sesat.”[9]
.
✅ Diantara beberapa sekte tarekat shufi yang terkenal, diantaranya: Rifa’iyyah, Syadziliyah, Qaqiriyah, at-Tijaniyah,[10] Naqsabandiyah[11] dan lainnya. Mereka masing-masing mengklaim bahwa kamilah yang paling benar, golongan selain kami salah. Padahal Islam sangat melarang untuk berpecah belah dan bergolong-golongan[12] sebagaimana Firman Allah,
.
وَ لاَتَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ (31) مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَ كَانُوْا شِيَعًا ، كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ (32)  “
.
Janganlah kalian menjadi orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang berpecah belah dalam agamanya dan mereka bergolong-golongan. Setiap golongan bangga dengan golongan mereka masing-masing.”[13]
.
Tokoh-tokoh Tasawuf
.
✅ Banyak sekali pendapat dari tokoh-tokoh tashawwuf yang menyimpang dari al-Quran dan as-Sunnah serta jauh dari apa yang diamalkan oleh para sahabat Nabi ﷺ. Semoga Allah melindungi kita dari berbagai macam  keyakinan yang menyimpang. Diantara pendapat tersebut adalah:
.

  • Ibnu Arobi

.
✅ Ia adalah salah seorang tokoh shufi yang terkenal, dimakamkan di Damaskus. Di dalam kitabnya berjudul Futuhat Al Makkiyah, dia berkata, “ Bisa saja sebuah hadits yang sebelumnya dihukumi shahih (oleh ahlul hadits) berdasarkan jalan periwayatannya, kemudian dihukumi tidak shahih oleh orang yang memiliki ilmu kasyaf (ilmu menyingkap rahasia), dengan alasan telah menanyakan langsung kepada Rasulullah ﷺ (baik lewat mimpi atau bukan-pen.-) dan Rasulullah mengingkari hadits shahih tersebut dan menegaskan bahwa beliau belum pernah mengatakan hadits itu dan belum pernah menetapkan satu hukum dari hadits tersebut. Sehingga hadits shahih tersebut berubah menjadi hadits dha’if, harus ditinggalkan serta tidak boleh diamalkan berdasarkan keterangan langsung dari Rasulullah ﷺ melalui Allah. Walaupun hadits itu telah diamalkan oleh ahli riwayat (ahlul hadits) karna riwayatnya shahih, tetapi pada hakikatnya hadits tersebut tidak boleh diamalkan.
.
‼ Pendapat aneh ini juga dapat ditemukan pada muqaddimah buku Al-Hadits Al-Musytahirah . Pendapat ini jelas-jelas berbahaya dan merupakan ancaman terhadap hadits-hadits Nabi ﷺ. Selain itu pendapat ini juga mencela dan merendahkan ulama-ulama ahli hadits seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan lain-lain.[14]
.

✅ Ibnu Arabi mengajak kepada persatuan agama-agama yaitu Yahudi, Nasrani, Penyembah berhala dan Islam. Dia berkata: “ Dulu aku mengingkari teman yang berbeda agama denganku. Tetapi hari ini hatiku telah lapang menerima perbedaan. Karena itu biarkanlah padang rumput untuk kumpulan rusa, biara untuk para rahib, candi untuk berhala, Ka’bah untuk orang thawaf, batu tulis untuk Taurat dan Mushaf untuk Al-Quran.”[15] Pendapat ini dibantah dengan Firman Allah,
.
وَ مَنْ يَبْتَغِيْ غَيْرَ الْإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَ هُوَ فِيْ الْآخِرَةِ مِنَ الْخَٰسِرِيْنَ (85)
.
‼ “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”[16]
.

✅ Ibnu Arabi juga berkeyakinan bahwa Allah adalah makhluk dan makhluk adalah Allah. Keduanya saling menyembah satu dengan yang lain. Hal ini tersirat dalam syairnya,
.
‼ “Dia memujiku dan akupun memujiNya
.
✅ Dia menyembahku  dan akupun menyembahNya ?”[17]
.
‼ Dalam bukunya Al-Fus
hush (haqiqat) Ibnu Arabi juga pernah berkata, “ Sesungguhnya seorang laki-laki ketika meniduri istrinya, sebenarnya sedang meniduri Al-Haq.[18]
.
✅ Kita berlindung kepada Allah dari perkataan yang rusak ini.
.
An-Naabalusi
.
✅ Dia menerangkan kata-kata Ibnu Arabi diatas dengan kalimat, “sesungguhnya dia sedang menyetubuhi Al-Haq.” [19]
.
Abu Yazid Al-Bustami
.
‼ Di saat bermunajat kepada Allah, dia berkata, “ Ya Allah! Hiasilah diriku dengan ke-Maha EsaanMu. Kenakanlah kepadaku pakaian keRabbaniyahanMu. Dan angkatlah aku sampai ke derajat Mahatunggal seperti DiriMu. Sehingga jika orang-orang melihat diriku, mereka akan mengatakan, ‘Oh, kami telah melihat Allah.” Abu Yazid berkata, “ Mahasuci aku, mahasuci aku, betapa agung keadaanku, surga bagiku tak lain hanyalah mainan anak-anak saja!!’[20
.

Jalaludin Rumi
.
.
✅ Dia pernah berkata, “ Saya seorang muslim. Tapi saya juga seorang Nasrani, penganut Budha dan Zoroaster. Tempat ibadahku bukan satu. Bisa di masjid, gereja, ataupun candi.”[21]
.
Ibnu Faridh
.
‼ Dia pernah berkata, “ Sesungguhnya Allah pernah menampakkan diri kepada Qais dengan bentuk rupa Laila, pernah menampakkan diri kepada kutsair dengan bentuk rupa Azah, pernah menampakkan diri kepada Jamil bentuk rupa Butsainah.” Kalimat ini terdapat dalam Qasidah (kumpulan syair-syair) nya dengan judul At-Taiyah Al-Ma’rufal. Dala qasidah ini dia mengakui bahwa peristiwa itu adalah Tajliyat Al-Haq (penampakan Allah)[22]
.
Rabi’ah Al-Adawiyah
.
✅ Ketika ditanya oleh seseorang, “ Apakah anda benci kepada setan? “ Dia menjawab, “ sesungguhnya hatiku yang telah terpenuhi oleh kecintaan kepada Allah, tidak menyisakan sedikitpun kebencian kepada siapa saja.” Dalam munajatnya, dia pernah berdoa, “ Ya Allah, jika aku menyembahMu karna takut neraka, maka bakarlah aku dengan neraka-Mu.” Padahal Allah berfirman,
.
يٰۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَ أَهْلِيْكُمْ نَارًا. . .
.
‼ “ Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …”[23]
.
✅ Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat dari tokoh-tokoh dan aqidah tashawwuf yang bertentangan dengan Al-Quran dan as-Sunnah.[24]
.
Penyimpangan Aqidah Tasawuf dari Al-Quran dan Sunnah
.
✅ Penyimpangan  tashawwuf  dalam masalah aqidah banyak sekali. Berikut diantaranya:
.
➡ 1.Mereka membangun ibadah-ibadah mereka dengan rasa cinta saja dan tidak mempedulikan rasa takut dan harap, sebagaimana dikatakan oleh sebagian mereka,” Saya beribadah kepada Allah bukan karna menginginkan Surga tidak pula takut dengan Nereka.”[25]
.
➡ 2.Mereka menjadikan kubur-kubur para wali, orang shalih atau yang lainnya sebagai tempat ibadah. Mereka mengajak manusia untuk menyembah kubur, beribadah di sisi kubur, bertawassul kepada penghuni kubur, bertabarruk kepada mereka, minta syafaat kepada mereka dan yang lainnya dari perbuatan syirik.[26]
.

➡ 3.Secara umum, dalam beragama dan beribadah mereka tidak merujuk kepada Al-Quran dan As-Sunnah dan tidak mencontoh Nabi ﷺ. Yang menjadi rujukan mereka adalah perasaan mereka, ajaran guru-guru mereka berupa tarekat-tarekat yang bid’ah, berbagai dzikir dan wirid yang bid’ah, bahkan mereka juga berdalil dengan cerita-cerita, mimpi-mimpi dan hadits-hadits palsu untuk membenarkan ajarannya. Itu semua sebagai ganti dari berdalil dengan Al-Quran dan As-Sunnah.[27]
.

➡ 4. Mereka melazimi (terus-terus mengamalkan) dzikir dan wirid yang dibuat oleh guru mereka sehingga menjadi terikat dengannya, beribadah dengan membacanya, bahkan bisa jadi mereka lebih mengutamakan dzikir dan wirid itu daripada membaca Al-Quranul Karim. Dan mereka menamakannya dengan “ dzikir khusus”. Adapun dzikir yang berasal dari Al-Quran dan As-Sunnah mereka namakan dengan “ dzikir umum”. Maka kalimat laa ilaaha illallah menurut mereka adalah dzikir umum. Adapun dzikir khusus adalah bentuk kata tunggal yaitu “ Allah”, sedang dzikir lebih khusus lagi (khashshatul khashashah) ialah kata “ Huwa (Dia)”.[28]
.

➡ 5.Mereka berlebih-lebihan terhadap para wali dan guru-guru mereka. Ini bertentangan dengan ‘aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’[29] Sebagian mereka mengatakan,” Maqam (kedudukan/derajat) kenabian di alam barzakh berada sedikit di atas rasul dan berada di bawah wali.”[30]
.
➡ 6.Mereka bertaqarrub kepada Allah melalui nyanyian, tarian, memukul rebana, dan tepuk tangan. Mereka mengganggap hal ini sebagai bentuk ibadah kepada Allah.[31]
.
➡ 7.Membagi manusia menjadi empat tingkatan: syari’at, tarekat, hakikat, dan ma’ Menurut mereka, apabila seseorang telah mencapai derajat ma’rifat maka orang itu bebas dari kewajiban syari’at dan tidak perlu lagi shalat, puasa, dan lainnya atau tidak perlu lagi menjauhi larangan seperti zina, minum khamr, dan lain-lain??!!.[32]
.

➡ 8.Membuat-buat dan menetapkan berbagai macam ibadah bid’ah seperti shalat, dzikir, dan lainnya yang tidak ada asal-usulnya dalam agama Islam.[33]
.
➡ 9.Berdzikir berjama’ah dengan suara keras dan dengan satu suara.[34]
.
➡ 10.Berdzikir dengan lafadz “ Allah, Allah, Allah, …” atau “ Huwa, Huwa, Huwa …” atau “ Hu, Hu, Hu ..”[35]
.
➡ 11.Adanya ajaran bi’[36]
.
➡ 12.Ghuluw kepada guru-guru mereka sampai mereka sujud dan menyembah guru-guru mereka yang telah mati.[37]
.
➡ 13.Mereka mengatakan adanya ilmu batin dan ilmu lahir.[38] Dan menurut mereka ilmu yang mereka dapatkan itu terkadang langsung dari Allah, terkadang melalui Malaikat, terkadang mengambil dari Nabi Khidir, terkadang dari mimpi, bahkan terkadang mereka menyangka bahwa mereka mengambil ilmu dari lauhul Mahfudz???!!.[39]
.
➡ 14.Kalangan yang ekstrim dari mereka mengatakan bahwa Allah menitis ke makhlukNya, dan meyakini bahwa Allah adalah makhluk dan makhluk adalah Allah??!!.[40]
.
Dan berbagai macam aqidah menyimpang lainnya.[41]
Referensi

.

_________ Lanjut ke Halaman 2 _________