Al-Qur’an Dan Sunnah Sebagai Tolak Ukurnya
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Mengenal Pembagian Perkara Wajib (Bag. 1)

Mengenal Pembagian Perkara Wajib (Bag. 1)


Metode Rasulullah dalam Mengajarkan Sifat-Sifat Allah

Metode Rasulullah dalam Mengajarkan Sifat-Sifat Allah


Wasiat Luqman (Bag. 2) : Laa Tusyrik Billah

Wasiat Luqman (Bag. 2) : Laa Tusyrik Billah !


Hukum Mencium Aroma Babi Panggang

Hukum Mencium Aroma Babi Panggang


Penjagaan Diri dari Syahwat
https://www.atsar.id/2020/01/penjagaan-diri-dari-syahwat.html
Kisah Ma’had yang Diserang Bangsa Jin
https://www.atsar.id/2020/01/kisah-mahad-yang-diserang-bangsa-jin.html
Tersapa Hidayah

Tersapa Hidayah


HANYA MENDENGAR MUROTAL SURAT AL KAHFI, APAKAH DAPAT KEUTAMAAN?

Hanya Mendengar Murotal Surat Al Kahfi, Apakah Dapat Keutamaan?


EMPAT EKSPRESI ORANG SAAT MENDAPAT MUSIBAH

Empat Ekspresi Orang Saat Mendapat Musibah

Lamanya Sujud Nabi dalam Shalat Malam


Lamanya Sujud Nabi dalam Shalat Malam

=…
TEGAR DI ATAS KEBENARAN-SYAIKH TAUFIQ MUHAMMAD AL-BA’DANIY
Sesi1: https://drive.google.com/file/d/10T5gRlXeXq-f4TrROVgRIyBXrWqaLTGE/view?usp=drivesdk
SESI 2: https://drive.google.com/file/d/10Je5WJUd-jLMKpvKkm2L0xEprcQY4PWT/view?usp=drivesd
Bagaimana Cara Membela Kebenaran – Ustadz Harits Abu Naufal
https://app.box.com/s/w2ad5ujkd1g7bk4jpeor3tpay5isqc3
Agar Hidup Lebih Bermakna – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA20Mb
https://app.box.com/s/bn5bp2ygyvqtb1cswywm9380jrbf9ap0
Pelita Hidup Seorang Hamba-Ust.Abu Faizah
https://drive.google.com/file/
d/14bgy3jsipqQGdP4OkCwQrCsDnDIeiJzS/view?usp=drivesd
SOLUSI UNTUK SEGALA MACAM PROBLEM KEHIDUPAN Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi
https://drive.google.com/file/d/1TU2eNZzCDI2unYTUvYgbJ-NORqeeiJG1/view?usp=drivesdk
Peran Akidah Dalam Kehidupan
BANYAK BELUM BERARTI BENAR Ustadz Rizal Yuliar Putrananda.webm.
https://app.box.com/s/8dfxxuzvx8y06ypgutbk18puqr4rtnxo
SUDAH BENARKAH ISLAM KITA _ USTADZ NIZAR SAAD JABAL 23Mb
https://app.box.com/s/zyt4fa21myu4i6zhpqalianjvqrekm71
Sudah Benarkah Islam Anda? – Ustadz Salim Saleh Al-Muhdhor,Lc., MA (19Mb)
https://app.box.com/s/kie2qcezwik5o6f9drqpjypjlsxkfgrx
Awas Gagal Paham Ust.Mizan Qudsiyah
https://app.box.com/s/91mlxcem2vjqls50jubyeyie3r2nmk79
=.
(Beberapa Petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi
Wa Sallam Dalam Meniti Hidup Di Dunia)-Marwan bin Musa (611Hlm)
https://drive.google.com/file/d/0Bx0SaxmNLRN2YTRFWnZuUHI4aUE/view
Meniti Jalan Menuju Tauhid dan Aqidah Islam yang Benar- Syekh Muhammad bin Jamil Zainu 57Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-21.pdf
Bekal Terbaik Demi Menyongsong Kehidupan Akhirat-Hakam Bin Adil Zamo An Nuwairy 89Hlm
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_terjemahan_fikri.pdf
Harta Simpanan Berharga-Nashir bin Abdullah bin Dakhil Al Fuhaid-59Hlm
https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_kenoz_azema.pdf
Pedoman Hidup Setiap Muslim-109Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-08.pdf
Hal-Hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim-Abdullah bin Ibrahim Al Qar’Awi 42Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-76.pdf
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat-Syekh Muhammad bin Jamil Zainu 162Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-11.pdf
BEBERAPA NASEHAT UNTUK KELUARGA MUSLIM-56Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-084.pdf
RISALAH SEPUTAR AQIDAH, SHALAT, ZAKAT, PUASA, HAJI DAN DZIKIR-196Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-085.pdf
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN-26Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-091.pdf
PETUNJUK BAGI MUSLIM DALAM AQIDAH IBADAH DAN MUAMALAH-66Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-095.pdf
PRINSIP-PRINSIP DASAR DALAM KEISLAMAN
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-098.pdf
PINTU PINTU PAHALA DAN AMAL KEBAIKAN-84Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-099.pdf
HAL HAL YANG MERUSAK AQIDAH-42Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-101.pdf
KITAB TAUHID
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-06.pdf
AQIDAH SHAHIHAH VS AQIDAH BATHILAH
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-20.pdf
=…

➡ Al-Qur’an Dan Sunnah Sebagai Tolak Ukurnya
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==
Al-Qur’an Dan Sunnah Sebagai Tolak Ukurnya
.
✅ Marilah kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala dengan mengerjakan perintah-perintah Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
.

  • Dua Pegangan Hidup

.
✅ Ada dua pedoman hidup yang harus kita pegang erat agar kita tidak tersesat dalam mengarungi ujian hidup dunia ini. “Kitabullah dan sunnah nabi-Nya,” itulah kata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:
.
  تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
.
‼ “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik: 1395, Shahihul Jami’: 2937)
.
Jadikan Al-Qur’an dan Hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai tolak ukur yang dipedomani. Dalam semua permasalahan, lebih-lebih pada saat terjadi perselisihan. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
.
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
.
Jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. (QS. An-Nisa’: 59)
.
Pahami Al-Qur’an dengan Pemahaman Sahabat
.

✅ Namun satu hal yang harus diperhatikan pula, yaitu cara dan medote untuk memahami keduanya. Al-Qur’an dan Hadits, hendaknya dipahami sesuai dengan pemahaman generasi yang di jamin surga oleh Allah dan Rasul-Nya yaitu para sahabat. Sebab orang-orang yang menyimpang pun membaca dan berdalil dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi, sebagaimana kaum Khawarij yang disabdakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
.
سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ
.
‼ “Di akhir zaman nanti, akan mucul suatu kaum yang umur mereka masih muda belia dan akal mereka pun masih bodoh. Mereka mengatakan sesuatu yang baik (namun untuk tujuan keburukan). Mereka juga membaca Al Qur`an, namun tidak sampai melewati batas kerongkongan. Mereka keluar dari Islam sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. (HR. Bukhari: 5057, Muslim: 1066)
.
Memahami Al-Qur’an dan Hadits berdasarkan pemahaman sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah perintah Allah dan Rasul-Nya. Dari ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ia menuturkan, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama kami, beliau lantas menghadap ke arah kami dan memberikan sebuah nasihat yang sangat menyentuh yang membuat mata menangis dan hati bergetar. Lalu seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat untuk perpisahan! Lalu apa yang engkau washiatkan kepada kami?” Beliau mengatakan:
.
أوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
.
‼ “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, senantiasa taat dan mendengar meskipun yang memerintah adalah seorang budak habsyi yang hitam. Sesungguhnya orang-orang yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, hendaklah kalian berpegang dengan sunahku, sunah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setaip bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud: 4607 Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no. 42)
.

Khulafaur rasyidin yang disepakati adalah Abu Bakar, Umar bin khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka semua adalah para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Bahkan berkaitan dengan Abu Bakar dan Umar maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam secara khusus menyebutkan perintah untuk meneladani keduanya. Beliau bersabda:
.
اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
.
‼ “Teladanilah dua orang sepeninggalku yaitu Abu Bakar dan Umar.” (HR. Tirmidzi: 3662)
.
Menunjukkan bahwa ketika hendak memahami Al-Qur’an dan Hadits Nabi harus sesuai dengan pemahaman para sahabat.
.
➡ Tolak Ukur Kebenaran
.
✅ Ada banyak hal yang harus menjadikan Al-Qur’an dan Hadits Nabi sebagai tolak ukur benar dan salahnya. D
i antaranya:
.

  • ➡ 1. Wali Allah

.
Seringkali orang-orang mudah menyematkan gelar wali kepada siapa saja yang memiliki kemampuan diluar kebiasaan. Mereka kira itu adalah karomah, tidak semua sesuatu diluar kebiasaan lantas disebut karomah.
.
✅ Dan tidak semua orang yang memiliki kemampuan diluar kebiasaan adalah wali Allah. Siapa wali Allah? Mereka adalah yang disebutkan oleh Allah mempunyai dua sifat.
Allah berfirman:
.
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ، الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
.
Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka juga tidak bersedih hati. Mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. (QS. Yunus: 62-63)
.

✅ Maka jika ada seorang yang jauh dari agama, meninggalkan ajaran-ajaran agama, lalu mampu melakukan sesuatu diluar kebiasaan maka itu bukan karomah. Itu adalah tipuan setan, mereka bukan wali Allah tetapi walinya setan, meski mereka berjubah dan bersorban.
.
‼Jangan gampang tertipu dan mudah terpedaya dengan sesuatu yang terlihat luar biasa.
Ingat pesan Imam Syafi’i rahimahullah:
.
إِِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَمْشِي عَلَى المَاءِ وَيَطِيْرُ فِي الهَوَاء؛ فَلَا تَغْتَرُّوْا بِهِ حَتَّى تَعْرِضُوْا أَمْرَهُ عَلَى الكِتَابِ وَالسُنَّةِ.
.
‼ “Apabila kalian melihat ada seorang yang dapat berjalan di atas air atau terbang di udara maka jangan terpedaya dengannya  sampai kalian timbang ahwalnya dengan kitab al-Qur’an dan Sunnah.” (Tafsir Ibnu Katsir: 1/233, tafsir surat al-Baqarah ayat 34)
.
✅ Oleh sebab itu, kesesuaian amalan dengan al-Qur’an dan Sunnah merupakan timbangan penentunya.
.
➡ 2. Ahlul bait (keturunan Nabi)
.
✅ Sekarang ini banyak orang yang mengaku keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam namun apa yang mereka amalkan serta serukan sangat jauh dan bertentangan dengan ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri.
.
‼ Kita tidak memungkiri untuk memuliakan serta mengikuti para keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, selama amal perbuatan mereka sesuai timbangan yaitu Al-Qur’an dan Hadits Nabi dengan pemahaman yang benar.

.
Dalilnya adalah sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri ketika diturunkan kepadanya ayat:
.
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
.
‼ Dan peringatkanlah keluargamu yang terdekat.(QS. Asy-Syu’araa’: 214). Lalu beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
.
يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا اشْتَرُوا أَنْفُسَكُمْ لَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ لَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا يَا عَبَّاسُ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ لَا أُغْنِي عَنْكَ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا وَيَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللَّهِ لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا وَيَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِي مَا شِئْتِ مِنْ مَالِي لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا
.
‼ ‘Wahai sekalian kaum Quraisy (atau ucapan semacamnya), peliharalah diri kalian karena aku tidak dapat membela kalian sedikit pun di hadapan Allah. Wahai Bani ‘Abdi Manaf, aku tidak dapat membela kalian sedikit pun di hadapan Allah. Wahai ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib aku tidak dapat membelamu sedikit pun di hadapan Allah. Wahai Shofiyah bibi Rasulullah, aku tidak dapat membelamu sedikitpun di hadapan Allah. Wahai Fathimah putri Muhammad, mintalah kepadaku apa yang kamu mau dari hartaku, sungguh aku tidak dapat membelamu sedikit pun di hadapan Allah.’” (HR. Bukhari: 2753, Muslim: 206)
.

✅ Dari hadits ini jelaslah bahwa memiliki hubungan nasab dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam namun menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya, bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah maka tidak memberi manfaat. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan:
.
فَهَذَا كَلَامُ النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَقَارِبِهِ الأَقْرَبِيْنَ: عَمِّهِ، وَعَمَّتِهِ، وَابْنَتِهِ؛ فَمَا بَالُكَ بِمَنْ هُمْ أَبْعَدُ؟!…. إِذْ الَّذِي يَنْفَعُ بِالنِّسْبَةِ لِلرَّسُولِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الإِيْمَانُ بِهِ وَاتِّبَاعُهُ
.
‼ “Inilah ucapan Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada karib kerabat terdekatnya; paman, bibi, dan putrinya, lantas bagaimana lagi dengan mereka yang lebih jauh hubungan nasabnya?! Jadi, hubungan nasab ke Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang dapat memberi manfaat adalah apabila dibangun di atas keimanan dan ittiba’ (mengikuti ajaran beliau).” (Al-Qaulul Mufid: 1/296)
.
✅ Oleh sebab itu, anggaplah jika seorang itu benar keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka tetap yang menjadi pedoman adalah kesesuaian amalannya dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Jika malah menyelisihi maka harus ditinggalkan, karena nasabnya tersebut saja tidak bisa menolong dirinya sendiri, apalagi diri kita.
.

________ Lanjut ke Halaman 2 ________