Mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam-Ust.Harist Abu Naufal
https://app.box.com/s/5u81v6yp8mcpvh5fo8p1u7az3yyhjvfr
Jika Engkau Cinta Rasul-Ustadz Abdurrahman Thayyib.webm
https://app.box.com/s/erebunildtvlsdc32zegaixaned5l7vk
Hakikat Kecintaan Kepada Rasulullah-Ust Yazid Jawas
https://drive.google.com/file/d/1ELXrneSrfFnUQnOCZrKwUlhOmefVYr_2/view?usp=drivesdk
Bukti Cinta Kepada Rasulullah – Ustadz Anas Burhanuddin
https://app.box.com/s/ikb5kn37ccs9skq3x7fxu4csfqqmex94
CINTA SEJATI KEPADA SANG NABI-Ustadz Abu Ubaidah as Sidawi-Hafizhahullah-.
http://bit.ly/B009a-AU
Cinta Tumbuh Karena Terbiasa – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda,Lc 25Mb
https://app.box.com/s/khejbc049yow1h0hy39rr7e7z91zynfa
Meraih Cinta Sejati – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A 16Mb
https://app.box.com/s/eciyytn0f8b6dw7s0bv10eec968huwqb
Terharu! Inilah Kecintaan Nabi Terhadap Ummatnya – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA 21Mb
https://app.box.com/s/ze37ee7f3qnc6sg5vdcayo0lkyvc7p79
Apa Bukti Cintamu pada Nabi?
https://cli.re/tab01
*Untukmu…Wahai yang Mencintai Nabi*Ust.M.K.Sunusi
https://drive.google.com/file/d/1DuCrdP9jY-ZaN_9C8UR-
aet6IGtj3NH9/view?usp=drivesdk
“Hakikat Kecintaan Kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam”-Asy Syaikh Khalid Muhammad Al-Ghufaily
https://drive.google.com/file/d/10iYraggmD6VojJWFMoBI8H6903HSlJfn/view?usp=drivesdk


Inilah.Tanda Orang Yg Tidak Mencintai Rasulullah-Ust.Ahmad Zainuddin


Mencintai Rasulullah-Ust.M.Nur Ihsan


Mencintai Rasulullah-Ust.Ahmad Zainuddin


=…
Ebook
Cinta Sejati kepada Sang Nabi Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-sidawy 32Halaman
https://app.box.com/s/4cg4nt8w0n0lxziphfwd4y0i8jx8pn72
Konsekuensi Cinta Kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam

Klik untuk mengakses 4-konsekuensi-cinta-kepada-rasulullah1.pdf


Tanda Cinta Kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam-DR.Fadhl Ilahi 51Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-17.pdf
“Karena Cinta Butuh Bukti”(66Hlm)
http://bit.ly/majalahhsi009low
=…
➡ Mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
.==

Mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
.
✅ Mari kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala dengan mengerjakan perintah-perintah Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
.
‼ Takwa adalah perintah dan wasiat Allah kepada semua umat baik terdahulu maupun belakangan,
Allah berfirman:
.
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ
.
Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. (QS. An-Nisa’: 131)
.
Mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah sebuah kewajiban. Tidak sempurna iman seorang sampai ia menjadikan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lebih ia cintai dari keluarga, anak, istri, orang tua, bahkan dirinya sendiri. Dari Abdullah bin Hisyam radhiyallahu anhu, ia menuturkan:
.
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا مِنْ نَفْسِي ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ ، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ : فَإِنَّهُ الْآنَ وَاللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْآنَ يَا عُمَرُ
.
Kami sedang bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan beliau tengah memegang tangan Umar bin al-Khaththab. Lalu Umar berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sampai engkau menjadikanku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri.” Umar berkata: “Sungguh sekarang demi Allah, engkau lebih aku cintai dari diriku sendiri.” Lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sekarang wahai Umar.” (HR. Bukhari: 6632)
.

✅ Hal ini sejalan dengan apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wata’ala dalam al-Qur’an.
.
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ
.
Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri. (QS. Al-Ahzab: 6)
.

Kehancuran bagi mereka yang tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya
.
✅ Mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah jalan keselamatan dunia dan akhirat. Sebaliknya, tidak mendahulukannya dari yang lain adalah awal mula kehancuran. Allah mengancam akan menimpakan kehancuran kepada siapa saja yang lebih mendahulukan selain Allah dan Rasul-Nya dalam kecintaan
. Allah berfirman:
.
قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
.
Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah: 24)
.
Cara mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
.
✅ Ada beberapa point penting berkaitan dengan cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena cinta itu adalah ibadah hati, sedang ibadah itu sendiri harus sesuai dengan tuntunan syari’at.

.
➡ 1. Cinta harus ada pembuktian
.
✅ Dahulu kala ada sebagian orang mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya. Mereka ucapkan dengan lisan dan mereka tampakkan seolah-olah mereka mencintai, namun batin mereka mendustakan. Akhirnya turunlah wahyu dari Allah bahwa kecintaan itu harus ada bukti
. Allah berfirman:
.
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
.
Katakanlah: “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31)
.
➡ 2. Cinta Rasul tidak cukup dengan niat baik saja
.
✅ Banyak orang yang mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, namun sangat disayangkan cara mengungkapkannya salah, padahal niat mereka baik. Perhatian kisah dari sahabat Nabi berikut agar kita memahami bahwa niat baik saja ternyata tidak cukup.

.
Pertama, dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu anhu, ia bercerita:
.
لَمَّا قَدِمَ مُعَاذٌ مِنَ الشَّامِ سَجَدَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ: مَا هَذَا يَا مُعَاذُ ؟ قَالَ : أَتَيْتُ الشَّامَ فَوَافَقْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لِأَسَاقِفَتِهِمْ وَبَطَارِقَتِهِمْ ، فَوَدِدْتُ فِي نَفْسِي أَنْ نَفْعَلَ ذَلِكَ بِكَ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَلَا تَفْعَلُوا ، فَإِنِّي لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللَّهِ ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
.
Tatkala Mu’adz datang dari Syam, ia langsung sujud kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi pun bertanya kepadanya: “Apa ini wahai Mu’adz?” Mu’adz menjawab: “Aku pernah mendatangi Syam, aku mendapatkan mereka sujud kepada para uskup dan komandan mereka. Maka, aku ingin melakukannya terhadapmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian melakukannya, kalau saja aku diperbolehkan memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku akan perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya.” (HR. Ibnu Majah: 1853)
.
Kedua, dari Qais bin Sa’ad radhiyallahu anhu, ia menuturkan:
.
أَتَيْتُ الْحِيرَةَ فَرَأَيْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لِمَرْزُبَانٍ لَهُمْ فَقُلْتُ رَسُولُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُسْجَدَ لَهُ قَالَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ إِنِّي أَتَيْتُ الْحِيرَةَ فَرَأَيْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لِمَرْزُبَانٍ لَهُمْ فَأَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ نَسْجُدَ لَكَ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ مَرَرْتَ بِقَبْرِي أَكُنْتَ تَسْجُدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ لَا قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ الْحَقِّ
.
Aku datang ke Al Hirah (negeri lama yang berada di Kufah), maka aku melihat mereka bersujud kepada penunggang kuda mereka yang pemberani. Lalu aku katakan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih berhak untuk dilakukan sujud kepadanya. Qais bin Sa’d berkata; kemudian aku datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku katakan; sesungguhnya aku datang ke Al Hirah dan aku melihat mereka bersujud kepada penunggang kuda mereka yang pemberani. Engkau wahai Rasulullah, lebih berhak untuk kami bersujud kepadamu. Beliau berkata: “Bagaimana pendapatmu, seandainya engkau melewati kuburanku, apakah engkau akan bersujud kepadanya?” Qais bin Sa’d berkata; aku katakan; tidak. Beliau bersabda: “Jangan kalian lakukan, seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan para wanita agar bersujud kepada suami-suami mereka, karena hak yang telah Allah berikan atas mereka.” (HR. Abu Dawud: 2140)
.
Ketiga, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia menuturkan:
.
أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا مُحَمَّدُ يَا سَيِّدَنَا وَابْنَ سَيِّدِنَا وَخَيْرَنَا وَابْنَ خَيْرِنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ بِتَقْوَاكُمْ وَلَا يَسْتَهْوِيَنَّكُمْ الشَّيْطَانُ أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَاللَّهِ مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُونِي فَوْقَ مَنْزِلَتِي الَّتِي أَنْزَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
.
Ada seorang laki laki yang berkata: “Wahai Muhammad, wahai tuan kami dan anaknya tuan kami, dan sebaik-baik dari kami dan anak dari sebaik-baik kami”, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah, dan janganlah kalian tertipu tipu daya setan, aku Muhammad bin Abdullah, hamba Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, aku tidak senang kalian mengangkat diriku lebih di atas derajat yang telah Allah ‘azza wajalla berikan kepadaku.” (HR. Ahmad: 12093)
.
‼ Lihat bagaimana apa yang mereka lakukan, semua berasal dari niat yang baik, karena kecintaan mereka pada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Namun, ternyata mereka salah dan ternyata niat yang baik saja belum cukup.
.
➡ 3. Mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan mengikuti sunnahnya
.

Mengikuti sunnah (tuntutan) beliau dalam segala aspek kehidupan, begitulah cara sesungguhnya untuk mencintai beliau shallallahu alaihi wasallam. Menghidupkan sunnah-sunnah beliau meski tidak banyak yang melakukannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
.
وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ
.
‼ “Barangsiapa menghidupkan sunnahku, berarti dia mencintaiku dan barangsiapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga.” (HR.Tirmidzi: 2678)
.

Ambillah semua yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Laksanakan perintahnya. Dan Segala yang dilarang maka tinggalkanlah. Allah berfirman:
.
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
.
‼ Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. (QS. Al-Hasyr: 7)

.
✅ Oleh sebab itu, jangan salah, pahami betul-betul bahwa mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah kewajiban. Namun, cara mengungkapkan kecintaan tersebut harus sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Jangan sampai karena niat baik saja, lantas kemudian kita melakukan hal-hal yang dilarang oleh beliau kemudian kita beranggapan bahwa itu adalah bukti cinta kita.

CINTA RASUL ITTIBA’
Tentang Zahir Al-Minangkabawi
=…

_______ Lanjut ke Halaman 2 _________