NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (Bag.8)
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.
.

SYARAH HADITS MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SORGA | USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS 13Mb
Bag1: https://app.box.com/s/ejvmqjo5hqpg0xql4u9qwdt464f5y4qy
Bag2: https://app.box.com/s/ot85f6swi7eoo5gq8xo7zbf4dmv3yr09
Bag3: https://app.box.com/s/ndenms4oo8eoc5m9vwev6hp7l2rbv5hj
Bag4: https://app.box.com/s/e2jnye0vbtk2gzqhwo92f8ul0by13n1c
Bag5: https://app.box.com/s/3ybtmcj8o4wtbkwvlny9j1v8ca8ljc8q
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu – Ustadz Dr. Fauzi Basulthona, Lc.,(29Mb)
https://app.box.com/s/mdfghk5enuckul3y6g6akxbxyd44rnc7
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR’i USTADZ YAZID BIN Abdul Qadir Jawas
https://app.box.com/s/vcu5ek824mafd9f2apojihewzm2brvzq
KISAH DERITA PENUNTUT ILMU-USTADZ ABDUL QODIR ABU FA’IZAH LC
https://drive.google.com/file/d/14oEBXyWqb1GaYpGu8g_ZDWsKgcbqqBPh/view?usp=drivesdk
BERSABAR DAN SEMANGAT MENUNTUT ILMU
Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc
https://drive.google.com/file/d/1–VhrSe9UofSKzHpeNPzgGdSGyl6f3l1/view?usp=drivesdk
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU – Ustadz Ahmad Sabiq,Lc -Hafizhahullah-
https://drive.google.com/file/d/10CjrWWXzKRDkTASRYj5KoBIX_IzhQV41/view?usp=drivesdk
BEKAL PENUNTUT ILMU | AS-SYAIKH ABU HAZIM RAMADHAN.ABKAR
https://drive.google.com/file/d/12V_roxJ9fhdFwJ1BTLOY4qrvJLRMal5f/view?usp=drivesdk
Untuk Yang Baru Hijrah, Pelajarilah Ilmu Ini! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 13Mb
https://app.box.com/s/cix9pdvqxu66zjs4kb727w8hzdt2jikb
Merasa Berilmu – Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah 27Mb
https://app.box.com/s/30zim7zzrygmmcigryi54vea0p6qc7d8
Adab Penuntut Ilmu – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA 20Mb
https://app.box.com/s/bczr2bp2ex0hzr2yqpilx5w2ugtj1g9a
BERILMU TENTANG LAA ILAAHA ILLALLAH-Ust Ahmad Bazher
https://bit.ly/2Yr1OZP (15 mb)
Nasehat Untuk Penuntut Ilmu-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/nfjvvi2nmkcfr6jzoe43u248ylkg8sqeqe
Soal Jawab Panduan Menuntut Ilmu-Ust.Yazid Jawas.webm
https://app.box.com/s/hgzx0rjp9ljhqohepayk0ly06lwpce98
Keutamaan Mengajarkan Kebaikan Kepada Manusia-Ustadz Nizar Saad Bin Jabal.19Mb
https://app.box.com/s/bfjevs60k2zz33h6isfw426qzsnvnwqv
KIAT SUKSES PEMUDA DALAM MENUNTUT ILMU-Ust.Dzulqarnain M. Sunusi Hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1CzKomhwXWAtMdblO4cfJAJeGhOK78q7j/view?usp=drivesdk
=…
Ebook
Al-Quran Sumber Segala Ilmu-Nor Kandir 144Hlm
http://bit.ly/2m6OLGC
Arbain 40Hadits Penuntut Ilmu

Klik untuk mengakses arbain-penuntut-ilmu.pdf


Penjelasan Shahih Bukhori Kitab Ilmu-275Halaman
https://app.box.com/s/188cm7siyo5w238mx308u0nlhb9kggld
Nasehat Bagi Penimba Ilmu (26Hlm)
https://app.box.com/s/brnnulkqjclbz9zxvzjnbc96mci3b1tj
Sekelumit Catatan dan Nasihat Bagi Pencari
Ilmu [51Hlm]
https://drive.google.com/open?id=1me1-9tCYf5MTKw5u6sTEvC7snBdfPK1D
Langkahkan Kakimu Tuk Menimba Ilmu [26Hlm]

Klik untuk mengakses langkah.pdf


Kewajiban Menuntut Ilmu Agama-Muhammad bin al-Husain alAjurri
https://drive.google.com/file/d/1rEg00gXPKEQhbCiZ696JNvLPUZ1kskBf/view
Menuntut Ilmu Agama(Syar’i)
https://www.box.com/s/a9ef1724d376f0b28b22
Adab Menuntut Ilmu 24Halaman

Klik untuk mengakses 35-adab-penuntut-ilmu.pdf


Lentera Penuntut Ilmu 73Halaman
https://app.box.com/s/gw1ba62ifiy10ld4uwa17slefjn5a1pf
10 Pilar Meraih Ilmu
https://drive.google.com/file/d/12J3TeqBHumNvaVjxaZth0hQY4-v7KGQL/view?usp=drivesdk
Sejuta Keutamaan Ilmu Agama
https://www.dropbox.com/s/y4equlfqy8vyi9e/buletin-dakwah-jumat-edisi-17.rar?dl=1
Prinsip Prinsip Mengkaji Ilmu Agama
https://www.box.com/s/66d0df41b03435d50c62
(Perjalanan Menuntut Ilmu)

Klik untuk mengakses Faidah%20Rihlah%20Al%20Khathib%20Al%20Baghdadi.pdf


40 hadits tentang keutamaan ilmu dan
keutamaan menuntut ilmu

Klik untuk mengakses Arbaun%20Fi%20Thalib%20Al%20Ilm.pdf


=….
➡ NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (8)
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/IjMAdVcal3SBEZyFUOgN9l
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0

=..
➡ NASEHAT DALAM MENUNTUT ILMU (8)
Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas -hafizhahullaah-
(Masjid Nurul Iman)
.
Ilmu yang kita pelajari -Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Ala Fahmis Salaf (menurut pemahaman Salaf)- adalah ilmu yang benar, ilmu yang datang dari Allah. Dan Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berfirman:
.
{الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ}
.
‼ “Kebenaran itu dari Rabb-mu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-Baqarah: 147)
.

Al-Qur-an adalah sebaik-baik perkataan dan Sunnah Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- semuanya benar. Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda -dalam Khutbatul Hajah-:
.
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
.
‼ “Sungguh, sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur-an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- (As-Sunnah).”
.
Kalau kita pelajari Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Ala Fahmis Salaf; maka kita akan mendapatkan ketenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan. Dan Al-Qur-an dan As-Sunnah ini akan menjadi obat bagi segala penyakit.
.
‼ Maka di antara KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA:
.
➡ 18. ILMU ADALAH OBAT BAGI SEMUA PENYAKIT.

.
Ilmu Syar’i yang dimaksud adalah: Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Ala Fahmis Salaf. Ilmu adalah hal yang paling mulia, paling agung dan paling utama, yang kalau dipelajari; maka akan mengobati berbagai macam penyakit hati.
Sesungguhnya hati itu terancam dengan dua penyakit. Jika kedua penyakit itu menjangkitinya; maka hati akan hancur dan mati karena keduanya. Kedua penyakit itu adalah PENYAKIT SYUBHAT dan PENYAKIT SYAHWAT.
.
‼ Penyakit Syubhat adalah penyakit yang merusak keilmuan seseorang, sehingga ia tidak bisa mengenal kebenaran dan tidak bisa membedakan antara yang haq dan yang bathil.
Sedangkan penyakit Syahwat adalah: penyakit yang merusak keinginan/tujuan seseorang, sehingga ia tidak mau mencari kebenaran, ia lebih mendahulukan kebathilan atas kebenaran, dan ia tidak mengamalkan kebenaran -walaupun sudah megetahuinya-.
.
✅ Intinya: penyakit Syubhat berkaitan dengan ilmu dan keyakinan (menyerang ilmu dan keyakinan). Sedangkan penyakit Syahwat berkaitan dengan amal dan tujuan (merusak amal dan niat seseorang
).
[Lihat: “Ighaatsatul Lahfaan min Mashaayidisy Syaithaan” (bab kelima dan ketujuh), karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullaah-]
.
Setiap hati manusia akan didatangi Fitnah Syubhat dan Fitnah Syahwat. Diriwayatkan dari Hudzaifah -radhiyallaahu ‘anhu-, ia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah-shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوْبِ كَالْحَصِيْرِ عُوْدًا عُوْدًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا؛ نُكِتَ فِيْهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا، نُكِتَ فِيْهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيْرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوْزِ، مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوْفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ
.
‼ “Fitnah-fitnah membentang (menempel) dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanya; niscaya timbul bercak (noktah) hitam. Sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut); niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua. Yaitu hati yang putih seperti batu yang halus lagi licin, tidak ada fitnah yang membahayakannya selama ada langit dan bumi. Adapun hati yang terkena bercak (noktah) hitam, maka (sedikit demi sedikit) akan menjadi hitam legam bagaikan belanga yang tertelungkup (terbalik) dan tidak lagi mengenal yang ma’ruf (kebaikan) dan tidak mengingkari kemungkaran, kecuali ia mengikuti apa yang dicintai oleh hawa nafsunya.” [HR. Muslim]
.
✅ Maka hadits ini menunjukkan bahwa setiap hati manusia terkena fitnah. Fitnah Syahwat: fitnah dunia, harta, kedudukan, pujian, sanjungan, wanita, dan lainnya. Fitnah Syubhat: fitnah tentang pemahaman, aliran, dan pemikiran yang menyimpang.
.
Penyakit Syubhat merupakan penyakit yang paling sulit untuk diobati dan paling mematikan hati, terlihat jelas dalam firman Allah -‘Azza Wa Jalla-:
.
{فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللهُ مَرَضًا…}
.
‼ “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu…” (QS. Al-Baqarah: 10)
.
✅ Yang dimaksud penyakit dalam ayat di atas adalah penyakit kebodohan dan syubhat, serta keraguan.
.
‼ Kebodohan adalah penyakit yang merusak, dan obatnya adalah ilmu. Banyak orang yang tidak belajar dan tidak menuntut ilmu; tapi ia tidak merasa bahwa dirinya sakit. Justru dia merasa bahwa dirinya adalah benar. Dan orang semacam ini jumlahnya jutaan. Yang mengetahui bahwa mereka sakit adalah orang-orang yang berilmu. Sehingga tugas kita adalah mengajak orang-orang yang memiliki penyakit bodoh itu: agar mereka mau menunut ilmu.

.
✅ Demikian juga ada da’i-da’i yang bodoh, yang bisa terlihat dari penyampaian dia. Maka dibolehkan bagi yang mengetahuinya untuk menasehati mereka dengan mengatakan bahwa: “Antum tidak punya ilmu.”
.
‼ Hati mempunyai penyakit-penyakit lain selain penyakit di atas, yaitu: riya’, sombong, ujub, dengki, cinta jabatan, dan sewenang-wenang di muka bumi. Penyakit-penyakit tersebut tersusun dari penyakit Syubhat dan Syahwat. Penyakit tersebut menghasilkan persepsi (pandangan/pendapat) yang salah dan keinginan yang tidak benar seperti ujub dan sombong, karena merasa dirinya mulia dan mengharap manusia memuliakannya dan menghormatinya. Semua penyakit ini penyebabnya adalah kebodohan, dan obatnya adalah ilmu.
.
✅ Kebodohan adalah penyakit yang besar, yang bahkan bisa menyebabkan orang mati. Seperti disebutkan dalam hadits tentang seseorang yang terluka dan dia dalam keadaan junub, lalu difatwakan wajib mandi sehingga dengan sebab itu dia meninggal dunia,
Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
.
قَتَلُوْهُ قَتَلَهُمُ اللهُ أَلَمْ يَكُنْ شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالَ
.
‼ “Mereka telah membunhnya, semoga Allah membunuh mereka, bukankah obat kebodohan itu bertanya.” [HR. Abu Dawud dan lainnya]
.
Dan yang memusuhi dakwah ini adalah orang-orang bodoh. Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- menjelaskan:
Allah -Tabaaraka Wa Ta’aalaa- mengabarkan bahwa orang yang bodoh adalah lebih jelek/buruk daripada keledai, binatang buas, anjing, serangga, dan semua binatang yang ada. Di dalam agama para rasul tidak ada sesuatu pun yang lebih berbahaya daripada orang-orang bodoh, bahkan pada hakikatnya mereka adalah musuh para rasul…
.
✅ Semua ini menunjukkan tentang jeleknya kebodohan menurut pandangan Allah -Tabaaraka Wa Ta’alaa- serta kemurkaan-Nya terhadap kebodohan dan orang-orang yang bodoh. Demikian pula menurut pandangan manusia, karena semua orang akan berlepas diri darinya, meskipun pada dirinya ada kebodohan (tidak mau dikatakan bodoh meskipun dia bodoh)…
.
‼ Selain itu, sudah tidak diragukan lagi bahwa kebodohan adalah akar dan sumber dari segala kerusakan dan setiap kemudharatan (bahaya) yang didapatkan oleh seorang hamba dalam kehidupan dunia dan akhiratnya merupakan hasil dari kebodohan tersebu
t.” [“Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu” (hlm. 33-34 & 101)]
.
✅ Maka, orang yang mempelajari Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Ala Fahmis Salaf: harus berusaha untuk menghilangkan kebodohan. Dan tidak cukup dengan mengikuti kajian; tapi juga harus banyak baca. Sehingga kita semakin yakin kepada Allah dan semakin semangat beribadah kepada-Nya.
.
‼ Banyak orang yang tidak belajar karena sudah merasa pintar, sehingga dia main-main, bahkan dakwah dengan main-m
ain.
.
✅ Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- berkata dalam “An-Nuuniyyah”:
.
وَالْجَهْلُ دَاءٌ قَاتِلٌ وَشِفَاؤُهُ … أَمْرَانِ فِي التَّرْكِيْبِ مُتَّفِقَانِ
.
‼ “Kebodohan adalah penyakit yang mematikan dan obatnya ada dua perkara yang bersepakat dalam susunannya.”
.
نَصٌّ مِنَ الْقُرْآنِ أَوْ مِنْ سُنَّةٍ … وَطَبِيْبُ ذَاكَ الْعَالِمُ الرَّبَّانِي
.
‼ “Nash dari Al-Qur-an atau dari Sunnah, dan dokternya adalah ‘alim rabbani.”
.
➡ PENJELASAN:

.
✅ Maka inilah obat kebodohan: Al-Qur-an dan As-Sunnah ‘Ala Fahmis Salaf. Karena Al-Qur-an harus ada penjelasan dari Rasul dan dari para Shahabat. Tidak boleh sembarangan orang menjelaskan; karena agama bisa rusak. Sehingga oabat (pemahaman) ini harus dari ‘alim rabbani.
.
✅ Kemudian Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- berkata:
.
وَالْعِلْمُ أَقْسَامٌ ثَلَاثٌ مَا لَهَا … مِنْ رَابِعٍ وَالْحَقُّ ذُوْ تِبْيَانِ
.
‼ “Ilmu ada tiga macam dan tidak ada yang keempat. Dan kebenaran memiliki kejelasan.”
.
عِلْمٌ بِأَوْصَافِ الْإِلَهِ وَفِعْلِهِ … وَكَذَلِكَ الْأَسْمَاءُ لِلرَّحْمَنِ
.
‼ “(1)Ilmu tentang sifat-sifat Allah dan perbuatan-Nya, demikian juga nama-nama Ar-Rahman.”
.
وَالْأَمْرُ وَالنَّهْيُ الَّذِيْ هُوَ دِيْنُهُ … وَجَزَاؤُهُ يَوْمَ الْمَعَادِ الثَّانِي
.
‼ (2)Perintah dan larangan yang merupakan agama-Nya, dan (3)pembalasan-Nya pada Hari Kebangkitan.”
.

➡ PENJELASAN:
.
✅ Ilmu ada tiga:
1. Ilmu tentang Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
2. Ilmu tentang perintah dan larangan.
3. Ilmu tentang balasan di alam kubur kemudian pada Hari Kebangkitan. Setiap perbuatan baik atau jelek akan ada balasan; sehingga harus menambah rasa takut kepada Allah, dan itulah tujuan dari menuntut ilmu
.
.
✅ Beliau berkata lagi:
.
وَالْكُلُّ فِي الْقُرْآنِ وَالسُّنَنِ الَّتِي … جَاءَتْ عَنِ الْمَبْعُوْثِ بِالْفُرْقَانِ
.
‼ “Semua terdapat dalam Al-Qur-an dan As-Sunnah yang datang dari (Rasul) yang diutus dengan membawa Furqan.”
.
وَاللهِ مَا قَالَ امْرُؤٌ مُتَحَذْلِقٌ … بِسِوَاهُمَا إِلَّا مِنَ الْهَذَيَانِ
.
‼ “Demi Allah, tidaklah orang yang sok pintar mengatakan dengan selain keduanya (Al-Qur-an dan As-Sunnah) melainkan hanya igauan.”

.
PENJELASAN:
.
✅ Maka orang yang sok pintar yang menjelaskan dengan selain Al-Qur-an dan As-Sunnah; maka itu adalah orang yang mengigau. Dan tidak layak mendengarkan perkataan orang yang mengigau. Seperti orang yang berdakwah dengan dongeng, perkataan yang lucu, dengan wisata, tanpa dalil -kalaupun membawakan dalil; maka hanya untuk pembenaran atas perbuatan mereka-.

.
✅ Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -rahimahullaah- berkata dalam “Ighaatsatul Lahfaan”:
“Fitnah ada dua: Fitnah Syubhat -dan ini fitnah yang terbesar- dan Fitnah Syahwat. Terkadang keduanya berkumpul pada seorang hamba dan terkadang hanya salah satu.
.
✅ FITNAH SYUBHAT disertai dengan jeleknya niat dan mengikuti hawa nafsu. Di sinilah terjadi fitnah dan musibah besar. Maka banyak sekali kesesatan dikarenakan jeleknya niat dimana hawa nafsu menjadi hakim; bukan petunjuk. Apalagi disertai lemahnya bashirah dan sedikitnya ilmu terhadap apa yang Allah utus Rasul-Nya dengannya
. Maka orang semacam ini termasuk dalam apa yang Allah firmankan:
.
{إِنْ يَتّبِعُوْنَ إلَّا الظّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنُفُسُ}
.
‼ “ …Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsunya…” (QS. An-Najm: 23)
.
✅ Dan Allah mengabarkan bahwa mengikuti hawa nafsu akan menyesatkan dari jalan Allah:
.
{…وَلَا تَتّبِعِ الْهَوَى فَيضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ…}
.
‼ “…dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah…” (QS. Shaad: 2
6)
.
Dan fitnah (syubhat) ini kembalinya kepada kekufuran dan kemunafikan, dan ini fitnahnya orang-orang munafik dan fitnahnya ahli bid’ah sesuai dengan tingkatan bid’ah mereka. Maka semua ahli bid’ah berbuat bid’ah dikarenakan syubhat; yang tersamar padanya antara yang haq dengan yang bathil, dan antara petunjuk dengan kesesatan.
.
‼ Dan tidak ada yang bisa menyelamatkan dari fitnah kecuali dengan memurnikan ittiba’ kepada Rasul dan berhukum kepada beliau dalam masalah agama: baik kecil maupun besar, lahir maupun batin, ‘aqidah maupun amalan, dan hakikat maupun syari’at. Maka kita menerima dari beliau: hakikat keimanan dan syari’at Islam, serta apa yang Allah tetapkan dari sifat-sifa-Nyat, perbuatan-perbuatan-Nya, dan nama-nama-Nya, dan apa yang Dia nafikan dari diri-Nya. Sebagaimana kita menerima dari beliau: wajibnya shalat, waktu-waktunya, dan jumlah (raka’at)nya, ukuran nishab zakat dan para mustahiq-nya, wajibnya wudhu’ dan mandi junub, serta puasa Ramadhan.
.
✅ Maka janganlah kita menjadikan beliau sebagai rasul dalam suatu perkara tanpa perkara-perkara agama lainnya…Maka petunjuk semuanya terdapat pada perkataan dan perbuatan beliau, dan yang menyimpang darinya adalah kesesatan…
.
‼ Dan fitnah (syubhat) ini muncul dari pemahaman yang rusak, perkataan dusta, kebenaran yang terluput, atau tujuan yang rusak dan mengikuti hawa nafsu. Maka fitnah ini berasal dari kebutaan bashirah atau rusaknya niat.

.

________ Lanjut ke Halaman 2 _________