Jilbab Wanita Muslimah Nusantara Era Doeloe
.

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
.

Hijab Wanita (Batu Permata Dalam Balutan Hijab)-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah hafizhahullah
https://drive.google.com/file/d/1XSDRdQq-ui5717icmlF8i9g8Gzn589pR/view?usp=drivesdk


HIJAB WANITA MUSLIMAH Ust Badrusalam


HIJAB WANITA MUSLIMAH Ust Syuhada


HIJAB WANITA MUSLIMAH Ust Saiful Bahri


Hijab Bukti Imanku Ust.Ahmad Zainudin


Tafsir Ayat Hijab Ust.Iskandar


Nashihat Untuk Muslimah Ustadz Harits


Hijab Bagi Muslimah-Ust Yazid JawasBag1: Bag2


Hijab Wanita Muslimah – Ust.Yulian Purnama


Kewajiban Berhijab Bagi Wanita Muslimah – Ust.Abu Salman


Jilbab Wanita Muslimah – Ust Aris MunandarBag1: Bag2Bag3


Hijab Wanita Muslimah Ustadz Muhammad Zaki


=
Cara Menjaga Kehormatan Wanita – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc. 27Mb
https://app.box.com/s/y4f6zifkgwhmzkhvnqjnvp77ihlb2icp
Aturan Hijab yang Benar – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc25 mb
https://app.box.com/s/h4xwjb2c1ryc41s5w64kzt4bjruunf0o
Pakaian Wanita yg Dibolehkan (Ust Nizar Sa_ad Jabal 19.5Mb
https://app.box.com/s/96pqaebgi78om9tvf08nfi7a29iliv96
Jilbab Wanita Muslimah-Ust Dahrul Palihin 11Mb 1Jam
https://app.box.com/s/c3r0r00wc8xvlh88rx4z9fmhjc1p06pb
Kriteria Hijab Wanita Muslimah Ustadz Sofyan Chalid Ruray.webm
https://app.box.com/s/j1xo90skb7zhjf5lpdmgz3a1bwik9oh4
.==
Ebook
AR-RADD AL MUFHIM (Hukum Cadar) -Muhammad Nashirudin Al Albani 172Hlm

Klik untuk mengakses ar-rad%20al-mufhim.pdf


Jilbab Wanita Muslimah – Muhammad Nashirudin Al Albani 238Hlm

Klik untuk mengakses jibab-wanita-muslimah-al-albani.pdf


Dalil-Dalil Tentang Hijab Dengan Disertai Penjelasan Para Ulama dan Ahli Tafsir Syaikh Dr. Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Ismail AlMuqaddam-237Hlm

Klik untuk mengakses 105.bahas%20tuntas%20hijab.pdf


BUKU JATI DIRI dan KEPRIBADIAN SEORANG MUSLIMAH – Dr. Muhammad Ali al-Hasyimi (667Halaman)

Klik untuk mengakses indu17.pdf


Fikih Muslimah 363Halaman
https://app.box.com/s/43zyp242n5vn4hb9p8puzopos16k0vmu
Wanita dalam.Pandangan Islam

Klik untuk mengakses id_Wanita_Dalam_Islam_id.pdf


Hukum Hukum Wanita Muslimah-54Hlm

Klik untuk mengakses indonesian-38.pdf


Kepada Ukhti AlMuslimah-40Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-59.pdf
Nasehat Untuk Wanita Pekerja-49Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-28.pdf
Wanita Muslimah Berdandan dan Bersolek Menurut BimbinganIslam-33Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-27.pdf
Nasehat Untuk Muslimah-Syaikh Abdul Azin Bin Abdullah Al Muqbil 63Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-72.pdf
Menjadi Bidadari Cantik Ala Islam- Ummu Ahmad Rifqi 66Halaman
https://app.box.com/s/8n22xjuw5e9rxug00tquq7ww1a18vx7e
==.

➡ Jilbab Wanita Muslimah Nusantara Era Doeloe
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3
kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR
Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1
Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ
Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM
mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x
Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
GABUNG GRUP WA DAKWAH SUNNAH DAN BIMBINGAN ISLAM
IKHWAN
https://chat.whatsapp.com/IjMAdVcal3SBEZyFUOgN9l
AKHWAT
https://chat.whatsapp.com/JHqH7FbZoQeJAKJtgqsRv0
=..
➡ Jilbab Wanita Muslimah Nusantara Era Doeloe

.
✅ Allah ta’ala berfirman:
.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
.
‼ “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [QS. Al-Ahzaab : 59].
.
✅ Dalam ayat ini terdapat perintah kepada semua wanita yang beriman untuk mengenakan dan mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Terkait ayat tersebut, Ummu Salamah radliyallaahu ‘anhaa menceritakan:
.
لَمَّا نَزَلَتْ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ خَرَجَ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنَ الْأَكْسِيَةِ
.
‼ “Ketika turun ayat ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’ (QS. Al-Ahzaab : 59), maka keluarlah wanita-wanita Anshar (dari rumah mereka) dimana seakan-akan di atas kepala mereka terdapat burung gagak dari pakaian (warna hitam) yang mereka kenakan” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 3581; shahih].
.

✅ Ibnu ‘Abdil-Barr rahimahullah menjelaskan ayat ini dengan perkataannya:
.
فأمر النساء بالحجاب، ثُمَّ أمرن عند الخروج أن يدنين عليهن من جلابيبهن، وهو القناع، وهو عِنْدَ جماعة العلماء في الحرائر دون الإماء، وفيه أيضا أن ذوي المحارم من النسب والرضاع لا يحتجب منهم، ولا يستتر عنهم إلا العورات، والمرأة في ما عدا وجهها وكفيها عورة بدليل أنها لا يجوز لها كشفه في الصلاة
.
‼ “Nabi ﷺ memerintahkan para wanita untuk berhijab, lalu memerintahkan mereka ketika keluar rumah untuk mengulurkan jilbab-jilbab mereka, yaitu qinaa’ (kerudung yang menutupi kepala, termasuk wajah). Perintah tersebut menurut sekelompok ulama berlaku untuk wanita merdeka saja, tidak termasuk budak. Pada perintah itu, bagi orang yang mempunyai hubungan mahram dengan sebab nasab dan persusuan, tidak wajib berhijab dan menutup dari mereka kecuali yang termasuk aurat. Bagi wanita, selain wajah dan kedua telapak tangannya adalah aurat dengan dalil ia tidak boleh menyingkapnya ketika shalat” [At-Tamhiid, 9/236].
.
✅ Abu ‘Abdillah Al-Qurthubiy rahimahumallah menjelaskan:
.
قوله تعالى: (من جلابيبهن) الجلابيب جمع جلباب، وهو ثوب أكبر من الخمار. وروى عن ابن عباس وأبن مسعود أنه الرداء. وقد قيل: إنه القناع. والصحيح أنه الثوب الذي يستر جميع البدن. وفي صحيح مسلم عن أم عطية: قلت: يا رسول الله إحدانا لا يكون لها جلباب ؟ قال: (لتلبسها أختها من جلبابها).
.
‼ “Tentang firman Allah ta’ala : ‘dari jilbab-jilbabnya’. Jalaabiib adalah jamak dari kata jilbab, yaitu pakaian yang lebih besar daripada khimaar (kerudung). Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbaas dan Ibnu Mas’uud bahwa yang dimaksudkan dengan jilbab adalah ridaa’ (kain yang dipakai di atas pakaian, semacam jubah atau mantel – Abul-Jauzaa’). Dikatakan juga, jilbab adalah qinaa’. Dan yang benar, jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh badan. Dalam Shahiih Muslim hadits dari Ummu ‘Athiyyah : Aku berkata : ‘Wahai Rasulullah, diantara kami ada yang tidak memiliki jilbaab’. Beliau ﷺ bersabda : ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbab untuknya” [Tafsiir Al-Qurthubiy, 14/243].
.
✅ Abu Ja’far Ath-Thabariy rahimahullah berkata:
.
وهي القناع الذي يكون فوق الخمار، والرداء الذي يكون فوق الثياب
.
‼ “Jilbaab adalah qinaa’ yang dipakai di atas khimaar, dan ridaa’ yang dipakai di atas pakaian” [Jaami’ul-Bayaan, 19/216].
.
✅ Ibnul-Atsiir rahimahullah berkata:
.
والجِلْبَابُ : الإزَارُ والرّدَاء . وقيل المِلْحَفَة . وقيل هو كالمِقْنَعَة تُغَطّي به المرأة رأسها وظَهْرَها وصدرَها وَجَمْعُه جَلاَبيبُ
.
‼ “Dan jilbab adalah izaar (kain sarung) dan ridaa’. Dan dikatakan juga milhafah (kain yang menyelimuti badan di atas pakaian – Abul-Jauzaa’). Dikatakan juga jilbab seperti milhafah yang menutupi kepala, punggung, dan dada seorang wanita. Bentuk jamaknya jalaabiib” [An-Nihaayah fii Ghariibil-Hadiits, 1/784].
.
✅ Saat menjelaskan hadits Ummu ‘Athiyyah radliyallaahu ‘anhaa, An-Nawawiy rahimahullah berkata:
.
فَقَوْله : ( لَا يَكُون لَهَا جِلْبَاب )
قَالَ النَّضْر بْن شُمَيْلٍ هُوَ ثَوْب أَقْصَر وَأَعْرَض مِنْ الْخِمَار وَهِيَ الْمِقْنَعَة تُغَطِّي بِهِ الْمَرْأَة رَأْسهَا وَقِيلَ : هُوَ ثَوْب وَاسِع دُون الرِّدَاء تُغَطِّي بِهِ صَدْرهَا ، وَظَهْرهَا ، وَقِيلَ : هُوَ كَالْمَلَاءَةِ وَالْمِلْحَفَة ، وَقِيلَ : هُوَ الْإِزَار ، وَقِيلَ : الْخِمَار .
.
‼ “Tentang sabda beliau ﷺ : ‘tidak memiliki jilbaab’. An-Nadlr bin Syumail berkata : ‘Jilbaab adalah jenis pakaian yang lebih pendek dan lebih lebar daripada khimaar, yaitu kerudung yang menutupi kepala seorang wanita. Dikatakan, jilbab adalah jenis pakaian lebar di bawah ridaa’ yang menutupi dada dan punggung wanita. Dikatakan, jilbab adalah malaa’ah[1] dan milhafah. Dikatakan, jilbaab adalah kain sarung. Dikatakan, jilbab adalah khimaar” [Syarh Shahiih Muslim, 6/180].
.
✅ Hadits Ummu ‘Athiyyah radliyallaahu ‘anhaa tersebut selengkapnya adalah sebagai berikut:
.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِى الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ. قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِحْدَانَا لاَ يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ قَالَ « لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا ».
.
Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata : Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk mengeluarkan para gadis, wanita yang sedang haidl, dan wanita yang sedang dipingit. Untuk wanita haidl, mereka memisahkan diri dari orang yang melaksanakan shalat agar tetap menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Aku berkata : ‘Wahai Rasulullah, diantara kami ada yang tidak memiliki jilbaab’. Beliau ﷺ bersabda : ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbab untuknya” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 890].
.
✅ Hadits Ummu ‘Athiyyah radliyallaahu ‘anhaa di atas tidak menunjukkan berjilbab diperintahkan  Allah dan Rasul-Nya karena adanya gangguan orang yang jahat, sehingga jika aman dari mereka boleh tidak berjilbab. Dapat kita lihat dalam hadits ini para wanita keluar bersama keluarga mereka dan kaum muslimin dari kalangan sahabat Nabi radliyallaahu ‘anhum, manusia terbaik, dalam kondisi aman dengan tetap mengenakan jilbab. Bahkan, mereka yang tidak memiliki jilbab harus dipinjami agar mereka dapat keluar turut berkumpul bersama kaum muslimin yang lain di hari raya ‘Iedain.
.
Pendek kata, hadits tersebut menunjukkan wanita tidak boleh keluar rumah kecuali dengan memakai jilbab. Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah berkata:
.
فدل على أن المعتاد عند نساء الصحابة ألا تخرج المرأة إلا بجلباب، وفي الأمر بلبس الجلباب دليل على أنه لابد من التستر والحجاب
.
‼ “Hadits ini menunjukkan bahwa kebiasaan yang berlaku di kalangan wanita sahabat adalah tidak keluar (rumah) kecuali dengan (memakai) jilbab. Dan dalam perintah memakai jilbab tersebut merupakan dalil wajibnya menutup (aurat) dan berhijab (bagi wanita muslimah)” [Majmuu’ Al-Fataawaa wal-Maqaalaat, 5/231].
.
✅ Dari penjalasan para ulama di atas, jilbab adalah jenis pakaian yang digunakan untuk menutupi aurat wanita. Ia dikenakan bersama pakaian yang lain sehingga dapat benar-benar menutupi aurat secara sempurna. Firman Allah ﷻ dalam Surat Al-Ahzaab ayat 59 jelas memuat perintah mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Nabi ﷺ bersabda:
.
احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ
.
‼ “Jagalah auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 2769 & 2794, Abu Daawud no. 4017, Ibnu Maajah no. 1920, dan yang lainnya. At-Tirmidziy mengatakan hadits ini hasan[2]].
.
Maksud dari jagalah auratmu adalah tutupilah auratmu seluruhnya [Haasyiyyah As-Sindiy ‘alaa Ibni Maajah, 4/172]. Meskipun teks perintah beliau ﷺ untuk menutup seluruh aurat kepada laki-laki, namun berlaku juga kepada wanita.
.
✅ Apa batasan aurat yang wajib ditutup bagi wanita? Para ulama berbeda pendapat. Akan tetapi mereka tidak keluar dari batasan wajibnya menutup anggota badan selain wajah dan telapak tangan. Dalilnya:
.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ، فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ: ” يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا، وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ ”
.
Dari ‘Aaisyah radliyallaahu ‘anhaa : Bahwasannya Asmaa’ bintu Abi Bakr pernah menemui Rasulullah ﷺ dengan mengenakan pakaian yang tipis. Maka Rasulullah ﷺ pun berpaling darinya dan bersabda : ‘Wahai Asmaa’, sesungguhnya apabila seorang wanita telah haidl (baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini. Beliau ﷺ berisyarat menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4104, dan ia berkata : ‘Mursal’. Begitu juga dikatakan oleh Abu Haatim Ar-Raaziy. Al-Albaaniy rahimahumullah menghasankannya dalam Shahiih At-Targhiib wat-Tarhiib no. 2045].
.
✅ Allah ﷺ berfirman:
.
وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
.
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya” [QS. An-Nuur : 31].
.
حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ الرَّبِيعِ، عَنْ صَالِحٍ الدَّهَّانِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ قَالَ: ” الْكَفُّ وَرُقْعَةُ الْوَجْهِ ”
.
✅ Telah menceritakan kepada kami Ziyaad bin Ar-Rabii’, dari Shaalih Ad-Dahhaan, dari Jaabir bin Zaid, dari Ibnu ‘Abbaas tentang firman Allah ﷻ : ‘Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, (kecuali yang (biasa) nampak daripadanya) (QS. An-Nuur : 31)’, ia berkata : “Telapak tangan dan area wajah” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 3/383 no. 17165; sanadnya shahih[3]].
.
حَدَّثَنَا حَفْصٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا قَالَ: ” وَجْهُهَا وَكَفُّهَا ”
.
✅ Telah menceritakan kepada kami Hafsh, dari ‘Abdullah bin Muslim, dari Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas tentang ayat ‘Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya” (QS. An-Nuur : 31), ia berkata : “Wajah dan telapak tangannya” [idem, 3/384 no. 17181; sanadnya lemah namun dikuatkan dengan riwayat sebelumnya sehingga hasan lighairihi].
.
حَدَّثَنِي علي بْنُ سَهْلٍ، قال: ثنا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قال: ثنا أَبُو عَمْرٍو، عَنْ عَطَاءٍ، ” فِي قَوْلِ اللَّهِ: وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا، قَالَ: الْكَفَّانِ وَالْوَجْهُ ”
.
✅ Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Sahl, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amru, dari ‘Athaa’ (bin Abi Rabbaah) tentang firman Allah ﷻ : ‘‘Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya” (QS. An-Nuur : 31), ia berkata : “Dua telapak tangan dan wajah” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabariy dalam Jaami’ul-Bayaan, 19/157; sanadnya hasan].

.

Inilah yang dikatakan sekelompok ulama salaf dulu tentang ayat ini[4].

.
✅ Zakariyyaa Al-Anshaariy Asy-Syaafi’iy rahimahullah berkata:
.
( وَعَوْرَةُ الْحُرَّةِ فِي الصَّلَاةِ وَعِنْدَ الْأَجْنَبِيِّ ) وَلَوْ خَارِجَهَا ( جَمِيعُ بَدَنِهَا إلَّا الْوَجْهَ ، وَالْكَفَّيْنِ ) ظَهْرًا وَبَطْنًا إلَى الْكُوعَيْنِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى { وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا } قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَغَيْرُهُ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَجْهُهَا وَكَفَّاهَا وَإِنَّمَا لَمْ يَكُونَا عَوْرَةً
.
Aurat wanita merdeka dalam shalat dan di depan orang asing (ajnabiy), meskipun di luar shalat, adalah seluruh badannya kecuali wajah dan dua telapak tangan, bagian luar maupun bagian dalam telapak tangan hingga pangkal pergelangan (tulang yang menonjol – Abul-Jauzaa’) berdasarkan firman-Nya ﷺ : ‘Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya” (QS. An-Nuur : 31). Ibnu ‘Abbaas berkata : ‘Kecuali yang (biasa) nampak daripadanya, yaitu wajahnya dan kedua telapak tangannya, yang keduanya itu bukan termasuk aurat” [Asnal-Mathaalib, 3/41].
.
✅ An-Nawawiy rahimahullah berkata:
.
وأما عورة الحرة فجميع بدنها الا الوجه والكفين إلى الكوعين وحكى الخراسانيون قولا وبعضهم يحكيه وجها أن باطن قدميها ليس بعورة وقال المزني القدمان ليسا بعورة والمذهب الاول
.
Adapun aurat wanita merdeka adalah seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan hingga dua pangkal pergelangan (tulang yang menonjol). Penduduk Khuarasaan menghikayatkan satu pendapat (Asy-Syaafi’iy) dan sebagian mereka menghikayatkan pendapat (dari ashhaab-nya), bahwa bagian dalam telapak kaki bukan aurat. Al-Muzanniy berkata : ‘Kedua telapak kaki bukan termasuk aurat’. Dan pendapat terkuat madzhab adalah yang pertama (aurat adalah seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan – Abul-Jauzaa’)” [Al-Majmuu’, 3/168].
.
✅ Sebagai penguat telapak kaki wanita seluruhnya termasuk aurat adalah hadits berikut:
.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ رَخَّصَ لِلنِّسَاءِ أَنْ يُرْخِينَ شِبْرًا، فَقُلْنَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِذَنْ تَنْكَشِفَ أَقْدَامُنَا؟ فَقَالَ: ” ذِرَاعًا، وَلَا تَزِدْنَ عَلَيْهِ ”
.

Dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Rasulullah ﷺ memberikan keringanan bagi para wanita untuk memanjangkan kainnya sejengkal (dari mata kaki). Mereka berkata : “Bagaimana jika telapak kaki kami masih tersingkap?”. Beliau ﷺ menjawab : “Panjangkan lagi satu hasta” [Diriwayatkan oleh Ahmad 2/24; shahih
].
.
Para shahabiyyat menganggap telapak kaki tidak boleh terlihat sehingga mereka meminta tambahan lagi agar tidak tersingkap. Hadits ini menunjukkan telapak kaki adalah aurat yang harus ditutup.
.
‼ Inilah syari’at Islam yang wajib diimani dan dilaksanakan setiap wanita muslimah. Yaitu, wajib bagi mereka menutup aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan, menurut pendapat yang shahih. Pendapat yang lain menyatakan wajah dan telapak tangan termasuk aurat sehingga wajib memakai cadar dan kaus tangan. Saya tidak akan membahasnya. Yang menjadi poin penting adalah mereka (ulama Islam) semuanya sepakat wanita wajib menutup aurat dari yang dikecualikan dengan jilbab.
.
✅ Sebelum era Islam, masyarakat Arab jahiliyyah tidak mempunyai budaya menutup aurat. Bahkan, mereka thawaf mengelilingi Ka’bah dengan telanjang.

.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ. ح وحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ وَاللَّفْظُ لَهُ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ مُسْلِمٍ الْبَطِينِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: ” كَانَتِ الْمَرْأَةُ تَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَهِيَ عُرْيَانَةٌ، فَتَقُولُ: مَنْ يُعِيرُنِي تِطْوَافًا تَجْعَلُهُ عَلَى فَرْجِهَا، وَتَقُولُ:.
الْيَوْمَ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ         فَمَا بَدَا مِنْهُ فَلَا أُحِلُّهُ ”
” فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyaar : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far (ح). Dan telah menceritakan kepadaku Abu Bakr bin Naafi’ – dan lafadh hadits ini adalah miliknya – : Telah menceritakan kepada kami Ghundar : Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Salamah bin Kuhail, dari Muslim Al-Bathiin, dari Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata : “Dulu para wanita melakukan thawaf di Baitullah dengan telanjang seraya berkata : ‘Siapakah yang mau meminjamiku baju untuk thawaf yang digunakan menutupi kemaluan?’. Dan wanita itu berkata : ‘‘Pada hari nampak sebagian atau seluruhnya…. Dan apa yang telah nampak darinya, aku tidak menghalalkannya’. Maka turunlah ayat ini : ‘Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid’ (QS. Al-A’raaf : 31)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 3028].
.
وحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: ” كَانَتِ الْعَرَبُ تَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرَاةً إِلَّا الْحُمْسَ وَالْحُمْسُ قُرَيْشٌ، وَمَا وَلَدَتْ كَانُوا يَطُوفُونَ عُرَاةً إِلَّا أَنْ تُعْطِيَهُمُ الْحُمْسُ ثِيَابًا، فَيُعْطِي الرِّجَالُ الرِّجَالَ وَالنِّسَاءُ النِّسَاءَ
.
✅ Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib : Telah menceritakan kepada kami Abu Usaamah : Telah menceritakan kepada kami Hisyaah, dari ayahnya (‘Urwah bin Jubair), ia berkata : “Dulu orang Arab melakukan thawaf di Baitullah dengan telanjang, kecuali humus, dan humus adalah orang Quraisy dan keturunannya. Mereka (orang-orang Arab jahiliyyah) melakukan thawaf sambil telanjang, kecuali apabila diberi pakaian oleh humus. Laki-laki memberi pakaian kepada laki-laki, dan wanita memberi pakaian kepada wanita….” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1219. Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhaariy no. 1665].

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ: كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ يَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ عُرَاةً، يَقُولُونَ: نَطُوفُ فِي ثِيَابِنَا الَّتِي نُصَلِّي فِيهَا فَكَانَتِ الْمَرْأَةُ تَطُوفُ عُرْيَانَةً وَتَقُولُ:
الْيَوْمُ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ         وَمَا بَدَا مِنْهُ فَلا أُحِلُّهُ
.
✅ Telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Zaid : Telah menceritakan kepada kami Ayyuub, dari Sa’iid bin Jubair, ia berkata : “Dulu orang-orang Jahiliyyah melakukan thawaf di Baitullah dengan telanjang. Mereka berkata : ‘Kami thawaf dengan pakaian-pakaian kami yang kami shalat dengannya. Wanita melakukan thawaf dengan telanjang seraya berkata : ‘Pada hari nampak sebagian atau seluruhnya…. Dan apa yang telah nampak darinya, aku tidak menghalalkannya’ [Diriwayatkan oleh ‘Affaan bin Muslim dalam Ahaadiits-nya no. 83; shahih].

.
Setelah Islam datang, Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ mewajibkan kaum muslimin – laki-laki dan wanita – untuk menutup aurat. Jadi, perintah untuk berjilbab dan berpakaian menutup aurat bukan budaya Arab, tapi syari’at Islam.
.

________ Lanjut ke Halaman 2 _________